Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember PENDIDIKAN EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Achmad Faisol Dosen Tetap PGMI Universitas Islam Jember Hp. 085 204-216-444. E-Mail. vaguzumy@yahoo. Abstrak: Fenomena perkembangan abad mutakhir menghendaki adanya suatu sistem pendidikan yang komprehensif. Karena perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan peserta didik yang dilaksanankan secara seimbang antara nilai dan sikap, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, kemampuan komunikasi dan kesadaran akan ekologi lingkungan. Dengan kata lain, seimbang antara iptek dan imtaq. Untuk mewujudkan kemajuan dibidang Iptek manusia perlu mengasah dan mengembangkan potensi akalnya yaitu mengasah kecerdasan intelektualnya IQ (Intelektual Quotien. , sedanghkan untuk mewujudkan Imtaq ia harus mengasah potensi EQ (Emotional Quotien. , dan SQ (Spiritual Quotien. yang ada didalam dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Jenis penelitian library research. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan study dokumentasi. Di analisis dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Keabsahan data dicapai dengan menggunakan triangulasi dan pengamatan secara tekun. Hasil Penelitian ini adalah ESQ Model adalah sebuah mekanisme sistematis untuk mengatur ketiga dimensi manusia, yaitu body, mind dan soul atau dimensi fisik, mental dan spiritual dalam satu kesatuan yang Sederhananya. ESQ berbicara tentang bagaimana mengatur tiga komponen utama, yaitu Iman. Islam dan Ihsan dalam keselarasan dan kesatuan tauhid. Keywod. Pendidikan Emotional Spiritual Quotient. Perspektif Pendidikan Islam Pengertian Struktur Kepribadian Menurut James P. Chaplin struktur adalah satu oganisasi permanen, pola atu kumpulan unsur-unsur yang bersifat relatif stabil, menetap dan abadi. 1 para psikolog menggunakan istilah ini untuk menunjukkan pada proses-proses yang memiliki stabilitas. Berdasarkan pengertian itu, struktur kepribadian diartikan sebagai Auintegrasi dari James P. Chaplin. Kamus Lengkap Psikologi,. Kartini kartono. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada, 1. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember sifat-sifat dan sistem-sistem yang menyusun kepribadian. Kurt Lewin dari psikologi Medan juga menyatakan bahwa struktu kepribadian adalah cara melukiskan sebagai suatu entitas yang terpisah dari hal-hal lainnya yang ada di dunia. Pembahasan mengenai struktur banyak dibicarakan oleh aliran Misalnya Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung, tokoh ini mengungkapkan teori-teori kepribadiannya berdasarkan struktur yang telah dibangun. Sementara itu ada aliran lain yang kurang berminat/ sependapat dengan psikoanalsis, aliran ini adalah Psikobehavioristik. Psikobehavioristik kurang berminat membahass struktur atau unsurunsur yang relatif tidak berubah dalam kepribadian. Mereka lebih berminat mempelajari kebiasaan-kebiasaan3 yang dapat mengakibatkan respons-respons tertentu yang pada gilirannya membangkitkan stimulus-stimulus yang memiliki sifat pendorong. Para tokoh yang tergolong kelompok ni adalah Jhn Dollard dan Neal E. Miller. Skinner juga mendukung pendapat ini bahkan menurutnya menentukan tingkah laku cenderung dari lingkungan, walaupun ia tidak menafikan pengaruh hereditas dan dasar-dasar genetik individu. Oleh karena itu aliran ini banyak yang mengkritik karena dianggap psikobehavioristik merupakan aliran ilmu jiwa tanpa memiliki konsep jiwa. Selanjutnya hadir aliran Psikohumanistik yang menjadi penengah antara kedua aliran sebelumnya, aliran ini mencoba mengakomodasi dua aliran ekstrem, menurut psikohumanistik, kepribadian manusia ditentukan oleh struktur kepribadian yang dinamis. Dinamika kepribadian sangat terkait dengan lingkungan di luar struktur. Sekalipun aliran ini telah menyatukan dua komponen penting dalam kepribadian manusia, tetapi pembahasannya tidak sampai pada masalah-masalah ruh yang memiliki natur transenden dan supernatural, padahal konsep ruh menjadi sentral kajian dalam psikologi islam. Abdul Mujib. Kepribadian dalam Psikologi Islam. (Jakarta: PT. Raja Grafindi Persada, 2. 3 Kebiasaan adalah pertautan atau asosiasi antara suatu stimulus . dan suatu respons. Asosiasi-asosiasi yang dipelajari atau kebiasaan-kebiasaan dapat dibentuk tidak hanya antara stimulus-stimulus eksternal dan responsrespon terbuka, tetapi juga antara stimulus dan respons internal. Hall dan Lindzey,Teori-teori Sifa dan Psikobehavioristik, terj. Yustinus, judul asli Theories of Personality dalam Abdul Mujib. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Struktur Kepribadian Islam Struktur kepribadian yang dimaksud disini adalah aspek-aspek atau elemen-elemen yang terdapat pada diri manusia yang karenanya kepribadian terbentuk. Pemilihan aspek ini bisa mengikuti apa yang dikemukakan oleh Khayr al-Din al-Zarkali. Menurut al-Zarkali, bahwa studi tentang diri manusia dapat dilihat melalui tiga sudut, yaitu: Jasad . apa dan bagaimana organisme dan sifat-sifat uniknya. Jiwa . apa dan bagaimana hakikat dan sifat-sifat uniknya. Jasad dan jiwa . berupa akhlak, perbuatan, gerakan dan Ketiga kondisi tersebut dalam terminologi islam lebih dikenal dengan term al-jasad, al-ruh, dan al-nafs. Jasad merupakan aspek biologis atau fisik manusia, ruh merupakan aspek psikologis atau psikis manusia, sedang nafs merupakan aspek psikofisik manusia yang merupakan sinergi antara jasad dan ruh. Berdasarkan pemahaman ini maka aspek-aspek diri manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu aspek fisik yang disebut dengan struktur jismiyyah atau jasadiyah. aspek psikis