[VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP KRITERIA PEMILIHAN PASANGAN DI MASA DEWASA AWAL PADA MAHASISWA BK UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Arsya FarlinKinase1. Yovitha Yuliejantiningsih2. Desi Maulia3 1,2,3 Prodi Bimbingan dan Konseling FIP. Universitas PGRI Semarang e-mail: *desimaulia@upgris. Abstract. The background in this study discusses the effect of self-concept on the criteria for choosing a mate for PGRI University students in Semarang. The purpose of this study was to determine whether there is an influence of selfconcept on criteria for choosing a partner in early adulthood. This type of research is quantitative research using a simple linear regression method. The population of this study amounted to 244 students. The sample used from the population is 71 students who were randomly selected using Cluster Random Sampling. As a result, through the t-test or t-test with the help of SPSS 25, a significance value . -taile. was obtained 0. 033 <0. 05, so there is a significant relationship between self-concept and partner selection. The calculated F value is 4,746 with a significance level of 0. 033 <0. 05 and the R Square value . eterminant coefficien. 064, which means that the influence of self-concept on partner selection has an effect of 6. So it can be seen that H0 is rejected and Ha is So, there is a significant influence on self-concept with partner selection criteria. Keywords: Self Concept. Partner Selection Criteria. Abstrak. Latar belakang dalam penelitian ini membahas pengaruhnya konsep diri rendah terhadap kriteria pemilihan pasangan yang tinggi pada mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya pengaruh konsep diri terhadap kriteria pemilihan pasangan di masa dewasa awal. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode regresi linier sederhana. Populasi penelitian ini berjumlah 240 mahasiswa. Sample yang digunakan dari populasi yaitu sebanyak 71 mahasiswa yang dipilih secara acak menggunakan Cluster Random Sampling. Hasilnya, melalui uji t atau t-test dengan bantuan SPSS 25 diperoleh nilai signifikansi . - taile. diperoleh 0,033 < 0,05 maka terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan pemilihan pasangan. Nilai F hitung 4. dengan tingkat signifikansi sebesar 0,033 < 0,05 dan nilai R Square . oefisien determina. sebesar 0,064 yang artinya pengaruh konsep diri terhadap pemilihan pasangan memiliki pengaruh sebesar 6,4%. Maka dapat diketahui bahwa H0 ditolak dan Ha diterima Jadi, ada pengaruh yang signifikan terhadap konsep diri dengan kriteria pemilihan pasangan. Kata Kunci : Konsep Diri. Kriteria Pemilihan Pasangan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . PENDAHULUAN Manusia memiliki beberapa tahapan kehidupan, mulai dari lahir, tumbuh dewasa, hingga lanjut usia. Di setiap tahapannya, manusia memiliki tugas dan tuntutan yang harus dipenuhi yang disebut tugas perkembangan. Peralihan dari masa remaja ke masa dewasa merupakan masa yang penting bagi seorang individu. Pada masa ini, seseorang mulai mengeksplorasi diri, hidup mandiri dari orang tua, mengembangkan sistem nilai-nilai, dan membentuk hubungan (Papalia & Feldman, 2014:. Dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa remaja menuju masa Peralihan dari ketergangungan kemasa mandiri baik dari ekonomi, kebebasan menentukan diri, dan pandangan masa depan lebih realistis. Secara hukum individu dapat dikatakan sebagai orang dewasa awal saat menginjak usia 21 tahun sampai berusia 30 tahun. Berbeda dari kajian hukum. Hurlock . 0: . mengkategorikan individu di usia 20 Ae 40 tahun sebagai pribadi yang tumbuh di usia dewasa awal. Individu dewasa awal memiliki delapan tugas perkembangan dengan empat diantaranya Sebelum perkembangan berkeluarga, memilih pasangan hidup merupakan salah satu fase yang harus dilakukan oleh individu untuk siap ke tugas selanjutnya. Oleh karena itu, pemilihan pasangan hidup menjadi titik krusial bagi dewasa awal yang perlu banyak pertimbangan. Tugas memilih pasangan hidup dapat menimbulkan kecemasan pada diri dewasa awal (Talalu dan Wibawanti, 2021: . Bayangan ketidak tepatan memilih pasangan hidup mempengaruhi keberhasilan membangun rumah tangga. Setiap individu memiliki tingkat kecemasan dan merespon yang berbedabeda. Salah satu yang mempengaruhi hal tersebut adalah konsep diri. Menurut Damayanti dan Cahya . 