CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 39-44 Hompage: https//journal. id/index. php/care Program Penguatan Literasi untuk Siswa SMP Advent Kabanjahe Kabupaten Karo *Ernawati Br Barus, 2Raskhita Irena Debora Tarigan, 3Vera Charoline Br Barus. Wawan Tarigan 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe *Koresponden: ernabarus46@gmail. Abstrak Masa Pandemi Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan pada dunia pendidikan, terutama pada para siswa pendidikan dasar dan menengah. Pembelajaran yang biasanya dilakukan seminggu enam hari di sekolah, menjadi dilakukan di rumah secara daring setiap harinya. Materi pembelajaran, buku-buku teks dan non teks berubah dari berbentuk cetak menjadi bentuk digital. Hal ini membawa dampak buruk pada kemampuan literasi Lokasi kegiatan Pengabdian Masyarakat yang berjudul Pendampingan Penguatan Kemampuan Literasi Siswa SMP Advent Kabanjahe kecamatan kabanjahe yang dilakukan oleh Tim Pengmasy STIKes Arta Kabanjahe dan Filsafat STIKes Arta Kabanjahe ini adalah SMP Advent Kabanjahe yang lokasinya berada di Jalan KUA Blok Masjid Baiturrahman Kelurahan Kecamatan Kab. Karo Provinsi Sumatera Utara. Sekolah ini berada di bawah manajemen Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al Kholili Kab. Karo. Seluruh biaya ini adalah biaya yang diperoleh dari internal institusi, yaitu Yayasan STIKes Arta Kabanjahe. Adapun perincian biaya yang dipergunakan untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Pendampingan Penguatan Kemampuan Literasi Siswa SMP Advent Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat kepada para Guru di dalam upaya untuk meningkatkan kreatifitas, kemampuan dan keterampilan membuat media pembelajaran agar kelak di kemudian hari pengetahuan yang di dapat bisa bermanfaat dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar di lingkungan SMP Advent Kabanjahe Kata Kunci : literasi, penguatan kemampuan, siswa smp. Abstrack The COVID-19 pandemic has had a significant impact on the world of education, especially on elementary and secondary school students. Learning that is usually done six days a week at school is now done at home online every day. Learning materials, textbooks, and non-textbooks have changed from printed to digital. This has had a negative impact on students' literacy skills. The location of the Community Service activity entitled Mentoring Strengthening Literacy Skills of Adventist Middle School Students in Kabanjahe District. Kabanjahe, which was carried out by the STIKes Arta Kabanjahe Community Service Team and the STIKes Arta Kabanjahe Philosophy Team, is SMP Adventist Kabanjahe, which is located on Jalan KUA. Block Masjid Baiturrahman. Kelurahan. Kab. Karo District. North Sumatra Province. This school is under the management of the Miftahul Ulum Al Kholili Islamic Boarding School Foundation. Karo Regency. All of these costs are costs obtained from the internal institution, namely the STIKes Arta Kabanjahe Foundation. The details of the costs used for this community service activity are as follows. From the results of community service activities entitled Mentoring the Strengthening of Literacy Skills of Adventist Junior High School Students in Kabanjahe District. Kabanjahe Regency. Karo Regency, it can be concluded that this activity provides benefits to teachers to improve creativity, ability and skills in making learning media so that in the future the knowledge gained can be useful in supporting the teaching and learning process in the Adventist Junior High School environment in Kabanjahe in particular. Keywords: literacy, strengthening skills, junior high school students. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 telah membawa dampak besar pada berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Perubahan mendasar terjadi pada sistem pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka di ruang kelas, harus beralih ke sistem pembelajaran daring . sebagai langkah preventif untuk mengurangi penyebaran virus. