Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Dampak Implementasi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Generasi Milenial Menghadapi Perkembangan Teknologi Digital Pada Sosial Media Yusuf Durachman1 Ruli Supriati2 Nuke Puji Santoso3 Fitria Marwati Suryaman4 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia1 Universitas Raharja Tangerang. Indonesia2,3,4 E-mail: yusuf_daruchman@uinjkt. ruli@raharja. nuke@raharja. marwati@raharja. ABSTRAK Bangsa yang maju ditentukan dengan karakter warga negaranya yang memiliki moral dan pengetahuan yang tinggi terhadap sesuatu hal yang tabu, terutama generasi muda milenial saat ini yang dimana perkembangan teknologi digital semakin pesat dengan sosial media yang juga dapat berpengaruh dalam menentukan karakter seseorang. Hal ini dibuktikan karena generasi mudalah yang akan menentukan seperti apa bangsanya dinilai oleh negara lain. Dan semua itu, dilandaskan dengan falsafah Pancasila pertama yakni KeTuhanan Yang Maha Esa. Ketika seseorang sudah paham dengan aturan agama maka karakter seseorang menjadi kuat dan tangguh dalam menjadi kehidupan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk membangun karakter generasi milenial di tengah perkembangan teknologi digital pada sosial media menurut pendidikan agama islam. Peran sosial media yang kini melonjak hingga membuat semua orang mudah mengaksesnya sesuai dengan kebutuhan mereka, namun hadirnya sosial media di era digital saat ini membuat seseorang menjadi kehilangan jati diri menjadi faktor permasalahan yang penting untuk dipecahkan. Metode yang digunakan adalah mind mapping. Dengan adanya penelitian ini membuat warga masyarakat lebih merasakan dampak nilai pendidikan agama islam dalam membentuk karakter generasi milenial. Sehingga maraknya sosial media yang semakin mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih tentram tanpa adanya tindak kekerasan atau pelecehan diluar moral. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam. Karakter Generasi Milenial. Sosial Media Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - ABSTRACT A developed nation is determined by the character of its citizens who have high morals and knowledge of something that is taboo, especially the current millennial young generation where the development of digital technology is increasingly rapid with social media which can also have an influence in determining a person's character. This is proven because it is the younger generation who will determine what kind of nation is judged by other countries. And all of that, based on the first Pancasila philosophy, namely God Almighty. When someone already understands the rules of religion, then one's character becomes strong and tough in becoming a state life. This study aims to build the character of the millennial generation in the midst of the development of digital technology on social media according to Islamic religious The role of social media is now soaring to make it easy for everyone to access it according to their needs, but the presence of social media in the current digital era makes someone lose their identity, which is an important problem factor to solve. The method used is a literature review of trusted scientific studies. With this research, citizens feel more impact on the value of Islamic religious education in shaping the character of the millennial generation. So that the rise of social media is increasingly changing people's lifestyles to be more peaceful without any acts of violence or harassment outside of morals. Keywords: Islamic Religious Education. Millennial Generation Character. Social Media PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital semakin pesat membuat sebagian besar generasi milenial kecanduan akan hal yang berhubungan dengan sosial media . Berkecimpung dengan sosial media membuat karakter seseorang menjadi mengalami perubahan yang sangat signifikan dan tak jarang seseorang masuk ke ranah yang negatif. Sosial media juga memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun karakter seseorang. Karakter bangsa ditentukan dengan karakter individu dalam kehidupannya sehari-hari. Karakter individu menjadi acuan karakter bangsa yang kini telah menjadi kepentingan misi nasional Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025. Bangsa yang maju ditentukan dengan karakter warga negaranya yang memiliki moral dan pengetahuan yang tinggi terhadap sesuatu hal yang tabu, terutama generasi muda milenial saat ini yang dimana perkembangan teknologi digital semakin pesat dengan sosial media yang juga dapat berpengaruh dalam menentukan karakter seseorang. Hal ini dibuktikan karena generasi mudalah yang akan menentukan seperti apa bangsanya dinilai oleh negara lain. Dan semua itu, dilandaskan dengan falsafah Pancasila pertama yakni KeTuhanan