P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INSTAGRAM. BRAND IMAGE. DAN REVIEW PRODUK TERHADAP MINAT BELI SKIN CARE (Survey pada Akun Instagram @somethincofficia. Ruth Putryani Saragih dan Maybi Prabowo Dosen Program Stdi Ilmu Komunikasi. Universitas Bunda Mulia rsaragih@bundamulia. ABSTRAK Penggunaan media sosial menjadi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan berbagai informasi salah satunya informasi tentang produk. Salah media sosial yang banyak digunakan adalah media Instagram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besaran pengaruh penggunaan media Instagram, brand image dan review produk terhadap minat beli skincare Somethinc. Teori yang digunakan Elaboration Likelihood Theory. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme, pendekatan kuantitatif, sifat eksplanatif dan metode survey. Populasi penelitian ini followers akun something official dengan sampel penelitian 100 orang responden. Teknik penarikan sampel dengan probability sampling dengan simple random sampling. Hasil pretest 30 orang responden diperoleh hasil semua valid variabel X1. X2. X3 dan Y. Terdapat hubungan positif dan kuat secara simultan antara penggunaan media sosial, brand image dan review produk dengan minat beli sebesar 0,658. Dari hasil uji f yang menunjukkan nilai f hitung sebesar 9,36 yang artinya secara simultan memiliki pengaruh antara penggunaan media Instagram, brand image dan review produk terhadap minat beli. Keyword: Penggunaan Media Instagram. Brand Image. Review Produk. Minat Beli. PENDAHULUAN bagian dalam media sosial baru yang efektif Media daring . merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi pariwisata (Krisnadi & Natalia, 2. informasi dan komunikasi yang dapat Munculnya berbagai konten pada dinikmati oleh masyarakat dimana dan kapan platform media sosial membuat masyarakat (Oisina. Hingga perkembangan media daring juga telah turut tersebut, mulai dari bisnis, konten jualan, mendorong media sosial . digunakan di review barang, memasak, makeup, dance, berbagai aktivitas, salah satunya mendukung drama, musik, seni, melukis, menggambar, komunikasi pemasaran (Dewi et al. , 2. hiburan/guyonan. Termasuk penggunaan instagram sebagai pendidikan, dan masih banyak lainnya. JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Media sosial untuk pemasaran produk salah Di Indonesia perkembangan skincare satunya produk skin care sangat bervariasi lokal banyak bermunculan yang memiliki dari harga, kualitas dan jenis skin care yang kualitas bagus Sebagian besar produk skincare lokal mulai menggunakan dan Penelitian mencoba memadukan bahan yang lebih membuktikan bahwasnya sebagai bagian Salah satu produk skin care lokal aktivitas komunikasi pemasaran, produk yang terkenal akan serum yang menggunakan sangat relevan dengan beberapa faktor selain bahan-bahan pemilihan media yang sesuai. Antara lain niacinamide adalah Somethinc. Merupakan kredibilitas sumber, merek dan iklan (Fensi brand kecantikan lokal salah satunya skin & Christian, 2. Untuk itu, setiap produk care. Somethinc terinspirasi dari kaum yang akan dipromosikan, dalam hal ini, milenial yang krisis dalam memilih produk pemasar wajib mempertimbangkan beberapa faktor pendukung. Dalam Somethinc memiliki beberapa jenis membantu merawat wajah agar tetap sehat. permasalahan kulit wajah di Indonesia. Penggunaan jenis skin care yang sesuai dan Produk Somethinc memunculkan banyak tepat bagi wajah tentu akan membuat kulit produknya untuk memberikan komentar Penggunaan produk skincare dimulai dari terkait produk tersebut melalui berbagai remaja hingga dewasa, selain itu baik wanita sosial media, salah satunya pada komentar dan pria sekarang ini juga menggunakan konsumen di akun Instagram Somethinc. Dari Masyarakat mempercayai skincare konten tersebut, dapat membuktikan brand dapat merubah