Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8 Nomor 1 Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PKM PENINGKATAN KEMANDIRIAN UMKM MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA WAROENG CEMILAN AMIMI Raya Puspita Sari Hasibuan1. Mardelia Desfrida2. Siti Asnida Nofianna3. Amrizal4 1,2,3,4 Politeknik Negeri Medan Korespondensi: rayahasibuan@polmed. Abstrak Tujuan umum dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai bentuk kegiatan tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan setiap tahunnya dengan menggunakan dana DIPA Polmed. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam dunia usaha dan berpartisipasi dalam upaya pengembangan kemampuan perekonomian daerah. Kegiatan PKM sudah dilakukan pada Usaha Waroeng Cemilan Amimi. Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PkM) dilaksanakan dengan fokus pada pengembangan UMKM bernama Waroeng Cemilan Amimi. Melalui pelaksanaan PkM, dilakukan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman pemilik usaha terkait pembuatan laporan keuangan sederhana guna mendukung kelangsungan usahanya. Selain itu, sebagai tanggapan terhadap dampak pandemi COVID-19 terhadap usaha tersebut, diberikan bantuan berupa chest freezer dan oven listrik guna meningkatkan efisiensi dan diversifikasi produk. Hasil dari kegiatan PkM ini menunjukkan peningkatan pemahaman pemilik Waroeng Cemilan Amimi dalam menyusun laporan keuangan, sehingga mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Pemberian peralatan tambahan seperti chest freezer dan oven telah membantu dalam memperluas produksi serta meningkatkan daya saing produk. Dengan demikian, kegiatan PkM ini berhasil memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan dan perkembangan UMKM lokal, sejalan dengan upaya mendukung pemulihan ekonomi mikro di masa Kata Kunci : Waroeng cemilan amimi, pengelolaan keuangan, produksi UMKM Kata kunci: Waroeng cemilan amimi, pengelolaan keuangan, produksi UMKM Abstract The general purpose of implementing this activity is as a form of higher education tri dharma activities which are carried out every year using DIPA Polmed funds. While the special objective is to improve the ability of MSMEs in the business world and participate in efforts to develop regional economic capacity. PKM activities have been carried out at the Waroeng Cemilan Amimi Business. Community Partnership Service (PkM) activities are carried out with a focus on the development of MSMEs called Waroeng Cemilan Amimi. Through the implementation of PKM, assistance is carried out to increase the understanding of business owners related to making simple financial statements to support their business In addition, in response to the impact of the COVID-19 pandemic on the business, assistance was provided in the form of chest freezers and electric ovens to increase efficiency and product The results of this PkM activity show an increase in the understanding of Waroeng Cemilan Amimi owners in preparing financial statements, so that they are able to manage their business The provision of additional equipment such as chest freezers and ovens has helped in expanding production as well as increasing product competitiveness. Thus, this PKM activity has succeeded in making a positive contribution to the sustainability and development of local MSMEs, in line with efforts to support microeconomic recovery during the pandemic. Keywords: Waroeng amimi snacks, financial management. MSME production Submit: Januari 2024 Diterima: Februari 2024 Publish: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN PKM Pengabdian Kemitraan Masyarakat merupakan suatu agenda kegiatan Tahunan yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah terdiri dari kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada Pengabdian masyarakat merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan rasa keperdulian kepada masyarakat yang tentunya tujuan utamanya adalah bersangkutan secara maksimal dalam upaya peningkatan kesejahteraan perekonomian sebuah daerah yang tentunya akan berdampak kepada kesejahteraan perekonomian sebuah Pengabdian Kemitraan Masyarakat mengajarkan kita yang merupakan bahagian dari Perguruan Tinggi untuk senantiasa bermitra dengan masyarakat dalam rangka meningkatkan hubungan yang baik