An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI: https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2021 Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen Siti Atikah. Imam Satibi. Muna Fauziah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: imam_stb@yahoo. Abstract The purpose of this study is to analyze the management of character education based on the tradition of pesantren at SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen. Qualitative research is used in this study. The research location is in Al-Kahfi Islamic Middle School Somalangu Kebumen. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The respondents were principals, vice principals, counseling guidance teachers, classroom teachers, and students. The data were analyzed through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings show that the management of character education based on the tradition of pesantren at SMP Islam al-Kahfi is by planning, organizing, implementing, and controlling/evaluating, while character education based on pesantren is carried out through learning, extracurricular, and habituation to students with identical religious characters, honest, tolerant, disciplined, love the homeland, friendly and care for the environment. Keywords: Management. Character Education. Islamic Boarding School Tradition Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen. Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian bertempatan di SMP Islam Al-kahfi Somalangu Kebumen. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, serta dokumentasi. Adapun yang menjadi responden yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bimbingan konseling, guru kelas, dan peserta didik. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren di SMP Islam al-kahfi dengan cara membuat perencanaan, pengorganisasian, penerapan, dan pengendalian/evaluasi, sedangkan pendidikan karakter berbasis pesantren dilaksanakan melalui pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan kepada peserta didik dengan identic karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, cinta tanah air, bersahabat dan peduli lingkungan. Kata Kunci: Manajemen. Pendidikan Karakter. Tradisi Pesantren PENDAHULUAN Pendidikan mendewasakan, menata dan mengarahkan suatu program yang telah direncanakan 1 Pendidikan juga berarti proses pengembangan bermacam potensi dari manusia agar manusia tersebut dapat berkembang dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Dalam dunia pendidikan, tujuan menjadi hal yang penting untuk dibangun dan direncanakan. Tujuan pendidikan nasional menjadi rumusan mengenai kualitas manusia dan menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Saat ini, pendidikan karakter menjadi ikon yang digaungkan oleh pemerintah pendidikan agar dapat diimplementasikan secara maksimal. Pendidikan karakter dianggap sebagai nilai-nilai atau perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, adat istiadat, dan estetika. 3 Penguatan pendidikan karakter menjadi sangat relevan untuk mengatasi dekadensi moral yang sedang terjadi di negara ini. Maka, pendidikan karakter menjadi instrument penting dalam pembangunan suatu bangsa. Sayangnya, banyak fenomena yang memperlihatkan adanya penyimpangan social di kalangan masyarakat. Hal itu dapat terlihat saat siswa mengikuti pembelajaran di kelas. Beberapa siswa masih menggunakan bahasa kesehariannya dan diterapkan saat mereka Amiruddin. Implementasi Pendidikan Karakter di MAN 1 Kota Kendari. EDUCANDUM, 4. , 1430. Omeri. Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan. Manajer Pendidikan, 9. Ramdhani. Lingkungan Pendidikan dalam Implementasi Pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan UNIGA, 8. , 28-37. berbicara dengan guru. 4 Ada pula masalah lain yang sedang menjadi momok di negeri kita sendiri, yakni beberapa kasus pelecehan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan, baik kasus yang terjadi di sekolah dasar hingga perguruan tinggi. 5 Kondisi karakter anak-anak di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Mereka sering melewati batas yang telah menjadi adat istiadat di negeri ini. Kasus lain yang sama kejamnya berupa bullying yang santer terjadi di lembaga pendidikan formal. 6 Masalah ini tentu memperburuk citra Negara Indonesia tentang pendidikan karakter. Selain itu, mutu sekolah yang terjadi saat ini masih cukup rendah. Ini disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. 