Diterima Disetujui Hal : 05 Juni 2024 : 06 Juli 2024 : 132-140 Al-Aqlu: Jurnal Matematika. Teknik dan Sains https://jurnal. com/index. php/aqlu e-ISSN : 2985-4369 Vol. No. Juli 2024 SISTEM BUDIDAYA TERKONTROL UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IKAN GURAMI [Controlled Cultivation System To Improve The Health Of Gurami Fis. Lalu Ahmad Hifzon. Aminullah. Universitas 45 Mataram hifzon@gmail. , aminullahmtk@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ikan gurami menggunakan sistem budidaya Penelitian ini merupakan penelitian partisipatif, peneliti mengikuti seluruh kegiatan yang ada di Balai Benih Ikan (BBI) Lingsar Lombok Barat. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Data yang kumpulkan terkait kesehatan ikan meliputi pakan, wadah atau kolam dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya terkontrol dilakukan secara alami yang dimulai dari persiapan kolam, pengeringan kolam, pemberian kapur, pemupukan, pengisian air, pemberian pakan yang teratur, pengecekan kualitas air, dan pengendalian penyakit. Kata kunci: Budidaya. ABSTRACT This research aims to improve the health of gourami fish using a controlled cultivation system. This research is participatory research, researchers took part in all activities at the Lingsar Fish Seed Center (BBI) West Lombok. Data collection methods are by observation and documentation. The data obtained was analyzed using descriptive statistics. The data collected regarding fish health includes feed, containers or ponds and water quality. The research results show that the controlled cultivation system is carried out naturally starting from pond preparation, pond drying, lime application, fertilization, water filling, regular feeding, checking water quality, and disease control. Keywords: Cultivation. PENDAHULUAN Perikanan ikan adalah usaha atau kegiatan pemeliharaan dan perkembang biakan ikan atau lainnya yang di lakukan oleh para peternak atau petani. Budidaya ikan yang sangat diminati seperti ikan gurami, ikan patin, ikan nila, dan lainnya. Budidaya cendrung pada ikan konsumsi karena jenis ikan tersebut dapat dikonsumsi sendiri ataupun dijual belikan. Ikan gurami (Osphronemus gouramy la. merupakan jenis ikan air tawar komoditas unggulan yang di kembangkan dalam revitalisasi pembangunan perikanan budidaya 2011-2012 oleh kementrian kelautan dan perikanan, penentuan komoditas unggulan tersebut karena teknologi budidaya ikan gurami sudah di kuasai dan sudah berkembang di masyarakat. Ikan gurami merupaka jenis ikan asli perairan Indonesia yang sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Ikan gurami memiliki daging yang tebal dan bercita rasa gurih dan lezat selain itu juga memiliki nilai gizi yang tinggi dan banyak mengandung Ikan gurami memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, hal ini dapat di lihat dari harga jual yang cenderung naik sehingga para petani tertantang untuk membudidayakannya (Cahyono, 2. Ikan jenis ini sangat mudah dipelihara, tidak membutuhkan tempat yang luas, bisa dipelihara di pekarangan rumah yang sempit sehingga banyak petani yang memelihara ikan gurami sebagai usaha sampingan dalam skala kecil. Menurut Kholifah . , harga jual ikan gurami ditingkat petani 1 kg mencapai 26. 000/kg, sedangkan harga jual ikan gurami dipasar umum berkisar antara 26. 000 - 40. 