PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERILAKU PACARAN DI KALANGAN REMAJA SUMATERA SELATAN Dani Saputra BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Jl. Demang Lebar Daun. Palembang Hp. Email: dani. saputra85@yahoo. Diterima :27/11/2012 Direvisi :28/04/2013 Disetujui : 30/08/2013 ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Modernisasi dan globalisasi teknologi dan informasi serta berbagai faktor lainnya akan memberikan kontribusi signifikan untuk mempengaruhi perubahan perilaku kehidupan remaja yang kemudian berpengaruh pada perilaku kehidupan reproduksinya. Pemberian informasi yang salah, khususnya tentang seksualitas, akan dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang merugikan remaja itu Untuk memperoleh gambaran atau potret pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan perilaku seksual remaja di Sumatera Selatan, dilaksanakan Survei Indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Informasi yang diperoleh dari remaja adalah pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Jumlah remaja yang dijadikan responden survei indikator RPJM tahun 2012 sebanyak 612 remaja , terdiri dari 324 remaja laki-laki dan 288 remaja perempuan yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Selatan. Karakteristik responden remaja pada survei indikator RPJM adalah berumur antara 15-24 tahun , dan belum menikah. Hasil Survei menunjukkan, remaja yang mengaku mengetahui masa subur sebanyak 61,3 persen, 80,8 persen remaja pernah mendengar anemia. Sebanyak 86,7 persen remaja mengemukakan mengetahui bahaya HIV/AIDS, sebanyak 91,3 persen mengaku pernah mendengar Napza. Remaja pria yang mengetahui paling sedikit salah satu alat/cara KB sebesar 93,6 persen, sedangkan remaja wanita 94,9 persen. Hasil survei menunjukkan bahwa perilaku yang lebih sering dilakukan remaja dalam berpacaran adalah pegang tangan 87 persen, ciuman bibir 22 persen dan meraba/merangsang 4 persen. Kata kunci : Kesehatan Reproduksi Remaja. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi. Modernisasi REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE AND TEENAGE COURTSHIP BEHAVIOR SOUTH SUMATRA ABSTRACT Adolescence is a time of transition from child to adulthood, teenage life is life is crucial for the future of the rest of their lives. Modernization and globalization and information technology and many other factors will contribute significantly to affect change in the lives of adolescent behavior that then affects the behavior of reproductive life. Misinformation, especially about sexuality, it can cause a variety of problems that teenagers harm themselves. To get a picture or portrait of adolescent reproductive health knowledge and sexual behavior of adolescents in South Sumatra. Indicator Survey conducted Medium Term Development Plan (Pla. Information was obtained from adolescents reproductive health knowledge and behavior of adolescents. The number of teens who used indicator of survey respondents in 2012 as many as 721 RPJM teenagers, comprised of 326 boys and 395 girls spread over 15 districts / cities in South Sumatra Province. Characteristics of adolescent respondents in the survey RPJM indicator is between 15-24 years old, and unmarried. Survey results showed that teenagers who claimed to know the fertile period as much as 61,3 percent, 80,8 percent of teens have heard of anemia. A total of 86,7 percent of adolescents suggests dangers of HIV / AIDS, as many as 91,3 percent said they never heard of drugs. Young men who know at least one of the / way of family planning by 93,6 percent, while 94,9 percent of female adolescents. The survey results show that the behavior is more frequent in adolescent dating is a 87 percent holding hands, kissing lips and fingering 22 percent , 4 percent stimulating. Keywords: Adolescent Reproductive Health, knowledge of Reproductive health. Modernization Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 PENDAHULUAN Masa secara kumulatif perilaku tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kebiasaan berperilaku seksual yang kehidupan yang sangat menentukan beresiko tinggi, karena kebanyakan bagi kehidupan masa depan mereka Masa remaja seperti ini oleh Bank Dunia disebut sebagai masa reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan Transisi kehidupan remaja oleh Bank Dunia pelayanan kesehatan reproduksi. dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life Jumlah remaja umur 10-24 tahun di Transition. Transisi