Hasil Penelitian Diserahkan: Februari 2026 / Direvisi: Maret 2026 / Diterima: Maret 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716 Ae 151X e-ISSN: 2722 Ae 869X Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Metode Pembelajaran Outdoor pada Mata Kuliah Taksonomi Tumbuhan Analysis of StudentsAo Perceptions of the Outdoor Learning Method in the Plant Taxonomy Course Agel Adha. Novinovrita M. Institut Agama Islam Negeri . Kerinci, 37112. Indonesia *Penulis Koresponden: ageladha21@gmail. Abstrak. Pembelajaran outdoor pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan diterapkan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di alam dan mengatasi keterbatasan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran outdoor, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, serta menggali faktor yang memengaruhi persepsi dan saran Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara terstruktur dan analisis tematik dengan langkah-langkah reduksi data yang bertujuan untuk menyaring data yang relevan dari hasil wawancara. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran outdoor meningkatkan pemahaman materi, motivasi belajar, keterampilan observasi, kerja sama, dan kesadaran ekologis Pembahasan menunjukkan bahwa pengalaman lapangan menjadikan konsep abstrak lebih mudah dipahami, meskipun masih terdapat kendala seperti cuaca, waktu, fasilitas, dan kesiapan dosen maupun mahasiswa. Kesimpulannya, pembelajaran outdoor efektif mendukung pembelajaran Taksonomi Tumbuhan dan layak dikembangkan pada mata kuliah biologi lain yang relevan. Penelitian ini berkontribusi dengan menganalisis secara fenomenologis persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran outdoor pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan, berlandaskan teori experiential learning dari David A. Kolb. Studi ini mengidentifikasi secara seimbang aspek positif, negatif, serta faktor yang memengaruhi persepsi mahasiswa, sehingga memberikan dasar empiris bagi pengembangan pembelajaran biologi yang lebih kontekstual dan partisipatif. Kata Kunci: pembelajaran_outdoor. taksonomi_tumbuhan. persepsi_mahasiswa Abstract. Outdoor learning in the Plant Taxonomy course is implemented to provide direct learning experiences in nature and to overcome the limitations of classroom-based instruction. This study aims to analyze studentsAo perceptions of outdoor learning, identify its advantages and disadvantages, and explore the factors that influence these perceptions as well as studentsAo suggestions for further The research employs a qualitative phenomenological approach using structured interviews and thematic analysis with data reduction steps aimed at filtering relevant data from the interview results. The results show that outdoor learning enhances studentsAo understanding of the material, learning motivation, observational skills, teamwork, and ecological awareness. The discussion indicates that field experiences help students grasp abstract concepts more easily, although several challenges remain, such as weather conditions, limited time and facilities, and the readiness of both lecturers and students. In conclusion, outdoor learning is considered effective in supporting the Plant Taxonomy course and is recommended for broader implementation in other relevant biology courses. This study contributes by phenomenologically analyzing studentsAo perceptions of outdoor learning in the Plant Taxonomy course, grounded in the experiential learning theory of David A. Kolb. It identifies in a balanced manner the positive and negative aspects, as well as the factors influencing studentsAo perceptions, thereby providing an empirical basis for developing more contextual and participatory biology learning. Keywords: outdoor_learning. plant_taxonomy. student_perception DOI: 10. 55241/spibio. Pendahuluan minat dan keterampilan mahasiswa dalam pembelajaran taksonomi tumbuhan . Outdoor Learning adalah metode pembelajaran di luar kelas yang menawarkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Selain itu metode pembelajaran ini juga dapat menanamkan sikap dan perilaku peduli lingkungan . Kegiatan ini dapat dilakukan dalam berbagai situasi, dengan penekanan pada pembelajaran berbasis pengalaman Tujuannya mahasiswa dapat merasakan materi secara nyata dan membentuk kesan serta makna yang mendalam dalam ingatannya. Dengan diterapkan metode pembelajaran outdoor juga akan memberikan dampak positif. Dampak positif terhadap motivasi belajar pembelajaran dengan metode outdoor bergantung pada buku pelajaran sebagai memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media dan sumber belajar. Melalui mengamati langsung