0: . , konsep diri merupakan suatu proses yang terus Selain merupakan cara individu melihat diri sendiri, konsep diri juga merupakan cara untuk mengukur tentang apa yang akan dilakukan individu di masa yang akan datang. Dengan kata lain, konsep diri merupakan hal penting yang [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . mempengaruhi dan menentukan perilaku yang akan dilakukan sebagai seseorang di dalam berbagai situasi. Menurut Burns . , konsep diri positif adalah evaluasi, penghargaan diri, serta penerimaan diri yang positif. Sedangkan konsep diri yang negatif adalah eveluasi diri yang negatif, membenci diri, perasaan rendah diri, dan tidak menghargai pribadi, juga tidak menerima diri. Reaksi terhadap situasi atau keadaan tertentu dari seseorang yang memiliki konsep diri positif tentu akan berbeda dari seseorang yang memiliki konsep diri negatif. Bahkan tidak jarang konsep diri menjadi faktor penentu keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang di hadapi, tidak terkecuali dalam persoalan memperoleh pasangan hidup. Berdasarkan hasil daftar cek masalah (DCM) pada tanggal 6 Januari 2023 yang diisi oleh mahasiswa BK Universitas PGRI Semarang diperoleh hasil bahwa mahasiswa memiliki kriteria pemilihan pasangan yang tinggi untuk mencari pasangan 70,1%. Namun hal tersebut meliputi adanya rasa rendah diri pada mahasiswa meliputi 50,7% merasa tidak pantas dimiliki oleh seseorang, 64,2% merasa tidak banyak yang dapat dibanggakan dari diri sendiri, 52. 2% merasa tidak yakin dalam penampilan fisiknya keadaan baik, 64,2% cenderung melihat diri sendiri sebagai orang yang gagal dalam banyak hal, 55. 2%, merasa tidak cukup percaya diri. Sehingga hal ini mempengaruhi terhadap penentu atau tipikal Selain itu peneliti melakukan wawancara dengan mahasiswa beberapa subjek diperoleh bahwa dalam menentukan pemilihan pasangan juga menyangkut sebagian dari harga diri, pengenalan diri, dan diri sosial, dalam bentuk diri secara utuh dengan kata lain AuKonsep DiriAy dari mahasiswa. Sedikit atau banyak pasti cocok dan ideal dengan nilai-nilai hidup yang dianutnya. Akan tetapi tidak jarang pula ketidaksesuaian diantara mereka sehingga diambil jalan untuk memutuskan hubungan dan mencari calon lain yang sekiranya pantas dan menurut mereka lebih mempertimbangkan berbagai faktor lainnya seperti pendidikan, latar belakang kebudayaan, latar belang keluarga, agama yang nampak kecil tapi sering [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . berpengaruh dalam harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap kriteria pemilihan pasangan di masa dewasa awal pada Universitas PGRI Semarang. Beberapa referensi terdahulu menjadi rujukan dalam penelitian ini. Talalu dan Wibawanti . meneliti tentang Hubungan Antara Konsep Diri dan kecemasan Sosial Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Pasangan Hidup Pada Wanita Modern di Kota Bekasi. Hasil menunjukkan bahwa ada nya hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan pengambilan keputusan memilih pasangan hidup pada wanita, semakin baik konsep diri yang dimiliki maka semakin baik pula pengambilan keputusan dalam memilih pasangan hidup. Begitupula sebaliknya, semakin negatif konsep individu maka semakin buruk pula dalam mengambil keputusan untuk memilih pasangan hidupnya. Hasil penelitian SyarAoi dan Widyarto . yang berjudul Konsep Diri Mahasiswa dalam Menentukan Pasangan Hidup bahwa masing-masing mahasiswa memiliki konsep diri, mampu memahami diri dan mampu menetapkan seperti apa pasangan yang mereka butuhkan. Ditemukan bahwa mahasiswa memaknai dirinya dengan: . emosi yang kurang stabil seperti kurang peduli, egois, dan mudah . kurang percaya diri dengan fisik, dikarenakan belum sesuai dengan fisik ideal menurut mereka. ketaatan dalam beragama yang masih kurang. harapan ke jenjang pernikahan. memiliki kedekatan dengan keluarga. lingkungan sosial yang baik. Dari segi pemilihan pasangan mahasiswa memaknai pasangan nya . lebih sabar, lebih dewasa, lebih pengertian dan terbuka. kerapian dalam . pemahaman agama yang setara. mengajak ke jenjang . penerimaan keluarga. berasal dari lingkungan yang sama. Hasil penelitian Syari & widyarto . 