JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:224-243 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Karakteristik Komite Audit. Profitabilitas. Tingkat Utang Terhadap Penghidaran Pajak Arfi Anjani Khusna1*. Agus Sihono2 Departemen Akuntansi. Universitas Esa Unggul. Indonesia Email: arfianjanik@student. id*1, agus. sihono@esaunggul. ARTICLE INFO ABSTRACT. Article history: This study aims to scientifically examine the influence of audit committee characteristics, profitability, and debt levels on tax avoidance Purposive sampling was used to collect secondary data from annual reports of coal and mineral mining subsector companies listed on the IDX for the period 2019-2023. The study employed five independent variables: audit committee characteristics, including size measured by the total number of committee members, independence measured by the proportion of independent members relative to the total committee members, and financial expertise measured by the proportion of financial experts relative to the total committee profitability using ROA (Return on Asset. and debt level using DAR (Debt to Asset Rati. Tax avoidance, as the dependent variable, was measured using ETR (Effective Tax Rat. The population consisted of 37 companies over 5 years, and based on the sample criteria, 13 companies were selected, resulting in 65 samples for testing. Multiple linear regression was used to analyze the The study found that the size of the audit committee and the financial expertise of its members positively affect tax avoidance. contrast, the debt level negatively affects tax Meanwhile, the independence of the audit committee and profitability did not have an impact on tax avoidance. This study is expected to assist management in decision-making related to tax avoidance and in formulating company policies. Shareholders need to evaluate the characteristics of the audit committee, while regulators should review and adjust tax policies to address tax avoidance. Keywords: tax avoidance, audit committee characteristics, profitability, leverage Received 13 Oktober 2024 Received in revised form 13 November 2024 Accepted 22 November 2024 Available online 1 Desember 2024 LATAR BELAKANG Indonesia mempunyai potensi besar dalam mineral dan batu bara, yang berkontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi (Menpan, 2. Pajak menjadi salah satu sumber penerimaan utama negara (Hendrani. Hasibuan, & Septyanto, 2. Sektor pertambangan sangat rentan terhadap praktik penghindaran pajak karena tingginya keuntungan yang diperoleh dari kegiatan Received Agustus 13, 2024 Revised November 13, 2024. Accepted November 22, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 pertambangan (Sulistiyanti & Saputra, 2. Perusahaan pertambangan sering menghadapi kesulitan menjaga operasional yang berkelanjutan dan profitabilitas yang stabil. Fluktuasi harga komoditas, aturan pajak yang ketat, dan krisis ekonomi global memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, memicu upaya pengurangan beban pajak (Tandayu et al. , 2. Perusahaan memandang pajak sebagai beban yang mengurangi laba, sehingga berupaya mengelola mekanisme perencanaan pajak (Campbell et al. , 2. Penghindaran pajak menjadi metode legal yang mematuhi peraturan perpajakan (Mauren & Purwaningsih, 2. Penghindaran pajak dianggap sebagai hambatan utama karena kompleksitas dan dampak ekonominya yang merugikan negara (Sihono & Febyansyah, 2. Pertambangan batu bara menciptakan nilai ekonomi yang impresif tetapi kontribusi pajaknya masih rendah (Kartadjumena & Muntazhar, 2. Kementerian keuangan melaporkan penurunan terbesar kontribusi pajak pada maret 2024 di sektor pertambangan menjadi 5,83% dari total penerimaan pajak (DDTC. Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk mendukung pengawasan yang efektif. (Utaminingsih et al. , 2. Pemegang saham dapat merestrukturisasi komite audit untuk meningkatkan efektivitas pengendalian penghindaran pajak (Dang & Nguyen, 2. Efektivitas komite audit bergantung pada beberapa karakteristik, termasuk keahlian anggotanya dalam bidang keuangan dan akuntansi. frekuensi pertemuan komite. persentase anggota independen. keragaman gender. dan ukuran komite audit (Dang & Nguyen, 2022. Nguyen, 2. Perusahaan publik wajib memiliki paling sedikit tiga orang anggota (Utaminingsih et al. Namun, besarnya ukuran komite audit, tidak selalu mengoptimalkan efektivitasnya (Dang & Nguyen, 2. Sejalan dengan riset terdahulu yang membuktikan penghindaran pajak dipengaruhi ukuran komite dengan arah yang positif oleh (Abdeljawad et al. , 2023. Alfandia & Putri, 2023. Dang & Nguyen, 2022. Lawati & Hussainey, 2021. Idzniah & Bernawati, 2. Sebaliknya. Garcya-Meca et al. , . Hendrani et al. , . meendokumentasikan hubungan dengan arah negatif antara ukuran komite audit dengan keterlibatan penghindaran pajak. Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan melindungi kepentingan pemegang saham, komite audit yang independen lebih efektif dalam memantau informasi keuangan dan risiko pajak, karena anggota yang tidak independen cenderung mengurangi pajak untuk meningkatkan laba dan harga saham (Deslandes et al. , 2. Sementara itu. Abdeljawad et al. , . membuktikan independesi komite audit memengaruhi positif penghindaran pajak. Sejalan dengan riset Islam & Hashim . Lawati & Hussainey . Deslandes et al. , . menemukan independesi komite audit berpengaruh negatif dengan penghindaran pajak. Adanya ahli keuangan komite audit berperan dalam meningkatkan pemantauan informasi keuangan juga terkait dengan manajemen risiko pajak (Deslandes et al. , 2. Akan tetapi, hasil studi Huang & Zhang . membuktikan bahwa direktur utama dalam dewan yang ahli dalam bidang keuangan lebih agresif melakukan penghindaran pajak. Selaras dengan penelitian Abdeljawad et al. Dang & Nguyen . Deslandes et al. menyajikan penghindaran pajak dipengaruhi ahli keuangan komite audit dengan arah negatif. Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari asetnya (Marsahala et al. , 2. dan semakin tinggi laba maka semakin besar kemungkinan manajer JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 melakukan agresivitas pajak (Dianawati & Agustina, 2. Sehubungan dengan studi terdahulu bahwa penghindaran pajak dipengaruhi secara positif dengan profitabilitas (Solihah & Sihono, 2023. Shinta & Agus Sihono, 2023. Syahzuni & Sari, 2023. Widyastuti et al. , 2022. Lestari & Solikhah, 2. Namun, hasil penelitian lain membuktikan bahwa profitabilitas tidak memengaruhi penghindaran pajak oleh (Dianawati & Agustina, 2020. Hendrani et al. , 2020. Mulyati et al. , 2. Tingkat utang atau leverage menujukkan kemampuan perusahaan menjalankan operasi dan mendanai usaha dengan utang. Besarnya leverage perusahaan dapat membantu mengurangi beban pajak dan meminimalkan upaya penghindaran pajak (Rahayu et al. , 2. Namun, riset Shinta & Agus Sihono . Marlina et al. menunjukkan perusahaan dengan utang tinggi cenderung lebih agresif dalam menghindari pajak. Selaras dengan temuan sebelumnya bahwa tingkat utang memengaruhi secara negatif terhadap penghindaran pajak oleh (Solihah & Sihono. Rahayu et al. , 2023. Syahzuni & Sari, 2023. Takasanakeng, 2022. Kurniasih & Hermanto. Dianawati & Agustina, 2020. Ichsani & Susanti, 2. Riset terkait hubungan karakteristik komite audit dengan penghindaran pajak telah dikaji pada penelitian terdahulu oleh (Abdeljawad et