Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 13. No. Oktober 2022 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Addition of Papaya Leaf Solution (Carica papaya Lin. to Commercial Feed on the Growth and Survival of Nirwana i Tilapia (Oreochromis niloticu. Atiek Pietoyo. Imas Nurjanah. DH. Guntur Prabowo. Dinno Sudino. Rani Rehulina Tarigan Program Studi Budidaya Ikan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran *Penulis korespondensi : email : atiek. bbl@gmail. (Diterima Mei 2022/Disetujui September 2. ABSTRACT This study aims to determine the effect of adding papaya leaf solution to the feed on the growth and survival of Nile tilapia i (Oreochromis niloticu. This research was carried out at the Kubangsari Fish Seed Center. Banjar City. West Java. The method of implementing the activity consisted of 4 treatments with 3 replications each. The treatments given were treatment A . ml/k. , treatment B . ml/k. , treatment C . ml/k. and control . ml/k. Parameters measured were survival and growth of fish. The results showed that papaya leaf solution influenced survival and fish growth. Giving papaya leaf solution to the survivors, treatment C produced the best value of 100%, then followed by treatments A and B with a value of 93. While the lowest value is in Control with a value of 73. In increasing the growth rate, treatment A gave the best increase in the growth rate with a value of 19. 02 gr. And experienced the best length growth with a value of 3. 23 cm. Then produce the best specific growth rate with a value of 45%. Keywords: (Papaya leaf solution, tilapia, feed, survival, growt. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan larutan daun pepaya yang diberikan pada pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan nila nirwana i (Oreochromis Penilitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Kubangsari Kota Banjar Jawa Barat. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, perlakuan A . ml/k. , perlakuan B . ml/k. , perlakuan C . ml/k. dan Kontrol . ml/k. Parameter yang diukur adalah sintasan dan pertumbuhan ikan. Hasil penelitian menunjukkan larutan daun pepaya berpengaruh terhadap Sintasan dan pertumbuhan ikan. Pemberian larutan daun pepaya pada sintasan, perlakuan C menghasilkan nilai terbaik yaitu sebesar 100%, kemudian disusul oleh perlakuan A dan B dengan nilai 93,3%. Sedangkan nilai terendah berada pada Kontrol dengan nilai 73,3%. Pada peningkatan laju pertumbuhan perlakuan A memberikan hasil peningkatan laju pertumbuhan terbaik dengan nilai sebesar 19,02 gr. Dan mengalami pertumbuhan panjang terbaik dengan nilai sebesar 3,23 cm. Kemudian menghasilkan laju pertumbuhan spesifik terbaik dengan nilai sebesar 45%. Kata kunci: (Larutan daun pepaya, ikan nila, pakan, sintasan, pertumbuha. PENDAHULUAN Ikan nila (Oreochromis niloticu. merupakan salah satu hasil perikanan darat yang banyak diminati masyarakat karena mempunyai sumber protein hewani yang tinggi (Yue et al. , 2. Tingginya permintaan pasar membuat budidaya ikan nila menjadi salah satu kegiatan budidaya perikanan yang mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan (Marlina dan Rakhmawati, 2. To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Berkembangnya budidaya ikan nila (Oreochromis niloticu. tentunya tidak selalu berjalan dengan Dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya yaitu pertumbuhan yang lambat, sering tejangkit penyakit serta tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Permasalahan tersebut dapat terjadi salah satunya karena kualitas pakan yang kurang baik dan atau penurunan kualitas air budidaya (Hambali et al. , 2. Pakan memegang peranan penting dalam budidaya