penampilan mereka menjadi somethinc memberikan pengetahuan bagi lebih menarik dan percaya diri. Skincare konsumen terkait dengan produk yang sudah merupakan rangkaian kegiatan yang dapat digunakan dan memberikan dampak yang memberikan dukungan bagi kulit yang sehat, positif sehingga membuat konsumen kagum peningkatan tampilan serta memperbaiki dan tertarik untuk membeli produk tersebut. kulit (Riha et al. , 2. JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Sehingga https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA penelitian ini berdasarkan fenomena yang dijelaskan di atas diantaranya adalah: Menurut Lien (Widiastuti, 2. ELM Untuk mengetahui besaran pengaruh adalah suatu proses proses yang bertanggung Penggunaan Media Sosial terhadap jawab atas terciptanya komunikasi persuasif Minat Beli Skin Care Somethinc dan kekuatan dari sikap yang dihasilkan dari Untuk mengetahui besaran pengaruh proses komunikasi tersebut. Penggunaan Brand Image terhadap Perkembangan teknologi informasi Minat Beli Skin Care Somethinc dan komunikasi kini telah diwujudkan dalam Untuk mengetahui pengaruh Review bentuk sebuah perangkat kecerdasan buatan Konsumen di Instagram terhadap yang dinamai dengan smartphone, dan Minat Beli Skin Care Somethinc Untuk mengetahui besaran pengaruh terjadinya perubahan pada semua sisi ruang Penggunaan Media Sosial. Brand Adanya koneksi internet dan Image, dan Review Konsumen di smartphone membuat terjadinya percepatan Instagram terhadap Minat Beli Skin era komunikasi digital, membuat perangkat Care Somethinc. tersebut menjadi kebutuhan primer bagi Keberadaan media sosial melalui smartphone TINJAUAN PUSTAKA Menurut (Stephen W. Littlejohn, dengan fitur nya yang canggih menjadi 2. Teori ELM ini menjelaskan berbagai sarana yang efektif dalam menyebarkan dan cara orang dalam mengevaluasi informasi dimanfaatkan oleh setiap lapisan masyarakat Ada Lembaga pemerintah maupun swasta, komunitas, memproses informasi yaitu, rute sentral dan rute periferal. Ketika orang memproses masyarakat luas, (Kurniawan, 2. informasi melalui rute sentral, orang menjadi Menurut penelitian dari Hauer (Solis, aktif dan kritis. Sementara rute periferal 2. Ada empat dimensi penggunaan digunakan untuk memproses informasi. media sosial, yang dijadikan dimensi dalam Ketika orang memiliki motivasi yang rendah, penelitian ini yaitu: JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Context AuHow we frame our storiesAy manfaat yang lebih dan memenuhi rasa ingin adalah bagaimana membentuk sebuah pesan atau cerita . menyebabkan perusahaan harus sangat gigih Communication The sharing our story as well as listening, mempertahankan citra merek (Situmeang, responding, and growingAy adalah Menurut Kotler dan Keller (Santoso cara berbagi cerita atau informasi et al. , 2. Brand Image merupakan yang meliputi cara mendengarkan, persepsi atau perpaduan yang dipegang oleh merespon, dan menumbuhkan. Collaboration AuWorking together to make things better and more efficient perusahaan yang berbeda dengan kompetitor and effectiveAy Adalah kerja sama lainnya yang akan diingat oleh masyarakat. antara pengguna media sosial untuk Dimensi terbentuknya brand image dalam membuat hal baik yang lebih efektif keterkaitannya dengan asosiasi merek yaitu dan efisien. (Kotler. Connection AuThe relationships we maintainAy Yaitu pemeliharaan hubungan yang sudah Keller. Dalam penelitian ini yang menjadi dimensi untuk variabel brand image adalah: Strength Brand Association (Kekuatan asosiasi bran. Semakin Untuk variabel X2: yakni brand image yang merupakan persepsi konsumen terhadap suatu produk yang dibentuk dari menghubungkannya ke pengetahuan merek yang telah ada, semakin kuat melalui pengalaman menggunakan produk pula brand association yang terjadi. Brand Image saat ini berkembang Dua faktor yang meningkatkan