000/kg, sejalan dengan pengembangan kawasan usaha budidaya gurami yang semakin luas, maka kebutuhan induk dan benih juga semakin meningkat Ikan gurami memiliki nilai protein yang tinggi dan rendah lemak, sehingga banyak diminati, permintaan pasar akan ikan gurami yang cukup besar meyebabkan harga ikan gurami di pasaran menjadi tinggi di bandingkan dengan harga ikan-ikan yang di pelihara di kolam air tawar lainya. Sehingga ikan gurami menjadikan sebagai salah satu ikan bergengsi dan sering di sajikan pada acara-acara pernikahan, peresmian kantor dan acara-acara lainnya yang di anggap penting. Maka dari itu, tidak heran jika ikan gurami ini menjadi salah satu komoditi paling unggul pada sektor perikanan air tawar. Banyak kalangan yang percaya bahwa ikan gurami pertumbuhannya sangat lamban, tetapi tidak seluruhya benar. Pertumbuhan ikan gurami bisa di percepat jika pemeliharaannya terarah, pemberian pakannya yang bermutu dan kontinu (Sitanggang dan Sarwono, 2. Menurut Setyowati . Ikan ini sangat digemari masyarakat dikarenakan rasanya yang lezat disebabkan tekstur dagingnya yang kompak, selain itu keunggulan gurami lainnya dapat berbiak secara alami, mudah dipelihara karena ikan gurami merupakan pemakan segalanya dan dapat hidup di air tergenang. Daya tahan hidup, pertumbuhan atau kesehatan ikan secara umum tentu dipengaruhi oleh pakan, kualtita air, hama, media/wadah atau lingkungan secara umum. Banyak peneliti menunjukan bahwa ikan yang sehat tidak mudah terinfekisi oleh patogen. Sementara ikan yang lemah akan mudah terinfeksi (Woynarovich dan Horvath,1. Hama merupakan organisme yang dapat menimbulkan gangguan pada ikan budidaya, baik secara langsung maupun tidak langsung dan dapat berupa peredator . , kompetitor . , dan perusak sarana (Kordi dan Ghufran, 2. Kegiatan budidaya ikan tidak serta merta dapat dilakukan begitu saja melainkan harus memperhatikan faktor lingkungan dan perairan untuk budidaya,terutama media budidaya ikan untuk bertahan hidup dan tumbuh berkembang adalah air (Gusrina, 2. Salah satu perusahaan di daerah peneliti yang melakukan pembenihan ikan gurami (Osphronrmus gouramy la. yaitu Balai Benih Ikan Lingsar Lombok Barat. Peneliti tertarik untuk mengetahui tingkat kesehatan ikan gurami dengan budidaya terkontrol di Balai Benih Ikan Lingsar Lombok Barat. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian partisipatif, partisipasi aktif adalah keterlibatan dalam suatu kegiatan yang dilakukan secara langsung di lapangan (Nazir, 2. Peneliti mengikuti seluruh kegiatan yang ada di Balai Benih Ikan (BBI) Lingsar Lombok Barat. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Data yang kumpulkan terkait kesehatan ikan meliputi pakan, wadah atau kolam dan kualitas air. Alat dan Bahan Adapun beberapa alat yang digunakan dalam kegiatan peraktik kerja lapangan untuk memantau kesehatan ikan gurami. Tabel. 1 Alat dan Bahan Item Kegunaan Alat Termometer Untuk mengukur suhu (*C) PH meter Untuk mengukur pH ( Derajat Keasama. DO meter Untuk mengukur oksigen terlarut (DO) Sechi disk Untuk mengukur kecerahan air Argo Untuk membawa pakan ikan Timbangan Untuk menimbang bobot ikan Jaring Untuk mengambil ikan Ember Untuk mebawa Alat tulis Untuk mencatat hasil Bahan Ikan gurami Pakan Air Tawar Pupuk kandang Kapur Sampel yang diamati Sebagai media pemeliharaan Sebagai bahan untuk menumbuhkan pakan Sebagai bahan untuk menetralkan Ph air kolsm Sebagai bahan untuk menetralkan Ph air HASIL DAN PEMBAHASAN Luas Areal dan Perkolaman di Lokasi Penelitian Luas areal keseluruhan dari balai benih ikan (BBI) Lingsar adalah 1,38 Ha dengan dilengkapi beberapa fasilitas pendukung sarana dan prasarana. Gambar 1. Denah Lokasi Penelitian (Sumber: balai benih ikan (BBI) Lingsar 2. Ikan gurami yang diamati khusus indukan dalam 1 kolam terdiri dari 1 paket yang berjumlah 150 ekor, indukan ikan gurami betina yang ideal digunakan berusia 3 tahun dan beratnya berkisar 2-2,5 kg, sedangkan indukan gurami pejantan berumur 4 tahun, dan berat indukan kisaran 2-3 kg. Ciri ciri benih ikan yang bagus dan sehat adalah ikan yang pergerakanny lincah dan gesit (Rahmat, 2. Persiapan Kolam Persiapan