ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN Yusnaldi1. Herni Pujiati2 dan Noerlina Anggraeni3 yusnaldi@idu. id1, hernipujiati@unsurya. id2 dan nurlinaelin1306@gmail. Universitas Pertahanan. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dan Insitut Bisnis Kosgoro 1957 Abstract Professional accountant services are needed as a guarantee that the financial statements can be trusted as a basis for decision making by internal and external parties. Many factors affect audit reports to be quality, among others, audit quality, auditor's performance and emotional intelligence. Therefore, the purpose of this study is to examine the effect of audit quality, performance and emotional intelligence on decision making. This research is a quantitative research with a descriptive approach. Sample selection using simple random sampling method. The population in this study is the auditor who works at the Public Accountant Office in the Jakarta Region which consists of 9 KAPs who are willing to fill in the questionnaire there are 5 KAPs. From the questionnaire distributed there were 42 respondents who were in accordance with the criteria for determining the sample. The data is collected and analyzed using descriptive statistics, instinct test, class assumption test, multiple regression analysis and hypothesis presentation. The elaboration results above can be concluded that partially audit quality variables, and emotional intelligence have a significant effect on decision making, but performance does not significantly influence decision making. Simultaneously audit quality, performance and emotional intelligence have a significant effect on decision making at the Public Accounting Firm in the Jakarta Region. Key word : audit quality, auditor's performance, emotional intelligence, and decision PENDAHULUAN Audit atau pemeriksaan sangat diperlukan saat ini karena audit merupakan evaluasi terhadap organisasi, sistem, proses, atau produk. Salah satu jenis audit yaitu laporan keuangan. Audit laporan keuangan untuk suatu perusahaan sangat penting untuk menentukan apakah laporan keuangan yang dibuat manajemen sudah bisa dipertanggung jawabkan. Audit laporan keuangan harus dilakukan oleh pihak yang independen, kompeten, dan profesional yang bisa disebut sebagai auditor eksternal/independen. Auditor/independen sangat berperan penting dalam memberikan opini terhadap suatu laporan keuangan bedasarkan standar yang telah ditentukan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Jasa auditing digunakan secara meluas baik pada perusahaan swasta maupun pemerintah. Alasan ekonomi yang mendorong diperlukanya auditing dilatar belakangi pada kondisi masyarakat yang semakin kompleks dan menghindari ketidak akuratan suatu laporan keuangan. Secara sederhana, audit . merupakan kegiatan membadingkan suatu kriteriar . pa yang seharusny. dengan kondisi ( apa yang sebenarnya terjad. Agung . Arens, dkk, . dalam Agung . mendefinisikan audit sebagai kegiatan Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 pengumpulan dan evaluasi terhadap bukti-bukti yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara kondisi yang ditemukan dan kriteria yang ditetapkan. Begitu pentingnya opini yang diberikan auditor bagi sebuah perusahaan, maka seorang auditor harus mempunyai keahlian dan komprtensi yang baik untuk mengumpukan dan menganalisa bukti-bukti audit sehingga bisa memberikan opini yang tepat. Auditor dituntut untuk melaksanakan skeptisisme profesionalnya sehingga auditor dapat menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama, karena kemahiran profesional seorang auditor mempengaruhi ketetapan opini yang Sehingga tujuan auditor unuk memperoleh bukti kompeten yang cukup dan memberikan basis yang memadai dalam merumuskan pendapat dicapai dengan baik. Meningkatnya jasa audit ini didukung oleh peraturang yang diterbitkan oleh BAPEPAM No Kep-36/PM/2003 yang menyebutkan bahwa perusahaan yang go public untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Adanya peratuan tersebut, perusahaan-perusahaan membutuhkan jasa auditor yang berkualitas. Menurut Mulyadi . profesi akuntansi publik . bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan, sehingga masyarakat pengguna laporan keuangan mendapatkan informasi keuangan yang