objek-objek yang sedang dipelajari dari alam. Proses belajar seperti ini mendorong mahaiswa untuk bekerja sama dalam kelompok dalam mengidentifikasi ide pokok dan konsep materi ekosistem beserta lingkungannya, serta mampu mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi nyata di alam, sehingga mahsiswa menjadi lebih aktif . Beberapa penelitian sebelumnya menunjukan bahwa metode pembelajaran outdoor dapat meningkatkan motivasi, pemahaman konsep serta sikap kepedulian terhadap lingkungan pada mahasiswa. Pembelajaran diluar kelas memberikan pengalaman empiris yang lebih nyata dibandingkan dengan sekedar belajar didalam kelas. Dengan berinteraksi Belajar merupakan suatu proses tranformasi, di mana pengalaman akan pemahaman, pemahaman bekembang menjadi kearifan, dan kearifan akhirnya mewujudkan tindakan nyata. Hal ini selaras dengan teori . Experiential Learning pengetahuan dibangun melalui refleksi atas pengalaman nyata, bukan hanya melalui teori atau ceramah. Hal ini menekankan bahwa proses belajar berakar dari pengalaman baik secara lansung ataupun melalui pengalaman orang lain . Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada strategi yang dirancang oleh dosen Strategi ini perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa sebagai target pembelajaran, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami, diserap, dan diterapkan secara sadar dan oleh karena itu, perencanaan metode pembelajaran harus bersifat inovatif agar mampu mendukung kelancaran transfer . Taksonomi tumbuhan mempelajari membutuhkan kemampuan observasi lansung terhadap struktur morfologi, anatomi dan ekologi tumbuhan. Meski demikian metode pembelajaran yang diterapkan dikelas sering kali kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan juga minat mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, untuk itulah diperlukan pengalaman lansung seperti metode pembelajaran outdoor untuk meningkatkan lansung dengan lingkungan mahasiswa lebih mudah memahami materi perkuliahan . Penelitian lain menunjukkan bahwa dirasakan oleh 94% mahasiswa, yakni pengalaman langsung. Manfaat kedua, yang dirasakan oleh 88% mahasiswa, bermakna karena ditemukan sendiri. Sementara itu, manfaat yang dirasakan paling rendah, yaitu oleh rata-rata 82% mahasiswa,yaknj meningkatnya kemauan belajar ketika mahasiswa diberikan kebebasan dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran . Meskipun telah banyak penelitian tentang persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran outdoor, masih terdapat kesenjangan untuk memahami persepsi mahasiswa terhadap hal tersebut, sebagian besar peneliti sebelumnya hanya berfokus pada manfaat outdoor learning tampa menganalisis lebih dalam persepsi mahasiswa terhadap outdoor learning, hal ini dapat diperdalam dengan mengukur persepsi mahasiswa secara lebih detail tentang aspek-aspek dari outdoor learning dalam konteks Taksonomi Tumbuhan. Dan juga penelitian sebelumnya hanya melihat aspek positif tampa melihat aspek negatif nya, serta tidak menjekaskan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa. Dengan adanya hal tersebut penelitian ini akan melakukan analisis secara mendalam persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran outdoor, serta melihat dampak positif dan negatif metode pembelajaran outdoor, dan juga faktor-faktor mempengaruhi persepsi mahasiswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mahasiswa terhadap metode pembelajaran outdoor pada matakuliah taksonomi tumbuhan, mengidentifikasi aspek positif dan negatif metode pembelajaran outdoor, sertakan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran outdoor, dan juga Untuk mengkaji saran dan pengembangan metode pembelajaran outdoor dalam mata kuliah Taksonomi Tumbuhan. Metode Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di IAIN kerinci, pada Juni 2025 dengan subjek penelitian mahasiswa tadris biologi IAIN kerinci, dengan sampel sebanyak 5 orang menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu, yaitu mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran outdoor pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan, karna hanya mahasiswa yang benar-benar memberikan data sesuai tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan selama dua minggu. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini ingin memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman subjektif mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran outdoor, sehingga data berupa narasi, pandangan, dan interpretasi sangat diperlukan untuk menjelaskan fenomena tersebut. Alasan memilih pendekatan fenomenologi karna Mampu menangkap pengalaman nyata mahasiswa selama mengikuti outdoor permukaan serta mampu mengungkap mahasiswa, termasuk aspek positif dan negatif dan juga Mempelajari fenomena mengalaminya langsung, sehingga data lebih autentik. Untuk membangun persepsi mahasiswa diukur melalui pemahaman . , perasaan . , dan tindakan . menyaring data yang relevan dari hasil wawancara. Analisis ini cocok dengan data kualitatif berupa narasi wawancara, membantu peneliti mengidentifikasi tema, pola, dan makna dari pengalaman Penyajian mengorganisir data ke dalam tema atau kategori utama dan selanjutnya penarikan kesimpulan, untuk menyimpulkan makna dan pemahaman mendalam dari persepsi Analisis data ini sesuai dengan model analisis tematik yang dijelaskan oleh . dan diperkuat oleh . , yang menyatakan bahwa proses analisis melibatkan pengorganisasian data ke dalam tema, menafsirkan makna, serta menyajikan pemahaman yang mendalam dari data kualitatif. Menurut . mendefinisikan Analisis Tematik sebagai. Metode Menganalisis, dan melaporkan pola atau teman dalam data kualitatif. Analisis tematik tidak terikat pada satu pendekatan epistemologis tertentu, sehingga sangat fleksibel digunakan dalam berbagai penelitian kualitatif. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data berupa dilakukan dengan panduan pertanyaan yang disiapkan untuk menggali persepsi mahasiswa secara mendalam terkait pembelajaran outdoor. Teknik Keabsahan Data Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan hasil wawancara dari beberapa responden untuk memastikan bahwa data yang diperoleh benar-benar mencerminkan pengalaman dan persepsi responden. Teknik Analisi Data Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dengan langkah-langkah reduksi data yang bertujuan untuk Hasil dan Pembahasan Berdasarkan tujuan penelitian hasil penelitian dikelompokkan menjadi 4 indikator utama Persepsi Mahasiswa metode pembelajaran outdoor Berdasarkan hasil wawancara dengan responden muncul berbagai persepsi sebagai berikut pepohonan, lingkungan lepas dan Saya berpendapat bahwa sangat penting dan seharusnya wajib ada karena mahasiswa perlu. Ay Mahasiswa menilai pembelajaran outdoor membantu mereka memahami konsep taksonomi tumbuhan secara lebih Pengamatan langsung terhadap memudahkan mahasiswa mengenali ciri morfologi, proses klasifikasi, serta sebelumnya sulit dipahami melalui pembelajaran di kelas. Pengalaman langsung ini menjadikan konsep abstrak lebih nyata dan mudah dipahami. Pembelajaran dalam mata kuliah Taksonomi Tumbuhan merupakan salah Responden 1 AuSaya merasa sangat menarik karena baru tahu tumbuhan ternyata ada pengelompokkan. Pembelajaran taksonomi tumbuhan sangat menarik untuk diikuti dan bermanfaat dan wajib diikuti bagi mahasiswa biologi. Saat pertama pembelajaran outdoor, yang saya satu berkesan bagi mahasiswa Program Studi Biologi. Mata kuliah ini tidak hanya memberikan dasar teoretis mengenai prinsip-prinsip klasifikasi tumbuhan secara ilmiah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang autentik melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis lapangan outdoor Berdasarkan hasil wawancara dengan Lima mahasiswa, pendekatan pembelajaran luar ruang ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari segi peningkatan pemahaman materi maupun dalam aspek Berdasarkan Pada Taksonomi Tumbuhan, sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami berbagai istilah ilmiah, khususnya terkait dengan pengenalan morfologi serta proses klasifikasi tumbuhan. Kondisi ini sering keterbatasan dalam menghubungkan konsep teoritis dengan contoh nyata di lapangan . Namun, setelah diterapkan metode pembelajaran berbasis outdoor . utdoor learnin. , kebingungan tersebut secara bertahap berubah menjadi rasa ingin tahu dan ketertarikan yang lebih mendalam. Melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan alami seperti hutan kampus, kebun botani, maupun taman sekitar, mahasiswa dapat mempertemukan teori dengan realitas empiris, sehingga pemahaman konsep menjadi lebih bermakna dan kontekstual . tersebut sangat membantu mereka dalam memahami materi taksonomi tumbuhan, hasil wawancara dengan responden Responden 2 AyOutdoor sangat efektif karena bisa Manfaatnya adalah menambah wawasan dan menjaga alam. Kegiatan ini sangat membantu memahami morfologi Saya termotivasi karena menyenangkanAy Melalui kegiatan observasi langsung di alam terbuka, mahasiswa memperoleh karakteristik tumbuhan secara nyata, menganalisis keragaman spesies dengan Aktivitas menciptakan suasana pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, di mana pemahaman konseptual tidak hanya dibangun dari materi tekstual, tetapi juga diperkuat melalui pengalaman langsung yang melibatkan berbagai indra. Proses pembelajaran