ISSN: 2746-3656 Meningkatkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Digital dan Lokal Anggita Aulia1. Elvi Mailani2. Nur Afniasty Siregar3 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Medan. Medan, 20221. Indonesia *Coresponding author: anggiitauliaa@gmail. Submit: 24 Juli 2025, disetujui untuk publikasi 25 Oktober 2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak pembelajaran kontekstual berbasis media digital dan berkearifan lokal terhadap pemahaman matematika siswa kelas V SD pada materi keliling bangun datar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu . uasi-experimental desig. tipe one-group pretestAeposttest tanpa kelompok kontrol, di mana 20 siswa kelas V SDN 067098 Medan menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah perlakuan serta observasi selama proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest sebesar 45,00 meningkat menjadi 77,00 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 . < 0,. , yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan setelah mengikuti Secara teoretis, hasil ini menegaskan bahwa pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dan teknologi digital dapat meningkatkan pemaknaan konsep matematika melalui keterhubungan antara pengalaman nyata dan materi ajar. Namun, karena penelitian ini tidak melibatkan kelompok kontrol, generalisasi hasil masih terbatas. diperlukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih kuat untuk memperkuat bukti kausalitas dari pengaruh pembelajaran kontekstual berbasis digital terhadap pemahaman konsep matematika. Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual. Kearifan Lokal. Media Digital. Keliling Bangun Datar. Pemahaman Matematika Citation: Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Digital dan Lokal. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: , hal. 10 Ae 18. 24114/jfi. pemahaman mereka melalui pengalaman dunia nyata Pendahuluan Pada materi keliling bangun datar di Sekolah Dsar, banyak siswa tidak memahami apa makna dan cara menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (Indriani, 2. keliling, walaupun mereka mampu menentukan nilai Integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran keliling tersebut. Karena konsep pada matematika kontekstual juga terbukti dapat meningkatkan relevansi dianggap masih abstrak, banyak siswa yang kesulitan dan kebermaknaan pembelajaran, serta meningkatkan memahaminya, sehingga hasil belajar mereka tidak pengalaman belajar siswa dengan memanfaatkan Salah satu solusi untuk mengatasi budaya dan lingkungan setempat sebagai bahan masalah ini, diperlukan metode pembelajaran yang tradisional atau bentuk rumah adat sebagai contoh matematika dan relevansi dengan mereka. Contextual untuk mempelajari keliling bangun datar dapat Teaching and Learning atau dikenal CTL, merupakah membantu siswa lebih mudah memahami karena salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif yang konteksnya lebih dekat dengan kehidupan mereka menggabungkan materi belajar dengan kehidupan (Situmorang, dkk. , 2025. Lestari, dkk. , 2. Selain itu, penggunaan media digital interaktif seperti aplikasi menganggap siswa adalah pelaku dalam rangkaian pembelajaran, video animasi, dan modul elektronik pembelajaran dan bermaksud untuk meningkatkan dapat membantu siswa memvisualisasikan konsep Pembelajaran Misalnya. Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Meningkatkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 keliling bangun ruang dengan cara yang lebih konkret dan menarik, yang bisa menambahkan motivasi belajar constructivism dalam pembelajaran matematika, tetapi juga efektivitas pembelajaran (Simorangkir, dkk. , 2. juga menawarkan alternatif praktis yang relevan Meskipun dengan kebijakan pendidikan abad ke-21 yang menunjukkan efektivitas pembelajaran kontekstual menekankan pembelajaran bermakna, kontekstual, dan dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa, berbasis teknologi. sebagian besar