Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 2 September 2020 | pp. p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan Pijat Oksitoksin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum Sri Dinengsih Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Sri Dinengsih . dinengsih@civitas. Received: Mei, 17 2020. Accepted: June, 25 2020. Published: September, 1 2020 ABSTRAK ASI adalah suatu cairan kehidupan terbaik yang sangat dibutuhkan oleh bayi (ASI merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi , didalam ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang dan sesuai dengan kebutuhan bayi Cakupan ASI Eksklusif di Negara ASEAN seperti India sudah mencapai 46%, di Philipina 34%, di Vietnam 27% dan di Myanmar 24%, sedangkan di Indonesia sudah mencapai 54,3 . nfodatin,2. Badan Kesehatan Dunia tahun 2017 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 48%. Masih kurangnya angka pemberian ASI Esklusif Menurut data SDKI di Indonesia, cakupan pemberian ASI Esklusif di Indonesia tahun 2017 masih rendah hanya sekitar 35%, angka tersebut masih jauh dibawah rekomendasi WHO sekitar 50%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan pre and post test with control Sampelnya sebanyak 40 responden dibagi 2 kelompok 20 kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Instrumen yang digunakan Lembar Observasi untuk mengetahui produksi ASI pada ibu post partum hari 1 dan diukur kembali pada hari ke 7 melalui kenaikan berat badan bayi nya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2019. Metode analisis data menggunakan teknik analisis Analisa bivariate menggunakan uji paired t tes. Karakteristik responden di usia 25-35 tahun sebanyak 75%, multipara 65% kecukupan ASI setelah dilakukan pijat woolwich dan pijat oksitosin yaitu ratarata 3210,00, sedangkan pada kategori produksi ASI kurang lancar rata-rata nilainya sebanyak 3050,00. Ada pengaruh yang signifikan kecukupan ASI antara kelompok Kombinasi Pijat Woolwich dan Oksitosin Sesudah Diberikan Pijatan pada Kelompok Eksperimen dan Kontrol pada Ibu Post Partum. Kata Kunci: Pijat Woolwich. Pijat Oksitoksin. ASI, ibu Post Partum This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN ASI adalah suatu cairan kehidupan terbaik yang sangat dibutuhkan oleh bayi (Maritalia. ASI merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi (Saleha, 2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan PijatA. ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang dan sesuai dengan kebutuhan bayi (Yanti 2. Selama masa kehamilan hormon estrogen dan progesteron menginduksi perkembangan alveoli dan duktus lactiferous di dalam payudara, serta merangsang produksi kolostrum. Produksi ASI tidak berlangsung sampai masa sesudah kelahiran bayi ketika kadar hormon estrogen menurun, penurunan kadar estrogen ini memungkinkan naiknya kadar prolaktin dan produksi ASI. Produksi prolaktin yang berkesinambungan disebabkan oleh menyusunya bayi pada payudara ibu. Pelepasan ASI berada di bawah kendali neuro-endokrin, rangksangan sentuhan pada payudara . ayi menghisa. akan merangsang produksi oksitosin yang menyebabkan kontraksi sel-sel myoepitel. Proses ini disebut sebagai Aureflek prolaktinAy atau milk production reflek yang membuat ASI tersedia bagi bayi. (Sulistiyawati, 2. Pijat woolwich adalah pemijatan yang dilakukan pada area sinus laktiferus tepatnya 11,5 cm di atas areola mamae, dengan tujuan untuk mengeluarkan ASI yang ada pada sinus Pijat Woolwich akan merangsang sel saraf pada payudara. Rangsangan tersebut akan diteruskan ke hipotalamus dan direspon oleh hifofisis anterior untuk mengeluarkan hormon prolaktin yang akan dialirkan oleh darah ke sel miopitel payudara untuk memproduksi ASI. (Pamuji, 2. Pijat oksitosin adalah suatu tindakan pemijatan tulang belakang mulai dari costa ke 5-6 sampai scapula akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehingga oksitosin keluar. (Suherni, 2. Pijat oksitosin bertujuan untuk meningkatkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan ibu sehingga ASI otomatis akan keluar. Pijat oksitosin bisa dilakukan kapanpun ibu mau dengan durasi 3-5 menit, lebih disarankan dilakukan sebelum menyusui atau memerah ASI. (Depkes RI, 2. Cakupan ASI Eksklusif di Negara ASEAN seperti India sudah mencapai 46%, di Philipina 34%, di Vietnam 27% dan di Myanmar 24%, sedangkan di Indonesia sudah mencapai 54,3 . nfodatin,2. Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 masih menunjukkan ratarata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 48%. Masih kurangnya angka pemberian ASI Esklusif Menurut data SDKI di Indonesia, cakupan pemberian ASI Esklusif di Indonesia tahun 2017 masih rendah hanya sekitar 35%, angka tersebut masih jauh dibawah rekomendasi WHO sekiatr 50%. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu setelah melahirkan adalah memberikan sensasi rileks pada ibu yaitu dengan melakukan pijat woolwich yang akan merangsang sel saraf pada payudara, diteruskan ke hipotalamus dan direspon oleh hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormon prolaktin yang akan dialirkan oleh darah ke sel mioepitel payudara untuk memroduksi ASI. Sedangkan tindakan pijat oksitosin dapat memengaruhi hormon oksitosin yang berfungsi sebagai stimulus produksi ASI pada ibu selama menyusui. Tindakan ini juga dapat membuat rileks pada ibu dan melancarkan aliran syaraf serta saluran ASI pada kedua payudara. (Yanti. Sundawati, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan Pijat Oksitosin terhadap Produksi ASI pada ibu post partum METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disign quasi experiment menggunakan rancangan pre and post test with control Sampelnya sebanyak 40 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen merupakan ibu post partum 1-7 hari yang diberikan perlakuan yaitu pijat woolwich dan oksitosin, peneliti melakukan teknik pijat woolwich dan oksitosin selama 1 sampai 2 kali dalam satu hari selama 3 hari dilakukan selama 3-5 menit. kelompok kontrol ibu post partum yang hanya diberikan perlakuan pijat oksitosin saja, kelompok ini digunakan sebagai kelompok pembanding. Dihari pertama peneliti memberikan contoh pemijatan terlebih dahulu kepada ibu, orang tua ataupun suami, lalu dihari ke 2 dan 3 pemijatan dilakukan oleh Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan PijatA. suami/keluarga di rumah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober s. d 08 Desember 2019, di Rumah Bersalin Al-Falah Jakarta timur Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Prosedur Pijat Woolwich dan Pijat Oksitoksin dan Lembar Observasi untuk mengetahui produksi ASI pada ibu post partum hari 1 dan diukur kembali pada hari ke 7 melalui kenaikan berat badan bayi nya. Kemudian ibu diberikan perlakuan Pijat Woolwich dan Pijat Oksitoksin sesuai dengan SOP penelitian, selanjutnya data di dokumentasikan dalam lembar penelitian Peneliti mengikuti proses persalinan dari awal sampai akhir dan melakukan observasi produksi ASI. Hasil akhir dilihat dihari ke 7 saat kunjungan nifas. Data hasil observasi kemudian dicatat pada lembar observasi untuk selanjutnya dilakukan pengolahan data. Analisa data yang mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian untuk menghasilkan distribusi frekwensi dan persentase dari tiap variable,Analisa bivariate menggunakan uji paired t test untuk melihat pengaruh kombinasi pijat woolwich dan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum 1-7 hari HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 4. 1 Distribusi frekuensi karakteristik ibu post partum 1-7 Hari Usia Jumlah Persentase (%) Paritas Primipara Multipara Total Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Kecukupan ASI Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Kombinasi Woolwich dan Oksitosin PadanKelompok Eksperimen pada Ibu Post Partum 1-7 Hari Kelompok Std. Mean Value Eksperimen Deviasi Pre Test 3050,00 320,590 101,379 0,000 Post Test 3210,00 284,605 90,000 Tabel 4. 