Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Manajemen Strategi Peningkatan Mutu Sumber Daya Guru PAI di Lembaga Pendidikan Maarif Nu Kabupaten Temanggung Tri Rahayu Kurniasih Universitas Islam Negeri Salatiga Trirahayu030223@gmail. Abstrak Dalam bidang pendidikan, manajemen merupakan konsep baru yang sangat penting. Tahapantahapan manajemen sebagai salah satu upaya peningkatan mutu guru dapat diidentifikasi melalui bebrapa cara seperti analisis lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi, evaluasi, dan pemantauan strategi. Formulasi strategi dan dasarnya mencakup penyusunan visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan serta program-program khusus, misalnya bimbingan guru melalui kelas komprehensif, seminar, diskusi, pembinaan, pemberian tunjangan, pengawasan pendidikan, dan kegiatan pengembangan profesional. Tujuan dari kegiatan-kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan pertumbuhan mutu guru dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya sosial. Selain itu, peningkatan kualitas guru PAI juga menyoroti beberapa keterampilan lain, seperti pengelolaan kelas, pengelolaan siswa, pengelolaan waktu, dan integrasi teknologi pendidikan. Tidak hanya itu, kolaborasi guru-siswa atau pelatihan juga dapat digunakan untuk meningkatkan mutu guru siswa. Kata Kunci: Manajemen. Guru PAI. Lembaga Pendidikan MaAoarif PENDAHULUAN Salah satu aspek terpenting dalam membangun bangsa adalah pendidikan, yang meliputi pengajaran pendidikan agama Islam. Tujuan utama Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah membantu siswa mengembangkan sifat-sifat moral yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai Namun, kualitas sumber daya guru PAI masih agak misterius, sehingga hal ini tidak sepenuhnya jelas. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan-tindakan dengan hasil akhir untuk menilai kesuksesan pendidikan secara keseluruhan. Dalam kondisi pendidikan Islam saat ini, diyakini bahwa pengajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat membantu siswa mengembangkan karakter, akhlak, dan keyakinan agama mereka. Keberadaan guru PAI tidak hanya sebagai pengajar. melainkan sebagai sosok yang dapat mendidik secara moral dan spiritual. Berbagai kemajuan globalisasi dan teknologi informasi, serta kurikulum yang dirancang dengan baik, mendorong guru PAI untuk terus meningkatkan keterampilan dan kualitas belajar siswa. Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) adalah organisasi pendidikan berbasis Islam terbesar di Indonesia yang mendukung tingkat tanggung jawab yang tinggi dalam pengajaran Generasi muda memiliki aspirasi intelektual, namun peserta didik mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip moral dan spiritual ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, pendidikan Maarif menghasilkan guru PAI yang sangat kompeten, profesional, dan inovatif. Namun, dalam pelaksanaan proyek, beberapa masalah dicatat oleh guru PAI di LP Ma'arif, seperti kurangnya kompetensi pedagogis, ketidakhadiran kelanjutan, dan penggunaan teknologi yang terbatas di kelas. Oleh karena itu, manajemen strategi yang efektif diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah siswa yang terdaftar di kelas PAI. Hal ini mencakup beberapa aspek seperti pelatihan, pelaksanaan, dan evaluasi program pengembangan guru. Manajemen strategi Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 merupakan komponen terpenting dalam melaksanakan pertumbuhan mutu dan berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, yaitu untuk memastikan guru dapat bekerja secara mandiri, tegas, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan pendidikan. Perlu ditekankan bahwa pelatihan guru dapat dilakukan secara sistematis, terencana, dan fleksibel sebagai respons terhadap perubahan dalam lingkungan pendidikan. Dengan tujuan meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terkhusus pada pendidikan Maarif, tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis dan mengusulkan praktik manajemen yang efektif dan