Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Implementasi Metode Project-Based Learning (PjBL) dalam Pembuatan Video Edukasi Praktik Ibadah Zakat oleh Siswa Kelas V di MI Negeri 2 Luwu Sitti Masita Bahru1. Siti Romelah2 1 MI Negeri 2 Luwu, 2 MI Sudirman Gebyog Mojogedang Karanganyar Correspondence: masitabahru@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Project-Based Learning, zakat. Islamic creativity. MI Negeri 2 Luwu. ABSTRACT This study aims to explore the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) method in creating educational videos on the practice of zakat by fifth-grade students at MI Negeri 2 Luwu. The research employs a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design. The intervention involves students working in groups to create educational videos that explain the process and importance of zakat in Islam. Data is collected through observations, student reflections, and teacher interviews. The findings indicate that PjBL significantly enhanced students' understanding of zakat, improved their collaboration skills, and increased their creativity in producing educational content. The hands-on nature of the project allowed students to apply theoretical knowledge of zakat to a practical context, making the learning experience more meaningful and Additionally, students demonstrated increased confidence in presenting and explaining religious topics. This study highlights the effectiveness of Project-Based Learning as an innovative approach to teaching religious practices while fostering critical thinking, teamwork, and multimedia skills. The results suggest that PjBL can be an effective method in enhancing both cognitive and practical skills in the context of Islamic A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan agama di Indonesia memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas anak-anak sejak usia dini. Salah satu aspek pendidikan agama yang sangat penting adalah pengajaran tentang praktik ibadah, seperti zakat, yang merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim. Namun, dalam implementasi pembelajaran agama di sekolah dasar, terutama dalam mengajarkan zakat, sering kali masih mengandalkan metode tradisional seperti ceramah atau diskusi lisan yang kurang interaktif. Hal ini membuat anak-anak cenderung mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar ibadah zakat secara mendalam. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan inovatif dalam pembelajaran zakat yang dapat membuat materi tersebut lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang zakat adalah metode Project-Based Learning (PjBL). PjBL adalah pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk belajar melalui proyek nyata yang melibatkan mereka secara aktif dalam proses Dengan menggunakan PjBL, siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan produk akhir yang dapat diaplikasikan dalam konteks dunia nyata. Pada kasus ini, siswa dapat membuat video edukasi mengenai praktik ibadah zakat yang akan membantu mereka memahami konsep-konsep zakat, seperti jenis-jenis zakat, penerima zakat, dan tata cara pelaksanaannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurhadi . yang menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi. Sitti Masita Bahru. Siti Romelah . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Penerapan PjBL dalam pembelajaran zakat memiliki potensi besar untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan keterampilan abad 21 lainnya pada siswa. PjBL mendorong siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam kelompok, dan menghasilkan produk yang dapat dipresentasikan atau dibagikan dengan orang lain. Dalam hal ini, siswa tidak hanya mempelajari teori zakat tetapi juga diberi kesempatan untuk berkreasi dengan teknologi untuk menghasilkan video edukasi yang menggambarkan cara melaksanakan zakat dengan benar. Penelitian oleh Aini & Supriadi . menunjukkan bahwa PjBL dapat meningkatkan keterampilan kerja sama dan komunikasi siswa, yang sangat penting dalam pembelajaran abad 21. Siswa juga akan mempelajari cara menggunakan teknologi sebagai alat untuk menyampaikan informasi. Pembuatan video edukasi tentang zakat mengharuskan siswa untuk mencari informasi yang akurat, menyusun skrip, melakukan riset, serta menggunakan perangkat teknologi untuk merekam dan mengedit video. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Anggraeni . yang menjelaskan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dapat meningkatkan keterampilan digital siswa dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia yang semakin terdigitalisasi. Dalam konteks ini, teknologi bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang memberi nilai tambah bagi siswa. Di sisi lain, pembelajaran zakat dengan metode PjBL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa mengenai pentingnya berzakat sebagai bagian dari kewajiban umat Islam. Siswa tidak hanya belajar tentang teori zakat, tetapi juga dipraktikkan melalui pembuatan video edukasi yang dapat menginspirasi orang lain untuk memahami dan melaksanakan zakat. PjBL memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam, di mana siswa merasakan bahwa mereka adalah bagian dari solusi nyata dalam masyarakat. Penerapan PjBL ini diharapkan bisa menjadi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya zakat, sekaligus mengembangkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Namun, penerapan PjBL dalam pembelajaran agama di sekolah dasar, khususnya dalam pembuatan video edukasi zakat, juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas dan sumber daya yang ada di sekolah. Tidak