JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:200-207 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Profibilitas. Solvabilitas. Aktivitas Terhadap Nilai Perusahaan Minyak. Gas. Batubara Agustinus Dandy Septyawan Surya Putra Universitas Stikubank Jalan Tri Lomba Juang 1 50232 Semarang Jawa Tengah, 024-8451976, univ@edu. ARTICLE INFO Article history: Received 30 Agustus 2024 Received in revised form 2 Oktober 2024 Accepted 10 November 2024 Available online 1 Desember 2024 ABSTRACT This study investigates the influence of profitability, solvency, and activity financial ratios on firm value within the energy sector . il, gas, and coa. listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2023. Utilizing multiple linear regression analysis, the research demonstrates that profitability (ROA), solvency (DER), and activity (TATO) collectively and individually impact firm value (PBV). The findings suggest that financial performance management is crucial for enhancing firm value in this sector, especially in response to market dynamics and regulatory changes. Keywords: Profitability. Solvency. Activity. Firm Value Introduction Sektor energi, yang mencakup industri minyak, gas, dan batubara, memainkan peran yang sangat strategis dalam perekonomian global dan nasional. Industri ini tidak hanya menjadi tulang punggung penyediaan energi bagi berbagai sektor ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu kontributor utama pendapatan negara melalui ekspor dan pajak. Namun, industri energi, khususnya yang bergerak dalam eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan batubara, menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga dan meningkatkan nilai perusahaan. Tantangantantangan tersebut antara lain fluktuasi harga komoditas yang disebabkan oleh ketidakstabilan geopolitik, pergeseran global menuju energi terbarukan, serta perubahan kebijakan lingkungan yang lebih ketat. Nilai perusahaan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan dan prospek masa depannya. Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Dalam konteks ini, salah satu strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan adalah melalui pengelolaan kinerja keuangan yang efektif. Pengelolaan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai rasio keuangan seperti profitabilitas, solvabilitas, dan Profitabilitas merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari operasi bisnisnya. Rasio profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan berhasil Received Oktober 23, 2024. Revised Oktober 2, 2023. November 22, 2023 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n mengelola sumber dayanya dengan efektif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan investor dan nilai perusahaan. Solvabilitas, di sisi lain, mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio solvabilitas yang kuat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki struktur modal yang sehat dan risiko kebangkrutan yang rendah. Hal ini penting karena perusahaan yang memiliki solvabilitas yang baik cenderung lebih stabil dan menarik bagi investor jangka panjang. Rasio aktivitas mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan. Efisiensi ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya untuk mendukung kegiatan operasional secara optimal. Dalam industri energi, di mana biaya operasional dan modal sangat tinggi, efisiensi dalam penggunaan aset menjadi sangat penting. Rasio aktivitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dapat memaksimalkan penggunaan asetnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan margin keuntungan dan nilai perusahaan. Dalam konteks industri energi di Indonesia, khususnya di sektor minyak, gas, dan batubara, pengelolaan kinerja keuangan menjadi semakin penting. Fluktuasi harga minyak dan gas, perubahan kebijakan pemerintah terkait lingkungan dan energi, serta persaingan global yang ketat, membuat perusahaan-perusahaan di sektor ini harus lebih cermat dalam mengelola keuangan Analisis terhadap data keuangan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021-2023 menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam kinerja keuangan mereka. Beberapa perusahaan menunjukkan profitabilitas dan solvabilitas yang kuat, sementara yang lain menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasio keuanganAiprofitabilitas, solvabilitas, dan aktivitasAiterhadap nilai perusahaan di sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023. Dengan memahami pengaruh rasio keuangan tersebut, diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi perusahaan dalam meningkatkan nilai mereka di pasar. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi literatur keuangan, terutama dalam konteks pemahaman tentang peran rasio keuangan dalam menentukan nilai perusahaan di sektor energi. Perusahaan di sektor energi, khususnya yang bergerak di industri minyak, gas, dan batubara, menghadapi tantangan yang tidak hanya berasal dari dinamika pasar, tetapi juga dari kebijakan pemerintah yang semakin ketat terkait dengan isu lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat pergeseran global menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan, yang berdampak langsung pada operasi perusahaan di sektor energi konvensional. Dalam situasi ini, perusahaan di sektor ini perlu memiliki strategi keuangan yang kuat untuk tetap kompetitif dan menarik bagi investor. Penelitian ini berfokus pada analisis rasio keuangan sebagai alat untuk memahami dan meningkatkan nilai perusahaan dalam menghadapi tantangan ini. