Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin ISSN: x-. EISSN: x-x Vol. No. Mei 2024 https://ejournal. id/index. php/pai Penerapan Metode Ummi Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Quran Fairus Shofi Supandi1. Samsul Hakim2, dan Fatmawati3 Pendidikan Agama Islam STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat. Mataram. Indonesia. fairuzsupandi2@gmail. com1, aizoehakim@gmail. fatmadikla@gmail. Abstract. The purpose of this study was to determine the Application of the Ummi Method in Learning to Read the Qur'an at SDIT AlWildan Mendagi Gerung, as well as to strengthen the results of research that has been done by previous researchers on the same The method used in this research is qualitative method. The research location is at SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung. The techniques used in data collection are observation, interviews, and While the data analysis technique uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. For data validity techniques using extended research time and triangulation. The results of research on the Application of the Ummi Method in Learning to Read the Qur'an at SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung, namely learning to read the Qur'an must be emphasized through 7 stages, namely opening, apperception, concept planting, concept understanding, skills, evaluation, and closing, then there is a target time and time allocation that must be carried out. The advantages of the Ummi method in learning to read the Qur'an are: having structured material, the Ummi method implements learning with 3 approaches, namely direct method . irect metho. , repetition . , and sincere love. As well as the obstacles that arise in the application of the Ummi method in reading the Qur'an are students who are often late in entering due to an activity that they cannot leave also because the parents of students are too busy so they are not Article History: Received: 23-01-2024 Accepted: 30-05-2024 Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Metode Ummi Dalam Pembelajaran Membaca Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung, serta untuk memperkuat hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti terdahulu mengenai permasalahan yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk teknik keabsahan data menggunakan perpanjangan waktu penelitian dan triangulasi. Hasil penelitian mengenai Penerapan Metode Ummi Dalam Pembelajaran Membaca Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung. Yaitu pembelajaran membaca Al-QurAoan harus ditekankan melalui 7 tahapan yaitu pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, keterampilan, evaluasi, dan penutup, kemudian adanya target waktu dan alokasi waktu yang harus dijalankan. Adapun keunggulan metode Ummi dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan yaitu: memiliki materi yang terstruktur, metode Ummi melaksanakan pembelajaran dengan 3 buah pendekatan yaitu direct method . etode langsun. , repetition . iulang-ulan. , dan kasih sayang Kata Kunci: ummi, pembelajaran membaca al-qurAoan Keywords: method, learning to read the qur'an. Fairus Shofi Supandi et al yang tulus. Serta kendala yang muncul dalam penerapan metode Ummi dalam membaca Al-QurAoan adalah adanya siswa yang sering terlambat masuk dikarenakan adanya suatu kegiatan yang tidak bisa mereka tinggalkan juga dikarenakan orang tua siswa terlalu sibuk sehingga mereka tidak diperhatikan. Pendahuluan Al-QurAoan merupakan kitab suci umat Islam, dan beriman kepadanya tergolong salah satu rukun Iman. Al-QurAoan merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril dan disampaikan kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan di dunia ini. Al-QurAoan bagi umat Islam merupakan sebuah pedoman yang meletakkan dasar-dasar prinsip dalam segala persoalan kehidupan umat manusia dan merupakan kitab universal. Petunjuk inilah yang menjadi landasan pokok agama Islam dan berfungsi sebagai pedoman hidup bagi pengikutnya serta menjamin kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak. Karena Al-QurAoan merupakan petunjuk dan pedoman hidup maka Al-QurAoan harus dibaca. Membaca Al-QurAoan merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah Swt. Mempelajari Al-QurAoan bagi seorang muslim merupakan bagian penting dari proses belajar sepanjang hidupnya. Pemahaman yang mendalam tentang petunjuk-petunjuk yang ada dalam Al-QurAoan tentu akan sulit dicapai apabila tidak sekalipun membaca serta lebih jauh menghafal maupun memahaminya Adapun menurut Masruri dan Yusuf . menyatakan bahwa membaca AlQurAoan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Ummi. Metode Ummi adalah sebuah metode atau cara praktis membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Dasar metode Ummi adalah direct method . etode langsung tidak banyak penjelasa. , repeatition . iulang-ulan. , dan kasih sayang yang tulus . mmi Foundatio. Penerapan metode Ummi dalam pembelajaran Al-QurAoan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dalam membaca Al-QurAoan. Hasil observasi di atas diperkuat dengan hasil wawancara dengan Ustadzah Mustini. Menurut Ustadzah Mustini sebelum penerapan metode Ummi di SDIT Al-Wildan kondisi pembelajaran membaca Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan tersebut kurang stabil. Hal ini disebabkan metode yang digunakan guru yaitu metode Iqro dalam pengajaran membaca Al-QurAoan, sehingga hal ini berdampak pada hasil pencapaian menghafal QurAoan siswa berbeda-beda. Lebih lanjut Ustadzah Mustini menyatakan bahwa dengan adanya penggunaan metode Ummi dalam pengajaran Al-QurAoan, siswa merasa lebih antusias belajar Al-QurAoan sehingga proses pembelajaran membaca Al-QurAoan yang dicapai siswa semakin berkembang. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait metode Ummi di SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung dengan judul penelitian AuPenerapan Metode Ummi Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Quran di SDIT AL-Wildan Mendagi GerungAy. Metode Untuk mengkaji dan lebih memahami tentang Penerapan Metode Ummi dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran, maka dalam penelitian ini digunakan Fairus Shofi Supandi et al pendekatan kualitatif. Definisi dari penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena yang di alami oleh objek penelitian dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan Bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbegai metode ilmiah. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan paparan data-data temuan tentang Penerapan Metode Ummi Dalam mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan mendagi, dalam bagian ini penulis akan membahas penelitian yang didapat dari lapangan dan menjawab rumusan masalah dan sub fokus pada penelitian ini. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, maka peneliti menganalisis temuan yang ada dan dianalisis dengan teori yang ada, kemudian membangun teori baru serta menjelaskan hasil dari penelitian Penerapan Metode Ummi Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QurAoan di SDIT AlWildan Penerapan metode Ummi dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan di Sdit AlWildan sudah terlaksana dengan baik. Karena pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan sudah sesuai dengan standar sistem yang diajukan oleh Ummi Foundation diantaranya yaitu tashih bacaan Alquran, tahsin, sertifikasi guru Alquran, coaching, supervisi, munaqasyah, serta khotaman dan imtihan. Sistem pembelajaran terbaiknya yang harus diterapkan oleh SDIT Al-Wildan untuk mencetak generasi QurAoani yang unggul di tengah keadaan zaman yang semakin berkembang. Sesuai dengan misi SDIT Al-Wildan yaitu terwujudnya generasi muslim yang bertakwa, cerdas, berakhlakul karimah, dan berdedikasi tinggi terhadap kemaslahatan umat dan sangat mendukung adanya pendidikan pembelajaran Al-QurAoan dilingkungan SDIT. Maka dalam penerapan metode Ummi SDIT Al-Wildan. Terutama dalam proses pembelajaran dapat dilihat dari beberapa aspek seperti: Target Pembelajaran Target dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan sangat penting. Dengan adanya sebuah target maka akan lebih mudah melihat ketercapaian indikator keberhasilan siswa dalam belajar membaca Al-QurAoan. Sehingga Ummi Foundation menetapkan target yang harus diikuti oleh seluruh lembaga pengguna metode Ummi karena