Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: https://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: at-tarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: 2775-7099 E-ISSN: 2775-7498 Korelasi Program MaAohad Terhadap Kemampuan Tahsin Mahasantri PAI Di MaAohad Al-JamiAoah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Rasmiati*) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Aceh. Indonesia 210201097@student. ar-raniry. Sri Mawaddah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Aceh. Indonesia rhiema79@yahoo. *)Corresponding Author Received: 24-04-2025 Revised: 07-05-2025 Approved: 09-05-2025 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasiswa PAI di MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry. Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui hubungan antara Program Tahsin dengan kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasantri PAI. Jenis penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data korelasional, yang merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasikan hubungan dan tingkat korelasi antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara program tahsin di maAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasantri PAI. Nilai korelasi yang diperoleh adalah 0,468, yang menunjukkan bahwa hubungan antar program tashin dengan kemmapuan membaca AlQurAoan Mahasantri PAI bersifat sedang. Kata Kunci : Korelasi. Program Tahsin. Kemampuan Membaca Al-QurAoan Abstract This research is motivated by the lack of ability to read the Qur'an of Islamic Religious Education students at Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry. This study aims to determine the relationship between the Tahsin Program and the ability to read the Qur'an of Islamic Religious Education students. The type of research used in this article is quantitative research with correlational data collection techniques, which is a type of research that aims to identify the relationship and level of correlation between Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 The results of this study indicate that there is a relationship between the tahsin program at Ma'had Al-Jami'ah UIN Ar-Raniry and the ability to read the Qur'an of Islamic Religious Education students. The correlation value obtained is 0. 468, which indicates that the relationship between the tashin program and the ability to read the Qur'an of Islamic Religious Education students is moderate. Keywords: Correlation. Tahsin Program. Ability to Read the Qur'an PENDAHULUAN Al-QurAoan layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbedabeda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Tiada bacaan seperti Al-QurAoan yang diatur tata cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, ditebalkan atau diperhalus ucapanya, dimana tempat terlarang atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya. (M. Quraish Shihab, 2007:. Al-QurAoan merupakan sebuah kitab yang lazim dibaca, bahkan sangat dianjurkan untuk dijadikan sebagai bacaan harian. Karena Allah menilainya sebagai ibadah bagi siapapun yang membacanya, dan pahala yang Allah berikan tidak dihitung per ayat ataupun per kata, akan tetapi Allah menilainya dengan hitungan per huruf, sebagaimana yang telah dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits sebagai berikut : a s a aI eIaaCa a a eAUa aI eIA: aEacOaEEa aEaeO aOaa aO aEac aIA a aCa aEaa a a eO aEaaEEA: aO aIaaeIaa aI ea eOaa a aOaaEEa aeIOaCa aEA a aAEaA a U a aOEaUIaa a eA U a a eA U AEaCa eO aEaaIEa a eA, aEEaEaOa a aIaaUa aOEa aIa a e aa eaIa aaEaA U a aOEa aE eIaEA a . AA aeO UA U AaOaIeO UIaa a eA U eAEcaI aOaa aOCa aEaa a aOA e . aaONA a a a a UIA Artinya : Ibnu MasAoud RA berkata Rasulullah Shallallahu Aoalaihi Wasallam bersabda: AyBarangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-QurAoan maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu Huruf, melainkan Alif satu huruf,lam satu huruf, dan Mim satu (HR. Tarmidzi dan ada yang mengatakan Hadist Shahih Hasa. a AOa aaEe aCA aAE a Ee aEaaIa Eea a aOEac aO Oa eCa Ee aC e aIA ca aAIa aI aA e a eIa a a aa CaEA e a AEe aIA: aACa aEa a a eO aEa EEA: a )a aIa. EO OIEIA U AaOOaa a ea aa AaeO aOa aOaO aOa aEaeO aOa aA e ACa EaOaa A Aisyah meriwayatkan bahwa Rasylullah bersabda, "Orang yang mahir atau pandai membaca Al-Qur'yn, . edudukannja di surg. bersama-sama para utusan . abi, rasul, malaika. yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang membaca Al-Quran dengan Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 terbata-bata dan mengalami kesulitan . erat lidahny. , maka ia mendapatkan dua " (Bukhari dan Musli. Maksud mahir dalam hadist diatas adalah kelancaran dan kesempurnaan dalam membaca sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid. Sedangkan yang dimaksud utusan di sini adalah para nabi dan rasul karena merekalah manusia yang diutus sebagai penghubung antara Allah dan para hamba-Nya. Ada pula yang memaknainya dengan para malaikat, yang berarti bahwa pembaca Al-Qur'yn yang mahir kelak akan berada di suatu tempat mulia sejajar dengan para malaikat. Adapun yang dimaksud dua pahala bagi pembaca yang belum mahir dan masih terbata-bata adalah pahala membaca dan pahala kesulitan yang dialaminya. Kemampuan membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar merupakan kewajiban setiap umat Islam. Kemampuan menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan, kekayaan (KBBI, 2008: . Kemudian kemampuan disini diartikan sebagai kesanggupan dan kecakapan dalam membaca Al-QurAoan, baik dari segi makharijul huruf, lagu-lagu dan fasahah, serta menguasai tajwid baik dengan tujuan bisa membaca Al-QurAoan dengan sempurna. Ilmu tajwid adalah ilmu yang memberikan pengertian tentang hak-hak dari sifatul huruf dan mustahaqul huruf. Hukum mempelajari tajwid adalah fardu kifayah, tetapi hukum mempraktekkan tajwid dalam membaca Al-QurAoan adalah fardhu ain, namun tak banyak orang yang tertarik pada ilmu tajwid. Selaras dengan sedikitnya orang yang ingin membaca AlQurAoan dengan benar, sesuai kaidah tajwid, tepat makhraj dan sifat hurufnya, serta sebagaimana Al-QurAoan diturunkan. Banyak yang menganggap, sekedar bisa membaca Al-QurAoan sudah cukup. Sehingga banyak yang AulancarAy membaca Al-QurAoan, namun banyak kesalahannya dari sisi tajwid. (Ahmad Annuri, 2014 : . Membaca Al-QurAoan secara baik dan benar sesuai dengan kaidahnya tentu membutuhkan seorang pembimbing atau guru yang kompeten dalam membaca AlQurAoan. Guru mempunyai tugas utama mendidik. Guru dituntut untuk bisa membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi. Selanjutnya kemampuan mahasantri dalam membaca Al-QurAoan berbeda-beda. Ada yang belajar membaca AlQurAoan dengan cepat, sedang, ataupun lambat. Berdasarkan Observasi awal ke MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan wawancara dengan pembina asrama yaitu Ustadzah Cut Utari Lydia Fitri bahwa banyak dari mahasantri yang merupakan Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 mahasiswa Universitas Ar-Raniry khususnya prodi Pendidikan Agama Islam yang masih terbata-bata dalam membaca Al-QurAoan. Oleh karena itu adanya bimbingan dari seorang pengajar saat mahasantri belajar membaca Al-QurAoan, besar kemungkinan mempercepat mahasantri dalam menguasai membaca Al-QurAoan. Mahasantri yang belajar membaca Al-QurAoan berhadapan langsung dengan guru, maka guru lebih mudah untuk memperbaikinya bacaan Selanjutnya yang menjadi faktor pendukung cepat atau lambatnya mahasantri dalam belajar membaca Al-QurAoan adalah bagaimana MaAohad memfasilitasi mahasantri untuk bisa belajar membaca Al-QurAoan. Seperti contoh ada tidaknya program pendukung dalam mengembangkan