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan di sektor energi, dengan harapan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka melalui pengelolaan yang lebih baik atas rasio profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 200 Ae 207 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Research Method Penelitian ini menggunakan variabel bebas yaitu Profitabilitas (ROA). Solvabilitas (DER), dan Aktivitas (TATO), serta variabel terikat yaitu Nilai Perusahaan (PBV). Populasi penelitian adalah perusahaan sektor energi di industri minyak, gas, dan batubara yang terdaftar di BEI dari 2021 hingga 2023. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelas. , uji koefisien determinasi (Adjusted RA), uji F, regresi linier berganda, dan uji t. Results and Analysis Teori Sinyal (Signaling Theor. Teori sinyal pertama kali diperkenalkan oleh Michael Spence pada tahun 1973 sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah asimetri informasi antara dua pihak, khususnya antara manajemen perusahaan dan investor. Dalam konteks pasar modal, manajemen perusahaan memiliki informasi yang lebih baik mengenai kondisi internal perusahaan dibandingkan dengan investor Asimetri informasi ini dapat menyebabkan masalah dalam pengambilan keputusan investasi, di mana investor mungkin ragu untuk berinvestasi karena kurangnya informasi yang Nilai Perusahaan: Nilai perusahaan merupakan konsep penting dalam teori keuangan dan investasi karena mencerminkan persepsi pasar terhadap kinerja dan prospek masa depan perusahaan. Salah satu cara umum untuk mengukur nilai perusahaan adalah dengan menggunakan rasio Price to Book Value (PBV). PBV membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku per saham, memberikan gambaran tentang bagaimana pasar menilai ekuitas perusahaan relatif terhadap nilai akuntansinya. Profitabilitas: Profitabilitas adalah ukuran utama dari kinerja keuangan perusahaan dan sering kali digunakan sebagai indikator keberhasilan dalam manajemen perusahaan. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari aset atau modal yang Rasio profitabilitas seperti Return on Assets (ROA) memberikan gambaran tentang seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba. Solvabilitas: Solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka Rasio solvabilitas seperti Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang dalam struktur modalnya. DER yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak menggunakan utang, yang dapat meningkatkan risiko kebangkrutan, tetapi juga dapat meningkatkan pengembalian ekuitas jika dikelola dengan baik. Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif Fungsi utama statistik deskriptif adalah untuk memberikan gambaran yang jelas tentang data, termasuk ukuran-ukuran seperti mean, median, modus, dan distribusi frekuensi. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 200 Ae 207 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Tabel Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics ROA DER TATO PBV Valid N . Minimum -41,00 -18478,00 0,00 -32951,00 Maximum 52,00 4493,00 355,00 4768,00 Mean 6,6503 -7,0273 56,3443 58,2732 Std. Deviation 12,22356 1459,49790 52,40739 2572,74202 Pada tabel di atas, terlihat bahwa variabel Profitabilitas yang diukur dengan ROA (Return on Asset. memiliki nilai minimum -5,00 dan maksimum 36,00 dengan rata-rata 6,3571 dan standar deviasi 8,22918. Variabel Solvabilitas yang diukur dengan DER (Debt to Equity Rati. menunjukkan nilai minimum -181,00 dan maksimum 827,00 dengan rata-rata 101,8492 dan standar deviasi 124,50812. Variabel Aktivitas yang diukur dengan TATO (Total Asset Turnove. memiliki nilai minimum 0,00 dan maksimum 354,00 dengan rata-rata 50,6111 dan standar deviasi 46,98493. Sementara itu, variabel Nilai Perusahaan yang diukur dengan PBV (Price to Book Valu. menunjukkan nilai minimum -34,00 dan maksimum 1110,00 dengan rata-rata 159,6984 dan standar deviasi 154,49123. Uji Normalitas Data Dalam penelitian ini, normalitas data dinilai menggunakan uji Skewness dan Kurtosis. Kriteria untuk menentukan apakah data berdistribusi normal melibatkan pengecekan apakah nilai Skewness dan Kurtosis berada dalam rentang -1,96 hingga 1,96. Jika nilai-nilai tersebut berada dalam rentang ini, data dianggap berdistribusi normal. Jika nilai rasio Skewness dan Kurtosis berada di luar rentang -1,96 hingga 1,96, data dianggap tidak berdistribusi normal. Uji Normalitas Setelah Outlier Descriptive Statistic Descriptive Statistics Unstandardized Residual Valid N . Mean Statistic Statistic -53,1354745 Skewness Statistic -0,005 Std. Error 0,216 Kurtosis Statistic 0,592 Std. Error 0,428 Berdasarkan uji yang dilakukan menggunakan metode statistik Skewness dan Kurtosis, hasilnya adalah ZSkew = -0,005/0,216 = -0,023 dan ZKurt = 0,592/0,428 = 1,383. Uji normalitas menunjukkan bahwa rasio nilai statistik terhadap standar errornya, baik untuk Skewness maupun Kurtosis, berada dalam rentang 1,96 hingga -1,96. Ini mengindikasikan bahwa residual dari model regresi berdistribusi normal. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 200 Ae 207 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk menentukan apakah terdapat korelasi antara kesalahan gangguan dalam model regresi linear pada waktu t-1 . eriode sebelumny. Statistik DurbinWatson digunakan untuk menguji keberadaan autokorelasi. Hasil uji autokorelasi disajikan dalam tabel berikut: Tabel Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson dengan Metode Transformasi CochraneOrcutt Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson 0,434 0,420 118,16908 2,016 Predictors: (Constan. LAG_X3. LAG_X2. LAG_X1 Dependent Variable: LAG_Y Berdasarkan Tabel 4. 