E-ISSN: 2549-1776 P-ISSN: 2549-3124 Vol. No. February 2024, pp. DOI: 10. 22373/adabiya. Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta Desfiana Ramdhani Rosalia1. Anis Masruri2. Interdisciplinary Islamic Studies. Konsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Pascasarjana. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Correspondence Email: desfianramdhani@gmail. Article Info ABSTRACT Article history: The purpose of this study was to determine the seminar on the introduction of artificial intelligence (AI) and the Variety of Research Tools in writing scientific papers in the Library of Ambarrukmo Tourism College (STIPRAM) Yogyakarta, and the role of seminars on studentsAo information literacy skills. Descriptive and qualitative research methods were used. Data were obtained through interviews, documentation, and observations. The researchers choose a descriptive qualitative method because of its ability to integrate all data produced descriptively through written expressions, sourced from interviewees, and considered reliable. The results showed that the seminar on the introduction of artificial intelligence (AI) and various research tools in writing scientific papers was well received by students. The material is provided in the form of an explanation of the concept of information literacy, the introduction of artificial intelligence (AI), various research tools in writing scientific papers, the practice and utilization of artificial intelligence (AI) and various research tools in writing scientific papers. This training has the effect of improving the literacy skills of scientific writing. Thus, it can be concluded that the information literacy skills of students, who were originally still limited, are now improving with this seminar. These abilities include identifying information needs, accessing and evaluating information, and utilizing the information wisely and effectively. Received: December 16, 2023 Accepted: February 04, 2024 Published: February 13, 2024 Keywords: Artificial Intelligence. Information Literacy. Libraries. Research Tolls. Seminars. Scientific Work. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan. Karya Ilmiah. Literasi Informasi. Perpustakaan. Research Tolls. Seminar. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana seminar pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan Ragam Research Tools dalam penulisan karya ilmiah di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta, dan peran seminar terhadap ketrampilan literasi informasi penulisan karya ilmiah mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, data di peroleh melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Peneliti memilih metode deskriptif kualitatif karena dalam mengintegrasikan seluruh data yang dihasilkan secara deskriptif melalui ungkapan tertulis, bersumber dari narasumber yang diwawancarai serta dianggap dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seminar pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan ragam research tools dalam penulisan karya ilmiah yang dilaksanakan dapat diterima baik oleh Materi yang diberikan berupa penjelasan konsep literasi informasi, pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan Ragam Research Tools dalam penulisan karya ilmiah dan praktik serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Ragam Research Tools dalam penulisan karya ilmiah. Pelatihan ini berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan literasi penulisan karya ilmiah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan literasi informasi mahasiswa yang semula masih terbatas, kini semakin meningkat dengan adanya seminar ini. keterampilan tersebut meliputi cara mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengakses informasi, mengevaluasi informasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak serta efektif. This is an open access article under the CC BY-SA license. : https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 56 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat saat ini telah mempengaruhi semua bidang kehidupan seperti pendidikan, masyarakat, perekonomian, dan lain-lain. Perkembangan teknologi informasi (TI) menjadi faktor utama dalam arus informasi atau information flooding (Harbani & Ilmi, 2. Kemudahan dalam mengakses informasi membuat jumlah informasi yang masuk menjadi tidak terkendali. Mencari informasi yang berkualitas dan akurat sesuai kebutuhan merupakan sebuah tantangan saat ini. Arus informasi menuntut setiap individu untuk memiliki keterampilan literasi informasi. Lebih lanjut dibenarkan bahwa keterampilan literasi informasi sangat penting bagi setiap individu karena keberadaan informasi di era sekarang ini sangat cepat dan beragam (Anjali & Istiqomah, 2. Kehadiran teknologi berperan dalam meningkatkan jumlah informasi yang tersedia, oleh sebab itu keterampilan literasi informasi sangat diperlukan. Sejak abad ke-21, literasi mencerminkan ketrampilan menggunakan teknologi untuk mengumpulkan dan mengkomunikasikan informasi (Pilgrim & Martinez, 2. Arus informasi atau information flooding menuntut setiap individu harus menjadi kritis dan selektif dalam memilih informasi yang dibutuhkannya. Tingkat informasi yang ditemukan dan dihasilkan secara intrinsik terkait dengan keterampilan literasi informasi (Hisle & Webb, 2. Literasi informasi menunjukkan kumpulan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, mendapatkan informasi yang dibutuhkan, mengevaluasi informasi itu sendiri dan sumber-sumber yang digunakan, serta mahir dalam menggunakan informasi (ALA, 2. Keterampilan literasi informasi sangat diperlukan untuk