studi tersebut masih menekankan pada CTL informasi bahwa penerapan CTL secara signifikan mengintegrasikan aspek digital maupun budaya lokal dapat mengembangkan hasil belajar matematika siswa secara eksplisit (Pratiwi. Situmorang, & Iriani, 2. dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Padahal, penggunaan media digital interaktif terbukti Misalnya, penelitian di MI Asy-SyafiAoiyah Fakfak Penelitian-penelitian sebelumnya memberi melaporkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 65 melalui visualisasi yang lebih konkret dan menarik bagi menjadi 84,4 poin, dengan ketuntasan klasikal naik dari siswa sekolah dasar (Schoenherr, 2. Di sisi lain, 55,5% menjadi 94,44%. Hasil serupa ditemukan di SD Negeri 11 Pasaman, di mana hasil belajar meningkat matematika memiliki potensi untuk memperkuat dari 59% menjadi 100% setelah penerapan metode CTL karakter, menumbuhkan kebanggaan budaya, serta (Indriani, 2018. Utami & Nurfaizah, 2. Selain itu, meningkatkan relevansi materi dengan kehidupan pengembangan modul pembelajaran kontekstual juga sehari-hari siswa (Fairus. Maftuh. Sujana. Pribadi, & terbukti valid dan relevan diterapkan pada materi Azzahra, 2024. Laurens, 2. Namun, penelitian yang keliling bangun datar karena membantu siswa mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata, kontekstual, teknologi digital, dan nilai-nilai kearifan lokal dalam satu kerangka pedagogis masih jarang pemahaman konsep matematika (Daswarman & ditemukan, terutama pada konteks pembelajaran Alyusfitri, 2017. Kusumawati & Anugrahana, 2. matematika sekolah dasar di Indonesia. Selain itu. Pemilihan topik keliling bangun datar dalam sebagian riset terdahulu belum menggunakan desain penelitian ini dilandasi oleh pertimbangan pedagogis kuantitatif yang memungkinkan pengukuran empiris bahwa konsep tersebut merupakan salah satu materi terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa secara dasar dalam matematika sekolah dasar yang sering menimbulkan kesulitan bagi siswa. Berdasarkan Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian berbagai hasil asesmen di sekolah, termasuk temuan ini berupaya mengisi kekosongan literatur dengan menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis media kesulitan memahami hubungan antara panjang sisi digital yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan keliling bangun geometri sederhana seperti untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang persegi, persegi panjang, dan segitiga. Kesulitan ini keliling bangun datar. Pendekatan ini didasarkan pada timbul karena pembelajaran yang masih bersifat hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa prosedural dan berfokus pada penggunaan rumus kombinasi antara teknologi pendidikan dan nilai tanpa mengaitkan dengan konteks nyata (Aini & budaya lokal dapat meningkatkan keterlibatan siswa Relmasira, 2. Secara konseptual, topik ini menuntut dan efektivitas pembelajaran matematika (Riana & Putriani, 2021. Nursyahidah. Anindya, pengalaman konkret dengan representasi simbolik Yulianti. Oleh Prisanto, & Rosario, 2. Melalui desain one-group pretestAeposttest, penelitian ini diharapkan mampu kontekstual dianggap tepat untuk membantu siswa memberikan bukti empiris baru tentang bagaimana integrasi digital dan lokal dalam CTL berkontribusi langsung, sekaligus menumbuhkan kemampuan terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa berpikir logis, keterampilan pemecahan masalah, serta sekolah dasar. Dengan demikian, studi ini tidak hanya Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 kemampuan mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari secara bermakna. Berdasarkan pembelajaran, video, dan modul elektronik mnolong siswa memvisualisasikan konsep matematika dengan penelitian ini memiliki tujuan menguji pengaruh cara yang realistis dan menarik. Penggunaan media pembelajaran kontekstual berbasis media digital dan digital berbasis situs web yang menyediakan soal berkearifan lokal terhadap