kolam menggunakan sistem intensif yang artinya dari seluruh kolam tersebut terbuat dari Sejalan dengan pendapat (Mahyuddin, 2. , persiapan kolam pada umumnya di lakukan agar kolam terlihat bersih dan terhindar dari hama penyakit yang terdiri dari pengeringan, pencucian, pemupukan, dan pengisian arir kolam. Gambar 2. Persiapan Kolam ( Dokumentasi pribadi, 2. Pengeringan Kolam Pengeringan kolam merupakan langkah awal dari melakukan persiapan kolam. Pengeringan kolam ini di lakukan dengan cara menutup pintu inlet dan membuka pintu aoutlet yang bertujuan untuk menguras air yang berada di kolam. Pengeringan kolam ini di lakukan 1 sampai 2 hari ataupun lebih tergantung dari sinar matahari yang di mana pengeringan kolam ini di lakukan hingga dasar kolam terlihat Sejalan dengan pendapan ( Mahyuddin, 2. , peroses pengeringan dan penjemuran dasar kolam di lakukan selama 3 sampai 7 hari tergantung kondisi cuaca dan keaadaan tanah yang di mana untuk pengeringan kolam semen dianggap telah kering apa bila dasar dan dinding kolam sudah tidak basah. Menurut Iskandar et al. kegiatan pengeringan bertujuan unutk menghilangkan gas-gas beracun dan mempermudah penguraian bahan-bahan organik menjadi mineral. Gambar 3. Proses Pengeringan Kolam (Dokumentasi Pribadi, 2. Pemberian Kapur Setelah kolam kering maka di lakungan pengapuran. Pengapuran di lakukan dengan cara taburkan secara merata di tiap sisi dan dasar koalam. jenis kapur yang di gunakan yaitu pertanian ( dolemi. Pengapuran bertujuan untuk membasmi hama yang menyebabkan penyakit dan menjaga kualitas air terutama pH. Dosis kapur yang digunakan pada kolam 50 gr/m2. Hal ini sejalan dengan pendapat Mahyuddin . , pengapuran memiliki tujuan untuk meningkatkan pH tanah dam air, dapat membunuh hama, parasite, dan penyakit ikan yang terdapat di kolam serta pembokaran bahan bahan organik. Gambar 4. Proses Pengkapuran (Dokumentasi pribadi, 2. Pemupukan Pemupukan di lakukan setelah peroses pengapuran selesai. Namun , pemupukan ini di lakukan hanya pada kolam penetasannya saja. Pupuk yang di gunakan yaitu jenis pupuk kandang yang kemudian di lakuakan dengan cara di taruh pada sisi kolam menggunakan karung yang sudah di bolong sehingga menyebarkan dengan sendiri. Dosis pupuk yang di gunakan yaitu 150 gr/m2. Pemupukan bertujuan untuk memperbaiki setruktur dasar kolam dan menumbuhkan pakan alami. Sejalan dengan pendapat (Mustajib,et al. , 2. , pemupukan yang di lakuakan pada kolam ikan memiliki pungsi untuk memberikan unsur hara yang di butuhkan untuk menumbuhkan pakan alami yang membuat lahan kolam akan menjadi subur. Gambar 5. Pemupukan ( Dokumentasi pribadi, 2. Pengisian Air Pengisian air kolam di lakukan kembali dengan cara menutup pintu autlet dan di buka pintu pinled agar air yang keluar tidak terkuras lagi. Pengisian air di lakukan dengan cara bertahap hingga mencapai ketinggian air yang di inginkan, yang di mana pengisian air ini mencapai hingga ketinggian 30cm. Hal ini sejalan dengan pendapat (Mahyuddin, 2. , pengisian airs kembali pada kolam di lakukan setelah dilakukanya peroses pengapuran dan pemupukan. Pengisian kolam di lakukan hingga ketinggian air mencapai 30 sampai 40cm yang di mana pada ketinggian air tersebut, sinar matahari masih dapat masuk ke dasar kolam tempat terdapatnya pupuk Gambar 6. Pengisian Air Kembali ( Dokumentasi pribadi, 2. Pemberian Pakan yang Teratur Terkait kesehatan ikan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam menjaga kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya dengan melakukan penyediaan kualitas lingkungan budidaya yang nyaman, penyediaan induk yang prima serta bebas dari infeksi patogen potensial, pemberian pakan yang seimbang dan berkualitas, dan untuk memacu pertumbuhan ikan perlu