Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 2022, hal 678-683 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Masyarakat Dusun Bantan. Torgamba. Kabupaten Labuhanbatu Selatan Rahmawati1. Adenan2. Endang Ekowati3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Email : rahmawatii0404@gmail. com 1, adenan@uinsu. id 2, endangekowati@uinsu. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi satu Suro (Suroa. dan pengaruhnya terhadap keberagamaan masyarakat. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan penelitian lapangan dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan terori yang digunakan dalam penelian ini yaitu Fenomenologi. Dari hasil penelian ini ditemukanlah hasil penelitian bahwa masyarakat Dusun bantan amat sangat merespon baik dalam penyambutan Suroan ini. Dan tradisi Suroan dilakukan oleh masyarakat yaitu untuk melestarikan tradisi yang sudah ada dari zaman dahulu. Adapun tradisi Suroan yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Bantan, di antaranya Kenduri atau selamatan, tablig akbar dan acara hiburan seperti Kuda Lumping dan kesenian Wayang Kulit. Pengaruh dari tradisi Suroan ini, yaitu berpengaruh positif di mana masyarakat hanya melestarikan budaya sebagai bentuk kepedulian terhadap adat istiadat dan masyarakat semakin paham bahwa tradisi Suroan hanya sekedar tradisi bukan ajaran agama dan jika tradisi tidak dilaksanakan juga tidak berpengaruh apaun terhadap Kata kunci: Masyarakat Muslim. Tradisi Satu Suro. The Suroan Tradition and Its Influence on the Religious Society of Bantan Hamlet. Torgamba. South Labuhanbatu Regency Abstract This study aims to determine the tradition of one Suro (Suroa. and its influence on the religious The method that the author uses in this research is qualitative with a field design with data collection through observation, documentation and interviews. While the theory used in this research is phenomenology. From the results of this study, it was found that the people of Dusun Bantan responded very well to welcoming Suroan. And the Suroan tradition is carried out by the community, namely for traditions that have existed from ancient times. The Suroan traditions carried out by the people of Dusun Bantan include Kenduri or salvation, tablig akbar and entertainment events such as Kuda Lumping and Wayang Kulit arts. The influence of this Suroan tradition, which is a positive effect where the community only uses culture as a concern for customs and the community, increases the understanding that the Suroan tradition is just a tradition, not a teaching and if it is not implemented it will also have any effect on the community. Keywords: Muslim Society. One Suro Tradition. PENDAHULUAN Orang Jawa memperingati bulan Suro ini, tepat pada tanggal 1 Suro dengan kegiatan Tradisi suroan sudah mengakar di seluruh lapisan masyarakat Jawa tanpa mengenal || Rahmawati, et. || Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 2022, hal 678-683 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety golongan atas ataupun golongan bawah yang lama-kelamaan semakin menguat dan berkembang dalam berbagai bentuk. Perkembangannya tetap bertumpu pada prinsip Ausamadi-sesirih-sesuci-sarasehanAy (Bratasiswara, 2000: . Masyarakat Jawa memandang bulan Suro sebagai bulan penuh bahaya, sehingga berbagai pantangan atau larangan untuk dilakukan selama bulan Suro, misalnya dilarang untuk berpergian jauh, karena akan berakibatkan buruk apabila dilanggar (Fauzan & Nashar, 2017: 1-. Adapun larangan lainnya, yaitu masyarakat Jawa tidak berani melakukan kegiatan apapun, seperti akad pernikahan ataupun kegiatan hajatan pernikahan, karena akan menimbulkan malapetaka bagi keberlangsungan dalam hidup mereka (Siburian & Malau, 2018: 28-. Bulan Muharram atau bulan Suro termasuk salah satu bulan haram, yaitu DzulqoAodah. Dzulhijjah. Muharram. Rojab. Menurut penjelasan ulama. Al-Qodhi AbuAola rahimatullah mengatakan. AuDinamakan bulan haram karena dua makna, pertama, pada bulan tersebut diharamkan sebagai pembunuhan. Orang-orang jahiliyyah pun menyakini demikian. Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan dari pada bulan lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula sangat diagungkan jika dilakukan pada bulan haram ini (Herusatoto, 2. Sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. At-Taubah: 36, artinya: AuSesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, . dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah . agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam . ulan yang empa. itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwaAy (Departemen Agama RI, 2. Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di Dusun Bantan menyambut Bulan Suro dengan pengajian di pajak dan melakukan makan bersama dengan seluruh warga. Setiap tahun selalu berbeda acara yang dibuat, jika dana Dusun memadai pasti mengadakan hiburan Reog. Wayang kulit dan sebagainya. Masyarakat Dusun Bantan hingga sampai sekarang masih memepercayai mitos bulan Suro yang sakral dan keramat, salah satu contohnya dilarang melakukan pernikahan. Oleh karena itu, jika mitos ini tidak dilaksanakan maka akan terjadi mala petaka bagi masyarakat, akan terjadi musibah besar dan akan berpengaruh pada kehidupan yang akan mendatang. Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa kegiatan ritual berupa tradisi suroan menjadi budaya rutin masyarakat dusun Bantan, tentu memiliki dampak terhadap aspek sosial, kebudayaan, dan keberagamaan masyarakat. Dalam konteks ini, peneliti hendak memperdalam kajian terkait aspek keberagamaan masyarakat. Lebih lanjut, penelitian ini dirangkum dalam judul. AuTradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Masyarakat di Dusun Bantan. Torgamba. Kabupaten Labuhanbatu SelatanAy. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Adapun materi kajian difokuskan terhadap tema riset, yakni tradisi suroan dan pengaruhnya terhadap keberagamaan masyarakat di Dusun Bantan. Torgamba. Labuhanbatu Selatan (Assingkily, 2. Populasi yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Dusun Bantan. Adapun kriteria sampel yang harus dipenuhi dalam penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh masyarakat. Penasihat dan orang-orang tua yang paham lebih || Rahmawati, et. || Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 2022, hal 678-683 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety dalam akan Tradisi Suroan yang berdomisili di Dusun Bantan Desa Pangarungan Kecamatan Togamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pemerolehan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen (Abdurachman, 2010: . Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data (Sandu & Sodik, 2015: . HASIL DAN PEMBAHASAN Tradisi Suroan di Dusun Bantan Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan Proses pelaksanaan tradisi Suroan terdapat beberapa poin, yaitu tempat pelaksanaan dan waktu persiapan, untuk komponen acara pelaksanaan tradisi Suroan. Adapun informasi ini diperoleh dari para informan penelitian di Dusun Bantan. Tempat Pelaksanaan Tradisi Suroan Bapak Asri selaku Kepala Dusun menuturkan terkait tempat pelaksanaan: AuKalau dulu kegiatan Suroan ini dilaksanakan di perempatan atau dipertigaan jalan karena orang-orang terdahulu melaksanakannya memang diperempatan jalan, namun seiring perkembangan zaman, jadi kami merubah tempat pelaksanaanya di Pajak (Bala. Dusun dimana setiap ada acara apapun kami menyelenggarakannya di tempat tersebutAy (Hasil wawancara tanggal 20 Juli 2022, pukul 14. 