JIKOM: Jurnal Informatika dan Komputer Vol. No. April 2023. Hlm. ISSN: 2597-372X (ONLINE) SISTEM PAKAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK MENGGUNAKAN ALGORITMA COSINE CHILD DEVELOPMENT PSYCHOLOGY EXPERT SYSTEM USING THE COSINE ALGORITHM Pelsri Ramadar Noor Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Komputer PGRI Banyuwangi Email: ramayana. x@gmail. Abstrak Sistem pakar merupakan sistem yang dipergunakan untuk menemukan suatu solusi dari masalah yang ada dengan menggunakan basis pengetahuan yang dimiliki oleh sistem. Sistem pakar bukan digunakan untuk mengganti para pakar yang ada, namun lebih bertujuan untuk membantu kerja dari para pakar. Dengan adanya sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu dari yang sederhana hingga rumit tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman. Aplikasi pakar yang dikejakan pada tugas ini adalah aplikasi yang bertujuan untuk mendeteksi psikologi perkembangan anak berdasarkan dari gejala yang Penelitian ini menggunakan Algoritma Cosine sebagai perumusan penghitungan. Seluruh gejala akan ditampilkan dan yang dipilih akan secara otomatis dilakukan proses cosine untuk mendapatkan hasil penyakit. Ketika dilakukan pemilihan gejala kembali, maka data akan dihitung mulai dari awal berdasarkan gejala-gejala yang dipilih. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa perhitungan dengan menggunakan algoritma cosine sedikit rumit, akan tetapi hasil akurasi perhitungan cosine akurat dalam menentukan hasil psikologi anak berdasarkan gejalagejala yang dipilih. Kata Kunci: Cosine. Psikologi. Sistem Pakar Abstract An expert system is a system that is used to find a solution to an existing problem by using the knowledge base that is stored in the system. Expert systems are not used to replace existing experts, but rather aim to help the work of experts. With this system, ordinary people can solve certain problems from simple to complex without the need for experts in that field. As for experts, this system can be used as an experienced assistant. The expert application that is being developed in this task aims to detect the psychology of child development based on the symptoms that are observed. This application uses the Cosine Algorithm as a calculation formulation. All symptoms will be displayed, and those selected will be automatically processed using the cosine algorithm to obtain disease results. When the symptoms are selected again, the data will be recalculated from the beginning based on the selected symptoms. Based on the results of the trials that have been conducted, it has been shown that while the calculation using the cosine algorithm is somewhat complex, the accuracy of the cosine calculation is high in determining the child's psychological condition based on the selected symptoms. Keywords: Cosine. Psychology. Expert System Correspondence author: Pelsri Ramadar Noor Saputra. Sekolah Tinggi Ilmu Komputer PGRI Banyuwangi. Indonesia. E-Mail: x@gmail. Jurnal Jikom is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks . Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya: bisnis, kesehatan, pendidikan, psikologi, permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin . dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia . Sistem cerdas . ntelligent syste. adalah sistem yang dibangun dengan menggunakan teknik-teknik artificial intelligence. Salah satu yang dipelajari pada kecerdasan buatan adalah Sistem pakar dengan metode CF (Certainty Factor. Sistem Pakar (Expert Syste. adalah program berbasis pengetahuan yang dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu . Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition & psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya . Dalam penentuan hasil yang didapat, digunakan algoritma Cosine. Perhitungan Cosine merupakan algoritma sederhana yang digunakan untuk mengetahui berapa besar kecocokan dari hasil input dengan database yang telah diperoleh di masa lampau . Sehingga dapat dijadikan acuan awal identifikasi masalah. Maksud dari penyajian tersebut ialah agar diperoleh informasi yang lebih luas tentang penanganan khusus untuk anak-anak hiperaktif serta memberikan tuntunan serta pengarahan kepada anak-anak yang memiliki bakat-bakat khusus