Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Pelatihan Pembuatan Media Literasi dari Bahan Alam pada Saung Ilmu di Desa Jampang Nila Fitria1*. Suwardi1. Rizqi Maulida Amalia2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al Azhar Indonesia. Bimbingan Konseling Islam. Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al Azhar Indonesia. Jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 12510 Email Penulis Korespodensi: nilafitria84@gmail. Abstrak Literasi merupakan salah satu kemampuan anak dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Literasi memiliki arti yang luas, mencakup literasi sains, literasi komputer, literasi keuangan, dll. Permasalahan yang ditemukan yaitu pada saung ilmu desa Jampang belum tersedianya sarana peningkatan literasi dan belum tersedianya Lembaga PAUD di Desa Jampang sebagai salah satu sumber belajar anak untuk menstimulasi literasi. Oleh karena itu, anak-anak usia dini belum dapat mengoptimalkan perkembangannya di masa golden age. Solusi yang ditawarkan yaitu pelatihan pembuatan media literasi guna memaksimalkan fungsi pada saung ilmu di Desa Jampang sebagai tempat membaca buku dan belajar. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan, workshop, dan pendampingan kepada orang tua di desa Jampang. Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua di sekitar desa Jampang terkait pentingnya masa anak usia dini. Workshop dilakukan kepada orang tua untuk dapat membuat sendiri media literasi dari bahan alam sekitar dan menstimulasi kepada anak-anak. Pendampingan dilakukan untuk mengamati kebermanfaatan media literasi dalam mengoptimalkan perkembangan anak. Kata kunci: Anak Usia Dini. Media. Literasi. Pendidikan anak diusia dini membutuhkan keterlibatan keluarga dalam berbagai kegiatan Pendidik dan orang tua mempunyai peran yang penting dalam usaha menciptakan ekosistem pembelajaran meliputi sistem mikro, sistem meso, sistem eksogen dan sistem makro sebagaimana yang dijelaskan teori Ekologi oleh Uri Brofenbrenner. Home Literacy Environment (HLE) atau lingkungan literasi keluarga erat kaitannya dengan ketertarikan dalam membaca bagi anak. Lingkungan sebagai guru ketiga bagi anak memaksa orang tua untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan membaca dan menulis anak sejak dini. Oleh dari itu, kemampuan literasi anak bergantung pada motivasi dan dukungan orang tua dalam usaha pengembangan keterampilan motorik halus pada PENDAHULUAN Literasi pada anak usia dini sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan berbahasa anak. Kemampuan literasi merupakan kemampuan dalam proses perkembangan anak sejak usia dini. Kemampuan literasi sebagai landasan awal bagi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. (Rohde, 2. menyatakan sangat penting untuk anak-anak keterampilan dan kesadaran dini yang mereka butuhkan untuk menjadi pembaca dan penulis yang sukses. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran literasi baik diajarkan pada anak usia dini. Perkembangan literasi pada anak prasekolah berada pada tahap literasi dasar. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 kegiatan menggambar dan menulis (Mardliyah. Siahaan, & Budirahayu, 2. Jika anak usia dini memiliki kemampuan literasi yang baik secara potensial, maka hal tersebut dapat dijadikan sebagai pondasi awal anak untuk mengembangkan potensi literasinya di usia-usia kedepan. Ditemukan pula pada usia yang masih dini tidak dibantu dalam mengoptimalkan kemampuan literasinya, maka di usia selanjutnya perkembangan kemampuan literasi anak juga tidak dapat optimal. Literasi memahami berbagai hal. Oleh karena itu, pengenalan literasi merupakan salah satu kewajiban bagi keluarga serta pendidik anak usia dini (Marwany & Kurniawan, 2. Peran keluarga dalam mengenalkan literasi kepada anak sejak usia dini. Hal tersebut dapat bernyanyi, dan berkomunikasi dua arah. Media merupakan perantara yang membantu anak dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan perhatian pada kegiatan belajar, mengingat perkembangan anak pada saat itu berada pada masa berpikir konkrit. Sesuai dengan prinsip pembelajaran untuk anak usia dini harus berdasarkan realita artinya bahwa anak diharapkan dapat mempelajari sesuatu secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa media digunakan sebagai saluran penyampai pesan