Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. Analisis Manajemen Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Klinik Kesehatan Analysis of Service Management on BPJS Patient Satisfaction at Health Clinics Andika Jaya Maulana1*. Yustin Ari Prihandini2. Kiki Melda Sary3 Prodi S1 Manajemen. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Universitas Borneo Lestari Banjar Baru. Kalimantan Selatan. Indonesia Prodi S1 Gizi. Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains Teknologi. Universitas Borneo Lestari Banjar Baru. Kalimantan Selatan. Indonesia Prodi S1 Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Borneo Lestari Banjar Baru. Kalimantan Selatan. Indonesia Korespondensi Penulis: maulanaandikajaya@gmail. ABSTRACT Pharmacy is service facility used for pharmacy practice by pharmacists. Health service standards are guidelines used to provide pharmaceutical services. The quality of pharmaceutical services is related to patient satisfaction. The purpose of this study was to determine the quality of pharmaceutical services, to determine the level of satisfaction of BPJS participants and the relationship between the quality of pharmaceutical services at the X Martapura Pharmacy Clinic. This study with a cross sectional survey design conducted on BPJS patients who visit the X Martapura Pharmacy Clinic. The sample used in the study was 70 person using purposive sampling technique. Data was collected using a 5-dimensional SERVQUAL method questionnaire, namely: assurance, tangible, responsiveness, empathy and reliability. Data analysis using Chi Square test. The results of the research that have been carried out can be seen that the overall quality of pharmaceutical services at the Martapura Pharmacy Clinic is categorized as very important and the level of patient satisfaction is categorized as very satisfied. The relationship between the quality of pharmaceutical services and the level of satisfaction of BPJS participants obtained a p-value of 0. 000, which means that there is relationship between the quality of pharmaceutical services and the satisfaction level of BPJS participants at the Martapura Clinic Pharmacy. Keywords : Pharmaceutical service quality, patient satisfaction, pharmacy ABSTRAK Standar pelayanan kesehatan merupakan pedoman yang digunakan untuk memberikan pelayanan tenaga kesehatan. Mutu pelayanan tenaga kesehatan berhubungan dengan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan, mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS dan hubungan kualitas pelayanan tenaga kesehatan di Klinik X Martapura. Penelitian ini dengan desain survei cross sectional yang dilakukan pada pasien BPJS yang berkunjung ke Klinik X Martapura. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 70 orang dengan menggunakan teknik purposive Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner metode SERVQUAL 5 dimensi yaitu: jaminan, bukti nyata, daya tanggap, empati, dan keandalan. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa secara keseluruhan mutu pelayanan kefarmasian di Klinik X Martapura. berkategori sangat penting dan tingkat kepuasan pasien berkategori sangat puas. Hubungan kualitas pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS diperoleh p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara kualitas pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS di Klinik X Martapura. Kata Kunci : tenaga kesehatan, manajemen pelayanan, klinik Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. PENDAHULUAN Indonesia memiliki Badan Hukum kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosia. BPJS diselenggrakan agar rakyat Indonesia mendapatkan manfaat, asas kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang layak dalam hal kesehatan BPJS pelayanan kesehatan yang layak untuk Indonesia. Tetapi pelayanan, efektivitas, keselamatan pasien dan kepuasan pasien antara pasien pengguna BPJS dan umum . asien yang tidak menggunakan BPJS). Maka dari itu pemerintah harus melakukan evaluasi agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (Solechan, 2. Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan pelayanan yang didapatkan dengan apa Pelayanan didapatkan apabila sesuai dengan apa yang diharapkan pasien maka pasien akan merasa puas, namun jika pasien tidak mendapatkan pelayanan yang diharapkan maka pasien akan merasa tidak puas. Salah satu fasilitas kesehatan yang digunakan (Wididana, 2. Menurut Yuniar & Handayani . , apotek di Kota Tanggerang Selatan Kab. Serang. Kota Bekasi. Kab. Bogor. Kota Yogyakarta. Kab. Bantul. Kota solo dan Kab Sragen memiliki tingkat kepuasan tertinggi pasien yaitu pada dimensi keramahan . dan tingkat kepuasan terendah pasein pada dimensi jaminan . , yaitu obat yang ditanggung oleh BPJS dan dalam hal ketersediaan obat pada pasien BPJS. Menurut Akbar dkk . , di Puskesmas Karang Intan 2 Kab. Banjar, pada dimensi bukti langsung . terdapat 45,59% pasien yang merasa tidak puas karena belum terdapat brosur atau leaftlet di apotek, hal ini dapat terjadi karena kurangnya tenaga kerja pada apotek Menurut Wididana . di Rumah Sakit Umum Shanti Graha Kab. Bulelang, didapatkan kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan Semakin baik kualitas pelayanan yang didapatkan oleh pasien maka semakin meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Klinik X merupakan salah satu Kecamatan Sungai Sipai Kecamatan Martapura. Klinik ini beroperasi sejak maret 2018 dan sudah bekerja sama dngan BPJS kesehatan sejak agustus 2018. Adapun pelayanan kesehatan yang komprehensif baik dalam gedung maupun pada home care di wilayah Martapura dan Banjarbaru. Klinik X memiliki fasilitas berupa pelayanan apotek, pelayanan home care . erawatan kesehatan di ruma. , pelayanan dokter umum, pelayanan dokter gigi, pelayanan keperawatan, pelayanan akupuntur medik, laboratorium, pelayanan perawatan luka modern dan khitan modern . unat modern tanpa jarum sunti. Setelah melakukan observasi di Apotek Klinik X Martapura, resep pasien rawat jalan BPJS di klinik x selama 3 bulan terakhir . eptember, oktober dan novembe. sebanyak 230 Di Apotek Klinik X juga belum pernah melakukan penelitian tentang kepuasan pelayanan kefarmasian METODE Penelitian ini bersifat deskriptif menggambarkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian yang didapatkan dan dengan menggunakan rancangan survey cross sectional dengan memakai instrument penelitian yaitu kuesioner. Hasil penelitian didapatkan kualitas pelayanan kefarmasian . berkategori sangat penting dan tingkat kepuasan peserta BPJS . berkategori sangat puas. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - April 2023 di Apotek Klinik X Martapura. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien BPJS yang berkunjung Apotek Klinik X Martapura selama 3 bulan terakhir . eptember, oktober dan novembe. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak 70 sampel. Teknik pengambilan data yang dilakukan pada penelitian yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilakukan menggunakan dua variabel yaitu variabel (Kualitas (Tingkat kepuasan peserta BPJS). Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi kenormalan data yang dapat Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. dilakukan menggunakan test Kolmongrovsmirnow yaitu dengan ketentuan probbilitas . -valu. atau nilai signifikansi > 0,05 maka data terdistribusi normal (Ajrina. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Chi Square. Hasil uji Chi Square digunakan untuk menunjukkan tingkat kejadian, dimana jika nilai p-value . > 0,05 maka H0 diterima, maka tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Maka jika nilai p-value . 0,05 maka H0 ditolak, maka terdapat hubungan yang bermakna antara variabel dependen dan variabel independen HASIL Uji validitas yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik Pearson Correlation mengkorelasikan skor dari masing-masing item dengan skor total dengan bantuan SPSS. Uji validitas dilakukan di Apotek Klinik X Martapura dengan menggunakan 30 responden dengan taraf yang digunakan yaitu 10% (Inayah, 2. Adapun hasil uji validasi dari kuesioner kualitas pelayanan kefarmasian . kemudian dilakukan tes nilai product moment dari 30 responden dengan nilai rhitung mulai dari 0,655 sampai 0,905. Hal ini dapat menunjukkan nilai rhitung > dari rtabel . sehingga instrumen tingkat kepuasan peserta BPJS . yang terdiri dari 28 item dinyatakan valid. Uji reabilitas dilakukan pada semua dinyatakan valid. Uji reabilitas dianggap reliable atau terpercaya apabila instrumen atau data tersebut konsisten menunjukkan hasil yang sama pada saat dilakukan pengukuran (Pertiwi, 2. Penelitian ini menggunakan Alpha Croncbach untuk menujukkan reabilitas instrumen. Suatu kuesioner dikatakan reliable apabila nilai Alpha Croncbach > 60% atau 0,6. Dan apabila nilai Alpha Croncbach < 60% atau 0,6 maka variabel dikatakan tidak reliable (Ajrina, 2. Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Pekerjaan Parameter 17 Ae 25 26 Ae 45 >89 Perempuan Laki-laki Ibu Rumah Tangga PNS Swasa/Wiraswasta Dll Total Hasil karakteristik di atas dapat diketahui bahwa umur responden paling banyak pada 26 Ae 45 tahun yaitu sebanyak 33 orang . ,1%), kemudian umur 46 Ae 89 tahun yaitu sebanyak 26 orang . ,1%) dan umur paling rendah responden pada 17 Ae 25 tahun yaitu sebanyak 11 orang . ,7%). Berdasarkan karakteristik jenis kelamin, responden paling banyak terdapat pada perempuan Jumlah . Persentase (%) yaitu sebanyak 43 orang . ,4%) dan responden laki-laki sebanyak 27 orang . ,6%). Berdasarkan karakteristik pekerjaan responden paling banyak Swasta/Wiraswasta sebanyak 23 orang . ,9%). IRT sebanyak 20 orang . ,6%). Dan lainlain . elajar, mahasiswa, pensiunan atau tidak bekerj. sebanyak 19 orang . ,1%) dan PNS sebanyak 8 orang . ,4%). Kualitas Pelayanan Kefarmasian Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Kualitas Pelayanan Kefarmasian Sangat tidak penting Tidak penting Cukup penting Penting Sangat penting Total Jumlah . Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas dapat kefarmasian paling banyak yaitu sangat penting sebanyak 43 orang . ,5%) dan penting sebanyak 27 orang . ,6%). Tidak ada responden penting, tidak penting dan cukup Tingkat Kepuasan Peserta BPJS Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Kepuasan Tingkat Kepuasan Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Total Jumlah . Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui tingkat kepuasan peserta BPJS paling banyak yaitu sangat puas sebanyak 43 orang . ,4%), puas sebanyak 25 orang . ,7%) dan Persentase (%) cukup puas sebanyak 2 orang . ,9%). Tidak mengatakan sangat tidak puas dan tidak puas. Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Tingkat Kepuasan Peserta BPJS di Apotek Klinik X Martapura Tabel 4. Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Tingkat Kepuasan Peserta BPJS di Apotek Klinik X Martapura Kualitas Pelayanan Kefarmasian Sangat tidak Tidak Cukup Penting Sangat Total Tingkat Kepuasan Sangat . Tidak Cukup . Puas . ,9%) . ,3%) . ,4%) . ,7%) X2 = 19,588 P-Value = 0,000 Sangat Total ,4%) ,4%) ,6%) ,4%) Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui hasil tabulasi silang dari kategori penting dan tingkat kepuasan kategori puas terdapat 17 orang . ,3%), kefarmasian kategori sangat penting dan tingkat kepuasan kategori sangat puas terdapat 35 orang . %). Hasil chi-square didapatkan nilai significancy 0,000, diketahui nilai p-value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan kualitas tingkat kepuasan peserta BPJS di Apotek Klinik X Martapura. Gambaran Tingkat Kepuasan Berdasarkan Karakteristik Responden Tabel 5. Distribusi Frekuensi Tingkat Kepuasan Berdasarkan Karakteristik Responden Di Aptek Klinik X Martapura Tingkat Kepuasan Karakteristik Responden Umur 17-25 tahun 26-45 tahun 46-89 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pekerjaan Ibu Rumah Tangga PNS Swasta/Wirasw Lainnya Total Sangat Tidak Cukup Puas Sangat Total ,4%) ,4%) ,3%) ,6%) ,9%) ,4%) ,1%) ,9%) ,7%) ,1%) ,4%) ,4%) ,7%) ,4%) ,6%) ,4%) ,9%) ,9%) ,7%) ,6%) ,6%) ,4%) ,9%) ,9%%) ,9%) ,7%) ,1%) ,4%) ,1%) Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui hasil tabulasi silang dari . berdasarkan karakteristik responden yang paling banyak yaitu pada umur 26 Ae 45 tahun sebanyak 19 orang . ,1%) berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang paling banyak yaitu perempuan sebanyak 28 orang . %) pada kategori sangat puas dan berdasarkan karakteristik pekerjaan paling banyak yaitu swasta/wiraswasta sebanyak 14 orang . %) pada kategori sangat Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. Tingkat Kepuasan Berdasarkan Indikator Kepuasan Tabel 6. Distribusi Frekuensi Tingkat Kepuasan Berdasarkan Indikator Kepuasan Kategori Responsiveness Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Emphaty Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Reliability Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Assurance Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Tangibles Sangat tidak puas Tidak puas Cukup puas Puas Sangat puas Total Jumlah . Persentase (%) Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat kepuasan Responsiveness . %), berdasarkan indikator Emphaty paling banyak menyatakan sangat puas yaitu . ,7%), berdasarkan indikator Reliability paling banyak menyatakan sangat puas yaitu . ,4%), berdasarkan indikator Assurance paling sebanyak 43 orang . ,4%) dan berdasarkan indikator Tangibles paling banyak menyatakan sangat puas yaitu sebanyak 37 orang . ,9%). PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Apotek Klinik X Martapura kualitas pelayanan kefarmasian hasil responden dengan tingkat kepuasan pasien paling banyak menyatakan sangat puas yaitu pada umur 26-45 tahun. Hal ini sesuai menyebutkan presenase tingkat kepuasan terbanyak responden yaitu pada rentang umur 26-45 tahun (Sari, 2. Umur yang muda lebih peka terhadap pelayanan yan didapatkan sehinngga lebih terbuka dalam mengungkapkan ketidakpuasannya. Usia yang lebih tua akan menerima kurangnya informasi yang didapatkan (Sari, 2. Adapun penelitian yang menyebutkan umur responden paling banyak yaitu 46 Ae 89 Ketidaksesuaian ini dapat dapat dikarenakan perbedaan pola fikir antara orang dewasa dan lansia. Orang dewasa akan melakukan hal yang mandiri dan dapat mengambil keputusan yang baik (Silva. Hasil karakteristik jenis kelamin pada responden paling banyak mengatakan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. sangat puas yaitu perempuan. Hal ini sesuai menyebutkan bahwa perempuan lebih mudah terserang penyakit dibandingkan pria, oleh sebab itu perempuan lebih banyak berkunjung ke apotek dibandingkan laki-laki (Pertiwi, 2. Hasil responden paling banyak mengatakan sangat puas yaitu Swasta/Wiraswasta. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan pekerjaan responden paling banyak yaitu pegawai swasta sebanyak 42 orang dengan persentase 42% (Monic & Santoso, 2. Adapun penelitian yang menyebutkan ibu rumah tangga merupakan pekerjaan responden yang paling banyak (Pertiwi, 2. Kualitas Pelayanan Hasil penelitian yang telah dilakukan di Apotek Klinik X Martapura kualitas pelayanan kefarmasian berkategori sangat penting dan tingkat kepuasan responden Responden merasa sangat puas terhadap pelayanan pelayanan yang baik, tenaga kefarmasian cepat dalam menanggapi keluhan pasien, memberikan informasi yang tepat kepada pasien serta bersikap ramah dan sopan kepada pasien. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan tingkat kepuasan pelayanan informasi obat di Puskesmas Karang Intan 2 berkategori puas (Akbar dkk, 2. Hasil kefarmasian paling banyak yaitu sangat penting sebanyak 43 orang . ,4%), kemudian penting dan tidak ada responden yang menyatakan cukup penting, tidak penting dan sangat tidak penting. Hal ini dapat menunjukkan pentingnya kualitas pelayanan yang harus didapatkan oleh pasien agar pasien merasa nyaman dan puas terhadap pelayanannya. Hasil berdasarkan tingkat kepuasan paling banyak yaitu sangat puas sebanyak 43 orang . ,4%). Kepuasan responden dalam pelayanan kefarmasian hal ini sesuai menyebutkan kepuasan pasien dalam tanggapannya termasuk dalam kategori (Sari. Faktor kualitas jasa atau produk, kinerja, estetika, pelayanan, harga, lokasi, fasilitas dan komuniasi juga merupakan faktor penting dalam pelayanan kefarmasian (Nursalam. Tingkat Kepuasan Berdasarkan Indikator Hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan lima indikator pelayanan yaitu kategori emphaty . dengan tingkat tanggapan responden, kemudian indikator reability . , kemudian indikator responsiveness . , kemudian indikator tangibles . ukti nyat. dan indikator assurance . memiliki tingkat kepuasan paling rendah. Indikator . memiliki tingkat kepuasan paling rendah Hal penyediaan obat atau alat kesehatan di di apotek, biaya/harga obat, expired date atau diberitahukan kepada pasien, kurang lengkapnya pemberian informasi obat sehingga pasien merasa kurang puas terhadap pelayanannya (Pertiwi, 2. Indikator . memiliki tingkat kepuasan paling tinggi Hal dikarenakan pelayanan tanpa memandang status pasien, bersikap ramah dan sopan, menanyakan keluhan pasien, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pasien dan mengucapkan terimakasih pada akhir pelayanan sehingga pasien mendapatkan memuaskan (Pertiwi, 2. Menurut Yuniar & Handayani . , indikator dengan tingkat kepuasan paling tinggi yaitu emphaty . ,4%). Hal ini dapat dilihat dari mudahnya pasien memahami penyampaian informasi obat yang diberikan. Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Tingkat Kepuasan Peserta BPJS Hubungan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan peserta BPJS dapat diketahui nilai p-value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat kefarmasian terhadap tingkat kepuasan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 121-129 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Manajemen Pelayanan TerhadapA. (Andika Jaya Maulana. Yustin Ari P. Kiki Melda Sar. peserta BPJS di Apotek Klinik X Martapura. Hal ini sesuai dengan penelitian yang sebelumnya yang juga mendapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05 artinya kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (Sari, 2. Hasil tabulasi silang kualitas pelayanan kefarmasian pelayanan dengan kategori sangat penting dan tingkat kepuasan dengan kategori sangat puas. SIMPULAN Hasil penelitian kualitas pelayanan kefarmasian berkategori sangat penting sebanyak 43 orang . ,4%). Hasil kefarmasian berkategori sangat puas sebanyak 43 orang . ,4%). Hasil analisis data menggunakan uji chisquare didapatkan nilai significancy 0,000, diketahui nilai p-value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan kualitas pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan peserta BPJS di Apotek Klinik X Martapura SARAN Untuk Apotek Klinik X Martapura untuk tetap mempertahannkan kualitas pelayanan kefarmasian yang baik sehingga pasien tetap merasa puas terhadap pelayanan yang didapatkan. DAFTAR PUSTAKA