peningkatan pemahaman kontekstual terbukti dapat meningkatkan pembelajaran siswa kelas V tentang keliling bangun datar dengan matematika karena memungkinkan siswa belajar sesuai membandingkan hasil tes awal dan akhir. Diharapkan dengan kebutuhan dan gaya belajarnya (Marlita, dkk. bahwa hasil penelitian ini akan membantu untuk Selain itu, pengintegrasian media digital dan menunjukkan dengan jelas pengaruh pembelajaran kearifan lokal ke dalam pembelajaran kontekstual secara serius menumbuhkan motivasi dan hasil belajar Media pembelajaran matematika tentang keliling bangun siswa (Ningsih, dkk. , 2. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Pembelajaran kontekstual yaitu pendekatan Standar Proses Pendidikan, pembelajaran harus pembelajaran yang menggabungkan isi materi belajar dengan kondisi yang relevan dengan kehidupan siswa. pengetahuan secara aktif melalui pengalaman belajar Pembelajaran yang bermakna. Kemudian membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, keseharian mereka sehingga pembelajaran berlangsung serta kreatif merupakan tujuan dari Pembelajaran secara enjoyfull (Johnson, 2. CTL akan mendorong matematika di sekolah dasar. Materi keliling bangun siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran melalui datar dapat dipahami dengan lebih baik melalui kegiatan bertanya, menemukan, memodelkan, dan menganalisis isi pembelajaran (Komalasari, 2. konsep matematika dengan budaya dan pengalaman Dalam siswa sehari-hari (Permendikbud, 2. CTL keterampilan pemecahan masalah siswa karena Metode Penelitian mengajarkan isi pembelajaran dalam konteks yang Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN dekat dengan pengalaman mereka (Aini & Relmasira, 067098 Medan yang berjumlah 20 siswa. Pemilihan Kearifan lokal merupakan nilai tradisi dan adat kemudahan akses bagi peneliti dan kesediaan pihak istiadat budaya yang diwarisi secara turun-temurun, sekolah untuk terlibat aktif dalam kegiatan penelitian. dan integrasinya ke dalam pembelajaran matematika Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal dapat menjadikan materi pembelajaran lebih relevan pelajaran matematika agar kegiatan pembelajaran dan bermakna bagi siswa. Misalnya, pola batik, bentuk berlangsung efektif tanpa mengganggu aktivitas rumah adat, dan pola hias tradisional dapat digunakan akademik lainnya. Penelitian ini menggunakan metode untuk mempelajari konsep keliling bangun datar. kuantitatif dengan desain one-group pretestAeposttest. Pendekatan ini membantu siswa menghubungkan yaitu mengukur kemampuan siswa sebelum dan matematika dengan budaya lokal mereka, yang akan sesudah penerapan pembelajaran kontekstual tanpa meningkatkan minat mereka terhadap matematika dan kelompok kontrol (Sugiyono, 2. hasil belajar mereka (Farhatin, 2. Penelitian telah Instrumen penelitian terdiri dari tes tertulis, menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lembar observasi, dan dokumentasi pendukung. Tes lokal secara berarti dapat mengengmbangkan hasil belajar dan minat belajar siswa karena materi pemahaman konsep matematika siswa pada materi pembelajaran lebih konkret dan kontekstual (Nuraini, keliling bangun datar. Tes ini berisi 10 butir soal pilihan ganda yang telah divalidasi oleh pakar pendidikan matematika untuk memastikan kesesuaian isi dengan Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Meningkatkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 tujuan pembelajaran. Indikator yang diukur melalui pemahaman siswa meningkat secara signifikan setelah instrumen tes mencakup: . kemampuan siswa menggunakan pembelajaran kontekstual (Sugiyono, mengenali unsur-unsur bangun datar seperti sisi dan Kriteria pengujiannya adalah apabila taraf sudut, . kemampuan menggunakan rumus keliling signifikansi . kurang dari 0,05 maka hipotesis dengan tepat, . kemampuan menghubungkan ukuran nol (HCA) ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang sisi dengan hasil keliling yang