asosiasi menjadi bagian dari sumber aset terbesar bagi terhadap informasi adalah keterkaitan Kondisi persaingan produk yang semakin ketat serta perilaku konsumen yang dilakukan sepanjang waktu. cenderung ingin mencoba merek-merek Favorability of Brand Association baru yang dikeluarkan oleh perusahaan (Keunggulan brand associatio. Salah satu faktor pembentuk brand image JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA adalah keunggulan produk, dimana dengan tingkat kepuasan yang konsumen Menurut (Chevalier et al. , 2. Konsumen tidak akan review produk merupakan ulasan produk menganggap semua asosiasi dari merek yang dimana konsumen sudah terdahulu sama pentingnya dan menyukai brand menggunakan produk Skin care Somethinc Asosiasi bergantung pada situasi dan konteks Konsumen lebih cenderung mempercayai ulasan dari konsumen lain sebagai acuan. keputusan pembelian dan konsumsi dari konsumen. Review produk oleh konsumen sebagai dimensi dalam penelitian ini, sebagai berikut Uniqueness Brand Association (Keunikan (Putri Yani Br Sinaga et al. , 2. Kesesuaian (Conformit. adalah ulasan Merupakan keunikanAekeunikan yang dimiliki oleh produk tersebut. Hal yang penting dari dari brand positioning Pemahamaan (Understandabilit. yaitu brand harus memiliki keuntungan adalah informasi berupa ulasan yang kompetitif yang berkelanjutan atau menjelaskan tentang produk AuUnique Selling PropositionAy yang Keekspresifan (Expressivenes. adalah memberikan alasan bagi konsumen untuk membeli produk dari brand memberikan maksud dan tujuan yang Variabel Y adalah: minat beli. Dapat Variabel X3: Review produk yang diartikan sebagai keinginan, gairah atau merupakan suatu ulasan mengenai suatu kecenderungan hati yang tinggi namun bisa produk atau jasa berdasarkan apa yang telah juga ketertarikan dari hati dan pemikiran terjadi atas pengalaman konsumen yang telah terhadap sesuatu yang dianggap menarik oleh memakai atau menggunakan suatu produk seseorang, terlepas dari sesuatu yang bersifat memberikan pengalaman tersebut dengan tumbuhan, orang, karya atau hal-hal lainnya menuliskan dan menilai produk tersebut yang bisa dilihat, dirasakan atau dijangkau JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA baik secara langsung maupun tidak. Atau Hipotesis Penelitian minat juga dapat didefinisikan sebagai rasa H-1: suka, rasa senang dan rasa tertarik terhadap Media Sosial. Terhadap Minat Beli Skin Care suatu objek atau aktivitas tanpa ada yang Somethinc. menyuruh atau memaksa dan biasanya akan H-2: timbul kecenderungan untuk mencari suatu Terhadap Minat Beli Skin Care Somethinc. objek yang disenangi (Mardiastik. , (Singal H-3: Konsumen Terhadap Minat Beli Skin Care Menurut Ferdinand Memiliki Memiliki Somethinc. dapat diidentifikasi sebagai berikut: H-4: Minat Pengaruh Penggunaan Media Sosial. Brand Image dan Review Konsumen terhadap Minat Beli Skin Care Somethinc. produk kepada orang lain. Pengaruh Review Minat Referensial yaitu kecenderungan Memiliki Pengaruh membeli produk Penggunaan Memiliki Pengaruh Brand Image (Poernamawati, 2. dimensi dari minat Pengaruh METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Minat Preferensial yaitu minat yang menekankan pada hal-hal konkret, uji menggambarkan perilaku seseorang empiris, dan fakta-fakta nyata. Pendekatan yang memiliki preferensi utama pada ini memiliki prinsip -prinsip objektif, karena produk tersebut. Preferensi ini hanya hasil akhir bergantung pada prosedur riset. dapat diganti jika terjadi sesuatu (Kriyantono, dengan produk preferensinya. eksplanatif memiliki kredibilitas mengukur. Minat Eksploratif menguji hubungan sebab akibat dari dua atau beberapa variabel, menggunakan analisis yang selalu mencari informasi informasi statistik inferensial (Bungin, 2. Metode mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung merupakan jenis penelitian