konstruktif agar pendidikan agama yang diterapkan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan siswa. Mengingat berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan saat ini, manajemen yang efektif dan andal diperlukan untuk mencapai tujuan meningkatkan mutu sumber daya guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Manajemen tidak selalu memberikan konteks untuk studi dan implementasi program peningkatan kompetensi. namun, terdapat proses evaluasi yang dilakukan untuk memastikan efektivitas dan relevansi program yang bersangkutan. Di antara strategi-strategi tersebut adalah pelatihan kelanjutan . ontinuous professional developmen. , peningkatan kualifikasi akademik siswa, pengembangan karakter, dan ketiga, yaitu komunikasi antara guru dan siswa melalui komunitas belajar, baik secara online maupun offline sesuai dengan perkembangan zaman (Chairunnisa et al. ,2. Dengan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kajian tentang manajemen peningkatan mutu guru PAI pada Lembaga Pendidikan MaAoarif menjadi penting sekali sebagai penentuan terhadap kualitas pendidikan agama Islam khususnya dalam lingkungan NU tetap relevan dan bermutu tinggi. Penelitian ini mempunyai harapan dapat memberikan gambaran nyata mengenai strategi yang diterapkan serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran PAI di lembaga Pendidikan Maarif terkhusus di kabupaten Temanggung. METODE Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif. Jenis penelitian kualitatif ini melibatkan tinjauan literatur dengan fokus spesifik, seperti (Yanto, 2. , beserta teks atau data dari Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Temanggung. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui berbagai cara, di mana data tersebut harus mencakup keseluruhan data yang diharapkan untuk dikumpulkan dan dianalisis. Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metodologi studi kepustakaan . enelitian perpustakaa. seperti jurnal atau thesis (Hasmi, 2021: Sanga et al. , 2. , yang melibatkan pengamatan terhadap beberapa sekolah dan madrasah di Ma'arif Kabupaten Temanggung. Dengan demikian, informasi dapat diperoleh melalui buku, dokumen yang merupakan hasil dari suatu kegiatan, dan percakapan informal dengan guru dan siswa. Analisis yang dilakukan dalam studi ini meliputi, di antaranya, pengurangan data, analisis data, dan analisis kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada masa kini, pendidikan Islam telah memberikan kontribusi yang signifikan dan konstruktif terhadap kemajuan kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Jika terbukti bahwa suatu bangsa mampu menghasilkan manusia yang berbudi luhur dan suci, maka bangsa tersebut diprediksi akan menjadi damai, aman, dan maju. Namun, dalam konteks lain, jika proses pembangunan suatu bangsa mengakibatkan kemacetan, maka bangsa tersebut dapat digambarkan sebagai kurang pandai dalam segala hal. Berdasarkan studi literatur yang telah Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 selesai, sumber daya pendidikan Islam yang kompeten bukan diperoleh secepat kilat, namun hal ini akan memerlukan proses yang panjang, serta tingkat fokus dan kepercayaan sanagt tinggi dari pimpinan/ketua lembaga. Tidak hanya itu, pemimpin dalam suatu organisasi memiliki kontribusi sangat penting sekali dalam mengelola guru sebagai sumber daya pada lembaga pendidikan Islam NU. Karena dukungan atas pimpinan akan mempercepat progres perkembangan kegiatan yang diadakan dalam Lembaga tersebut apalagi dengan mengadakan kerjasama bersama pihak ketiga sebagai dukungan mencapai target yang sudah ditentukan di awal (Suwarni, 2024:. Manajemen Manajemen memiliki beberapa arti. Manajemen dalam Bahasa inggris, berasal dari kata AumanagementAy, yang memiliki arti sebagai pimpinan dan pelaksanaan. Kata AomanagementAo juga berasal dari kata AumanageAy. Kata AumanusAy dalam bahasa Latin merujuk pada arti sebagai pimpinan yang bisa menangani, mengatur, atau membimbing. Menurut George R. Terry dalam Ruslan, manajemen dipandang sebagai suatu