semua sektor, tidak hanya mencakup dosen, mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum. Namun demikian, dalam ranah akademis, mahasiswa dipaksa untuk memiliki keterampilan literasi informasi, salah satunya mengharuskan pameran pemikiran kritis ketika menulis karya ilmiah, untuk mencegah paparan tindakan plagiarisme yang merugikan, yang berdampak buruk pada banyak pemangku kepentingan, dan untuk memastikan akuntabilitas untuk kualitas materi tertulis yang disajikan. Literasi informasi dalam konteks penulisan ilmiah dapat dipahami sebagai penggabungan keterampilan informasi yang diperlukan, mencakup identifikasi masalah dan subjek yang sedang dibahas, eksplorasi dan pengambilan informasi terkait dari sumbersumber terkemuka, dan evaluasi informasi yang diperoleh. Komposisi karya ilmiah mengharuskan kemahiran dalam menentukan kebutuhan informasi, mengakses informasi, mengevaluasi informasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif. (Cahyadi, 2. Keterampilan literasi dapat diasah dan ditingkatkan. Di perguruan tinggi, ketrampilan literasi mahasiswa tidak hanya merupakan tanggungjawab mahasiswa sendiri tetapi juga pengaruh dari lembaga. Perpustakaan merupakan salah satu institusi yang terkena dampak dari arus informasi atau information flooding. Perpustakaan sebagai pusat layanan informasi yang berhadapan langsung dengan pengguna . ser oriente. juga mempunyai tanggung jawab untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam mencari informasi yang sesuai dengan kebutuhannya (Ghazali, 2. Dengan perkembagan arus informasi dan teknologi yang begitu cepat, perpustakaan juga dituntut untuk menyajikan rekomendasi sumber informasi ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta yang sesuai dengan perkembangan zaman (Safri, 2. Kendala-kendala yang dapat terjadi akibat dari arus informasi atau information flooding diantaranya terlalu banyaknya informasi dapat menimbulkan kesulitan dalam menentukan informasi yang relevan atau penting, kesulitan membedakan antara sumber yang kredibel dan tidak kredibel, sulit untuk memusatkan perhatian pada topik atau informasi tertentu dan lain-lain. Untuk mengatasi kendala tersebut, dapat diatasi dengan peningkatan ketrampilan literasi informasi. Perpustakaan sebagai salah satu institusi yang terkena dampak dari arus informasi atau information flooding, perpustakaan juga dapat mengatasi dampak tersebut. Selain sebagai penyedia informasi, perpustakaan juga berperan dalam memberikan pelatihan dan pengajaran literasi informasi. Orientasi literasi pada pemustaka merupakan suatu bentuk layanan perpustakaan yang diberikan untuk memudahkan penggunaan informasi dan sumber informasi baik di dalam maupun di luar perpustakaan. Perpustakaan yang ikut berperan dalam peningkatan literasi informasi bagi pemustaka, salah satunya adalah Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta yaitu memberikan bimbingan literasi dalam bentuk seminar di perpustakaan. Program literasi informasi yang dilakukan oleh Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta terbagi dalam beberapa jenis yang salah satunya berupa seminar pengenalan artificial intelligence dan ragam research tools dalam penulisan karya ilmiah. Artificial intelligence (AI) dan ragam research tools berfungsi untuk mempermudah mengorganisir informasi dan telah menjadi alat yang ampuh untuk membantu mengoptimalkan pengambilan informasi serta meningkatkan pengalaman Algoritme yang didukung artificial intelligence (AI) dan ragam research tools meningkatkan efisiensi dan akurasi pencarian informasi. Menurut (Dewi, 2. teknologi artificial intelligence (AI), seperti pemrosesan bahasa alami dan visi mesin, memungkinkan mengatur informasi secara efisien. Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pokok bahasan ini adalah penelitian ilmiah yang berjudul "Meningkatkan Kemahiran dalam Keterampilan Literasi Informasi melalui Pelatihan Literasi Informasi: Sebuah Pemeriksaan Komprehensif" yang ditulis (Mahardhini. Rahmi, & Rahmawati, 2. Penelitian ini mempelajari strategi, upaya, dan teknik implementasi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi melalui pelatihan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyak perpustakaan telah mengadopsi berbagai strategi dan upaya untuk meningkatkan literasi informasi bagi pustakawan dan pengguna. Sebagian besar perpustakaan telah menggunakan berbagai pendekatan, termasuk sesi pelatihan dan lokakarya, di samping program kegiatan literasi informasi, seperti integrasi literasi informasi dalam rencana pelajaran, pengembangan tur perpustakaan, penyelenggaraan lokakarya, dan pembuatan permainan interaktif. Beberapa perpustakaan juga telah mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan literasi informasi pustakawan dan Temuan-temuan dari penelitian ini menegaskan pentingnya literasi informasi dalam meningkatkan kemampuan individu dalam mencari, menyaring, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara efektif dan etis. Literasi informasi memainkan peran penting dalam mengidentifikasi sumber informasi yang prospektif dan menjalankan strategi pencarian, serta mengevaluasi kredibilitas sumber informasi. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan literasi informasi pustakawan, pendidik, dan peserta didik dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan program literasi lainnya. Penelitian lain yang relevan berjudul "Peningkatan Literasi Informasi dalam Penulisan Ilmiah Mahasiswa Melalui Pelatihan Zotero" yang dilakukan oleh (Anjali & Istiqomah, ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 58 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta bertujuan untuk menilai dampak pelatihan Zotero yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terhadap kemampuan menulis ilmiah dan literasi informasi mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi peran pelatihan Zotero dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi mahasiswa dalam bidang penulisan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan Zotero yang dilaksanakan oleh Perpustakaan UMY mendapat respon yang baik dari mahasiswa. Materi pelatihan meliputi konsep Zotero, instalasi aplikasi Zotero, dan praktik penggunaan aplikasi tersebut. Sebagai hasil dari pelatihan ini, terlihat adanya peningkatan kemampuan membaca dan menulis para siswa dalam konteks pembuatan artikel ilmiah. Selain itu, program pelatihan Zotero ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan Literasi Informasi dalam lingkungan perpustakaan. Penelitian lain yang relevan berjudul "Literasi Informasi Mahasiswa dalam Penulisan Sitasi Karya Ilmiah: Studi Kasus Unit Pelaksana Kegiatan Pusat Inkubator Riset Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro" yang dilakukan oleh (Suarny & Jumino. Mengeksplorasi kemampuan literasi informasi mahasiswa ketika melakukan sitasi artikel ilmiah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai kompetensi informasi mahasiswa yang berafiliasi dengan Pusat Inkubator Riset Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, khususnya dalam hal kemampuan mereka dalam menyitir artikel Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi informasi dan pentingnya penguasaan informasi dalam proses penulisan karya ilmiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan kemahiran dalam merumuskan, mengkonseptualisasikan, dan mengkomunikasikan kebutuhan informasi mereka dengan menggunakan teknik pertanyaan lima W 1H dan memprioritaskan sumber informasi utama, terutama jurnal internasional. Para mahasiswa biasanya mengakses informasi melalui laptop, menggunakan kata kunci tertentu dan mengunjungi situs-situs jurnal ilmiah. Evaluasi informasi didasarkan pada kebaruan dan relevansinya dengan topik yang Kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan informasi terlihat dari kemampuan mereka dalam memparafrasekan informasi dan memasukkannya sebagai kutipan dalam artikel mereka. Selain itu, penggunaan informasi secara etis juga ditunjukkan melalui pengakuan yang tepat terhadap sumber-sumber yang digunakan dalam artikel Peningkatan literasi informasi terutama melibatkan keterlibatan dalam kegiatan seperti menyiapkan artikel ilmiah, berpartisipasi dalam latihan membaca, dan terlibat dalam diskusi dengan para ahli yang berpengalaman di bidang yang relevan. Literasi informasi memainkan peran penting dalam penulisan karya ilmiah karena memfasilitasi identifikasi dan pengorganisasian informasi yang diperlukan untuk sebuah karya ilmiah, dengan menggunakan langkah-langkah yang direkomendasikan yang diuraikan oleh Association of Collegiate Research Libraries (ACRL). Dari ketiga penelitian terdahulu di atas, terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Persamaan yaitu sama-sama membahas tentang peningkatan ketrampilan literasi informasi yang dilakukan oleh perpustakaan melalui seminar atau pelatihan. Selain itu perbedaan pertama terdapat pada titik fokus pembahasan, penelitian terdahulu pertama berfokus pada peningkatan ketrampilan literasi informasi melalui pelatihan literasi informasi yaitu sistematik review, penelitian terdahulu kedua berfokus pada literasi Informasi enulisan karya ilmiah mahasiswa melalui pelatihan zotero dan penelitian terdahulu ketiga berfokus pada literasi informasi mahasiswa dalam menulis sitran pada artikel ilmiah, sedangkan penelitian ini berfokus pada peningkatan literasi informasi pengenalan artificial intelligence dan ragam research tools dalam penulisan karya ilmiah melalui seminar. Perbedaan kedua ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta terdapat pada locus penelitian dan perbedaan selanjutnya terdapat pada metode pengumpulan data. Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang bagaimana seminar pengenalan artificial intelligence dan ragam research tools dalam penulisan karya ilmiah di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta, dan bagaimana peran seminar terhadap ketrampilan literasi informasi dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta. METODE Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif yang menekankan pada tindakan atau observasi langsung untuk memperoleh informasi yang Pendekatan deskriptif adalah strategi penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka numerik, sehingga memberikan gambaran tentang temuan penelitian yang berasal dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumen resmi lainnya (Moleong, 2. Subjek dalam penelitian ini adalah Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta. Sedangkan obejek dalam penelitian ini peran seminar terhadap ketrampilan literasi informasi dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta. Penelitian ini mengandalkan penggunaan teknik wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data tertulis. Peneliti memilih metode kualitatif deskriptif karena kemampuannya untuk memfasilitasi integrasi data secara deskriptif melalui ungkapanungkapan tertulis. Semua data yang dihasilkan berasal dari narasumber yang diwawancarai dan dianggap dapat dipercaya. Penelitian dilakukan di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Oktober 2023, dimulai dengan observasi peneliti dan berakhir pada saat finalisasi penelitian, seperti yang dijelaskan oleh (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi informasi mencakup berbagai kompetensi