3: . menjelaskan bahwa konsep diri berpengaruh dalam pemilihan pasangan. Setiap individu yang mempunyai konsep diri bisa menentukan kriteria pasangan nya dengan baik. Berdasarkan hasil di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam terkait Pemilihan Pasangan yang dimana setiap individu memiliki Kriteria nya masing-masing dan berkaitan dengan Konsep Diri yang dimiliki oleh setiap individu. Sehingga peneliti mengangkat judul AuPengaruh Konsep Diri [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Terhadap Kriteria Pemilihan Pasangan Di Masa Dewasa Awal Di Universitas PGRI Semarang Mahasiswa BKAy. LANDASAN TEORI Konsep Diri Menurut Putra dan Usman . 9: . Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang meliputi gambaran dirinya dan kepribadian yang diinginkan yang diperoleh dari hasil pengalaman dan interaksi yang mencakup aspek fisik ataupun psikologis. Konsep diri tersebut dapat diartikan sebagai pandangan atau perspektif diri meliputi aspek fisik maupun psikis, seperti kemampuan diri dan sebagainya. Tak hanya mencakup kekuatan diri individu itu saja, melainkan kelemahan dan kegagalan yang ada pada dirinya. Fitts . 1: . membagi konsep diri dalam dua dimensi pokok, yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal. Dimensi internal atau yang disebut juga kerangka acuan internal . nternal frame of refrenc. adalah penilaian yang dilakukan individu yakni penilaian yang dilakukan individu terhadap dirinya sendiri berdasarkan dunia di dalam dirinya. Dimensi internal terdiri dari tiga bentuk yaitu . diri identitas, . diri pelaku, dan . diri penerimaan/penilaian . Dimensi eksternal terdiri dari . diri fisik, . diri etik-moral. diri pribadi, . diri keluarga, dan . diri sosial. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi konsep diri menurut Ritandiyono dan Retnaningsih . 6: . , yaitu . peran orang tua, . peranan faktor sosial, . Dengan demikian konsep diri melainkan terbentuk seiring dengan perkembangan konsep diri adalah interaksi individu dengan orang lain, yaitu orang tua, teman sebaya dan Masyarakat. kriteria Pemilihan Pasangan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia adaslah yang selalu menemani dalam kehidupan berkeluarga, partner, jodoh, pasangan. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Menurut Gunarsa dan Gunarsa . ada beberapa di pertimbangkan dalam mendapatkan pasangan hidup adalah : Memperhatikan pendidikan, latar belakang budaya, latar belakang keluarga, agama, kesenangan dan kebiasaan-kebiasaan yang kadang-kadang dianggap sepele,tetapi sering berpengaruh dalam hubungan suami istri. Perlunya pemikiran dan pertimbangan yang bijaksana yaitu pemilihan pasangan hidup melalui proses pertimbangan lain dan tidak hanya berdasarkan pada cinta yang semata-mata dilandasi nafsu birahi saja. Dewasa Awal Tugas perkembangan dewasa awal menurut Havighurst . alam Monks. Knoers & Haditono, 2. memilih teman bergaul, . belajar hidup bersama suami istri, . mulai hidup dalam berkeluarga atau hidup berkeluarga, . mengelola rumah tangga, . mulai bekerja dalam suatu jabatan, . mulai bertanggung jawab sebagai warga negara secara layak, . memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai pahamnya. METODE PENELITIAN Tempat dan waktu penelitian ini dilaksanakan pada januari Ae juli semester genap 2022/2023 yang dilaksanakan di Universitas PGRI Semarang pada mahasiswa BK Angkatan 2019 & 2020. Untuk variable terikat( X ) adalah konsep diri sedangkan variable bebas (Y) adalah kriteria pemilihan pasangan. Metode dan desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa BK, dengan sampel 244 yaitu menggunakan rumus slovin, sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling karena pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Teknik pengumpulan data ini menggunakan skala psikologis yang diberikan kepada responden secara langsung di universitas melalui media google form dari skala psikologis adalah data kuantitatif yang berupa skoring. Desain penelitian ini [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . menggunakan desain non eksperimental , penelitian korelasional adalah penelitian yang digunakan untuk mkelihat antara 2 variabel, namun tidak melihat hubungan sebab-akibat . HASIL PENELITIAN One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Dari uji normalitas pada tabel tersebut, besarnya kolmogorov smirnov test, maka dapat dsimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal karena nilai Asymp Sig . 