al. , 2023. Dang & Nguyen, 2022. Utaminingsih et al. Deslandes et al. , 2. Walau demikian, hasil riset yang ada masih menujukkan Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk mengkaji kembali mengenai pengaruh karakateristik komite audit terhadap penghindaran pajak dengan harapan dapat memperkaya riset yang ada dengan menghadirkan kontribusi baru bahwasannya akan dapat mendukung atau menentang penelitian terdahulu. Studi ini merujuk pada riset Dang & Nguyen . terkait pengaruh antara karakteristik komite audit dan penghindaran pajak dengan mengganti variabel independen keragaman gender dan menambahkan dua variabel independen lain yaitu profitabilitas dan tingkat utang. Sampel penelitian mencakup perusahaan pertambangan subsektor mineral dan batu bara . yang terdaftar di BEI selama periode 2020-2022. Sektor pertambangan minerba dipilih karena berdasarkan data BPS, sektor pertambangan masih memberikan kontribusi terbesar bagi perekonomian Indonesia sepanjang 2023 mencapai 10,52% terhadap PDB (Databoks, 2. Tujuan riset ini, untuk memenuhi ketimpangan pada riset terdahulu dengan menganalisis secara empiris pengaruh karakteristik komite audit, profitabilitas, dan tingkat utang terhadap penghindaran pajak. Adanya studi ini dapat meningkatkan pengetahuan peneliti juga mahasiswa terkait perpajakan yang memengaruhi penghindaran pajak pada perusahaan pertambangan khusunya subsektor minerba. KAJIAN TEORITIS Teori Agensi Jensen & Meckling . menjabarkan teori agensi adalah sebuah kesepakatan antara prinsipal dan agen. Hubungan keagenan terjadi ketika satu orang atau lebih sebagai prinsipal, memberikan pekerjaan kepada orang lain sebagai agen dan mendelegasikan kendali kepada orang atau agen untuk mengambil keputusan. Akibatnya, tidak ada jaminan bahwa agen bertindak demi kepentingan prinsipal, sehingga timbul konflik kepentingan antara keduanya. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Teori Pemangku Kepentingan Teori pemangku kepentingan dimana manajer memiliki tanggung jawab moral untuk mempertimbangkan dan mencapai keseimbangan yang tepat antara kepentingan semua pihakpihak yang terlibat menjadi pemangku kepentingan (Freeman, 1. Teori ini menekankan pentingnya manajer bertanggung jawab kepada pemangku kepentingan. Keberhasilan bisnis memerlukan upaya untuk mempertimbangkan kepentingan berbagai pemangku kepentingan, tenaga kerja, pemerintah daerah, pelanggan, dan lingkungan, untuk tujuan-tujuan yang diizinkan, moneter, dan moral (Tang et al. , 2. Penghindaran Pajak Pohan dalam Hama, . mendefinisikan penghindaran pajak merupakan tindakan yang dilakukan secara legal dan aman oleh wajib pajak untuk mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan, tanpa melanggar ketentuan perpajakan. Metode dan teknik yang digunakan biasanya memanfaatkan celah-celah atau area abu-abu dalam undang-undang dan peraturan perpajakan. Wajib pajak perlu memahami kebijakan perpajakan dan meningkatkan kepatuhan terhadap sistem perpajakan (Adhikara et al. , 2. Komite Audit Komite audit merupakan unsur dari tata kelola perusahaan (Hendrani. Hasibuan & Septyanto. Definisi komite audit yang berlandaskan pada POJK Nomor 55/POJK. 04/2015, yakni suatu komite dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada dewan komisaris untuk membantu pelaksanaan fungsi dan tugas efektivitasnya. Menurut Hendrani. Hasibuan & Septyanto . , komite audit digambarkan sebagai mekanisme pemantauan yang dapat meningkatkan fungsi audit dalam membantu untuk mengawasi laporan keuangan, mengawasi audit eksternal, dan mengamati sistem pengendalian internal. Ukuran Komite Audit Ukuran komite audit telah didefinisikan pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55/POJK. 