20 WIB, di Dusun Banta. Berdasarkan hasil wawancara di atas, diperoleh informasi bahwa seiring dengan perkembangan zaman maka tempat pelaksanaan tradisi Suroan ikut berkembang yang awalnya dilakukan diperempatan jalan sekarang proses acara tradisi Suroan dilaksanakan di Pajak (Bala. Dusun. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Surip selaku masyarakat Dusun Bantan Kecamatan Torgamba: AuDulu Rangkaian acara Suroan dilaksanakan di perempatan jalan namun sekarang tidak lagi. Sekarang dilaksanakan di Pajak (Balai Dusu. Di Pajak (Bala. tersebut wirid bersama-sama yang dipimpin oleh Bapak Sumiran, dan yang terakhir itu membaca doa tolak balak, dan memintak keberkahan, kelancaran, dan meminta keselamatan terhadap Sang maha Kuasa agar ditahun yang baru bisa lebih bersyukur atas nikmat yang telah diberikanAy (Hasil wawancara tanggal 20 Juli 2022, pukul 15. 00 WIB, di Dusun Banta. Waktu Persiapan untuk Komponen Tradisi Suroan Pada tahap persiapan ini, masyarakat terutama para pemuda untuk membantu memepersiapkan alat-alat yang digunakan. Misalnya dalam acara kenduri yang diadakan di Pajak Dusun Bantan. Dalam proses penyambutan bulan Suro masyarakat Dusun Bantan membentuk panitia khusus yang berasal dari masyarakat Dusun Bantan itu juga. Kepanitian yang sudah terbentuk kemudian bertugas dengan bagian tugasnya masing-masing. Sehari sebelum perayaan tradisi Suroan masyarakat bergotong-royong dalam mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan pada saat tradisi Suroan. Komponen yang harus disiapkan dalam tradisi Suroan dibuat dalam waktu kurang dari 4 jam. Komponen yang harus disiapkan pertama, proses pembuatan makanan, dalam hal ini kaum ibu-ibulah yang memasak makanantempat yang telah disediakan. Dari penelitian di lapangan, peneliti mengetahui makanan yang biasa disajikan dalam tradisi Suroan antara . Nasi putih atau nasi kuning. Telur sambal. Opor ayam. Tumis kacang. || Rahmawati, et. || Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 2022, hal 678-683 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Sambal tempe. Sambal mie putih atau mie kuning. Berikut ditampilkan gambar makanan kegiatan suroan. Gambar 1. Makanan yang Disajikan dalam Tradisi Suroan. Keenam komponen tersebut menjadi isian dalam takir, semua makanan dari nasi kuning atau nasi putih, telur sambal, opor ayam, tumis kacang, sambal tempe, serta sambal mie putih atau mie kuning ini merupakan bentuk rezeki yang dimiliki masyarakat Dusun Bantan. Semuanya dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt (Aryanti & Zafi, 2. Komponen kedua yang harus disiapkan adalah pembuatan takir, di mana merupakan simbol dari ritual Suroan yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Bantan. Adapun hasil penelitian di lapangan komponen alat serta bahan yang diperlukan dalam pembuatan takir pelontang sebagai berikut: . Daun Pisang. Sodo . Gunting. Pisau. Berikut ditampilkan gambar alat pembuatan takir. Gambar 2. Alat-alat Pembuatan Takir. Dari gambar . di atas, diketahui bahwa daun pisang yang digunakan untuk membuat takir adalah daun pisang yang umurnya sedang . idak muda tidak tu. hal ini karenakan, jika memilih daun yang masih muda makan daun untuk membuat takir akan muda sobek, dan jika menggunakan daun yang terlalu tua tidak bagus untuk membungkus makanan, sehingga masyarakat Dusun Bantan menggunakan daun yang berumur sedang karena daun nya masih segar, dan jika dibentuk nantinya tidak muda sobek. Daun kelapa untuk membuat janur juga merupakan daun yang masih muda dan berwarna kuning, karena janur kuning menjadi sebuah lambang atau simbol yang selalu digunakan secara turun-temurun. Untuk sodo atau lidi yang digunakan adalah lidi dari kelapa, lidi yang diambil yang sudah tua, hal ini dikarenakan lidi yang tua lebih kuat untuk || Rahmawati, et. || Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 2022, hal 678-683 