Volume 9 No. Page 115-120 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. https://journal. id/index. php/jcps/ind Stres Akademik dan Prestasi Akademik di Kalangan Mahasiswa Farmasi Universitas Negeri dan Swasta Syahida Purnama1* Abstract Anna Wahyuni Widayanti2 Pendidikan farmasi dikenal memiliki tuntutan akademik yang tinggi dan berisiko menimbulkan stres yang berdampak pada prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres akademik serta hubungannya dengan prestasi akademik pada mahasiswa farmasi universitas negeri dan swasta di Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 243 mahasiswa farmasi. Pengukuran stres akademik dilakukan menggunakan kuesioner Stress Academic Scale 30-item yang telah tervalidasi, sedangkan prestasi akademik diukur berdasarkan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dilaporkan oleh mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dari kedua institusi mengalami stres akademik dalam kategori sedang, dengan proporsi stres tinggi lebih banyak ditemukan pada mahasiswa universitas negeri . %) dibandingkan mahasiswa universitas swasta . ,59%). Sumber stres utama pada mahasiswa universitas negeri berkaitan dengan beban akademik seperti tugas dan lama studi, sedangkan mahasiswa universitas swasta lebih dipengaruhi oleh kondisi kehidupan seperti biaya hidup, jarak dari keluarga, dan kurangnya waktu rekreasi. Ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres akademik dan IPK mahasiswa . = 0,. , yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik, maka semakin rendah prestasi akademik mahasiswa farmasi. Kesimpulannya, stres akademik dialami oleh mahasiswa farmasi baik di universitas negeri maupun swasta, dengan sumber stres yang berbeda. Stres akademik berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik sehingga perlu adanya strategi edukasi dan intervensi manajemen stres dalam pendidikan farmasi. Yayi Suryo Prabandari3 1Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Kalimantan Selatan 2Departemen Farmasetik. Fakultas Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta 3Departemen Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Gadjah Mada. Indonesia *email: syahidapurnama@umbjm. Kata kunci: Stres Akademik Performa Akademik Mahasiswa Farmasi Universitas Negeri Universitas Swasta Article Info Received: Juli 2025 Accepted: September 2025 Published: September 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Pendidikan farmasi merupakan salah satu bidang pendidikan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Mahasiswa farmasi dihadapkan pada berbagai tantangan seperti beban akademik yang kompleks, jadwal kuliah yang padat, praktikum laboratorium yang menuntut ketelitian tinggi, penyusunan tugas akhir . Tekanan yang terus-menerus dari tuntutan akademik tersebut berpotensi menimbulkan stress kesejahteraan psikologis, serta performa akademik mahasiswa. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 115-120 e-ISSN: 2598-2095 Permasalahan prestasi akademik di kalangan mahasiswa akademik yang tinggi berdampak pada mahasiswa, termasuk perguruan tinggi masih menjadi isu yang perlu mendapat prestasi akademiknya . Data Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. tahun 2023 menunjukkan bahwa rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Indonesia berada pada rentang 3,10Ae3,25, namun sekitar 27% mahasiswa mengalami penurunan IPK pada tahun kedua dan ketiga masa studinya akibat tekanan akademik dan adaptasi terhadap metode pembelajaran yang lebih kompleks. kalangan mahasiswa farmasi, tantangan akademik cenderung lebih besar karena kurikulum yang sarat dengan kegiatan laboratorium, praktik klinik, serta evaluasi berlapis. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa farmasi memiliki stres yang cukup tinggi dalam hal akademiknya dibandingkan mahasiswa Misalnya. Sudan menunjukkan bahwa 92% mahasiswa farmasi mengalami stres akademik, dengan sebagian besar . ,2%) dari mereka berada pada tingkat stres sedang dan . ,5%) mengalami stres tinggi. Penurunan performa akademik tidak hanya berdampak pada pencapaian IPK atau kelulusan tepat waktu, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis dan kesiapan profesional mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik rendah cenderung mengalami penurunan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta risiko dropout yang lebih tinggi. Dalam konteks pendidikan farmasi, performa akademik yang buruk juga dapat menghambat penguasaan kompetensi klinik dan profesionalisme yang esensial bagi calon apoteker. Salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan menurunnya performa akademik adalah stres akademik. Stres akademik merupakan kondisi tidak nyaman dan tertekan yang dialami oleh mahasiswa karena tuntutan atau tekanan dalam akademik sehingga mengakibatkan ketegangan fisik, psikologi dan perubahan