bagi Pendidikan anak usia dini. Guru dan orang tua sebagai orang dewasa di sekeliling anak dapat menciptakan sendiri medianya. Bisa dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas ataupun dari bahan alam di lingkungan sekitar yang mudah didapatkan (Aslindah & Suryani. Penggunaan bahan bekas dan bahan alam di sekitar anak meningkatkan pemahaman anak dan konsep-konsep melalui benda nyata. Melalui benda nyata anak akan menggunakan alat inderanya. Media bahan alam merupakan suatu alat menggunakan bahan yang berada di alam sekitar Desa Jampang memiliki bahan alam di sekitar yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi media. Memanfaatkan yang ada disekitar alam sebagai media menjadikan anak dapat belajar dengan konkret. Melalui media bahan alam, anak akan diberikan contoh yang pembelajaran yang berikan (Fauziah, 2. Media dari bahan alam dapat diperoleh guru dan orang tua dalam menstimulasi anak. Belum tersedianya Lembaga PAUD di Desa Jampang. Sehingga anak-anak usia dini belum dapat mengoptimalkan perkembangannya di masa golden age. Hal ini terjadi karena terbatasnya pengetahuan akan pentingnya pendidikan anak usia dini. Anak usia dini tumbuh dan berkembang pada tiga pusat pendidikan yang ada disekitar anak yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan sekolah bagi anak usia dini yang belum ditemukan di desa Jampang menjadi salah satu permasalahan. Solusi dari permasalahan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan media literasi pada saung ilmu. Desa Jampang telah memiliki saung ilmu dimana tempat untuk membaca buku cerita dan belajar. Dalam rangka memaksimalkan fungsi saung ilmu Desa Jampang, maka akan diberikan pelatihan pembuatan media literasi dengan bahan alam yang ada di sekitar desa Jampang. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Saung Ilmu An Nahdoh dalam bentuk penyuluhan, workshop, dan pendampingan. Pada saat penyuluhan, materi yang diberikan terkait anak usia dini, media bagi anak usia dini, dan komunikasi orang Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pentingnya pemberian stimulasi yang tepat bagi anak usia Sedangkan workshop dilakukan dalam pembuatan media literasi bagi anak. Pendampingan dilakukan untuk mengetahui kebermanfaatan media literasi yang telah dibuat oleh orang tua agar dapat menstimulasi anaknya. Adapun materi yang diberikan pada saat penyuluhan sebagai berikut: Tabel 1. Materi Anak Usia Dini Pemateri Dr. Suwardi. Pd. Nila Fitria. Pd. Rizqi Maulida Materi Pentingnya Masa Golden Age Stimulasi Bahasa Anak Usia Dini Media Literasi Komunikasi Efektif Anak Usia Dini Orang tua mengisi pre test dan post test yang telah disediakan oleh tim pelaksana abdimas. Berikut pedoman pre test dan post test. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Tabel 2. Pedoman pre test dan post test Aspek pengetahuan orang tua tentang literasi AUD Penguatan Bahasa anak. mengungkapkan bahasa ekspresif dan reseptif Pemanfaatan lingkungan sebagai topic pembelajaran Item pernyataan Saya mengajarkan anak-anak anak mampu menggunakan bahasa ekspresif dan reseptif Di keluarga kami, hal yang dilarang jika anak-anak memotong Saya mengajarkan anak-anak untuk dapat menyimak apa yang disampaikan orang tua Membaca buku merupakan kebiasaan kami di keluarga Anak-anak dapat mengemukakan pendapatnya kepada orang tua Kami mengajarkan menulis kepada anak Kegiatan sehari-hari di rumah saya stimulasi dengan kemampuan membaca dan berhitung Kami bersama anak berkomunikasi membicarakan masalah anak Saya menggunakan bahan-bahan daur ulang alami untuk belajar bersama Saat bepergian /tamasya bersama keluarga, pemandangan sekitar menjadi bahan diskusi bersama anak Saya memilih bahan terbaru dari toko untuk perlengkapan belajar anak Pelibatan anak dalam kegiatan Rumah tangga Bermain bersama Penguatan kemampuan membaca buku Akhir pekan merupakan waktu bersama seluruh keluarga untuk bersih bersih rumah Saya melarang anak-anak untuk membantu di dapur Setiap anak sudah memiliki tugas masing-masing untuk membantu di rumah Saya tidak setuju jika anak-anak ikut bersih-bersih rumah Karena malah menjadi berantakan Pada saat bermain bersama anak, merupakan momen yang menyenangkan bagi keluarga kami Selain menemani anak bermain, kami juga ngobrol bersama tentang kegiatan di hari itu Saya tidak ada waktu bermain bersama anak Saya dan keluarga sepekat untuk ada ruang membaca buku Setiap malam saya membacakan dongeng/buku sebelum tidur untuk anakanak Saya mengajarkan anak membaca Saya memasukan anak saya ke lembaga bimbingan belajar agar dapat bisa Tabel 3. Langkah Pelaksanaan Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan di Desa Binaan Universitas Al Azhar Indonesia dengan melibatkan orang tua di daerah desa Jampang. Bogor. Adapun jumlah yang berjumlah 16 orang tua. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 23 Juli 2022 dan hari ke-2 dilaksanakan pada hari JumAoat 9 September No Tahapan Pelaksanaan Persiapan Langkah Pelaksanaan Adapun Langkah-langkah pelaksanaan berisi uraian mengenai metode yang digunakan serta tahapan pelaksanaannya. Kegiatan Melakukan pendekatan dengan Direktur LAZ Al Azhar (Bapak H. Dara. untuk permohonan izin untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jampang. Pemberitahuan penanggung jawab Desa Jampang (Bapak Dede. terkait kegiatan Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 No Tahapan Pelaksanaan Kegiatan No Tahapan Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan orang tua dan juga kegiatan bermain yang telah diberikan Mendiskusikan dengan penanggung jawab Desa Jampang tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, bentuk kegiatan, peserta penyuluhan, waktu penyuluhan, waktu penyuluhan, dan pendampingan kepada orang tua di desa Jampang. Penyuluhan dengan materi Pentingnya pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Tujuannya yaitu memberikan pengetahuan kepada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sebagai salah satu mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini khususnya Orang tua menstimulasi anak dengan media literasi. Pelatihan pembuatan media literasi dengan bahan Diawali dengan kesadaran mengenal bahan alam yang ada di sekitar desa Jampang. Mengumpulkan bahan alam dan membuat media literasi bersama orang tua. Melakukan pendampingan kepada orang tua dalam membuat media yang akan diinventariskan di Saung Ilmu. Pada mengamati pemahaman HASIL DAN PEMBAHASAN . Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pertama pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2022 di Saung Ilmu. Desa Jampang. Acara dimulai pada pukul 09. 30 dipandu oleh Aulia Ul Badriyah . ahasiswa PG PAUD). Gambar 1. Kegiatan abdimas yang dipandu Dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan Saung Ilmu An Nahdoh. Bapak Cahyadi. Bapak Cahyadi menyampaikan bahwa saung ilmu ini sebagai tempat untuk mengembangkan potensi masyarakat di Desa Jampang mulai anak usia dini sampai dengan orang tua. Gambar 2. Sambutan oleh Ketua Saung Ilmu Terdapat beragam kegiatan yang telah digagas oleh pak Cahyadi seperti. remaja, majelis taklim, dan UMKM. Pada saung ilmu ini belum memiliki PAUD dimana sebagai salah satu wadah mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Selanjutnya sambutan Ibu Nia, salah seorang guru TK yang berada di Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 sekitar wilayah. Ibu Nila Fitria. Pd sebagai Ibu Nila menjelaskan tujuan dari dilaksanakan pengabdian masyarakat ini. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah mengedukasi masyarakat di sekitar saung kreatifitas bersama tim anggota pengabdian masyarakat/mahasiswa. Di akhir sesi ditutup dengan sesi tanya jawab dan sesi foto bersama. Gambar 5. Sesi Foto Bersama peserta Pada hari kedua pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada hari JumAoat, 9 September 2022 di Saung Ilmu. Desa Jampang. Acara dimulai pada pukul 13. 00 dipandu oleh Nurul Anisa . ahasiswa PG PAUD). Gambar 3. Sambutan Ketua Abdimas Kegiatan tersebut diawali dengan senam Bersama yaitu ibu dan anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Anak-anak bermain kreatifitas bersama tim anggota pengabdian masyarakat/mahasiswa. Sedangkan ibunya mengikuti pelatihan. Pelatihan diikuti oleh 18 orang tua. Sebelumnya orang tua dipersilahkan mengisi pre test selama 20 menit. Dilanjutkan materi dari Dr. Suwardi. Pd. terkait AuPentingnya Masa Golden AgeAy. Dalam paparannya pak wardi menjelaskan akan pertumbuhan anak usia dini dan perkembangan anak usia dini. Kemudian paparan selanjutnya dari Ibu Nila Fitria. Pd. yang menjelaskan Stimulasi Anak Usia DiniAy. Paparan Ibu Nila perkembangan usia anak. Faktor-faktor