yang disebut dengan struktur ruhaniyyah. dan aspek psikofisik yang disebut dengan struktur Masing-masing aspek ini memiliki natur, hukum dan ciri-ciri tersendiri dan memiliki keunikan tersendiri. Struktur Jisim Jisim atau jasad adalah aspek diri manusia yang terdiri atas struktur organisme fisik. Organisme fisik manusia lebih sempurna dibanding dengan organisme fisik makhluk-makhluk lain, meski pada proses penciptaannya memiliki kesamaan dengan hewan ataupun tumbuhan, yaitu semuanya termasuk bagian ari alam fisikal. Setiap alam biotik-lahiriah memiliki nsur yang material yang sama yakni terbuat dari unsur tanah, api, udara dan air. Proses penciptaan jasmani dalam al-qur`an terbagi atas beberapa tahapan, yaitu: secara umum terbagi dua: . proses yang berasal dari asal jauh, yaitu dari tanah bagi manusia pertama (Ada. dari asal dekat, yaitu dari paduan sperma-ovum bagi anak cucu Adam. Lihat. Khayr al-Din al-Zarkali . , ikhwan al-shafa`, rasail ikhwan alshafa` wa khalan al-wafa`, . eirut: Dar Shadir, 1. , juz II, hlm. Dalam Abdul Mujib 2006. Hlm. 5 Abdul Mujib. Kepribadian dalam Psikologi Islam. (Jakarta: PT. Raja Grafindi Persada, 2. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Adapaun tahapan penciptaan manusia pertama bisa dilihat dari tabel Proses Penciptaan Biologis Manusia No Proses penciptaan biologis Tercipta dari ardh . QS Nuh . : Thaha . :55,Hud . :61,Al-Najm. :32 Beralih pada turab . anah QS Al-Hajj . :5. Algemu. Kahfi. :37. Al-Rum . :20. Fathir . :11, dan Al-mukmin Beralih pada Thin . anah QS Al-AnAam . :2. Al-Sajdah . :7. Al-IsraA . :61 Beralih pada thin lazib QS Al-Shaffat . :11 . empung peka. Beralih pada shalshal QS Ar-Rahman . :14 . empung hita. seperti fakhkhar . Beralih pada shalshal dan Al-Haqqah . :26 hamaim masnun . empung hitam yang terbentu. Beralih pada sulalah min QS Al-MuAminun . :12 thin . aripati lempun. Beralih pada maAbasyar/air QS Al-furqan . :54 QS Al-Qiyamat . :37 Berupa mani yumna QS Al-Nahl . :4 . Al-Thin . ani yang . :6-7 QS Al-Insan . :2 Beralih pada QS Al-Sajdah . :8 nuthfahl/sperma/ovum QS Al-MuAminun . :14 yang cirinya dafiq . Beralih pada nuthfat imsyaj . perma/ovum yang tercampu. Beralih pada sulalat min maAmahin . aripati cairan hin. Beralih pada Aalaqah . aduan sperma dan Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember ovum yang tergantung ),6 lalu mudhglah erbentuk gumpalan dara. , lalu izham , lalu lahm Beralih pada shawwar entuk rup. Pembentukan manusia selaras dalam proporsi yang tepat dengan berbagai Pembentukan tubuh manusia sebaik-baik bentuk Setelah jasad sempurna sia 4 bula. ruh ditiupkan Proses penciptaan manusia QS Al-AAraf . :11 QS Al-Infithar . :7-8 QS Al-Thin . :4. Al-Sajdah HR Al-Bukhari dan Ahmad ibn Hambal QS Nuh . :14 Jasad memiliki natur tersendiri. Diantaranya sebagai berikut: Dari alam ciptaan, yang memiliki bentuk, rupa, berkualitas berkadar, bergerak dan diam serta terdiri dari beberapa organ. Dapat bergerak, memiliki rasa, berwatak gelap dan kasar, dan tidak berbeda dengan benda-benda lain. Komponen materi . Sifatnya material yang hanya dapat menangkap satu bentuk yang konkret, dan tidak dapat menangkap yang abstrak. Naturnya indrawi, empiris, dan dapat disifati. Struktur Ruh Ruh merupakan substansi psikologis manusia yang menjadi esensi keberadaanya, baik didunia maupun di akhirat. Sebagai substansi yang esensial, ruh membutuhkan jasad untuk aktualisasi diri, bukan Ruh yang menjadi pembeda antara eksistensi manusia dengan makhluk lain. 6 Umumnya para ulama menerjemahkan kata al-Aalaq dalam QS Al-AAlaq . :2 dengan segumpal darah . makna ini tidaklah tepat, sebab proses penciptaan janin manusia bukan dari segumpal darah tetapi dari paduan sperma dan Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Pemahaman hakikat ruh sangat misteri, bahkan dalam QS. Al-Isra`. Ruh merupakan urusan Tuhan. 7 Ruh dalam alquran dapat berarti nyawa atau pemberian hidup dari Alah kepada manusia. Sedangkan ruh menurut para ilmuwan muslim belu ditemukan kesepakatan dalam menentukan definisinya. Pendapat para ahli tentang hakikat ruh secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian sebagai berikut: Materialisme. Ruh merupakan jisim atau materi, sekalipun berbeda dengan jisim jasmani. Ruh bukanlah bersifat ruhani sebab ruh adalah sifat yang baru datang. Jika badan hancur maka ruh pun ikut 8 Ruh menjalar keseluruh tubuh manusia yang menjadikan, kehidupan, bergerak, merasa, dan berkehendak. Ruh adalah persenyawaan yang harmonis antara unsur panas . , dingin . , lembab . , dan kering . Pembedaan karakter manusia ditentukan oleh perbedaan komposisi ke empat unsur . Spiritualisme . uh merupakan substansi yang bersifat ruhani dan tak satupun cirinya bersifat jasman. Madzhab ini menyatakan bahwa ruh adalah jawhar ruhani . ubstansi yang bersifat ruhan. Ruh tidak tersusun dari materi, sebab ia abstrak dan dapat menangkap beberapa bentuk secara sekaligus. Ia bukan gabungan dari beberapa unsur, walaupun ia memiliki daya. Ia tidak hancur dengan kehancuran badan, bahkan keberadanya ada sebelum badan . Gabungan . aterialisme-spiritualism. Ruh merupakan kesatuan jiwa . dan badan. Dari beberapa pendapat diatas, dapat dipahami bahwa ruh itu memiliki tiga kemungkinan: pertama, ruh merupakan nyawa, ia bukan jisim tetapi yang menghidupkan jisim. Ruh ini merupakanakside, yaitu sesuatu yang baru dan singgah pada substansi jisim. Ia ada apabila jisim ada dan menghilang apabila jasadnya rusak/mati. Kedua, ruh Sebab ia merupakan misteri ilahi yang cara mengetahuinya harus berdasarkan wahyu. Ada juga yang berpendapat bahwa ruh itu bukanlah yang dimaksud dengan ruh manusia, tetapi ruh