yang dilakukan sikap-sikap positif dari produk tersebut. pada populasi yang besar atau pun kecil dan Jenis Metode data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sampel yang merupakan bagian dari populasi. metode survei pada JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA umumnya melakukan pengambilan sampel = 30 maka r tabel = 0,361. Variabel X3: tetap yang dilaksanakan secara generalisasi. Review Produk, terlihat dari jumlah 6 butir (Hendryadi, 2. pertanyaan kuisioner yang diberikan kepada Populasi dalam penelitian ini adalah Somethinc valid, karena nilai r hitung > r tabel dengan signifikansi 5% dan n = 30 maka r tabel = Desember 2022 Pukul 22. 28 WIB yang 0,361. Variabel Y: Minat Beli, terlihat dari menjadi sampel sebanyak 100 subscriber jumlah 8 butir pertanyaan kuisioner yang dengan teknik penarikan sampel secara diberikan kepada responden untuk pretest probability sampling dengan cara simple secara keseluruhan valid, karena nilai r random sampling. Teknik Analisis data untuk hitung > r tabel dengan signifikansi 5% dan n kuantitatif melakukan uji coba kepada 30 = 30 maka rtabel = 0,361. Dilanjutkan Berdasarkan hasil olah data yang dengan melakukan pengujian kepada 100 dilakukan menggunakan SPSS versi 26, orang sampel untuk pengujian asumsi klasik, uji korelasi linear dan uji korelasi berganda, memperoleh koefisien realibilitas Cronbach regresi berganda dan hipotesis dengan Alpha sebesar 0,876, maka dapat dikatakan menggunakan pengujian T dan pengujian F. variabel Penggunaan media sosial adalah Untuk uji validitas diperoleh hasil reliable karena memberikan nilai Cronbach olah data yang didapat menggunakan SPSS Alpha > 0,60. Variabel X2: Brand Image versi 26 variabel X1: penggunaan media memperoleh koefisien realibilitas Cronbach sosial, terlihat dari jumlah 8 butir pertanyaan Alpha sebesar 0,915, maka dapat dikatakan kuisioner yang diberikan kepada responden variabel Brand Image adalah reliable karena untuk pretest secara keseluruhan valid, memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. karena nilai r hitung > r tabel dengan Variabel X3: Review Produk memperoleh signifikansi 5% dan n = 30 maka r tabel = 0,361. Variabel X2: Brand Image, terlihat dari jumlah 6 butir pertanyaan kuisioner yang variabel Review Produk adalah reliable diberikan kepada responden untuk pretest karena memberikan nilai Cronbach Alpha > secara keseluruhan valid, karena nilai r 0,60. variabel Y: Minat Beli memperoleh hitung > r tabel dengan signifikansi 5% dan n Somethinc responden untuk pretest secara keseluruhan X1: Penggunaan media sosial 0,902, Cronbach Alpha Cronbach Alpha JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA 0,895. Hasil uji korelasi antara variabel variabel Minat Beli adalah reliable karena Review Konsumen dan variabel Minat Beli memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. dengan nilai Sig 0,000 < 0,05. Terdapat Hubungan HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Korelasi brand trust yang berpengaruh peningkatan pada variabel Minat Beli. Hasil koefisien Uji Korelasi merupakan salah satu korelasi Pearson Correlation senilai 0,776 ukuran korelasi yang digunakan untuk yang artinya berkorelasi positif dan kuat, mengukur kekuatan dan arah hubungan linier karenaberada dalam range 0,600-0,799. dari dua variabel. Uji korelasi dapat Hasil digunakan untuk data berpasangan maupun menunjukkan hasil bahwa nilai koefisien (R) tidak, asalkan memenuhi asumsi normalitas. Hasil 0,658 menunjukkan hubungan positif dengan Penggunaan media sosial dan variabel minat tingkat hubungan yang termasuk dalam korelasi kuat dan positif, karena berada nilai Sig 0,000 < 0,05. Terdapat Hubungan dalam interval 0,600-0,799 dengan tingkat positif antara variabel Brand Image yang berpengaruh peningkatan pada yang kuat. Ini berarti terdapat hubungan