kehidupan yang Indonesia terdapat sekitar 63 juta atau dimaksud menurut Progress Report 26,7 persen dari jumlah penduduk World Bank adalah: . Melanjutkan Indonesia sebanyak 237,6 juta . ontinue learnin. Mencari Berdasarkan pekerjaan . tart workin. Memulai assessment yang melibatkan 234 orang kehidupan berkeluarga . orm familie. yang terdiri dari siswa dan mahasiswa sebagai sampel penelitian, terhadap Menjadi . xercise citizenshi. Mempraktek kan hidup sehat . ractice healthy lif. Dengan adanya modernisasi dan Palembang dilakukan oleh Centra Remaja Sriwijaya (CreS. Perkumpulan Keluarga serta berbagai faktor lainnya akan Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera memberikan kontribusi signifikan untuk Selatan pada tahun 2001, terdapat 40 orang . ,09 %) yang telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah berpengaruh pada perilaku kehidupan dan 50 % dari mereka menggunakan Pemberian alat kontrasepsi. Hal ini menunjuk kan bahwa masih minimnya pengeta seksualitas, akan dapat menimbulkan merugikan remaja itu sendiri, seperti seksual remaja yang tidak sehat dan perilaku seks bebas. Pada akhirnya, tidak bertanggung jawab. Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan Melihat Untuk Pemerintah sungguh sangat disayangkan apabila . q,BKKBN) telah melaksanakan dan mengembangkan program KRR yang Peranan merupakan salah satu program pokok pemerintah dirasakan masih kurang di pembangunan nasional yang tercantum dalam memberikan perhatian kepada Rancangan Pembangunan Selama ini hampir semua Jangka Menengah (RPJM akses pelayanan kesehatan reproduksi Tujuan survei ini adalah dan program-program pemerintah lebih banyak memfokuskan pada pasangan usia menikah, sementara kebijakankebijakan sepenuhnya memihak kepada remaja. Seksualitas masalah yang paling utama dalam Perubahan-perubahan pada dirinya baik secara fisik maupun permasalahan terutama yang berkaitan dengan dorongan seks dan upaya Yang remaja adalah informasi yang memadai serta pelayanan kesehatan reproduksi yang sesuai dengan kebutuhan remaja dan AuramahAy terhadap remaja . outh Untuk itulah dibutuhkan pusat pelayanan khusus untuk remaja yang dapat memenuhi kebutuhan remaja kesehatan reproduksi. Tujuan Penelitian Program Kesehatan reproduksi remaja Sampel dalam survei ini adalah remaja yang berusia 15 s. d 24 tahun. Jumlah responden survei indikator RPJM tahun 2012 sebanyak 612 remaja. Secara inklusi remaja yang dijadikan sampel penelitian adalah : . belum menikah . merupakan anak dari keluarga yang menjadi sampel RPJM tahun 2012. METODOLOGI Penelitian ini merupakan evaluasi terhadap suatu program yang sedang berjalan, yaitu untuk melihat kegiatan dan hasil pelaksanaan program di Penelitian ini belum atau tidak mengevaluasi dampak dari suatu program, akan tetapi hanya memotret hasil . program yang dicapai. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Kerangka Sampel Jumlah Responden Kerangka sampel yang digunakan Jumlah remaja yang dijadikan dalam penelitian indikator kinerja RPJM responden survei indikator RPJM tahun 2012 sebanyak 612 remaja , terdiri dari pemilihan unit sampling, yaitu kerangka 324 remaja laki-laki dan 288 remaja sampel untuk pemilihan klaster dan kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Dalam Selatan. remaja pada survei indikator RPJM adalah berumur antara 15-24 tahun , klaster dan penyebaran Karakteristik dan belum menikah. klaster secara random. Tinjauan Pustaka Rancangan Sampling Rancangan Remaja laki-laki digunakan adalah sampling dua tahap. berada pada masa antara anak-anak Tahap dan dewasa. Pada tahun 1974. World klaster dengan Probability Proposionate Health Organization (WHO) memberi to Size (PPS) dari Blok Sensus. Tahap kan definisi tentang remaja yang lebih kedua memilih sejumlah keluarga di setiap Blok Sensus secara sistematik. tersebut dikemukakan tiga kriteria, yaitu Penelitian indikator kinerja RPJM selain biologik, psikologik dan sosial ekonomi, mengambil sampel responden keluarga tersebut berbunyi sebagai berikut: Responden Setiap Dalam Remaja adalah suatu masa dimana: . Individu terpilih yang memiliki anak remaja usia pertama kali menunjukkan tanda-tanda 15-24 tahun akan dijadikan sampel seksual sekundernya sampai saat ia Dalam hal ini bisa terjadi dalam mencapai kematangan seksual . satu keluarga terdapat lebih dari satu Individu psikologik dan pola identifikasi dari kanak-kanak Terjadi peralihan dari ketergantungan Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri . Berbagai diciptakan oleh kalangan remaja. Mencoba membuat ciri identitas sendiri Ciri-Ciri Remaja Adapun ciri-ciri perempuan yang semakin tegas. Keinginan kalangan dewasa, walaupun masalah tanggung jawab secara relatif belum Mulai pengawasan yang ketat. Adanya . alam arti netra. untuk mendapatkan identitas diri. Menginginkan kaidah dan nilai yang serasi dengan kebutuhan, yang tidak selalu sama dengan kaidah dan nilai yang dianut orang dewasa. Ciri-ciri tersebut juga Program usahanya untuk mencapai harapan tersebut sering dianggap AuanehAy. Berusaha keras untuk menyesuaikan Pengakuan dipentingkan oleh remaja, superioritas menjadi hal yang membanggakan. merupakan upaya untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, bertanggung jawab, melalui advokasi, promosi. KIE, konseling dan pelayanan permasalahan khusus serta dukungan pada kegiatan remaja yang bersifat Pengetahuan dasar kesehatan reproduksi yang perlu remaja miliki, mencakup seluruh aspek kehidupan kehidupan seksual serta berkeluarga, agar mempunyai kesehatan reproduksi yang baik, merupakan suatu harapan yang ada kebudayaan khusus. remaja adalah: . Perkembangan fisik yang pesat, ciri-ciri fisik laki-laki dan Empat pendekatan yang dipakai dalam penanganan masalah remaja, sebaya . eer grou. , institusi sekolah dan tempat kerja. Keluarga dalam hal kesehatan reproduksi dan sekaligus perilaku kepada para remaja. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Perilaku Benyamin Bloom . seperti Notoatmodjo . membagi perilaku manusia ke dalam 3 domain yakni kognitif . , afektif yang spesifik dari seluruh bahan yang Misalnya, seorang bapak pernah mendengar dan mengetahui tentang alat kontrasepsi pria. dan psikomotor . Memahami (Comprehensio. Memahami tahu, dan ini terjadi setelah orang Pengetahuan (Knowledg. Pengetahuan merupakan hasil dari Penginderaan Orang yang telah paham terhadap melalui pancaindera manusia, yakni menjelaskan, menyebutkan penciuman, rasa, dan raba. Hakekat pengetahuan menurut Jujun . adalah segenap apa yang diketahui dapat menjelaskan macam-macam alat pengetahuan manusia diperoleh mata dan telinga. Aplikasi (Aplicatio. Misalnya seorang bapak termasuk tentang ilmu. Sebagian besar Pengetahuan Aplikasi penting dalam membentuk tindakan seseorang . vert Behavio. Pengeta Misalnya seorang bapak huan sendiri mempunyai 6 tingkatan dapat menggunakan salah satu alat kontrasepsi pria. Mengetahui (Kno. Tahu Termasuk mengingat kembali terhadap sesuatu Analisis (Analysi. Analisis komponen-komponen didalam struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu dengan Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan yang lainnya. Misalnya seorang bapak yang diterima . Timbulnya keinginan, artinya komunikan menginginkan pesan kontrasepsi pria metode sederhana dan yang diterima itu bermanfaat . Timbulnya pertimbangan dalam diri Sintesis (Synthesi. bilamana ia menerima pesan tersebut: kemampuan untuk meletakkan atau . Penerimaan pesan dan manfaatnya Sintesis . bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan baru. Misalnya Sikap (Attitud. Berkowitz . mengemukakan menyusun rencana alat kontrasepsi apa yang akan digunakan dengan mendukung atau memihak . kelebihan serta kekurangannya. atau tidak mendukung . Evaluasi (Evaluatio. Notoatmodjo berpendapat bahwa sikap merupakan penilaian terhadap suatu materi atau reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus bapak dapat membandingkan antara atau objek. Newcomb dalam Pengantar pengetahuan seseorang yang telah Pendidikan Ilmu Perilaku Kesehatan. Notoatmodjo kontrasepssi pria dengan yang belum pernah diberikan informasi tentang alat merupakan kesiapan atau ketersediaan kontrasepsi pria. untuk bertindak dan bukan merupakan Kemampuan Misalnya. Timbulnya huan, sikap dan tingkah laku dalam . Sastropoetro yaitu . Timbulnya minat yaitu adanya sesuatu yang diminati . Timbulnya pelaksanaan motif tertentu. Perilaku tidak sama dengan sikap, sikap hanyalah sebagian dari perilaku Allport . Notoatmodjo . mempunyai 3 komponen pokok yaitu: Kepercayaan . , ide dan konsep terhadap suatu objek . Kehidupan emosional atau evaluasi Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 emosional terhadap suatu objek. mendiskusikan tentang alat kontrasepsi Kecenderungan untuk bertindak . rend to behav. Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh dan didalam penentuan sikap yang utuh ini pengetahuan, keyakinan dan emosi yang memegang peranan Notoatmodjo Sikap Bertanggung Jawab (Responsibl. Bertanggung paling tinggi. Misalnya seorang bapak Menerima (Receivin. segala resiko merupakan sikap yang Menerima sesuatu yang telah dipilihnya dengan tingkatan yaitu : kontrasepsi pria Indikator untuk sikap kesehatan . kesehatan seperti diatas yakni : . Sikap terhadap sakit dan penyakit Misalnya sikap orang . untuk mendengarkan penyuluhan tentang alat seseorang terhadap gejala atau tanda- kontrasepsi pria. tanda penyakit, penyebab penyakit. Merespon (Respondin. mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi Misalnya sikap orang . yang mau menjelaskan tentang alat kontrasepsi pria. Misalnya Sikap bapak mengajak tetangganya yang lain . Sikap cara pemeliharaan dan cara hidup sehat adalah penilaian atau pendapat seseorang terhadap caracara cara-cara . hidup sehat. Sikap pendapat atau penilaian seseorang dengan orang lain terhadap suatu terhadap kesehatan lingkungan adalah Menghargai . Mengajak pencegahan penyakit dan sebagainya. Memberikan jawaban apabila ditanya, dari sikap. Misalnya pendapat atau penilaian terhadap air bersih, pembuangan limbah, polusi dan Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan Mekanisme Tindakan (Practic. Suatu terwujud dalam suatu tindakan . vert Untuk terwujudnya sikap diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan lain adalah fasilitas. Sikap bapak/ibu mengerti tentang kontrasepsi pria harus dikonfirmasikan teman atau saudara. Tingkat-tingkat praktek yaitu: . Persepsi (Perceptio. Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang praktek tingkat pertama. Misalnya: Seorang bapak sudah mengerti tentang (Mecanis. Apabila sesuatu dengan benar secara otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan maka itu sudah mencapai praktek tingkat tiga. Misalnya Seorang bapak ingin menggunakan salah satu alat kontrasepsi pria yang ada maka dapat datang langsung ke Puskesmas. Klinik Rumah Sakit. Adaptasi (Adaptatio. adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah sendiri tanpa mengurangi kebenaran Misalnya Bapak yang sudah mengerti tentang alat kontrasepsi pria dan menyebar luaskan kepada masyarakat. alat kontrasepsi pria dengan kelebihan Respon Respon. Dapat Karakteristik Remaja Umur Responden benar dimana Umur (Guided HASIL dengan contoh merupakan indikator dikategorikan menjadi dua, yaitu 15-19 praktek tingkat dua. Misalnya : seorang responden berdasarkan dapat dilihat Distribusi pada tabel berikut : Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan kelompok umur Kelompok umur (Tahu. 15 - 19 20- 24 Jumlah Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Berdasarkan table di atas, responden Pendidikan Responden yang berumur 15-19 tahun lebih banyak Berdasrkan . ,7 perse. dibandingkan dengan responden yang berumur 20-24 tahun responden remaja berpendidikan tamat . ,3 perse. SMP dan SMA, seperti terlihat pada tabel 2 di bawah ini : Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Tidak pernah Sekolah Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Akademi Tamat PT Jumlah Pengetahuan Tentang Masa Subur Hasil Survei menunjukkan, remaja subur sebanyak 61,3 persen, tidak mengetahui 12,2 persen, dan yang tidak tahu masa subur sebanyak 26,5 % , seperti terlihat pada grafik di bawah ini : Grafik 1. Pengetahuan Tentang Masa Subur Tahu Tidak Tidak tahu Pengetahuan remaja tentang saat Pengetahuan lainnya bahwa masa subur bervariasi. Pengetahuan masa subur terjadi pada saat segera mereka tentang masa subur dengan setelah haid . ,7 perse. merupakan benar, yaitu hari-hari subur itu terjadi di yang terbesar dikemukakan remaja. tengah antara dua haid tercatat 25,5 Pengetahuan Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan tentang masa subur adalah menjelang . ,8 perse. , seperti terlihat pada haid . ,1 perse. , dan selama haid grafik 2 di bawah ini : Grafik 2. Pengetahuan Remaja Tentang Saat Masa Subur di tengah antara dua haid segera setelah haid menjelang haid selama haid Temuan survei menunjukkan bahwa 67,8 persen remaja berpendapat bahwa remaja dapat menjadi hamil, walaupun hanya sekali melakukan hubungan seksual. Dua puluh empat persen remaja menyatakan tidak tahu dan 7,8 persen berpendapat tidak dapat hamil. Grafik 3. Pengetahuan Tentang Remaja Perempuan Dapat Hamil Dalam Sekali Hubungan Seks dapat hamil walau hanya sekali melakukan hub seks tidak dapat hamil tidak tahu Berkaitan . ,2 masa subur, kepada remaja ditanya senggama terputus . ,5 perse. , dan apakah mengetahui bagaimana cara