Volume 25 Issue 3 . Pages 546-557 FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi ISSN: 1411-1713 (Prin. 2528-150X (Onlin. Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja Wana Syarifah1A. Muh. Ferils2. Junaeda3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah. Mamuju. Abstrak Tujuan penelitian yang dilakukan yakni: 1. Untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif dan data kualitatif sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder dengan sampel sebanyak 37 orang karyawan. Teknik Pengumpulan melalui Data Observasi. Dokumentasi. Wawancara dan Kuesioner. Teknik Pengelolaan dan analisis data dengan Uji Validitas. Uji Reabilitas, dan Uji Analisis Regresi Linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1. bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju, 2. bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju, 3. bahwa secara simultan Beban kerja dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Kata kunci: Beban kerja. kecerdasan emosional. The influence of workload and emotional intelligence on work productivity Abstract The objectives of the research conducted are: 1. To determine the effect of workload on the work productivity of employees of PT. Grow Samudra Al-Fatih. Mamuju Regency. To determine the effect of emotional intelligence on the work productivity of employees of PT. Grow Samudra Al-Fatih. Mamuju Regency. To determine the effect of workload and emotional intelligence simultaneously on the work productivity of employees at PT. Grow Samudra Al-Fatih. Mamuju Regency. The types of data used in this study include quantitative data and qualitative data while the data sources used in this study include primary and secondary data with a sample of 37 employees. Collection Techniques through Observation Data. Documentation. Interviews and Questionnaires. Management techniques and data analysis with Validity Test. Reliability Test, and Multiple Linear Regression Analysis Test. The results showed: 1. workload has a positive and significant effect partially on the work productivity of employees of PT. Grow Samudra Al-Fatih Mamuju Regency, 2. that emotional intelligence has a positive and significant effect partially on the work productivity of employees of PT. Grow Samudra Al-Fatih Mamuju Regency, that simultaneously workload and emotional intelligence have a significant effect on the work productivity of employees of PT. Grow Samudra Al-Fatih. Mamuju Regency. Key words: Workload. emotional intelligence. Copyright A 2023 Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda A Corresponding Author Email: wanasarifa007@gmail. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 546 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda PENDAHULUAN Organisasi itu merupakan Auwadah, tempat, perkumpulan atau suatu kesatuan yang memungkinkan kelompok mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai secara individuAy Gibson dalam Edison dkk, . Salah satu bentuk organisasi yang memiliki aktivitas proses produksi berupa barang ataupun jasa adalah perusahaan. Setiap perusahaan selalu menginginkan produksi yang dihasilkan sesuai target yang direncanakan bahkan melebihi targetnya dengan harapan akhir untuk meraup keuntungan yang dapat membuat perusahaan tetap mampu bertahan dan berkembang. Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan ini memiliki berbagai macam sumber daya . anusia, modal, teknologi, material, serta informas. sebagai kekuatan untuk dijalankan menjadi output yang dapat didedikasikan meraih keberhasilan. Dari berbagai sumber daya perusahaan yang dipandang berperan besar dan yang mampu mempengaruhi produktivitas perusahaan adalah sumber daya manusianya, karena manusia memiliki fungsi sebagai perancang, pengatur strategi serta penggerak dalam suatu perusahaan. Sumber daya manusia atau tenaga kerja yang bekerja dalam suatu perusahaan umumnya disebut karyawan. Pada era disrupsi saat ini perusahaan berbondong-bondong untuk menyesuaikan diri demi mempertahankan ritme pergerakannya di tengah persaingan global yang kompetitif. Lajunya perkembangan teknologi menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan untuk lebih produktif berinovasi demi meraih tempat di tengah persaingan rivalitas antara perusahaan. Hal tersebut tentunya menuntut setiap perusahaan untuk agar lebih bekerja ekstra demi keberlangsungan hidupnya. Dinamika ini tentu juga sangat berdampak bagi karyawan, sebagai penggerak roda perusahaan tentunya setiap karyawan dituntut untuk lebih agresif dan produktif menunaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Fenomena tersebut tentunya menjadi beban kerja bagi karyawan karena adanya tekanan untuk bekerja lebih produktif. Produktivitas dari suatu perusahaan tentunya sangat