Tarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini e-ISSN: x-x Volume 1. Nomor 1 (Agustus 2. , w. an-nadwah. Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak Kholilullah*1. Eka Fauziah1 IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Indonesia Email: kholilullah273@gmail. Abstrak Perkembangan otak adalah proses kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, termasuk aspek fisik, sosial, dan digital. Lingkungan yang positif, seperti dukungan keluarga, pendidikan berkualitas, dan interaksi sosial yang sehat, mendorong neuroplastisitas dan perkembangan optimal. Sebaliknya, lingkungan negatif, seperti stres kronis, kurangnya stimulasi, atau paparan teknologi yang tidak terkontrol, dapat menghambat perkembangan otak. Artikel ini membahas hubungan antara lingkungan dan proses perkembangan otak, mencakup dampak lingkungan fisik, sosial, dan digital, serta pentingnya pendekatan seimbang untuk memaksimalkan potensi perkembangan otak manusia. Kata Kunci: Perkembangan Otak. Lingkungan. Neuroplastisitas Abstact Brain development is a complex process that is influenced by the interaction between genetic and environmental factors, including physical, social, and digital aspects. positive environment, such as family support, quality education, and healthy social interactions, promotes neuroplasticity and optimal development. Conversely, negative environments, such as chronic stress, lack of stimulation, or uncontrolled exposure to technology, can hinder brain development. This article discusses the relationship between the environment and the brain development process, covering the impact of the physical, social, and digital environment, as well as the importance of a balanced approach to maximizing the potential of human brain development. Keywords: Brain Development. Environment. Neuroplasticity PENDAHULUAN Perkembangan otak merupakan proses yang kompleks dan dinamis, dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Lingkungan, dalam konteks ini, mencakup berbagai aspek seperti interaksi sosial, nutrisi, paparan terhadap toksin, serta stimulasi kognitif dan emosional yang diterima individu. Otak memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi terhadap pengalaman melalui mekanisme yang dikenal sebagai Kemampuan ini memungkinkan otak untuk terus berkembang sepanjang Page | 1 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak hidup, meskipun dampaknya paling signifikan terjadi selama masa kanak-kanak dan Pada masa perkembangan kritis, otak sangat responsif terhadap rangsangan Lingkungan yang positif, seperti dukungan keluarga, pendidikan yang baik, dan pengalaman sosial yang sehat, dapat memaksimalkan potensi perkembangan otak. Sebaliknya, lingkungan yang negatif, seperti stres kronis, kurangnya stimulasi, atau paparan polusi, dapat menghambat perkembangan otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif serta emosional. Teknologi modern dan urbanisasi juga membawa perubahan signifikan dalam lingkungan manusia, menciptakan tantangan baru sekaligus peluang untuk mendukung perkembangan otak. Studi tentang bagaimana berbagai elemen lingkungan memengaruhi perkembangan struktur dan fungsi otak menjadi semakin penting dalam memahami cara meningkatkan kesejahteraan manusia di era modern. Artikel ini bertujuan untuk membahas secara komprehensif hubungan antara lingkungan dan proses perkembangan otak, mencakup dampak positif dan negatif dari berbagai aspek lingkungan fisik, sosial, dan digital. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan otak yang optimal. METODE PENELITIAN Tulisan ini menggunakan metode kepustakaan . ibrary researc. melalui upaya pengumpulani berbagai data dan informasi melalui berbagai referensi, hasil penelitian sebelumnya, artikel, catatan, serta berbagai jurnal tentang dikotomi ilmu pengetahuan. Menurut Mirshad . dalam Sari . Penelitian kepustakaan terdiri atas mencatat semua temuan yang berkenaan dengan masalah penelitian. Selanjutnya memadukan ataupun mengkonfirmasi segala temuan itu pada teori atau terbuka kemungkinan temuan Berikutnya dilakukan analisis, mengkritisi dan mengkolaborasi pemikiranpemikiran yang berbeda menjadi sebuah temuan baru. Page | 2 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak HASIL DAN PEMBAHASAN Dampak Lingkungan Pada Neuroplastisitas Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah sepanjang