perikanan. Kebutuhan pakan mencapai 60-70% dari biaya operasional budidaya. Pakan adalah salah satu faktor penting pada budidaya ikan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Pakan terdiri dari dua macam yaitu, pakan alami dan pakan buatan (Yanuar, 2. Pakan dengan nilai gizi yang baik akan membantu pertumbuhan yang optimal pada ikan. Bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan harus memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan ikan yang dibudidayakan, mudah didapat, dan harganya murah (Devani dan Basriati, 2. Daun pepaya (Carica papaya Lin. merupakan salah satu bahan nabati yang memiliki manfaat dalam budidaya ikan nila, beberapa manfaatnya yaitu, menjaga kualitas air kolam, mencegah berkembangnya jamur dan bakteri pathogen, meningkatkan kekebalan tubuh ikan terhadap penyakit, menambah nafsu makan ikan dan mengandung banyak vitamin yang baik untuk pertumbuhan ikan (Husni, 2. Daun pepaya mengandung karpain, alkaloid karpain, pseudokarpain, papain, saponin, flavonoid, tannin, vitamin C, vitamin B1, vitamin E, kolin, dan Selain itu daun pepaya juga mengandung mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, tembaga, zat besi, zink, dan mangan (AAoyun dan Laily, 2. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka diperlukan penelitian secara langsung untuk mengetahui pengaruh penambahan daun pepaya dalam bentuk larutan yang ditambahkan pada pakan komersial ikan nila untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret Ae Juni 2021 bertempat di Balai Benih Ikan Kubangsari Kota Banjar Jawa Barat. Alat dan Bahan Alat yang digunakan selama penelitian adalah akuarium, baskom, blender, botol semprot, gelas ukur, aerator, penggaris, pH meter, pipa, piring, pisau, saringan, scoopnet, selang sipon, selang aerasi, thermometer, timbangan, toples. Sedangkan bahan yang digunakan adalah ikan nila, pakan pellet, daun pepaya. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah yang berhubungan dengan penambahan larutan daun pepaya pada pakan untuk meningkatkan sintasan dan laju pertumbuhan ikan nila. Pengambilan data yaitu data primer dan sekunder. Data primer di dapat dari observasi, dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder di dapat dari data yang di peroleh atau dikumpulkan oleh orang lain dari sumbersumber yang telah ada. Proses Pembuatan Larutan Daun Pepaya Proses pembuatan larutan daun pepaya yaitu sebelum digunakan daun pepaya segar dicuci bersih kemudian tiriskan. Potong daun pepaya menjadi bagian yang lebih kecil. Siapkan 300 gr daun pepaya dan 300 ml air dengan perbandingan 1:1. Kemudian haluskan dengan menggunakan blender sampai halus. Setelah itu saring dan pisahkan dari ampasnya. Ukur air sari daun pepaya dengan menggunakan gelas ukur. Larutan ditakar untuk perlakuan A sebanyak 50 ml/kg pakan, perlakuan B 100 ml/kg pakan, dan perlakuan C 150 ml/kg pakan. Setelah diukur, larutan dimasukkan ke dalam botol semprot. Larutan yang telah siap, langsung diaplikasikan pada pakan. Pengaplikasian Pada Pakan Aplikasi larutan yang digunakan yaitu dengan menyemprotkan larutan pada 1 kg pakan sesuai dengan dosis perlakuan. Sebelum larutan di semprotkan pada pakan terlebih dahulu di diamkan 30 Ae 60 menit untuk menghilangkan gas yang terkandung di dalamnya. Pakan yang telah diberi larutan To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI daun pepaya kemudian diangin-anginkan. Setelah pakan kering disimpan pada toples yang tertutup rapih, hal itu untuk menghindari adanya kontaminasi serta menjaga kualitas pakan. Rancangan Perlakuan Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol dengan masing-masing 3 kali ulangan. Adapun perlakuan tersebut adalah: Perlakuan