malaikat yang agung. Ruh manusia bukanlah sesuatu yang gaib. Perbedaan pendapat inilah yang menjadikan para ilmuwan berani mengungkapkan hakikat ruh, meskipun konklusinya belum bisa mewakili, tetapi paling tidak berguna untuk disiplinnya masing-masing, yang niatnya agar lebih memantapkan akidah kepada Tuhan (Allah Sw. 8 Ahmad Hanafi. Pengantar filsafat islam. (Jakarta: Bulan Bintang. Hlm. 9 Ibid 65 10 Ibid 66 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember sebagai substansi halus yang menyatu dengan badan manusiadi alam Ruh ini terikat hukum jasmani, sebagaimana jasad terikat oleh hukum ruhani. Ruh inilah yang disebut dengan nafs. Ketiga ruh sebagai substansi ruhani yang berasal dari alam amar . lam perinta. dan sedikitpun tidak terkait dengan alam khalq . lam penciptaa. yang terdiri dari unsur-unsur jasmani. Ruh ini merupakan esensi . manusia yang bersaksi dan diberi amanah di alam perjanian . Jika kata AuruhAy disebutkan bersamaan dengan jasad, maka ruh lebih memiliki makna ketiga. Akan tetapi jika disebut secara sendirian, ia lebih bermakna nyawa atau nafs . iwa-rag. , tergantung konteks kalimat yang menyertai. Struktur Nafs Dalam konteks ini , nafs memiliki arti psikofisik manusia, yang mana komponen jasad dan ruh telah bersinergi. Nafs memiliki natur gabungan antara natur jasad dan ruh. Apabila ia berorientasi pada natur jasad maka tingkah lakunya menjadi buruk dan celaka, tetapi apabila mengaca pada natur ruh maka kehidupannya menjadi baik dan Nafs adalah potensi jasad-ruhani . manusia yang secara inhern telah ada sejak jasad manusia siap menerimanya, yaitu usia empat bulan dalam kandungan. 11 Potensi ini terikat dengan hukum yang bersifat jasadi-ruhani. Semua potensi yang terdapat pada daya ini bersifat potensial, tetapi ia dapat mengaktual jika manusia Setiap komponen yang ada memiliki daya-daya laten yang dapat menggerakkan tingkah laku manusia. Aktualitas nafs ini merupakan citra kepribadian manusia, yang aktualisasi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor usia, pengalaman, pendidikan, pengetahuan, lingkungan dan Nafs merupakan alam yang tak terukur besarnya. Ia adalah keseluruhan alam semesta, karena ia merupakan miniatur alam Segala apa yang ada di alam semesta maka tercermin di Demikian juga, apa saja yang terdapat pada daya ini juga tergambar di dalam alam semesta. Oleh karena itu barang siapa yang menguasai jiwanya pasti menguasai alam semesta. statement yang sering dilontarkan adalah al-insan kawn al-shagir, wa al-kawn insan alAbdul Mujib. Kepribadian dalam Psikologi Islam. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. 12 Husein Nashr. Tasawuf Dulu dan Sekarang. Alih bahasa. Abdullah . Firdaus, 1994 dalam A. Muji. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember kabir . anusia adalah mikrokosmos, sedang kosmos adalah manusia Untuk mengetahui perbedaan substansi jisim, ruh dan nafs dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel di resume dari berbagai hasil kesimpulan diatas. Perbedaan substansi ruh, jasad dan nafs Substansi Ruh Substansi Jasad Substansi Nafs Adanya di alam Adanya di alam Adanya dialam jasadi arwah ( ima- teri ) dunia /jasadi dan ruhani alam perintah . alam penciptaan . Tercipta secara Tercipta secara Terkadang tercipta langsung dari allah bertahap atau secara bertahap atau tanpa melalui proses berproses dan berproses dan melalui prantara terkadang tidak Tidak memiliki Antara berbentuk atau bentuk, rupa, kadar bentuk, rupa, tidak berkadar atau dan tidak dapat kadar dan dapat tidak dan dapat disifati atau tidak Naturnya halus dan Naturnya buruk Naturnya antara baik suci ( cenderung dan kasar dan buruk halus,kasar berislam atau bahkan menejar dan mengejar bertauhi. dan kenikmatan ruhanimengejar Memiliki energi Memiliki energi Memiliki energi ruhaniah yang jasmaniah yang ruhaniah Aejasmaniah disebut al-amanah disebut dengan al-hayah . yawa/daya Eksistensi energi Eksistensi Eksistensi energi ruhaniah tergantung nafsani tergantung pada ibadah pada ibadah dan tergantung pada makanan yang bergizi makanan yang Eksistensinya Eksistensinya Eksistensinya Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Tidak terikat oleh ruang dan waktu menjadi wadah aktualisasi atau realisasi diri Terikat oleh Antara teikat dan ruang dan tidak mengenainruang dan waktu Dapat menangkap Hanya mampu Dapat menangkap beberapa bentuk menangkap satu antara yang konkrit dan konkrit dan bentuk konkrit dan abstrak satu dan tidak bentuk atau beberapa sesuatu yang Substansinya abadi Substansinya Substansinya antara tanpa ada kematian temporer dan abadi dan temporer hancur setelah Tidak dapat dibagiDapat dibagiAntara dapat dobagibagi karena satu bagi dengan bagi dan tidak. Nafs memiliki potensi Gharizah. Gharizah dalam arti etimologi berarti insting, naluri, tabi`at. 13 Yang menurut al-ghazali daya gharizah ini dibaginya dengan ruh, kalbu, akal dan nafsu. 14 Secara sederhana, untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari tabel struktur nafsani . eseluruhan aspek manusia ) berikut: Tabel. Struktur Nafsani Manusia Qolbu Akal Hawa nafsu Secara jasmani Secara jasmaniah Secara jasmaniah berkedudykan di berkedudukan di perut di jantung otak . l-dimag. dan alat kelamin Daya yang Daya yang Daya yang dominan dominan adalah adalah konasi . adalah emosi kognisi . atau psikomotorik yang . atau yang akhirnya akhirnya melahirkan afektif yang Kinestetik 13 Lisan arab oleh ibn Manshur. Entri Gharaza. Kamus online. 