apa saja yang menghambat perkembangan anak. Peserta pengabdian masyarakat memahami akan perkembangan anak. Gambar 6. Pembukaan oleh mahasiswa Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Komunikasi Efektif Anak Usia Dini oleh Ibu Rizqi Maulida M. Si. Setelah pemaparan materi selesai. Gambar 4. Aktivitas anak dengan mahasiswa Gambar 7. Kegiatan Penyuluhan Komunikasi Efektif AUD Sementara para Ibu memperhatikan paparan materi yang diberikan oleh kedua pembicara, maka para anak melakukan kegiatan bermain Ibu Nila memberikan sosialisasi kepada para orang tua cara pembuatan media pembelajaran Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 literasi dengan menggunakan bahan-bahan alam yang ada di sekitar. Para peserta dipersilahkan membuat dua kelompok kecil untuk melakukan Gambar 10. Foto bersama Kegiatan pengabdian kepada orang tua Kegiatan pengabdian kepada orang tua mengenai pelatihan membuat media dari bahan alam untuk mengembangkan literasi anak di Desa Jampang berjalan dengan baik. Pada tahap pemberian Tes Awal para peserta terlihat belum cukup memiliki pemahaman mengenai media literasi serta perkembangan anak. Namun, pada saat setelah diberikannya pemaparan materi mengenai media pembelajaran, pengetahuan para peserta bertambah, hal tersebut dapat dilihat pada hasil dari kuesioner akhir yang Selama pengabdian orang tua sangat antusias dalam mengikuti dan dapat memahami materi yang Kegiatan pengabdian masyarakat ini orang tua diajak untuk membuat dan menerapkan media literasi kepada anak. Dalam percobaan memainkan media orang tua terlebih dahulu menjelaskan mengenai media yang akan dimainkan dan memberikan contoh cara bermainnya kepada anak. Pada aspek pengetahuan orang tua mengenai penguatan bahasa anak, mengungkapkan bahasa ekspresif dan reseptif. Pada kuesioner awal dan akhir 16 orang tua mengajarkan anak untuk mampu menggunakan bahasa ekspresif dan reseptif serta mengajarkan anak untuk dapat menyimak apa yang disampaikan orang tua. Berdasarkan hasil kuesioner, 13 dari 16 orang tua setuju hal yang dilarang di keluarga dalam keluarga adalah anak memotong pembicaraan sedang hasil tes akhir 16 orang tua setuju dengan hal tersebut. Selain itu pada tes awal dan akhir 16 orang tua juga memberikan pembiasaan kepada anak untuk membaca buku, mengajarkan anak menulis, mengemukakan pendapatnya kepada orang tua, dan orang tua bersama anak berkomunikasi membicarakan masalah yang terjadi kepada anak. Menurut (Sari, 2. Orang tua merupakan orang yang memainkan peran utama dalam perkembangan bahasa anak, orang tua dapat menyediakan bahan menulis, berbicara secara ekstensif dengan anak-anak mereka serta Gambar 8. Workshop pembuatan media Selanjutnya masing-masing didampingi dosen dan tim pelaksana mendampingi peserta memanfaatkan media yang sudah dibuat kepada anak. Media yang digunakan dapat menjadi hal baru dan membuat kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan untuk anak. Pemberian scaffolding dari orang tua diharapkan karena masing-masing anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Pada akhir sesi ditutup dengan sesi foto bersama. Gambar 9. Pendampingan pemanfaatan media kepada anak Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 membacakan buku cerita kepada mereka, keluarga merupakan pihak yang menggiring perkembangan seseorang sampai ia benar-benar dewasa dan matang. Kegiatan sehari-hari di rumah distimulasikan dengan kemampuan membaca dan berhitung menurut hasil tes awal 12 dari 16 orang tua setuju dan berdasarkan hasil akhir 16 orang tua setuju dengan hal tersebut. digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini tidak semestinya harus didapatkan dari toko dengan cara membeli. Akan tetapi orang tua dapat menciptakan sendiri medianya dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas ataupun dari bahan alam di lingkungan sekitar yang mudah Pemanfaatan lingkungan sebagai topic Penguatan Bahasa anak. mengungkapkan bahasa ekspresif dan reseptif Setuju Setuju Tidak Tidak Setuju Gambar 13. Hasil Pre Test Gambar 11. Diagram Hasil Pre Test Pemanfaatan lingkungan sebagai topic Penguatan Bahasa anak. mengungkapkan bahasa ekspresif dan reseptif Setuju Tidak Setuju Setuju Gambar 12 Hasil Post Test Tidak Gambar 14. Hasil Post Test Pada aspek pengetahuan orang tua mengenai pemanfaatan lingkungan sebagai