Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) 2 . 14-18 e-ISSN 2988-2907. p-ISSN 2988-4667 Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) Journal homepage: https://w. id/index. php/pcn Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Batu Kalang Bagi Nelayan Pesisir Selatan dari Hasil Laut Batu kalang Regional Community Empowerment Training For South Coastal Fishermen from Marine Products Rio Rahmat Yusran1*. Nanda Harry mardika2. Resadana Yusran3. Robi Zarianto3. Rivo Handayani3 Email: riorahmatyusran@gmail. 1Prodi. Akuntansi. Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Indonesia 2Prodi. Manajemen. Universitas Putera Batam. Indonesia 3,4,5Praktisi Sumatera Barat. Indonesia *) coresponding author Keywords Abstract Coastal rural development. Information technology. Appropriate The community around Nagari Batu Kalang. Pesisir Selatan Regency, is mostly a community with two livelihoods, namely fishing during certain seasons to go to sea and trading during the stormy season which results in the community not being able to go to sea. The biggest problem is the very low level of community participation in coastal area development, which causes local communities to have less attachment to their environment, especially to their livelihoods as local The lack of knowledge, the level of education that is still not achieved by government programmes, and the local community still does not have and appropriate technology that can help facilitate fishermen in finding fish for their This community service programme aims to provide empowerment and training to the local community in providing solutions, minimising the problems that occur, especially in the fisheries sector in the equivalent village of Nanggalo in the Batu Kalang coastal fishing area. The method of implementing the community service programme is carried out by lecture methods, discussions with the Logical Framework Approach participatory approach, management of marine products with appropriate technology to keep the quality of fish fresh to the destination, as well as effective marketing methods with the target of the service programme is the fishermen group. Kata Kunci Abstrak Pembangunan pedesaan Masyarakat disekitar Nagari batu kalang kabupaten Pesisir Selatan Sebagian pesisir. Teknologi informasi, besar merupakan masyarakat dengan dua mata pencahariannya yaitu nelayan Teknologi tepat guna pada saat musim tertentu untuk melaut dan berdagang pada saat musim badai yang mengakibatkan masyarakat tersebut tidak bisa melaut. Permasalahan terbesar adalah masih sangat rendahnya keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan kawasan pesisir, hal ini menyebabkan masyarakat lokal kurang memiliki keterikatan dengan lingkungannya, terutama pada mata pencaharian sebagai nelayan setempat. Kurangnya ilmu pengetahuan, tingkat pendidikan yang masih belum tercapai dengan program pemerintah, serta masyarakat lokal masih belum memiliki dan teknologi tepat guna yang dapat membantu mempermudah nelayan dalam mencari ikan sebagai mata Program pengabdian kepada masyrakat ini bertujuan untuk melalukan pembedayaan dan pelatihan kepada masyarakat setempat dalam memberikan solusi, meminimalisir permasalahan yang terjadi khususnya sektor perikanan di nagari setara nanggalo wilayah batu kalang pesisir Yusran et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 2 . , 2024, pp. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat dilakukan metode ceramah, diskusi dengan pendekatan partisipatif Logical Framework Approach, pengelolaan hasil laut dengan teknologi tepat guna untuk menjaga kualitas ikan tetap segar sampai tujuan, serta cara pemasaran yang efektif dengan sasaran program pengabdian adalah kelompok nelayan. Pendahuluan Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam masyarakat merupakan suatu bentuk kepercayaan kita tentang peranan dari teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu pembelajaran. nelayan adalah dengan menerapkan teknologi tepat guna yang dapat mendukung akselerasi kehidupan masyarakat pesisir nelayan sehingga mencapai titik Pembangunan desa nelayan ini dirancang untuk sejalan dengan perkembangan teknologi, sehingga dapat membantu nelayan dalam berbagai aspek, seperti pengelolaan hasil tangkapan, pemasaran, dan peningkatan efisiensi kerja. Masyarakat lokal Batu Kalang. Pesisir Selatan. Sumatera Barat, sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Selain itu, mereka juga bekerja sebagai pedagang maupun buruh dagang pada musim-musim tertentu. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, diharapkan masyarakat nelayan di Batu Kalang dapat meningkatkan taraf hidup mereka melalui berbagai peluang ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan . Sumber: Hasil dokumentasi Gambar 1. Kampung Nelayan pesisir Selatan Jauh di masa silam, wilayah pesisir selatan merupakan daerah panjang pesisir pantai Sumatera Barat yang terdiri dari rawa-rawa dataran rendah dan perbukitan. Wilayah pesisir merupakan pertemuan antara dua fenomena yaitu laut dan darat, di mana secara ekologis wilayah ini dapat berdiri sendiri karena bergantung pada keseimbangan antara berbagai elemen alam yang berinteraksi membentuk ekosistem pesisir yang unik . , . Selain itu, wilayah pesisir selatan merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam yang sangat potensial dan prospektif untuk menjadi akselerator pembangunan perekonomian daerah jika dikelola dengan optimal sesuai potensinya . , . Selama ini, wilayah pesisir belum memperoleh perhatian yang cukup besar bagi pembangunan wilayahnya. Dengan keunikan ekosistem, wilayah pesisir selatan harus mendapatkan pengelolaan