yang digunakan untuk mengakses, mengevaluasi, mengelola, memanfaatkan, dan mendistribusikan informasi dengan cara yang efektif dan efisien, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika (ALA, 2. Istilah literasi informasi identik dengan literasi digital, seperti yang diuraikan oleh (Pramudyo, 2. Gagasan literasi telah berkembang dan sekarang mencakup berbagai bentuk, termasuk multiliterasi, literasi baru, literasi digital, dan literasi web. Literasi digital melibatkan kemahiran untuk mengakses, mengevaluasi, dan menghasilkan informasi secara terampil dan kritis dengan menggunakan berbagai alat dan platform teknologi (Pilgrim & Martinez. Literasi digital, seperti yang dikemukakan oleh UNESCO (Deloitte, 2. Menunjukkan kapasitas untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, menilai, menggunakan, menghasilkan, dan mengomunikasikan konten atau informasi, dengan mempertimbangkan dimensi kognitif, etika, sosial, emosional, dan teknis. Sebaliknya. Menteri Komunikasi dan Informatika dalam (Deloitte, 2. mendefinisikan literasi digital sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan kognitif sumber daya manusia di Indonesia, lebih dari sekadar kemahiran dalam mengoperasikan perangkat Pada tahun 2020, perpustakaan telah mencanangkan program kerja yang di dalamnya memuat seperti layanan informasi, sirkulasi, referensi, repository, stock opname, pemanfaatan IT library, user education, bebas pustaka, social media perpustakaan, ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 60 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta pengadaan koleksi, literasi informasi, pengolahan koleksi, weeding serta shelving. Program kerja ini dibuat dalam rangka memberikan pelayanan secara optimal kepada para pemustaka, khususnya di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta. Tabel 1: Tabel Program Kerja Perpustakaan STIPRAM No. Nama Program Kerja Pelayanan Informasi Pelayanan Sirkulasi Pelayanan Referensi Repository Layanan Tandon Pemanfaatan IT Library User Education (Pendidikan Pemaka. Bebas Pustaka Media Sosial Perpustakaan Pengadaan Koleksi Literasi Informasi Pengolahan Koleksi Cek Plagiat Shelving Program literasi informasi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta dilakukan dengan seminar, salah satu seminar yang dilaksanakan adalah Seminar Pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan Ragam Research Tools dalam penulisan karya ilmiah. Penyelenggaraan seminar ini merupakan kombinasi dari beberapa permasalahan atau tantangan yang dihadapi oleh Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta dan kebutuhan untuk memberikan pemahaman, dukungan, dan alat kepada mahasiswa di institusi tersebut agar mereka dapat lebih sukses dalam penelitian dan tugas akhir mereka serta lebih siap menghadapi perkembangan Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools di Perpustakaan STIPRAM Sejak tahun 2021. Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta telah menyelenggarakan seminar literasi informasi kepada Tujuan dari seminar ini adalah untuk memfasilitasi pemustaka sekaligus pembentukan perpustakaan, karena layanan perpustakaan di peruntukan kepada pemustaka, khusus pada seminar ini ditujukan untuk mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan tugas akhir. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan ketersediaan ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta sumber daya di perpustakaan dan sumber informasi lainnya bagi para pengguna. Tujuannya adalah untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya informasi secara efektif. Seperti yang dijelaskan oleh (Istiana, 2. program bimbingan perpustakaan terdiri dari layanan pendidikan, pelatihan, dan konseling. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi tetapi juga sebagai wadah untuk memberikan bimbingan dalam pemanfaatan informasi. Gambar 1: Pamflet Seminar Seminar Pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools adalah seminar yang memberikan pemahaman, pengetahuan, dan panduan kepada peserta seminar tentang dua topik utama: artificial intelligence (AI) dan ragam research tools penelitian yang dapat digunakan dalam rangka menyelesaikan karya ilmiah berupa tugas akhir. Dalam konteks penyelenggaraan seminar di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta, terdapat beberapa permasalahan atau alasan yang mendorong pembuatan acara seminar ini. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta sehingga seminar ini perlu dilakukan ialah kurangnya pemahaman tentang artificial intelligence (AI) dan ragam research tools, masih banyak mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir memiliki pemahaman yang kurang memadai tentang konsep artificial intelligence (AI) dan ragam research tools dan potensi aplikasinya dalam penelitian. Dalam seminar ini perpustakaan juga menghadirkan langsung narasumber yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan panduan kepada peserta seminar tentang dua topik utama: artificial intelligence (AI) dan ragam research tools. AuSeminar ini diadakan untuk memperkenalkan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang bisa di manfaatkan oleh mahasiswa untuk menulis tugas akhirnya, karena tidak bisa di pungkiri zaman semakin maju ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 62 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta dan perpustakaan ingin memberikan pemahaman bagaimana pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang Karena ini juga merupakan permintaan dari mahasiswa sendiri baik melalui DM Instagram melalui kotak saran, maupun bicara langsung kepada kami, selain itu narasumber yang kami hadirkan yaitu