ketercapaian target tersebut dapat dilihat apakah lembaga pengguna metode Ummi itu dapat menjalankan prinsip-prinsip dasar yang telah ditetapkan oleh Ummi Foundation. Penetapan target penting untuk melakukan evaluasi dan untuk selanjutnya melakukan dan mengembangkan treatmen tindak lanjut hasil pengamatan dalam evaluasi tersebut. Di SDIT Al-Wildan menggunakan target pembelajaran metode Ummi sesuai dengan ketetapan dari Ummi Foundation. Ustadz dan Ustadzah di SDIT Al-Wildan mengharapkan semua siswa dapat mencapai target yang sudah ditentukan. Target pembelajaran metode Ummi dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan di SDIT Al54 Fairus Shofi Supandi et al Wildan yaitu setiap siswa diharuskan menguasai setiap jilid metode Ummi dalam waktu 2 bulan lamanya tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran siswa tidak seluruhnya mampu untuk mencapai target. Ada siswa yang kemampuannya di bawah target metode Ummi. Dengan adanya siswa yang tidak mampu, maka Ustadz dan Ustadzah di SDIT Al-Wildan mengadakan kelas tambahan di luar jam pembelajaran metode Ummi untuk melakukan pembelajaran secara pribadi guna memperbaiki kualitas bacaan Al-Quran. Pelaksanaan pembelajaran membaca Al-QurAoan metode Ummi di SDIT AlWildan sudah berjalan selama 1 tahun lamanya dari tahun 2022 sampai dengan Alokasi Waktu Pelaksanaan pembelajaran Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan dilaksanakan 6 hari dalam seminggu setiap hari Senin-Sabtu, dari jam 07:30 sampai dengan 08. dengan alokasi waktu 60 menit per tatap muka. Dalam proses pembelajaran metode Ummi di SDIT tidak membuat RPP layaknya pembelajaran yang lain, tetapi setiap guru harus membuat prosem . rogram semeste. untuk setiap kelompok yang Selain itu sebelum mengajar setiap guru dituntut untuk menguasai materi yang akan diajarkan, menyiapkan media pembelajarannya, dan menyiapkan segala administrasi pembelajaran berupa jurnal, form evaluasi, dan juga absen, pun ketika pembelajaran berlangsung guru harus mengisi administrasi siswa seperti buku Ummi mandiri dan buku MutabaAoah atau buku evaluasi. Dalam pembelajarannya guru menggunakan alokasi waktu yaitu dengan cara membagi waktu dalam setiap tahapan-tahapan pembelajaran diantaranya 5 menit pembukaan, 10 menit murajaah, 10 menit membaca peraga jilid, 30 menit baca simak, dan 5 menit penutup. Sedangkan tahapan yang baik dan benar telah berjalan sesuai dengan sistem Ummi yang menekankan pada 7 tahapan pembelajaran diantaranya yaitu apersepsi, penamaan konsep, pemahaman konsep, keterampilan, evaluasi, dan 7 tahapan tersebut dilaksanakan dengan tertib dan teratur mulai dari salam hingga menutup pembelajaran. Dan target pembelajaran membaca Al-QurAoan metode Ummi di SDIT AL-Wildan diselesaikan selama kurun waktu 2 bulan setiap Dalam penerapan metode pembelajaran membaca Al-QurAoan Ummi di SDIT Al-Wildan. Ketuntasan belajar pada setiap halaman sangat dipertimbangkan peserta didik hanya boleh melanjutkan ke halaman berikutnya jika halaman sebelumnya sudah benar-benar mampu lancar dan baik. Begitu juga dengan kenaikan jilid. Peserta didik hanya boleh melanjutkan ke jilid berikutnya jika jilid sebelumnya benar-benar lancar dan baik waktu pembelajaran berlangsung 60 menit dengan menerapkan 7 tahapan pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran Al-QurAoan dengan metode Ummi di SDIT Al-Wildan Secara umum proses belajar mengajar membutuhkan prosedur, tahapan dan proses yang baik dan benar disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan agar tujuan pembelajaran tercapai. Berikut adalah tahapan-tahapan Fairus Shofi Supandi et al pelaksanaan pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode Ummi di SDIT AlWildan mendagi diantara-Nya: Pertama, pembukaan adalah kegiatan mengkodisikan para siswa untuk siap belajar, dilanjutkan dengan salam pembuka, dan membaca doa pembuka belajar secara bersama-sama. Kedua, apersepsi yaitu mengulang kembali materi yang sudah diajarkan sebelumnya untuk dapat dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan pada hari ini. Ketiga, penanaman konsep dalam metode Ummi yaitu, menjelaskan materi atau pokok bahasan yang akan diajarkan pada hari ini. Keempat, pemahaman