3 Pengaruh kombinasi pijat woolwich dan oksitosin terhadap kecukupan ASI sebelum diberikan pijatan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada ibu post partum 1-7 hari ASI Mean Std. Deviasi Kontrol 3010,00 284,605 Value N 90,000 0,771 Eksperimen 3050,00 320,590 Journal for Quality in Women's Health 101,379 Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan PijatA. Tabel 4. 4 Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Sesudah Diberikan Pijatan pada Kelompok Eksperimen dan Kontrol pada Ibu Post Partum ASI Mean Std. Deviasi SE Value N Kontrol 2940,00 263,312 83,267 0,041 Eksperimen 3210,00 284,605 90,000 Pembahasan Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Kecukupan ASI Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Kombinasi Woolwich dan Oksitosin pada Kelompok Eksperimen pada Ibu Post Partum 1-7 Hari Hasil nilai statistik deskriptif berupa rata-rata dan standar deviasi kecukupan ASI antara pengukuran sebelum . dan sesudah dilakukan intervensi kombinasi pijat woolwich dan Rata-rata kecukupan ASI sebelum dilakukan pemijatan adalah 3050,00 dengan standar deviasi 320,590 Sedangkan setelah . pemijatan didapatkan rata-ratanya adalah 00 dengan standar deviasi 284,605. ada pengaruh yang signifikan BB sebelum diberikan pijatan dan setelah diberikan pijatan. Dari hasil penelitian bahwa kecukupan ASI setelah dilakukan pijat woolwich dan pijat oksitosin lebih banyak pada kategori produksi ASI lancar yaitu rata-rata 3210,00, sedangkan pada kategori produksi ASI kurang lancar rata-rata nilainya sebanyak 3050,00. Dari rata-rata 3210,00 yang memiliki produksi ASI lancar sebagian besar pada usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 15 responden . %). Umur 20-35 tahun merupakan umur reproduksi sehat. Pada masa ini adalah kurun waktu yang optimal bagi seorang wanita untuk hamil karena organ reproduksi wanita sudah siap dan matang, demikian juga dengan psikologis ibu. Kesiapan itulah yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam rahim bisa tumbuh secara optimal. (Wikjosastro . usia 20-35 tahun merupakan usia yang dianggap aman untuk menjalani kehamilan dan Karena pada usia 35 tahun merupakan keadaan yang dikategorikan dalam resiko tinggi terhadap kelainan bawaan serta adanya penyulit selama masa kehamilan dan persalinan (Sulistyawati 2. Pamuji . , ibu post partum yang diberikan metode pijat woolwich memiliki peningkatan kadar hormon prolaktin dan volume ASI dibandingkan dengan ibu post partum yang tidak diberikan intervensi pijat tersebut. Moehyi . , menyatakan bahwa salah satu tindakan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan pijat woolwich dan pijat oksitosin. Metode pijat woolwich ini didasarkan pada pengamatan bahwa pengaliran ASI lebih penting dari sekresi ASI oleh kelenjar ASI. Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin berkaitan dengan nutrisi ibu, semakin asupan nutrisinya baik maka produksi yang dihasilkan juga banyak. Peneliti berasumsi bahwa sudah banyak ibu yang mengetahui mengenai usia reproduksi yang aman untuk hamil dan persalinan, sehingga ibu lebih memilih untuk hamil diusia reproduksi yang aman. Usia juga mempengaruhi ibu untuk kesiapan psikologisnya, jika psikologisnya belum sipa, maka produksi ASI juga kurang lancar, karena kekhawatiranya ibu untuk mengurus anaknya. Jika ibu merasa tenang dan tidak stres maka hormon oksitosin akan lebih mudah diproduksi. Serta hormon prolaktin juga mudah untuk mengeluarkan produksi ASI. Distribusi Frekuensi Kecukupan ASI Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Oksitosin pada Kelompok Kontrol pada Ibu Post Partum 1-7 Hari Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan PijatA. Hasil penelitian mengenai distribusi frekuensi ibu post partum 1-7 hari di Klinik Mutiara Bunda Rangkasbitung yang dilakukan pijat oksitosin rata-rata kecukupan ASI hari pertama dilakukan pijatan adalah 3010,00 dengan standar deviasi 284,605. Sedangkan pengukuran hari ke 7 setelah pemijatan didapatkan rata-ratanya adalah 2940,00 dengan standar deviasi 263,312. tidak ada pengaruh yang signifikan BB sebelum diberikan pijatan dan BB setelah dilakukan Dari hasil penelitian bahwa kecukupan ASI sebelum dilakukan pijat oksitosin lebih banyak pada kategori produksi ASI kurang lancar yaitu rata-rata 3010. 