dengan masyarakat dan memberikan cerminan yang baik bahwa masyarakat akan mampu merasakan dampak yang sangat baik sehubungan dengan keberadaan kampus Politeknik Negeri Medan. UMKM sangat penting dalam perekonomian Negara, karena sektor UMKM adalah penyumbang terbesar bagi PDB, paling banyak menyerap tenaga kerja, serta relatif tahan terhadap krisis Pada masa krisis ekonomi hebat tahun 1988,banyak perusahaanperusahaan besar tumbang, namun sector UMKM banyak yang tetap Aktivitas roda ekonomi dari UMKM di Indonesia justru menjadi penyelamat Negara yang sedang Salah satu jenis UMKM yang tidak akan hilang sampai Vol 8 No 1 Mei 2024 kapanpun adalah usaha kuliner. Selama pandemi, kuliner tergolong sektor yang berdampak moderat bagi para pelaku kuliner yang memiliki gerai makanan karena pembatasan mobilitas dan upaya mengurangi kerumunan membuat restoran-restoran harus ditutup sementara. Pemasaran merupakan ujung tombak dalam sebuah bisnis, karena aktivitas Untuk memasarkan sebuah produk diperlukan cara yang baik dan antara lain : Penjualan Langsung. Media yang Diperoleh. Tempat Pembelian. Pemasaran Internet. (Nurmala et al. , 2. Waroeng merupakan sebuah UMKM yang sedang berusaha untuk bangkit dan berjuang kembali dalam upaya meningkatkan omzet usahanya dan tentunya berupaya secara maksimal untuk memperbaiki kondisi keuangan yang dimilikinya. Waroeng cemilan amimi merupakan sebuah UMKM yang bergerak di bidang kuliner, menjual berbagai makanan frozen seperti risol, bakso, dimsum, pisang coklat dan selain itu juga terdapat brownies coklat. Semua produk yang di produksi oleh waroeng cemilan amimi, merupakan produk yang memang buatan rumahan dan masih menggunakan berbagai peralatan manual dan masih menggunakan usaha sendiri. Pada awalnya, waroeng cemilan amimi ini menyewa sebuah ruko sebagai tempat untuk jualannya, selain makanan frozen tersebut awalnya juga menjual berbagai makanan dan minuman cemilan Tetapi dikarenakan adanya Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) covid-19 maka pada tahun 2020 awal, waroeng cemilan amimi ini mengalami kegiatan usahanya. Permasalahan yang dihadapi oleh waroeng cemilan amimi pada saat ini diantaranyaadalah sebagai berikut : Waroeng cemilan amimi sedang tidak memiliki perlengkapan yang sangat utama yang dibutuhkan untuk penyimpanan produknya agar produknya dapat bertahan dengan baik, yaitu sebuah freezer untuk penyimpanan makanan frozen yang merupakan makanan yang sangat membutuhkan pendingin. Vol 8 No 1 Mei 2024 Memberikan sebuah alat berupa oven yang juga akan snagat cemilan amimi guna meningkatkan Oven tersebut akan digunakan untuk memasak brownies dan berbagai kue ataupun cemilan lainnya yang akan dijual oleh waroeng cemilan Dengan demikian, tentunya oven ini juga akan mampu meningkatkan produktivitas dari waroeng cemilan amimi. Tetapi tentunya oven yang diberikan merupakan oven yang harga nya dapat dijangkau dan berkesesuaian dengan anggaran kegiatan PKM yang menggunakan dana DIPA Polmed tersebut. Waroeng cemilan amimi belum melakukan perhitungan sehubungan dengan harga pokok produksi untuk produk yang dihasilkan dan juga dilakukan juga belum sesuai. Pelaksana PKM selaku Tim PKM Politeknik negeri Medan akan memberikan pemahaman serta sehubungan dengan penggunaan aplikasi keuangan yang memang masih sangat sederhana, guna waroeng cemilan amimi dalam Sosialisasi yang diberikan juga merupakan sebuah sosialisasi yang masih sangat sederhana dan kapabilitas yang dimiliki oleh waroeng cemilan amimi dalam pengelolaan keuangannya. Hal ini perhitungan biaya bahan dan keuntungan yang diperoleh harus memiliki pemisahan yang sangat Waroeng cemilan amimi belum melakukan perhitungan sehubungan dengan harga pokok produksi untuk produk yang dihasilkan dan juga dilakukan juga belum sesuai. Beberapa solusi yang pelaksana PKM tawarkan diantaranya adalah sebagai Memberikan sebuah perlengkapan bermanfaat untuk keperluan jualan waroeng cemilan amimi yaitu berupa sebuah freezer pendingin yang memang harganya berkesesuaian dengan kemampuan pendanaan kegiatan PKM Polmed, agar waroeng cemilan amimi dapat meningkatkan kualitas produknya dan dapat memproduksi produknya dalam jumlah yang lebih banyak. METODE PELAKSANAAN Beberapa pelaksanaan kegiatan PKM yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pelaksana