A : 50 ml/kg pakan Perlakuan B : 100 ml/kg pakan. Perlakuan C : 150 ml/kg pakan. Kontrol : 0 ml/kg pakan Parameter Yang Diamati Pertumbuhan Bobot (Growth Rat. Menurut Effendie . , laju pertumbuhan bobot harian ikan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. G = W t - W0 Keterangan : = Laju pertumbuhan . = Bobot rata-rata akhir pemeliharaan . = Bobot rata-rata awal pemeliharaan . Pertumbuhan Panjang Mutlak Menurut Effendie . , pertumbuhan panjang mutlak dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. G = Pt - P0 Keterangan : = Pertumbuhan panjang mutlak . = Panjang rata-rata akhir pemeliharaan . = Panjang rata-rata awal pemeliharaan . Laju Pertumbuhan Spesifik atau Specific Growth Rate (SGR) Menurut Effendie . , laju pertumbuhan spesifik atau spesific growth rate (SGR) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. SGR = W t - W0 x 100% Keterangan : SGR = Laju pertumbuhan spesifik (%) = Bobot rata-rata akhir pemeliharaan . = Bobot rata-rata awal pemeliharaan . = Lama waktu pemeliharaan . Sintasan atau Survival Rate (SR) Menurut Effendie . , survival rate (SR) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai SR = x 100% To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Keterangan : = Tingkat kelangsungan hidup (%) = Jumlah ikan pada akhir pemeliharaan . = Jumlah ikan pada awal pemeliharaan . Kualitas Air Pengukuran kualitas air dilakukan secara langsung . setiap hari yaitu pada pagi dan sore hari. Pengukuran secara insitu meliputi parameter suhu dan pH. Sedangkan pengukuran secara exsitu meliputi parameter DO. Analisis Data Data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam, dilakukan berdasarkan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertumbuhan Bobot (Growth Rat. Rata-rata nilai laju pertumbuhan atau peningkatan bobot rata-rata ikan nila disajikan pada Tabel 2 sebagai berikut. Tabel 1. Laju Pertumbuhan Bobot Mutlak Ikan Nila Ulangan Jumlah Rata-rata Growth Rate Perlakuan . 13,40 24,00 19,67 57,07 19,02 19,02A5,32tn 18,30 12,38 21,98 52,66 17,55 17,55A4,84tn 20,40 17,30 17,50 55,20 18,40 18,40A1,73tn Kontrol 10,37 13,60 10,78 34,75 11,58 11,58A1,75 Total 62,47 67,28 69,93 199,68 66,56 tn : tidak nyata Peningkatan pertumbuhan bobot ikan nila berturut-turut yaitu perlakuan A 19,02 gr, perlakuan B 18,40 gr, perlakuan C 17,55 gr, dan Kontrol 11,58 gr. Dimana peningkatan optimal terdapat pada perlakuan A . ml larutan daun pepay. sebesar 19,02 gr bila dibandingkan dengan perlakuan Kemudian disusul oleh perlakuan C, perlakuan B dan yang terendah berada pada Kontrol. Hal tersebut diduga karena penambahan daun pepaya yang mengandung enzim papain yang optimal terdapat pada perlakuan A dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Hasan . , yang mengemukakan bahwa kehadiran enzim papain dalam pakan buatan dapat membantu dan mempercepat proses pencernaan sehingga memberikan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Hasil penelitian Tengjaroenkul et al. , . dalam Gaby et al. , . yang menyatakan bahwa semua enzim pencernaan, termasuk enzim protease sudah ada dalam usus ikan. Enzim tersebut dapat meningkatkan kualitas pakan, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memecah protein yang ada. Penyerapan protein yang baik akan meningkatkan pemanfaatan asam amino yang dibutuhkan untuk Hal ini di dukung oleh Rahmadhana et al. , . , yang menyatakan bahwa protein pada pakan akan dimanfaatkan sebagai energi apabila kelebihan protein pakan akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Perbedaan nilai pertumbuhan ini dapat disebabkan oleh adanya peningkatan peran protein dalam pakan buatan dan adanya pengaruh pemberian daun pepaya yang mengandung enzim papain. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan larutan daun pepaya pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan ikan. Meskipun secara Anova tidak berpengaruh nyata, peningkatan bobot tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan nilai sebesar 19,02 gr, sedangkan peningkatan bobot terendah terdapat pada Kontrol dengan nilai 11,58 gr. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penambahan larutan daun pepaya pada pakan komersial To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI ternyata bermanfaat untuk ikan nila (Oreochromis niloticu. Daun pepaya (Carica papaya Lin. mempunyai macam kandungan yang baik untuk kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat untuk pertumbuhan, seperti vitamin A. B1, kolin, papain dan tannin. Serta mineral seperti kalsium, kalium, magnesium, zat besi, dan zinc. Kandungan senyawa tersebut berperan dalam pertumbuhan (AAoyun dan Laily. Pertumbuhan Panjang Mutlak Rata-rata nilai laju pertumbuhan panjang rata-rata ikan nila disajikan pada Tabel 2 sebagai berikut. Tabel 2. Laju Pertumbuhan Mutlak Ikan Nila Ulangan Jumlah Rata-rata Panjang Mutlak Perlakuan . 2,88 3,83 2,99 9,70 3,23 3,23A0,51 tn 3,30 2,07 3,29 8,66 2,89 2,89A0,7 tn 3,05 3,32 3,16 9,53 3,18 3,18A0,13 tn Kontrol 2,32 2,65 2,59 7,56 2,52 2,52A0,17 Total 11,55 11,87 12,03 35,45 11,82 tn : tidak nyata Laju pertumbuhan panjang optimal terdapat pada perlakuan A sebesar 3,23 cm dan terendah berada pada Kontrol yaitu sebesar 2,52 cm. Hal tersebut diduga karena nutrisi pada perlakuan A . ml larutan daun pepay. memiliki komposisi asam amino yang sesuai dengan asam amino tubuh ikan nila secara umum, protein dengan komposisi asam amino yang sama dengan tubuh ikan mempunyai nilai nutrisi yang tinggi sehingga penyerapan pakan kedalam tubuh ikan akan lebih optimal. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan larutan daun pepaya pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertambahan panjang ikan. Meskipun secara Anova tidak berpengaruh nyata, namun pertumbuhan panjang ikan tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan nilai sebesar 3,23 cm, sedangkan pertumbuhan panjang ikan terendah terdapat pada Kontrol dengan nilai sebesar 2,52 cm. Hal ini diduga karena kompoisi pada perlakuan A lebih dapat dicerna karena adanya larutan daun pepaya sehingga protein pada pakan dapat dirubah menjadi asam amino yang mudah dicerna oleh ikan. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Widyanti . , bahwa pakan yang ditambahkan papain mudah diccerna ikan maka dapat dikatakan bahwa pakan tersebut memiliki kualitas yang baik. Menurut Saopiadi et al. , . , ikan akan mengkonsumsi pakan untuk memenuhi kebutuhan energinya, sebagian besar pakan tersebut akan digunakan untuk proses metabolisme dan sisanya akan digunakan untuk aktivitas lain, seperti pertumbuhan. Jika dibandingkan dengan perlakuan A. B dan C yang pada pakan komersialnya ditambahkan dengan larutan daun pepaya, pertumbuhan pada kelompok Kontrol memiliki pertumbuhan yang lebih rendah. Perbedaan pertumbuhan panjang mutlak yang diperoleh dari masing-masing perlakuan menunjukkan bahwa pakan yang diberikan larutan daun pepaya dapat secara efektif membantu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Laju Pertumbuhan Spesifik atau Specific Growth Rate (SGR) Rata-rata nilai laju pertumbuhan spesifik rata-rata ikan nila disajikan pada Tabel 4 sebagai Tabel 3. Laju pertumbuhan spesifik Bobot Awal Bobot Akhir SGR Perlakuan . (%) 45 tn 16,07 35,09 33,95 42 tn 44 tn Kontrol 27,78 tn : tidak nyata To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Laju pertumbuhan spesifik rata-rata ikan nila (Oreochromis niloticu. berturut-turut