1, nilai Durbin-Watson (DW) adalah 2,016. Ketika dibandingkan dengan nilai tabel Durbin-Watson pada tingkat signifikansi 5%, dengan ukuran sampel . 126 dan 3 variabel independen . , nilai batas atas . U) adalah 1,7357. Nilai DW sebesar 2,016 lebih besar dari nilai dU sebesar 1,7357 dan kurang dari 4-dU, yaitu 2,2643. Karena nilai DW sebesar 2,016 berada dalam rentang antara dU dan 4-dU . ,7357 < 2,016 < 2,2. , dapat disimpulkan bahwa model ini bebas dari autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah kondisi di mana varians kesalahan . dalam model regresi tidak konstan di seluruh observasi, yang melanggar asumsi homoskedastisitas. Ini dapat menyebabkan estimasi parameter yang tidak efisien dan kesalahan standar yang tidak akurat, sehingga mengurangi keandalan uji statistik dan validitas kesimpulan dari model regresi. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas, penulis menggunakan Uji White, yang merupakan prosedur statistik non-parametrik yang fleksibel dalam mendeteksi bentuk heteroskedastisitas yang Langkah-langkah dalam Uji White meliputi: estimasi model regresi OLS, pembuatan variabel baru dari residual yang dikuadratkan dan interaksi variabel independen, regresi ulang dengan variabel baru, perhitungan statistik Chi-Square, dan interpretasi hasil untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas. Tabel Uji White Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,323 0,270 22367,32345 Predictors: (Constan. X2X3. X1_KUADRAT. X3_KUADRAT. X1X2. DER. ROA. TATO. X2_KUADRAT. X1X3 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 200 Ae 207 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dalam tabel Model Summary menggunakan uji White, nilai c2\chi^2c2 yang diperoleh adalah 40,698 . *0,. Nilai ini lebih kecil dari nilai kritis Chi-Square sebesar 185, dengan derajat kebebasan . sebesar 152,094 dan tingkat signifikansi 5%. Ini menunjukkan bahwa model regresi yang diuji bebas dari heteroskedastisitas. Dengan demikian, variabel-variabel dalam model tidak menunjukkan variasi yang signifikan dalam varians residual, mengonfirmasi bahwa asumsi homoskedastisitas terpenuhi. Oleh karena itu, model regresi dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut tanpa memerlukan penyesuaian tambahan. HIPOTESIS (UJI T) Uji t digunakan untuk menilai sejauh mana suatu variabel independen secara individu mempengaruhi variasi dalam variabel dependen. Uji ini dilakukan pada tingkat signifikansi 0,05 ( = 5%). Hasil pengujian hipotesis disajikan dalam tabel berikut: TABEL 4. 12 HASIL UJI T MODEL REGRESI Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error 33,437 19,463 ROA 1,721 DER 0,597 TATO 1,177 Dependent Variable: PBV 1,596 0,089 0,280 (Constan. Standardized Coefficients Sig. 1,718 0,088 1,078 6,732 4,208 0,283 0,000 0,000 Beta 0,098 0,481 0,376 PEMBAHASAN UJI HIPOTESIS Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan pengujian hipotesis pertama dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa variabel profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Hal ini berarti tingkat profitabilitas yang diperoleh perusahaan tidak secara langsung mempengaruhi nilai perusahaan. Situasi ini mungkin menunjukkan bahwa para investor lebih mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti potensi pertumbuhan di masa depan atau kondisi pasar, daripada hanya sekadar melihat profitabilitas saat ini. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Imam Hidayat dan Khusnul Khotimah . , yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian mereka menunjukkan bahwa investor mungkin memiliki ekspektasi lain terkait perusahaan, seperti manajemen risiko atau diversifikasi, yang lebih berdampak pada keputusan investasi mereka. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024 : 200 Ae 207 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Pengaruh Solvabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan pengujian hipotesis kedua, ditemukan bahwa variabel solvabilitas (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Artinya, semakin tinggi tingkat solvabilitas, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa para investor menilai perusahaan dengan tingkat hutang yang dikelola dengan baik sebagai peluang investasi yang menarik, mungkin karena mereka melihat potensi leverage untuk meningkatkan laba. Hasil ini konsisten dengan penelitian oleh Ari Supeno . , yang menemukan bahwa solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa manajemen hutang yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan investor. Pengaruh Aktivitas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan pengujian hipotesis ketiga, ditemukan bahwa variabel aktivitas (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Artinya, semakin tinggi tingkat aktivitas perusahaan, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Ini berarti bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola aset untuk menghasilkan pendapatan dihargai oleh investor, yang melihat efisiensi operasional sebagai indikator kuat dari potensi pertumbuhan nilai perusahaan. Kesimpulan Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun profitabilitas diukur dengan ROA, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi DER yang dimiliki perusahaan, semakin besar kemampuannya untuk memenuhi kewajiban jangka panjang, yang pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Aktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Hal ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas yang diukur dengan TATO mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan, yang berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan. SARAN