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, perubahan ini memberikan tantangan tersendiri, baik bagi guru, siswa, maupun CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 39-44 Hompage: https//journal. id/index. php/care orang tua. Salah satu dampak nyata dari perubahan sistem pembelajaran ini adalah menurunnya kemampuan literasi siswa. Hal ini terjadi karena intensitas membaca buku cetak semakin berkurang, tergantikan oleh aktivitas menonton video pembelajaran atau mengerjakan tugas melalui platform digital. Buku pelajaran yang biasanya digunakan secara fisik berubah menjadi bahan ajar digital yang tidak semua siswa mampu akses dengan optimal, apalagi di daerah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi. Kondisi ini secara tidak langsung mengurangi frekuensi siswa dalam membaca buku secara mandiri, padahal kebiasaan membaca merupakan kunci penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan penguasaan ilmu pengetahuan. Salah satu sekolah yang terdampak situasi tersebut adalah SMP Advent Kabanjahe yang terletak di Kecamatan Kabanjahe. Kabupaten Karo. Sekolah ini memiliki keterbatasan dalam hal sarana prasarana, terutama fasilitas perpustakaan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan literasi siswa. Bangunan sekolah secara umum terdiri dari lima ruang, di mana tiga ruang digunakan sebagai kelas di lantai dua, sedangkan dua ruang lainnya di lantai satu difungsikan sebagai ruang guru dan ruang serba guna. Ruang serba guna ini memiliki berbagai fungsi sekaligus, yakni sebagai aula, ruang rapat, tempat kegiatan ekstrakurikuler, dan juga berperan sebagai Selain digunakan oleh siswa reguler di pagi hari, ruangan-ruangan ini juga digunakan oleh siswa Sekolah Diniyah pada sore hari, sehingga tingkat mobilitas dan pemakaian ruang sangat tinggi. Tingginya frekuensi penggunaan ruang yang tidak dibarengi dengan sistem pengelolaan yang baik membuat kondisi fisik perpustakaan tidak tertata, sering berantakan, serta koleksi buku mudah rusak atau hilang. Buku-buku yang tersedia pun terbatas dan sebagian besar sudah dalam kondisi rusak karena usia, kelembaban, dan kurangnya perawatan. Situasi ini membuat siswa tidak tertarik untuk mengakses bahan bacaan dari perpustakaan. Kondisi ini diperparah oleh hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa SMP Advent Kabanjahe berada di bawah standar nasional. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat literasi merupakan fondasi dasar dalam proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi siswa. Siswa dengan tingkat literasi rendah cenderung mengalami kesulitan dalam memahami instruksi, mengolah informasi, serta mengevaluasi dan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi nyata untuk memperbaiki kondisi ini melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat teknis, seperti pembenahan fasilitas, tetapi juga bersifat edukatif dan pembinaan karakter kebiasaan membaca di kalangan siswa. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar utama perguruan tinggi dalam memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitarnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pendampingan peningkatan literasi siswa SMP Advent Kabanjahe melalui serangkaian program seperti penyediaan bahan bacaan tambahan, pelatihan pengelolaan perpustakaan sederhana, serta kegiatan literasi kreatif yang melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan penuh, yaitu dari Juli hingga Agustus 2024, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan budaya literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif dan inklusif. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 39-44 Hompage: https//journal. id/index. php/care METODE Lokasi kegiatan Pengabdian Masyarakat yang berjudul Pendampingan Penguatan Kemampuan Literasi Siswa SMP Advent Kabanjahe kecamatan kabanjahe yang dilakukan oleh Tim Pengmasy STIKes Arta Kabanjahe ini di SMP Advent Kabanjahe yang lokasinya berada di Jalan Jamin Ginting No. 7-A Kecamatan Kabanjahe Kab. Karo Provinsi Sumatera Utara. Sekolah ini berada di bawah Naungan Yayasan Stikes Arta Kabanjahe Kab. Karo. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat: Pembiasaan Membaca Buku Teks/Non-Teks 15 menit sebelum proses pembelajaran Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan mengarahkan seluruh siswa untuk membaca bahan bacaan yang disediakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat. Bahan bacaan dapat diperoleh dari buku teks ataupun buku non-teks. Setelah siswa diminta untuk membaca, kemudian siswa akan ditanya tentang isi dari materi bacaan yang dibaca. Materi ini disiapkan dengan tema yang berbeda-beda setiap harinya. Pembiasaan membaca ini dimaksudkan agar siswa membiasakan diri untuk membaca dan mengerti isi materi bacaan yang dibacanya. Pengadaan Buku Teks/Non-Teks Keterbatasan jumlah buku yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah, diatasi dengan mengirim surat untuk mendapatkan bantuan hibah buku ke beberapa lembaga baik lembaga pemerintah maupun lembaga swasta atau swadaya. Pengiriman surat permohonan bantuan ini dilakukan kepada antara lain Perpustakaan BRIN. Perpustakaan Kab dan Lembaga Swadaya Pemberi Sumbangan Buku. Revitalisasi Perpustakaan Selanjutnya, dibuat daftar piket dari para sukarelawan siswa untuk menangani peminjaman dan pengembalian buku setiap harinya. Hal ini dilakukan karena sekolah ini tidak memiliki petugas perpustakaan khusus. Untuk keperluan ini, siswa dilibatkan agar keberlangsungan perpustakaan dan koleksi buku-buku tetap terjaga agar dapat terus dimanfaatkan dengan baik. Revitalisasi perpustakaan ini membuat perpustakaan SMP Advent Kabanjahe dapat difungsikan lagi agar dapat digunakan sebagai sarana belajar mengajar siswa dan guru. Pembuatan Pojok Literasi Pembuatan pojok literasi dilakukan pada setiap kelas. Kegiatan ini dilakukan dengan menyediakan tempat dan sarana bagi siswa untuk melakukan aktivitas membaca pada jam istirahat sekolah dengan nyaman. Pojok literasi ini dibuat dengan memanfaatkan sudut kosong di depan kelas dengan menghias dan menatanya, sehingga tiap kelas memiliki pojok baca yang dapat dimanfaatkan setiap jam istirahat sekolah oleh para siswa yang berminat untuk mengisi jam istirahatnya dengan membaca buku-buku yang dapat dipinjam dari perpustakaan sekolah. Perancangan Perpustakaan Digital Program kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan membuat perpustakaan yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan hanya mengklik tautan ataupun melakukan scan barcode. Perpustakaan digital ini dirancang dengan menggunakan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 39-44 Hompage: https//journal. id/index. php/care aplikasi s. id yang didesain dengan 2 pilihan buku. Pilihan buku pertama adalah buku teks. Buku teks adalah buku yang berisi materi pembelajaran untuk suatu mata pelajaran atau bidang studi tertentu. Buku yang disediakan merupakan buku paket dengan versi terbaru dari Kemendikbud. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh tim dari STIKes Arta Kabanjahe dalam bentuk pendampingan penguatan kemampuan literasi siswa SMP Advent Kabanjahe menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dan berdampak langsung terhadap peningkatan minat serta kesadaran membaca siswa. Sebelum intervensi dilakukan, kondisi perpustakaan sekolah berada dalam keadaan yang tidak terawat dengan koleksi buku yang terbatas, ruang yang multifungsi dan tidak khusus untuk membaca, serta manajemen perpustakaan yang belum berjalan secara sistematis. Hal ini berdampak pada rendahnya motivasi siswa untuk membaca buku, yang tercermin dari hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) siswa yang menunjukkan nilai literasi di bawah standar. Selama pelaksanaan program pengabdian yang berlangsung dari bulan Juli hingga Agustus 2024, tim melakukan berbagai kegiatan strategis, mulai dari penataan ulang ruang perpustakaan, penyediaan tambahan buku-buku bacaan yang menarik dan sesuai dengan jenjang usia siswa, hingga penyuluhan dan pelatihan kepada guru serta pustakawan mengenai pengelolaan perpustakaan sederhana namun fungsional. Tidak hanya itu, dilakukan pula kegiatan literasi interaktif seperti membaca bersama, lomba resensi buku, serta diskusi kelompok kecil yang mendorong siswa untuk aktif menyampaikan pendapat dan memahami isi bacaan dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan literasi yang dilaksanakan secara langsung bersama siswa juga berhasil menumbuhkan antusiasme dan semangat mereka dalam membaca. Program seperti Au10 Menit Membaca sebelum BelajarAy, lomba membuat sinopsis, hingga pojok baca kelas menjadi strategi yang efektif dalam membangun atmosfer literasi yang menyenangkan. Tidak hanya itu, keterlibatan siswa dalam mendekorasi dan menata ulang ruang perpustakaan turut membangun rasa memiliki terhadap ruang baca, yang pada akhirnya membuat mereka merasa nyaman dan tertarik untuk terus mengunjunginya. Tim pengabdian juga memfasilitasi pembuatan sudut baca di beberapa kelas agar kegiatan membaca tidak hanya terbatas di ruang perpustakaan. Dengan