00, sedangkan pada kategori kecukupan ASI lancar rata-rata nilainya sebanyak 2940,00. Dari rata-rata 2940,00 yang memiliki produksi ASI lancar sebagian besar pada usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 15 responden . %). Suherni . , pijat oksitosin adalah suatu tindakan pemijatan tulang belakang mulai dari costa ke 5-6 sampai scapula akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehingga oksitosin keluar. Pijat oksitosin bertujuan untuk meningkatkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan ibu sehingga ASI otomatis akan keluar. Depkes RI . , menyatakan bahwa selain untuk merangsang reflex let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak . , mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit. Peneliti berasumsi bahwa pijat oksitosin ini berpengaruh pada kecukupan ASI karena dari hasil penelitian ini menunjukan ibu yang sebelum diberikan pijat oksitosin lebih banyak produksi ASI nya kurang lancar dibandingkan dengan setelah diberikan pijat oksitosin. Penyebab ASI kurang lancar karena ibu merasa masih lelah dan khawatir dan belum siap menyusui karena ASI nya belum keluar. Oleh karena itu, ibu yang akan menyusui bayinya harus dalam keadaan tenang, rilekx, dan nyaman. Sehingga produksi ASI tercukupi. Maka dari itu ibu post partum diberikan pijat oksitosin, agar merasa tenang dan nyaman, sehingga hormon oksitosin meningkat dan mempertahankan produksi ASI. produksi ASI lancar. Analisis Bivariat Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Sebelum Diberikan Pijatan pada Kelompok Eksperimen dan Kontrol pada Ibu Post Partum Hasil nilai rata-rata, standar deviasi dan standar error kecukupan ASI untuk masingmasing kelompok, rata-rata kecukupan ASI pada kelompok kontrol adalah 3010,00 dengan standar deviasi 284,605, sedangkan untuk kelompok intervensi rata-rata kecukupan ASI nya adalah 3050,00 dengan standar deviasi 320,590. Analisis hasil penelitian dengan menggunakan uji Independent t-test diperoleh nilai p value = 0,77 > . terlihat tidak ada pengaruh rata-rata kecukupan ASI kelompok kontrol dengan intervensi. Yanti. Sundawati . menyatakan bahwa, hormon yang berperan dalam pembentukan payudara adalah hormon estrogen dan progesteron yang membantu maturasi alveoli. Sedangkan hormon prolaktin berfungsi untuk produksi ASI. Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena pengaruh hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesteron akan menurun pada saat hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon yaitu prolaktin dan Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin berkaitan dengan nutrisi ibu, semakin asupan nutrisinya baik maka produksi yang dihasilkan juga banyak. Yanti. Sundawati . menyatakan, untuk mengeluarkan ASI diperlukan hormon oksitosin yang kerjanya dipengaruhi oleh proses hisapan bayi. Semakin sering puting susu dihisap oleh bayi maka semakin banyak pula pengeluaran ASI. Hormon oksitosin sering disebut sebagai hormon kasih sayang, sebab Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan PijatA. kadarnya sangat dipengaruhi oleh suasana hati, rasa bahagia, rasa dicintai, rasa aman, ketenangan, dan rileks. , hormon prolaktin dan oksitosin sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI. (Depkes RI 2. Pada saat sebelum dilakukan intervensi baik pada kelopok control dan kelompok perlakuan produksi ASI masih sama antara ke dua kelompok hal ini membuktikan bahwa ibu post partum yang sama dengan produksi ASI yang kurang. Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Sesudah Diberikan Pijatan pada Kelompok Eksperimen dan Kontrol pada Ibu Post Partum Hasil nilai rata-rata, standar deviasi dan standar error kecukupan ASI untuk masingmasing kelompok, rata-rata kecukupan ASI pada kelompok kontrol adalah 2940,00 dengan standar deviasi 263,312, sedangkan untuk kelompok intervensi rata-rata kecukupan ASI nya adalah 3210,00 dengan standar deviasi 284,605. Analisis hasil penelitian dengan menggunakan uji Independent t-test diperoleh nilai p value =0,041 < . terlihat ada pengaruh yang signifikan rata-rata kecukupan ASI kelompok kontrol dengan intervensi. Pada proses laktasi terdapat dua reflek yang berperan, yaitu reflek prolaktin dan reflek aliran yang timbul akibat perangsangan puting susu dikarenakan isapan bayi. Reflek prolaktin dan oksitosin juga didapatkan pada pijat woolwich yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyumbatan, memperbanyak produksi ASI dan mencegah peradangan atau bendungan pada Jika bayi disusui, maka gerakan menghisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat pada glandula pituitaria posterior, sehingga keluar hormon Hal ini menyebakan sel-sel miopitel di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong ASI masuk dalam pembuluh ampula. Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang terletak pada duktus. Bila duktus melebar, maka secara reflektoris oksitosin dikeluarkan oleh hipfisis (Yanti. Sundawati 2. Pijat oksitosin berfungsi untuk merangsang reflek oksitosn atau let down reflek sehingga ibu akan merasa rileks, kelelahan akibat melahirkan berkurang sehingga dapat merangsa pengeluaran hormon oksitosin. Usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu post partum dapat dilakukan dengan memeras ASI, perawatan atau pemijatan payudara, membersihkan putting, sering menyusui bayi meskipun ASI belum keluar, menyusui dini dan teratur serta pijat oksitosin Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Kusumastuti . yang berjudul AuKombinasi Pijat Woolwich dan Oksitosin terhadap Produksi ASI pada Ibu Post PartumAy yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh kombinasi pijat woolwich dan pijat oksitosin terhadap produksi asi, tetapi secara klinis pada kelompok intervensi produksi asi pada kelompok intervensi lebih tinggi 17% dibandingkan kelompok kontrol. Peneliti berasumsi bahwa kelancaran ASI juga didukung oleh keyakinan ibu untuk memberikan ASI kepada bayi nya, karena jika ibu tidak merasa yakin untuk memberikan ASI kepada bayinya maka faktor kecemasan juga menghambat pengeluaran ASI, sehingga ASI yang didapatkan bayi hanya sedikit. Selain itu juga faktor dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga kepada ibu untuk memberikan ASI kepada bayi nya sehingga terlaksananya pemberian ASI esklusif. Dalam penelitian ini, peneliti mempunyai keterbatasan yaitu tidak bisa memberikan pijatan langsung dihari kedua dan ketiga. Selain itu peneliti tidak bisa mengobservasi langsung ketika dilakukan pemijatan hari kedua dan ketiga oleh keluarga. Sehingga masih ada kemungkinan bias. KESIMPULAN Simpulan Kecukupan ASI Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Kombinasi Woolwich dan Oksitosin pada Kelompok Eksperimen pada Ibu Post Partum 1-7 Hari rata-rata kecukupan ASI Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Kombinasi Pijat Woolwich dan PijatA. sebelum dilakukan pemijatan adalah 3050. Sedangkan setelah . pemijatan didapatkan rata-ratanya adalah 3210. Ada pengaruh yang signifikan antara kombinasi pijat woolwich dan oksitosin terhadap kecukupan ASI sesudah diberikan pijatan pada kelompok eksperimen dan kontrol dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi sebelum dilakukan pemijatan pada Ibu Post Partum 1-7 hari ada pengaruh yang signifikan rata-rata kecukupan ASI antara kelompok Kombinasi Pijat Woolwich dan Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Sesudah Diberikan Pijatan pada Kelompok Eksperimen dan Kontrol pada Ibu Post Partum DAFTAR PUSTAKA