14 Harun Nasution. Filsafat dan Mistisime. (Bandung: Alumni. ) hlm 18-25 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 Mengikuti natur ruh yang Potensinya . ita ras. yang Berkedudukan pada alam atau atas sadar Intinya religiusitas,spi ritualitas dan AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Mengikuti antara natur ruh dan jasad yang Potensinya bersifat . dan aqliah . yang sifatnya rasional Mengikuti natur jasad yang hayawaniah . ahhimiyah dan subuAiyyah Potensinya bersifat hissiah . yang sifatnya empiris Berkedudukan pada alam kesadaran manusia Berkedudukan pada alam pra atau bawah sadar manusia Intinya isme-isme humanisme,kapital isme,sosialisme . Apabila mendominasi jiwa manusia maka kepribadian yang . l Aenafs allawwama. Intinya produktivitas, krativitas, dan Apabila Apabila mendominasi jiwa manusia maka jiwa manusia kepribadian yang jahat . l-nafs al-ammara. yang tenang . l Aenafs almuthamainna Konsep Kecerdasan Konsep kecerdasan menurut Freeman Menurtnya, kecerdasan dipandang sebagai suatu kemampuan yang dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu: kemampuan adaptasi, kemampuan belajar, dan kemampuan berpikir abstrak. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Kemampuan adaptasi, adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Misalnya seseorang dikatakan cerdas jika orang tersebut mampu menyesuaikan dirinya pada situasi-situasi dan problema-problema baru secara mudah, efektif dan mempunyai variasi-variasi tingkah laku. Kemampuan belajar, merupakan kemampuan seseorang untuk belajar. Kemampuan belajar dijadikan indeks atau dasar kecerdasan seseorang. Kemampuan berpikir abstrak, adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan konsepkonsep dan symbol-simbol guna menghadapi situasi-situasi dan persoalan-persoalan yang memakai symbol-simbol verbal dan bilangan. Seseorang dikatakan cerdas jika ia dapat melakukan berpikir abstrak secara baik. Konsep kecerdasan menurut G. Stoddard Ahli ini memberikan definisi yang komprehensif tentang kecerdasan individu yaitu kemampuan untuk melaksanakan aktivitas dengan cirri-ciri kesukaran, kompleksitas, abstraksi, ekonjomis, penyesuaian dengan tujuan, nilai social, dan sifatnya yang asli, serta mempertahankan kegiatan-kegiatan di bawah kondisi-kondisi yang menuntut konsentrasi energy dan menghindari kekuatan-kekuatan emosional atau gejolak emosi. Konsep kecerdasan menurut D. Wechsler Menurutnya, kecerdasan adalah kumpulan kapasitas atau kapasitas global individu untuk berbuat menurut tujuannya secara tepat, berpikir secara rasional, dan menghadapi alam sekitar secara Kapasitas kumpulan adalah sekelompok kapasitas. Sedangkan kapasitas disini artinya kesanggupan atau kemampuan dasar yang ada pada individu. Dari semua konsep yang dipaparkan oleh para ahli diatas, dapat diketahui substansi dari konsep kecerdasan, penulis berpendapat bahwa, kecerdasan adalah AuBerfungsinya seluruh potensi yang dimiliki manusia, baik dhohir/jasmani . isik-semua inder. maupun batin/rohani . kal, nafs/jiwa, ruh hati, )secara optimal dan proporsional baik melalui bawaan genetic ataupun melalui pengalaman-pengalaman belajar dan lingkunganAy. Pengertian Pendidikan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) ESQ adalah suatu kecerdasan yang menentukan tingkat keberhasilan manusia dalam kehidupan, baik sebagai khalifah fi al-ard Atmaja. Purwa Prawira. Psikologi Pendidikan dalam perspektif baru. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Hlm. 16 Fudyartanto. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Yogyakarta: Global Pustaka. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember maupun sebagai `abd. ESQ yang diusung oleh Ary Ginanjar Agustian ini dibangun dengan landasan dasar prinsip keislaman, yakni 1 ihsan . 6 rukun iman ( 6 prinsi. dan 5 rukun islam . Nampaknya, apa yang menjadi temuan psikolog barat menjadi kritik bagi Ary Ginanjar. Bahwa apa yang dicetuskan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall hanya masih sebatas pada temuan material dan parsial . atau hanya sebatas hardwarenya saja belum terisi dengan software yang pantas jadi belum bisa dioperasikan oleh si Ary Ginanjar berusaha mensinergiskan EQ dan SQ dengan nilai-nilai idealisme yang dianutnya yakni nilai-nilai keislaman menjadi suatu integrasi yang utuh tanpa dikotomi. Ia menulis: Auselama ini banyak berkembang dalam masyarakat kita sebuah pandangan dengan stereotipe, dikotomisasi antara dunia dan akhirat. Dikotomisasi antara unsur-unsur keberadaan dan unsur agama. Antara unsur kasat mata dan tak kasat mata. Materialisme versus orientasi nilai-nilai Ilahiyah semata. Mereka yang memilih keberhasilan di alam vertikal cenderung berfikir bahwa kesuksesan di dunia justru adalah sesuatu yang bisa dinisbikan atau sesuatu yang bisa demikian mudahnya dimarginalkan. 18 Hasilnya mereka unggul dalam kekhusyu`an berdzikir dan kekhidmatan berkontemplasi namun menjadi kalah dalam percaturan ekonom, ilmu pengetahuan, sosial, politik dan perdagangan di alam horizontal. Begitupun sebaliknya yang hanya berpijak pada alam kebendaan, kekuatan berpikirnya tak pernah diimbangi oleh kekuatan spiritual. Realitas kebendaan yang masih membelenggu hati ini, tidak mudah baginya untuk berpijak pada alam fitrahnya yang oleh ginanjar disebut . ero min. Labih lanjut Victor En Frankl berkata, : AuPeople have enough to live, but nothing to live for, they have the means, but no meaning. Ay . anusia memiliki yang mereka perlukan untuk hidup kecuali alasan untuk Mereka mendapatkan apa yang mereka perlukan namun tanpa 19 Bahwasannya manusia ataupun corporate dewasa ini membutuhkan lebih dari itu, yakni Aumeaning and valueAy dalam setiap langkah hidupnya. Berdasarkan realitas tersebut, dirasa perlu untuk konsep ESQ dijadikan alternatif dalam mengatasi krisis nilai dan makna dalam kehidupan manusia. ESQ adalah sebuah sinergi dari berbagai macam kecerdasan manusia yang secara fitrah memang terdapat dalam setiap 17 Ginanjar. Rahasia Sukses Membangn ESQ. (Jakarta: Arga Tilanta, 2. 