0,198 E 0,05. ANOVA Table Sum of Mean Square Squares Pemili Between Pasa Groups (Combine. Linearity Deviation from ngan Linearity Within Groups Konsep Diri Total Sig. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Dari tabel tersebut maka nilai hasil uji linieritas konsep diri dengan pemilihan pasangan sebesar 0,254. Maka dapatdisimpulkan 0,254 E 0,05 dan demikian kedua variabel berhubungan linier. Correlations Pemilihan Pasangan Konsep Diri Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -tailed Berdarkan tabel diatas diperoleh nilai sig. -taile. diperoleh 0,033 < 0,05 maka terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan pemilihan Diketahui bahwa nilai koefesien korelasi . adalah -0,254 dengan tafar Berdasarkan tabel nilai korelasi . -0,254 pada pedoman nilai interpretasi korelasi berada pada rentang Au0,20-0,399Ay yang berarti bahwa tingkat hubungan konsep diri dengan pemilihan pasangan termasuk pada kategori rendah. PEMBAHASAN Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menggunakan Uji Regresi Linier Sederhana diketahui, pengaruh konsep diri terhadap kriteria pemilihan pasangan mahasiswa memiliki signifikansi sebesar 0,33> 0,05. Uji regresi sederhana yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai F hitung 4,746 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000< 0,05 maka, model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel konsep diri atau dengan kata lain terdapat pengaruh antara konsep diri terhadap kriteria pemilihan pasangan. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Dapat diketahui bahwa kriteria pemilihan pasangan di pengaruhi dalam individu tersebut. Semakin tinggi konsep diri yang dimiliki maka dorongan dalam diri akan terpenuhi. Hal ini juga disampaikan oleh Syar,I dan Widyarto . Menentukan pasangan juga berarti mampu menentukan apa yang dibutuhkan individu dalam diri pasangan. Bukan sekedar menentukan yang terbaik dari yang terbaik, melainkan menentukan apa yang terbaik dari yang dibutuhkan. Hasil penelitian yang dilakukan dapat dilihat dari R Square . oefisien determina. 0,064 yang artinya tingkat keterpengaruhan antara kedua variabel menunjukkan 64%. Berdasarkan hasil tersebut tingkat koefisien masuk dalam kategori rendah sedangkan sisanya 36% . hal ini menujukan bahwa konsep diri merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam kriteria pemilihan pasangan. PENUTUP Dalam penelitian ini tujuan yang akan di capai adalah untuk menguji secara empiris adanya pengaruh antara konsep diri terhadap kriteria pemilihan pasangan di masa dewasa awal. Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat dapat memberikan sumbangan manfaat bagi ilmu pengetahuan dan penelitian selanjutnya. Terutama bagi Bimbingan dan Konseling. Berdasarkan simpulan diatas, maka peneliti memberi saran sebagai berikut: Bagi Mahasiswa individu sebagai dewasa awal Mahasiswa diharapkan dapat memahami tentang bagaimana konsep diri yang baik guna menimbulkan hasil pribadi yang lebih positif. Bagi Konselor Konselor hendaknya memberikan gambaran mengenai kenyataan dengan harapan yang ada bahwa tidak semua kriteria yang ditetapkan dapat terpenuhi. Perlu adanya kebesaran hati untuk menerima kekurangan maupun kelebihan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . DAFTAR RUJUKAN Burns. Konsep Diri: Teori. Pengukuran. Perkembangan dan Perilaku . erjemahan:Ed. Jakarta: Penerbit Arcan. Fitts. The Self Concept and Self Actualization. Los Angeles. California. Gunarsa. Singgih D. , and Yulia Singgih D. Gunarsa. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung: BPK Gunung Mulia, 2014. Hurlock. Elizabeth. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan dalam Suatu Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Pendidikan. Jakarta: Arcan Ritandiyono dan Retnaningsih. Seri Diktat Kuliah. Aktualisasi Diri. Jakarta: Universitas Gunadarma PressPudjijogyanti. Konsep Diri Talalu. M, dan I Wibawanti. AuHubungan Antara Konsep Diri Dan Kecemasan Sosial Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Pasangan Hidup Pada Wanita Modern Di Kota Bekasi. Ay Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.