PKM lakukan dalam mengatasi permasalahan waroeng cemilan amimi diantaranya adalah sebagai berikut : Pelaksana PKM akan memberikan waroeng cemilan amimi berupa perlengkapan yang akan membantu usaha nya yaitu sebuah freezer kecil yang akan sangat meningkatkan Caranya adalah dengan membelikan freezer tersebut dengan menggunakan pendanaan PKM yang diberikan. Selain itu, pelaksana PKM akan memastikan sehubungan dengan kebermanfaatan sesuai dengan spesifikasi yang memang dibutuhkan oleh waroeng cemilan amimi, dengan catatan dana yang dialokasikan memang sesuai DIPA Polmed. Sehingga pada saat akan memberikan freezer tersebut, maka pelaksana PKM akan mengkonfirmasi secara Bahkan Bersama-sama agar apa yang dibutuhkan oleh waroeng cemilan amimi memang sesuai denga napa yang akan diberikan oleh Politeknik Negeri Medan. Pelaksana PKM membelikan waroeng cemilan amimi sebuah oven yang memang sesuai Pelaksana PKM juga akan mencari tahu terlebih dahulu sehubungan peralatan yang dibutuhkan oleh waroeng cemilan amimi tersebut. Dengan demikian, oven yang akan diberikan merupakan oven yang memang sesuai untuk produksi berbagai cemilan yang memang merupakan produk yang dijual di waroeng cemilan amimi tersebut. Dengan demikian sama halnya dengan freezer di atas, maka pelaksana PKM akan melakukan Vol 8 No 1 Mei 2024 pembelian sehubungan dengan oven tersebut dengan menggunakan dana DIPA Polmed dan disesuaikandengan anggarannya dan biaya yang diminta oleh mitra pelaksana PKM yaitu waroeng cemilan amimi. Pelaksana PKM akan memastikan penggunaan barangyang dimaksudkan. Selain itu, selepas dari kegiatan pengabdian ini juga pelaksana PKM akan senantiasa menjalin silaturrahmi yang kuat, untuk peralatan yang diberikan tersebut. Memberikan sosialisasi dan pelatihan yang intensif dengan pengelolaan Pelaksana PKM akan menjelaskan dengan sangat baik sehubungan dengan pemanfaatan dan seharusnya dapat dilakukan dengan baik oleh waroeng cemilan amimi. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka waroeng cemilan amimi tidak akan mengalami keterpurukan lagi dalam kegiatan produktivitasnya. Ketika waroeng cemilan amimi mengalami keterpurukan pada masa covid-19. Ibu Rafida selaku pemilik waroeng tersebut mengatakan bahwa memang beliau dan tim nya tidak keuangannya dengan baik. Hal ini dikarenakan tidak adanya kemampuan dalam memperkirakan sehubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan pembiayaan untuk sewa sebuah warung untuk tempat usaha. Selain itu juga tidak adanya kemampuan dalam melakukan pemisahan keuangan, antara keuangan untuk produktivitas penjualan dengan keuangan untuk pribadi ataupun keluarganya Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberian sebuah alat penyimpanan untuk makanan frozen food kepada waroeng cemilan amimi sebagai sebuah Solusi atas permasalahannya dalam penyimpanan makanan home made yang tanpa pengawet. Pengabdian kemitraan Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan persiapan yang sangat matang. Dalam prosesnya, tim Politeknik Negeri Medan, senantiasa berdiskusi di dalam tim dan berkomunikasi secara intens kepada mitra PkM yaitu waroeng cemilan amimi tersebut. Pada tahap membuatkan sebuah aplikasi sederhana sehubungan dengan penggunaan catatan sederhana yang dapat dilakukan oleh UMKM tersebut. Selain itu. Pelaksana juga memberikan dua alat yang berkesesuaian dengan apa yang memang dibutuhkan oleh waroeng cemilan amimi tersebut. Alat yang dimaksudkan adalah sebuah chest freezer dan juga oven yang digunakan untuk usaha UMKM tersebut. Dengan adanya chest freezer tersebut, maka mitra Pelaksana dapat menyimpan produknya pada freezer tersebut. Sesuai dengan permasalahannya di awal, bahwa mitra Pelaksana tidak memiliki freezer sebagai tempat penyimpanan hasil produknya, sehingga produknya sering rusak dan tidak dapat bertahan Kemudian, oven yang diberikan tersebut adalah digunakan untuk membuat berbagai kue seperti brownies. Mitra Pelaksana memang menghasilkan produk makanan-makanan frozen dan juga berbagai kue olahan home made. Dengan demikian, dengan adanya peralatan tambahan tersebut maka akan UMKM Selain Pelaksana Vol 8 No 1 Mei 2024 pengajaran kepada UMKM tersebut, dalam penggunaan aplikasi keuangan sehubungan dengan berbagai bahan produksi yang digunakan. Sehingga. UMKM tersebut