yaitu perlakuan A 45%, perlakuan C 44%, perlakuan B 42%, dan Kontrol 28%. Dimana laju pertumbuhan spesifik tertinggi berada pada perlakuan A sebesar 45% dan terendah berada pada Kontrol yaitu sebesar Laju pertumbuhan spesifik ikan nila (Oreochromis niloticu. pada penelitian ini digunakan untuk melihat pertumbuhan ikan nila dalam harian dari awal penelitian sampai akhir penelitian. Laju pertumbuhan spesifik dapat memberikan gambaran tentang seberapa besar kemampuan ikan dalam mengkonversikan pakan menjadi energi dalam kurun waktu tertentu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mulqan et al. , . yang menyatakan bahwa laju pertumbuhan spesifik atau Specific Growth Rate (SGR) merupakan kecepatan pertumbuhan yang seiring dengan pertambahan waktu Laju pertumbuhan spesifik menjelaskan bahwa ikan mampu memanfaatkan nutrisi pakan untuk disimpan dalam tubuh dan mengkonversikannya untuk menjadi energi. Perlakuan A menghasilkan nilai SGR yang paling tinggi yaitu 45%, dengan laju pertumbuhan hariannya adalah 0,45 gr perhari. Hal ini sejalan dengan pernyataan Isnawati et al. , . bahwa penambahan suplemen seperti enzim pada pakan dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan pemanfaatan pakan secara signifikan pada ikan. Pertumbuhan ikan nila terjadi karena adanya pasokan energi yang terdapat pada pakan yang dikonsumsi, yang artinya pakan yang diberikan tersebut memiliki kelebihan energi untuk pemeliharaan dan aktivitas, sehingga kelebihan energi tersebut dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan larutan daun pepaya pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan. Meskipun secara Anova tidak berpengaruh nyata, namun laju pertumbuhan spesifik ikan tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan nilai sebesar 45%, sedangkan laju pertumbuhan spesifik ikan terendah terdapat pada Kontrol dengan nilai sebesar 28%. Hal ini sesuai dengan pendapat Ananda et al. , . yang menyatakan bahwa dengan adanya penambahan enzim papain sudah mampu menghidrolisis protein yang terkandung dalam pakan menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti asam amino sehingga pakan tersebut akan menjadi lebih mudah dicerna serta diserap oleh ikan. Sintasan Ikan Nila Rata-rata nilai sintasan ikan nila selama 42 hari masa pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 4. Sintasan Ikan Nila Ulangan Perlakuan Jumlah Rata-rata 93,3% tn 93,3% tn 100% tn Kontrol 73,3% Total tn : tidak nyata Tingkat kelangsungan hidup ikan nila pada semua perlakuan berturut-turut yaitu perlakuan C dengan nilai SR 100%, perlakuan A dan B dengan nilai sebesar 93,3% sedangkan nilai SR terendah berada pada Kontrol yaitu 73,3%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan larutan daun pepaya pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sintasan ikan nila. Meskipun secara Anova tidak berpengaruh nyata, namun tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai SR sebesar 100%, sedangkan tingkat kelangsungan hidup terendah terdapat pada Kontrol dengan nilai sebesar 73,3%. Mulyani . , menyatakan jika tingkat kelangsungan hidup atau Survival Rate (SR) > 50% maka hal tersebut dapat dikatakan baik, nilai SR 30 Ae 50% dikatakan sedang dan apabila nilai SR < 30% maka hal tersebut dikatakan tidak baik. Tingkat kelangsungan hidup merupakan persentase ikan atau bahan uji yang hidup pada akhir pemeliharaan dari jumlah awal tebar. Pada ketiga perlakuan (A. B dan C) atau pada pakan yang diberi tambahan larutan daun pepaya memiliki nilai SR yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kontrol. Hal ini diduga karena adanya senyawa vitamin C dan enzim papain yang memiliki sifat seperti