KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 63-68 Sosialisasi Pengaruh Aplikasi Youtube Terhadap Kondisi Anak Usia 3-12 Tahun Mukh Taofik Chulkamdi1*. Zunita Wulansari2. Isnan Ridho Alamsyah3 chulkamdi@gmail. com1, zunitawulansari@gmail. com2, ridhoalamsyah998@gmail. Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Islam Balitar. Blitar. Jawa Timur. Indonesia 1,2,3 https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim: 28 Oktober 2024 Direvisi: 11 November 2024 Diterima: 20 November 2024 Kata Kunci: Pelatihan. Bisnis Syariah. Pemuda Abstrak Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada orang tua yang memiliki anak uisia 3-12 tahun agar bijak dalam menentukan tontonan di YouTube. Dari hasil pengamatan anak usia 3-12 tahun suka melihat YouTube, sementara konten-konten di YouTube mungkin tidak layak untuk di tonton anak-anak. Metode pelaksanaan pengabdian masyakat ini adalah dengan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Bence. Garum. Blitar. Sosialisasi di lakuakan dengan pembinaan kepada orang tua terhadap resiko dan manfaat penggunaan aplikasi YouTube oleh anak-anak dan memberikan strategi dan teknik kepada orang tua dan pengasuh dalam mengontrol dan mengawasi akses anak-anak mereka terhadap konten YouTube. Melalui kegiatan pengabdian masyrakaat ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif aplikasi YouTube terhadap kesejahteraan dan perkembangan anak-anak (Maharani et al. , 2. dalam rentang usia 3-12 tahun. Diharapkan penggunaan yang positif dan bermanfaat dari platform tersebut (Rediansyah, 2. , edukasi digital, pembatasan waktu layar, pilihan konten yang lebih aman. Korespondensi: Mukh Taofik Chulkamdi chulkamdi@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan seharihari, termasuk dalam pola konsumsi media oleh anak-anak(Monica Anderson & Jingjing Jiang, 2. Aplikasi YouTube, sebagai salah satu platform video terbesar di dunia, kini menjadi sarana hiburan dan belajar yang populer di kalangan anak usia 3-12 tahun. Dengan jutaan video yang tersedia secara mudah, anak-anak dapat menonton berbagai konten dari cerita animasi, lagu-lagu edukatif, hingga video eksperimen sains. Namun, di balik beragam manfaat yang ditawarkan, penggunaan YouTube juga menyimpan tantangan, terutama jika tidak diawasi dengan baik oleh orang tua dan pengasuh (Kusumawardhani et al. , 2. Paparan yang tidak terkontrol terhadap konten di YouTube dapat berdampak negatif pada perkembangan anak-anak (Fitri, 2. Beberapa dampak yang mengkhawatirkan antara lain adalah paparan terhadap konten yang tidak sesuai usia, munculnya perilaku agresif, ketergantungan pada layar, hingga gangguan dalam pola tidur. Hal ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama orang tua dan pendidik, yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak mengakses konten yang aman dan bermanfaat (Hill et al. , 2. Menjawab tantangan ini, kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Sosialisasi Pengaruh Aplikasi YouTube Terhadap Kondisi Anak Usia 3-12 Tahun" diadakan untuk memberikan edukasi E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 63-68 kepada masyarakat, khususnya para orang tua, pengasuh, dan pendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengawasan penggunaan YouTube pada anak-anak serta memberikan pengetahuan mengenai cara-cara efektif dalam membatasi dan membimbing anakanak dalam konsumsi media digital (Young & Bonaventure, 2. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat memahami dampak yang mungkin timbul dari penggunaan aplikasi YouTube, serta memperoleh wawasan dan strategi untuk mengelola waktu layar anak-anak secara bijaksana. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan diskusi yang konstruktif di antara para peserta, sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan solusi dalam mendampingi anak-anak di era digital yang semakin kompleks ini. Dengan adanya upaya bersama ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi perkembangan anak-anak, baik di rumah maupun di masyarakat. METODE Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan dalam sosialisasi mencakup beberapa pendekatan yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan mendorong partisipasi aktif dari peserta. Berikut adalah metode yang akan Persiapan Materi Edukasi: Mengembangkan materi sosialisasi yang mencakup informasi mengenai dampak positif dan negatif penggunaan aplikasi YouTube oleh anak-anak, teknik pengawasan dan kontrol (Astriningsih & Saptandari, 2. , serta solusi untuk penggunaan yang lebih aman. Materi disiapkan dalam bentuk presentasi, video edukatif, dan lembar informasi . yang mudah dipahami oleh