dapat melakukan perhitungan dengan baik sehubungan dengan pencatatan keuangannya. Selain itu, pemanfaatan aplikasi keuangan tersebut juga dapat dilakukan untuk mendukung usaha UMKM agar senantiasa mengalami peningkatan kegiatan produktivitas. Dengan adanya PkM memanfaatkan dana Dipa Polmed, maka sangat banyak UMKM yang sangat terbantu untuk membangkitkan kembali usahanya pasca covid. Produk yang di jual oleh UMKM ini membutuhkan tempat penyimpanan yang berupa sebuah pendingin untuk dapat menjaga kualitas yang dimiliki oleh produk Pada dasarnya, pelaksanaan kegiatan PkM ini memang dilakukan membantu UMKM senantiasa berpartisipasi aktif dalam perekonomian Masyarakat. Dengan UMKM memberikan sebuah partisipasi aktif Masyarakat daerah. Berikut ini, dokumentasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat yang Pelaksana lakukan, diantaranya adalah sebagai Gambar pelaksanaan kegiatan PKM (Pengabdian Kemitraan Masyaraka. yang dilakukan pada UMKM waroeng cemilan amimi. Pelaksana melakukan kegiatan PkM tersebut, sebagai tim Politeknik Negeri Medan senantiasa aktif untuk memberikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) bantuan dan memiliki rasa keperdulian yang tinggi dalam upaya menyokong kesejahteraan ataupun perkembangan UMKM. Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat. Pelaksana telah melaksanakan kegiatan kemitraan yang erat dengan Waroeng Cemilan Amimi, sebuah usaha makanan dan minuman (UMKM) yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jantung komunitas Pelaksana. Kemitraan ini tidak hanya tentang bisnis semata, tetapi juga sebuah perjalanan bersama menuju pertumbuhan dan kesuksesan bersama. Waroeng Cemilan Amimi, yang dikelola dengan penuh dedikasi oleh para pengusaha muda lokal, telah menjadi penanda kekayaan kuliner dan keberagaman cita rasa di komunitas Pelaksana. Untuk keberlanjutan dan perkembangan usaha ini. Pelaksana memutuskan untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian Dalam setiap langkah perjalanan ini, antusiasme dan semangat positif dari para pemilik Waroeng Cemilan Amimi telah menjadi pendorong utama. Mereka bukan hanya mitra bisnis, tetapi juga sahabat dalam perjalanan ini. Melalui masyarakat ini. Pelaksana berharap Waroeng Cemilan Amimi dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi UMKM Pelaksana. Vol 8 No 1 Mei 2024 terus bersinergi dan saling mendukung, kita dapat menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pertemuan antara Waroeng Cemilan Amimi dengan kelompok pengabdian masyarakat membuka babak baru dalam perkembangan usaha Sebuah kemitraan yang erat terjalin, di mana para pemilik Waroeng Cemilan Amimi diberdayakan dengan keterampilan, dan akses ke pasar yang lebih luas. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga melibatkan para pemilik Waroeng Cemilan Amimi dalam berbagai program pelatihan. Mereka diberikan wawasan tentang manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, dan strategi pemasaran yang efektif. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan daya saing Waroeng Cemilan Amimi di pasar lokal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis mereka. Memberikan Pemahaman Sehubungan Dengan Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Produk yang Dihasilkan Dan Juga Pengelolaan Keuangan Yang Dilakukan Juga Belum Sesuai. Seiring berjalannya waktu. Waroeng Cemilan Amimi tidak hanya menjadi destinasi kuliner favorit di desa tersebut, tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang datang mencari pengalaman kuliner autentik. Keberhasilan ini tidak hanya diraih melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga melalui upaya pemasaran yang cerdas dan pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan keunikan dan keaslian Waroeng Cemilan Amimi. Kisah ini UMKM Gambar 5. 