hidup sebagai respons terhadap pengalaman, pembelajaran, atau kerusakan1. Lingkungan memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat dan kualitas neuroplastisitas. Berikut adalah penjelasan dampak lingkungan terhadap neuroplastisitas: Lingkungan Positif Lingkungan yang mendukung perkembangan otak biasanya dicirikan oleh stimulasi kognitif, emosi positif, dan interaksi sosial yang sehat. Beberapa efek positif meliputi: Stimulasi Kognitif Lingkungan yang memperkaya, seperti pendidikan berkualitas, permainan kreatif, dan paparan terhadap seni atau musik, meningkatkan neuroplastisitas dengan memperkuat koneksi sinaptik dan menciptakan jalur baru di otak. Contoh: Anak yang sering membaca atau bermain alat musik cenderung memiliki perkembangan yang lebih baik dalam area otak yang terkait dengan bahasa dan keterampilan motorik. Interaksi Sosial Hubungan sosial yang sehat, seperti hubungan keluarga yang erat dan dukungan dari teman, meningkatkan neuroplastisitas melalui pelepasan neurotransmiter seperti oksitosin dan serotonin. Contoh: Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih memiliki perkembangan prefrontal cortex yang lebih baik, yang penting untuk pengambilan keputusan dan pengendalian emosi. Aktivitas Fisik Olahraga dan aktivitas fisik meningkatkan produksi faktor neurotropik seperti Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel otak2. S Rahman dan L Yulianti. Psikologi Perkembangan: Perspektif Lingkungan dan Keluarga (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2. , 74. A Zulkifli. Stres dan Perkembangan Otak: Studi Psikologi dan Neurologi (Medan: Pustaka Medan, 2. Page | 3 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak Lingkungan Negatif Lingkungan yang tidak mendukung dapat menghambat atau bahkan merusak Beberapa dampak negatif meliputi: Stres Kronis Paparan terhadap stres jangka panjang, terutama pada masa anak-anak, dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang merusak hippocampus, area otak yang penting untuk memori dan pembelajaran. Contoh: Anak yang mengalami kekerasan rumah tangga menunjukkan pengurangan koneksi sinaptik di otak. Paparan Polusi dan Toksin Lingkungan dengan polusi udara tinggi atau paparan bahan kimia beracun, seperti timbal, dapat merusak perkembangan otak, mengurangi neuroplastisitas, dan memengaruhi fungsi kognitif. Kurangnya Stimulasi Anak yang tumbuh di lingkungan miskin stimulasi atau mengalami deprivasi sensorik menunjukkan penurunan kemampuan belajar dan pembentukan memori. Contoh: Anak di panti asuhan dengan minim interaksi sosial mengalami keterlambatan perkembangan di area otak tertentu. Masa Kritis dan Sensitif Efek lingkungan pada neuroplastisitas lebih kuat selama masa perkembangan otak tertentu, seperti pada masa anak-anak dan remaja. Ini adalah periode di mana otak lebih responsif terhadap pengalaman: Masa Kritis: Waktu tertentu di mana pengalaman sangat diperlukan untuk pembentukan struktur otak tertentu. Misalnya, paparan bahasa pada masa kecil penting untuk perkembangan area bahasa di otak. Masa Sensitif: Periode ketika pengalaman lingkungan dapat mengubah pola neuroplastisitas secara signifikan. Lingkungan Sosial dan Perkembangan Otak Lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia. Interaksi sosial, hubungan keluarga, dan kondisi komunitas dapat membentuk struktur Ibid,143-144 Page | 4 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak dan fungsi otak, terutama pada masa-masa perkembangan kritis seperti masa kanak-kanak dan remaja. Berikut adalah penjelasan rinci tentang hubungan antara lingkungan sosial dan perkembangan otak: Pengaruh Hubungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang dialami individu, dan pengaruhnya sangat signifikan terhadap perkembangan otak, terutama pada masa kanakkanak. Hubungan yang Hangat dan Mendukung Kasih sayang dan dukungan emosional dari orang tua meningkatkan perkembangan area otak seperti prefrontal cortex . engendalian emosi dan pengambilan keputusa. dan amygdala . engaturan emos. Anak-anak dengan ikatan emosional yang kuat cenderung memiliki respons stres yang lebih baik dan fungsi kognitif yang lebih kuat. Pelepasan hormon seperti oksitosin selama interaksi positif memperkuat koneksi sinaptik di otak4. Dampak Kekerasan atau Pengabaian Pengalaman kekerasan atau pengabaian dalam keluarga dapat menyebabkan peningkatan aktivitas amygdala . espons stre. dan penurunan fungsi prefrontal Stres kronis akibat kekerasan dapat menyebabkan kerusakan pada hippocampus, bagian otak yang penting untuk memori dan pembelajaran. Interaksi Sosial dan Hubungan dengan Teman Lingkungan sosial yang mendukung di luar keluarga, seperti hubungan dengan teman, juga memengaruhi perkembangan otak. Interaksi Positif Bermain dan bekerja sama dengan teman sebaya meningkatkan keterampilan sosial, kemampuan pemecahan masalah, dan regulasi emosi. Aktivitas kelompok dapat merangsang perkembangan area otak yang terlibat dalam empati dan pemahaman sosial, seperti temporal-parietal junction (TPJ). R Damayanti. Neuroplastisitas: Adaptasi Otak dalam Kehidupan Manusia (Jakarta: Pustaka Edukasi, 2. , 81Ae82. Page | 5 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak Pengaruh Negatif Bullying atau pengucilan sosial dapat memicu stres kronis, yang memengaruhi perkembangan otak. Anak-anak yang mengalami isolasi sosial memiliki risiko penurunan konektivitas saraf di otak yang berhubungan dengan regulasi emosi dan kemampuan kognitif. Lingkungan Komunitas Komunitas di mana seseorang tumbuh juga memengaruhi perkembangan otak melalui faktor-faktor seperti keamanan, akses pendidikan, dan dukungan sosial. Komunitas yang Mendukung Lingkungan yang aman dan memiliki sumber daya yang memadai . eperti sekolah berkualitas dan fasilitas bermai. mendukung perkembangan otak yang Aktivitas komunitas yang melibatkan kerja sama dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir kritis. Lingkungan yang Bermasalah Komunitas dengan tingkat kriminalitas tinggi atau kurangnya akses pendidikan dapat menyebabkan stres kronis, yang merusak perkembangan otak. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini sering menunjukkan gangguan pada fungsi eksekutif, seperti pengambilan keputusan dan perhatian6. Masa Kritis dan Sensitif Pengaruh lingkungan sosial paling kuat selama masa perkembangan otak tertentu: Masa Kanak-Kanak: Lingkungan sosial membentuk fondasi untuk pengaturan emosi, bahasa, dan keterampilan sosial. Masa Remaja: Hubungan teman sebaya menjadi lebih penting, dan pengalaman sosial pada tahap ini memengaruhi area otak seperti prefrontal cortex, yang terlibat dalam kontrol impuls dan pengambilan keputusan. Intervensi untuk Lingkungan Sosial yang Sehat Beberapa strategi untuk menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan otak: Ibid, 83 T Wicaksono dan F Nuraini. Teknologi Digital dan Dampaknya pada Perkembangan Kognitif (Malang: Literasi Nusantara, 2. , 59Ae60. Page | 6 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak Meningkatkan dukungan keluarga melalui program parenting. Menciptakan komunitas yang aman dan memberikan akses pendidikan berkualitas. Meningkatkan kesadaran tentang dampak bullying dan menyediakan layanan Teknologi dan Lingkungan Digital Teknologi dan lingkungan digital memberikan dampak besar terhadap perkembangan otak manusia, terutama pada anak-anak dan remaja yang otaknya masih dalam tahap perkembangan. Pengaruh ini dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada jenis, durasi, dan cara penggunaan teknologi tersebut. Berikut adalah penjelasan rinci: Dampak Positif Teknologi dan Lingkungan Digital Teknologi digital yang digunakan secara bijak dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan otak: Stimulasi Kognitif A Akses ke Informasi dan Pembelajaran: Teknologi digital menyediakan akses luas ke sumber belajar, seperti video pendidikan, permainan interaktif, dan aplikasi pembelajaran. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif seperti pemecahan masalah, kreativitas, dan literasi digital. Contoh: Penggunaan aplikasi pembelajaran matematika atau bahasa dapat memperkuat area otak yang terkait dengan fungsi eksekutif. Pengembangan Keterampilan Multitasking Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dapat melatih otak untuk berpindah perhatian secara cepat dan efisien8. Keterhubungan Sosial Media sosial dan alat komunikasi memungkinkan individu untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman, meskipun berada di lokasi yang berbeda. Hal ini dapat mendukung perkembangan keterampilan sosial dan emosional. Ibid, 60 M Hasan dan A Pratama. Pengaruh Lingkungan terhadap Perkembangan Anak (Bandung: Penerbit Maju Jaya, 2. , 90Ae91. Page | 7 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak Peningkatan