pendekatan ini, kebiasaan membaca dapat menjadi bagian dari rutinitas harian siswa dan tidak lagi dianggap sebagai kewajiban, melainkan sebagai kebutuhan dan kesenangan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku literasi siswa. Siswa mulai menunjukkan ketertarikan untuk berkunjung ke perpustakaan secara sukarela di luar jam pelajaran, meminjam buku secara berkala, serta terlibat dalam aktivitas membaca dengan lebih aktif dan antusias. Kegiatan pendampingan juga berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan belajar mandiri. Guruguru di sekolah pun menjadi lebih termotivasi untuk memanfaatkan bahan bacaan dalam proses pembelajaran, dan mulai mengintegrasikan aktivitas literasi ke dalam tugas-tugas Perubahan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi di sekolah tidak cukup CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 39-44 Hompage: https//journal. id/index. php/care hanya dengan penyediaan buku, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang bersifat partisipatif dan berkelanjutan, di mana seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan, dilibatkan dalam membangun ekosistem literasi yang sehat. Pembenahan fasilitas dan pelibatan emosional siswa melalui pendekatan yang kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kebiasaan membaca di kalangan pelajar. Dengan demikian, program pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat dasar literasi siswa serta mendukung upaya menciptakan sekolah sebagai ruang yang ramah literasi dan mendorong pencapaian kompetensi secara menyeluruh. Partisipasi aktif para guru dalam kegiatan ini juga menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan program. Para guru dilibatkan tidak hanya dalam pelatihan manajemen perpustakaan, tetapi juga dalam penyusunan program literasi berbasis kelas. Guru-guru mulai mengintegrasikan aktivitas membaca ke dalam strategi pembelajaran lintas mata pelajaran, seperti membaca artikel pendek untuk pelajaran sains atau menulis refleksi dari bacaan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan ini meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi Selain itu, keterlibatan guru juga memberikan kesinambungan program literasi setelah kegiatan pengabdian selesai, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang. Dari hasil observasi dan evaluasi kegiatan, ditemukan bahwa sebanyak 75% siswa yang sebelumnya jarang mengunjungi perpustakaan mulai aktif membaca buku minimal dua kali dalam seminggu. Peningkatan juga terlihat pada kemampuan siswa dalam memahami bacaan dan menyampaikan kembali isi bacaan dalam bentuk tulisan maupun Bahkan, beberapa siswa menunjukkan ketertarikan untuk menulis cerita pendek dan puisi setelah lebih banyak terpapar bacaan yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap bahan bacaan yang layak dan lingkungan belajar yang mendukung mampu menstimulasi kreativitas dan keterampilan literasi siswa secara Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan literasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana yang konsisten dan tepat sasaran. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMP Advent Kabanjahe telah berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa dan penguatan fungsi perpustakaan sekolah. Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari identifikasi permasalahan, perbaikan fasilitas perpustakaan, penambahan koleksi buku, hingga pendampingan kegiatan literasi dan pelatihan manajemen perpustakaan, terjadi peningkatan signifikan pada minat baca dan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Siswa yang sebelumnya kurang tertarik membaca mulai menunjukkan antusiasme terhadap buku dan ruang baca yang telah ditata dengan lebih baik. Selain itu, keterlibatan aktif guru dan siswa dalam proses pendampingan turut menciptakan ekosistem literasi yang kondusif dan Dengan dukungan yang tepat, sekolah dapat menjadi pusat literasi yang aktif, mendorong siswa menjadi pembaca yang mandiri, berpikir kritis, serta mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Oleh karena itu, program ini dapat menjadi CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 39-44 Hompage: https//journal. id/index. php/care model penguatan literasi di sekolah lain, khususnya yang memiliki keterbatasan fasilitas, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional. DAFTAR PUSTAKA