dipengaruhi oleh kondisi kerja karyawannya. Ketika karyawan merasa nyaman dalam bekerja, maka tentunya pencapaian target dapat dicapai sesuai perencanaan awal, namun ketika karyawan merasa tidak nyaman bekerja maka target yang diharapkan pastinya hanya menjadi angan-angan. Menurut Affandi, dkk. , . "beban kerja merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh setiap organisasi, karena beban kerja berpengaruh terhadap karyawan dalam meningkatkan produktivitas dan merasakan kenyamanan dalam bekerja". Beban kerja yang berlebih tentunya akan menimbulkan kondisi ketidakseimbangan psikolgis seseorang yang dapat menimbulkan penurunan kinerja, oleh sebabnya itu sangat dibutuhkan kesabaran dan bersikap positif terhadap pekerjaan yang dibebankan. Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Kasmir . Aumanajemen sumber daya manusia berupa suatu sistem yang berguna untuk mengelola aktivitas manusia mulai dari merencanakan kebutuhan, lalu mengadakan perekrutan, lalu menyeleksi, memberi training dan mengembangkan, pemberian balas jasa, penjenjangan karir, penjaminan rasa aman, mempererat hubungan industrial sampai dengan membuat regulasi tentang pemberhentian karyawan guna mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan kesejahteraan stakeholderAy. Selanjutnya pendapat juga diungkapkan oleh Stoner dalam Sutrisno, . Aumanajemen sumber daya manusia itu kerangka dari manajemen organisasi yang fokus kepada bagaimana merencanakan karyawan, mengadakan karyawan, mengembangkan karyawan, memelihara karyawan, serta bagaimana menggunakan karyawan secara optimal untuk pencapaian tujuan secara mandiri maupun tujuan organisasiAy. Lebih lanjut Wibowo, . , menyimpulkan pendapatnya bahwa "manajemen sumber daya manusia pada hakikatnya adalah kebijakan dan pendekatan pengelolaan sumber daya manusia secara strategis dan terintegrasi yang dirancang untuk memaksimalkan hubungan antara sumber daya manusia dan organisasinya". Produktivitas Kerja Filosofi dan spirit produktivitas ini sebenarnya sudah ada sejak awal peradaban manusia karena makna dari produktivitas itu adalah keinginan . he wil. dan upaya . manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang. Produktivitas kerja tentunya mengandung banyak definisi yang berbeda-beda menurut para pengamat, untuk lebih memahaminya berikut ini beberapa kutipan yang dipaparkan: FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 547 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda Menurut Wibowo, . menyatakan Ausuatu organisasi dikatakan produktif apabila mencapai tujuannya dan hal itu terjadi dengan mengubah masukan menjadi keluaran dengan biaya rendah, produktivitas itu ukuran dari kinerja, termasuk efektivitas dan efisiensiAy. Pendapat lain dilontarkan oleh Schermerharn dalam Busro . , yang menyatakan Auproduktivitas kerja diartikan sebagai hasil pengukuran suatu kinerja dengan memperhitungkan sumber daya yang digunakan, termasuk sumber daya manusiaAy. Selanjutnya menurut Kussriyanto dalam Sutrisno . Auproduktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu, peran tenaga kerja disini sebagai pengguna sumber daya serta efisien dan efektif Au. Dari definisi diatas penulis berkesimpulan bahwa produktivitas kerja merupakan proses kerja yang terukur dipandang dari kuantitas dan kualitas kerja dengan melihat rasio keluaran terhadap masukan dan memanfaatkan sumber daya yang ada dalam suatu organisasi secara efektif dan seefisien mungkin. Produktivitas kerja ini sangat mencerminkan berhasil atau gagalnya suatu organisasi mencapai efektifitas dan efisiensi kinerja dalam kaitannya dengan penggunaan sumber daya, artinya produktivitas kerja bisa diukur secara individu, kelompok maupun organisasi. Beban Kerja Setiap manusia tentunya diprakarsai kemampuan untuk mengelola aktivitasnya, namun ada kalanya seseorang tidak mampu menyeimbangkan kemampuan yang dimiliki dengan waktu kerjanya, hal tersebut dikarenakan adanya tuntutan kerja yang harus diselesaikan sesegera mungkin. Hutabarat . , mendeskripsikan bahwa "beban kerja itu sekumpulan aktivitas kerja yang wajib diselesaikan oleh suatu bagian organisasi atau pemegang mandat dalam kurun waktu yang Selanjutnya Gibson . menyatakan beban kerja juga dapat diartikan sebagai "terlalu padat penugasan atau terlalu minimnya waktu yang disediakan dalam menyelesaikan pekerjaan". Sedangkan menurut Vanchapo, . "beban kerja merupakan proses atau kegiatan yang mesti segera diselesaikan oleh pegawai dalam durasi waktu tertentu". Dari referensi sebelumnya terkait beban kerja peneliti memiliki kesimpulan bahwa beban kerja merupakan sejumlah tugas dan tanggung jawab yang melekat pada seorang karyawan dan harus diselesaikan sesegera mungkin dengan memperhatikan waktu penyelesaian pekerjaan, jumlah produksi