Keterampilan Visual-Spasial Video game tertentu, terutama yang berbasis strategi atau simulasi, dapat meningkatkan kemampuan visual-spasial, perhatian, dan koordinasi tangan-mata. Contoh: Permainan seperti Minecraft mendorong kreativitas dan perencanaan. Dampak Negatif Teknologi dan Lingkungan Digital Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol atau berlebihan dapat memberikan dampak buruk pada perkembangan otak: Gangguan pada Fungsi Eksekutif A Penurunan Kemampuan Fokus: Penggunaan teknologi yang berlebihan, terutama media sosial atau permainan cepat, dapat mengurangi rentang perhatian dan kemampuan fokus. Contoh: Anak yang sering berpindah-pindah aplikasi dapat mengalami kesulitan mempertahankan perhatian pada tugas yang membutuhkan konsentrasi jangka Multitasking Digital: Berpindah-pindah antara tugas . eperti menonton video sambil mengerjakan pekerjaan ruma. dapat mengganggu pengembangan koneksi saraf yang diperlukan untuk pemecahan masalah dan pemikiran Dampak pada Regulasi Emosi Media sosial dapat menyebabkan perbandingan sosial negatif, yang meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi, terutama pada remaja. Paparan terhadap konten negatif atau kekerasan dapat memengaruhi amygdala . usat pengolahan emos. , yang dapat memperburuk respons stres. Waktu Layar (Screen Tim. yang Berlebihan A Penurunan Aktivitas Fisik: Waktu layar yang tinggi sering menggantikan waktu untuk bermain fisik, yang penting untuk perkembangan otak dan tubuh. Gangguan Tidur: Paparan cahaya biru dari layar perangkat elektronik dapat mengganggu ritme sirkadian, yang memengaruhi kualitas tidur. Tidur yang tidak cukup dapat merusak proses konsolidasi memori. Ketergantungan Teknologi A Penggunaan teknologi secara berlebihan dapat menciptakan kebiasaan adiktif, terutama terhadap permainan online atau media sosial, yang memengaruhi area Page | 8 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak otak yang terkait dengan pengendalian impuls dan motivasi, seperti prefrontal cortex dan ventral striatum. Dampak pada Masa Kritis Perkembangan Otak Anak-Anak: Pada masa kanak-kanak, paparan teknologi harus diawasi secara ketat karena ini adalah masa kritis untuk pembentukan koneksi saraf. Remaja: Otak remaja, terutama prefrontal cortex, masih berkembang, sehingga mereka lebih rentan terhadap pengaruh negatif teknologi, seperti kecanduan dan regulasi emosi yang buruk. Rekomendasi Penggunaan Teknologi yang Sehat Batasi Waktu Layar Anak-anak di bawah 5 tahun disarankan memiliki waktu layar tidak lebih dari 1 jam per hari. Remaja dan dewasa muda juga perlu mengatur waktu penggunaan teknologi untuk menjaga keseimbangan aktivitas. Pilih Konten Berkualitas Pastikan anak-anak terpapar konten yang mendidik dan sesuai usia. Ciptakan Zona Bebas Teknologi: Hindari penggunaan perangkat elektronik di kamar tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Dorong Aktivitas Luar Ruangan: Pastikan anak-anak mendapatkan cukup aktivitas fisik untuk mendukung perkembangan otak dan kesehatan keseluruhan10. KESIMPULAN Lingkungan memiliki peran yang besar dalam membentuk neuroplastisitas. Intervensi yang memperbaiki kondisi lingkungan, seperti memberikan pendidikan berkualitas, membangun komunitas yang mendukung, dan mengurangi stres, dapat memaksimalkan kemampuan adaptif otak. Di sisi lain, mengurangi paparan terhadap kondisi negatif, seperti polusi atau stres kronis, sangat penting untuk melindungi perkembangan otak. Ibid, 92-93 E Suryani. Nutrisi dan Perkembangan Otak Anak (Surabaya: Universitas Airlangga Press, 2. , 129. Page | 9 Lingkungan Dan Proses Perkembangan Otak Lingkungan sosial membentuk otak manusia melalui pengalaman yang dialami sehari-hari. Hubungan keluarga, interaksi teman, dan kondisi komunitas semuanya memiliki dampak besar pada struktur dan fungsi otak, terutama selama masa perkembangan kritis. Membangun lingkungan sosial yang positif sangat penting untuk memastikan perkembangan otak yang sehat dan optimal. Teknologi dan lingkungan digital menawarkan peluang besar untuk mendukung perkembangan otak jika digunakan dengan bijak. Namun, penggunaannya yang tidak terkontrol dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan fisik. Pendekatan yang seimbang, dengan memaksimalkan manfaat teknologi dan meminimalkan risikonya, sangat penting untuk memastikan dampak positif terhadap perkembangan otak. DAFTAR PUSTAKA