handal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. Kinerja auditor dapat dikatakan baik jika dalama pelaksanaan jasa auditnya sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), dalam hal ini adalah standar Peningkatan kinerja yang dimiliki oleh seorang auditor dalam menghadapi persaingan harus terus dilakukan, dengan kinerja yang baik maka hasil kerja yang dihasilkan memiliki kualitas dan kuantitas yang baik pula. Kinerja Kinerja . adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan adalah dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Secara umum kinerja didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya. Menurut vroom . dalan noor dan sulistywati . , sampai sejauh mana keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan tugas pekerjaanya diebut sebagi level of performance. Dimensi kerja adalah ukuran dari penilaian dari prilaku yang aktual dari tempat kerja yang mencakup: Quality of Output Kinerja seseorang induvidu dinyatakan baik apabila kualitas output yang dihasilkan lebih baik atau paling tidak sama dengan target yang ditentukan. Quantity of Output Kinerja seseorang juga diukur dari jumlah output yang Seseorang induvidu dinyatakan mempunyai kinerja yang baik apabila jumlah atu kuantitas yang dicapi dapat melebihi atu paling tidak sama dengan target yang telah ditentukan dengan tidak mengabaikan kualitas output tersebut. Time at work Dimensi juga menjadi pertimbangan didalam mengukur kinerja seseorang. Dengan tidak mengabaikan kualitas dan kuantitas output yang Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 harus di capai, seseorang induvidu di nilai mempunyai kinerja yang baik apabila individu tersebut dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu atau bahkan melakukan penghematan waktu. Cooperation with otherAos work Kinerja juga dinilai dari kemampuan seseorang individu untuk tetap bersifat koopratif dengan pekerjaan lain yang juga harus menyelesaikan tugasnya masing masing. Kinerja auditor adalah akuntan publik yang melaksanaka penugasan pemeriksaan . secara oyektif keuangan suatu perusahaan atau organsasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum,dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan . ulyadi,2002 dalam Choiriah,2. Terdapat empat dimensi personalitas dalam mengukur kinerja auditor, yaitu kemampuan, komitmen profesional, motivasi dan kepuasan kerja. Kecerdasan Emosional Menurut Wibowo . dalam Melandy dan Nurna . kecerdasan emosional adalah kecerdasan untuk menggunakan emosi sesuai dengan keinginan, kemampuan untuk mengendalikan emosi sehingga memberikan dampak yang Kecerdasan emosional dapat membantu membangun hubungan dalam menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan mengetahui perasaan sendiri dan perasaan orang lain, serta menggunakan perasaan tersebut menuntun pikiran dan perilaku seseorang (Salovey & Mayer, 1990 dalam Trisniwati dan Suryaningsum, 2. Sejalan dengan hal tersebut. Goleman . dalam Trisniwati dan Suryaningsum . mendefinisikan EQ adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, serta mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Emotional. Quotient (EQ) merupakan kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya serta kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi (Cooper dan Sawaf, 1998 dalam Surya Peter Salovey dan Jack Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual (Stein dan Book, 2002 dalam Melandy dan Nurna, 2. Inti kemampuan pribadi dan sosial yang merupakan kunci utama keberhasilan seseorang sesungguhnya adalah kecerdasan emosi (Agustian, 2. Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan untuk menyikapan pengetahuan emosional dalam bentuk menerima, memahami, dan mengelola. Ada pengaruh timbal balik antara kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). kecerdasan emosional dan sosial sangat membantu seseorang dalam mengerjakan tugas-tugas intelektual (Mubayid, 2. Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan. Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain . dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya (Fitri. Kualitas Audit Kualitas audit adalah karakteristik atau gambaran praktik dan hasil audit berdasarkan standar auditing dan standar pengendalian mutu yang menjadi ukuran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab profesi seorang auditor. Kualitas audit berhubungan dengan seberapa baik sebuah pekerjaan diselesaikan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kualitas audit merupakan segala kemungkinan . dimana auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan, dimana dalam melaksanakan tugasnya tersebut auditor berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan public yang relevan. Berikut ini beberapa pengertian kualitas audit dari beberapa sumber buku: Menurut Watkins etal . , kualitas audit adalah kemungkinan dimana auditor akan menemukan dan melaporkan salah saji material dalam laporan keuangan klien. Berdasarkan Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) audit yang dilaksanakan auditor dikatakan berkualitas baik, jika memenuhi ketentuan atau standar pengauditan. Menurut Simanjuntak . , kualitas audit adalah pemeriksaan yang sistematis dan independensi untuk menentukan aktivitas, mutu dan hasilnya sesuai dengan pengaturan yang telah direncanakan dan apakah pengaturan tersebut diimplementasikan secara efektif dan sesuai dengan tujuan. Menurut Akmal . ,kualitas audit adalah suatu hasil yang telah dicapai oleh subjek/objek untuk memperoleh tingkat kepuasan, sehingga akan menimbulkan hasrat subjek/objek untuk menilai suatu kegiatan tersebut. Menurut De Angelo . , kualitas audit adalah kemungkinan . oint probalit. dimana seorang auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran yang ada dalam sistem akuntansi kliennya. Indikator kualitas audit Menurut Wooten . , indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas audit adalah sebagai berikut: Deteksi Salah Saji. Dalam mendeteksi salah saji, auditor harus memiliki sikap skeptisme profesional, yaitu sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi secara kritis bukti audit. Salah saji dapat terjadi akibat dari kekeliruan atau kecurangan. Apabila laporan keuangan mengandung salah saji yang dampaknya secara individual atau keseluruhan cukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar dalam semua hal yang sesuai standar akuntansi keuangan. Kesesuaian dengan Standar Umum yang Berlaku. Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) adalah acuan yang ditetapkan menjadi ukuran mutu yang wajib dipatuhi oleh akuntan publik dalam pemberian jasanya (UU No. 5 Tahun 2. Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 Auditor bertanggung jawab untuk mematuhi standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Aturan Etikan Kompartemen Akuntan Publik mengharuskan anggota Ikatan Akuntan Indonesia yang berpraktik sebagai auditor mematuhi standar auditing jika berkaitan dengan audit atas laporan keuangan. Kepatuhan terhadap SOP. Standar operasional perusahaan adalah penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana, oleh siapa, bagaimana cara melakukan, apa saja yang diperlukan, dan lain-lain yang semuanya itu merupakan prosedur kerja yang harus ditaati dan dilakukan. Manajemen entitas. Manajemen entitas yang diperiksa bertanggung jawab untuk menindak lanjuti rekomendasi serta menciptakan dan memelihara suatu proses dan sistem informasi untuk memantau status tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksa Kualitas tindak lanjut hasil audit. Pemeriksa wajib merekomendasikan agar manajemen memantau status tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksa. Perhatian secara terusmenerus terhadap temuan pemeriksaan yang material beserta rekomendasinya dapat membantu pemeriksa untuk menjamin terwujudnya manfaat pemeriksaan yang dilakukan. Pengambilan Keputusan Bagi Auditor Pengambilan keputusan bagi auditor Setiap organisasi memiliki kode etik atau peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam membuat keputusan yang layak dipertanggung jawabkan sebagai keputusan etik. Menurut Nuryanto . , keputusan . berarti pilihan . , yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Semantara menurut Morgan dan Cerullo yang dikutip oleh Nuryanto . , keputusan adalah: AuSebuah kesimpulan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain dikesampingkanAy. Dari definisi tersebut, jelas terlihat bahwa sebelum keputusan ini ditetapkan, diperlukan pertimbangan yang menyeluruh tentang kemungkinan konsekuensi yang bisa timbul, sebab mungkin saja keputusan yang diambil hanya memuaskan satu kelompok saja atau sebagian orang saja. Tetapi