1 Pertemuan antara Waroeng Cemilan Amimi dengan kelompok pengabdian Komitmen Pelaksana terhadap kemitraan masyarakat tidak berhenti di Pelaksana percaya bahwa dengan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Waroeng Cemilan Amimi bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi antara pemilik usaha dan komunitas yang Melalui pengabdian kemitraan masyarakat. Waroeng Cemilan Amimi tidak hanya berkembang menjadi usaha yang sukses, tetapi juga menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya untuk mengejar impian mereka dengan semangat kebersamaan dan keberlanjutan. Selama proses pengabdian. Pelaksana juga membantu Waroeng Cemilan Amimi dalam mengembangkan strategi pemasaran yang kreatif, melibatkan masyarakat melalui media sosial, dan menciptakan identitas merek yang kuat. Dengan perlahan. Waroeng Cemilan Amimi mulai dikenal tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga di kota Kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal Pelaksana. Pelaksana pemangku kepentingan setempat untuk keterampilan bagi penduduk setempat, sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam industri kuliner. Ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi. Saat ini. Waroeng Cemilan Amimi bukan hanya sebuah UMKM, tetapi telah menjadi katalisator perkembangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut. Melalui kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini. Pelaksana bersamasama menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, menghasilkan dampak positif yang akan terasa dalam jangka panjang bagi Waroeng Cemilan Amimi dan komunitas sekitarnya. Vol 8 No 1 Mei 2024 Gambar 5. 2 Pelaksana mengembangkan aplikasi keuangan sederhana yang dapat membantu UMKM dalam pembukuan Pertama-tama. Pelaksana bekerja sama dengan pemilik Waroeng Cemilan Amimi untuk meningkatkan kualitas Melalui pelatihan dan bimbingan. Pelaksana membantu mereka memahami tren meningkatkan rasa produk mereka. Inisiatif ini tidak hanya memberikan dorongan finansial segera, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang akan bermanfaat dalam jangka panjang. Selain itu. Pelaksana sadar bahwa keberhasilan UMKM juga bergantung pada manajemen keuangan yang baik. Oleh Pelaksana mengembangkan aplikasi keuangan sederhana yang dapat membantu mereka dalam pembukuan. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna dan disesuaikan dengan kebutuhan khusus Waroeng Cemilan Amimi. Dengan aplikasi ini, pemilik warung dapat dengan mudah pengeluaran, dan membuat laporan keuangan yang lebih akurat. Melalui finansial, pelatihan keterampilan, dan solusi teknologi. Waroeng Cemilan Amimi bukan hanya sekadar warung makan biasa. Ia telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal dan contoh keberhasilan bagi UMKM lainnya. Keberhasilan Waroeng Cemilan Amimi tidak hanya milik mereka, tetapi juga merupakan kebanggaan bagi komunitas yang mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) KESIMPULAN Vol 8 No 1 Mei 2024 yang berkelanjutan. Pelaksana berharap bahwa Waroeng Cemilan Amimi terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya dalam menghadapi tantangan bisnis modern. Simpulan dari kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat yang telah dilakukan pada Waroeng Cemilan Amimi menunjukkan dampak positif Keterlibatan Pelaksana bantuan tidak hanya pada aspek operasional UMKM tersebut, tetapi juga melibatkan pembuatan aplikasi memudahkan proses pembukuan. Kolaborasi dengan Waroeng Cemilan Amimi telah membawa perubahan positif dalam pengelolaan bisnis. Melalui Pelaksana berhasil meningkatkan efisiensi operasional, membantu meningkatkan daya saing di pasar. Waroeng Cemilan Amimi menjadi lebih terorganisir dan mampu menjawab tuntutan pasar dengan lebih responsif. Pembuatan kemudahan dalam hal manajemen keuangan UMKM. Dengan alat ini. Waroeng Cemilan Amimi dapat dengan lebih akurat memantau membuat keputusan finansial yang lebih cerdas. Ini membuka peluang untuk pertumbuhan bisnis yang lebih REFERENCES Ananda. Amin Dwi. Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umk. Berbasis Industri Kreatif Di Kota Malang. Jurnal Ilmu Ekonomi 1. : 120-142. Anggraeni. Feni Dwi. Pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah . Melalui Fasilitasi Pihak Eksternal dan Potensi Internal. Jurnal Administrasi Publik : 1286-1295 Ekawati. Astria. , & Atmaja. Digitalisasi Akuntansi pada Pola Usaha Kemitraan Jurus Sakti Peternak Unggas Tetap Eksis di masa Pandemi Covid-19. Senadimas Undiksha, 842Ae854. Fadilah. Syahidah. nurAoazmi. Risqiana. Nurmaulida. Masfupah,D. , & Arumsari. Pengembangan Usaha Mikro. Kecil. Dan Menengah Melalui Fasilitasi Pihak Eksternal Dan Potensi Internal. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. , 892Ae896. https://doi. org/10. 31949/jb. SARAN