Yang Maha Esa. Ketika seseorang sudah paham dengan aturan agama maka karakter seseorang menjadi kuat dan tangguh dalam menjadi kehidupan bernegara. Pada perkembangan teknologi digital saat ini gadget menjadi alat teknologi informasi yang sangat canggih dan tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan hanya dilihat dari aspek psikomotorik dan kognitif tetapi juga dilihat dari aspek afektif. Dari ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain untuk memperkuat, hingga Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - membentuk karakter generasi milenial yang taat akan prinsip pedoman agama islam. Hakikatnya karakter adalah ciri khas yang dapat membedakan antara sesama manusia. Pada dunia pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk menjadi teladan hidup yang dapat ditemukan pada masing-masing pribadi seseorang. Pendidikan karakter pada pendidikan agama islam menjadi solusi untuk memperkuat karakter seseorang agar tidak berkecimpung ke dalam sosial media ke arah yang negatif. Dengan memperkuat karakter menjadi tujuan untuk melindungi semua anak bangsa, serta dapat mengeksplor nilai tata krama leluhur pada masing individu. Pembelajaran Agama Islam sangat membantu dalam menghasilkan karakter seseorang yang selalu mengupayakan taqwa, iman, dan juga akhlak yang mulia, terutama dalam beretika, moral dan berbudi pekerti sebagai bentuk dari pendidikan umat beragama. Pada hakikatnya manusia yang memiliki karakter kuat akan prinsip agama tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan, hambatan dan tantangan yang tampak di dalam pergaulan bermasyarakat baik dalam ruang lingkup lokal maupun global. Hubungan dengan sosial media kini menjadi kebutuhan primer untuk semua orang. Karena itu, dibutuhkan adanya akses, pengetahuan dari belahan bumi yang berbeda, pendidikan, informasi dan hiburan. Tak bisa dipungkiri bahwa majunya teknologi dalam informasi diikuti dengan kecanggihan perangkat yang dikeluarkan oleh perindustrian teknologi informasi hingga dapat menghadirkan smartphone yang bisa disebut Auteknologi informasi dalam genggamanAy. Penelitian ini bertujuan untuk membangun karakter generasi milenial di tengah perkembangan teknologi digital pada sosial media menurut pendidikan agama islam. Peran sosial media yang kini melonjak hingga membuat semua orang mudah mengaksesnya sesuai dengan kebutuhan mereka, sesuai dengan data terbaru AuWe Are SocialAy para generasi milenial dalam penggunaan internet yang aktif di seluruh belahan dunia mencapai puncak hingga 3,17 miliar pemakai. Peningkatan grafik dari tahun ke tahun berkisar sampai 7,6% jiwa yang menggunakan internet. Peningkatan dalam pemakaian Internet ini sangat berpengaruh kepada pertumbuhan pengguna mobile dan juga sosial media. Catatan pada laporan dalam kategori yang sama, kini pengguna sosial media yang aktif menjadi 2,2 miliar, dibandingkan dengan pengguna mobile menduduki angka 3,7 miliar. Hal yang paling menarik dari angka pertumbuhan pengguna sosial media dan mobile adalah pertumbuhan pengguna pengakses sosial media menggunakan platform digital yang ada pada mobile mencapai angka 23,3% angka yang sangat signifikan dibandingkan dengan angka sebelumnya. Kondisi provisional, sosial media berlogo biru yaitu facebook menjadi platform yang paling digunakan hingga saat ini dengan perolehan angka hampir sama dengan 1,5 miliar pengguna. Perkembangan sosial media dikalangan masyarakat terutama generasi milenial membuat kehidupan menjadi berwarna dan menghibur. Namun dengan hadirnya sosial media di era digital saat ini juga dapat membuat seseorang menjadi kehilangan jati diri menjadi faktor permasalahan yang penting untuk dipecahkan. Karena dengan sosial media membuat mereka kehilangan jati diri. Faktor-faktor yang dapat membuat seseorang kehilangan jati dirinya karena adanya dukungan kuat lingkungan baik langsung maupun tidak langsung, manusia memiliki sistem imun . terhadap informasi, manusia lebih mudah melakukan imitasi dari pada dengan mengkreasi, manusia itu memiliki sifat hedonis, dan pada pada prinsipnya manusia itu menyukai hal baru . Metode yang digunakan pada Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - penelitian ini adalah mind mapping. Dengan adanya penelitian ini membuat warga masyarakat lebih merasakan dampak nilai pendidikan agama islam dalam membentuk karakter generasi milenial. Sehingga maraknya sosial media yang semakin mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih tentram tanpa adanya tindak kekerasan atau pelecehan diluar moral. Dan dengan begitu, dampak implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter generasi milenial menghadapi perkembangan teknologi digital pada sosial media sangat perlu ditingkatkan dalam segi penerapan agar generasi penerus bangsa tidak kehilangan jati dirinya saat berkecimpung