minat beli. Hasil koefisien korelasi Pearson antara Penggunaan Media Sosial. Brand Correlation senilai 0,724, yang artinya Image dan Review Konsumen terhadap Minat berkorelasi positif dankuat, karena berada Beli Skin Care Somethinc. dalam range 0,600-0,799. Hasil yang diperoleh untuk uji regresi Hasil uji korelasi antara variabel berganda antara lain: Menunjukkan jika Brand Image dan variabel Minat Beli variabel Penggunaan Media sosial dianggap dengan nilai Sig 0,000 < 0,05. Terdapat konstan, maka nilai Penggunaan media sosial Hubungan 1,742 Apabila brand trust yang berpengaruh peningkatan Penggunaan Media sosial naik satu satuan pada variabel Minat Beli. Hasil koefisien dan nilai Penggunaan media adalah konstan, korelasi Pearson Correlation senilai 0,708 maka minat beli juga ikut naik 0,664 satuan. yang artinya berkorelasi positif dan kuat. Menunjukkan jika variabel Brand Image karena berada dalam range 0,600-0,799. dianggap konstan, maka nilai Brand Image JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA sebesar 1,742 satuan. Apabila nilai Brand menunjukkan nilai t hitung 1,708 > t tabel Image naik satu satuan dan nilai Brand Image yang sebesar 1,664. Untuk hasil sig 0,09 > adalah konstan, maka minat beli juga ikut 0,05 yang artinya terdapat pengaruh variabel naik 0,337 satuan. Menunjukkan jika variabel Review Review Konsumen dianggap konstan, maka terhadap variabel Minat Beli. nilai Review Konsumen sebesar 1,742 satuan. Hasil Produk Apabila nilai Review Konsumen naik satu signifikansi memaparkan nilai f hitung satuan dan nilai Review konsumen adalah sebesar 9,36 dan nilai sig sebesar 0,000. konstan, maka minat beli juga ikut naik 0,456 Maka diketahui bahwa nilai f-hitung 9,36 > f- tabel 3,09. Nilai sig < 0,05, yang artinya variabel Penggunaan media sosial. Brand Image dan Review Produk secara simultan Uji Hipotesis Hasil nilai t hitung pada variabel Minat Penggunaan media sosial diperoleh hasil Penelitian ini terdapat pengaruh yang kuat 3,002 dan nilai sig 0,000. Dari hasil ini dan positif antara Penggunaan media sosial, menunjukkan jika t hitung3,002 > t tabel Brand Image dan Review Produk secara yang sebesar 1,664. Hasil nilai sig 0,000 > simultan mempengaruhi variabel Minat beli. 0,05. Yang variabel Penggunaan Media sosial terhadap PENUTUP Terdapat hubungan yang positif dan variabel Minat Beli. Hasil nilai t hitung pada variabel kuat antara Penggunaan media sosial dengan Brand Image diperoleh hasil 1,928 dan nilai minat beli sebesar 0,724. Terdapat hubungan sig 0,008. Berdasarkan hasil pengujian, yang positif dan kuat antara brand image menunjukkan nilai t hitung 1,883 > t tabel dengan minat beli sebesar 0,708. Terdapat yang sebesar 1,664. Untuk hasil sig 0,008 > hubungan yang positif dan kuat antara 0,05 yang artinya terdapat pengaruh variabel Review Produk dengan minat beli sebesar Brand 0,776. Terdapat hubungan yang positif dan Image terhadap variabel Minat Beli. Hasil nilai t hitung pada variabel Review Konsumen diperoleh hasil 1,708 dan nilai sig 0,09. Berdasarkan hasil pengujian, kuat secara simultan antara penggunaan media sosial, brand image dan review produk dengan minat beli sebesar 0,658. Nilai t hitung variabel penggunaan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA media sosial, didapat nilai sebesar 3,002 yang artinya terdapat pengaruh antara penggunaan media sosial dengan minat beli. Untuk variabel brand image didapatkan nilai sebesar 1,928 dinyatakan terdapat pengaruh antara brand image terhadap minat beli. Nilai t hitung variabel review produk, didapat nilai sebesar 1,708 yang artinya terdapat pengaruh antara review produk dengan minat beli. 1,708. Dari hasil uji f yang menunjukkan nilai f hitung sebesar 9,36 yang artinya secara simultan memiliki pengaruh antara konten Instagram dan daya Tarik iklan terhadap minat beli. DAFTAR PUSTAKA