Untuk Sebanyak 13,6 persen remaja tidak . ,7 alat/cara . ,1 Pengetahuan Akilbaligh Pada survei RPJM, berhubungan seksual . ,5 perse. Selebihnya remaja mengatakan dengan Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Dua puluh lima persen responden mengalami masa pubertas . wanita mendapatkan haid pertama kali pada umur 14 tahun dan 70 persen Pengalaman Haid responden wanita sampai dengan umur Dari 288 remaja wanita, sebanyak 1,1 persen responden remaja wanita 15 tahun telah mendapat haid, seperti terlihat pada grafik 4. mengaku belum pernah mengalami Grafik 4. Umur pertama kali mendapat haid belum haid 10-12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun 16 tahun 17 tahun > 17 tahun Dari hasil survei 84,8 persen wanita Pengalaman Mimpi Basah menyatakan membahas haid dengan Pada survei ditemui sebanyak 5,2 ibunya dan hampir separo remaja persen responden pria mengaku belum wanita membahas dengan temannya . ,4 perse. besar pria telah mengalami mimpi mimpi basah. Sebagian basah pada umur 15 tahun yaitu Grafik 5. Umur pertama kali mendapat mimpi basah belum mimpi basah 10-12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun 16 tahun 17 tahun > 17 tahun Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan Tujuh 47,3 persen pria membicarakan saat responden pria sampai dengan umur mimpi basah pertama dengan ibunya, sementara dengan saudara kandung basah, seperti terlihat pada grafik 5 di 6,3 persen dan ayah 10,7 persen. Lebih mengkhawatirkan lagi sebanyak 19 Hasil persen pria mengaku tidak pernah persen pria menjawab bahwa mereka membahas tentang mimpi basah ketika membahas tentang mimpi basah ketika mengalami mimpi basah pertama kali mengalami mimpi basah pertama kali dengan seseorang, seperti terlihat pada dengan temannya. Dan yang menarik Grafik 6. Orang Yang Berbicara Tentang Mimpi Basah Teman Ibu Bapak Saudara kandung Guru Tokoh agama Tidak ada Pengetahuan Tentang Anemia ketika hamil, serta dapat melahirkan Kekurangan bayi dengan berat badan lahir rendah dan kelainan congenital. dinegara-negara Berdasarkan hasil survei diketahui berkembang (WHO, 2. Anemia 80,8 persen remaja melaporkan pernah karena kekurangan zat besi masih mendengar anemia. merupakan permasalahan gizi yang Hasil paling berat dan penting di Indonesia. umumnya remaja menyatakan bahwa Anemia anemia adalah kekurangan sel darah khususnya pada remaja wanita akan merah . ,9 perse. , tekanan darah rendah . ,2 perse. , kekurangan zat wanita tersebut mengalami perdarahan . ,8 Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 pernah mendengar anemia tapi tidak perse. , dan kekurangan protein . ,2 tahu arti anemia sebanyak 8 persen. Sementara itu, remaja yang Grafik 7. Pengetahuan tentang Anemia Kekurangan sel darah merah Tekanan darah rendah kekurangan zat besi Rendah kadar Hb Kekurangan protein tidak tahu Pengetahuan Tentang HIV/AIDS dan IMS HIV menghindari kumpul dengan pelacur, menyerang kekebalan tubuh manusia. menghindari pemakaian jarum suntik Orang yang terinfeksi virus HIV tidak melakukan hubungan seksual sama penyakit lain karena sistem kekebalan sekali . ,7 perse. Selain itu 72,5 Sedangkan HIV/AIDS. AIDS adalah . ,5 HIV/AIDS kekebalan tubuh. Penyakit HIV dan hubungan seksual hanya dengan satu AIDS ini merupakan penyakit yang orang. Sebanyak 69,5 persen remaja berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Mengingat kondom setiap hubungan seksual untuk tingkat bahaya penyakit yang tinggi. HIV/AIDS, termasuk remeja memiliki pengetahuan menyatakan tidak melakukan hubungan yang cukup tentang HIV dan AIDS. seks dengan kaum sejenis, seperti terlihat pada grafik 8. Dari 381 remaja yang mengetahui HIV/AIDS menurut persepsi kemungkinan tertular Remaja yang pernah mendengar menghindari atau mencegah HIV/AIDS Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan yang tidak tahu relatif banyak yaitu 23,1 menghindari HIV/AIDS 7,4 persen, dan Grafik 8. Pengetahuan tentang Cara Menghindari HIV/AIDS 1 0 0 M e n g h in d a ri k u m p u l d e n g a n p e la c u r M e n g h in d a ri p e m a k a ia n ja r u m s u n t ik b e rs a m a ti d a k m e l a k u k a n h u b s e k s s a m a s e k a li M e la k u k a n h u b s e k s h a n ya dg n satu or an g m e ng g u na ka n k on d o m ti d a k m e l a k u k a n h u b s e k s d g n k a u m s e je n is Dari hasil survey juga diketahui, perse. , gangguan mental dan anti sosial . ,1 perse. , sering sakit kepala penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) . ,4 