dengan maraknya sosial media. METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini terdapat metode yang digunakan yaitu mind mapping. Mind mapping sendiri merupakan teknik mencatat secara harfiah, kreatif, efektif dan juga efisien yang digunakan dalam pemetaan pemikiran individu seseorang. Generasi millennial saat ini dilatih untuk membangun pengertian melalui desain peta pemikiran atau mind mapping yang direncanakan atas dasar permasalahan yang terjadi saat ini, yaitu kurangnya pemahaman penilaian agama pada karakter individu dalam menghadapi perkembangan teknologi digital pada sosial media. Dampak implementasi Pendidikan Agama Islam saat ini sangat penting sekali dalam kehidupan bermasyarakat terutama kaum milenial yang hampir semuanya menggunakan sosial media. Menurut pandangan Andreas Kaplan dan Michael Haenlein sosial media diartikan sebagai masuk ke dalam kelompok aplikasi digital yang terhubung dengan internet dan dirancang atas pendirian ideologi juga teknologi yang dapat berhipotesis pertukaran penciptaan dalam user-generated content. Gambar 1. Mind Mapping Pada gambar di atas dapat kita dapat dengan jelas bahwa dalam perkembangan teknologi digital sangat mempengaruhi karakter individu. Pengaruh sosial media di Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - kalangan masyarakat terutama generasi muda saat ini. Namun tak jarang merosotnya moral banyak sekali dipengaruhi dengan kondisi sosial dan juga budaya lingkungan sekitarnya. Lingkungan sosial juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk karakter seseorang. , jika mereka berada dilingkungan yang buruk maka tanpa disadari karakter seseorang akan mengikuti keburukan lingkungannya. Karena mereka kurang memegang teguh akan penilaian prinsip dari agamanya. Karakter buruk individu tersebut dipicu dengan hadirnya perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, terutama sosial media seperti instagram, facebook, twitter, tiktok dan masih banyak lagi. Tak bisa dipungkiri bahwa sosial media tersebut masih kurang adanya fitur filterisasi. Mereka menampilkan sesuatu yang sedang hangat diperbincangkan hingga tak jarang membuat sebagian orang mengikuti perilakunya. Itulah pentingnya implementasi Pendidikan Agama Islam pada setiap individu. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosial media diklasifikasikan menjadi 6 . tipe, menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein: Kolaborasi Proyek Pada pengelolaan dalam kolaborasi proyek terdapat dua sub kategori sosial media yaitu aplikasi bookmark sosial dan wiki. Dalam aplikasi bookmark sosial merupakan Reddit w. com pada link tersebut terdapat postingan yang bernilai oleh para Sedangkan saat ini yang sangat populer pada dunia bisnis dan teknologi yaitu wikipedia atau w. Proyek yang akan dikolaborasikan menjadi sumber eminem atau sumber utama bagi banyaknya jumlah konsumen. Mereka tidak memperdulikan apakah yang terdapat di wikipedia tersebut valid atau tidak. Kebanyakan orang yang menyuarakan bahwa informasi yang ada di wikipedia benar adanya. , dan hal tersebut menjadi hal yang penting bagi setiap perusahaan untuk memberikan informasi yang valid tentang perusahaan mereka pada wikipedia tersebut agar orang awam mengetahui profil perusahaan secara valid yang mudah di akses internet. Blog Pengertian blog sendiri merupakan situs web yang dapat disampaikan oleh penulis mengenai pendapat atau pengalamannya secara pribadi. Dalam menulis blog terdapat beberapa jenis, bisa diartikan sebagai catatan harian pribadi atau bisa berupa informasi pada konten yang lebih spesifik. Blog terdiri dari video, gambar dan juga teks. Pada perkembangan teknologi saat ini perusahaan banyak yang menggunakan blog sebagai memperbarui keadaan secara internal pada perusahaan tersebut agar dapat menjaga untuk tetap berhubungan dengan para konsumennya secara online. Perusahaan harus bisa up-to-date dan blog tersebut juga harus menarik agar dapat menghasilkan grafik untuk dapat membawa pengunjung baru ke dalam situs blog perusahaan. Manfaat dari sebuah blog juga dapat membantu perusahaan lebih relate pada pengunjung situs blog perusahaan. Konten Digital Konten digital tersebut memiliki tujuan utamanya yaitu untuk berbagi konten melalui sosial media antar pengguna sosial media. Para pengguna sosial media tersebut bebas Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - mengekspresikan dirinya dalam membuat konten digital seperti berbagi video, gambar seperti Slideshare dan Youtube. Masyarakat dapat mengeluarkan materi hak cipta dengan jumlah orang yang sangat besar. Pemasaran dalam konten digital juga sangat bermanfaat dalam dunia bisnis karena dengan memasarkannya di dalam konten digital kita bisa mendapatkan keuntungan yang setimpal dengan jumlah view yang kita dapat. Game Virtual Pada dunia game virtual ini