pun menjadi lebih hidup, membangkitkan semangat eksploratif, serta mempererat keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan fenomena alam . Sebagian menunjukkan antusiasme yang tinggi Mereka menggambarkan kegiatan pembelajaran outdoor sebagai pengalaman yang menyusuri semak belukar, mengamati bentuk daun dan bunga secara detail, merasakan aroma tanah yang lembap, serta mencatat fenomena tumbuhan secara langsung di lapangan. Nuansa pembelajaran seperti ini dianggap lebih menarik dan bermakna dibanding metode memahami konsep abstrak melalui keterlibatan langsung dengan objek yang Pembelajaran berorientasi pada pengalaman dan Aspek Positif Dan Negatif Pembelajaran outdoor Ada 2 aspek yang mempengaruhi pembelajaran outdoor yaitu: Aspek Positif Setelah outdoor mahasiswa menjadi lebih paham dan merasa pembelajaran outdoor meningkatkan pemahaman konsep serta partisipasi peserta didik secara signifikan . seperti daun, batang, dan bunga secara terhadap struktur morfologi dan prinsip Banyak mahasiswa yang menyatakan bahwa proses pengingatan dan pemahaman materi menjadi lebih cepat dan mendalam ketika mereka menyaksikan langsung bentuk tumbuhan di alam, dibandingkan hanya membaca deskripsi atau melihat gambar ilustratif . Lebih jauh, manfaat pembelajaran outdoor tidak hanya terbatas pada aspek pengembangan keterampilan praktis dan Mahasiswa bahwa kegiatan ini melatih kemampuan observasi yang tajam, meningkatkan keterampilan kerja sama dalam tim, serta membentuk sikap ilmiah yang reflektif dan Suasana lingkungan yang alami dan dinamis turut berperan dalam menciptakan kondisi psikologis yang mengurangi kejenuhan, dan mengubah suasana belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Bahkan, sebagian mahasiswa merasakan munculnya kesadaran ekologis yang lebih tinggi, yakni semangat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman tumbuhan sebagai bagian integral dari tanggung jawab moral dan keilmuan seorang biologi . Sebagian outdoor menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan tidak monoton. Aktivitas di luar kelas mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, terlibat, dan termotivasi dalam mengikuti perkuliahan. Lingkungan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga meningkatkan minat dan semangat belajar mahasiswa. Aspek Negatif Tidak hanya menghadirkan suasana seru dan menyenangkan outdoor learning juga memunculkan aspek negatif seperti kendala,tantangan yang menganggu proses pembelajaran outdoor hal seperti yang disampaikan responden dalam Responden 3 AyTantangannya adalah cuaca dan pengaturan waktu. Saya tidak menyukai kegiatan alam sehingga tidak mempengaruhi penilaian saya. Kendala yang saya rasakan adalah waktu yang lama dan persiapanAy Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan implementasi pembelajaran outdoor juga menghadirkan sejumlah Beberapa yang diidentifikasi ketergantungan terhadap kondisi cuaca, medan lapangan yang licin dan sulit diakses, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti alat pelindung diri, perlengkapan identifikasi tumbuhan, dan sarana pencatatan di lapangan. samping itu, alokasi waktu yang terbatas dan jadwal yang padat juga menjadi hambatan yang menyebabkan proses observasi terasa tergesa-gesa dan kurang optimal dalam mendalami materi, waktu pembelajaran yang terbatas, terutama jika jam pelajaran berada di akhir hari, membuat mahasiswa kelelahan dan sulit Cuaca panas maupun kondisi fisik mahasiswa menjadi kendala juga dalam pelaksanaan outdoor learning . Namun Secara umum, efektivitas pembelajaran outdoor dirasakan lebih tinggi dibandingkan Pembelajaran klasikal di dalam kelas. Melalui pengamatan secara langsung, mahasiswa dapat mengenali berbagai bagian tumbuhan Faktor-faktor Yang mempengaruhi persepsi mahasiswa Berdasarkan hasil wawancara terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa. secara langsung. Beberapa bahkan menyatakan bahwa pengalaman ini memperluas wawasan mereka dan ketertarikan yang lebih besar terhadap dunia tumbuhan . Responden 4 AyFaktor seperti kesiapan dosen, lingkungan, dan dukungan teman sangat mempengaruhi. Saya suka mempengaruhi penilaian saya. Ay Saran Dan Harapan Mahasiswa Terhadap Perkembangan Pembelajaran outdoor Sebagai mahasiswa mengajukan berbagai usulan pembelajaran outdoor ke depan. Pembelajaran outdoor tidak hanya berdampak pada pemahaman kognitif, keterampilan observasi, kerja sama tim, dan sikap ilmiah mahasiswa. Mahasiswa belajar mengamati, mencatat, berdiskusi, serta bekerjag sama dalam kelompok selama kegiatan lapangan. Selain itu, kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Keberhasilan pembelajaran outdoor sangat dipengaruhi oleh