biotoxin, alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang dapat membentuk sistem kekebalan tubuh To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI ikan (Syahputra et al. , 2. Murjani . , menambahkan bahwa tingkat kelangsungan hidup ikan sangat bergantung pada daya adaptasi ikan terhadap makanan dan lingkungan, kesehatan, padat tebar, dan kualitas air pada saat pemeliharaan yang mendukung pertumbuhan ikan. Kualitas Air Hasil pengamatan parameter kualitas air selama penelitian diperoleh data yang relatif stabil karena proses pemeliharaan dilakukan secara terkontrol. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian adalah suhu dan pH. Pengukuran terhadap suhu dan pH dilakukan setiap hari yaitu pada pagi dan sore hari untuk menjaga fluktuasi dari parameter tersebut agar tidak menyebabkan ikan menjadi stress. Hasil pengamatan kualitas air selama masa pemeliharaan diperoleh pada kisaran suhu antara 26,94 Ae 28,52oC dan pH berkisar antara 7,54 Ae 7,82. Adapun data nilai minium dan maksimum kualitas air dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut. Tabel. Data hasil pengukuran kualitas air Suhu . C) Perlakuan Min-Maks Min-Maks 27,08-28,52 7,74-7,56 26,94-28,49 7,54-7,78 27,11-28,35 7,76-7,80 Kontrol 27,17-28,35 7,76-7,82 Berdasarkan Tabel 7, dapat dilihat bahwa nilai kualitas air memiliki range yang hampir sama. Hal ini dikarenakan masing-masing perlakuan berada pada lokasi yang sama dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang sama. Kualitas air merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan budidaya sebagai media hidup ikan. Air sebagai lingkungan tempat hidup ikan harus mampu mendukung kehidupan ikan. Sumber air yang digunakan berasal dari aliran sungai yang telah di saring terlebih dahulu selama 2 hari dan selanjutnya sudah diaerasi untuk mensuplai oksigen pada media Pengukuran kualitas air yang dilakukan selama masa pemeliharaan adalah suhu dan Selain itu dilakukan juga penyiponan yang dilakukan setiap hari dengan volume 20 Ae 25% dari total air dan membersihkan sisa-sisa pakan yang tersisa didasar media uji. Pemgukuran suhu dan pH selama penelitian dilakukan setiap hari yaitu pada pagi dan sore hari dengan tujuan untuk mengetahui fluktuasi kenaikan suhu dan pH, karena suhu dan pH sangat mempengaruhi metabolisme ikan jika nilainya sudah diambang batas optimal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wijayanti et al. , . yang menyatakan bahwa pengukuran suhu dan pH dilakukan pada awal pemeliharaan sampai akhir pemeliharaan dengan pengukuran yang dilakukan setiap hari dengan tujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada setiap harinya. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan kondisi suhu berada pada kisaran normal dan menjaga kestabilan metabolisme ikan. Suhu pada setiap perlakuan berada pada kisaran 26,94 Ae 28,52oC dimana angka tersebut masih berada pada kisaran normal, hal tersebut berarti menunjukkan bahwa kisaran suhu tersebut masih layak untuk pemeliharaan ikan, hal ini sesuai dengan (SNI 6139: 2. yang menyebutkan bahwa nilai suhu yang optimal untuk pemeliharaan ikan nila berada pada kisaran 23 Ae 30oC. Nilai hasil pengukuran suhu tertinggi berada pada perlakuan A dengan nilai sebesar 27,08 Ae 28,52oC kemudian disusul oleh perlakuan B dengan nilai 26,94 Ae 28,49oC dan Kontrol dengan nilai sebesar 27,17 Ae 28,35oC. Sedangkan nilai hasil pengukuran suhu terendah berada pada perlakuan C dengan nilai 27,17 Ae 28,35oC. Suhu adalah salah satu faktor penting dalam proses budidaya perikanan (Suriyansyah, 2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Aliyas et al. , . yang menyatakan bahwa nilai suhu yang rendah akan menyebabkan proses