diartikan sebagaimana para pengguna dapat berinteraksi menggunakan foto profil pribadi. Biasanya game virtual digunakan sebagai alat hiburan ketika sedang suntuk atau dapat dijadikan ladang bisnis untuk memperoleh lebih banyak popularitas. Sosialisasi Virtual Pada situs sosialisasi virtual ini banyak orang yang menggunakan situs tersebut sebagai media komunikasi sesama teman bahkan pada orang yang belum mereka kenal Situs jejaring sosial ini juga dapat membantu dalam membuat jaringan sehingga perusahaan dapat mengembangkan merek mereka dengan menciptakan merek yang marak dikalangan masyarakat umum. Dunia Sosial Virtual Dunia sosial virtua ini sama seperti dunia nyata. Bentuk transaksi, hingga dapat menjadi sumber perusahaan beajar untuk memanfaatkan sumber nyata dalam dunia income. Penjabaran di atas bisa diketahui bahwa sosial media tak selamanya berdampak negatif. Terutama individu yang telah dibekali prinsip nilai agama islam yang kuat dalam Karakter milenial merupakan salah satu bentuk strategi dasar pembangunan karakter bangsa, strategi yang mencakup penyadaran atau sosialisasi, pembudayaan, kerjasama dan pemberdayaan yang dihadirkan dalam seluruh komponen bangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat kita nilai dari kualitas sumber daya manusia yang ada pada negara itu sendiri. Bahkan bisa juga dikatakan bahwa AuBangsa yang besar terlihat dari karakter atau kualitas manusia itu sendiriAy. Membangun berarti memiliki sifat mengadakan, membina, mendirikan dan membina Karakter merupakan akhlak yang dimiliki seseorang dalam jiwanya sendiri sehingga bisa menampilkan sikap yang baik atas dilandaskan dari norma-norma yang terkandung dalam Pancasila. Falsafah hidup bangsa Indonesia diimplementasikan dalam bentuk Pancasila yang semakin hari semakin turun dalam membangkitkan karakter generasi milenial dalam menghadapi perkembangan teknologi digital pada sosial media. Pancasila yang merupakan ideologi negara kini masih dipertahankan sebagai refleksi kritis dan juga rasional sebagai bentuk dasar negara dan kenyataan pada budaya. Dengan memiliki tujuan untuk stabilitas memperkuat masyarakat tanpa menyesatkan. Konsep dalam membangun karakter individu sebenarnya sudah ada sejak zaman rasulullah SAW. Hal ini dapat dibuktikan Allah memberi tugas utama Rasulullah yaitu untuk menyempurnakan akhlak bagi umatnya. Al-Ghazali berkata. AuJika akhlak merupakan suatu sikap yang ada dalam jiwa dirinya sejak dia terlahir di dunia dengan mudah dan tanpa perlu pertimbangan secara matangAy. Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Dalam ajaran agama islam karakter merupakan sasaran penting dalam pendidikan. Banyaknya pengguna yang saat ini memiliki akses internet dengan sangat mudah membuat siapa saja rawan memiliki karakter yang minim akan nilai agama. Dalam hadist disebutkan bahwa kita harus mengajari anak-anak kita dalam hal kebaikan. Konsep pendidikan agama islam dalam membangun karakter yaitu berbuat baik pada alam sekitar, berbuat baik sesama manusia dan berbuat baik pada seekor binatang. Hadirnya sosial media saat ini menjadi polemik dalam kehidupan masyarakat dalam menumbuhkan sikap berkarakter. Sehingga peranan agama islam sangat dibutuhkan karena dengan begitu generasi milenial akan siap menghadapi teknologi sosial media yang semakin canggih tanpa harus meninggalkan segi moral dan agamanya. KESIMPULAN Pembentukan karakter individu pada generasi milenial saat ini tak bisa dipisahkan dengan peran perkembangan teknologi digital pada sosial media. Pembentukan karakter harus diteliti secara komprehensif sebagai bahan penelitian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itulah, pendidikan agama islam sangat diperlukan dalam pembentukan karakter Dalam usaha merealisasikan pendidikan berkarakter bersosial media membuat mereka harus mengenali lebih dalam aturan dan norma-norma yang ada sehingga mereka tidak dengan mudah meninggalkan karakter baik yang ada di dalam diri mereka. Penelitian ini menghasilkan 3 . kesimpulan yaitu bijaklah dalam menggunakan sosial media tanpa harus meninggalkan nilai agama islam yang telah mereka pelajari, pelajarilah norma-norma yang ada di dalam agama islam sehingga jika kalian berkecimpung dalam dunia teknologi maupun menggunakan sosial media kalian tidak akan kehilangan jati diri dan yang ketiga adalah ingatlah bahwa jejak digital akan selalu ada jika kalian menggunakan hal keburukan bisa saja hal tersebut menjadi boomerang untuk kalian kedepannya. Saran pada penelitian selanjutnya adalah kurangnya dalil dan ayat Al-QurAoan yang menjelaskan pembentukan karakter pada penelitian ini. Diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat menyertakan dalil dan juga ayat Al-QurAoan agar bisa lebih memperkuat penelitian ilmiah yang sedang digarap tentang karakter bersosial media. DAFTAR PUSTAKA