yang dihasilkan, serta kualitas yang kerja yang dihasilkan. Kecerdasan Emosional Saat ini karakter seseorang sangat penting bagi tumbuh kembangnya organisasi, olehnya itu dalam memilih anggota organisasi tentunya diperlukan penjaringan terkait dengan bagaimana kecerdasan intelektual yang dimiliki, namun faktanya sekarang banyak karyawan memiliki kecerdasan intelektual tapi tidak mampu mengelola kecerdasan emosionalnya sehingga hal tersebut sering kali menimbulkan kesenjangan dalam lingkungan kerja. Goleman, . menyatakan "kecerdasan intelektual sebenarnya hanya berkontribusi sebesar 20% untuk suksesnya karir seseorang, selebihnya 80% yang berkontribusi itu faktor-faktor kemampuan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional". Dalam pernyataan ini menggambarkan bahwa pada lingkup kerja aspek perilaku emosional karyawan berkontribusi teramat berguna karena sifat kelakuan karyawan kepada pekerjaan begitu menentukan arah suksesi pencapaian tujuan organisasi. Menurut Uno, . "kecerdasan emosional itu ketangguhan agar mendorong diri pribadi dan bersiteguh menghadapi kegagalan, mengendalikan antusiasme hati dan tidak menambah-nambahi kesenangan, mengatur kondisi hati dan menjaga supaya beban pikiran tidak melumpuhkan kemampuan Pendapat lain dikemukakan Yusuf & Nurihsan, . yang menyatakan bahwa "kecerdasan emosional merupakan kesadaran terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, bersikap empati, kasih sayang, motivasi dan kemampuan untuk merespon suasana kegembiraan dan kesedihan secara tepat". Lebih lanjut Goleman, . berpandangan "kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengelola emosi, mengenali perasaan diri sendiri, memotivasi diri sendiri dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain" FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 548 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda METODE Jenis dan Sumber Data Jika ditinjau dari karakteristiknya data itu dikategorikan menjadi dua yakni data kualitatif dan data Data Kualitatif menurut Sinambela. , & Sinambela. S . , merupakan Audata yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambarAy. Data yang dihasilkan umumnya sifatnya tidak terstruktur, dikarenakan narasumber diberi kebebasan dalam berpendapat oleh sebab itu dibutuhkan kecerdasan peneliti untuk mengontrol jalannya wawancara agar dapat memperoleh informasi relevan, terarah serta tidak melebar kemana-mana. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah gambaran secara umum tempat penelitian, struktur organisasi, dan data tentang karakteristik responden. Data Kuantitatif menurut Sinambela. , & Sinambela. S . , merupakan Audata yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakanAy. Data kuantitatif ini umumnya bersifat terstruktur, sebab ragam data yang diperoleh dari sumbernya cenderung berpola lebih terstruktur, sehingga mudah diolah, dibaca, serta dianalisis. Datanya ini berupa pernyataan terkunci, responden tinggal memilih scoring atau angka yang ada pada instrumen kuesioner yang diberikan. Data kuantitatif pada penelitian ini yaitu jumlah populasi, sampel penelitian dan perhitungan kuesioner serta hasil penelitian. Sementara itu jika ditinjau berdasarkan sumbernya, data dapat diperoleh melalui sumber data primer dan sumber data sekunder: Data primer adalah Audata original yang didapatkan secara individu oleh peneliti dengan menyusun instrumen, dan mengelola hasilnya sendiri untuk menjawab permasalahan penelitian yang diajukannyaAy Sinambela. , & Sinambela. S . Pada penelitian ini yang dimaksud data primer misalnya instrumen pernyataan kuesioner, hasil pengisian kuesioner, serta hasil olahan data. Data sekunder adalah Audata yang telah diperoleh dari pihak lain, diolah, dan dipublikasikan untuk kepentingan tertentuAy Sinambela. , & Sinambela. S . Pada penelitian ini yang termasuk data sekunder misalnya struktur organisasi, jumlah karyawan, daftar kehadiran berkala, tugas pokok dan fungsi, serta literatur data berupa informasi yang bersumber dari media cetak maupun media elektronik yang sifatnya dapat atau bisa memberikan dukungan terhadap kegiatan penelitian. Populasi dan Sampel Populasi penelitian menurut Sudaryono, . adalah "wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya". Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju dengan jumlah 37 orang karyawan. Sampel penelitian menurut Sudaryono, . adalah "suatu bagian elemen dari populasi yang peneliti anggap memenuhi karakteristik untuk di pilih sebagai pemberi tanggapan". Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik "convenience sampling atau bentuk penarikan sampel yang didasarkan kemudahan" Sudaryono . , dalam penelitian ini seluruh karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju dijadikan sampel dengan jumlah 37 karyawan sebagai responden. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan suatu hal yang penting dalam penelitian, karena metode ini merupakan strategi atau cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam Peneliti mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan kegiatan penelitian ini dengan cara: Pengamatan (Observas. , merupakan "melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan" Sudaryono, . Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini dengan mengamati serta mencatat perilaku, kebiasaan dan tingkah laku karyawan yang beraktivitas, serta mengamati objek, atribut atau peralatan yang digunakan karyawan dalam Wawancara (Intervie. , merupakan "suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya" Sudaryono, . Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. AuWawancara digunakan pada penelitian ini adalah wawancara bebas, dimana terjadi tanya jawab bebas antara pewawancara dan responden, pewawancara disini tidak menggunakan FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 549 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda daftar pertanyaan sebagai pedoman, tetapi menggunakan tujuan penelitian untuk menggali informasiAy Sudaryono, . Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi awal terkait isu atau permasalahan yang ada pada objek, agar peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Kuesioner (Angke. , " kuesioner merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung . eneliti tidak langsung bertanya-jawab dengan responde. " Sudaryono, . Skala kategori yang diberikan berdasarkan atau disesuaikan dengan skala likert, yang mana skalanya memakai 5 . alternatif angka skala penelitian dimana narasumber atau responden dimohon untuk memberi tanggapan atau jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan dengan skala kategori yang sudah ditentukan sebagai berikut: Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Teknik Pengolahan dan Analisis Data Menganalisa data adalah upaya atau strategi untuk mengelola informasi yang diperoleh dari pelaksanaan riset yang dilakukan agar menjadi data yang bermakna, sehingga sifat informasi itu menjadi dapat dipahami dan digunakan untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang muncul, termasuk dalam kegiatan penelitian yang dilakukan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode asosiatif, dengan tujuan agar mampu melihat hubungan antara variabel penelitian dengan variabel dependen dan variabel independen. Untuk mempermudah peneliti mengelola dan menganalisis data digunakan bantuan software microsoft excel untuk membantu tabulasi data, dan software IBM SPSS untuk pengolahan datanya. Pengujian Kualitas Data Menguji kualitas data penelitian sebuah persepsi awal peneliti sangat tergantung dari mutu pernyataan angket yang digunakan dalam menghimpun data. Pada riset ini untuk menguji mutu data dipergunakan dua bagian yakni: Pengujian Validitas Instrumen Sudaryono, . mengemukakan bahwa validitas atau kesahihan merupakan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya". Pengujian ini dilakukan dengan memperbandingkan hasil r hitung dengan hasil rtabel, tingkat signifikan yang dipakai penelitian ini 0,05. r hitung dilihat dari output pearson correlation dari SPSS, sedangkan r tabel dilihat dari tabel distribusi r, namun yang harus diketahui terlebih dahulu adalah degree of freedom lalu dikombinasikan dengan tingkat signifikansi penelitian yang digunakan. Formulasi rumus degree of freedom : df = N Ae 2 Dimana: = Jumlah sampel = Jumlah variabel bebas Parameter penentuan keputusan pada pengujian validitas: Ketika angka r hitung > r tabel butir instrumen penelitian valid Ketika angka r hitung < r tabel butir instrumen penelitian tidak valid Pengujian Reliabilitas Sudaryono, . mengemukakan "pengujian reliabilitas berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, suatu hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama, diperoleh hasil pengukuran yang relatif sama selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah". Parameter penentuan keputusan pada pengujian reliabilitas: Ketika cronbachAos alpha > 0,60 dikatakan reliabel Ketika cronbachAos alpha < 0,60 dikatakan tidak reliabel Analisis Regresi Linear Berganda Dalam penelitian ini uji analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda karena memiliki dua variabel independen dan satu variabel dependen. Menurut Ghozali, . "Model FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 550 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, pada regresi berganda variabel bebas yang diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel terikat, yang jumlahnya lebih dari satu". Formulasi regresi linear berganda: u = b1X1 b2X2 e Deskripsi: = Produktivitas Kerja = Nilai Konstan Variabel Y = Garis Coefficients Regresi = Beban Kerja = Kecerdasan Emosional = Error (Variabel yang tidak dimasukkan dalam mode. Pengujian Hipotesis Penelitian Uji Parsial (Uji statistik . Ghozali, . berpandangan "pengujian statistik t dilakukan untuk menyaksikan kemampuan semua variabel bebas secara mandiri . dalam mendeskripsikan perilaku variabel terikat". Menguji secara individu digunakan dengan strategi memperbandingkan angka t hitung dan t tabel. Untuk melihat angka t hitung cara digunakan memperhatikan hasil analisis regresi koefisien, sementara itu melihat nilai ttabel, cara yang digunakan adalah penentuan derajat bebas atau degree of freedom, memakai besaran kekeliruan senilai 5% atau 0,05. Selanjutnya itu mencarinya di tabel distribusi t. Uji Simultan (Uji statistik F) Menurut Ghozali . AuUji statistik F dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan semua variabel bebas dimasukkan dalam model yang memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikatAy. Uji F ini dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Untuk mengetahui nilai F hitung dengan melihat hasil analisis regresi analysis of variance output SPSS. sedangkan untuk mengetahui nilai F tabel, terlebih dahulu menentukan derajat kebebasan DF1 . dan DF2 . lalu menentukan taraf signifikansinya, setelah itu melihat tabel distribusi F. Analisis Koefisien determinasi (Uji R. Menurut Ghozali . Aukoefisien determinasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya sumbangsi variabel bebas terhadap variabel baik itu secara parsial maupun secara serempak, nilai koefisien determinasi antara 0 sampai 1Ay. Ketika angka koefisien determinasi mendekati 0 . maka sumbangsinya kecil berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat sangat terbatas atau lemah, namun Ketika angka koefisien determinasi mendekati 1 . sumbangsinya dianggap besar dalam artian variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan atau hubungan kedua variabel semakin kuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Variabel Beban Kerja ( X1 ) Kecerdasan Emosional ( X2 ) Tabel 1. Hasil uji validitas Butir Pernyataan r hitung Pernyataan X1. 1 0,493 Pernyataan X1. 2 0,779 Pernyataan X1. 3 0,528 Pernyataan X1. 4 0,643 Pernyataan X1. 5 0,676 Pernyataan X1. 6 0,624 Pernyataan X2. 1 0,554 Pernyataan X2. 2 0,506 Pernyataan X2. 3 0,663 Pernyataan X2. 4 0,580 Pernyataan X2. 5 0,648 Pernyataan X2. 6 0,613 r tabel 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 551 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda Produktivitas Kerja (Y) Pernyataan Y. Pernyataan Y. Pernyataan Y. Pernyataan Y. Pernyataan Y. Pernyataan Y. 0,598 0,676 0,676 0,586 0,715 0,575 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil pengujian validitas tabel 1, menunjukkan bahwa tiap butir pernyataan yang diajukan dalam penelitian ini memiliki nilai pearson correlation . lebih besar daripada nilai product moment . 0,325. Hal tersebut bermakna bahwa seluruh butir instrumen yang diajukan dalam penelitian ini dikatakan valid serta memenuhi kriteria atau memenuhi syarat untuk dilanjutkan dalam proses pengujian Hasil Uji Reliabilitas Variabel Beban Kerja Kecerdasan Emosional Produktivitas Kerja Tabel 2. Hasil uji reliabilitas CronbachAos Alpha CronbachAos Alpha Standard 0,683 0,60 0,636 0,60 0,704 0,60 Keputusan Reliabel Reliabel Reliabel Hasil pengujian reliabilitas tabel 2, menunjukkan semua variabel yang diajukan dalam penelitian ini memiliki nilai cronbachAos alpha lebih besar dibandingkan nilai cronbachAos alpha standar . , sehingga dinyatakan bahwa semua tanggapan pernyataan responden dalam variabel yang diajukan pada penelitian ini dianggap reliabel atau terbilang handal dan konsisten, artinya memenuhi syarat untuk dilakukan analisis data. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 3. Hasil analisis regresi linear berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Beban Kerja Kecerdasan Emosional Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sig. Hasil pengujian analisis data tabel 3, menunjukkan hasil analisis regresi linear berganda dan Y = 0,994 0,450(X. 0,532(X. e Dari hasil analisis data menggunakan regresi linear berganda, peneliti menginterpretasikannya sebagai berikut: Nilai constant atau keadaan saat variabel produktivitas kerja belum mendapat pengaruh dari variabel beban kerja dan kecerdasan emosional sebesar 0,994. Artinya nilai produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju jika belum mengalami perubahan atau saat keadaan konstan sebesar 0,994. Nilai koefisien regresi variabel beban kerja menunjukkan arah positif sebesar 0,450. Artinya jika beban kerja dimasukkan ke dalam produktivitas kerja maka produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan, atau setiap kenaikan satu satuan variabel beban kerja dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju sebesar 0,450 dengan asumsi variabel lain dalam keadaan konstan. Nilai koefisien regresi variabel kecerdasan emosional menunjukkan arah positif sebesar 0,532. Artinya jika kecerdasan emosional dimasukkan ke dalam produktivitas kerja maka produktivitas kerja akan mengalami peningkatan, atau setiap kenaikan satu satuan variabel kecerdasan emosional dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju sebesar 0,532 dengan asumsi variabel lain dalam keadaan konstan. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 552 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda Pengujian uji t dan uji f Hasil Pengujian Secara Parsial (Uji Statistik . Untuk mengetahui nilai t hitung dengan cara melihat output SPSS table coefficients kolom t. sedangkan untuk mengetahui nilai t tabel caranya terlebih dahulu menentukan signifikansi penelitian, lalu menentukan degree of freedom, setelah itu lihat tabel distribusi t student uji satu pihak . ne tailed Tingkat signifikan . yang digunakan dalam penelitian ini 5% atau 0,05. Penentuan Nilai t tabel= :AeKAe1 0,05/2 : 37 Ae 2 Ae 1 0,025 : 34 Nilai t tabel yang didapatkan adalah 2,032. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama H0= AuBeban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy H1= AuBeban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy Tabel 3 hasil analisis regresi linear berganda, dapat dilihat pengaruh antara beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan menunjukkan perolehan nilai t hitung 4,732 > nilai t tabel 2,032 artinya dinyatakan berpengaruh, selanjutnya nilai coefficients regresi yang diperoleh arahnya positif sebesar 0,450, sedangkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya dinyatakan signifikan. Hasil analisis data ini diinterpretasikan Aubeban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy. Hasil pengujian tersebut memperkuat asumsi awal yang diajukan dan menjawab hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua H0= AuKecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy H2= AuKecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy Tabel 3 hasil regresi linear berganda, dapat dilihat pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan, menunjukkan perolehan nilai t hitung 5,301 > nilai t tabel 2,032 artinya dinyatakan berpengaruh, selanjutnya nilai coefficients regresi yang diperoleh arahnya positif sebesar 0,532 sedangkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya dinyatakan signifikan. Hasil analisis data ini diinterpretasikan Aukecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy. Hasil pengujian tersebut memperkuat asumsi awal yang diajukan dan menjawab hipotesis H0 ditolak, dan H2 diterima. Hasil Pengujian Secara Simultan (Uji Statistik F) Tabel 4. Hasil analisis pengujian hipotesis ketiga ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 248. Residual 67. Total Dependent Variable: Produktivitas Kerja Predictors: (Constan. Kecerdasan Emosional. Beban Kerja Tabel 4 hasil analysis of variance (ANOVA), menunjukkan perolehan nilai F hitung sebesar 62,387 > Nilai F tabel 3,209 hal ini dinyatakan adanya pengaruh secara simultan, dan nilai sig yang diperoleh 0,000 < 0,05 artinya dinyatakan signifikan. Hasil analisis data ini diinterpretasikan Aubeban kerja dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy. Hasil pengujian tersebut memperkuat asumsi awal yang diajukan dan menjawab hipotesis H0 ditolak, dan H3 diterima. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 553 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda Hasil Pengujian Analisis Koefisien Determinasi (R. Tabel 5. Hasil pengujian koefisien determinasi (R. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kecerdasan Emosional. Beban Kerja Tabel 5 hasil pengujian koefisien determinasi, menunjukkan perolehan nilai R Square 0,786 . ,6%) titiknya mendekati 1 . , maknanya kontribusi beban kerja dan kecerdasan emosional secara serempak/simultan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju tergolong kuat. Sementara itu sisanya 1 Ae 0,786 = 0,214 . ,4%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Dalam pengelolaan sumber daya manusia pada suatu perusahaan tentunya produktivitas kerja menjadi hal yang mutlak sebagai dasar untuk menilai hasil kerja karyawan. Cara mengukurnya adalah dengan membandingkan input yang dikeluarkan dengan output yang dihasilkan. Upaya perusahaan untuk meningkatkan produksi adalah dengan menekankan karyawan agar bekerja secara giat, menjalankan fungsi kontrol manajemen, memberi pelatihan untuk menggali potensi karyawan, dan memberi wewenang karyawan untuk berinovasi agar mampu