yang baik agar keberadaan wilayah pesisir selatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir nelayan setempat. Masyarakat di sekitar Nagari Batu Kalang masuk ke dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Koto XI Tarusan. Yusran et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 2 . , 2024, pp. Kabupaten Pesisir Selatan. Provinsi Sumatera Barat dengan populasi penduduk sebesar 23. orang pada tahun 2003. Kegiatan yang kami lakukan sebagai bentuk kontribusi kami sebagai anak nagari kabupaten pesisir Selatan sumatera barat, selaku akademisi dan praktisi didunia kerja yang melihat kebutuhan akan kesejahteraan hidup masyarakat pesisir dan kebutuhan pasar yang sangat tinggi dari hasil laut. Berdasarkan uraian kondisi permasalahan di wilayah pesisir Pantai batu kalang tersebut, pelaksanaan pengabdian ini ditujukan untuk membantu dan minimalisir permasalahan para nelayan setempat agar tercapai program kesejahteraan masyarakatmya. Metode Berdasarkan identifikasi masalah di atas, agar memperoleh manfaat dari pengabdian ini, metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat nelayan ini menggunakan metode pendekatan partisipatif logical Framework. Pendekatan partisipatif logical Framework dilakukan dalam sebuah workshop secara bertahap dan terus-menerus, yang diterapkan pada sebuah kelompok yang mewakili seluruh pemangku kepentingan terkait program yang Program-program yang dihasilkan terus-menerus ditinjau kembali berdasarkan perkembangan situasi dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bersama . Maka metode yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalahsebagai berikut: Metode ceramah, dimana pengabdi menyampaikan materi tentang potensial alam dari laut yang ada denganmenjelaskan secara umum terhadap modul yang diberikan. Metode praktek. Dimana masyarakat para nelayan mengikuti arahan sesuai dengan contoh gambar dan soal yang ada dimodul masing-masing. Memberikan latihan dalam bentuk contoh kasus yang terjadi atau soal. Metode tanya jawab dua arah kepada pesertapelatihan ini diberikan kesempatan untuk bertanya dalam diskusi. Gambar 2. Kegiatan yang dilakukan Hasil dan Pembahasan Pelatihan pemberdayaan nelayan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan nelayan terkait dengan fishing ground dan pengelolaan hasil tangkapan. Peningkatan pengetahuan nelayan meminimalisir nelayan terjebak dalam lingkar kemiskinan nelayan. kemiskinan nelayan yang berulang diawali dengan adanya kondisi miskin pada nelayan Yusran et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 2 . , 2024, pp. menyebabkan nelayan dan buruh nelayan tidak mampu membeli alat tangkat dan nelayan perorangan tidak dapat meningkatkan kualitas alat tangkapnya sehingga pendapatan buruh nelayan akan tetap rendah karena tergantung pada bagi hasil yang timpang, dan pendapatan nelayan perorangan pun rendah diakibatkan oleh sedikitnya hasil tangkapan. Minimnya pendapatan berdampak pada kemampuan nelayan untuk membeli alat tangkap dengan daya tangkap tinggi . Dari hasil pelatihan melalui metode ceramah, diskusi serta praktek yang difasilitasi oleh sponsor perusahaan swasta dan akademisi. Kepada para peserta pengabdian ini maka dapat dilihat bahwa Masyarakat dari pinggiran pantai pesisir terutama yang berprofesi sebagai nelayan sangat antusias dan semua peserta dapat mengikutidengan baik, sehingga dapat dilihat bahwa peserta dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan karena terlihat dari hasil yag ditampilkan. Ada beberapa orang yang mendapatkan hasil yang belum sesuai dengan arahan oleh pelaksana mengenai hal kegiatan ini. Hampir sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan saja, sehingga disaat kondisi alam tidak memungkinkan untuk melaut, mereka memperbaiki peralatan dan perlengkapan kapal ikan mereka seperti jaring ikan . dan Selain itu para nelayan lebih memilih mengolah persediaan ikan yang masih ada dengan menjadikan hasil laut tersebut menjadi ikan kering yang masih bisa memiliki nilai ekonomi. Masyarakat yang berada di daerah batu kalang pesisir pantai ini yang berprofesi sebagai nelayan, mereka tidak hanya menjual hasil laut dalam bentuk ikan basah yang langsung diambil dari laut, tetapi juga menjual ikan kering dari hasil proses pengeringan ikan secara tradisional. Proses pengeringan ikan yang masih tradisonal ini bisa dilakukan penelitian lebih lanjut. Penggunaan teknologi tepat guna (TTG) yang dimiliki Masyarakat nelayan ini masih minim, seperti ikan tangkapan hasil laut dengan menggunakan fiber box dan proses pengeringan ikan menggunakan anyaman rotan. Pemasaran atau pun cara pendistribusian hasil laut masih secara manual dan terbatas dengan datangnya para pembeli . , namun dapat membantu proses pemasaran secara tradisonal dan cepat. Simpulan Daerah Batu Kalang, yang terletak di pesisir selatan pantai ini, termasuk dalam wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan. Kabupaten Pesisir Selatan. Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan sangat antusias mengikuti pelatihan dan diskusi yang Program pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan khususnya untuk kelompok nelayan mendapat tanggapan positif. Upaya pemberdayaan kelompok nelayan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan terkait fishing ground dan pengelolaan hasil tangkapan. Fishing ground membantu nelayan memprediksi daerah atau lokasi yang berpotensi sebagai wilayah dengan hasil tangkapan ikan optimal. Pengelolaan hasil tangkapan untuk menjaga kesegaran ikan dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna, yang secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan para nelayan. Referensi