(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT PLATELET APHERESIS DAN RICH PLASMA (TC PRP) DI RSUP Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG DIFFERENCE IN PLATELET COUNT BETWEEN PLATELET APHERESIS AND PLATELET-RICH PLASMA (TC PRP) AT Dr. MOHAMMAD HOESIN CENTRAL GENERAL HOSPITAL PALEMBANG Sinta Damiyanti1. Sri Hartini Harianja2. Refai3. Yusneli4. Hamril Dani5 RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Palembang. Indonesia 2,3,4,5 Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Palembang. Palembang. Indonesia . mail korespondensi: srihartiniharianja@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar belakang: Pemberian transfusi trombosit merupakan tindakan medis esensial untuk merawat pasien dengan trombosit yang rendah atau dengan kelainan pada mekanisme Dengan demikian, pemahaman terhadap kualitas komponen trombosit yang digunakan untuk transfusi menjadi sangat penting, termasuk melalui pemeriksaan jumlah trombosit yang terkandung dalam setiap kantong komponen. Menurut data UTDRS RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2024, dari total kebutuhan trombosit sebanyak 2. unit, tercatat 13. 264 unit TC-PRP dan 1. 540 unit Platelet Apheresis telah ditransfusikan Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada kantong Platelet Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode penelitian: Penelitian ini adalah analitik observasional laboratorik dengan pendekatan Sampel terdiri dari 20 kantong TC-PRP dan 20 kantong Platelet Apheresis yang diperoleh secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Independent Sample T-Test. Hasil penelitian: Hasil uji menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah trombosit pada Platelet Apheresis dan TC-PRP. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah bahwa kualitas komponen trombosit berdasarkan jumlah trombosit lebih tinggi pada metode Platelet Apheresis dibandingkan TC-PRP. Saran: bagi para klinisi dapat memilih platelet apheresis dalam pengobatan untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal terutama ketika TC-PRP dalam dosis yang memadai sulit tersedia. Kata Kunci: Trombosit. Platelet Apheresis. TC-PRP ABSTRACT Background: Platelet transfusion is an essential medical intervention for patients with thrombocytopenia or abnormalities in hemostasis. Therefore, understanding the quality of platelet components used for transfusion is crucial, including evaluating the platelet count in each unit. According to data from the Blood Transfusion Unit (UTDRS) at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang in 2024, out of a total platelet requirement of 2,904 units, 13,264 units of TC-PRP and 1,540 units of Platelet Apheresis were transfused. Objective: To determine the differences in platelet counts between Platelet Apheresis and Platelet Rich Plasma (TC-PRP) units at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang. Methods: This study was a laboratory-based observational analytic study with a comparative approach. The samples consisted of 20 TC-PRP units and 20 Platelet Apheresis units, selected through | 44 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. purposive sampling. Data were analyzed using the Independent Sample T-Test. Results: The statistical analysis showed a p-value of 0. < 0. , indicating a significant difference in platelet counts between Platelet Apheresis and TC-PRP units. Conclusion: The study concluded that the quality of platelet components, based on platelet count, is higher in Platelet Apheresis compared to