kesiapan dosen dan ketersediaan sarana pendukung. Mahasiswa menekankan bahwa peran dosen sangat penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan bermakna . Ketika dosen hadir dengan perencanaan yang matang, memberikan instruksi yang jelas, serta mampu memfasilitasi diskusi lapangan secara interaktif, maka proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Interaksi yang bersifat informal dan dialogis antara dosen dan mahasiswa selama di lapangan juga memperkuat dinamika pembelajaran yang positif. Selain itu, solidaritas antarmahasiswa pendukung penting dalam memperlancar kegiatan observasi dan diskusi . Pengalaman personal mahasiswa berpengaruh terhadap cara mereka merespons metode ini. Mahasiswa yang memiliki minat terhadap kegiatan luar ruangan seperti hiking, berkebun, atau eksplorasi alam menunjukkan adaptasi yang lebih cepat dan antusiasme yang Namun demikian, bahkan bagi mahasiswa yang sebelumnya tidak terbiasa dengan kegiatan di alam terbuka, tetap mengakui nilai dan manfaat pembelajaran ini setelah mengalaminya Responden 5 AuSaya ingin tempat yang lebih banyak Saran saya adalah perbaikan fasilitas dan menyediakan pemanduAy Meskipun dinilai efektif, mahasiswa mengidentifikasi beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran outdoor, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu, keterbatasan fasilitas lapangan, lokasi pengamatan yang kurang mendukung, serta pengaturan waktu yang belum Faktor kesiapan dosen dan Beberapa penyediaan fasilitas yang lebih memadai, seperti transportasi ke lokasi pengamatan, alat pelindung lapangan, media identifikasi flora . aik berupa buku maupun aplikasi digita. , serta penjadwalan yang lebih fleksibel agar proses belajar tidak terburuburu. Di samping itu, mereka mengusulkan agar pendekatan serupa diterapkan pula pada mata kuliah lain yang memiliki keterkaitan kontekstual, seperti ekologi tumbuhan, morfologi tumbuhan, dan Metode outdoor learning dinilai cukup efektif dalam perkuliahan Taksonomi. Hal ini sesuai dengan teori . Experiential Learning bahwa Pembelajaran terjadi melalui empat tahap siklus(Concrete Experienc. (Reflective Observatio. pengalaman, (Abstract Conceptualizatio. (Active Experimentatio. uji coba dan penerapan Dimana pengalaman lansung mampu meningkatkan pemahaman dan juga motivasi bagi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Selain itu, metode ini diharapkan dapat diterapkan pula pada mata kuliah lain guna meningkatkan minat mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan . Secara pembelajaran outdoor dalam mata kuliah Taksonomi Tumbuhan dinilai sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa Biologi. Pendekatan ini tidak konseptual terhadap materi, tetapi juga membangun rasa ingin tahu yang tinggi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap Pembelajaran berorientasi pada pengalaman langsung seperti ini terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta mencetak lulusan biologi yang lebih tangguh, terampil, dan memiliki kepekaan ekologis terhadap keanekaragaman hayati di sekitarnya. Simpulan dan Saran Metode pembelajaran outdoor pada mata kuliah taksonomi tumbuhan terbukti memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan interaktif dibandingkan metode konvensional di kelas, karena mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata sehingga kesadaran ekologis mahasiswa meningkat secara signifikan. Namun, penerapan metode ini masih menghadapi kendala seperti ketergantungan pada kondisi cuaca, keterbatasan waktu dan fasilitas, serta kesiapan dosen maupun mahasiswa, sehingga perencanaan yang matang dan dukungan sarana prasarana sangat diperlukan untuk mengoptimalkan proses Secara keseluruhan, persepsi pembelajaran outdoor sangat efektif dan layak dikembangkan tidak hanya pada mata kuliah taksonomi tumbuhan tetapi juga pada mata kuliah lain yang relevan, guna mencetak lulusan biologi yang lebih terampil, tangguh, serta memiliki kepekaan ekologis yang tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi analisis mendalam mengenai persepsi outdoor pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan fenomenologi, sehingga tidak hanya menyoroti peningkatan hasil belajar, tetapi juga menggali aspek kognitif, afektif, dan konatif sebagaimana konsep persepsi menurut Gordon Allport. Berlandaskan teori experiential learning dari David A. Kolb, penelitian ini memperluas kajian pembelajaran berbasis pengalaman di mengidentifikasi secara seimbang aspek positif, negatif, serta faktor-faktor yang sehingga memberikan dasar empiris dan rekomendasi praktis bagi pengembangan kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada kesadaran ekologis. Daftar Pustaka