perilaku. Kirana . mendefinisikan stres akademik sebagai stres yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan, dan terjadi bila mahasiswa mengalami ketegangan emosi pada saat ia gagal mengatasi tuntutan tersebut. Stres Ketika mahasiswa mengalami stres akan muncul empat reaksi yang terdiri dari reaksi fisik yang ditandai dengan kesulitan tidur dan sakit kepala, reaksi emosional yang ditandai dengan kemunculan perasaan seperti kecemasan dan ketidakpuasan, reaksi perilaku yang ditandai dengan perilaku membolos dan berperilaku agresif, dan reaksi proses berpikir yang ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi . Beberapa studi menunjukkan bahwa stres akademik menjadi isu yang signifikan di kalangan mahasiswa farmasi. Penelitian oleh Alamri & Nazir . di Arab Saudi mengungkap bahwa hampir 50% mahasiswa farmasi mengalami stres tingkat sedang kesejahteraan dan prestasi akademik . Di Malaysia, mencatat bahwa perubahan mendadak dalam metode pembelajaran akibat pandemi justru meningkatkan tekanan mental mahasiswa farmasi . Standar dan pedoman Accreditation Council for Pharmacy Education (ACPE) mencakup panduan untuk Standar 24. mengenai stres mahasiswa: Perguruan tinggi dan sekolah dianjurkan untuk menilai dan mengatasi penyebab mendasar dari pengalaman belajar yang tidak efektif. Penilaian tersebut mempertimbangkan upaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa, kualitas pengajaran oleh fakultas, serta kesesuaian metode penilaian yang diterapkan dalam kurikulum. Penilaian ini juga mencakup pengukuran tingkat stres yang dirasakan oleh dosen, staf, dan mahasiswa, serta evaluasi terhadap potensi stres yang dapat berdampak negative pada hasil program dan moral . Di sekolah farmasi, penelitian Silva . telah melaporkan tingkat stres yang tinggi dan hubungan negatif antara stres dan kualitas hidup. Tingkat stres, kecemasan, dan tekanan emosional yang tinggi juga berkontribusi terhadap depresi, kesepian dan kesulitan dalam hubungan sosial pada mahasiswa. Namun, sebagian besar mahasiswa tidak mampu untuk mencari Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 115-120 e-ISSN: 2598-2095 bantuan karena takut akan stigmasi, kesalahpahaman atau mahasiswa farmasi di Kalimantan Selatan. Sampel penelitian ini kurangnya validasi dari guru atau dosen mereka . adalah mahasiswa aktif program studi S1 Farmasi dan Faktor-faktor penyebab stres tidak hanya bersifat personal dan psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks lingkungan akademik tempat mahasiswa belajar. Dalam hal ini, jenis institusi pendidikan apakah universitas negeri atau swasta berpotensi memberikan pengalaman akademik yang berbeda, yang turut memengaruhi tingkat stres yang dirasakan oleh mahasiswa farmasi. Dalam konteks Indonesia, universitas negeri dan swasta memiliki perbedaan signifikan dalam hal dalam hal ketersediaan sumber daya, beban kurikulum, rasio dosen-mahasiswa, serta sistem evaluasi akademik. Perbedaan tersebut berpotensi menciptakan pengalaman belajar dan tingkat stres yang berbeda pada mahasiswa. Meskipun telah banyak penelitian mengenai stres akademik pada mahasiswa farmasi di luar negeri, studi yang membandingkan tingkat stres akademik dan performa akademik antara mahasiswa farmasi di universitas negeri dan swasta di Indonesia masih terbatas. , . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik dan performa akademik di kalangan mahasiswa farmasi universitas negeri dan swasta di Indonesia, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris faktor-faktor memengaruhi prestasi akademik mahasiswa farmasi, serta menjadi dasar bagi institusi pendidikan untuk merancang intervensi yang efektif dalam mengelola stres akademik METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat stres akademik mahasiswa farmasi di universitas negeri dan swasta serta melihat hubungan hipotesis dari dua variabel Pendidikan Profesi Apoteker dari dua universitas. Teknik pengambilan sampel menggunakanan cara convenience sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara aksidental pada responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi penelitian. Penelitian ini menggunakan instrumen stres akademik yang telah digunakan dalam penelitian Julika . yang terdiri dari 30 item pernyataan tentang stres akademik . Skala likert yang digunakan terdiri dari lima pilihan jawaban yaitu. Tidak Pernah . Jarang . Kadang-kadang . Sering . , dan Selalu . Sedangkan performa akademik dilaporkan dari Indek Prestasi Kumulatif (IPK) yang dikumpulkan sendiri. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan content validity, face validity, dan pilot study, sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan pilot study. Dalam penelitian ini, content validity dan face validity dilakukan oleh pakar yang relevan dengan bidang penelitian, sedangkan pilot study melibatkan 30 responden untuk memastikan hasil yang reliabel dan distribusi data yang mendekati normal . Responden diminta untuk menyelesaikan instrument dan memberikan masukan terkait dengan keefektifan kalimat yang digunakan. Hasil uji validitas dan reliabilitas terhadap 30 responden yang ikut dalam pilot study dan diperoleh hasil nilai signifikansi semua item <0,05 dan nilai keofisien CronbachAos Alpha sebesar 0,939 sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner stres akademik pada penelitian ini valid dan reliabel. Penelitian ini telah lolos kaji etik No. 467/UMB/KE/VII/2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang diperoleh peneliti sebanyak 243 partisipan. Gambaran umum mengenai partisipan dapat dilhat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Gambaran Umum Partisipan (N=. yaitu stres akademik dengan prestasi akademik. Penelitian ini dilaksanakan di dua universitas . egeri dan swast. di Kalimantan Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah Karakteristik Usia . 67,49% Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 115-120 e-ISSN: 2598-2095 27,57% 4,94% Tabel 2. Kategorisasi Tingkat Stres Akademik (N=. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 19,34% 80,66% Kategorisasi Asal Universitas Universitas Negeri Universitas Swasta Semester Profesi Apoteker IPK <3. <2. Pengalaman Kegiatan Non Akademik Pernah Tidak Pernah 41,15% 58,85% 16,46% 4,12% 48,56% 30,86% 16,46% 4,12% 48,56% 30,86% 90,12% 9,88% Tinggi Sedang Rendah Total Universitas Negeri Universitas Swasta 12,59% 69,23% 18,18% Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa farmasi di universitas negeri mengalami tingkat stres akademik kategori tinggi lebih besar . %) dibandingkan dengan mahasiswa farmasi di universitas swasta . ,59%). Perbedaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tuntutan akademik yang tinggi, beban tugas, serta perbedaan sistem pendidikan dan sumber daya antara universitas negeri dan swasta. Temuan ini sejalan dengan penelitian Alshagga et al. , yang menunjukkan Jenis Tempat Tinggal Sendiri . Bersama Teman . srama, sewa rumah, dl. Bersama Orang Tua Bersama Kerabat 48,97% 18,93% 24,69% 7,41% bahwa pada mahasiswa farmasi di universitas negeri. Uang Saku Perbulan Rp 3. 21,81% 55,56% 17,28% 5,35% universitas swasta, stres lebih berkaitan dengan faktor stres berkorelasi kuat dengan faktor akademik, seperti studi secara umum dan tugas-tugas. Sementara itu, di kehidupan, seperti biaya hidup, tinggal jauh dari keluarga, dan kurangnya waktu rekreasi . Mahasiswa universitas negeri lebih terdampak oleh Mayoritas responden berusia 17Ae21 tahun . ,49%) dan tekanan akademik karena beberapa alasan, antara lain didominasi oleh perempuan . ,65%). Berdasarkan asal persaingan masuk yang ketat, biaya kuliah yang lebih perguruan tinggi, responden terbagi cukup merata antara rendah sehingga diikuti ekspektasi sosial yang lebih universitas negeri . ,15%) dan universitas swasta . ,85%). tinggi, serta lingkungan akademik yang kompetitif. Hal Responden terbanyak berada pada semester 7 . ,52%), diikuti ini menunjukkan bahwa sumber stres antara mahasiswa oleh semester 5 . ,72%), 6 . ,52%), dan 3 . ,46%). Hampir farmasi di universitas negeri dan swasta memiliki seluruh responden . ,12%) memiliki pengalaman mengikuti kegiatan non-akademik. Dari segi tempat tinggal, sebagian besar pendekatan yang berbeda dalam penanganannya. tinggal sendiri di kos . ,97%). Uang saku bulanan terbanyak berada pada kisaran Rp1. 000AeRp1. ,85%). Stres Akademik di Kalangan Mahasiswa Farmasi Gambaran hasil penelitian tingkat stres akademik di kalangan mahasiswa farmasi universitas negeri dan swasta dapat dilihat pada tabel 2 berikut: Hubungan antara Stres Akademik dan Performa Akademik di Kalangan Mahasiswa Farmasi Uji statistik yang digunakan dalam analisis ini, yaitu Uji Korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk melihat signifikansi hubungan antara stres akademik dengan IPK mahasiswa. Apabila nilai p-value <0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 115-120 Tabel 3. Hubungan stres akademik dan performa akademik (IPK) Variabel Mean Standar Deviasi Stres Akademik IPK p-value Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan yang bermakna dan signifikan antara stres akademik dan IPK. Stres akademik menjadi prediktor kuat terhadap menurunkan IPK mereka. Dalam konteks ini, stres akademik sering menjadi prediktor utama kinerja KESIMPULAN *p-value <0,05 = Signifikan IPK mungkin kesulitan fokus pada studi mereka, yang dapat akademik . e-ISSN: 2598-2095 Beberapa menunjukkan bahwa stres akademik secara signifikan memengaruhi kinerja akademik mahasiswa farmasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara stres akademik dan performa akademik Semakin tinggi atau rendah skor stres akademik dapat berdampak terhadap performa akademik mahasiswa UCAPAN TERIMAKASIH