TC-PRP. Recommendation: Clinicians may prefer platelet apheresis in therapy to achieve more optimal benefits, especially when adequate doses of TC-PRP are difficult to obtain. Keywords: Platelets. Platelet Apheresis. TC-PRP PENDAHULUAN kemudian trombosit bisa dipisahkan dan Pasien dengan trombositopenia perlu kemudian dikumpulkan, selanjutnya sisa diberikan transfusi trombosit, namun tingkat darah di kembalikan ke sirkulasi darah respons yang ditimbulkan pada setiap pasien (Szczepiyrkowski, dapat bervariasi akibat transfusi. Di samping Indonesia, kondisi klinis pasien, mutu komponen trombosit yang ditransfusikan turut menjadi dibandingkan dengan penggunaan konsentrat faktor penting yang menentukan efektivitas trombosit (Thrombocyte Concentrat. Pada respons transfusi. Standar kualitas komponen tahun 2024 Rumah Sakit Dr. Mohammad trombosit telah ditentukan melalui spesifikasi Hoesin unit berdasarkan berbagai parameter, sesuai mentransfusikan total 2. 904 unit trombosit. ketentuan yang diatur dalam Peraturan Dari keseluruhan pemakaian tersebut, tercatat Menteri 264 unit Thrombocyte Concentrate (TC) Kesehatan Republik Indonesia Palembang Nomor 91 Tahun 2015 (Permenkes RI, 2. dan berpedoman pada American Association plateletpheresis berjumlah 1. 540 unit. of Blood Banks (AABB). Dengan . sien dengan trombositopenia berat lebih efektif untuk menggunakan apheresis karena jumlah trombosit yang lebih trombosit kini dapat diperoleh melalui dua satu unit TC untuk neonatus atau metode utama, yakni pemisahan dari darah bayi, biasanya sudah memenuhi kebutuhan lengkap maupun melalui prosedur apheresis. transfusi, sedangkan pada pasien dewasa Konsentrat trombosit (TC) bisa dihasilkan diperlukan sekitar enam unit TC, yang secara melalui teknik sentrifugasi buffy coat atau ekuivalen sebanding dengan satu kantong dengan menggunakan Platelet Rich Plasma platelet apheresis (Brecher, 2. Penelitian (PRP) (N. Purwanti et al. , 2017. Rafika, 2. menghasilkan Platelet apheresis dengan cara perhitungan jumlah trombosit sebelum dan darah donor dialirkan ke alat medis khusus setelah transfusi menunjukkan bahwa pasien (Seeber. Prosedur | 45 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. yang menerima satu unit platelet apheresis Transfusi Darah RSUP Dr. Mohammad mengalami peningkatan trombosit sebesar Hoesin Palembang pada bulan Juni 2025. 35,29, yang jauh lebih besar dibandingkan Populasi peningkatan sebesar 12,39 pada pasien yang komponen TC-PRP dan platelet apheresis mendapatkan enam unit TC. Semakin banyak yang dihasilkan selama periode penelitian. unit Thrombocyte Concentrate (TC) Sampel berjumlah 40 unit, terdiri atas 20 unit TC-PRP dan 20 unit platelet apheresis, cenderung memiliki risiko lebih besar. Unit ditentukan berdasarkan ketentuan Permenkes transfusi darah saat ini telah memproduksi RI Tahun 2015. Teknik pengambilan sampel kedua jenis komponen trombosit, yaitu menggunakan metode purposive sampling. Thrombocyte Concentrate (TC) dan platelet Analisis data dilakukan menggunakan uji Mengingat Independent Sample T-Test. penggunaan transfusi trombosit, termasuk Instrumen pemeriksaan Dr. adalah hematology analyzer Sysmex XP-100 Mohammad Hoesin Palembang, diperlukan dengan bahan berupa plasma konsentrat pemeriksaan serta analisis perbandingan trombosit A1 mL serta reagen Cellpack. SLS. Fluorocell, dan Lysercell. Rumah Sakit yang digunakan plateletpheresis yang dihasilkan oleh Unit Transfusi Darah rumah sakit tersebut. HASIL Kualitas Jumlah Trombosit pada Platelet Rich Plasma (TC-PRP) BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan desain Analisis standar kualitas berdasarkan Permenkes RI No. 91 Tahun 2015 dapat bertujuan membandingkan jumlah trombosit dilihat dari jumlah trombosit pada Platelet pada Thrombocyte Concentrate dari Platelet Rich Plasma (TC-PRP) yang disajikan pada Rich Plasma (TC-PRP) dan platelet apheresis. tabel berikut ini: Kegiatan Unit Tabel 1. Kualitas Jumlah Trombosit pada TC-PRP Kualitas Jumlah Trombosit TC-PRP Berkualitas (> 2 x1. Tidak Berkualitas (<2 x1. Total Frekuensi . Persentase (%) | 46 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Berdasarkan Tabel 1, terdapat 15 TC- Kualitas Jumlah Trombosit padaPlatelet PRP . %) yang memenuhi kriteria kualitas Apheresis dengan jumlah trombosit > 2 y 10AA. standar kualitas berdasarkan Permenkes RI Sementara itu, 5 sampel lainnya . %) tidak No. 91 Tahun 2015 dapat dilihat dari jumlah memenuhi standar kualitas karena jumlah trombosit Platelet Apheresis yang disajikan trombositnya berada di bawah 2 y 10AA. pada tabel berikut ini: Tabel 2. Kualitas Jumlah Trombosit Platelet Apheresis Kualitas Jumlah Trombosit Platelet Aphresis Frekuensi . Persentase (%) Berkualitas (>2 x1. Tidak Berkualitas (<2 x1. Total Pada Tabel 2. terlihat bahwa 20 sampel memiliki jumlah trombosit > 2 y 10AA per unit %), penelitian ini telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. ditemukan sampel dengan jumlah trombosit < Distribusi 2 y 10AA. Suatu komponen dinyatakan trombosit pada Platelet Apheresis dan memenuhi standar apabila minimal 75% dari Platelet Rich Plasma (TC-PRP) Analisis statistik deskriptif terkait RI, distribusi jumlah trombosit pada Platelet Seluruh sampel platelet apheresis dalam Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) (Permenkes dan disajikan dalam tabulasi berikut: Tabel 3. Distribusi Statistik Deskriptif Jumlah Trombosit pada Platelet Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) Variabel TC-PRP . 10 /L) Platelet Apheresis . 10 /L) N Mean 20 2,25 20 3,41 Median 2,30 3,50 SD Min Max 1,09 0,30 3,90 32 2,90 4,00 95% CI 74 Ae 2,76 26 Ae 3. Tabel 3 menunjukkan distribusi sampel tercatat 0,30 . 10AA/L), sedangkan nilai penelitian dari komponen TC-PRP sebanyak tertinggi mencapai 3,90 . 10AA/L). Pada 20 sampel, dengan nilai rata-rata jumlah trombosit sebesar 2,25 . 10AA/L), median 2,30 . 10AA/L), dan standar deviasi 1,09 trombosit berada antara 1,74 hingga 2,76 . 10AA/L). 10AA/L). Jumlah (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Untuk komponen Platelet Apheresis, dari 20 rentang jumlah trombosit diperkirakan berada sampel yang dianalisis diperoleh nilai rata- antara 3,26 hingga 3,56 . 10AA/L) 3,42 . 10AA/L), median 3,50 . 10AA/L), dan standar deviasi 0,32 . 10AA/L). Jumlah Perbedaan Jumlah Trombosit Platelets Apheresis dan TC-PRP Perbandingan jumlah trombosit antara trombosit terendah adalah 2,90 . 10AA/L), sedangkan nilai tertinggi mencapai 4,00 . 10AA/L). Pada tingkat kepercayaan 95%. Platelets Apheresis dan Platelet Rich Plasma (TC-PRP) dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabulasi berikut : Tabel 4. Uji Beda Jumlah Trombosit pada Platelet Apheresis dan TC-PRP Variabel Mean A SD TC PRP . 1011/L) 25 A 1,09 Platelet Apheresis . 