diperoleh, . signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Sebaliknya kemampuan menerapkan konsep keliling dalam situasi apabila taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol diterima yang berarti tidak terdapat membandingkan keliling dua atau lebih bangun datar perbedaan yang signifikan. Selain itu, data dianalisis Indikator-indikator tersebut dipilih untuk menilai sejauh mana siswa tidak hanya menghafal pembelajaran dan respon siswa terhadap pendekatan rumus, tetapi juga memahami makna konseptual dari kontekstual yang diterapkan secara komprehensif keliling suatu bangun. (Setiawan & Sudana, 2. Melalui rancangan . Selain tes tertulis, digunakan lembar observasi metodologi tersebut, diharapkan penelitian ini dapat untuk mencatat perilaku dan aktivitas siswa selama menunjukkan secara jelas dan tepat pengaruh Observasi ini berfokus pada indikator keterlibatan pemahaman siswa kelas V SD pada materi keliling siswa yang meliputi: . keaktifan dalam mengajukan bangun datar. pertanyaan atau menjawab pertanyaan guru, . kemampuan bekerja sama dalam kelompok, . Hasil dan Pembahasan partisipasi dalam kegiatan berbasis konteks nyata Analisis seperti mengukur benda di lingkungan sekitar, serta . mengetahui gambaran umum pada data prates dan respons afektif terhadap media digital yang digunakan dalam pembelajaran. Hasil observasi ini membantu Hasil analisis statistik deskriptif disajikan memperkuat data kuantitatif dengan memberikan pada Tabel 1. gambaran deskriptif tentang dinamika belajar siswa di Tabel 1. Statistik Deskriptif Selain itu, dokumentasi digunakan untuk mendukung hasil penelitian melalui pengumpulan hasil kerja siswa, serta catatan lapangan selama proses Prosedur penelitian dimulai dari tahap persiapan yang mencakup penyusunan dan validasi instrumen tes serta observasi. Selanjutnya dilakukan pretest untuk mengukur kemampuan awal siswa, diikuti dengan pelaksanaan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan media digital dan unsur kearifan lokal agar siswa dapat memahami konsep keliling bangun datar secara konkret dan bermakna (Ahmad Nasution. Selama pembelajaran, peneliti melakukan observasi terhadap perilaku dan keterlibatan siswa. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, posttest diberikan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Data hasil prates dan pascates diperiksa signifikansi 5% ( = 0,. untuk menemukan apakah Statistik Deskriptif Mean Min Max Standar Deviasi Standar Eror Sampel . Pretest 45,00 11,921 2,666 Postest 77,00 15,927 3,561 Analisis deskriptif terlihat bahwa nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 45,00 pada pretest menjadi 77,00 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah perlakuan diberikan. Nilai minimum juga naik dari 30 menjadi 50, dan nilai maksimum dari 70 menjadi 100, peningkatan kemampuan baik pada peserta dengan nilai terendah maupun tertinggi. Sementara itu, standar deviasi meningkat dari 11,921 menjadi 15,927, yang mengindikasikan keragaman hasil belajar peserta didik semakin besar setelah perlakuan. Selain itu, standar error juga naik dari 2,666 menjadi 3,561. Secara Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa Nilai pembelajaran yang diterapkan memberikan dampak signifikansi sebesar p < 0,001 menegaskan bahwa positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. peningkatan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Sebelum melakukan uji hipotesis, dilakukan melainkan sebagai akibat langsung dari perlakuan atau terlebih dahulu uji normalitas data menggunakan uji intervensi pembelajaran yang diterapkan. Dengan kata Kolmogorov-Smirnov lain, strategi pembelajaran yang digunakan efektif menentukan teknik analisis yang tepat. Hasil uji dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan normalitas disajikan pada Tabel 2. peserta didik. Hasil ini juga konsisten dengan analisis Shapiro-Wilk deskriptif sebelumnya yang menunjukkan kenaikan Tabel 2. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov rata-rata, minimum, dan maksimum nilai pada posttest. Variabel Pretest Postest Statistik 0,163 0,157 Signifikansi 0,175 0,200 Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikansi . ) untuk pretest . ,175 dan 0,. dan posttest . ,200 Tabel 3. Aktivitas Pembelajaran Indiakator demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua data Keaktifan menjawab dan mengajukan Kemampuan bekerja sama dalam kelompok Keterlibatan dalam kegiatan berbasis konteks nyata Respons afektif terhadap media digital pembelajaran uji parametrik diperbolehkan. Karena data berdistribusi normal, maka berpasangan untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai hasil prates dan pascates. Hasil uji paired sample ttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar secara keseluruhan. dan 0,. semuanya lebih besar dari 0,05. Dengan berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan Sikap Siswa Respon siswa SB B C K Skor 3,50 3,45 3,65 3,70 SB: Sangat Baik. B: Baik. C: Cukup. K: Kurang signifikan antara nilai pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata perbedaan (Mean Differenc. sebesar - Tabel 3 menunjukkan Indikator respons afektif 32,000 dengan standar deviasi 11,517 dan standard error terhadap media digital pembelajaran memperoleh skor mean sebesar 2,575. Interval kepercayaan 95% untuk tertinggi dengan rata-rata 3,70, di mana sebanyak 15 perbedaan rata-rata berada pada rentang -37,390 hingga siswa . %) menunjukkan kategori sangat baik dan 4 -26,610. Nilai t yang diperoleh adalah -12,426 dengan df siswa . %) berada pada kategori baik. Hal ini . erajat kebebasa. 19, serta nilai signifikansi (Sig. menandakan bahwa penggunaan media digital seperti sebesar < 0,001. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari video, animasi, dan aplikasi interaktif mampu 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat meningkatkan motivasi, perhatian, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa terlihat matematika sebelum dan sesudah diterapkan CTL. lebih fokus dan terlibat secara emosional ketika materi Dengan demikian, perlakuan atau pembelajaran yang matematika disajikan secara visual dan kontekstual sesuai lingkungan mereka. Selanjutnya, indikator keterlibatan dalam peningkatan hasil belajar peserta didik. kegiatan berbasis konteks nyata juga menunjukkan menunjukkan bahwa pembelajaran yang diberikan hasil yang tinggi dengan rata-rata skor 3,65. Sebanyak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan 14 siswa . %) menunjukkan partisipasi sangat baik hasil belajar peserta didik. Nilai rata-rata posttest yang dalam kegiatan yang menghubungkan konsep keliling lebih tinggi dibandingkan pretest . elisih 32 poi. bangun datar dengan kehidupan sehari-hari, seperti memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan mengukur meja, papan tulis, atau bentuk di sekitar Hasil t-test Hal ini membuktikan bahwa pendekatan Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Meningkatkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 kontekstual membantu siswa memahami konsep konkret, sehingga memperkuat pemahaman konsep abstrak melalui pengalaman langsung yang bermakna. dasar matematika. Indikator keaktifan siswa dalam menjawab Selain peningkatan skor tes, hasil observasi dan mengajukan pertanyaan memperoleh rata-rata skor terhadap 20 siswa juga memperlihatkan tren positif 3,50, dengan mayoritas siswa aktif terlibat dalam dalam aktivitas belajar dan respon siswa. Empat diskusi kelas dan berani mengemukakan pendapat. indikator yang diamatiAikeaktifan siswa, kemampuan Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan rasa bekerja sama, keterlibatan dalam kegiatan berbasis percaya diri dan kemampuan berpikir kritis siswa konteks nyata, serta respons afektif terhadap media setelah diterapkan pembelajaran berbasis konteks. digitalAiseluruhnya memperoleh skor rata-rata di atas Sementara itu, kemampuan bekerja sama dalam 3,4 . ategori sangat bai. Indikator tertinggi adalah kelompok juga