04/2015 bahwa dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan komisaris, dewan komisaris wajib membentuk komite audit paling sedikit terdiri dari tiga orang terdiri dari seorang komisaris independen, dan anggota lainnya di luar lingkup perusahaan. Ukuran komite audit secara konsisten mempengaruhi tingkat perbedaan dalam pengalaman, kontribusi, dan pandangan yang disampaikan oleh anggotanya saat rapat komite dan saat berdiskusi dengan auditor eksternal untuk menjamin kualitas audit. Ukuran komite audit mengacu pada seluruh total jumlah anggota komite (Dang & Nguyen, 2022. Hendrani. Hasibuan & Septyanto 2. Independensi Komite Audit Pembentukan komite audit yang efektif tak terlepas dari implementasi penerapan good corporate governance yang terdiri dari unsur independensi, transparasi, akuntabilitas, responsibilitas, dan kesetaraan/kewajaran. Independensi komite audit adalah anggota komite audit yang tidak memiliki hubungan bisnis maupun hubungan kekeluargaan dengan perusahaan (Hasnati, 2014:. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Ahli Keuangan Komite Audit Menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 55/POJK. 04/2015, komite audit harus memiliki satu atau lebih anggota yang memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan keuangan/akuntansi. Pengetahuan dalam bidang keuangan dan akuntansi memberikan landasan yang kuat bagi direktur komite audit dalam menelaah informasi keuangan (Musallam, 2. , juga mengawasi masalah akuntansi serta proses pelaporan keuangan (Cheung & Chung, 2. Profitabilitas Sartono . menyatakan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba terkait dengan penjualan, total aset, atau modal sendiri. Keuntungan perusahaan bisa dilihat dari kinerja perusahaan melalui rasio profitabilitas (Mulyawati & Munandar, 2. Tingkat Utang Sartono . mendefinisikan tingkat utang atau leverage adalah penggunaan aset dan sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap bertujuan agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Ainniya dalam Afrianti et al. menjelaskan terkait leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pengaruh Ukuran Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak Pembentukan komite audit mencerminkan tata kelola suatu perusahaan berjalan dengan baik (Alfandia & Putri, 2. juga memastikan perusahaan mematuhi hukum, berbisnis secara etis, dan mengendalikan konflik serta kecurangan manajemen (Ratnawati et al. , 2. Komite audit bertanggung jawab dalam menelaah dan mengawasi proses persiapan laporan keuangan untuk menghindari kecurangan manajemen maupun aktivitas terkait penghindaran pajak (Ardillah & Vanesa, 2. Abdeljawad et al. mengungkapkan ukuran komite audit mendukung fungsi utamya dalam memantau laporan keuangan ditinjau dari komposisi jumlah anggota komite audit yang tinggi memudahkan pembagian kerja dalam proses audit. Namun demikian, ukuran komite audit juga dapat mengurangi efektivitas komite audit (Nguyen, 2021, 2022. Nguyen & Dang, 2. Nguyen . mengungkapkan bahwa ukuran komite audit meningkatkan risiko bank karena rendahnya efektivitas. Oleh karena itu, sesuai dengan penelitian terdahulu oleh Abdeljawad et al. Lawati & Hussainey . Alfandia & Putri . Dang & Nguyen . Idzniah & Bernawati . menunjukkan bahwa ukuran komite audit memiliki hubungan positif terhadap penghindaran pajak. ya1 : Ukuran komite audit berhubungan positif dengan penghindaran pajak Pengaruh Independensi Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak Independensi pada dewan direksi merupakan bagian penting dalam manajemen tata kelola perusahaan (Dang & Nguyen, 2. Komite audit harus independen dari manajemen dalam menjalankan tanggung jawab untuk memenuhi peran pengawasan dan kepentingan pemegang Lebih lanjut, independensi komite audit mengoptimalkan informasi pemantauan keuangan, terlebih diperlukan untuk manajemen risiko pajak, mengingat anggota komite audit yang tidak independen mungkin ikut berperan mengurangi beban pajak guna meningkatkan laba bersih dan harga saham (Deslandes et al. , 2. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Pada temuan Shan . mengungkapkan keputusan komite audit secara signifikan dipengaruhi oleh anggota independen yang berasal dari luar perusahaan, yang juga berpartisipasi dalam manajemen sebagai penyumbang modal serta perwakilan pemegang saham besar perusahaan. Oleh sebab itu, independensi dewan direksi berhubungan negatif dengan kepemilikan manajerial dan mengurangi masalah keagenan. Karena berdasarkan aturan POJK No. 55/POJK. 04/2015 pasal 4, emiten wajib membentuk komite audit yang diketuai oleh dewan komisaris independen, serta anggota independen lainnya yang berasal dari luar lingkup perusahaan. bertujuan untuk memonitor risiko pajak dan membantu mitigasi terhadap aktivitas terkait penghindaran pajak (Deslandes et al. , 2. Maka dari itu, merujuk pada penelitian terdahulu bahwa independensi komite audit berhubungan negatif dengan aktivitas penghindaran pajak (Islam & Hashim, 2023. Lawati & Hussainey, 2021a. Deslandes et al. , 2. ya2 : Persentase anggota independen pada komite audit berhubungan negatif dengan penghindaran Pengaruh Ahli Keuangan dalam Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak Komite audit umumnya memimpin dalam mengelola keuangan dan risiko, termasuk risiko pajak (Deslandes et al. , 2. Belakangan ini, partisipasi ahli keuangan komite audit telah menarik perhatian lebih regulator karena implikasinya terhadap efektifitas komite audit (Bilal et al. , 2023. Komal et al. , 2021. Usman et al. , 2. Pengalaman dan pengetahuan anggota komite audit memiliki peran penting dalam interelasi dengan manajemen dan dewan direksi (Shepardson. Keahlian dan pengetahuan yang dimiliki oleh anggota komite audit dapat membimbing manajemen dalam memengaruhi keputusan strategis bagi perusahaan (Abdeljawad et al. , 2. Menurut aturan POJK No. 55/POJK. 04/2015 pasal 7 poin e ditetapkan bahwa komite audit harus memiliki sedikitnya satu orang anggota yang berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi, keuangan dan ekonomi. Ahli keuangan pada komite audit bertindak sebagai pengawas yang berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (Chaudhry et al. , 2. Secara umum, penelitian terdahulu mendokumentasikan bahwa ahli keuangan pada komite audit dapat membantu mitigasi tindakan manajemen laba perusahaan (Bilal et al. , 2024. Usman. Nwachukwu, et al. , 2022. Usman. Salem, et al. , 2. serta pentingnya pengalaman praktis dan pengetahuan ilmiah anggota komite dalam mengontrol pengendalian keuangan, termasuk pengelolaan pajak (Abdeljawad et al. , 2. Hasil temuan Deslandes et al. mengungkapkan tingginya proporsi anggota dengan ahli keuangan pada komite audit dan memiliki masa jabatan yang lebih lama dapat membatasi aktivitas terkait penghindaran pajak. Oleh sebab itu, selaras dengan penelitian sebelumnya bahwa ahli keuangan pada komite audit memiliki hubungan negatif dengan penghindaran pajak (Abdeljawad et al. , 2023. Dang & Nguyen, 2022. Deslandes et al. , 2. ya3 : Proporsi ahli keuangan pada komite audit berhubungan negatif dengan penghindaran pajak Pengaruh Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak Profitabilitas merupakan keandalan perusahaan dalam mencapai laba (Dewayani & Febyansyah, 2. dengan memanfaatkan aset perusahaan (Solihah & Sihono, 2. Profitabilitas dianggap sebagai cerminan dari kemampuan manajemen dalam mengelola kinerja perusahaan (Kim et al. Profitabilitas yang tinggi berkaitan dengan laba yang tinggi (Nurindrayani & Indrati. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Mauren & Purwaningsih . mengungkapkan profitabilitas memengaruhi setoran besaran pajak. Perusahaan besar cenderung mengelola Return on Assets (ROA) dengan baik karena dampak pajak yang signifikan. Akibatnya, perusahaan akan mempertimbangkan aktivitas penghindaran pajak sebagai solusi untuk mengurangi risiko pajak (Akbar & Thamrin, 2020. Lestari & Solikhah. Semakin tinggi laba dihasilkan maka berdampak pada besaran pajak yang wajib disetorkan, sehingga kemungkinan meningkatkan aktivitas terkait penghindaran pajak (Safitri & Wahyudi, 2. Oleh karena itu, sejalan dengan temuan terdahulu bahwa profitabilitas berhubungan positif dengan penghindaran pajak (Solihah & Sihono, 2023. Shinta & Sihono, 2023. Syahzuni & Sari, 2023. Widyastuti et al. , 2022. Lestari & Solikhah, 2. ya4 : Profitabilitas berhubungan positif dengan penghindaran pajak Pengaruh Tingkat Utang Terhadap Penghindaran Pajak Utang merupakan salah satu sumber daya keuangan yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan dan memperluas bisnis (Putri & Ramadhan, 2. Rahayu et al. mengungkapkan bahwa leverage menjadi tolak ukur dalam menggambarkan pemakaian utang untuk mendanai investasi dan aset yang dimiliki perusahaan, juga untuk membiayai aktivitas perusahaannya (Kurniasih & Hermanto, 2. Perusahaan yang dapat mengelola nilai leverage maka akan memperkuat nilai perusahaan (Atrianingsih & Nyale, 2. Jumlah utang perusahaan tidak selalu menunjukkan praktik penghindaran pajak, karena utang bisa saja digunakan untuk keperluan pembiayaan lainnya (Suciarti et al. , 2. Perusahaan dengan leverage yang lebih besar memiliki tarif pajak yang wajar dan efektif (Gunaasih, 2. Rahayu et al. mendokumentasikan bahwa dengan meningkatnya tingkat utang, kewajiban beban bunga juga meningkat, yang mengurangi laba perusahaan. Laba yang lebih kecil ini pada gilirannya mengurangi beban pajak yang dihitung dari laba perusahaan, sehingga menurunkan kecenderungan perusahaan untuk melakukan praktik penghindaran pajak. Dengan demikian, aktivitas penghindaran pajak tidak dipengaruhi oleh tinggi maupun rendahnya nilai leverage perusahaan (Solihah & Sihono, 2023. Syahzuni & Sari, 2. Gunaasih . menjelaskan bahwa perusahaan yang mempunyai tingkat utang yang tinggi akan mempunyai kecenderungan pada aktivitas penghindaran pajak yang rendah. Selaras dengan riset terdahulu yang mendokumentasikan leverage berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak (Solihah & Sihono, 2023. Rahayu et al. , 2023. Syahzuni & Sari, 2023. Takasanakeng, 2022. Kurniasih & Hermanto, 2020. Dianawati & Agustina, 2020. Ichsani & Susanti, 2. ya5 : Leverage berhubungan negatif dengan penghindaran pajak JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 METODE PENELITIAN Studi ini menggunakan karakteristik komite audit mencakup ukuran komite audit, independensi komite audit, ahli keuangan komite audit, profitabilitas, dan tingkat utang sebagai variabel independen serta penghindaran pajak sebagai variabel dependen. Penghindaran pajak diukur menggunakan proksi pengukuran ETR yang merujuk pada riset Dang & Nguyen . dengan menghitung total beban pajak dibagi dengan laba sebelum pajak. Robinson et al. mendeskripsikan bahwa nilai ETR mencerminkan aktivitas penghindaran pajak yang secara langsung memengaruhi laba. Karakteristik komite audit mengadopsi pada pengukuran Dang & Nguyen . meliputi variabel ukuran komite audit adalah total keseluruhan anggota komite. variabel independesi komite audit diukur dengan perbandingan presentase