perse. , hilang percaya diri . ,9 selain HIV/AIDS sebanyak 62 persen. , menyakiti diri dan ingin bunuh Pengetahuan Pengalaman Tentang NAPZA Pada survei indikator RPJM kepada . ,1 jantung dan tensi tinggi . ,1 perse. , dan hidup jorok . ,3 perse. responden remaja ditanyakan apakah Kepada pernah mendengar tentang NAPZA, mendengar Napza ditanyakan apakah yaitu narkotika, alkohol, psikotropika, pernah mencoba memakai Napza. Dari dan zat adiktif lainnya. Dari 612 remaja sebanyak 91,3 persen mengaku pernah mendengar Napza dan 8,7 persen tidak Kondisi ini lebih tinggi bila dibanding pernah mendengar. Sebagian besar dengan rata-rata nasioanl . ,7 perse. Dari 21 remaja yang mengaku pernah remaja sebanyak 3,7 persen Napza. ditimbulkan adalah kecanduan/sakau . ,6 memakainya dengan diminum atau di lemah/kurus. ,4 perse. , kerusakan telan . persen ), dihisap . , organ tubuh hingga kematian . ,2 dan dengan cara disuntik . Napza. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Grafik 9. Presentase Pengaruh Pemakaian Napzah Sumsel Nasional Pernah Mendengar Napza Pernah Mencoba Napza Pengetahuan Tentang Alat / Cara KB Temuan metode kontrasepsi tradisional yang pengetahuan tentang alat/cara KB di pantang berkala kalangan remaja di Propinsi Sumatera senggama terputus . ,1 perse. Selatan Remaja perempuan sedikit lebih mengetahui alat/cara KB dibanding remaja laki-laki. Remaja pria yang mengetahui paling sedikit salah satu alat/cara KB sebesar 93,6 persen, sedangkan remaja wanita 94,9 persen. Pengetahuan remaja yang mengeta hui minimal satu alat/ cara KB Alat/cara KB modern yang popular di kalangan remaja yaitu kondom, suntikan, dan Implan/susuk KB masing-masing 86,9 persen, 83,9 persen, 81,3 persen, dan 59,3 persen. Selebihnya . ,1 sterilisasi pria . ,3 perse. Metode Mal . ,2 perse. dan kontrasepsi Sedangkan . ,2 perse. , dan Umur Rencana Menikah di Masa Mendatang Hampir separuh responden remaja pria umur 15-24 tahun . menyatakan merencanakan menikah pada umur 23-25 tahun, dan sebanyak 17,9 persen merencanakan menikah Sedangkan pada responden remaja wanita lebih dari separuh . , 2 perse. sebanyak 19,9 persen merencanakan Pada menikah pada umur kurang dari 20 tahun yaiti 1,1 persen. Bila dilihat Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan secara keseluruhan, baik remaja pria Dalam survei ini remaja Umur maupun wanita sebanyak 11,9 persen pertama kali pacaran, umumnya pada menyatakan tidak tahu rencana umur pria antara 15-17 tahun . ,8 perse. dan pada wanita juga pada umur yang Jumlah Anak yang Diinginkan Di Masa Mendatang sama . ,1 perse. Dua puluh tiga Pada survei indikator RPJM kepada pada umur sebelum 15 tahun dan responden wanita dan pria ditanyakan wanita pada umur yang sama sebanyak seandainya dapat menentukan jumlah 18,9 persen. persen pria mengaku pernah pacaran Data menunjukkan bahwa dari 266 anak yang diinginkan, berapa jumlah Data menunjukkan bahwa rata-rata jumlah anak yang diinginkan wawancara masih mempunyai pacar, sedangkan dari 225 wanita pernah menginginkan anak cukup dua lebih banyak pada remaja wanita yaitu . ,5 menyatakan saat wawancara masih perse. dibandingkan dengan remaja mempunyai pacar. ,2 perse. Sedangkan bila rata-rata. Umumnya Kepada responden juga ditanyakan berbagai kegiatan yang dilakukan bila berpegangan tangan, berciuman, dan remaja pria lebih menginginkan jumlah meraba/merangsang anak lebih banyak dimasa mendatang yang sensitif . Hasil survei dibandingkan remaja wanita. Remaja pria yang menginginkan memiliki anak lebih sering dilakukan remaja dalam 3 atau 4 di masa mendatang masing- berpacaran adalah pegang tangan 87 masing 19,6 persen dan 14,4 persen, menurun bila dibandingkan dengan menginginkan memiliki anak 3 atau 4 di survey indikator RPJM tahun 2011 . masa mendatang masing-masing 20,6 perse. dan meraba/merangsang . persen dan 10,8 persen. Perilaku pacara mencium bibir Pacaran dan Perilaku Seksual Pacaran dan meraba atau merangsang bila . dibandingkan dengan survei yang sama Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 mengalami penurunan, seperti terlihat pada grafik di di bawah ini. Grafik 10. Perilaku Pacaran Remaja di Sumatera Selatan berdasarkan Survei Indikator RPJM 2011 dan 2012 p egan g ciu man b ibir eran gsan g Pendapat Tentang Hubungan Seksual Sebelum Menikah Pendapat wanita hanya sebanyak 0,9 mengaku pernah melakukan hubungan seksual. setuju jika pria melakukan hubungan Bila dibandingkan dengan hasil survey seksual sebelum menikah sedikit