bekerja dengan memperhatikan mutu serta efisiensi penggunaan alat dan waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Objek pada penelitian ini adalah karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih yakni salah satu perusahaan perseroan terbatas swasta yang beralamat di Jalan Andi Makkasau. Kelurahan Karema. Kecamatan Mamuju. Kabupaten Mamuju. Provinsi Sulawesi Barat. Saat ini PT. Grow Samudra Al-Fatih, memiliki beberapa bidang usaha mulai dari klinik, pabrik air mineral, dan bisnis property perumahan residence. Dalam penelitian ini berdasarkan observasi yang dilakukan faktor yang dianggap berkorelasi terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih adalah beban kerja dan kecerdasan emosional. Pengaruh Beban kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju Secara epistemologi perusahaan merupakan organisasi yang memiliki legalitas dan didalamnya terdapat berbagai sumber daya yang dipergunakan untuk menghasilkan keuntungan. Karyawan merupakan sumber daya yang memiliki peran sentral dalam perusahaan hal ini didasarkan karena karyawan itu berfungsi sebagai operasional dan pengelola manajerial dalam suatu perusahaan olehnya itu karyawan dituntut untuk selalu produktif dalam bekerja agar tujuan perusahaan dapat diraih secara efektif dan seefisien mungkin. Didalam melaksanakan pekerjaan setiap karyawan tentunya diprakarsai kemampuan untuk mengelola aktivitasnya, namun ada kalanya karyawan tidak mampu menyeimbangkan kemampuan yang dimiliki dengan waktu kerjanya, hal tersebut dikarenakan tuntutan kerja yang harus diselesaikan sesegera mungkin, adanya pelimpahan tanggung jawab, adanya tekanan dari pimpinan, serta adanya kejenuhan dalam bekerja hal ini dikenal dengan istilah beban kerja. Dalam penelitian ini yang dimaksud beban kerja adalah sejumlah tugas dan tanggung jawab yang melekat pada seorang karyawan dan harus diselesaikan sesegera mungkin dengan memperhatikan waktu penyelesaian pekerjaan, jumlah produksi yang dihasilkan, serta kualitas yang kerja yang dihasilkan. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan uji statistik secara parsial variabel beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan menunjukkan nilai t hitung 4,732 memiliki perolehan nilai lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel 2,032 yang bermakna adanya pengaruh secara parsial, sementara itu arah pengaruhnya dilihat dari nilai coefficients regresi dengan arah positif sebesar 0,450, selanjutnya nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari pada 0,05 dengan nilai 0,000 artinya pengaruhnya signifikan. Hasil analisis data tersebut memperkuat dan membuktikan asumsi awal peneliti bahwa Aubeban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang diselenggarakan Dewi dan Astawa, . yang menghasilkan penelitian bahwa "beban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara individu terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV. Ratio Construction". Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Suleman dan Fitriyanti, . dengan hasil penelitiannya membuktikan bahwa "beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Harapan Raya Pekanbaru". FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 554 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda Dari hasil penelitian yang dilakukan dikolaborasikan dengan penelitian terdahulu, dimaknai apabila beban kerja ditingkatkan maka produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan, oleh sebab itu sebaiknya pihak manajemen PT. Grow Samudra Al-Fatih Mamuju membuat rumusan regulasi atau standar operasional prosedur terkait target capaian kerja karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja serta menyesuaikan pekerjaan yang dipandang dari aspek kemampuan yang dimiliki karyawan untuk lebih mengefisienkan pekerjaan, melakukan penilaian kinerja secara objektif yang berdasarkan asas keadilan, memberi peluang penjenjangan karir, serta memperhatikan kebutuhan kerja karyawan, hal tersebut agar produktivitas kerja karyawan yang diharapkan oleh perusahaan dapat tercapai secara optimal. Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju Setiap manusia dalam menjalani keseharian dalam dunia kerja tentu memiliki karakter dan perilaku yang berbeda-beda dalam melaksanakan pekerjaanya, mulai dari gaya hidup, kemampuan bergaul, serta cara pandang menyikapi sesuatu. Dalam dunia kerja setiap karyawan sebelum direkrut tentunya mengalami proses seleksi, dalam proses tersebut tentunya yang utama dinilai adalah aspek pengetahuan atau lebih populer dengan istilah kecerdasan intelektual. Menurut Goleman, . "kecerdasan intelektual kira-kira hanya menyumbang 20% faktor kesuksesan seseorang, sedangkan 80% lainnya diisi oleh kekuatan lain". Selain kecerdasan intelektual, aspek yang harus dimiliki seorang karyawan dalam menjalankan pekerjaan adalah cara mengelola hubungan sosialnya mulai dari bagaimana cara mengontrol atau mengendalikan emosi, cara berkomunikasi, sampai dengan bagaimana menjalin relasi pada lingkungan sosial untuk menunjang pekerjaanya, aspek ini diistilahkan sebagai kecerdasan emosional. Dalam penelitian ini yang dimaksud kecerdasan emosional adalah Kemampuan seseorang dalam mengelola keterampilan, mengelola perasaan, memotivasi diri, mengontrol diri serta kemampuan menjalin hubungan sosial di lingkungannya. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan uji statistik secara parsial variabel kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan, menunjukkan nilai t hitung 5,301 lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel 2,032 yang bermakna adanya pengaruh secara parsial, sementara itu arah pengaruhnya dilihat dari nilai coefficients regresi dengan arah positif sebesar 0,532, selanjutnya nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari pada 0,05 dengan nilai 0,000 artinya pengaruhnya signifikan. Hasil analisis data tersebut memperkuat dan membuktikan asumsi awal peneliti bahwa Aukecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten MamujuAy. Hasil penelitian yang dilakukan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Yudianto dan Septyana, . dengan hasil penelitiannya menyatakan bahwa pada PT. BTPN Cabang Area Cirebon Timur kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dengan sumbangsinya sebesar 61,5%". Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Yunianis, . dengan judul SKRIPSI "Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan, dengan hasil penelitian terbukti bahwa kecerdasan emosional mempunyai pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawandengan sumbangsinya sebesar 58,8%". Dari hasil penelitian yang dilakukan dikolaborasikan dengan penelitian terdahulu, dimaknai apabila kecerdasan emosional ditingkatkan maka produktivitas kerja akan mengalami peningkatan, artinya apabila karyawan mampu mengelola dan meningkatkan kecerdasan emosionalnya dengan baik maka produktivitas kerja akan meningkat, begitupun sebaliknya jika pegawai kurang mampu mengelola kecerdasan emosional maka produktivitasnya tentu akan menurun dan memiliki potensi terjadinya stres dalam bekerja sehingga hasil kerjanya tidak akan akan maksimal. Olehnya itu sangat dibutuhkan "dukungan keluarga, dukungan pribadi berupa semangat intrinsik, hubungan dengan teman sejawat, hubungan dengan kelompok, serta lingkungan yang kondusif, sebagai faktor pendukung tumbuh kembangnya kecerdasan emosional. Patton dalam Wulandari, . Pengaruh Beban Kerja dan Kecerdasan Emosional terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju Setiap karyawan dalam bekerja tentu akan menemui kendala atau permasalahan dalam menyelesaikan pekerjaannya, namun yang harus selalu diperhatikan adalah sikap seseorang dalam memandang beban pekerjanya sebagai tanggung jawab yang harus diselesaikan, serta mampu mengelola FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 555 Pengaruh beban kerja dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas kerja karyawan Wana Syarifah. Muh. Ferils. Junaeda emosionalnya agar dapat menjalani dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Beban kerja dan kecerdasan emosional ini sangatlah berkaitan erat dengan produktivitas kerja, jika karyawan menganggap beban itu tanggung jawab yang harus dengan penuh semangat dijalankan serta mampu mengelola kecerdasan emosional dalam bekerja maka akan membuahkan kepuasan kerja yang tentunya akan meningkatkan produktivitas untuk mendukung perusahaan mencapai tujuannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dan kecerdasan emosional secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil Analysis Of Variance (Anova. yang menghasilkan nilai F hitung sebesar 62,387 lebih besar dibandingkan nilai F tabel 3,209, dengan nilai signifikan yang diperoleh berada dibawah 0,05 yaitu dengan nilai 0,000. Selanjutnya dilihat dari nilai koefisien determinasi keeratan hubungan beban kerja dan kecerdasan emosional secara serempak terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju tergolong kuat yakni sebesar 78,6%. SIMPULAN Merujuk pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, kesimpulan penelitian ini didasarkan atas hasil analisis data yang dikaitkan dengan rumusan permasalahan yang dibahas sebelumnya, olehnya itu peneliti memberi kesimpulan: Terbukti bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Terbukti bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. Terbukti bahwa secara simultan Beban kerja dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Grow Samudra Al-Fatih Kabupaten Mamuju. DAFTAR PUSTAKA