seperti yang telah disebutkan sebelumnya . Disaat seperti ini, pengetahuan tentang informasi perkembangan psikologi anak-anak masih sangat kurang. Dengan berkembangnya teknologi khususnya ilmu komputer pada saat seperti ini sangat berguna Dengan cara komputerisasi dapat juga sebagai sarana alternatif sumber informasi. Aplikasi ini dibuat dengan sistem pertanyaan untuk menentukan hasil psikologi perkembangan anak. Dalam menentukan psikologi perkembangan anak dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam aplikasi, penggunaan metode sistem pakar dalam penentuan psikologi perkembangan anak, penggunaan algoritma cosine dalam penghitungan data, dan pendiagnosaan psikologi digunakan pada usia anak dibawah 10 tahun. Sehingga didapatkan hasil penilaian kriteria psikologi anak setelah melakukan analisa menggunakan aplikasi, dan memudahkan para orang tua dalam penanganan sang buah hati dari hasil penilaian tersebut. METODE PENELITIAN Sistem Pakar Sistem pakar . xpert syste. secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli . Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit rumit ataupun rumit sekalipun tanpa bantuan para ahli dalam bidang Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman . Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN. DENDRAL. XCON & XSEL. SOPHIE. Prospector. FOLIO. DELTA, dan sebagainya. Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar sebagai berikut: Sistem Konvensional Informasi dan pemrosesan umumnya digabung dalam satu program sequential Program tidak pernah salah . ecuali pemrogramnya yang sala. Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh Data harus lengkap Perubahan pada program merepotkan Sistem bekerja jika sudah lengkap. Sistem Pakar Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan . Program bisa melakukan kesalahan Penjelasan . merupakan bagian dari ES Data tidak harus lengkap Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah Sistem bekerja secara heuristik dan logic Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak. Gangguan Mental Pada Anak Tidak seperti gangguan kesehatan fisik yang bisa langsung bisa dideteksi sehingga penanganannya bisa lebih cepat, gangguan mental yang biasanya terjadi pada seorang anak sulit untuk dideteksi pada awalnya. Sehingga nantinya anak tersebut nantinya akan mengalami gangguan ini hingga dia dewasa . Agar hal ini tidak terjadi pada buah hati, sebaiknya orangtua mulai mendeteksi gangguan mental yang mungkin saja terjadi padanya. Jenis gangguan mental yang sering terjadi pada seorang anak: A Ansietas atau Kecemasan Seorang anak yang memiliki gangguan ini akan memiliki ketakutan untuk menjalani kehidupan sosial, selalu merasa cemas, mengalami trauma dan gangguan obsesif kompulsif. A Attention Deficit / Hyperactivity Disorder atau ADHD Seorang anak yang mengalami gangguan ini biasanya akan mengalami gangguan perkembangan motorik sehingga aktifitasnya cenderung berlebihan. Beberapa gejala dari gangguan ini adalah perilaku impulsif, sulit fokus dan hiperaktif. A Autisme Pada dasarnya gangguan ini mengakibatkan seorang anak terlalu sibuk dengan dunianya sendiri sehingga mereka tidak mampu melakukan interaksi dan komunikasi dengan lingkungan sosialnya. A Gangguan Perubahan Suasana Hati Gejala dari gangguan perubahan suasana hati ini biasanya akan terjadi pada seorang anak yang mengalami gangguan bipolar dan depresi. Selain perubahan suasana hati yang ekstrim, biasanya mereka juga akan mengalami kesedihan secara terus menerus. Algoritma Cosine Cosine similarity adalah ukuran kesamaan yang lebih umum digunakan dalam information retrieval dan merupakan ukuran sudut antara vektor dokumen . x, b. ) dan Db . y, b. ) . Tiap vektor tersebut merepresentasikan setiap kata dalam setiap dokumen . yang dibandingkan dan membentuk sebuah segitiga. Metode ini bisa digunakan sebagai metode pencarian data pada data mining dan dipergunakan untuk mendeteksi dokumen-dokumen yang mirip . Rumus pada proses cosine adalah sebagai berikut . ycu yc , . = . = Ocycu ycn=1 ycuycn ycycn ycn=1 ycuycn ocycn=1 ycycn TAHAP PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM Perancangan Sistem Start Data Gejala Dan Penyakit Cek Gejala Penyakit Proses Cosine Tampil Hasil Gejala Penyakit Cek Kembali? Stop Gambar 1. Rancangan