semua sekolah memiliki perangkat teknologi yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek ini. Menurut Sari . , salah satu kendala utama dalam penerapan teknologi dalam pendidikan adalah keterbatasan akses terhadap perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur teknologi agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Tantangan lainnya adalah kesiapan guru dalam mengimplementasikan metode PjBL. Banyak guru yang belum terbiasa dengan metode pembelajaran berbasis proyek dan lebih nyaman dengan metode konvensional yang lebih terstruktur dan sederhana. Hal ini bisa menjadi hambatan dalam memaksimalkan penggunaan PjBL dalam pembelajaran zakat. Menurut Suwandi & Agus . , pelatihan guru dalam hal penerapan metode pembelajaran berbasis proyek sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif menggunakan teknologi. Dengan demikian, pelatihan bagi guru perlu diberikan agar mereka dapat memanfaatkan PjBL secara optimal dalam pengajaran zakat. Selain itu, siswa juga perlu diberikan pemahaman dan pelatihan tentang cara menggunakan teknologi untuk pembuatan video edukasi zakat. Meskipun banyak siswa yang sudah terbiasa dengan teknologi, mereka mungkin belum memiliki keterampilan yang cukup untuk menggunakan perangkat lunak editing video atau aplikasi yang diperlukan untuk membuat video edukasi. Menurut Alvionita . , keterampilan penggunaan teknologi digital dalam pendidikan perlu diberikan kepada siswa agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara efektif untuk kegiatan belajar. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan pelatihan tentang penggunaan teknologi digital sebagai bagian dari kurikulum yang Seiring dengan itu, penting juga untuk memperhatikan aspek nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran zakat. Proses pembuatan video edukasi tentang zakat diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang lebih peduli terhadap masalah sosial, terutama dalam hal kewajiban berzakat. Hal ini sejalan dengan pendapat Hadis . , yang menjelaskan bahwa pembelajaran agama yang berbasis pada pengalaman nyata akan lebih mudah membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pembelajaran zakat yang dilakukan melalui PjBL tidak hanya mengajarkan pengetahuan tentang zakat tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas yang memperkaya pemahaman mereka tentang tanggung jawab sosial dan moral. Sitti Masita Bahru. Siti Romelah . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Terakhir, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur dampak dari penerapan PjBL terhadap pemahaman siswa tentang zakat. Melalui pembuatan video edukasi, diharapkan siswa dapat menggali lebih dalam tentang zakat, serta mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam bentuk yang lebih kreatif dan menarik. Penelitian oleh Suyadi . menunjukkan bahwa PjBL tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif mereka. Oleh karena itu, penerapan PjBL dalam pembelajaran zakat dapat menjadi inovasi yang bermanfaat dalam pendidikan agama di sekolah dasar. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengeksplorasi penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) dalam pembuatan video edukasi tentang praktik ibadah zakat oleh siswa kelas V di MI Negeri 2 Luwu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan diberikan tugas untuk membuat video yang mengedukasi mengenai tata cara pelaksanaan zakat, dari persiapan hingga pembagian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan refleksi siswa mengenai pengalaman mereka selama proyek. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menilai pemahaman siswa terhadap zakat dan keterampilan yang mereka peroleh selama proyek. Observasi digunakan untuk menilai proses kerja kelompok, sementara wawancara akan menggali persepsi guru dan siswa tentang dampak penggunaan PjBL dalam meningkatkan pemahaman zakat. Refleksi siswa akan dianalisis untuk mengetahui bagaimana mereka mengaitkan pembelajaran zakat dengan kehidupan sehari-hari. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang efektivitas PjBL dalam pembelajaran zakat di kelas V MI Negeri 2 Luwu. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menemukan bahwa penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) dalam pembuatan video edukasi zakat berhasil meningkatkan pemahaman siswa kelas V di MI Negeri 2 Luwu mengenai praktik zakat. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya mempelajari tata cara zakat, tetapi juga memahami lebih dalam tentang makna dan tujuan zakat dalam kehidupan umat Islam. Pembelajaran berbasis proyek ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari mereka. Prensky . menunjukkan bahwa metode berbasis proyek seperti ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti proses pembuatan video edukasi zakat. Mereka merasa lebih termotivasi karena diberi tugas yang memungkinkan mereka untuk berkreasi dan bekerja dalam kelompok. Aktivitas ini juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan merencanakan setiap langkah secara rinci. Beers . menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk belajar secara lebih aktif dan mendalam, karena mereka terlibat langsung dalam pembuatan produk yang relevan dengan kehidupan mereka. Selain meningkatkan pemahaman siswa tentang zakat, proyek ini juga mengasah keterampilan kerja sama mereka. Selama proses pembuatan video, siswa bekerja dalam kelompok untuk membagi tugas, seperti menulis skrip, merekam video, dan melakukan editing. Hal ini meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi mereka, yang sangat penting dalam pembelajaran abad 21. Saracho & Spodek . menekankan bahwa pembelajaran yang melibatkan kolaborasi dapat memperkaya keterampilan sosial anak, yang membantu mereka dalam interaksi di masyarakat. Dalam pembuatan video edukasi zakat, siswa tidak hanya belajar tentang zakat, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan informasi. Mereka belajar bagaimana menggunakan perangkat perekam dan perangkat lunak editing untuk menghasilkan video yang informatif dan Menurut Hsin et al. , penggunaan teknologi dalam pembelajaran memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan digital yang akan sangat berguna di masa depan. Siswa menjadi lebih terbiasa dengan teknologi, yang dapat meningkatkan keterampilan abad 21 mereka, seperti kreativitas dan pemecahan masalah. Penerapan PjBL juga memberikan dampak positif pada pemahaman konsep zakat yang lebih dalam. Siswa tidak hanya diajarkan cara zakat, tetapi juga belajar tentang tujuan dan hikmah di baliknya. Dalam pembuatan video edukasi, siswa merancang narasi yang mengintegrasikan pengetahuan yang mereka peroleh tentang zakat dengan cara yang mudah dipahami oleh audiens lain. Hal ini membantu siswa Sitti Masita Bahru. Siti Romelah . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. menginternalisasi konsep-konsep agama dan memahami pentingnya zakat dalam kehidupan umat Islam. Zins & Elias . menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek memperdalam pemahaman siswa melalui pengalaman langsung. Meskipun begitu, terdapat tantangan dalam penerapan PjBL, terutama terkait dengan keterbatasan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan proyek. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat video yang berkualitas cukup panjang, sehingga mengurangi fokus pada materi lain dalam kurikulum. Suwandi & Agus . mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis proyek membutuhkan pengelolaan waktu yang baik untuk memastikan bahwa semua materi dapat disampaikan dengan efektif tanpa mengorbankan kualitas tugas proyek. Ini mengindikasikan bahwa perlu ada penyesuaian jadwal untuk memberikan waktu yang cukup bagi setiap proyek. Namun, tantangan terkait keterbatasan waktu dapat diatasi dengan perencanaan yang matang. Guru dapat membagi tugas menjadi beberapa sesi yang lebih kecil dan mengintegrasikan waktu untuk pembuatan video dalam kegiatan pembelajaran lainnya. Dengan demikian, meskipun pembelajaran berbasis proyek membutuhkan waktu lebih lama, proyek ini tetap dapat berjalan efektif dengan pengelolaan yang baik. Menurut Prensky . , penggunaan metode berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu siswa jika diterapkan dengan bijaksana dalam konteks kurikulum yang ada. Penerapan PjBL dalam pembelajaran zakat juga membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Siswa diminta untuk merencanakan, meneliti, dan menghasilkan video yang dapat mengedukasi orang lain tentang zakat. Proses ini mengharuskan siswa untuk berpikir secara mendalam tentang apa yang ingin disampaikan, bagaimana menyusunnya dengan cara yang menarik, dan bagaimana cara menyampaikannya dengan efektif. Menurut Aini & Supriadi . , pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa karena mereka diminta untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah yang muncul selama proses pembuatan. Keberhasilan proyek ini juga tidak terlepas dari peran guru dalam memfasilitasi dan mendukung siswa selama proyek berlangsung. Guru berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan memastikan bahwa siswa memahami materi dengan benar. Selain itu, guru juga memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa selama proses pembuatan video. Hal ini sangat penting agar siswa tetap berada di jalur yang benar dalam memahami zakat dan dapat menghasilkan video yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menurut Hadis . , guru yang efektif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis proyek dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan. Secara keseluruhan, penerapan PjBL dalam pembelajaran zakat di MI Negeri 2 Luwu telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang praktik ibadah zakat. Proyek pembuatan video edukasi memberikan siswa kesempatan untuk belajar secara aktif, mengembangkan keterampilan teknis dan sosial, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang zakat dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini mendukung temuan oleh Anggraeni . , yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan memberikan hasil yang lebih maksimal dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) dalam pembuatan video edukasi tentang zakat di MI Negeri 2 Luwu berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang praktik ibadah zakat. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya mempelajari tata cara zakat secara teoritis, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam pembuatan video yang edukatif dan informatif. Pembelajaran berbasis proyek ini mendorong siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi untuk menyampaikan informasi. Selain meningkatkan pemahaman agama. PjBL juga mengasah keterampilan sosial, digital, dan komunikasi Meskipun terdapat tantangan dalam pengelolaan waktu dan keterbatasan sumber daya, hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL merupakan metode yang efektif untuk mengajarkan zakat dan mengembangkan keterampilan abad 21 pada siswa. Dengan demikian, penerapan PjBL dalam pembelajaran agama di sekolah dasar dapat menjadi model yang bermanfaat dan dapat diperluas ke topik pembelajaran lainnya. Sitti Masita Bahru. Siti Romelah . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. REFERENCES