18 Ibid. 19 Ibid. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember diri manusia. ESQ bukan hanya mengetahui potensi manusia saja namun juga mengarahakan, melejitkan dan mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri setiap manusia, sehingga manusia tersebut akan memperoleh nilai dan maknanya, seimbang kebutuhan duniawi dan ukhrawinya dan menjadi manusia yang berkualitas dalam pengabdiannya kepada tuhan sebagaimana yang memang dicitacitakan oleh pendidikan manusia yaitu insanul kamil. Di dalam buku : AuRahasia ukses Membangun Kecerdasan Emosional dan SpiritualAy Ary Ginanjar mencoba mengkonvergensikan secara tepanya antara kecerdasan emosi/EQ dan kecerdasa spiritual/SQ dengan didasarkan pada nilai-nilai yang dianut, yaitu Islam dan pengalamannya sebagai seorang pengusaha. Meskipun EQ dan SQ memiliki muatan yang berbeda namun sama-sama penting untuk dapat bersinergi antara satu dengan yang lain. Sebuah penggabungan gagasan kedua energi tersebut menyusun metode yang lebih dapat diandalkan dalam menemukan yang benar dan hakiki. Jadi yang dimaksud dengan pendidikan ESQ adalah cara-cara/ teori-teori yang dapat digunakan untuk mengetahui seluruh potensi manusia, lalu bagaimana cara untuk melejitkan potensi tersebut agar supaya menjadi manusia yang kamil sebagaimana yang telah dicitacitakan oleh tujuan pendidikan islam. Macam-Macam Kecerdasan Sebagai Unsur dari Kecerdasan ESQ Secara umum terdapat tipologi yang membedakan otak menjadi dua bagian, yaitu otak kiri yang memainkan peranan dalam pemrosesan logika,kata-kata, dan urutan, yang disebut pembelajaran Otak kanan berhubungan dengan irama, rima, music, gambar dan imajinasi, disebut dengan aktivitas kreatif. dalam bentuk diagram bisa dituliskan sebagai berikut: SISI KIRI SISI KANAN Menekankan Menekankan Kata-kata Rima Logika Irama Angka Musik Matematika Gambar Urutan Imajinasi Ironisnya, dalam dunia pendidikan, tes kecerdasan biasanya hanya memfokuskan pada dua jenis kecerdasan yang disebutkan pertama, yakni kecerdasan logika yang terkait dengan kemampuan dalam membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan kata-kata, dan Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember kecerdasan logika yang terkait dengan kemampuan untuk menalar dan Sementara itu, kecerdasan lain belum mendapatkan apresiasi secara maksimal. Mungkin ini akan menjadi permasalahan yang patut menjadi perhatian serius seharusnya. Saat ini, seiring dengan dinamisnya dan begitu pesatnya kemajuan peradaban manusia maka level kecerdasan tidak hanya mandeg disitu saja, hingga saat ini para ahli terus mengembangkan melakukan penelitian-penelitian untuk dapat mengungkap kecerdasan manusia secara lebih lengkap dan sempurna mengingat arti pentingnya masalah kecerdasan dalam mengembangkan sumber daya manusia. Diantara kecerdasan itu antara lain: Kecerdasan IQ Dalam perbincangan sehari-hari kita sering dikacaukan dengan pengertian intelek dan inteligensi. Istilah intelek berarti pikiran, sedangkan inteligensi berarti kecerdasan pikiran. Pada hakikatnya kedua istilah tersebut mempunyai arti yang sama, tetapi agak berbeda dalam tataran waktunya. Dengan inteleknya . , seseorang menguraikan atau menganalisis, menimbang-nimbang, menghubunghubungkan lalu menarik kesimpulan. Sedangkan dengan inteligensi . , seseorang melakukan semua aktivitas jiwa dengan cepat, mudah, dan tepat. Namun dalam pembahasan ini tidak begitu mempersoalkan perbedaan kedua istilah tersebut. Para ahli berbeda dalam memberikan rumusan tentang makna inteligensi, karena definisi yang satu dengan yang lain berbeda maka belum diperoleh satu definisi pun yang tepat. Untuk itudalam rangka memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang inteligensi berikut dipaparkan beberapa definisi dari para ahli: Edward Thorndike. Menurutnya. Intelligence is demonstrable in ability of individual to make good responses from the stand point of truth or Artinya, inteligensi merupakan kemampuan individu untuk memberikan respons yang tepat terhadap stimulus yang diterimanya. Willian Stern. Menurutnya, inteligensi adalah kesanggupan jiwa untuk menghadapi dan mengtaasi keadaan-keadaan atau kesulitan baru dengan sadar, dengan berpikir cepat dan tepat. Beberapa definisi diatas, menunjukkan bagaimana cara individu bertingkah laku dalam memecahkan masalah. Inteligensi berkenaan dengan fungsi mental yang kompleks yang dimanifestasikan dalam tingkah laku. Inteligensi meliputi aspek-aspek kemampuan bagaimana 20 Zuhairini. Psikologi Pendidikan. (Bandung: Bumi Aksara. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember individu memerhatikan, mengamati, mengingat, memikirkan, menghafal, dan bentuk-bentuk lainnya. Dan untuk mengetahui sifat, luas dan batas inteligensi, dipergunakan suatu tes yang disebut tes inteligensi. Setelah diadakan eksperimen dan revisi berulang kali, akhirnya para ahli psikologi sepakat mengenai adanya satu ukuran dalam inteligensi yang dinamakan Intelligence Quotient atau IQ. IQ ini diperoleh melalui hasil pembagian antara umur mental (Mental Age/MA) dengan umur kalender atau Chronological Age (CA). pembagian kemudian dikalikan 100. Berikut rumusnya: Umur Kecerdasan IQ = Umur Kalender IQ = IQ=satuan tingkat kemampuan individu. MA diperoleh melalui pemberian sekelompok pertanyaan yang dijawab betul oleh sejumlah besar individu dengan umur yang sama, kemudian CA diperoleh menurut usia seseorang. Angka 100 adalah