pembelajaran, berdasarkan hasil tes awal dan akhir 16 orang tua menggunakan bahan daur ulang alami untuk belajar bersama anak dan saat pemandangan sekitar menjadi bahan diskusi bersama anak. Berdasarkan hasil tes awal terdapat 7 dari 16 orang tua yang setuju untuk memilih bahan terbaru dari toko untuk perlengkapan belajar anak dan pada tes akhir 16 orang tua setuju dengan hal tersebut, sesuai dengan pendapat menurut (Aslindah & Suryani, 2. bahwa media pembelajaran yang Pada aspek pengetahuan orang tua mengenai pelibatan anak dalam kegiatan rumah tangga, berdasarkan hasil awal dan akhir 16 orang tua setuju saat akhir pekan merupakan waktu bersama seluruh keluarga untuk bersih-bersih rumah dan setiap anak sudah memiliki tugas masing-masing untuk membantu di rumah. Pada hasil awal 14 dari 16 orang tua yang tidak setuju untuk melarang anak-anak untuk membantu di dapur sedangkan pada tes akhir 16 orang tua tidak setuju untuk melarang anak-anak untuk membantu di dapur dan terdapat 12 dari 16 orang tua tidak setuju jika anak-anak ikut bersih61 Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 bersih rumah karena malah menjadi berantakan dan hasil tes akhir 16 orang tidak setuju jika anak-anak ikut bersih-bersih rumah karena malah menjadi berantakan. Bermain bersama Pelibatan anak dalam kegiatan Rumah Setuju Tidak Gambar 17. Hasil Pre Test Bermain bersama Setuju Tidak Setuju Gambar 15. Hasil Pre Test Tidak Gambar 18. Hasil Post Test Pelibatan anak dalam kegiatan Rumah Pada aspek pengetahuan orang tua mengenai penguatan kemampuan membaca, berdasarkan hasil tes awal dan akhir, sebanyak 16 orang tua setuju dan keluarga sepakat untuk ada ruang membaca buku dan pada setiap malam hari 13 dari 16 orang tua setuju untuk membacakan dongeng/ buku sebelum tidur untuk anak-anak dan pada tes akhir 16 orang tua setuju orang tua setuju untuk membacakan dongeng/ buku sebelum tidur untuk anak-anak. menurut hasil tes awal dan akhir 16 orang tua mengajarkan anak membaca. berdasarkan hasil tes awal terdapat 10 dari 16 orang tua setuju untuk memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar agar dapat bisa membaca sedangkan pada tes akhir semua orang tua setuju. Menurut (Ariyanti, 2. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak siap memasuki pendidikan selanjutnya. Setuju Tidak Gambar 16. Hasil Post Test Pada aspek pengetahuan orang tua mengenai bermain bersama, berdasarkan hasil tes awal dan akhir 16 orang tua setuju bahwa saat bermain bersama anak merupakan momen yang menyenangkan bagi keluarga kami. Selain menemani anak bermain, orang tua juga mengajak anak mengobrol bersama tentang kegiatan di hari itu dan semua orang tua tidak setuju jika tidak ada waktu untuk bermain bersama anak. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini mulai pendampingan, pengetahuan serta kemampuan orang tua dalam memanfaatkan serta membuat media pembelajaran untuk anak meningkat. Sehingga orang tua dapat menstimulasi media pembelajaran yang sudah dibuat kepada anak dengan maksimal. Penguatan kemampuan membaca buku Setuju Saran Saran yang diberikan adalah diharapkannya orang tua dapat lebih mengembangkan media literasi yang digunakan saat ini, dengan kreativitasnya masing-masing. Selain itu keterampilan yang didapatkan guru melalui kegiatan abdimas ini selanjutnya dapat sebagai salah satu rintisan mendirikan lembaga PAUD binaan yang dapat dikelola oleh Ibu-Ibu di sekitar desa Jampang. Tidak Gambar 19. Hasil Pre Test Penguatan kemampuan membaca buku UCAPAN TERIMA KASIH Setuju Terima kasih kepada Direktur LAZ Al Azhar yaitu Bapak H. Daram, penanggung jawab Desa Jampang yaitu Bapak Deden dan pimpinan Saung Ilmu An Nahdoh yaitu Bapak Cahyadi yang telah menjadi mitra, serta kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Al Azhar Indonesia yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam pendanaan Prime Public Service Grant tahun 2021. Tidak Gambar 20. Hasil Post Test Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Faktor yang mendukung masyarakat ini adalah Kerjasama antara tim peneliti dengan guru mitra yang sangat baik. Materi pengabdian yang diberikan oleh peneliti dibutuhkan oleh para orang tua. Antusiasme dari 16 orang peserta yang dibuktikan dengan keseriusan dalam mengikuti kegiatan mulai dari awal hinggal akhir kegiatan selama 2 hari. DAFTAR PUSTAKA