7 Faktor internal seperti minat yang rendah terhadap aturan sekolah dikarenakan aturan pondok yang harus bangun pagi lebih awal melaksankan shalat tahajud, witir, dan lain-lain sehingga di pagi hari saat peserta didik masuk sekolah di dalam kelas mengantuk yang mengakibatkan peserta didik menjadi malas dan cuek, tidak ada semangat dan motivasi belajar. Faktor eksternal seperti keteladanan guru atau ustad yang masih kurang baik karena masih terdapat beberapa guru atau ustad yang terlambat datang ke sekolah di karenakan guru tersebut bertempat tinggal jauh dari lokasi sekolah, sikap guru yang kurang tegas dalam menegur peserta didik yang berperilaku kurang baik seperti berpenampilan tidak sesuai aturan dan berbicara kasar atau mengucap kalimat tidak sopan terhadap guru, ngantuk di kelas, kurang optimalnya penerapan reward terkait aturan, sehingga pengawasan dalam pembinaan masih belum optimal karena keterbatasan jumlah guru atau ustad yang tidak seimbang dengan jumlah peserta didik. Dalam rangka mengantisipasi rendahnya pendidikan karakter di Indonesia, maka diperlukan pengkajian kembali terhadap pendidikan karakter yang ada di lingkungan pondok Pesantren bukan sekedar membahas sistem pendidikan, arah, ataupun tujuan pengajaran, melainkan membahas tentang desain, tradisi atau budaya pesantren, sebagai Faiz. Hakam. Sauri. , & Ruyadi. Internalisasi Nilai kesantunan berbahasa melalui pembelajaran pai dan budi pekerti. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 29. , 13-28. Widodo. Membangun Kerangka Filosofis Pendidikan Yang Berbasis Pada Problem Sosial Sembodo Ardi Widodo Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Nizham Journal of Islamic Studies, 4. , 307-329. Agustin. Saripah. , & Gustiana. Analisis tipikal kekerasan pada anak dan faktor yang Jurnal Ilmiah Visi, 13. , 1-10. Maesaroh. Peranan metode pembelajaran terhadap minat dan prestasi belajar pendidikan agama Islam. Jurnal kependidikan, 1. , 150-168 lembaga pendidikan dengan nuansa religious. 8 Setiap lembaga pesantren atau lembaga formal memiliki aktivitas pengelolaan yang ketat. Pengelolaan atau manajemen ini mengangkat prinsip dasar dan keilmuan yang terkandung dalam Al-QurAoan dan hadist. Pengelolaan atau manajemen memiliki arti yang krusial dalam sebuah organisasi. Peran serta manajemen berpengaruh pada perkembangan organisasi di lembaga tersebut. Manajemen juga menjadi pintu atau jalan untuk memecahkan suatu masalah. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren di SMP Islam AlKahfi Somalangu Kebumen. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan traiangulasi sumber data dan metode. Analisa data dilakukan dengan mengadopsi analisis interaktif Miles & Huberman dengan cara mereduksi data, menyajikan data, serta membuat HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian berikut ini merupakan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi penulis dengan subyek penelitian yaitu Kepala Sekolah. Waka Kurikulum. Waka kepeserta didikaan. KTU. Wali Kelas serta guru di SMP Islam Al-Kafhi Somalang Kebumen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen memiliki visi, misi dan tujuan yang spesifik mengarah pada manajemen pendidikan karakter berbasis pesantren. Unsur terpenting dalam manajemen pendidikan karakter berbasis pesantren adalah perencanaan. Pada tahap perencanaan. SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Qomar. Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Erlangga Astuti. Herminingsih. , & Suprapto. Persepsi Mahasiswa Terhadap Perilaku Menyontek (Studi Kasus Program Studi Manajemen S1 FEB-UMB Jakart. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, 5. , 354-362. Kebumen telah melakukan beberapa program perencanaan. Perencanaan pendidikan karakter di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen dibagi melalui perencanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran, perencanaan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan perencanaan pendidikan karakter dalam kegiatan pembiasaan. Pertama, perencanaan pembelajaran adalah tahap awal yang harus dilalui setiap kali ingin melaksanakan pembelajaran. Salah satu bentuk dari persiapan mengajar ini adalah dengan membuat Rencana Penerapan Pembelajaran atau yang dikenal dengan RPP dan meyediakan media jika diperlukan. Langkah pertama pada rencana pembelajaran, guru SKI VII menyatakan