pustakawan yang memang ahli dalam bidang iniAy. (Pustakawan, 2. Program literasi informasi dilaksanakan selama tiga sesi. Sesi awal berfokus pada materi pelajaran literasi informasi: penelusuran informasi di era digital. Sesi kedua yaitu tentang pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang bisa di manfaatkan untuk penulisan karya ilmiah. Dan sesi ketiga adalah praktik penelusuran informasi, penggunaan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools. Ketiga sesi dalam seminar ini dilakukan selama kurang lebih 2 jam. AuSeminar ini terdiri dari tiga sesi, nanti dijelaskan dulu apa itu literasi informasi, kemudian jenis-jenis AI dan research tools yang bisa digunakan untuk menulis karya ilmiah, lalu nanti di praktikkan, waktunya kurang lebih keseluruhan dari awal hingga akhir 2 jamAy (DivisiAcara, 2. Materi yang disajikan dalam pelatihan ini dimulai dengan penjelasan tentang literasi Dari literasi dasar hingga pentingnya mengapa harus melakukan literasi Setelah penjelasan singkat tentang literasi informasi, selanjutnya diberikan pengenalan terhadap artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang bisa dimanfaatkan untuk penulisan karya ilmiah dan yang terakhir mempraktikkan bersama. Secara sederhana mahasiswa di perkenalkan dan diajarkan bagaimana memperlakukan informasi dengan baik. Proses pelatihan ini dapat digambarkan dalam bentuk pola berdasarkan materi yang diajarkan. Pola pelatihan terdiri dari 3 bagian, yaitu: Pengantar, pembahasan literasi informasi, mahasiswa diberikan gambaran mengenai literasi informasi. Pentingnya literasi informasi dan strategi untuk mengambil informasi. Proses penelusuran dan menemukan informasi melalui media fisik . eperti buku, majalah, dan jurna. dan media digital . ermasuk internet, komputer, dan media elektroni. , yang mencakup data tekstual, video, audio, dan gambar, dengan tujuan membantu khusus untuk penelitian, perumusan artikel, dan perolehan informasi untuk tujuan pengambilan keputusan. Pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang bisa dimanfaatkan untuk penulisan karya ilmiah. Pada tahap ini dijelaskan fitur-fitur yang terdapat pada artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang bisa digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak kesulitan dalam mempraktikkan dan memanfaatkan setelahnya. Artificial Intelligence (AI) - ChatGPT - Researchrabbit. - SciSpace Ragam research tools - Menggunakan Boolean operator AND. OR dan NOT, serta sintaks untuk mencari informasi. Istilah pencarian merupakan susunan dan penyatuan dari kosakata yang memiliki persamaan kata . dengan menggunakan metode pencarian penggabungan antara Boolean Logic seperti AND. OR. NOT dan google syntax untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih spesifik. Berikut kriteria istilah pencarian yang digunakan ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta Untuk para akademisi, menggunakan sumber primer . rtikel jurna. sebagai o http://garuda. o DOAJ, o https://w. o Google scholar, o dan sumber open source journal lainnya. - Akademisi bisa cek rating jurnal online dengan menggunakan o http://sinta. o scimago - Cek sumber primer sebagai pendukung, dan mengelola sumber informasi dengan menggunakan aplikasi reference manager o Endnote, o Zotero, o Mendeley - Jurnal predator untuk mendapat jurnal bebas predatory yaitu https://predatoryjournals. - Kenali definisi plagiarisme dan jenis-jenisnya di website anti plagiarisme o Plagiarim. o Turnitin. com, dan lain-lain. - Berbagai jenis search engine - Cek jenis domain, seperti edu atau . ac untuk bidang pendidikan dll. Mepraktikkan secara bersama-sama, mahasiswa akan diajarkan cara menggunakan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang ingin digunakan. Selama seminar, mahasiswa didorong untuk bertanya kepada narasumber jika mereka menghadapi kesulitan. Narasumber juga memperluas ketersediaan mereka kepada mahasiswa, jika mereka memiliki pertanyaan atau menemukan kesulitan dalam proses pelatihan dalam seminar. Seminar ini dilaksanakan untuk memfasilitasi kemampuan mahasiswa untuk sepenuhnya memanfaatkan seminar dan dengan demikian meningkatkan proses penulisan mereka. Tidak diragukan lagi, seminar ini dapat sangat memudahkan penciptaan karya mahasiswa, terutama yang bersifat ilmiah. Pengenalan kecerdasan buatan (AI) dan berbagai alat penelitian atau research tools sangat mudah beradaptasi dan ramah pengguna, melayani individu dari semua latar belakang. Gambar 2: Kegiatan Seminar ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 64 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta Literasi Informasi Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Keterampilan literasi informasi bervariasi dan dipengaruhi oleh latar belakang dan Keterampilan literasi informasi dalam bidang penulisan karya ilmiah meliputi menentukan informasi apa saja yang diperlukan pada saat menulis, seperti mengakses informasi pada saat diperlukan, mengevaluasi informasi dan sumber yang digunakan, serta menulis karya ilmiah, yaitu dengan melibatkan penggunaan informasi secara efektif pada saat menulis. Keterampilan literasi informasi diperlukan untuk memperoleh informasi berkualitas yang memenuhi kebutuhan. Pada era digital, saat informasi berlimpah dan mudah diakses melalui internet, literasi informasi sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang diperoleh akurat, andal, dan relevan. Lebih lanjut literasi informasi adalah ketampilan untuk mengakses informasi dengan menggunakan teknologi agar mendapatkan informasi yang valid atau benar (Rachmawati. Fitriawati, & Saepudin, 2. Jika seseorang memperhitungkan kualitas informasi yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah, hal itu akan berdampak pada kualitas karya tulis ilmiah tersebut secara keseluruhan. Seperti yang dijelaskan oleh (Cahyadi, 2. kemahiran dalam menentukan kebutuhan informasi dan mendapatkan akses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembuatan karya tulis ilmiah. Secara khusus, mahasiswa semester akhir di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) di Yogyakarta, yang sedang mengerjakan tugas akhir, diamati untuk mengetahui kemampuan mereka dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, mendapatkan informasi yang diperlukan, menilai sumber informasi, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh secara efektif. Gagasan literasi informasi, seperti yang diuraikan oleh American Library Association (ALA, 2. mendukung pemahaman bahwa aspek-aspek ini sangat penting dalam proses penyusunan karya ilmiah. Mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta sebelumnya belum pernah dibekali bimbingan literasi informasi oleh perpustakaan ktrampilan literasi informasi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Pendapat lain dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip oleh Doyle dalam Bruce . (Mahardhini. Rahmi, & Rahmawati, 2. menyatakan bahwa: AuAn information literate person is one who: recognises the need for information, recognises that accurate and complete information is the basis for intelligent decision making, identifies potential sources of information, develops successful search strategies, accesses sources of information, including computer-based and other technologies, evaluates information, organises information for practical application, integrates new information into an existing body of knowledge, and uses information in critical thinking and problem Ay Ciri-ciri utama individu yang memiliki literasi informasi ialah satu aspek kemampuan untuk memperoleh pengetahuan secara mandiri, memikul tanggung jawab atas pembelajarannya sendiri, dan secara aktif mencari dan menyelesaikan masalah. Aspek penting lainnya adalah pencapaian kemahiran dalam proses informasi umum dan khusus, yang mencakup teknik untuk menemukan sumber informasi online. Selain itu, ini melibatkan keahlian dalam menggunakan beragam teknologi dan sistem informasi, mulai dari materi cetak hingga jaringan digital. Selain itu, melibatkan internalisasi nilai-nilai yang mendukung pemanfaatan sumber daya teknologi dan informasi. Selain itu, diperlukan kesadaran yang komprehensif mengenai banyaknya sumber informasi yang tersedia, mulai dari jurnal ilmiah hingga sumber daya elektronik. Selain itu, hal ini memerlukan kemampuan untuk melatih pemikiran kritis ketika mengumpulkan dan memanfaatkan informasi. Terakhir, hal ini ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta memerlukan penanaman perspektif khusus pada bidang informasi, yang mencakup pertimbangan penelitian terkait informasi, pengambilan keputusan, dan pembelajaran. Berdasarkan temuan, kecakapan literasi informasi mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo Yogyakarta (STIPRAM) dalam menulis karya ilmiah sudah terlihat secara efektif. Secara umum, siswa-siswa tersebut memiliki kemampuan literasi informasi, khususnya dalam penulisan karya ilmiah. Meskipun demikian, keterampilan yang mereka miliki masih bersifat dasar dan terbatas pada batasanbatasan tertentu. Dalam proses identifikasi informasi, siswa mampu memastikan inti permasalahan yang diangkat atau merumuskan masalah, sehingga pencarian informasi menjadi lebih Dalam hal mengakses dan mengambil informasi, siswa menunjukkan preferensi terhadap sumber daya elektronik atau online, yang dianggap lebih nyaman dan mudah Prosedur identifikasi informasi yang diinginkan biasanya dilakukan dengan membaca judul dan abstrak, dilanjutkan dengan pelestarian informasi yang dianggap Namun pengambilan informasi saat ini dilakukan secara sederhana, hanya mengandalkan penggunaan kata kunci, tanpa menggunakan strategi pencarian seperti operator Boolean dan sintaksis Google. Penggabungan strategi pencarian perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan efisiensi pencarian informasi. Selain itu, evaluasi informasi dilakukan dengan cara yang tidak rumit, dengan memanfaatkan informasi dari sumber terpercaya seperti Google Cendekia, database jurnal, dan ebook (Lien. Gunawan. Aruan, & Kusuma, 2. Siswa melakukan evaluasi dengan memverifikasi relevansi judul dan abstrak informasi, namun gagal melakukan penilaian komprehensif mengenai kredibilitas, penerapan, dan kekinian sumber. Keterampilan literasi informasi, khususnya evaluasi informasi secara kritis dan menyeluruh, memegang peranan penting dalam menentukan kualitas informasi yang dihasilkan. (Septiyantono T. , 2. Tahap terakhir yang menyangkut pemanfaatan informasi meliputi pemanfaatan informasi yang telah dicari, diakses, dan dievaluasi untuk menunjang penulisan karya ilmiah. Secara keseluruhan mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta sudah mulai memiliki ketrampilan dasar literasi informasi, terutama dalam penulisan karya ilmiah. Dilihat dari ketujuh unsur yang dikutip oleh Doyle dalam Bruce . (Mahardhini. Rahmi, & Rahmawati, 2. , ketrampilan mahasiswa sudah sesuai dengan ketujuh karakteristik melek literasi informasi. Ketrampilan tersebut yaitu cara mengidentifikasi informasi, mengakses informasi, mengevaluasi informasi dan memanfaatkan informasi. Hanya saja ketrampilan literasi informasi mereka masih terbatas dan sederhana sehingga perlu dilatih dan dibimbing agar semakin meningkat. Peran Seminar Terhadap Ketrampilan Literasi Informasi Mahasiswa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (UndangUndang