orang tua dan pengasuh. Penyuluhan dan Diskusi Kelompok: Menyelenggarakan sesi penyuluhan yang dipimpin oleh tim ahli . sikolog anak, pakar teknologi, dan pendidi. untuk menjelaskan pengaruh penggunaan YouTube terhadap perkembangan anak usia 3-12 tahun. Penyuluhan ini akan memberikan informasi mengenai manfaat dan risiko yang harus diperhatikan, serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi dampak negatif. Setelah penyuluhan, diadakan sesi diskusi kelompok untuk memungkinkan peserta berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan mencari solusi bersama terkait pengawasan penggunaan YouTube pada anak-anak. Dengan menggunakan metode tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan edukasi yang efektif dan memberdayakan para orang tua, pengasuh, dan pendidik dalam mengelola penggunaan aplikasi YouTube oleh anak-anak, sehingga dapat tercipta lingkungan digital yang lebih aman dan positif bagi perkembangan mereka. Berikut pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 untuk rincian kegiatannya. Pelaksanaan kegitan pengamdian masyarakat ini bertempat di RT/RW 1/1 Linkungan Tanggung. Kecamatan Bence Kelurahan Garum Kabupaten Blitar. Pelaksanaan kegiatan ini akan dilakukan dalam beberapa tahapan yang terstruktur untuk memastikan sosialisasi berjalan dengan baik dan mencapai target yang diharapkan. Berikut adalah tahapan pelaksanaan kegiatan: Tahap Persiapan . Mei 2. Kegitan: Pembentukan Tim Pelaksana: Tim yang terdiri dari ahli psikologi anak (Pipit Kepala sekolah Pelita Hat. , pakar teknologi (Mukh Taofik Chulkamdi. Kom. ,M. T), pendidik , serta relawan akan dibentuk untuk merancang dan melaksanakan kegiatan sosialisasi. Penyusunan Materi: Tim akan mempersiapkan materi sosialisasi yang mencakup presentasi, video edukasi, infografis, dan modul workshop. Materi ini akan dirancang agar mudah dipahami oleh orang tua dan pengasuh. Koordinasi dengan Mitra Kerjasama: Menjalin kerjasama dengan Autis Center Pelita Hati yang beralamatkan di Jl. Sudanco Hardjono No. Bendogerit. Kec. Sananwetan. Kota Blitar. Jawa Timur 66133. Ketua RT yang beralamatkan RT/RW 1/1 Linkungan Tanggung. Kecamatan Bence Kelurahan Garum Kabupaten Blitar. Dan orang tua. Tahap Pelaksanaan . Agustus 2. Kegiatan: Pembukaan oleh ketua kegiatan dan perwakilan mitra kerjasama. Sesi penyuluhan yang disampaikan oleh ahli psikologi anak tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan aplikasi YouTube oleh anak usia 3-12 tahun. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 63-68 Penjelasan mengenai strategi pengawasan dan pengendalian orang tua terhadap penggunaan YouTube oleh anak-anak. Tahap Penyuluhan . Agustus 2. Kegiatan: Penyuluhan yang dipandu oleh pakar teknologi untuk mengajarkan cara mengatur fitur parental control pada YouTube dan aplikasi serupa (Qonita et al. , 2. Diskusi dimana peserta berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam mengawasi anak-anak saat menggunakan YouTube. Tahap Diskusi Sesi konsultasi dipandu oleh ahli bagi orang tua yang ingin mendapatkan bimbingan lebih spesifik terkait pengelolaan penggunaan YouTube oleh anak-anak. Mengumpulkan feedback peserta melalui sesi tanya jawab untuk mengetahui efektivitas kegiatan dan area yang memerlukan perbaikan. Penutupan acara, dengan pesan akhir dari ketua kegiatan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Tahap Tindak Lanjut Penyebaran Materi Edukasi: Materi yang telah disusun akan disebarkan secara online melalui media sosial dan website untuk menjangkau lebih banyak orang tua yang tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi. Pelaporan Hasil Kegiatan: Tim akan menyusun laporan lengkap yang mencakup hasil kegiatan, temuan dari diskusi dan konsultasi, serta rekomendasi yang diberikan kepada peserta. Rencana Edukasi Lanjutan: Berdasarkan evaluasi, akan direncanakan kegiatan edukasi lanjutan yang lebih spesifik untuk komunitas yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, seperti pelatihan intensif tentang fitur keamanan digital atau kampanye penggunaan gadget yang sehat bagi anak-anak. Susunan kegiatan pengabdian masyarakat ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel. 1 Susunan acara Waktu Kegiatan Keterangan Tim Seger Riyadi Persiapan Pembukaan Pembukaan Sambutan Ketua RT Materi Sesi 1 Pemaparan Materi Tanya jawab sesi 1 Isoma Sesi 2 Pemaparan materi teknologi Tanya jawab sesi 2 Bu Pipit Moderator (Zunita Wulansari. Kom. ,M. Mukh Taofik Chulkamdi. Kom. ,M. Moderator (Zunita Wulansari. Kom. ,M. Dengan pelaksanaan kegiatan yang terstruktur ini, diharapkan sosialisasi dapat memberikan dampak positif bagi para peserta dan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk mengelola penggunaan aplikasi YouTube oleh anak-anak secara bijak dan bertanggung jawab. Berikut akan dijelaskan analisis situasi dan permasalahan mitra: Analisis Situasi Situasi saat ini menunjukkan bahwa aplikasi YouTube telah menjadi salah satu sumber hiburan utama bagi anak-anak dalam rentang usia 3-12 tahun. Platform ini menawarkan berbagai macam konten, termasuk video animasi, lagu anak-anak, tutorial, dan konten edukatif. Namun, bersamaan dengan popularitasnya, muncul pula kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kesejahteraan dan perkembangan anak-anak. Menonton YouTube Berlebihan: Anak-anak sering kali menonton konten YouTube untuk jangka waktu yang lama, terutama karena ketersediaan akses yang mudah melalui berbagai perangkat. Hal ini dapat menyebabkan penurunan perhatian, gangguan tidur, dan kurangnya partisipasi dalam aktivitas fisik dan sosial yang sehat (Hill et al. , 2. Konten Tidak Sesuai: Meskipun ada banyak konten yang sesuai untuk anak-anak, platform ini juga E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 63-68 sering menyajikan konten yang tidak pantas atau tidak sesuai untuk rentang usia mereka. Kontenkonten seperti ini dapat mengandung kekerasan, bahasa kasar, atau materi yang tidak pantas, yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak-anak (Maharani et al. , 2. Kurangnya Pengawasan: Banyak anak-anak yang menggunakan YouTube tanpa pengawasan yang memadai dari orang tua atau pengasuh. Hal ini dapat mengakibatkan anak-anak mengakses konten yang tidak sesuai atau menghabiskan terlalu banyak waktu di platform tersebut tanpa batasan yang tepat (Kusumawardhani et al. , 2. Perlunya Pendidikan Digital: Karena internet dan aplikasi seperti YouTube merupakan bagian tak terhindarkan dari kehidupan modern, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan pendidikan digital kepada anak-anak mereka. Hal ini meliputi pemahaman tentang risiko dan manfaat penggunaan teknologi serta pembiasaan untuk menggunakan platform secara bertanggung jawab (Teknologi, 2. Dalam analisis tersebut, saat ini YouTube dapat menjadi sumber hiburan dan pembelajaran yang berharga bagi anak-anak, perlu adanya perhatian yang lebih besar terhadap pengawasan, pembatasan akses, dan pendidikan digital untuk melindungi kesejahteraan dan perkembangan anakanak dalam rentang usia 32. Permasalahan Mitra Permasalahan yang Terkait Di daerah RT 01 RW 01 Kel. Bence Kec. Garum Kab. Blitar adalah sebagai berikut : Konten Tidak Sesuai: Adanya konten yang tidak sesuai untuk usia anak-anak di YouTube, seperti kekerasan, bahasa kasar, atau materi yang tidak pantas, menjadi permasalahan yang serius dalam penggunaan aplikasi tersebut oleh anak-anak usia 3-12 tahun. Menonton YouTube Berlebihan: Anak-anak rentan terhadap tontonan YuoTube yang berlebihan terhadap konten YouTube, sehingga menyebabkan penurunan perhatian, gangguan tidur, dan kurangnya partisipasi dalam aktivitas fisik dan sosial yang sehat. Kurangnya Pengawasan Orang Tua: Banyak anak-anak menggunakan YouTube tanpa pengawasan yang memadai dari orang tua atau pengasuh, yang menyebabkan risiko mengakses konten yang tidak sesuai atau menghabiskan terlalu banyak waktu di platform tersebut. Tidak Adanya Filtrasi Konten yang Tepat: Meskipun ada upaya untuk menyaring konten. YouTube tidak selalu efektif dalam memblokir atau menyaring konten yang tidak cocok untuk anak-anak, menyebabkan anak-anak mudah terpapar pada materi yang tidak sesuai. Dampak pada Perkembangan Anak: Penggunaan yang berlebihan atau tidak terkendali dari aplikasi YouTube dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak-anak, mengganggu proses pembelajaran dan pertumbuhan mereka. Ketergantungan Teknologi: Penggunaan berlebihan YouTube bisa menyebabkan anak-anak menjadi terlalu bergantung pada teknologi dan mengabaikan interaksi sosial dan aktivitas fisik yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Di daerah Bence belum banyak orang tua yang memahami hal tersebut diatas sehingga perlunya pendidikan digital dan pendampingan, pengawan terhadap konten YouTube saat ini maka diperlukan Sosialisasi Pengaruh Aplikasi Youtube Terhadap Kondisi Anak Usia 3-12 Tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, terutama orang tua, pengasuh. Berikut adalah hasil yang dicapai dari kegiatan ini: Jumlah Peserta: Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari orang tua dan Peserta berasal dari berbagai kalangan orang tua yang memiliki anak usia tersebut dan memiliki minat tinggi terhadap isu penggunaan aplikasi YouTube oleh anak-anak. Peningkatan Pemahaman: Berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya setelah kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan YouTube oleh anak usia 3-12 tahun. Sebelum kegiatan, hanya 40% peserta yang memiliki pengetahuan dasar tentang risiko penggunaan YouTube oleh anak-anak. Setelah kegiatan, angka ini meningkat menjadi 85%, menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 63-68 Penerapan Parental Control: Selama workshop praktis, lebih dari 90% peserta berhasil mempraktikkan cara mengaktifkan fitur parental control pada aplikasi YouTube. Peserta juga diberikan panduan tertulis untuk memudahkan mereka menerapkan pengaturan ini di rumah. Interaksi dan Diskusi yang Positif: Diskusi berjalan dengan baik, di mana para peserta berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan penggunaan gadget oleh anak-anak. Dari diskusi ini, beberapa peserta mengaku merasa lebih didukung setelah mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Mereka juga mendapatkan tips praktis dari sesama peserta dan tim ahli. Sesi Konsultasi Personal: 7 orang tua memanfaatkan sesi konsultasi pribadi untuk berdiskusi lebih mendalam tentang masalah yang mereka hadapi. Topik konsultasi yang sering muncul adalah bagaimana membatasi waktu layar, memfilter konten yang tidak pantas, dan mengelola kecanduan gadget pada anak. Pembahasan . Efektivitas Metode Penyuluhan dan Workshop: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Penggunaan pendekatan interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan penyuluhan praktis membuat peserta lebih mudah menyerap informasi. Pemaparan yang jelas dan penggunaan contoh kasus nyata juga membantu peserta memahami konsep-konsep yang diajarkan, terutama dalam mengenali dampak negatif seperti paparan konten yang tidak sesuai dan ketergantungan layar (Kurniati & Nuryani, 2. Pentingnya Parental Control: Salah satu temuan penting dari kegiatan ini adalah bahwa banyak orang tua tidak sepenuhnya memahami fitur parental control yang tersedia di aplikasi YouTube. Setelah workshop, banyak peserta yang menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam mengelola penggunaan aplikasi tersebut oleh anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi tentang penggunaan teknologi secara aman sangat penting, terutama dalam memberikan solusi praktis yang dapat diimplementasikan sehari-hari. Peran Diskusi dalam Menemukan Solusi Bersama: Diskusi berhasil menciptakan lingkungan yang nyaman bagi peserta untuk berbagi cerita dan tantangan yang dihadapi. Para peserta menemukan bahwa berbagi pengalaman dapat memberikan dukungan moral dan ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Beberapa peserta bahkan berinisiatif membentuk komunikasi daring untuk saling berbagi informasi dan tips secara berkelanjutan. Hambatan dan Tantangan yang Ditemui: Meskipun kegiatan ini berjalan lancar, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu dalam sesi konsultasi dan perbedaan tingkat pemahaman peserta tentang teknologi. Beberapa orang tua merasa perlu mendapatkan pelatihan yang lebih mendalam, terutama mereka yang kurang terbiasa menggunakan gadget. Oleh karena itu, tindak lanjut berupa sesi pelatihan lanjutan mungkin diperlukan untuk memenuhi kebutuhan peserta yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kegiatan ini. Pentingnya Tindak Lanjut dan Edukasi Berkelanjutan: Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perlunya edukasi yang berkelanjutan terkait penggunaan teknologi oleh anak-anak. Sesi lanjutan, seperti pelatihan intensif tentang penggunaan fitur pengawasan di berbagai platform dan kampanye kesadaran yang lebih luas melalui media sosial, akan sangat membantu dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap isu ini. KESIMPULAN Kegiatan sosialisasi ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman para orang tua, pengasuh, dan pendidik tentang pengaruh aplikasi YouTube terhadap kondisi anak usia 3-12 tahun. Metode penyuluhan, workshop praktis, dan diskusi yang diterapkan efektif dalam memberikan informasi dan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh peserta di Ke depannya, upaya yang lebih berkelanjutan dan sinergis dengan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa harus terpapar pada konten yang merugikan perkembangan mereka. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 63-68 UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih Tim PkM ucapkan kepada Sekolah Pelita HAti, khususnya kepada Kepala Sekolah dan kepada para orang tua yang sudah menyempatkadiri meluangkan waktunya untuk kegian pengabdian masyarakat ini. Sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan semoga bermanfaat untuk kita semua. DAFTAR PUSTAKA