kegiatan untuk pembelajarannya. Ketika Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang disusun secara baik dan benar di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen akan memudahkan guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas. Dalam RPP, seorang guru senantiasa menyatakan tujuan yang akan dicapai, tahapan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, sumber dan media yang digunakan, metode dan strategi yang akan dilaksanakan, serta terakhir jenis penilaian yang diterapkan. Pada tahap perencanaan, penulisan kaldik dan jadwal juga merupakan hal yang penting. Sesuai hasil wawancara kepada sekolah, setiap awal tahun pelajaran dibuatkan kaldik oleh yayasan yang disesuaikan dengan pemerintah serta kondisi sekolah yang berbasis pesantren. Kedua, hasil wawancara dan observasi dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler SMP Islam Al-kahfi Somalangu Kebumen dilakukan melalui tahapan . analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler. identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik. menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan. mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya. menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler. Ketiga, temuan di lapangan menghasilkan data perencanaan pendidikan karakter dalam kegiatan pembiasaan SMP Islam Al-kahfi Somalangu Kebumen dirancang pada awal tahun pelajaran. Hal ini sesuai dengan pedoman Penerapan pendidikan karakter Kementerian pendidikan dan kebudayaan. Pedoman tersebut berbunyi kegiatan sekolah yang diikuti seluruh atau sebagian peserta didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah Kegiatan direncanakan sejak awal tahun pelajaran. Adapun jenis kegiatan yang direncanakan dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yaitu: kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisia. Perencanaan pendidikan karakter dalam kegiatan SMP Islam Al-kahfi Somalangu Kebumen meliputi kegiatan rutin, kegiatan tahunan, pengkondisian, dan keteladanan. Kegiatan rutin yang diselenggarakan SMP Islam Alkahfi Somalangu Kebumen seperti menguvcapkan salam, berdoAa bersama sebelum dan sesuadah pembelajara, piket harian kelas, upacara bendera dan ziaroh kubur bersama. Pengorganisasian Pengorganisasikan sumber daya yang dimiliki . dengan langkah-langkah yang harus dilakukan kepala sekolah dalam pengorganisasian pendidikan karakter diantaranya memerinci tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh guru dan staf untuk mencapai tujuan pendidikan karakter, membagi seluruh tugas /beban kerja menjadi aktivitas atau kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh guru dan staf, mengelompokan tugas para guru dan staf dengan cara rasional dan efisien, menetapkan mekanisme kerja untuk mengkoordinasi pekerjaan dalam satu kesatuan yang harmonis dengan merumuskan SOP pendidikan karakter, dan melakukan monitoring dan mengambil langkah-langkah penyesuian untuk mempertahankan serta meningkatkan penyelenggaraan pendidikan Pembagian tugas terhadap personil yang dianggap mampu dan cakap merupakan langkah yang harus ditempuh kepala sekolah sebagai pemimpin dalam rangka mengefektifkan koordinasi, guna mencapai tujuan pendidikan karakter yang sudah 11 Kepala sekolah yang baik akan mampu membagi semua program pengembangan pendidikan karakter berbasis pesantren pada tim manajemennya, para guru, dan staf administrasinya secara professional. Pembagian tugas guru dan karyawan merupakan bagian dari agenda rapat awal tahun yang diselenggarakan bersama pihak dari yayasan dengan seluruh guru dan karyawan SMP Islam Al-Kahfi Somalang Kebumen. Yang dibahas pada rapat awal tahun adalah pembagian tugas guru dalam pembelajaran, penentuan Faijin. Manajemen Pembiayaan Pendidikan (Studi Kasus di MTS Maslakul Huda Sluk. Tesis (Doctoral dissertation. STAIN Kudu. Nurhasanah. Manajemen Pendidikan Karakter Peserta Didik. Jurnal Tata Kelola Pendidikan, 1. , jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, penanggung jawab masing-masing kegiatan, dan rencana anggaran. Ketika rapat semua guru diberikan kebebasan untuk mengungkapkan ide dan gagasannya terkait dengan pendidikan karakter. Setelah terjadi mufakat maka hasil rapat dijadikan dasar keputusan. Sehingga ketika memasuki awal tahun pelajaran, kami sudah tinggal menjalankan saja. Penerapan Penerapan manajemen pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren dilakukan dengan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran, penerapan pendidikan karakter dalam ekstrakulikuler, dan penerapan pendidikan karakter melalui pembiasaan. Pertama, penerapan pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti metode reward and punishment, metode motivasi, metode pembiasaan, dan metode keteladanan. Nilai-nilai Pendidikan Karakter di SMP Islam AlKahfi dalam menjalankan program-programnya. SMP Islam Al-Kahfi mengintegrasikan nilai-nilai karakter, kedalam program-program yang telah disusun. Adapun nilai karakter minimal yang harus dimiliki peserta didik SMP Islam Al- Kahfi. Dengan hasil wawancara dengan Bapak Ahmad selaku Guru Muatan pelajaran SKI di sekolah tersebut. Kedua, kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu program yang tepat dalam membentuk karakter peserta didik, karena dalam Penerapannya kegiatan ekstrakurikuler dirancang menjadi kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan produktif. Adapun kegiatan ekstra di SMP Islam Al-kahfi Somalanguyang berperan dalam pembinaan karakter peserta didik antara lain: ekstrakulikuler pramuka, ekstrakulikuler dram band, ekstrakulikuler Rebana, (PMR), ekstrakulikuler English club, dan ekstrakulikuler Arab club. Ketiga, pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren di SMP Islam Al-kahfi Somalangu ini merupakan sekolah yang menerapkan tradisi/pembiasaan diantanya: Tradisi pengajian ahad wage dan Tradisi ziarah kubur. Tradisi pengajian ahad wage yaitu merupakan pengajian rutin yang dilaksanakan 36 hari sekali yang bertepatan pada hari minggu wage. Pengajian ini suatu kebiasaan atau tradisi yang sering di laksanakan oleh seluruh warga di SMP Islam al-kahfi somalangu untuk meningkatkan karakter religius, baik dari peserta didiknya, guru-guru dan seluruh staf SMP Islam al-kahfi Somalangu. Pengajian ini dilaksanakan oleh seluruh santri yang tinggal di pesantren al-kahfi Somalangu. Setiap pengajian berlangsung maka seluruh yang hadir patuh dalam melaksanakan keyakinan yang Nilai karakter religius telah menjadi budaya di SMP Islam Alkahfi Somalangu Kebumen. Pengawasan Pengawasan dalam pendidikan karakter berfungsi untuk melihat apakah programprogram pendidikan karakter yang telah disepakati dan telah didistribusikan kepada guru dan staff telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional Penerapan atau belum. 12 Sesuai dengan hasil wawancara telah memaparkan bahwa pengawasan yang dilakukan dalam pendidikan karakter berbasis pesantren bertujuan untuk memperbaiki proses dalam rangka perbaikan hasil pendidikan. Guru dan staff sangat perlu untuk mendapatkan pembenaran atau koreksi terhadap apa yang mereka kerjakan, agar mereka tau apa dan bagaimana pekerjaan itu harus dikerjakan. Pengawasan atau evaluasi yaitu proses pemantauan, penilian, dan pelaporan rencana atas pencapaian tujuan yang telah di tetapkan untuk tindakan korektif sehingga menjadi lebih baik, pengendalian dalam pendidikan karakter berfungsi untuk melihat program-program pendidikan karakter yang telah dispakati, telah di distribusikan kepada guru dan staf telah dilaksanakan sesuai dengan standar oprasional Penerapan. Penerapan pendidikan karakter perlu adanya pengawasan/evaluasi di SMP Islam Alkahfi Somalangu pengawasan/evaluasi perubahanperubahan perilaku peserta didik, perilaku positif yang dibudayakan di sekolah akan menjadi kebiasaan yang bila dilakukan tidak terasa berat sehingga pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren berjalan dengan baik. Adapun pengawasan yang dilaksanakan di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen antara lain. Pertama, pengawasan pendidikan karakter dalam pembelajaran hanya melakukan Penilaian pendidikan karakter dalam pembelajaran meliputi aspek pengetahuan dan ketrampilan dalam bentuk nilai dan predikat, dan nilai spiritual dan nilai sosial dalam bentuk deskripsi. Penilaian sikap dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan Zindani. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Smk Negeri 1 Gombong Kabupaten Kebumen Sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan (Doctoral dissertation. Universitas Negeri Semaran. konseling (BK), dan wali kelas, melalui observasi yang dicatat dalam jurnal. Observasi oleh guru mata pelajaran dilaksanakan selama proses pembelajaran dan di luar pembelajaran, sedangkan observasi oleh BK dan Wali kelas dilaksanakan di luar jam pembelajaran baik secara langsung maupun berdasarkan informasi/laporan yang valid dari kerjasama dengan wali kelas yang ada. Adapun mengenai tindakan pembinaan dilakukan secara spontan dengan menegur langsung. Jika masalahnya berulang dan butuh solusi lanjut dilakukan secara bertahap, mulai dari pemanggilan peserta didik oleh wali kelas untuk mendapatkan pengarahan, jika masalah belum bisa diselesaikan bisa di koordinasikan dengan guru BK, namun jika perilaku yang ditimbulkan belum bisa terselesaikan bisa di selesaikan ke bagian kepeserta didikan hingga pemanggilan orang tua peserta didik. Kedua, pengawasan dari kepala sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan dua cara yaitu melihat kegiatan esktrakurikuler secara langsung untuk memastikan kegiatan ini terlaksana dan mengecek laporan bulanan dari Pembina ekstrakurikuler. Adapun mengenai Penilaian diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam mengikuti kegiatan Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses, keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Penilaian dilakukan secara Pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka, peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskandan berpengaruh terhadap kenaikan kelas. Hasil penilaian, dimasukkan ke dalam rapot peserta didik. Berdasarkan wawancara di atas, terungkap bahwa hasil evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir tahun, sekolah melakukan revisi Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler yang ada untuk tahun ajaran berikutnya. Ketiga, pengawasan dari kepala sekolah terhadap kegiatan pembiasaan dilakukan melalui memonitoring penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan pembiasaan. Mengenai upaya yang dilakukan jika ada peserta didik yang berperilaku menyimpang. Bapak Salim mengatakan bahwa. AuTindakan pembinaan dilakukan secara spontan dengan menegur Jika masalahnya berulang dan membutuhkan penanganan khusus pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemanggilan peserta didik oleh wali kelas untuk mendapatkan pengarahan, jika masalah belum bisa diselesaikan bisa di koordinasikan dengan guru BK, namun jika perilaku yang ditimbulkan belum bisa terselesaikan maka peserta didik akan dikembalikan kepesantren untuk di bina oleh pengurus pesantrenAy. Dari beberapa penjelasan di atas, diketahui bahwa pengendalian/Pemgawasan pendidikan karakter berbasis pesantren di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dengan selalu adanya pengecekan antara pihak sekolah, yayasan dan bekerjasama dengan pesantren pada batasan target waktu yang ditentukan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang manajemen pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren di SMP Islam Al-Kahfi Somalangu Kebumen maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . Perencanaan Pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren Perancanaan pendidikan karakter di SMP Islam Al-kahfi Somalangu Kebumen yaitu perencanaan pembelajaran untuk merancang kaldik (Kalender Pendidika. yang berintegrasi dengan tradisi pesantren. Program tahunan, program semester, silabus dan RPP. ekstrakulikuler dengan menentukan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler SMP Islam Al-kahfi disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh sekolah. perencanaan dalam kegiatan pembiasaan. pengorganisasian pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren Pembagian tugas guru dan karyawan merupakan bagian dari agenda rapat awal tahun yang diselenggarakan bersama pihak dari yayasan rubat al-kahfi somalangu dengan seluruh guru dan karyawan SMP Islam Al-Kahfi Somalang Kebumen. penerapan pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren Penerapan pendidikan karakter bagi peserta didik di SMP Islam al-kahfi somalangu kebumen yaitu: penerapan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, penerapan pendidikan karakter pada kegiatan . pengawasan/evaluasi pendidikan karakter berbasis tradisi pesantren penerapan pendidikan karakter perlu adanya pengawasan/evaluasi di SMP Islam Al-kahfi Somalangu di antaranya pengawasan pendidikan karakter dalam pembelajaran dengan adanya pengawasan dari kepala sekolah dalam pembelajaran hanya melakukan monitoring, pengawasan dari kepala sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler, dan pengawasan dari kepala sekolah terhadap kegiatan pembiasaan. DAFTAR PUSTAKA