pencernaan pada ikan berlangsung lambat. Sedangkan nilai suhu yang hangat atau tidak terlalu tinggi akan membuat proses pencernaan pada ikan berlangsung lebih cepat. Parameter suhu memiliki keterikatan dengan kadar oksigen terlarut dalam air (DO). Suhu dan DO memiliki hubungan yang berlawanan arah. Ketika suhu naik maka kadar oksigen terlarut dalam air akan mengalami penurunan. Dan apabila DO mengalami penurunan maka akan mengakibatkan terhambatnya proses respirasi sehingga dapat menyebabkan kematian secara massal (Gemilang et To Cite this Paper: Pietoyo. Nurjanah. Prabowo. DH. Sudino. Tarigan. Penambahan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya Lin. pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 13 . : 182-191. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI al. , 2. Kemampuan air dalam mengikat atau melepaskan ion hidrogen akan menunjukkan apakah larutan tersebut bersifat asam atau basa. Derajat keasaman . H) pada setiap perlakuan selama penelitian berkisar antara 7,54 Ae 7,82. Hasil ini masih berada dalam keadaan normal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. SNI 6139: 2009 menyebutkan bahwa nilai pH yang optimal untuk pertumbuhan ikan nila berada pada kisaran antara 6,5 Ae 8,5. Dengan demikian hasil pengukuran nilai pH selama masa penilitian masih dalam batas yang normal. Nilai hasil pengukuran pH tertinggi berada pada Kontrol dengan nilai sebesar 7,76 Ae 7,82 kemudian disusul oleh perlakuan C dengan nilai 7,76 Ae 7,80 dan perlakuan B dengan nilai sebesar 7,54 Ae 7,78. Sedangkan nilai hasil pengukuran pH terendah berada pada perlakuan A dengan nilai 7,56 Ae 7,71. Kondisi pH yang stabil dipengaruhi oleh kualitas air media yang baik. Untuk menjaga kualitas air yang baik salah satu caranya yaitu dengan melakukan proses penyiponan secara rutin untuk membersihkan sisa-sisa kotoran dan pakan yang mengendap didasar. Karena apabila sisa-sisa kotoran dan pakan mengendap didasar akan menyebabkan kadar amoniak dalam air meningkat, apabila hal tersebut terjadi maka akan menyebabkan kematian pada kultivan budidaya. Oleh karena itu pada masa pemeliharaan dilakukan proses penyiponan secara rutin yaitu satu kali dalam sehari. Parameter pH memiliki keterikatan dengan kadar oksigen terlarut dalam air (DO). Apabila nilai pH rendah atau tingkat keasamannya yang tinggi maka kadar oksigen terlarut dalam air akan menurun, yang berarti konsumsi oksigen pada biota pun ikut menurun, sehingga aktivitas penapasan akan naik dan nafsu makan ikan akan menurun. Namun apabila nilai pH tinggi atau dalam suasana basa maka kadar oksigen terlarut dalam air akan mengalami peningkatan (Kordi et al. , 2. Kadar oksigen terlarut atau Disloved Oxygen (DO) merupakan salah satu parameter kualitas air yang DO dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk melakukan proses pernapasan, metabolisme atau pertukaran zat yang nantinya akan menghasilkan energi untuk pertumbuhan atau perkembangbiakan (Handjani, 2. Penelitian terdahulu oleh Mapparimeng . menyatakan bahwa hasil pengukuran kadar oksigen terlarut selama penelitian berada pada kisaran 4 Ae 6 mg/l. Hasil tersebut sesuai dengan SNI 6139: 2009 menyebutkan bahwa nilai DO yang optimal yaitu > 5 mg/l. KESIMPULAN Pakan yang ditambah larutan daun pepaya dengan dosis 50 ml/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan atau Growth Rate (GR) terbaik dengan nilai sebesar 19,02 gr. Dan mengalami pertumbuhan panjang terbaik dengan nilai sebesar 3,23 cm. Kemudian menghasilkan laju pertumbuhan spesifik atau Specific Growth Rate (SGR) terbaik dengan nilai sebesar 45%. Sintasan atau Survival Rate (SR) terbaik berada pada perlakuan C dengan nilai sebesar 100% DAFTAR PUSTAKA