tahapan . dan metode yang meliputi beberapa tindakan, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaktivifan, dan pengawasan, yang semuanya dilakukan untuk memastikan bahwa segala sesuatu dilakukan sesuai dengan prinsipprinsip yang telah ditetapkan melalui penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya Sementara itu, manajemen strategis merujuk pada serangkaian langkah kepemimpinan yang mempengaruhi hasil perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Manajemen strategis mencakup pengamatan terhadap kondisi lingkungan, pengembangan strategi, . erancangan strategis atau perancangan jangka panjan. , pelaksanaan strategi, serta penilaian terhadap lingkungan dan pengawasan. ( Ilyas. Imron dkk: 2. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia (SDM) menurut pemaparan Hadawi Nawawi . merupakan kekuatan yang berasal dari individu, muncul dalam wujud tenaga atau energi (Sarnoto: 2. Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki komponen kunci untuk kesuksesan organisasi sumber daya pokok. Menurut pernyataan lembaga pendidikan, kunci untuk mencapai tujuan pendidikan adalah semangat manusia. Dalam penjelasan lain, dapat dikatakan bahwa perusahaanyang sukses dalam mencapai tujuan tertentu bergantung pada beberapa faktor yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusianya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, telah terjadi perubahan dalam berbagai aspek kehidupan yang juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Oleh karena itu, diperlukan produk berkualitas tinggi agar dapat menggambarkan perubahan yang terjadi selama jam kerja. Al-insan, al-albasyar, dan al-nas adalah tiga aspek kemanusiaan yang dijelaskan dalam Islam (Malik. A dan Fitrah Sugiarto, 2. Manusia, disebut dengan al-insan, memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan di lingkungan mereka, antara lain terjadinya nilai pergeseran, sehingga manusia harus peka terhadap perubahan-perubahan ini dan bekerja sama melalui proses pendidikan untuk menjadi patuh Al-Qur'an juga menyatakan bahwa manusia, sebagai al-insan, diajari oleh Allah SWT tentang hal-hal yang belum dipahami. Manusia merupakan makhluk yang dapat belajar berbagai hal yang belum dipahami tentang diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka mampu membedakan antara hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk, serta mengukuhkan apa yang terjadi setiap hari. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Guru Sebagai Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Islam Kesuksesan sebuah institusi, termasuk institusi pendidikan Islam itu bergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang mana memiliki peran penting pada institusi tersebut. institusi pendidikan Islam. SDM memainkan peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan Islam. Namun, dalam kenyataannya, banyak tantangan yang dihadapi oleh institusi pendidikan Islam terkait SDM mereka, khususnya para guru (Suwarni, 2. Guru memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam pengembangan pendidikan, oleh karena itu, profesi guru perlu dikembangkan agar memiliki martabat yang layak. Karena posisi seorang guru dalam dunia pendidikan sangat penting, maka selain perannya harus paham akan hal-hal yang bersifat filosofis dan konseptual, seorang guru juga harus mampu melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis (M. MaAoruf, 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, guru ialah seorang yang berprofesi mengajar. Ada penjelasan sedikit dari Zakiah Daradjat dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam bahwa seorang guru termasuk dalam kategori pendidik profesional dan berkompeten, sehingga ia bersedia menerima dan menanggung sebagian tanggung jawab pendidikan (Faruqi Dwi, dkk: 2. Guru pada dunia Pendidikan merupakan salah satu asset penting sebagai sumber daya penggerak dibidangnya (Yumnah, dkk: 2. Menurut perspektif pendidikan Islam, seorang guru memiliki beberapa nama, diantaranya murabbi, mu'allim, mu'addib, muddaris, dan