No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaa. Dalam Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan juga dijelaskan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Perpustakaan selain sebagai sumber informasi, juga memiliki tugas untuk menyebarkan informasi, terutama informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka (Istiqomah & Ernawati, 2. Pengetahuan literasi informasi dapat diajarkan kepada pemustakanya agar mempermudah mereka dalam memanfaatkan informasi. Perpustakaan dan pustakawan juga ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 66 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta memiliki turut berperan dalam penggunaan informasi secara efektif baik informasi di perpustakaan maupun informasi di luar perpustakaan (Septiyantono, 2. Menurut (Piliang, 2. Perpustakaan berfungsi sebagai pusat informasi yang fokus pada distribusi informasi kepada pengguna. Salah satu metode penyebaran informasi adalah perpustakaan melakukan upaya dan strategi yang beragam dalam meningkatkan literasi informasi, baik melalui pelatihan atau seminar maupun program literasi lainnya. Seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools yang dilakukan oleh Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta merupakan bagian dari program literasi informasi. Program Literasi tujuannya untuk membantu pemustaka dalam memanfaatkan informasi dan sumber informasi secara Program literasi informasi berupa seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Pelatihan tersebut dapat mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, terutama pembuatan tugas akhir berupa karya ilmiah seperti skripsi dan lain-lain. Setelah mengikuti seminar peserta memiliki beberapa kompetensi dalam berliterasi informasi. Materi seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools secara keseluruhan dapat diterima dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dengan adanya seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools ketrampilan literasi informasi penulisan karya ilmiah mahasiswa semakin meningkat. Mulai dari ketrampilan mengidentifikasi kebutuhan informasi mahasiswa semakin kritis. Dalam menelusur informasi yang sebelumnya hanya mengetahui google scholar, mahasiswa mengetahui tautan seperti database jurnal yang dilanggan STIPRAM, open access jurnal, database jurnal yang dilanggan perpustakaan nasional, jurnal nasional dan internasional. Selain itu mahasiswa mampu mengenal dan menerapkan beberapa strategi penelusuran informasi seperti penggunaan boolean operator, sintaks dan lain-lain. Mahasiswa juga memiliki pemahaman dasar tentang apa itu artificial intelligence, dan bagaimana artificial intelligence (AI) digunakan dalam berbagai aplikasi seperti ChatGPT, researchrabbit. SciSpace dan lain-lain, serta dampaknya pada dunia Dalam memanfaatkan informasi mahasiswa juga mulai mengetahui kelola sumber informasi dengan aplikasi aplikasi reference manager Endnote. Zotero. Mendeley. Serta mengenali definisi plagiarisme dan jenis-jenisnya di website anti plagiarisme seperti org, turnitin. com, dan lain-lain. Hasil penelusuran semakin luas dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools dan menjadi beragam sumber informasi. AuDari seminar ini jadi tau banyak aplikasi yang membatu menyelesaikan tugas akhirAy (Audience 1, 2. AuAwalnya mencari sumber dari google scholar aja, tapi setelah seminar jadi tau banyak ragam research tools dan ada AI yang setelah praktik tadi sangat membantu, yang tentunya akan saya gunakanAy (Audience 2, 2. AuSelain di perkenalkan AI dan ragam research tools juga di perkenalkan cara mengatasi plagiarisme dan jenis-jenisnya website anti plagiarisme yang bisa digunakanAy (Audience 3, 2. Secara keseluruhan, adanya pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools dalam penulisan karya ilmiah yang dilakukan oleh Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta ini dirasa sangat membantu mahasiswa, terutama dalam hal penulisan. Ketrampilan literasi informasi penulisan karya ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta ilmiah mahasiswa juga meningkat, mulai dari mengidentifikasi informasi, mengakses informasi, mengevaluasi informasi, bahkan memanfaatkan informasi KESIMPULAN Perpustakaan berfungsi sebagai pusat informasi yang fokus pada distribusi informasi kepada pengguna. Salah satu metode penyebaran informasi adalah perpustakaan. Perpustakaan melakukan upaya dan strategi yang beragam dalam meningkatkan literasi informasi, baik melalui pelatihan atau seminar maupun program literasi lainnya. Seminar Pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools untuk penulisan karya ilmiah oleh Perpustakaan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) merupakan bagian dari program literasi informasi. Pembahasan yang dipaparkan dalam seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools untuk penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut meliputi penjelasan tentang konsep literasi informasi, memperkenalkan jenis-jenis artificial intelligence (AI) dan ragam research tools untuk penulisan karya ilmiah, dan mempraktikkan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools untuk penulisan karya ilmiah. Seminar yang diberikan sangat informatif dan membantu dalam mengelola Seminar ini juga sangat berpenran dalam mengembangkan ketrampilan literasi informasi mahasiswa yang pada awalnya terbatas, mengalami peningkatan dengan adanya seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools untuk penulisan karya ilmiah. Ketrampilan dalam hal ini dmulai dari mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengakses informasi, mengevaluasi informasi dan sumber dan memanfaatkan informasi secara bijak dan efektif atau dengan kata lain memiliki ketrampilan untuk menavigasi, mengevaluasi, dan membuat informasi secara efektif serta kritis menggunakan berbagai teknologi digital. Seminar ini juga membantu perpustakaan mengetahui sejauhmana kemampuan literasi informasi mahasisswa. Dengan konsep dan metode seminar ini, dalam meningkatkan kemampuan literasi dan menjalankan program perpustakaan tentunya sangat meminimalisir anggaran biaya maupun fasilitas mendukung, karena perpustakaan memanfaatkan fasilitas yang ada berupa ruang multimedia yang ada diperpustakaan dan menghadirkan langsung narasumber yang ahli dalam bidangnya yang memeiliki hubungan kerjasama dengan perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, implikasi dengan adanya seminar pengenalan artificial intelligence (AI) dan ragam research tools ketrampilan literasi informasi penulisan karya ilmiah mahasiswa semakin meningkat, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan informasi mahasiswa semakin kritis, proses menelusur informasi yang sebelumnya hanya mengetahui satu research tools saja, kini mahasiswa mengetahui tautan seperti database jurnal yang dilanggan STIPRAM, open access jurnal, database jurnal yang dilanggan perpustakaan nasional, jurnal nasional dan internasional. Selain itu mahasiswa mampu mengenal dan menerapkan beberapa strategi penelusuran informasi seperti penggunaan boolean operator, sintaks dan lain-lain. Mahasiswa juga memiliki pemahaman dasar tentang apa itu artificial intelligence, dan bagaimana artificial intelligence (AI) digunakan dalam berbagai aplikasi seperti ChatGPT, researchrabbit. SciSpace dan lain-lain, serta dampaknya pada dunia ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 68 Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta REFERENSI ALA. Framework for Information Literacy for Higher Education. Chicago: The Association College Research Libraries. Retrieved http://w. org/acrl/sites/ala. acrl/files/content/issues/infolit/framework1. Anjali. , & Istiqomah. Meningkatkan literasi informasi penulisan karya ilmiah mahasiswa melalui pelatihan zotero. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi(Vol. No. , 198-210. doi:10. 22146/bip. Cahyadi. Kemampuan literasi informasi peneliti dalam penulisan karya ilmiah di Loka Litbangkes Pangandaran. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan, 139-150. Deloitte. Roadmap Literasi Digital 2020-2024 Kementerian Komunikasi dan Informatika . Siberkreasi. Dewi. Kecerdasan Buatan sebagai Konsep Baru pada Perpustakaan. ANUVA, 4. Retrieved oktober 14, 2023, from http://ejournal. id/index. php/anuva DivisiAcara. Oktober 2. Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools di Perpustakaan STIPRAM. Ghazali. Evaluasi Sistem Temu Kembali Informasi Opac (Online Public Access Catalogu. Di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Alwatzikhoebillah (Kajian Islam. Pendidikan. Ekonomi. Dan Humanior. (Vol. i No. Januari Ae Juni 2. , 99Ae111. Harbani. , & Ilmi. Pendayagunaan Katalog Sebagai Sarana Penelusuran Informasi Oleh Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi(Vol 6 No 2. Tahun 2. , 138 - 147. Hisle. , & Webb. In Information Literacy Concepts: An Open Educational Resource. Joyner Library. ECU. Indonesia. Undang-Undang No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Istiana. Layanan Perpustkaan. Yogyakarta: Ombak. Istiqomah. , & Ernawati. The Use of Social Media to Increase The Dissemination of Scientific Information in State University of Malang Library. Roles of Library Science. Documentation, and Archives in Education in The Era of Technology and Information. International Conference on Library and Information Science. Bandung. Mahardhini. Rahmi, & Rahmawati. Peningkatan Kemampuan Literasi Informasi Melalui Pelatihan Literasi Informasi: Sistematik Review. LIBRARIA Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi(Vol. No. , 2614-3534. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Pilgrim. , & Martinez. Defining Literacy in the 21 st Century : A Guide to Terminology and Skills 21st Century Literacies Information Literacy. Texas Journal of Literacy Education, 60-69. Piliang. SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI DENGAN MENDAYAGUNAKAN MEDIA KATALOG PERPUSTAKAAN. Jurnal IqraAo, 7. , 1-8. Retrieved from https://core. uk/download/pdf/53037189. Pramudyo. Literasi Web: Definisi. Keterampilan dan Konteksnya di Indonesia. ANUVA, 345-354. Retrieved from http://ejournal. id/index. php/anuva Pustakawan. Oktober . Program Literasi Informasi. Rachmawati. Fitriawati, & Saepudin. Studi Tentang Kemampuan Literasi Informasi Di Kalangan Siswa Menengah Pertama. EDULIB : Journal of Library and Information Science, 17Ae28. doi:doi. org/10. 17509/edulib. Safri. Strategi Preservasi Digital di Perpustakaan STMIK AMIKOM Yogyakarta. Jurnal Adabiya. (Vol. No . , 84-96. DOI: 10. 22373/adabiya. Septiyantono. Materi Pokok Literasi Informasi. Universitas Terbuka. Suarny. , & Jumino. Literasi Informasi Mahasiswa Dalam Penulisan Sitiran Karya Tulis Ilmiah: Studi Kasus Unit Pelaksana Kegiatan Research Incubator Centre Fakultas Sains ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Peningkatan Literasi Informasi Melalui Seminar Pengenalan Artificial Intelligence dan Ragam Research Tools dalam Penulisan Karya Ilmiah di Perpustakaan STIPRAM Yogyakarta Dan Matematika Universitas Diponegoro. Jurnal Ilmu Perpustakaan (Vol 6. No . , 461470. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sulaiman. Pengantar metodologi penelitian: panduan bagi peneliti pemula. Gowa: Pustaka