kemampuan mahasantri membaca AlQurAoan. Dengan itu MaAohad Ar-raniry memfasilitasi beberapa program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasantri, melalui proses pembelajaran dan bimbingan dalam asrama yang melibatkan para ustadz/ustadzah dan tenaga pengajar lainnya, salah satunya adalah program tahsin. Program tahsin itu sendiri dapat membantu para mahasantri yang mengalami permasalahan dalam membaca Al-QurAoan, memotivasi agar senantiasa membacanya, memberikan pemahaman penjelasan tentang hukum-hukum yang terdapat dalam ilmu tajwid, baik dari segi makharijul / sifatul huruf dan kaidah- kaidah tajwid lainnya. Jadwal Program tahsin di MaAohad Al-JamiAoah dilakukan pembelajaran 3 kali dalam sepekan dengan durasi 45 menit setiap pertemuannya. Dalam Al-QurAoan memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan, baik dari aspek makhraj, tajwid, maupun kefasihan. Menurut Al-Baghdadi tahsin bukan hanya sekedar memperbaiki bacaan secara teknis, tetapi juga meningkatkan pemahaman peserta terhadap esensi membaca Al-QurAoan (Abdurrahman, 1999: . Disisi lain Quraish Shihab menegaskan pentingnya pembacaan Al-QurAoan yang benar sesuai kaidah tajwid dalam rangka menjaga kesucian lafadz Al-QurAoan. Ia mengatakan bahwa pembelajaran seperti tahsin sangat relevan. (Quraish Shihab, 2000: . Kemudian Hasan Basri menegaskan bahwa program tahsin memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan bacaan Al-QurAoan. Ia menyoroti bahwa program tahsin yang intensif mampu meningkatkan aspek tartil hingga 85% pada peserta dengan latar belakang bacaan yang bervariasi. (Hasan bahsri, 2017: . Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Dapat dipahami bahwa program tahsin ini dapat dijadikan fondasi penting untuk memastikan bacaan Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid dan tartil. Program tahsin tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki bacaan secara teknis, tetapi juga memperdalam pemahaman mengenai Al-QurAoan. Peserta yang mengikuti program ini tidak hanya mampu memperbaiki bacaan mereka, tetapi juga lebih mampu memahami esensi ajaran Al-QurAoan dengan lebih baik. Oleh karena itu, program tahsin ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bacaan Al-QurAoan. Selanjutnya, kata tahsin berasal dari kata hasana, yahsunu, husnan yang berarti baik. Tahsin juga berarti memperbaiki, mempercantik, membaguskan, atau menjadikan lebih baik dari pada sebelumnya ( Rudianto, 2015: . Dapat dipahami bahwa tahsin adalah menjadikan bacaan Al-QurAoan menjadi lebih baik yang sesuai dengan kaidah-kaidah hukum ilmu tajwid dan juga memperindah didalam pelantunan Dengan itu melalui program tahsin mahsantri dapat memahami dan menerapkan hukum-hukum tajwid secara konsisten, memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah, serta meningkatkan kefasihan dan keindahan bacaan. Oleh karena itu program tahsin ini memiliki peranan penting dalam membentuk kemampuan bacaan Al-QurAoan, khususnya di lingkungan pendidikan Islam. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan Al-QurAoan, pengembangan program pembelajaran yang terstruktur, peningkatan motivasi dan minat belajar mahasantri serta optimalisasi bimbingan yang diberikan oleh pengajar. Program tahsin ini memiliki hubungan erat dengan kemampuan membaca Al-QurAoan. Program tahsin memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas bacaan Al-QurAoan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya (Dudi Badruzaman, 2024: . Dalam hal ini peneliti ingin mencari tahu ada atau tidaknya hubungan antara Program Tahsin dengan kemampuan membaca Al-QurAoan mahasantri PAI di MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry. Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Selanjutnya data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertamanya, baik itu dari individu atau perseorangan seperti hasil pengisisan Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, dalam kuesioner tertutup, responden tidak memiliki kesempatan lain dalam memberikan jawaban selain jawaban yang telah disediakan oleh penulis. Kemudian skala rikert yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan untuk mengukur subjek kedalam 5 kategori sikap yaitu. Sangat Setuju. Setuju. Ragu-Ragu dan Tidak Setuju. Kemudian data sekunder adalah data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkannya dari sumber pertama. Dapat juga dikatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen, jurnal, buku literatur dan data-data yang relevan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini, data sekunder berupa buku-buku mengenai Tahsin Al-QurAoan yang langsung dari ustadzahnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Korelasi Program Tahsin Terhadap Kemampuan Membaca Al-QurAoan Mahasantri PAI Berdasarkan hasil penelitian mengenai korelasi program tahsin terhadap kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasantri PAI diperoleh data sebagai berikut : Hasil Uji Skala Likert pada tanggapan responden Variabel Program Tahsin (X) dan Bacaan Al-QurAoan Mahasantri PAI (Y) Tanggapan Responden dan Uji Skala Likert Program Tahsin Al-QurAoan (X) Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan oleh penuis pada bulan Februari 2025, dengan bantuan google form, angket disebarkan pada responden . ahassiswa PAI), memalui Whatsapp, maka penulis menganalisis hasil angket, menggunakan aplikasi SPSS 26. Pada pernyataan variabel X mengenai program sebagai berikut : Tabel 1 Tanggapan responden terhadap pernyataan variabel X Pernyataan Total Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 P10 Pada tabel diatas menunjukkan hasil jawaban responden terhadap Program Tahsin (X) dengan kuesioner yang diarahkan. Tanggapan Responden dan Uji Skala Likert Kemampuan pemahaman Bacaan AlQurAoan Mahasantri PAI Tabel 2 Tanggapan responden terhadap pernyataan variabel Y Pernyataan P10 Total Pada tabel diatas menunjukkan bahwa jawaban responden terhadap kemampuan Al-QurAoan Mahasantri (Y) dengan kuesinoer yang diarahkan. Untuk mengetahui bagaimana korelasi program tahsin terhadap kemampuan membaca Al-QurAoan mahasantri PAI maka dapat dilihat analisis berikut ini : Pengujian kuesioner mengenai Korelasi Program Tahsin terhadap kemampuan membaca AL-QurAoan Mahasantri PAI mencakup Uji Validitas. Uji Reliabilitas, dan Uji Korelasi product moment. Pengujian dilakukan dengan tujuan agar penulis mudah dalam mengambil kesimpulan. Hasil Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan korelasi bivariate pearson ( Produk momen Pearso. dalam Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 program SPSS 26. Uji Validitas berpedoman pada r tabel dan r hitung dapat diketahui pada nilai Degree of freedom . =N-2. Taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05. Sesuai dengan ketentuan yaitu : Jika r hitung > r tebel dinyatakan valid dan sebaliknya. Tabel 3 Uji validitas item soal instrumen penilaian Program Tahsin No Item Nilai 0,456 0,498 0,484 0,435 0,443 0,481 0,469 0,538 0,584 0,39 Nilai 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 4 Uji validitas item soal instrumen penilaian Bacaan Al-QurAoan Mahasantri PAI No Item Nilai 0,484 0,520 0,539 0,489 0,499 0,489 0,465 0,521 0,534 0,514 Nilai 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 0,4227 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS Versi 26 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai Nilai dari Nilai lebih besar , maka semua item pernyataan dikatakan valid. Maka kuesioner dinyatakan layak sebagai instrument dalam penelitian. Hasil Uji Realiabilitas Realibilitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan formula CronbachAos Alpha. Dengan kriteria suatu item dinyatakan reliabel jika nilai Alpha CronbachAos lebih besar dari 0,60 . alpha > 0,. Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berikut hasil uji realibilitas pada variabel Program Tahsin (X) dan kemampuan bacaan Al-QurAoan Mahasantri PAI (Y) : Tabel 5 Hasil Uji Realiabilitas Variabel Program Tahsin (X) Kemampuan bacaan AlQurAoan Mahasantri PAI (Y) Realiabilitas Coeeficient 10 item pernyataan CronbachAos Alpha 0,721 Reliabel 10 item pernyataan 0,741 Reliabel Ket Sumber: Data yang diolah dengan menggunakan SPSS Versi 26 Dari pengujian reliabilitas CronbachAos Alpha, variabel X menunjukkan nilai alpha sebesar 0,721, sementara variabel Y memiliki nilai alpha sebesar 0,741. Hasil alpha tersebut menunjukkan bahwa reliabilitas kedua variabel tersebut cukup tinggi, dengan nilai reliabilitas item pernyataan dalam kuesioner melebihi 0,60. Pengujian Korelasi Product Moment Pengujian korelasi product moment digunakan sebagai suatu pendekatan statistik dalam penelitian ini dengan maksud untuk menilai sejauh mana adanya keterkaitan atau hubungan antara dua varibel. Fokus utama dari penelitian ini adalah mengungkapkan apakah terdapat hubungan antar kedua variabel tersebut. Dasar untuk membuat keputusan dalam pengujian korelasi product moment adalah sebagai berikut: Jika nilai signifikan < 0. 05, maka diaggap terdapat hubungan. Jika nilai signifikan > 0. 05, maka dianggap tidak terdapat hubungan Hasil korelasi product moment dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 6 Pengujian Korelasi Product Moment Correlation Program Tahsin Program Tahsin Kemampuan Bacaan AlQurAoan Mahasiswa PAI Pearson Sig. -taile. Kemampuan Pearson Bacaan Al- Correlation QurAoan Sig. -taile. Mahasiswa PAI N **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Berdasarkan Tabel diatas, maka hasil yang diperoleh dalam pnelitian ini adalah sebagai berikut : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel program Tahsin dan Variabel Kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasantri PAI dengan nilai Hal ini mengidentifikasikan bahwa, karena nilai signifikan kurang dari 0,05, maka variabel program tahsin memiliki hubungan dengan variabel kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasantri Hasil korelasi diperoleh sebesar 0,468, setara dengan 46,8% dapat diartikan sebagai hubungan yang sedang. Kendala yang dialami oleh ustad/ustadzh dan mahasantri dalam pembinaan program Tahsin Mahasantri PAI di MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry Banda Aceh Untuk melaksanakan program Tahsin tersebut, para mahasantri akan dibimbing dan diajarkan oleh Ustad/Ustadzah. Mahasantri yang sudah terdaftar di MaAohad AlJamiAoah UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan dilakukan pre test untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan kemampuan dalam bidang ilmu tajwid, tahsin, dan sejauh mana hafalan Al-QurAoan mereka. Pre test diberikan dengan maksud untuk mengetahui apakah ada diantara mahasantri yang sudah mengetahui mengenai materi yang diajarkan. Adapaun manfaat dari pre test adalah untuk mengetahui kemampuan awal mahasantri mengenai pembelajaran yang disampaikan. Dengan mengetahui kemampuan awal ini, ustad/ustadzah akan dapat menentukan penempatan kelas untuk mahasantri dan cara penyampaian pembelajaran yang akan ditempuhnya nanti. Selain pre test, setiap mahasantri yang sudah mengikuti masa pembinaan, juga dilakukan post test untuk melihat sejauh mana kemampuan mahasantri setelah mengikuti proses pembinaan di maAohad. Singkatnya, post test ini berupa evaluasi akhir saat materi yang telah diajarkan. Manfaat dari dilakukan post test ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan yang sudah dicapai. Hasil post test akan dibandingkan dengan hasil pre test yang telah dilakukan sehingga akan diketahui seberapa jauh efek atau pengaruh dari pengajaran tahsin yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian, yang penulis lakukan berikut hasil pre test dan post test Mahasantri PAI : Tabel 7 Hasil pre test dan post test Mahasantri PAI Nama Nim Nilai Tahsin Kelulusan Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Siti Zulaikha Rivera Nurul Zavira Mutia Triayda Cut Rahma Aulia Siti Emilisa Mutiara Silvia Fahlevi Arlisa Fitriana Irda Anisa Rizkia Kamal Rasya Amingi Afifah Thahirah Siti Araziah Putri Saftika Khairul Syahputra Chairil Rahmatsyah Faiz Arraziqani Rahmat Hidayat Muhammad Azehar Sahuril Fajri Ery Adatta Barus Izul Miranda Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Dari tabel diatas dapat dilihat perubahan yang dialami mahasantri PAI ketika awal memasuki MaAohad sebelum mengikuti program Tahsin Al-QurAoan dibandingkan ketika sudah mengikuti porgram Tahsin Al-QurAoan di MaAohad Al-JamiAoah UIN ArRaniry Banda Aceh. Selanjutnya, dalam melakukan suatu tugas, tentunya akan mempunyai kendala yang dihadapi oleh seseorang. Demikian halnya dengan mahasantri yang mengikuti pembinaan di MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry agar mampu membaca Al-QurAoan dengan fasih dan benar mereka, harus melewati tantangan dan tentunya akan menghadapi kendala-kendala. Berikut adalah tabel kendala dalam pembinaan tahsin di MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry beserta pengaruh dari masingmasing kendala terhadap proses pembinaan: Tabel 8 Kendala dalam pembinaan Program Tahsin Kendala Mahasantri kurang memiliki program tahsin Mahasantri mengalami kesulitan dalam makharijul huruf Waktu pembinaan terbatas . anya 2 kali dalam semingg. Tingkat kesulitan membimbing mahasantri dengan pemahaman Pengaruh terhadap proses pembinaan Menghambat keterlibatan aktif dalam pembinaan, sehingga kemajuan pembelajaran menjadi lambat Mengakibatkan kesalahan dalam pengucapan huruf hijaiyah yang dapat mengganggu keabsahan bacaan Kurangnya waktu latihan menyebabkan pemahaman dan keterampilan membaca tidak berkembang optial Pembina kesulitan menyampaikan materi secara efektif sehingga pembelajaram tidak merata dan Rasmiati, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 tajwid yang lemah Hal ini sesuai dengan pengamatan penulis berdasarkan apa yang dikatakan oleh pembina asrama yaitu ustadzah Cut Utari Lidya Fitri sesuai keadaan yang terjadi Dimana kendala itu sendiri adalah kendala yang datang dari diri mahasantri Mahasantri mengalami kesulitan dalam memahami makharijul huruf, hal ini juga dikarekan keterbatasan waktu pembinaan yang hanya dilakukan 2 kali dalam 1 minggu, sedangkan seharusnya mahasantri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melekasanakan pembinaan tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa terdapat kendala yang dialami ustad/ustadzah selaku pembina dalam program tahsin, namun kendala ini didapatkan dari mahasantri yang mengikuti pembinaan di MaAohad AlJamiAoah UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kendala ini berupa kesulitan mahasantri dalam memahami makharijul huruf, sehinggat tingkat kesulitan dalam membimbing mahasantri tinggi. Kendala lain ialah berupa waktu yang tidak efisien untuk melakukan pembinaan, mahasantri hanyak memiliki waktu 2 kali dalam seminggu untuk melakukan pengajaran. Hal ini sesuai dengan pengamatan penulis berdasarkan apa yang dikatakan oleh pembina asrama sesuai keadaan yang terjadi dilapangan. Selanjutnya berdasarkan penelitian yang telah dijelaskan diatas bahwa terdapat korelasi atau hubungan antara program Tahsin dan kemampuan membaca Al-QurAoan Mahasantri PAI di MaAohad Al-JamiAoah UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini. Nilai korelasi yang diperoleh melalui uji korelasi adalah 0,468, yang menunjukkan bahwa hubungan antara program Tahsin dan kemampuan membaca Al-quAoan mahasantri PAI bersifat sedang. DAFTAR PUSTAKA