mursyid, masing-masing mempunyai karakteristik unik berdasarkan pengalaman mereka sendiri (A. Huda. Maritsa, dan Husna 2. Penjelasan ke-empat istilah itu adalah sebagai berikut: Murabbi Murabbi meyakini bahwa seorang guru memiliki tugas dan tujuan sebagai pendidik, dan bahwa seorang pendidik adalah individu yang matang dan mampu memberikan banyak manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Makna murabbi secara umum sangat luas, yaitu mengajarkan siswanya agar terus meningkatkan kemampuan pemahamannya. membantu mengembangkan potensi memperbaiki sikap atau ucapan siswanya dari yang buruk menjadi baik. meningkatkan kemampuan siswanya dari masa kecil sampai dewasa dalam hal cara berpikir, pengetahuan, wawasan, dan lain sebagainya (Zamzam. F, dkk : 2. Mu'allim Mu'allim meyakini bahwa guru dihormati oleh siswa karena mereka memiliki berbagai pengetahuan dan mampu menyampaikan pengetahuan tersebut kepada orang lain. Mu'addib Mu'addib adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seorang guru karena guru memiliki wewenang untuk menyampaikan pengetahuan serta nilai-nilai moral dan spiritual kepada siswa sehingga mereka tanpa ragu memiliki adab yang sopan dalam kehidupan seharihari. Muddaris Muddaris adalah seseorang yang memiliki banyak pengetahuan yang kemudian pengetahuan tersebut digunakan untuk pengembangan dan pembaharuan pemikiran ilmu. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Mursyid Mursyid bisa diartikan seseorang yang dijadikan sebagai suri teladan bagi peserta didik karena menerapkan sikap sopan dan santun. Menurut Huda dan Erihadiana . , pengelolaan sumber daya manusia dalam Pendidikan Islam dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang harus dimulai dari sumber utama, yaitu guru, dan pendidikan harus ditransfer ke lembaga pendidikan Islam melalui sejumlah prosedur, termasuk sumber daya manusia, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pendidikan, dan pelatihan pengembangan hingga tahap pemberhentian, jika sumber daya manusia yang bersangkutan tidak mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh organisasi yang mengawasinya. Seorang guru merupakan sumber daya manusia dalam pendidikan Islam, dan seorang guru dapat digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan optimalisasi sumber daya manusia dalam pendidikan Islam (Fazira Putri dkk: Sesuai dengan hal yang disebutkan diatas, maka peran seorang pemimpin instansi beserta kepala sekolah sangat dibutuhkan dan diharapkan dapat memposisikan diri, memotivasi, mengevaluasi, mengarahkan, dan mendukung pengembangkan bakat setiap tenaga pendidik dan pegawainya serta bisa menyeimbangkan tujuan individu dan organisasi (M. Huda dan Erihadiana Komponen faktor Peningkatan Mutu Komponen pertumbuhan mutu dalam pendidikan dapat ditentukan melalui sejumlah analisis, termasuk yang berikut: Kepemimpinan Sebagai anggota kunci atau anggota organisasi, pemimpin merupakan salah satu komponen paling penting dan krusial dalam menentukan arah dan kesuksesan suatu lembaga Tidak hanya itu, tetapi peran pemimpin juga mempengaruhi organisasi yang mengalami kegagalan dan keberhasilan. Peran pemimpin juga dapat didefinisikan sebagai pengendali, penentu arah yang pada dasarnya merupakan kelompok lembaga pendidikan yang efektif, berkualitas, dan berbasis komunitas. Kualitas suatu lembaga juga dipimpin oleh seorang pemimpin yang matang yang dapat mengarahkan organisasi menuju tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan (Noor T. R, 2023:. Mereka dapat bertanggung jawab atas perubahanperubahan yang terjadi dan mampu mengamati, menganalisis, serta merenungkan masa depan gaya hidup global yang lebih baik. Setiap pemimpin memiliki komitmen yang kuat terhadap kesuksesan semua peraturan dan instruksi sekolah formal, baik untuk kepentingan siswa maupun masyarakat umum yang menggunakan layanan organisasi pendidikan. Budaya Organisasi Budaya organisasi merupakan salah satu komponen sosial yang tidak terlalu merugikan, namun pada dasarnya cukup penting. Budaya organisasi memiliki fungsi