jika kita memperhatikan konsekuensi dari suatu keputusan, hampir dapat dikatakan bahwa tidak akan ada satupun keputusan yang akan dapat menyenangkan setiap orang. Auditor mengkomunikasikan hasil pekerjaan auditnya kepada pihak-pihak syang berkepentingan. Komunikasi tersebut merupakan puncak dari proses atestasi dan mekanismenya adalah melalui laporan audit. Laporan audit tersebut digabungkan dengan laporan keuangan dalam laporan tahunan kepada pemegang saham dan menjelaskan ruang lingkup audit dan temuan-temuan audit. Temuan tersebut diekspresikan dalam bentuk pendapat . mengenai kewajaran laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, maksudnya apakah posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas telah disajikan secara wajar. Menurut Agoes . , pada akhir pemeriksaanya dalam suatu pemeriksaan umum . eneral audi. , auditor akan memberikan suatu laporan akuntan yang terdiri dari lembaran opini dan laporan keuangan. Lembaran opini merupakan tanggung Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 jawab auditor dimana auditor memberikan pendapatnya terhadap kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan merupakan tanggung jawab Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Peneitian ini dilakanakan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Se-Kota Jakarta. Alasan pemilihan kantor Akuntan Publik (KAP) Se-kota Jakata sebagai tempat penelitian karen banyak KAP yang sudah eksis dan banyak KAP yang baru selain itu, alasan memilih lokasi obyek penelitian KAP di kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang bedasarkan positivisme dimana data penelitan berupa angkak-angka dan analisis mnggunakan statistik (Sugiyono,2. peneitian berbentuk asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih kerangka konseptual. Pembahasan Teknik Analisis data Uji Asumsi klasik Regresi Berganda Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residul memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau penyebaran data statistik pada sumbu diagonal dari grafik distribusi normal, untuk menguji suatu data memiliki distribusi normal atau tidak, dapat dilakukan dengan menggunakan grafik normal plot ialah sebagai berikut: Apabila data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusinormal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN Apabila data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi uji asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas berguna untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan ditemukan korelasi kuat antar variable independen, jika terjadi korelasi kuat, terdapat masalah multikolinearitas yang harus diatasi. Menurut Singgih Santoso . dalam Ruslan . model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variable independen. Ketentuan untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas yaitu : Jika nilai Variance Inflaction Factor (VIF) tidak lebih dari 10, dan nilai Toleransi tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas VIF=1/Tolerance, jika VIF=0 maka Tolerance=1/10 atau 0,1. Semakin tinggi VIF maka semakin rendah Tolerance. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Standar Unstandardized Coeffici Coefficients Model Std. Error (Constan -11,014 12,224 Collinearity Statistics Beta Sig. Tolerance VIF -,901 ,373 1,087 ,277 ,522 3,923 ,000 ,583 1,715 ,245 ,222 ,160 1,103 ,277 ,493 2,029 1 X3 ,427 ,173 Sumber: data primer 2020 ,284 2,470 ,018 ,782 1,279 Bedasarkan tabel Collinearity Statistics dapat dilihat bahwa variabel Independen X1 memiliki VIF . ariance inflation facto. 1,715 < 10,00 nilai tolerance 0,583 >0,1. X2 memiliki VIF . ariance inflation facto. 2,029 < 10,00 nilai tolerance 0, 493 > 0,1. Dan X3 memiliki VIF . ariance inflation facto. 