menunjukkan skor tinggi, yaitu 3,45, respons afektif terhadap media digital . ata-rata 3,. , yang berarti siswa mampu berinteraksi dan berbagi ide yang menunjukkan bahwa media digital interaktif secara efektif dalam penyelesaian tugas-tugas berbasis mampu meningkatkan motivasi dan minat belajar Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sari dan Secara Handayani . yang menyatakan bahwa integrasi menghasilkan rata-rata skor 3,58 yang termasuk kategori sangat baik. Data ini mengindikasikan bahwa menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, pembelajaran kontekstual yang memadukan media partisipatif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi meningkatkan pemahaman konsep matematika, tetapi Indikator keterlibatan siswa dalam kegiatan juga menumbuhkan keterlibatan aktif, kolaborasi, dan berbasis konteks nyata juga memperlihatkan hasil sikap positif siswa terhadap pelajaran matematika. Tren tinggi . ata-rata 3,. , menunjukkan bahwa siswa dapat ini memperkuat bukti bahwa pendekatan kontekstual menghubungkan konsep keliling bangun datar dengan berbasis digital mampu mengubah pembelajaran pengalaman sehari-hari, misalnya mengukur benda di matematika dari yang bersifat prosedural menjadi lebih lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini, sesuai dengan interaktif, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati dan sekolah dasar. Hidayat . yang menemukan bahwa pembelajaran berbasis konteks lokal meningkatkan kemampuan Pembahasan berpikir spasial dan pemahaman geometri siswa karena konsep matematika disajikan melalui aktivitas nyata peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman yang bermakna. Selain itu, peningkatan pada aspek konsep matematika siswa setelah diterapkannya keaktifan dan kerja sama kelompok mengindikasikan pembelajaran kontekstual berbasis media digital dan kearifan lokal. Nilai rata-rata pretest sebesar 45,00 berpengaruh pada ranah kognitif, tetapi juga pada meningkat menjadi 77,00 pada posttest, artinya aspek sosial dan afektif siswa. Hasil ini mendukung meningkat sebesar 71,1%. Berdasarkan hasil uji paired pandangan Johnson . dan Komalasari . sample t-test, nilai t diperoleh -12,426 dengan taraf bahwa CTL menempatkan siswa sebagai subjek aktif signifikansi . ) p = 0,000 . < 0,. , yang berarti yang belajar melalui eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi terdapat perbedaan signifikan pemahaman matematika terhadap lingkungan belajarnya. Hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Peningkatan ini Secara keseluruhan, temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa CTL memberikan pengaruh memperlihatkan bahwa pembelajaran kontekstual yang nyata terhadap hasil belajar matematika siswa berbasis media digital dan kearifan lokal memiliki efek kelas V SD. Hasil ini sejalan dengan temuan Prastowo dan Nugraha . yang menyatakan bahwa memperkuat sikap positif siswa terhadap matematika. Hasil ini memperkuat temuan Wulandari. Yuliani, dan mengaitkan konsep abstrak dengan pengalaman Hermawan . bahwa integrasi nilai budaya lokal Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 observasi manual yang berpotensi subjektif, sehingga disarankan penelitian selanjutnya menggunakan matematika lebih bermakna. Dengan demikian, instrumen observasi terstandar atau teknologi berbasis pendekatan ini tidak hanya efektif secara statistik tetapi rekaman aktivitas. juga relevan secara pedagogis, karena menjembatani Dengan kesenjangan antara konsep abstrak matematika dan realitas kehidupan siswa. Hasil . rue experimental desig. dengan kelompok kontrol, serta implikasi penting baik secara teoretis maupun praktis. melibatkan lebih banyak sekolah untuk memperoleh Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pandangan hasil yang lebih representatif. Selain itu, pengembangan konstruktivistik bahwa pengetahuan matematika tidak model pembelajaran kontekstual berbasis media digital dapat ditransfer secara langsung dari guru ke siswa, dengan fitur interaktif adaptif berbasis budaya lokal tetapi harus dibangun melalui pengalaman nyata dan juga dapat menjadi arah penelitian berikutnya agar Integrasi media digital dan kearifan lokal pendekatan ini semakin efektif diterapkan di berbagai dalam konteks pembelajaran kontekstual menegaskan jenjang pendidikan dasar. bahwa teknologi dapat berfungsi sebagai jembatan antara konsep abstrak dan realitas kehidupan siswa. Penutup memperkaya teori pembelajaran berbasis konteks. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 20 Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan siswa kelas 5 SDN 067098 Medan dapat disimpulkan kontribusi nyata bagi guru sekolah dasar untuk bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, kearifan lokal dengan media digital berpengaruh pada kolaboratif, dan relevan dengan kehidupan siswa. Guru peningkatan pemahaman siswa pada materi keliling dapat memanfaatkan media digital interaktif serta bangun datar, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata unsur budaya lokal, seperti bentuk rumah adat, pola prates dari 45 menjadi 77 di pascates atau terjadi batik, atau motif tradisional, sebagai sarana konkret peningkatan sebesar 32 poin atau 71,1%. Hasil uji t dalam menjelaskan konsep keliling bangun datar. berpasangan dengan taraf signifikansi 0,000 . < 0,. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi membuktikan bahwa perbedaan tersebut bermakna pengembang kurikulum dan pembuat kebijakan pendidikan dasar untuk memperkuat integrasi nilai mengintegrasikan kearifan lokal dan media digital budaya lokal dan teknologi dalam pembelajaran terbukti efektif membuat siswa memahami konsep matematika sebagai bagian dari penguatan Profil matematika yang abstrak menjadi lebih nyata dan Pelajar Pancasila. Pendekatan ini berhasil menggabungkan Pembelajaran Meskipun hasil penelitian menunjukkan temuan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga yang signifikan dan positif, penelitian ini memiliki meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep siswa. beberapa keterbatasan. Pertama, desain penelitian Penelitian ini menyarankan agar guru sekolah menggunakan satu kelompok . ne-group pretestAe posttes. tanpa kelompok kontrol, sehingga tidak pembelajaran kontekstual yang berkearifan lokal dalam sepenuhnya dapat memastikan bahwa peningkatan pembelajaran matematika, terutama pada materi hasil belajar hanya disebabkan oleh perlakuan seperti keliling bangun datar. Selain itu, pengembangan pembelajaran kontekstual. Faktor eksternal seperti modul pembelajaran yang mengintegrasikan unsur motivasi pribadi siswa atau dukungan lingkungan budaya lokal dengan teknologi digital harus terus belajar juga berpotensi memengaruhi hasil. Kedua, jumlah sampel yang terbatas . membuat hasil pemahaman siswa secara keseluruhan. penelitian ini belum dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Ketiga, pengukuran aspek afektif dan psikomotorik masih mengandalkan Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Meningkatkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Laurens. The effectiveness of local wisdom- Daftar Pustaka Ahmad. & Nasution. , . Peningkatan based-realistic mathematics learning to improve Kemampuan Literasi Matematika Siswa Sekolah learnersAo characters at state elementary schools in Menengah Ambon City. In Advances in Social Science. Education Pertama Pendekatan Kontekstual. Jurnal Education and development: 7. Humanities Research: First Indonesian https://doi. org/10. 37081/ed. Communication Forum of Teacher Training and Aini. , & Relmasira. Penerapan Education Faculty Leaders International Conference on Berbasis Education 2017 (ICE 2. (Vol. Atlantis Press. Kontekstual untuk Meningkatkan Keaktifan dan Lestari. Kusumaningrum. , & Nurapriani. Pembelajaran Tematik Integratif Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD. Sekolah Dasar: Kajian . Integrasi Teori dan Praktik Pendidikan: 27. , 124Ae132. Pembelajaran Bangun Datar Segi Empat Berbasis https://doi. org/10. 