sebagai alat untuk mendorong karyawan dalam suatu organisasi untuk terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan. Secara halus, budaya organisasi akan mempengaruhi semua pihak yang terlibat, sesuai yang tertulis dalam Sutrisno . budaya organisasi akan cepat mempengaruhi komponen yang ada seperti nilai-nilai dan norma yang tumbuh pada lingkungan (Muis. M Ras: Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Dengan cara yang tidak serius, mereka akan belajar apa yang diperlukan dan tidak, beberapa hal baik dan hal buruk, kapan tegas dan lembut, serta apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan. Selain itu, budaya organisasi dapat secara efektif mensosialisasikan dan menginternalisasikan anggota organisasi. Lembaga Pendidikan MaAoarif NU Kabupaten Temanggung Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) merupakan satu-satunya Lembaga Pendidikan yang dinaungi oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang tugas khususnya menangani urusan Pendidikan. Lembaga Pendidikan MaAoarif NU didirikan tepat pada 19 September tahun 1929 yang ditetapkan melalui Muktamar NU ke-IV tepatnya di kota semarang. Alasan kenapa Lembaga ini didirikan, karena sesuai dengan visi misi NU yaitu memajukan Pendidikan islam berbasis tradisi ahlusunnah wal jamaah. Selanjutnya. Yayasan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Temanggung didirikan sebagai badan hokum tepat pada tanggal 10 juni 2014. Dalam Lembaga ini terdapat 166 induk madrasah yang terdiri dari beberapa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MT. SMP. Madrasah Aliyah (MA). SMA dan SMK dan memiliki lebih dari 2054 siswa serta 2000 guru yang berkontribusi mendidik peserta didik yang tersebar di seluruh kecamatan kabupaten temanggung. Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Temanggung memiliki beberapa kegiatan diantaranya mengadakan Rakercab (Rapat Kerja Caban. yang tujuannya menentukan, merumuskan program kerja jangka pendek dan jangka lima tahun, mengadakan kegiatan peningkatan mutu seperti bimbingan teknis manajerial untuk kepala madrasah, acara apresiasi dan lomba seperti Porsema (Pekan Olahrga dan Seni Maari. yang dilaksanakan oleh madrasahmadrasah yang ada di Temanggung untuk menjaring bakat siswa serta memperkuat karakter Berdasarkan hasil wawancara dengan pemimpin sekolah, pengurus LP MaAoarif NU, dan guru PAI di beberapa lembaga pendidikan di Kabupaten Temanggung, diketahui bahwa upaya meningkatkan kualitas guru dilakukan secara bertahap melalui program tahunan dan jangka Perencanaan tersebut mencakup beberapa hal, yaitu: Pertama, dilakukan analisis kebutuhan kompetensi guru dengan mengevaluasi hasil supervisi pembelajaran dan penilaian kinerja guru. Kedua, disusun program pelatihan dan workshop yang fokus pada penguatan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Ketiga, dijalankan perencanaan pembinaan spiritual dan ideologis untuk memperkuat komitmen guru terhadap nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal JamaAoa. Namun, ditemukan bahwa sebagian lembaga belum memiliki rencana strategis yang tertulis secara lengkap. Akibatnya, kegiatan pengembangan kualitas guru lebih bersifat spontan dan bergantung pada peluang pelatihan yang datang dari pihak luar seperti Kemenag atau LP MaAoarif Kabupaten. Pelaksanaan peningkatan kualitas guru PAI dilakukan melalui beberapa kegiatan, seperti: Diklat dan workshop yang diselenggarakan oleh LP MaAoarif NU bersama Kemenag Temanggung. Program MGMP yang menjadi wadah untuk berbagi praktik baik, materi ajar, serta memperkuat metode mengajar PAI. Pembinaan dari dalam sekolah oleh kepala sekolah dan guru senior, berupa mentoring serta supervisi akademik (Sarifudin, 2. Peningkatan kemampuan dalam menggunakan teknologi, dengan pelatihan membuat media pembelajaran Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 menggunakan Canva. PowerPoint, dan e-learning (Rosifiani et al, 2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan guru dilakukan secara rutin setidaknya dua kali dalam Namun, kelanjutan kegiatan tersebut masih bergantung pada ketersediaan dana dan semangat individu para guru. Evaluasi dilakukan dengan dua metode: Pertama, kepala sekolah mengevaluasi kinerja guru menggunakan alat supervisi akademik. Kedua, panitia LP MaAoarif mengevaluasi hasil pelatihan untuk melihat seberapa baik guru menerapkan materi pelatihan dalam proses belajar Namun, sistem evaluasi masih kurang terstandar. Indikator untuk mengukur kualitas guru masih hanya fokus pada dokumen administrasi pembelajaran, belum mencakup inovasi dalam pembelajaran atau dampak terhadap prestasi siswa. Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan manajemen strategi dan peningkatan mutu guru PAI antara lain: Adanya komitmen dari pengurus LP MaAoarif NU dan kepala sekolah dalam memfasilitasi kegiatan pengembangan guru. Dukungan dari Kementerian Agama dan PCNU dalam memberikan narasumber, materi, serta dana untuk pelatihan. Adanya budaya organisasi yang berlandaskan nilai Aswaja, sehingga mampu menumbuhkan semangat religiusitas dan rasa loyalitas guru terhadap lembaga. Kerjasama dan solidaritas antar guru yang kuat, sehingga program MGMP bisa berjalan aktif. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat yang ditemukan di lapangan antara lain: Dana operasional yang terbatas, sehingga beberapa lembaga kesulitan melaksanakan pelatihan secara berkelanjutan. Waktu guru yang terbatas, karena banyak guru PAI mengajar di beberapa lembaga sekaligus. Pendampingan setelah pelatihan yang kurang, sehingga hasil pelatihan tidak selalu diterapkan dengan baik. Perbedaan kemampuan guru, terutama dalam menguasai teknologi pembelajaran modern. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari triangulasi data . bservasi, wawancara, dan dokumentas. , ditemukan bahwa strategi yang diterapkan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas guru PAI, yaitu: Pertama, kemampuan guru dalam membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka semakin meningkat. Kedua, terbentuknya komunitas belajar guru . omunitas PAI MaAoari. yang aktif berbagi ide dan inovasi. Ketiga, guru lebih aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan sekolah. Keempat, rasa tanggung jawab profesional dan spiritualitas guru dalam menjalankan tugas pendidikan juga meningkat. Meski demikian, peningkatan tersebut belum sama rata di seluruh lembaga karena adanya perbedaan dalam dukungan dan kapasitas manajerial masing-masing Untuk memastikan program peningkatan kualitas guru PAI berjalan terus menerus, lembaga MaAoarif NU Kabupaten Temanggung telah menyiapkan beberapa langkah selanjutnya, di antaranya: Membuat tim pengembangan sumber daya manusia guru di tingkat cabang untuk menyusun rencana strategis lima tahunan. Membangun kerja sama dengan universitas Islam dan lembaga pelatihan guru untuk pelatihan serta penelitian bersama. Membuat sistem evaluasi digital berbasis aplikasi sederhana untuk memantau perkembangan guru. Mendorong setiap lembaga memiliki dana tetap untuk pembinaan guru dalam RAPBS. KESIMPULAN Manajemen strategi untuk meningkatkan kualitas guru PAI di lembaga pendidikan MaAoarif NU Kabupaten Temanggung sudah berjalan cukup baik, meskipun belum Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 sepenuhnya terstruktur secara sistematis. Strategi yang dilakukan mencakup perencanaan pelatihan, pelaksanaan pembinaan, serta monitoring dan evaluasi. Faktor yang mendukung pelaksanaan strategi ini adalah komitmen dari lembaga dan jaringan kerja sama. Namun, ada beberapa hambatan seperti batasan dana, waktu, serta perbedaan kemampuan antar guru. Secara umum, strategi yang dilakukan menghasilkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pedagogik, profesional, dan spiritual para guru PAI. Kesimpulan ( baik dalam implikasi, rekomendasi, atau saran, jika ad. bisa berupa beberapa temuan generalisasi berdasarkan masalah penelitian. Saran dapat berupa masukan, usulan untuk peneliti selanjutnya, atau rekomendasi implikasi dari temuan penelitian terhadap teori, praktik, dan mungkin kebijakan. DAFTAR PUSTAKA