bilangan tetap atau konstanta yang diusulkan dan disarankan oleh stern dan terman untuk menghindari angka pecahan dalam satuan IQ. Misalnya seorang anak berusia 6 tahun. Mula-mula diajukan pertanyaan kepadanya lima buah pertanyaan yang sesuai dengan umur Jika lima buah pertanyaan itu dapat dijawab semua, lalu diajukan pertanyaan di atasnya . tahun, 7 tahun, 8 tahun, 9 tahun dan seterusny. sampai sama sekali tak ada lagi pertanyaan yang terjawab. Tetapi jika pertanyaan-pertanyaan yang pertama . ada sebuah atau lebih yang tak terjawab . , maka diajukan pertanyaanpertanyaan di bawahnya . tahun, 4 tahu. sampai dijawab semuanya. Masing-masing jawaban yang betul dinilai satu. Jawaban yang betul diberi tanda (*) dan jawaban yang salah diberi tanda . diperoleh data sebagai berikut: Umur Jawaban Nilai 6 tahun A A A A A A 7 tahun A A A A 8 tahun A A 9 tahun A Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember 10 tahun Jumlah Maka MA-nya = 7 2 CA = 6 Jadi IQ = 7 2 x 100 = A123 Dengan menggunakan rumus tersebut diatas, maka dapat dibedakan tingkat inteligensi atau kecerdasan individu sebagaimana Binet dan Simon membagi tingkatan inteligensi individu menjadi 8 kelompok sebagai berikut: Interval Predikat IQ 140 ke atas Sangat cerdas IQ 120 Ae 140 Cerdas IQ 110 Ae 120 Pandai IQ 90 Ae 110 Normal IQ 70 Ae 90 Bodoh IQ 50 Ae 70 Debil IQ 30 Ae 50 Embisil IQ di bawah 50 Idiot Itu semua menggambarkan tentang kecerdasan otak (IQ), diketahui cara kerja otak sangatlah menakjubkan, bahkan Tony Buzan mengatakan: AuOtak Anda terdiri dari triliunan sel otak. Setiap sel otak adalah seperti gurita kecil yang begitu kompleks. Ia memiliki sebuah pusat, dengan banyak cabang, dan setiap cabang memiliki banyak koneksi. Tiap-tiap sel otak tersebut jauh lebih kuat dan canggih dari pada kebanyakan computer di planet Setiap sel tersebut berhubungan denganj ratusan ribu sampai puluhan ribu sel yang lain, dan mereka saling bertukar informasi. Ini sering disebut dengan jaringan yang paling memesona, benda yang begitu kompleks dan Dan setiap orang pasti memilikinyaAy. Jika dalam dunia akademis ukuran kecerdasan atau intelegensi yang lazim disebut dengan IQ merupakan perbandingan kemampuan antara umur mental dan umur kronologis. Kecerdasan seperti ini 21 Abdul Latif. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. (Bandung: PT. Refika Aditama. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember penting untuk dunia akademis dan menjadi modal utama dunia perekayasaan dan tekhnologi. Namun membekali anak denga kecerdasa IQ tinggi saja saat ini tidaklah cukup untuk mengantarkan anak tersebut menuju kesuksesan apalagi kebahagiaan. Kecerdasan IQ tinggi baru merupakan bekal yang baik untuk dapat mengenal dan merespons alam semesta. Tetapi. IQ tinggi belum dapat mengakomodasi untuk mengenal dan memahami diri sendiri dan orang lain, apalagi mengenal Tuhannya. Sedangkan jenis kecerdasan untuk dapat mengenal dan memahami diri sendiri dan sesamanya disebut dengan istilah kecerdasan emosional disingkat IE (Intelligence Emotiona. Antara IQ dan IE terdapat perbedaan mendasar. IQ lebih menekankan tinjauannya pada obyek-obyek diluar diri manusia, sedangkan IE lebih menekankan pada obyek-obyek yang berada didalam diri manusia. Daniel Goleman menambahkan, meskipun dengan IQ tinggi, seseorang belum tentu mampu mengatasi problema kedirian. Bahkan ia, bisa gagal mengenali dirinya sendiri. Sebaliknya, ada orang dengan IQ biasa saja dalam mengarungi kehidupan, ia dapat sukses besar karena yang bersangkutan memiliki sense of emotionality atau IE yang Kecerdasan Emosi (EQ) Istilah kecerdasan emosi berakar dari konsep social intelligence. suatu kemampuan memahami dan mengatur untuk bertindak secara bijak dalam hubungan antarmanusia. Jika orang dewasa dalam mendidik anak . urid/anak geneti. hanya mengandalkan pendekatan kognitif saja, menurut para ahli anak tersebut tidak akan sukses dalam hidupnya. Seorang psikolog Amerika. Daniel Goleman dapat dijadikan pertimbangan positif dalam mendidik anak agar kelak bisa sukses dalam hidupnya. Goleman berpendapat bahwa bukan kecerdasan kognisi yang dapat mengantarkan anak didik menuju kesuksesan, tapi yang lebih berperan adalah kecerdasan emosi. Hanya saja pertanyaan kritis yang muncul dibenak kita, seberapa jauh peran kecerdasan emosi menentukan kesuksesan anak? Lebih lanjut Goleman, mengatakan bahwa pera kecerdasan akademik . yang akan menyokong kesuksesan hidup seseorang sekitar 20%. Sedangkan yang 80% lainnya berupa factorfaktor lain yang disebut dengan kecerdasan emosi (EQ/IE). 22 Suharsono. Psikologi Umum. (Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hlm. Artista. Psikologi Perkembangan dalam perspektif Manusia Ruhaniah. (Jakarta: Bulan Bintang. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Pendapat Goleman ini penting dijadikan pertimbangan mengingat fakta yang sering dijumpai dilapangan akhir-akhir ini sangat Generasi sekarang cenderung ulai banyak yang mengalami kesulitan emosional, misalnya mudah cemas, galau, mudah bertidak agresif, tidak sopan santun, dan sebagainya. oleh karena itu Daniel goleman mencoba menarik jalan keluar dengan menyodorkan konsep pentingnya mengasah kecerdasan emosional. Emosi adalah perasaan yang menggejolak dalam diri manusia yang menimbulkan perilaku-perilaku. Emosi memang sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang negative. Bahkan, pada beberapa budaya, emosi dikaitkan dengan sifat marah seseorang. Padahal sebenarnya tidak demikian, menurut Aisah Indiati, banyak ragam macam emosi, antara lain: sedih, takut, kecewa, marah, cemas dan sebagainya yang semuanya berkonotasi