lebih yang sama pengalaman seksual yang tinggi dibanding pendapatnya terhadap dilakukan remaja di Sumatera Selatan wanita , masing-masing 89,5 persen mengalami penurunan, seperti terlihat pada grafik di bawah ini. wanita lebih sedikit, yaitu dari 225 Sedangkan remaja yang berpendapat seorang pria Umur hubungan seksual pada responden tergantung 8,1 persen sedangkan untuk remaja pria, sebagian besar . ,7 wanita 8,9 persen. antara 18-20 tahun sedangkan yang Pengalaman Seksual lainnya melakukan hubungan seksual Secara umum, dari 266 remaja pria yang pernah pacaran yang menyatakan pernah melakukan hubungan seksual pada umur yang relatif sangat muda yaitu antara 15-17 tahun sebanyak 33,3 Sedangkan umur pertama kali Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan melakukan hubungan seksual pada responden remaja wanita, seluruhnya melakukan dengan pacarnya. Pada melakukan hubungan seksual pada saat melakukan hubungan seksual, usia antara 15-17 tahun. Berdasarkan melakukan hubungan seksual ternyata diketahui, semua responden remaja tidak menggunakan alat kontrasepsi. Grafik 11. Pengalaman Melakukan Hubungan Seksual Pada Remaja Di Sumatera Selatan Berdasarkan Hasil Survey RPJM 2011 dan 2012 laki-laki Perempuan pengetahuan merupakan domain yang PEMBAHASAN Pengetahuan tindakan seseorang. Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng Menurut Notoadmodjo . daripada perilaku yang tidak didasari penegatahuan adalah hasil dari tahu oleh pengetahuan. Penelitian Roger . dalam Notoadjmojo . mengungkapkan objek tertentu. Penginderaan pendengaran, penciuman, perasaan, . erperilaku bar. , di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 yakni : . Awareness . , yaitu tingkah lakunya mencari keterangan orang tersebut menyadari dalam arti tentang pesan yang diterimanya. mengatahui stimulus . terlebih Timbulnya . Interest yakni orang masyarakat menginginkan pesan yang Evaluation menimbang-nimbang baik Timbulnya pertimbangan dalam diri dan tidaknya stimulus tersebut bagi masyarakat yaitu manfaat tidaknya Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. Trial, orang p e s a n d a n pemanfaatannya . Kenyataan ini sejalan dengan Adoption subyek telah berperilaku baru Teori sesuai dengan pengetahuan kesadaran Response dan sikapnya terhadap stimulus Timbulnya ter sebut. Peneri maan telah mulai mencoba perilaku baru. meneri ma Stimulus Organisme (SOR) dikemukakan oleh Hosland . alam Notoatmodjo, pengetahuan, sikap dan tingkah pada gambar 1 . Perubahan perilaku laku masyarakat berlangsung melalui tergantung kepada kualitas rangsang suatu proses, yaitu : . Timbulnya . yang berkomunikasi dengan minat, yaitu adanya sesuatu yang Timbulnya perhatian, yang Artinya komunikasi, seperti kredibilitas. Gambar 1. T e o r i Stimulus Organisme Response (SOR) -Perhatian Stimulus -Pengertian - Penerimaan Perubahan Sikap Perubahan Praktek (Sumber : Notoatmodjo, 1. Kredibilitas Rakhmat . adalah seperangkat persepsi Dalam sifat-sifat Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan terkandung dua hal : . kredibilitas adalah persepsi komunikate, jadi tidak Setelah informasi reproduksi sehat inheren dalam diri komunikator. kredibilitas berkenaan dengan sifat- sifat komunikator, yang selanjutnya menerima informasi tersebut. Di sini Setelah meliputi keahlian dan kepercayaan. Koehler. Annatol dan Appibaum 1978 menambahkan empat komponen yang Proses komunikator, yaitu : . bertinclak demi informasi yang telah komunikator mempunyai dinamisme akhirnya masyarakat dengan berbagai bersemangat, aktif, tegas dan berani. dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan bertindak sesuai dengan . informasi yang diterimanya. sebagai orang periang dan senang Effendy . menyatakan bahwa koorientasi, merupakan efek konatif berupa perubahan tingkah kesan komunikate bahwa komunikator sebagai orang yang mewakili kelompok. dilaksanakannya KIE didahului oleh dan . karisma, menunjukkan sifat luar biasa yang dimiliki komunikator yang pengetahuan dan atau efek afektif menarik komunikan. Brehm dan Kassin berupa tumbuhnya sikap. serta Brigham melalui teori Sleeper Effect Dengan dimilikinya remaja akan lebih berhati- kredibilitas komunikator memegang hati dalam berperilaku, sehingga hal- peranan yang penting dalam perubahan sikap . Mengingat Berdasarkan Indonesia . nformasi atau pesan KIE reproduksi Sumatera Selatan sudah berada pada seha. yang disampaikan oleh petugas taraf yang cukup mengkhawatirkan saat KIE ini telah dikembangkan pula