1011/L) 3,41 A 0,32 P value 0,000 Berdasarkan Tabel 4, rata-rata jumlah 91 Tahun 2015 bahwa jumlah trombosit pada trombosit pada 20 sampel platelet apheresis, platelet apheresis memiliki kualitas yang tercatat 3,41 y 10AA/L dengan standar deviasi A0,32 y 10AA/L, sedangkan 20 sampel TC- , setidaknya 75% dari total unit PRP memiliki rata-rata jumlah trombosit 2,25 yang diperiksa harus memenuhi standar y 10AA/L dengan standar deviasi A1,09 y jumlah trombosit. Dalam penelitian ini. TC- 10AA/L. Hasil uji T-Test dengan p-value PRP mencapai 75%, sedangkan platelet apheresis mencapai 100%, sehingga kedua mengindikasikan adanya perbedaan jumlah komponen trombosit tersebut memenuhi trombosit yang signifikan secara statistik persentase standar yang ditetapkan. Hal ini antara TC-PRP dan platelet apheresis. sejalan dengan rekomendasi WHO dan 0,000 0,. TC-PRP AABB (American Association of Blood PEMBAHASAN Bank. , yang menyatakan bahwa minimal Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 75% dari kantong trombosit yang diproduksi harus memenuhi kriteria kualitas yang telah dengan kualitas trombosit lebih banyak TC-PRP. Temuan Penelitian oleh (Rafika, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa TC-PRP memiliki membuktikan berdasarkan Permenkes RI No. (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. rata-rata jumlah trombosit lebih rendah Dengan demikian, hasil analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini semakin memperkuat temuan sebelumnya bahwa apheresis untuk secara selektif memisahkan kualitas trombosit yang lebih tinggi pada dan mengumpulkan trombosit dalam jumlah platelet apheresis secara kuantitatif dan lebih besar dari seorang donor tunggal. Dengan konsisten secara statistik. demikian, baik berdasarkan regulasi maupun Jumlah bukti empiris, penelitian ini menegaskan apheresis dan TC-PRP memiliki perbedaan bahwa platelet apheresis memiliki kualitas yang signifikan, sejalan dengan temuan Singh et al. bahwa jumlah trombosit per unit dibandingkan TC-PRP. Secara antara kedua metode tersebut menunjukkan Platelet perbedaan yang sangat signifikan. (N. Apheresis memanfaatkan teknologi mesin Purwanti et al. , 2. hasil perhitungan . isalnya Amicus atau Amicor. yang jumlah trombosit pada pasien sebelum dan sesudah transfusi menunjukkan pasien yang menerima 6 unit TC, hanya mengalami dibandingkan metode konvensional TC-PRP. peningkatan sebesar 12,39. Peningkatan jauh Oleh karena itu, variabilitas jumlah trombosit lebih besar pada pasien yang menerima 1 unit pada platelet apheresis cenderung lebih platelet apheresis, yaitu sebesar 35,29. rendah, sedangkan TC-PRP menunjukkan Seiring simpangan baku yang lebih besar akibat permintaan konsentrat trombosit, pemantauan terhadap standar dan kontrol kualitas menjadi pemisahan manual, yang sangat dipengaruhi semakin penting. Penelitian ini menunjukkan oleh keterampilan operator serta kualitas bahwa beberapa sampel TC-PRP dengan darah donor (Das et al. , 2. jumlah trombosit yang belum memenuhi Penelitian serupa oleh (Toora et al. standar kualitas. konsentrat trombosit yang 2. dapat disimpulkan bahwa platelet lama disimpan dapat mengalami berbagai apheresis menghasilkan trombosit dengan perubahan kualitas di berbagai parameter konsentrasi lebih tinggi dan homogenitas secara in vitro yang dikenal sebagai PSL yang lebih baik dibandingkan metode derivasi (Platelet parameter yaitu jumlah trombosit yang paling platelet/TC-PRP). hole blood-derived Storage Lesio. Salah Perubahan kualitas dan kuantitas dapat terjadi pada proses pra analitik yaitu | 49 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Natrium Hidropospat dan adenin. Fosfat Salah satu faktor terjadinya penurunan jumlah trombosit adalah akibat mempertahankan kestabilan pH. (Brecher. Disagregasi agregat trombosit yang terjadi selama sentrifugasi dan persiapan konsentrat Beberapa faktor lainnya yaitu DAFTAR PUSTAKA