di lakukan perubahan pola pemberian pakan alami seperti daun singkong, daun pepaya, daun talas. Namun pemberian pakan berupa daun tumbuh tumbuhan tersebut tanpa di imbangi pakan hewani yang jelas akan menghasilkan pertumbuhan yang lambat. Menurut Wibowo dkk. , bahwa kualitas pakan . alatabilitas, daya lezat pakan dan kandungan gizi paka. dapat mempengaruhi tingkat konsumsi pakan yang semakin tinggi, oleh karena itu semakin banyak pakan yang dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh ikan maka akan semakin baik untuk pertumbuhan Gambar 7. Kondisi Ikan ( Dokumentasi Pribadi, 2. Pengukuran Kualitas Air Pengukuran parameter kualitas air . PH) diukur sebanyak 2 kali sehari dalam sehari yaitu pagi 00 WITA dan sore pukul 16. 00 WITA. Pengukuran parameter kualitas air di lakukan pada kolam pemeliharaan induk ikan gurami, pengukuran di lakukan pada hari pertama begitu pula pengukuran kualitas air pada kolam pemeliharaan benih. Parameter DO tidak di lakulkan karena keterbatasa peralatan. Hasil pengukuran kualitas air pada kolam pemeliharaan induk dan kolam pemeliharaan benih dan dapat di lihat pada tabel 2. Tabel 2. Data Pengukuran Kualitas Air No. Parameter Kisaran Gambar 8. Pengukuran Kualitas Air ( Dokumentasi pribadi, 2. Budidaya ikan gurami merupakan salah satu kegiatan budidaya yang banyak diminati para pelaku budidaya, namun banyak permasalahan yang dihadapi. Salah satu masalah adalah ikan gurami memiliki pertumbuhan yang lambat (Afriyanti dkk. , 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan yaitu kualitas air (Setyowati dkk. , 2. Bedasarkan hasil pengukuran kualitas air pada kolam pemeliharaan induk, dan kolam pemeliharan benih didapatkan bahwa kualitas air sudah tergolong sesuai dengan kisaran optimal. Pengendalian Penyakit Banyak Paktor yang menyebabkan pertumbuhan ikan gurame yang relatif lambat di antaranya adalah lingkungan budidaya ikan yang kurang mendukung, pemberian pakan ikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan ikan gurame dan kualitas yang tidak baik. Sementara itu, kategori berhasil dalam aktivitas budidaya sangat mencakup:efeseinsi pakan, kecepatan pertumbuhan, kekebalan tubuh sehingga tahan terhadap penyakit. Dilakukan degan cara pengamatan secara fisual terhadap ikan. ditandai dengan pergerakan yang tidak setabil, kurang nafsu makan, berenang terbalik dan luka pada tubuh. Dilakukan pengambilan sampel, di karantina pada wadah yang berbeda untuk menghindari tersebarnya penyakit . irus, bakter. pada kolam utama . Menggunakan pengaplikasian obat obatan diberikan vitamin C untuk ,meningkatkan ketahanan terhadap penyakit ,mengurangi pengaruh setres, mempercepat pertumbuhan pada lkan, dan diberikan untuk meningkatkan daya cerna. Pemberian vitamin C sebanyak 5% dicampurkan kedalam pakan untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi pada ikan gurame pemberian pakan 2 kali sehari pada pagi hari dan siore Pemberian antibiotik harus diberikan selama 2-5 hari untuk mencegah perkembangan patogen dan untuk mempercepat kesehatan pada iakan. Gambar 9. Pengendalian Penyakit Ikan Gurami ( Dokumentasi Pribadi, 2. PENUTUP Simpulan Meningkatkan kesehatan ikan gurami dengan sistem budidaya terkontrol dilakukan secara alami yang dimulai dari persiapan kolam, pengeringan kolam, pemberian kapur, pemupukan, pengisian air, pemberian pakan yang teratur, pengecekan kualitas air, dan pengendalian penyakit. Saran Peralatan untuk pengecekan kualitas air sangat dibutuhkan dalam menjaga kualitas air untuk kesehatan ikan, baik utuk mengukur suhu, pH, oksigen, kondutivitas, turbiditas dan salinitas. Selain kualitas air, kesehatan ikan dalam budidaya ditentukan oleh perawatan media atau wadah sebelum dan setelah pemeliharaan. DAFTAR PUSTAKA