Sistem Secara Umum Pada perancangan sistem ini aplikasi pertama kali akan membaca data gejala dan penyakit yang terdapat pada database. Selanjutnya adalah data yang terdapat pada database akan ditampilkan kedalam aplikasi. Kemudian pengguna akan memilih gejala-gejala apa saja yang dia rasakan. Setelah data gejala dipilih dan dipenuhi, maka selanjutnya adalah pengguna akan melakukan pengecekan hasil dari proses cosine. Data penyakit akan ditampilkan berdasarkan pilihan gejala yang telah dipilih oleh pengguna sebelumnya dalam bentuk diagram. Hasil penyakit akan ditampilkan berdasarkan pilihan terdekat antara gejala dengan data penyakit. Pengguna dapat memilih mengulang kembali pengecekan atau tidak. Jika mengulang, maka pengguna akan memilih data gejala kembali. Jika tidak, maka aplikasi akan berhenti. Algoritma Cosine Merupakan proses penghitungan cosine pada pemilihan tiap gejala yang ditampilkan dalam Setiap kali gejala terpilih, maka diagnosa dilakukan, dan penghitungan cosine akan dihitung untuk menilai data penyakit yang didapatkan dari gejala-gejala yang dipilih. Setiap gejala yang dipilih maka selanjutnya akan diberikan nilai 1, selain itu bernilai 0. Checklist Start NewValue = Checked tampungGejala. Inde. = Au0Ay tampungGejala. Inde. = Au1Ay Diagnosa Diagnosa Stop Gambar 2. Activity Diagram Checklist Awal proses penghitungan gejala untuk mendapatkan data penyakit. Setiap gejala yang dipilih, akan diberikan nilai 1, selain itu bernilai 0. Tiap gejala akan menuju proses diagnosa untuk menghitung nilai data penyakit. Diagnosa Start Cosine tampungTotal. Length. Cos = tampungTotal. GetValue. Hasil = CariIndexMax ampungTota. B=0 Hasil = Penyakit 1 B=1 Hasil = Penyakit 2 B=2 B=3 Hasil = Penyakit 3 B=4 Hasil = Penyakit 4 Hasil = Penyakit 5 Stop Gambar 3. Activity Diagram Diagnosa Penjelasan dari activity diatas adalah nilai hasil proses cosine selanjutnya akan dilakukan perulangan sebanyak panjang tampungTotal. Didalam proses perulangan tersebut, nilai cos akan diisikan sesuai nilai tampungTotal ke-i. proses ini dilakukan dalam pembuatan grafik hasil. Setelah proses perulangan selesai, maka akan dilakukan proses pencarian index nilai terbesar dari gejala-gejala yang dipilih dengan pemanggilan metode cariIndexMax. ampungTota. Hasil nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai penyakit. Jika ditemukan nilai yang sama, tampilkan hasil penyakit tersebut. IndexMax Start Large = tampungTotal. Index = 0 tampungTotal. C = tampungTotal. C > large Large = c Index = i Return index Stop Gambar 4. Activity Diagram IndexMax Metode ini digunakan untuk pencarian nilai penyakit berdasarkan perbandingan nilai yang tertampung dengan nilai banding. Jika ditemukan nilai banding lebih besar dari nilai tampung, isi nilai tampung dengan nilai banding tersebut. Hasil akhir adalah pengembalian nilai index berdasarkan nilai terbesar tersebut. Cosine Start tampungTotal. Clear() jumlahPenyakit totalCos = 0. tx = ty = 0 tampunghasil. = new Double. K < jumlahgejala inputGejala. = tampungTotal. dataGejala. = Gejala. 1, . tx = tx inputGejala. inputGejala. ty = ty dataGejala. dataGejala. Akarx = math. Sqrt. Akary = math. Sqrt. hasilAtas = inputGejala. * dataGejala. hasilBawah = akarx * akary hasil = hasilAtas / hasilBawah tampungHasil. = hasil Foreach h in tampungHasil. totalCos = h tampungTotal. add(Math. Round. otalCos, . ) Stop Gambar 5. Activity Diagram Cosine Penjelasan metode diatas adalah proses pada perhitungan cosine, dimana terdapat proses perulangan sebanyak jumlah penyakit. Didalam proses perulangan tersebut, lakukan proses perulangan kembali sebanyak jumlah gejala. Dalam proses perulangan gejala, inisialisasikan inputgejala berdasarkan gejala yang dipilih, selanjutnya input datagejala berdasarkan nilai yang terdapat dalam Input nilai tx dan ty berdasarkan penghitungan datagejala dan inputgejala. Kemudian penginisialisasian nilai akarx dan akary. Cari nilaiAtas berdasarkan perkalian datagejala ke-k dan inputgejala ke-k. cari nilai bawah berdasarkan perkalian akarx dengan akary. Setelah itu proses penghitungan hasil dengan melakukan pembagian hasilatas dengan hasilbawah. Nilai tersebut akan ditampung pada array tampunghasil. Setelah proses perulangan pada jumlahgejala selesai, lakukan perulangan kembali