negative. Emosi lain masih ada senang, puas, gembira, tenang dan lain-lain yang kesemuanya ini berkonotasi positif. Menurut Goleman yang dikutip Aritma. Emosi merupakan kekuatan probadi . ersonal powe. yang memungkinkan manusia mampu berpikir secara keseluruhan, mampu mengenali emosi sendiri dan emosi orang lain serta tahu cara mengekspresikannya dengan Dari uraian diatas, dapat dipahami bahwa sangatlah penting untuk melejitkan kecerdasan emosi. Karena berapa banyak fakta yang terjadi, individu yang begitu cerdas dalam dunia akademis namun ia mudah marah, sulit menghargai orang lain, bahkan bersikap angkuh dan Itu semua disebabkan karena ketidak mampuan individu itu dalam mengelola emosinya. Jika sudah demikian maka itu tidak bisa mengantarkan individu itu pada kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya, malah dengan kecerdasan IQ nya itu ia bisa terpuruk bahkan tersiksa oleh kecerdasan itu sendiri jika tidak diimbangi dengan kecerdasan emosinya. Kecerdasan Spiritual (IS/SQ) Diatas telah dipaparkan tentang kecerdasan IQ dan IE yang penting untuk diejitkan, diasah terus menerus supaya seorang individu dapat meraih suksesnya. Selain macam kecerdasan ditas ada yang lebih penting dari itu semua, yang perlu untuk dikembangkan yaitu jenis kecerdasan spiritual (SQ/IS). Dalam buku yang berjudul AuThe Moral Intelligence of childrenAy, yang ditulis Coles, dikemukakan bahwa: kecerdasan moral juga memegang 24 Aritma Atmaja. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. (Yogyakarta: Ar- Ruz Media. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember peranan amat penting bagi kesuksesan seseorang selain kecerdasan kognitif (IQ) dan kecerdasan emosional (IE). Lebih lanjut kecerdasan moral sering disebut sebagai kecerdasan spiritual (IS). Kecerdasan spiritual ditandai dengan kemampuan seseorang anak untuk bisa menghargai dirinya sendiri maupun diri orang lain, memahami perasaan terdalam orang-orang disekelilingnya, mengikuti aturanaturan yang berlaku, semua itu termasuk merupakan kunci keberhasilan seseorang di masa depan dan juga merupakan kunci Danah Zohar dan Ian Marshal dalam bukunyaAyConnecting with Our Spiritual IntelligenceAy, juga berpendapat bahwa kecerdasan spiritual dapat menumbuhkan fungsi manusiawi seseorang sehingga membuat mereka menjadi kreatif, luwes, berwawasan luas, spontan, dapat menghadapi perjuangan hidup, menghadapi kecemasan dan kekhawatiran, dapat menjembatani antara diri sendiri dan orang lain, serta menjadi lebih cerdas secara spiritual dalam beragama. Intinya jika seseorang mapan kecerdasan spiritualnya, maka akan menjadi acuan untuk mapannya kecerdasan-kecerdasan yang lain dalam dirinya. Seseorang yang memiliki pengabdian agama yang baik, juga akan memiliki manajemen emosional yang baik. Lebih lanjut Suharsono berpendapat. IS adalah kecerdasan spiritual dan bukan yang lain, karena kecerdasan ini berasal dari fitrah manusia itu sendiri. Kecerdasan model ini menurutnya tidak dibentuk melalui diskursus-diskursus atau penumpukan memori factual dan fenomenal, tetapi merupakan aktualisasi dari fitrah manusia. Ia memancar dari dlam diri manusia, jika dorongan-dorongan keingintahuan dilandasi kesucian, ketulusan hati, dan tanpa pretense egoisme. 26 Dalam bahasa yang praktis, kecerdasan spiritual ini akan mengalami aktualisasinya yang optimal jika hidup manusia berdasarkan visi dasar dan misi utamanya, yakni sebagai hamba (`abi. dan sekaligus wakil Allah . dimuka bumi Dari pemahaman ini, bisa digambarkan bahwa jika ingin menjadi sosok manusia yang ideal . nsanul kami. di era serba canggih dan cepat ini, tidak ada pilihan lain, kecuali orang tersebut harus memiliki IQ(Intelligence Quotient, kecerdasan kognis. IE/EQ (Emotional Quotient. Intelligence Emotional, kecerdasan emosiona. , dan IS/SQ (Intelligence Spiritual. Spiritual Quotient, kecerdasan spiritua. yang tinggi dan secara harmonis, seimbang dan terpadu. 25 Ibid. 26 Suharsono. Psikologi Umum. (Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Ketiga jenis kecerdasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini sedang marak diperbincangkan, baik dalam media massa, seminarseminar, pelatihan-pelatihan ataupun dalam dunia pendidikan. lagi mengenai IS dan IS yang masih relative baru. Kajian-kajian tentang itu tidak hanya diikuti oleh para praktisi pendidikan dan persoalan pengembangan anak, tapi juga diikuti oleh para pimpinan perusahaan, pengelola bisnis, para orang tua dan para pemimpin pemerintahan yang kesemuanya menginginkan anak atau bawahannya sukses dalam melejitkan ketiga perpaduan potensi kecerdasannya itu. Jika ketiga jenis kecerdasan itu digabung, artinya intelektual, emosional dan spiritual disinergiskan, akan muncul teori baru yang dikenal dengan istilah AuESQAy (Emotional spiritual Quotien. Emotional Spiritual Quotient (ESQ)dapat digunakan ketika seseorang berada di ujung tanduk. Ujung adalah pembatas antara keteraturan dan kekacauan, antara ,mengetahui diri dan sama sekali kehilangan jati diri. Artinya, pemahaman seseorang tentang ESQ akan sangat urgen pada penyatuan hal-hal yang bersifat berbeda secara privasi dari orang lain, berbeda secara kolektif, atau bahkan berbeda dalam hal keyakinan . Hal ini merupakan langkah konstruktif dalam merekonstruksi nilai-nilai yang selama ini banyak berkembang di peradaban manusia modern yaitu pandangan stereotype, dikotomisasi antara dunia dan akhirat atau pemisahan antara IQ. EQ dan SQ. Sehingga muncul sekian problematika dalam tatanan kehidupan manusia pada berbagai Selain gabungan ketiga jenis kecerdasan tersebut, ada lagi model kecerdasan yang terkesan lebih komprehensif, yaitu yang dikenal dengan istilah AuMultiple IntelligencesAy . ecerdasan manjemuk, kompli. Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemu. Berdasarkan catatan dunia pendidikan dewasa ini, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berhasil diungkap rumpun kecerdasan manusia yang lebih luas dan telah melahirkan definisi tentang konsep kecerdasan yang benar-benar pragmatis dan menyegarkan. Kecerdasan tidak lagi diukur pada skala waktu tertentu dan melalui tes standar semata. Tetapi kecerdasan merupkan proses berkelanjutan yang bermuara pada tercapainya tujuan yang ditargetkan. Sebenarnya manusia memiliki spectrum kecerdasan yang penuh dalam dirinya namun setiap individu berbeda antara yang satu dengan yang lain dalam hal kecerdasan yang paling dominan pada dirinya. Catatan Akhir Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Kecerdasan yang kompleks itu telah digagas dan dijelaskan secara terperinci oleh Howard Gardner dalam bukunya yang berjudul AuMultiple IntelligenceAy ia menuliskan bahwa skala kecerdasan yang selama ini dipakai ternyata ternyata banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan Gambaran mengenai spectrum kecerdasan yang luas telah membuka mata para orang tua unggul maupun pendidik tentang adanya wilayah-wilayah yang secara spontan akan diminati oleh anakanak dengan semangat yang tinggi. Dengan begitu, tiap anak akan merasa pas menguasai bidangnya masing-masing. Menurut Gardner, anak-anak tersebut tidak hanya menjadi cakap pada bidang-bidang tersebut yang memang sesuai dengan minatnya, tetapi juga anak-anak itu akan sangat menguasainya sehingga kelak ia akan menjadi sangat Lebih lanjut untuk mendukung argumentasinya itu Gardner mengemukakan bahwa kecerdasan seseorang meliputi unsure-unsur berikut :. Kecerdasan matematika logika, . Kecerdasan bahasa, . Kecerdasan musical, . Kecerdasan visual spasial, . Kecerdasan kinestetik, . Kecerdasan interpersonal, 7. ) kecerdasan intra personal, dan . Kecerdasan naturalis. Daftar Rujukan Abdul Latif. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Bandung: PT. Refika Aditama. Abdul MuAti, 2004. Deformalisasi Islam, (Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu Abdul Mujib. Kepribadian dalam Psikologi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Abudin Nata, 2002. Akhlak Tasawuf. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Ahmad Hanafi. Pengantar filsafat islam. Jakarta: Bulan Bintang. Ahmad Taufiq Nasution. Melejitkan SQ dengan EQ. Jakarta: Bumi Aksara Al-Attas, 1998. Konsep Pendidikan dalam Islam. Terj. Haidar Bagir. Bandung: Mizan Al-Ghozali. Ihya Ulmu Al-Din, (Dar Al-Fikr, ttp. , tt. , juz i Ali Mudhofir. Kamus Istilah Fisafat. Yogyakarta: Liberty. Aritma Atmaja, 2012. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Yogyakarta: Ar-Ruz Media. Howard Gardner. Multiple Intelligences. (Kecerdasan Majemuk, terjemah Alexander Sindor. (Batam: Interaksara. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Aritma Atmaja. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Yogyakarta: Ar-Ruz Media Artista. Psikologi Perkembangan dalam perspektif Manusia Ruhaniah. Jakarta: Bulan Bintang. Artista. Psikologi Perkembangan dalam perspektif Manusia Ruhaniah. Jakarta: Bulan Bintang. Ashadi Falih dan Cahyo Yusuf, 2003. Akhlak Membentuk Pribadi Muslim. Semarang: CV. Aneka Ilmu Atmaja. Purwa Prawira. Psikologi Pendidikan dalam perspektif Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Danah Zohar dan Ian Marshall. SQ, 2002: Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berfikir Integralistik untuk Memaknai Kehidupan. Bandung: Mizan Fazlur Rahan dalam. AuEnsiklopedi Ilmu Dalam Al-Qur`anAy Bandung: Mizani Fazlur Rahman. dalam AuEnsiklopedi Ilmu Dalam Al-Qur`anAy . Bandung: Mizania. Fudyartanto. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Yogyakarta: Global Pustaka. Harun Nasution. Filsafat dan Mistisime. Bandung: Alumni. Hasan dalam Kurniawan. Jejak Pemikiran para Tokoh Pendidikna Herlihy. Citra Manusia kontemporer: terpenjara dalam pengasingan. Jurnal ilmu dan kebudayaan. Nomor 5. Vol IV Howard Gardner. Multiple Intelligences. (Kecerdasan Majemuk, terjemah Alexander Sindor. Batam: Interaksara. http//esqaryginanjar//mengupastuntaskesesatanesqaryginanjar. //. 2014 jam 13. Hude M. Darws. Emosi. Penjelajahan religio-psikologis Tentang Emosi Manusia di dalam Al-Qur`an. Jakarta: Erlangga. Husein Nashr. dalam A. Mujib, 1994. Tasawuf Dulu dan Sekarang. Alih Abdullah Jakarta: Firdaus Idem. Pedoman Pelaksanaan Peneitian Tindakan Kelas (PTK). Yogyakarta : Dirjen Pendidikan Tinggi dan Depdikbud. Islam. Yogyakarta. Ar-RuzZ Media Ismail. Paradigma Kebudayaan Islam. Yogyakarta. Titian Ilah James P. Chaplin. Kamus Lengkap Psikologi,. Kartini kartono. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada Jamilah al-Mashri. Tathhir al-Qulub min Jarahat adz-Dzunub, (Terj. Fauzi Faishal Bahreisy, 2000. Meraih Ampunan Allah. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Khayr al-Din al-Zarkali. Dalam Abdul Mujib 2006, . , ikhwan alshafa`, rasail ikhwan al-shafa` wa khalan al-wafa`, beirut: Dar Shadir Kurniawan Syamsul. Dkk. Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Arifin, 2003. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Maryaeni, 2008. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta. PT. Bumi Aksara. Muhammad Susanto. ESQ. Telaah Pemikiran Pendidikan Islam Hasan Langgulung dan Ary Ginanjar. Ridha. Muhammad Jawwad. Pemikiran Pendidikan Islam . Mesir Darl al-fikri Tim Penyusun Kamus Pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Tim Redaksi KBBI, 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.