anggota independen diluar perusahaan terhadap seluruh anggota komite. variabel ahli keuangan diukur dengan perbandingan proporsi anggota yang memiliki latar belakang pendidikan keuangan/akuntansi dengan seluruh anggota komite. Return On Assets digunakan sebagai proksi pengukuran variabel profitabilitas dengan membagi laba bersih terhadap total aset (Deslandes et al. , 2. Pengukuran variabel tingkat utang atau leverage mengacu pada studi Rahayu et al. Utaminingsih et al. dengan menghitung total seluruh utang dibagi total aset. Studi ini dikategorikan dalam penelitian kuantitatif dengan metode asosiatif kausalitas untuk melihat mampu tidaknya variabel independen memengaruhi variabel dependen. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan pada subsektor pertambangan batu bara dan mineral yang terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX) antara periode 2019-2023, dengan menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan yang dapat diunduh melalui situs id maupun laman resmi perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakna purposive sampling. Kriteria yang diperlukan untuk penelitan meliputi perusahaan pertambangan subsektor mineral dan batu bara . yang terdaftar secara tetap di Indonesia Stock Exchange (IDX) serta menerbitkan laporan tahunan selama periode 2019-2023, mempunyai semua data lengkap untuk memenuhi variabel pengukuran, dan perusahaan yang membukukan laba selama periode penelitian. Berdasarkan keseluruhan kriteria tersebut yang berasal dari 37 entitas subsektor pertambangan minerba selama 5 tahun, berhasil diperoleh 13 entitas yang memenuhi kriteria sehingga didapat 65 sampel untuk JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Regresi linear berganda digunakan untuk metode analisis data pada studi ini, untuk membuktikan adanya pengaruh antara variabel independen dan dependen (Sugiyono, 2013:. Studi ini terlebih dahulu menguji statistik deskriptif serta uji asumsi klasik. terdiri dari uji normalitas data, multikolinearitas, autokorelasi serta heterokedastisitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil seleksi data yang dilakukan melalui metode purposive sampling, maka hanya ada 13 perusahaan subsektor minerba yang memenuhi kriteria sampel selama periode penelitian lima tahun dari 2019-2023, sehingga menghasilkan jumlah sampel 65 data. Akan tetapi, terdapat outlier 15 data sehingga total sampel yang layak untuk diuji berjumlah 50. Hasil statistik deskriptif dari sampel penelitian ditampilkan sebegai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif ACSIZE ACIND ACEXP ROA DAR ETR Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation (Sumber : data telah diolah SPSS, 2. Data sampel studi memaparkan temuan analisis statistik deskriptif pada 65 sampel yang menandakan variabel penelitian termasuk penghindaran pajak. ETR menunjukkan mean dengan nilai sebesar 24,43 yang berarti perusahaan energi subsektor pertambangan minerba yang terdaftar di BEI rata-rata melakukan setoran pajak penghasilan badan sekitar 24,43% dari laba sebelum pajak. Tarif pajak selama periode penelitian antara 2019-2023 yaitu 22% sampai dengan Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai setoran pajak sekitar 24,43% diatas 22% sehingga tingkat penghindaran pajak dapat dikategorikan rendah. Temuan uji statistik deskriptif pada variabel karakteristik komite audit yang diproksikan dengan tiga variabel meliputi ukuran komite audit, independensi komite audit serta ahli keuangan pada komite audit. Ukuran komite audit yang diukur dengan total keseluruhan anggota komite audit menjukkan nilai mean sebesar 3,38. Hal ini mengindikasikan bahwa rat-rata perusahaan subsektor pertambangan minerba di Indonesia membentuk komite audit dengan 3 orang anggota sehingga telah mematuhi aturan POJK No. 55/POJK. 04/2015 mengenai pembentukan serta pelaksaan komite audit, yang menyatakan bahwa perusahaan publik wajib membentuk komite audit paling sedikit beranggotakan tiga orang anggota. Lebih lanjut, uji statistik deskriptif independensi komite audit menghasilkan nilai mean sebesar 0,6162. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas anggota komite audit pada perusahaan pertambangan minerba adalah anggota independen yaitu anggota yang berasal dari luar perusahaan, dengan proporsi anggota independen mencapai 61,62%. Tingkat proporsi yang mencapai lebih dari 60% telah menunjukkan bahwa perusahaan pertambangan minerba mematuhi aturan POJK No. 55/POJK. 04/2015 khususnya pasal 4 yang dinyatakan bahwa pembentukan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 224Ae243 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 komite audit melibatkan komisaris independen serta anggota lain yang berasal dari luar Variabel karakteristik komite audit lainnya yaitu ahli keuangan komite audit menujukkan nilai mean sekitar 0,6383, mendeskripsikan bahwa mayoritas anggota komite audit pada perusahaan pertambangan minerba adalah yang mempunyai keahlian akuntansi dan keuangan dengan proporsi sebesar 63,83%. Presentase lebih dari 60% ini mengindikasikan bahwa perusahaan pertambangan minerba juga mematuhi aturan POJK No. 55/POJK. 04/2015 khususnya pasal 7 poin e, dimana komite audit wajib mempunyai sedikitnya satu orang anggota dengan berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi ataupun keuangan. Profitabilitas yang diukur melalui ROA menujukkan nilai mean sekitar 0,1748 yang mana perusahaan pertambangan minerba mendapatkan laba bersih sebesar 17,48% dari total aset yang dimiliki perusahaan. Nilai ROA ini tergolong tinggi karena standar nilai ROA yang baik yaitu diatas 5,98% (Lukviarman, 2006:. Alhasil, perusahaan pertambangan minerba rata-rata mempunyai nilai ROA yang baik. Tingkat utang menggunakan DAR yang menghasilkan nilai mean sekitar 0. Hal ini memaparkan bahwa 32,80% aset perusahaan pertambangan minerba dibiayai menggunakan utang, sementara, sisanya 67,20% dapat dibiayai oleh ekuitas, laba ditahan, maupun pembiayaan Kasmir . mengemukakan tingkat standar yang baik untuk rasio DAR adalah kurang dari 35%. Dengan demikian, rata-rata tingkat utang perusahaan pertambangan minerba dapat dikategorikan baik. Model regresi linier berganda digunakan untuk metode analsis data pada penelitian ini. Data yang digunakan juga telah lolos dan memenuhi syarat dari pengujian asumsi klasik yang dilakukan terlebih dahulu meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji Uji Asumsi Klasik Nilai signifikansi pada uji normalitas memperoleh sebesar 0,200 yang bermakna bahwa data berdistribusi normal karena nilai signifikansi lebih dari 0. 05 sehingga pengujian asumsi klasik lainnya dapat dilakukan. Selanjutnya, hasil uji multikolinearitas dari seluruh variabel independen didapat nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10, yang bermakna bahwa tidak ada gejala multikoinearitas dari masing-masing variabel independen. Berikutnya, pada temuan uji heterokedastisitas menghasilkan nilai p-value lebih dari 0,05 pada setiap variabel independen, yang berarti tidak terdapat gejala heterokedastisitas pada penelitian ini. Lebih lanjut, pada tabel Durbin Watson untuk n = 50 dan k = 5 taraf signifikan 5% diketahui batas bawah didefinisikan sebagai du 1. 7708 serta batas atas signifikansi didefinisikan sebagai 2,2292 berdasar pada temuan uji autokorelasi . -d. tidak ditemukan hubungan nilai Durbin Watson sebesar 1,805 dengan luas du