1,279 < 10,00 nilai tolerance 782 > 0,1 Sehingga dapat disimpulkan bawa tidak terjadi Uji Heterokedasitas Gejala varians yang tidak sama ini disebut gejala heterokedastisitas, sedangkan adanya gejala residual yang sama dari suatu pengamatan ke pengamatan yang Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN lain disebur dengan homokedastisitas, salah satu uji untuk menguji heterokedasitas ini adalah dengan melihat penyebaran dari varians residual (Purbayu, 2005: . dalam (Irawati, 2. Adapun dasar asumsi analisis ialah sebagai berikut: Dari hasi uji heterosedastisitas diatas yang menggunakan uji scatterplot diperoleh titik-titik menyebar di bawah dan diatas sumbu y, dan tidak mempunyai pola yang teratur pola yang teratur, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Pengambilan keputusan di atas tidak terjadi heterokedasitas. Uji autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linear yang digunakan terjadi korelasi antar kesalahan pengganggu. Uji autokorelasi pada penelitian ini dilakukan dengan uji Durbin-Watson (DW-tes. Gejala tidak terjadinya korelasi antar kesalahan pengganggu pada model regrsi yang digunakan jika nilai Durbin-Watson lebih besar dari du tetapi lebih kecil dari 4 Ae du (Imam Ghozali, 2. dalam (Kasidi,2. Model Summaryb Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson ,780a ,608 ,577 3,600 1,773 Predictors: (Constan. X3. X1. Dependent Variable: Y 4-dl 4-du Hasil uji autokorelasi diatas menunjukkan bahwa nilai durbin watson diperoleh sebesar 1,773 dengan sampel 42 responden dan jumlah variabel sebanyak 3 Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN maka di rumuskan Karena du < dw < 4-du : 1. 6617 <1. 773 < 2. Kesimpulanya nilai tabel durbin watson ada 1 asumsinya tidak terjadi korelasi dalam metode regresi tersebut. Uji Hipotesis Uji t Hasil Uji t . Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Std. Error (Constan. -11,014 12,224 Sig. -,901 1,087 ,277 ,373 ,522 3,923 ,245 ,000 ,222 ,160 1,103 ,277 ,427 ,173 ,284 2,470 ,018 Dependent Variable: Y Hasil pengujian di atas menunjukkan uji t pada variabel X1 bahwa kecerdasan emosional berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan nilai signifikan kecerdasan emosional sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis 1 diterima. Hasil uji t pada variabel X2 menyebutkan bahwa kinerja tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan nilai signifikan kinerja sebesar 0,277 yang berarti lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis 2 ditolak. Hasil uji t pada variabel X3 bahwa kecerdasan emosional berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan nilai signifikan kecerdasan emosional sebesar 0,018 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis 3 di terima. Ringkasan hasil pengujian hipotesis diatas sebagai berikut: Hasil Uji Hipotesis Variabel Nilai Signifikansi Keterangan Kualitas Audit (X. 1,087 0,00 Signifikan Kinerja (X. 0,277 Tidak Signifikan Kecerdasan Emosonal (X. 0,018 Signifikan Uji F ANOVAa Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN Model Sum of Squares Mean Square 1 Regressio 763,897 254,632 Residual 492,508 12,961 Total 1256,405 Sig. 19,646 ,000b Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Dari hasil output diketahui bahwa fHitung = 19,646 sementara fTabel . k = N Ae K Ae . = 39 maka diproleh fTabel sebesar 2,85 dengan demikian nilai fHitung sebesar 19,646 > nilai fTabel sebsar 2,85. Model regresi tersebut menunjukkan bahwa kuaitas audit, kinerja dan kecerdasan emosional secara simultan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Koefisien Determinasi (R. Uji Koefisien Determinasi (R. Model R ,780a R Square Adjusted Square ,608 ,577 R Std. Error Estimate 3,600 Sumber: Data Primer diolah 2020 Dari hasi output data diatas KD = r2 x100% dapat disimpulkan bahwa nilai Adjusted R Square . oefisien determinasi sebesar 0,557 yang artinya pengaruh variabel independen . terhadap variabel dependen (Y) sebesar 57,7% hal ini berarti kemampuan variabel idependen dalam menjalankan variabel adalah dependen adalah sebesar 57,7% sisanyan 36,00% dijalankan oleh variabel lainya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Peneliti ini menguji kualitas audit, kinerja dan kecerdasan emosional terhadap pengambilan keputusan Kantor Akuntan Publik di Wilayah Jakarta secara keseluruhan, ringkasan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan regresi berganda dapat dilihat sebagai berikut: Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis Variabel Hipotesis Kuaitas audit berpengaruh possitif terhadap pengambilan keputusan Kirneja berpengaruh negatif terhadap pengambilan keputusan Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan Hasil hipotesis Diterima Ditolak Diterima Pengaruh kualitas audit memperoleh bukti empirisi yang menunjukkan bahwa kualitas audit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap auditor pengambilan keputusan. Sedagkan secara parsiel kualitas audit juga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Variabel kualitas audit (X. mempunyai nilai koefisien regresi positif dengan tingkat signifikansi lebih kecil dari a = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas audit berpengaruh positif terhadap pengambilan Berarti semakin tinggi kualitas audit yang di hasilkan Kesimpulanya hipotesis pertama di terima. Selanjutnya menurut De Angelo . dalam Kusharyanti . mendefinisikan kualitas audit sebagai kemungkinan . dimana auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran yang ada dalam sistem akuntansi klien. Adapun kemampuan untuk menemukan salah saji yang material dalam laporan keuangan perusahaan tergantung dari kompetensi auditor sedangkan kemauan untuk melaporkan temuan salah saji tersebut tergantung pada independensinya Kinerja memperoleh bukti empirisi yang menunjukkan bahwa kinerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap auditor pengambilan keputusan. Sedagkan secara parsial kinerja tidak berpengaruh terhadap pengambilan Variabel kualitas audit (X. mempunyai nilai koefisien regresi positif dengan tingkat signifikansi lebih besar dari a = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja berpengaruh negatif terhadap pengambilan keputusan. Berarti semakin rendah kinerja yang di hasilkan. Kesimpulanya hipotesis kedua di tolak. Secara umum kinerja didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya. Menurut vroom . dalan noor dan sulistywati . , sampai sejauh mana keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan tugas pekerjaanya diebut sebagi level of performance Pengaruh kecerdasan emosional memperoleh bukti empirisi yang menunjukkan bahwa kecerdasn emosional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap auditor pengambilan keputusan. Sedagkan secara parsial kecerdasan emosional juga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Variabel kualitas audit (X. mempunyai nilai koefisien regresi positif dengan tingkat Jurnal Ilmiah Manajemen Surya Pasca Scientia | Vol 14 Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDIT. KINERJA DAN KECERDASAN EMOSIONAL AUDITOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN P-ISSN : 2407-6848 E-ISSN : 2774-5236 signifikansi lebih kecil dari a = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan. Berarti semakin tinggi kecerdasan emosional yang di hasilkan. Kesimpulanya hipotesis ketiga di Menurut Wibowo . dalam Melandy dan Nurna . kecerdasan emosional adalah kecerdasan untuk menggunakan emosi sesuai dengan keinginan, kemampuan untuk mengendalikan emosi sehingga memberikan dampak yang Kecerdasan emosional dapat membantu membangun hubungan dalam menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. KESIMPULAN Terdapat Pengaruh Positif Kualitas Audit Terhadap Pengambilan Keputusan. hal tersebut dibuktikan dengan t hitung variabel kualitas audit memiliki nilai sebesar 3,923dimana lebih tinggi dari t tabel sebesar 2,02439 dengan nilai signifikasi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. semakin tinggi kualitas audit maka akan semakin tinggi pengambilan keputusan. Terdapat Pengaruh negatif kinerja auditor terhadap pengambilan hal tersebut dibuktikan dengan t hitung variabel kinerja nilai sebesar 1,103 dimana lebih rendah dari t tabel sebesar 2,02439 dengan nilai signifikasi 0,277 yang berarti lebih besar dari 0,05. semakin rendah kinerja maka akan semakin lambat pengambilan keputusan. Terdapat Pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap pengambilan hal tersebut dibuktikan dengan t hitung variabel kinerja nilai sebesar 2,470 dimana lebih tinggi dari t tabel sebesar 2,02439 dengan nilai signifikasi 0,018 yang berarti lebih kecil dari 0,05. semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semakin mudah pengambilan keputusan Terdapat pengaruh positif kualitas audit, kinerja dan kecerdasan emosional secara bersama-sama terhadap pengambilan keputusan. Hal tersebut dibuktikan dari hasil regresi linear berganda yang yang mengasilkan nilai F hitung sebesar 19,646 dimana lebih tinggi dari F tabel 2,85 dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Maka semakin tinggi Kualitas Audit. Kinerja dan Kecerdasan Emosional dan semakin cepat auditor mengambil keputusan. DAFTAR PUSTAKA