program . Generasi Berencana (GENRE) yang Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 sasarannya adalah kalangan remaja Untuk Pemerintah setingkat SMA dan mahasiswa yang telah diluncurkan sejak bulan Mei 2012. q,BKKBN) telah melaksanakan dan Program ini, agar remaja bisa mengembangkan program KRR yang merupakan salah satu program pokok masa remaja, antara lain, di usia pembangunan nasional yang tercantum Rancangan Pembangunan keturunan, atau hal-hal yang berkaitan Jangka Menengah (RPJM 2009-2. dengan kesehatan reproduksi. Program Salah satu sasaran strategis berkaitan ini juga untuk menjauhkan remaja dari Reproduksi hingga terinfeksi HIV/AIDS. Remaja. Kesehatan kecamatan memiliki Pusat InformasiKonseling Hal yang harus diperhatikan dari Program Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang aktif. Arah Hasil Survey RPJM tahun 2012 adalah kebijakan Program Pusat Informasi dan masih adanya remaja yang tidak tahu Konseling-Kesehatan tentang masalah kesehatan reproduksi Remaja (PIK-KRR) adalah mewujudkan walaupun persentasenya cukup kecil. Informasi Survey Kesehatan Reproduksi Keluarga Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) Kecil Bahagia Sejahtera. Tegar remaja tahun 2007 menunjukkan bahwa 60 persen remaja mengalami kehamilan Indonesia menjadi Tegar, yaitu remaja yang berperilaku sehat, menghindari risiko KRR . HIV dan AIDS, . engaja NAPZA), melanjutkan kehamilannya walaupun perkawinan, dan menjadi contoh, idola, pernah mencoba untuk menggugurkan teladan dan model bagi remaja-remaja kandungan tetapi gagal Hal ini Tegar menunjukkan bahwa masih minimnya Keluarga untuk mencapai Keluarga pengetahuan remaja tentang kesehatan Kecil Bahagia Sejahtera . Kegiatan seksual remaja yang tidak sehat dan Remaja tidak bertanggung jawab. termasuk melaui PIK KRR haruslah Kesehatan Reproduksi Dani Saputra: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja Sumatera Selatan ramah remaja. Suatu pelayanan yang Karakteristik desain program klinik sahabat remaja: . Keterlibatan remaja bersahabat baik berupa kebijakan atau atribut yang menarik remaja untuk prograam selanjutnya. Penerimaan menyenangkan dengan setting klinik segera bagi klien yang kedatangannya yang sesuai dengan remaja, memenuhi Tidak terlalu padat dan waktu tunggu kemudahan bagi remaja dan berbagai tidak terlalu cepat. Menerima dan karakteristik lainnya baik dari provider melayani secara baik klien baik laki dan klinik remaja, karakteristik fasilitas klinik . Melayani berbagai jenis serta karakteristik desain program klinik masalah kesehatan reproduksi remaja. untuk remaja. Kemudahan merujuk pelayanan ke Karakteristik provider klinik remaja, seperti: . Staf klinik yang mendapat rumah sakit yang lebih baik. Karateristik pelatihan khusus untuk remaja. Staf Tersedianya materi atau media KIE di klinik yang sangat menghargai remaja. dalam klinik atau dapat dibawa pulang. Menghargai privasi dan kerahasiaan . Memungkinkan bagi kegiatan diskusi secara kelompok. Adanya banyak alternatif yang diberikan klinik bagi Pemberian dengan klien. Tersedianya peer konselor yang baik. Karateristik fasilitas klinik: . Waktu pelayanan yang memadai/sesuai. Lokasi klinik yang mudah dijangkau. Penataan . Ruang yang mendukung suasana privasi remaja. Lingkungan dalam dan luar klinik yang Secara khusus dibutuhkan Auruang transitAu untuk media KIE dan relaks. KESIMPULAN Masih banyak remaja di Sumatera Selatan tentang kesehatan reproduski relatif rendah antara lain berkaitan dengan masa subur, anemia. Sedangkan untuk pengetahuan yang berkaitan dengan Alat Kontrasepsi. HIV/AIDS. Napza cukup tinggi. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Perilaku dalam berpacaran yang dilakukan remaja adalah pegang Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2007. Jakarta: BKKBN. tangan 87 persen, ciuman bibir 22 persen dan meraba/merangsang 4 BKKBN. Membantu Remaja Memahami Dirinya. Jakarta. Secara umum, dari 491 remaja pria yang pernah pacaran sebanyak 1,1 persen. SARAN Kegiatan Komunikasi. Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Reproduksi Sehat perlu terus dilakukan kepada para remaja melalui berbagai jalur Badan Pusat Statistik. Hasil Sensus Penduduk tahun 2010. Jakarta. Effendi. Onong Uchjana. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya. Notoatmodjo. Soekidjo. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta. dan kesempatan. Perlu kesehatan reproduksi yang ramah tempat-tempat kesehatan reproduksi. DAFTAR PUSTAKA