17977/um009v27i22018p124-132 Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Pemahaman Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Matematika. JIPPMas:Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Praktik (Edisi Revis. Jakarta: Rineka Cipta. Darmawan & Alusfitri. Pengembangan Modul Etnomatematika Masyarakat: Ae https://doi. org/10. 53621/jippmas. Luas dan Keliling Bangun Datar yang Valid dengan Marlita. Patonah. Ariestanti. , & Miyono. Pendekatan Kontekstual Berbasis Keunggulan . Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Lokal di Sekolah Dasar. LEMMA: Letters of Wordwall Game dalam Pembelajaran Matematika Mathematics di Sekolah Dasar. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran: Education: https://doi. org/10. 22202/jl. Fairus. Maftuh. Sujana. Pribadi. , & Azzahra. Local wisdom integration in learning implementation in elementary school. Jurnal Cakrawala Pendas, 10. , 725Ae735. https://doi. org/10. 30605/jsgp. Ngalimun. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Ningsih. Dewi. Handayani. Febriyanti. Oktamarina. , . Pengembangan Media http://dx. org/10. 31949/jcp. Farhatin. Pujiastuti. , & Mutaqin. Digital Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Kemampuan Matematika Permulaan Anak Usia 5- Kearifan Lokal untuk Siswa SMP Kelas Vi. Prima: 6 Tahun di TK Negeri Pembina Sekayu. Edukasia: Jurnal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran: 5. , 2665-2674. Pendidikan Matematika: https://doi. org/10. 62775/edukasia. http://dx. org/10. 31000/prima. Haryanti. Nurista. Yudistira. Oktaviani. Nuraini. Integrasi Nilai Kearifan Lokal dalam Aulia. , & Putri. , . Efektivitas Pembelajaran Matematika SD/MI Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran FPB Jurnal Pendidikan Matematika: 1. , 1-17. dan KPK pada Siswa Sekolah Dasar. De Fermat : Nursyahidah. Marsha Anindya. Amalia Yulianti. Jurnal Pendidikan Matematika, 8. , 1Ae9. https://doi. org/10. 36277/defermat. Kurikulum . Izzati Prisanto. , & Adventino Rendra Rosario, . Integrating Indriani. Implementasi Pendekatan technology: Designing learning trajectory of Kontekstual sebagai Upaya Meningkatkan Hasil cylinder through realistic mathematics education Belajar Siswa MTs pada Materi SPLDV. Jurnal Mathematics Education Journal, 19. , 81Ae Pendidikan Tambusai, 2. , 1734-1738. https://doi. org/10. 22342/jpm. Kusumawati. , & Anugrahana. Permendikbud. Peraturan Menteri Pendidikan dan Pengembangan Modul Matematika Materi Bangun Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 Datar Berbasis Kearifan Lokal Lembata NTT pada tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Siswa Kelas IV SD. Journal on Education: 6. , 13036 Ae Menengah. Jakarta: Kemendikbud. http://jonedu. org/index. php/joe Pratiwi. Situmorang. , & Iriani. The potential of interactive multimedia with contextual Aulia. Mailani. , & Siregar. Hubungan Meningkatkan Pemahaman. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 teaching and learning approaches in mathematics Situmorang. Simanungkalit. Mailani. learning: A systematic literature review. Jurnal JPP Rarastika. , . Pembelajaran Matematika SD (IICET), Berbasis Etnomatematika: Keliling dan Luas dalam 10. , 69Ae77. https://doi. org/10. 29210/1202424526 Budaya Lokal. Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling: Riana. , & Putriani. The development of 3. , local wisdom-based CAI media for mathematics https://jurnal. id/index. php/jpdsk/article/vie learning at elementary school. Journal of Education w/2701 Technology, 5. , 94Ae102. https://doi. org/10. 23887/jet. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Schoenherr. Learning with visualizations helps: Utami. , & Nurfaizah. Peningkatan Hasil A meta-analysis of visualization interventions using Belajar analog and digital media specific to mathematics Kontekstual pada Siswa Kelas X SMK Prima Bakti. Learning Instruction. https://doi. org/10. 1016/j. Matematika Prosiding Diskusi