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety menjepit lipatan daun yang dibentuk, lidi dipotong kecil dengan sisi-sisi ujung yang runcing agar memudahkan untuk menjepit daun. Ibu Siti menuturkan berkenaan dengan proses pembuatan komponen dalam tradisi Suroan: AuYang diperlukan untuk membuat takir itu, bahan-bahannya antara lain, daun pisang yang sedang, dan lidi kelapa yang diambil lidi yang sudah tua agar kuat untuk menjepit daun pisang nya nanti. Semuanya ini sudah menjadi tradisi turun-temurun. Terus untuk isian takir itu sebenarnya semaunya kita, yang penting kita ikhlas, namanya juga bersedekah, niatnya untuk meminta ampunan dan ridho Allah swt. Ay (Hasil wawancara tanggal 21 Juli 2022, pukul 12. 33 WIB, di Dusun Banta. Pelaksanaan Tradisi Suroan di Dusun Bantan Kenduri/Selametan Kenduri atau yang lebih dikenal dengan istilah selamatan atau keduren . ebutan kenduri bagi orang Jaw. telah ada sejak sahulu. Pada umumnya, kenduri dilakukan setelah waktu salat Maghrib . etiap wilayah berbeda-bed. dan disajikan sebuah nasi dan takir . empat yang terbuat dari daun pisang persegi panjan. dan dibawa pulang oleh masyarakat yang menghadiri acara selametan atau kendur. Kenduri dilakukan sebagai rasa syukur, sebuah penghormatan, doAoa, atau bisa disebut juga selamatan yang dilakukan dalam hal-hal tertentu, biasa yang untuk hajatan tertentu (Hanif & Zuliani, 2. Tausyiah/Tabligh Akbar Mengadakan tausiyah atau Tabligh Akbar adalah salah satu tradisi Suroan yang dilakukan masyarakat Dusun Bantan dalam menyambut tahun baru Islam atau bulan suro. Tabligh akbar ini diadakan oleh ibu-ibu perwiritan dan dilaksanakan pada 10 Muharram. Acara tabligh akbar ini dihadiri oleh berbagai perwiritan ibu-ibu yang tidak hanya berada di Dusun Bantan tetapi juga dari luar Dusun Bantan. Acara tabligh akbar ini dibuka oleh ketua acara yang sudah mereka pilih untuk menyambut para tamu yang hadir. Acara ini dipimpin oleh beberapa Ustadzah yang dimulai dengan berzikir dan bersholawat lalu dilanjut dengan tausiyah yang berkaitan dengan bulan Muharram atau bulan Suro. Menjelang azan Dzuhur ditutup dengan doAoa untuk mengambil berkah dari acara tabligh akbar ini. Setelah azan Dzuhur berjamaah dan setelah selesai berjamaah seluruh ibu-ibu yang datang pada tabligh akbar bersalaman dengan iringan sholawat. Hiburan Kuda Lumping dan Wayang Kulit Untuk acara Kuda Lumping dilaksanakan pada sore hari atau baAoda Ashar dan kesenian wayang kulit dilaksanakan pada malam hari baAoda Isya sampai jam 4 pagi, biasanya acara ini digemari oleh orang tua. Wayang kulit ini dipimpin oleh satu Dalang yang menceritakan kisah raja-raja atau tentang lainnya, tergantung pada situasi dan kondisi dari judul cerita wayang tersebut. Penonton tidak hanya mendengar dalang, tetapi juga diselingi dengan nyanyian sinden yang membuat para penonton tidak bosan dengan cerita, serta cerita wayang semakin malam yang semakin menarik. Kegiatan wayangan ini tidak dilaksanakan tiap tahunnya di Dusun Bantan karena melihat kondisi pada masyarakat Dusun Bantan. || Rahmawati, et. || Tradisi Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 2022, hal 678-683 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum sangat penting agar siswa dapat mencapai tujuan pendidikan secara terstruktur dan berkelanjutan. Jadi, kurikulum tidak bisa dipisahkan dari pendidikan, karena kurikulum sebagai acuan dalam proses belajar mengajar. Patut diakui bahwa dengan terjadinya pandemi Covid-19, sangat mempengaruhi dunia pendidikan, dan ini ada semua hikmahnya, untuk memulihkan dunia pendidikan, lahirlah kurikulum merdeka, karena kurikulum merdeka itu kelebihanya, yaitu lebih sederhana dan mendalam, lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif, sehingga sangat cocok diterapkan setelah Covid-19. DAFTAR PUSTAKA