sebanyak jumlah data pada tampunghasil. Nilai yang didapatkan akan dijumlahkan keseluruhan. Terakhir adalah penginputan tampungtotal dengan nilai pembulatan pada totalcos. HASIL DAN PEMBAHASAN Data gejala yang terdapat pada database adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Gejala Psikologi Anak Data No Data Sering bermain tangan dan tidak bisa duduk Hanya suka pada mainannya sendiri Selalu bergerak seperti dikendalikan suatu Serasa memiliki dunia sendiri Selalu bicara berlebihan 15 Tidak suka berbicara dengan orang lain Tidak teliti dalam membaca Berteriak menangis/mengeluh terhadap sesuatu Membaca dengan lambat 17 Keluhan fisik . akit kepala, sendi, dl. Konsentrasi yang buruk Sering menunjukkan rasa marah, bermusuhan, sikap mudah tersinggung Kontrol diri kurang 19 Tidak ada minat bermain dengan teman-teman Pengucapan salah 20 Susah tidur, tampak sangat letih Tidak bisa mengucapkan huruf L. S Ada kejang-kejang, napas tertahan, terengah21 Menghilangkan/mengganti huruf/suku kata Sangat pemalu, marah-marah, murung, pada saat pengucapan perangai buruk Sangat lambat dalam penguasaan bahasa Gerak impulsif dan mudah bingung sehari-hari Hanya bisa mengulang beberapa kata Sedangkan data penyakit pada database adalah sebagai berikut: Tabel 2. Data Penyakit Anak Data Attsoederention deficit/Hiperactivity disorder (ADHD) Diseleksia Gangguan Artikulasi Autisme Depresi Emosi Hiperaktif Berikut merupakan hasil pemeriksaan psikologi perkembangan anak pada gejala-gejala yang Gejala-gejala akan ditampilkan secara keseluruhan, sehingga tidak menghabiskan banyak tampilan gejala seperti pada umumnya yang pada tiap pertanyaan akan menekan tombol untuk Setiap gejala yang dipilih, akan langsung dilakukan proses penghitungan cosine, sehingga jika dilakukan pilihan kembali, proses data yang telah terpilih akan terhitung kembali. Penghitungan dengan metode cosine selanjutnya dapat dilihat pada hasil diagnosa. Pemilihan gejala menggunakan menggunakan tiga sampel dibawah ini: Gambar 6. Pemilihan Gejala Pada sampel pemilihan gejala 1, sering bermain tangan dan tidak bisa diam, selalu berbicara berlebihan, kontrol diri kurang, berteriak tanpa kejelasan, sering menangis dan mengeluh terhadap sesuatu, dan sangat pemalu, marah-marah, murung, perangai buruk. Sedangkan pada sampel pemilihan gejala 2, gejala yang dipilih adalah tidak teliti dalam membaca, membaca dengan lambat, pengucapan salah, tidak bisa mengucapkan l,r dan s, dan berteriak tanpa kejelasan. Dan sampel pemilihan gejala 3, gejala yang dipilih adalah hanya suka dengan mainan sendiri, serasa dia punya dunianya sendiri, tidak suka berbicara dengan orang lain, sering menunjukkan rasa marah, bermusuhan, dan sikap yang mudah tersinggung, dan susah tidur dan kadang-kadang tampak sangat letih. Hasil pada penghitungan cosine yang dilakukan terhadap gejalagejala yang dipilih pada sampel gejala 1, sampel gejala 2 dan sampel gejala 3 dapat dilihat pada gambargambar dibawah ini: Gambar 7. Hasil Gejala Pada sampel pemilihan gejala 1, hasil yang didapat adalah ADHD. Sedang pada sampel pemilihan gejala 2, hasil yang didapat adalah gangguan artikulasi. Yang terakhir sampel gejala 3 adalah Dari hasil percobaan diatas, pada saat aplikasi dijalankan, maka pengguna akan dapat memilih gejala-gejala yang tampil pada aplikasi. Setiap gejala yang dipilih akan secara otomatis dilakukan proses cosine untuk mendapatkan hasil penyakit. Ketika dilakukan pemilihan gejala kembali, maka data akan dihitung mulai dari awal dan gejala-gejala yang dipilih akan dilakukan proses cosine. Hasil proses penghitungan cosine selanjutnya akan ditampilkan dalam data hasil. Tetapi melihat dari algoritma cosine yang diimplementasikan pada aplikasi ini memiliki penghitungan yang rumit karena membutuhkan banyak data yang digunakan sebagai pembandingan dalam menentukan hasil penyakit. KESIMPULAN Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem pakar merupakan sistem yang dipergunakan untuk membantu pakar dalam menentukan hasil analisanya. Dan algoritma cosine memiliki perhitungan yang sedikit rumit namun hasil akurasi perhitungan cosine akurat dalam menentukan hasil psikologi berdasarkan gejala-gejala yang dipilih. Perlu adanya penelitian lebih lanjut agar hasil keputusan semakin akurat DAFTAR PUSTAKA