konsep yakni memahamkan kepada anak terhadap konsep yang telah diajarkan dengan cara melatih anak untuk membaca contoh-contoh yang tertulis di bawah pokok bahasan. Kelima, latihan atau keterampilan yaitu melancarkan bacaan anak dengan cara mengulang-ulang contoh atau latihan yang ada pada halaman pokok bahasan dan halaman Latihan. Keenam, evaluasi yaitu melakukan pengamatan sekaligus penilaian melalui buku prestasi terhadap kemampuan dan kualitas anak satu per satu. Dan yang terakhir adalah pada tahap penutup ini Ustadz/Ustadzah mengkodisikan anak untuk tetap tertib kemudian membaca doa penutup dan diakhiri dengan salam penutup. Adapun pembagian tujuh tahapan tersebut dilaksanakan di tiap-tiap waktu yang disediakan. Alokasi waktu tersebut adalah: 5 menit pembukaan, 10 menit penyampaian materi pembelajaran, 10 pemahaman materi pembelajaran, 20 menit untuk tahap keterampilan, 10 menit evaluasi dan 5 menit penutup. Teori yang dipakai analisis sesuai dengan teori Ummi Foundation mengenai tahapan-tahapan pembelajaran metode Ummi diantaranya tahap pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, keterampilan, evaluasi dan Keunggulan Metode Ummi Dalam Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Memiliki materi yang terstruktur Yaitu metode Ummi memiliki materi yang berjilid. Buku materi terdiri dari jilid 1-6 ditambah jilid gharib dan tajwid. Buku materi menjadi modal utama dalam pembelajaran Al-QurAoan. Buku materi metode Ummi terstruktur sesuai dengan kemampuan siswa dalam membaca huruf hijaiyah, tajwid dan garib. Buku materi yang yang terdiri dari jilid 1-6 kemudian disusul dengan gharib dan tajwid. Buku materi yang terstruktur tentu akan memudahkan siswa dalam mempelajarinya. Siswa yang telah menyelesaikan 6 jilid materi metode Ummi maka siswa telah mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar serta mengetahui hukum bacaan . dan bacaan asing dalam Al-QurAoan . Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SDIT Al-Wildan bahwa dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan para siswa melakukan pembelajaran membaca Al-QurAoan. Mereka menggunakan materi yang berjilid yaitu yang terdiri dari jilid 1 sampai dengan jilid 6 kemudian disusul dengan Gharib dan Tajwid. Mempunyai sebuah materi yang berjilid tentu akan memudahkan mereka dalam proses pembelajaran karena hal ini disesuaikan dengan batas kemampuan mereka dari masing-masing para siswa, para siswa harus menguasai setiap jilid Fairus Shofi Supandi et al materi pembelajaran agar mereka bisa lanjut untuk ke tahap materi berikutnya, kemudian apabila mereka sudah menguasai seluruh jilid materi metode Ummi, maka mereka telah dianggap bisa dalam membaca Al-Quran dengan baik. Metode Ummi melaksanakan pembelajaran dengan direct method, reapatition, dan kasih sayang yang tulus Metode Ummi melaksanakan pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan menggunakan pendekatan bahasa Ibu. Pendekatan yang dimaksud adalah Direct Method . etode langsun. yaitu langsung dibaca tanpa dieja atau diurai . idak banyak penjelasa. Dengan kata lain adalah learning by doing yang Artinya melakukan dengan langsung. Repeatation . iulang-ulan. bacaan Al-QurAoan akan semakin kelihatan keindahan. Kekuatan, dan kemudahan saat kita mengulangulang ayat atau Surat dalam Al-QurAoan. Begitu juga seorang ibu yang dengan rajin mengulang-ulang kata dan kalimat kepada kita dalam situasi dan Kondisi yang berbeda-beda. Kasih sayang yang tulus kekuatan cinta, kasih sayang yang tulus, dan kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak adalah kunci kesuksesannya. Demikian juga seorang guru yang mengajarkan Al-QurAoan jika ummi yang menggunakan metode repeatition atau pengulangan membuat siswa yang belum mampu membaca dengan menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan Selain itu metode Ummi diajarkan dengan mengadopsi sifat-sifat ibu yang mengajarkan sesuatu kepada anak yaitu dengan kasih sayang dan kelemah Sehingga santri tidak merasa takut dengan guru Al-Quran. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di SDIT Al-Wildan bahwa di SDIT tersebut melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan sebuah pendekatan bahasa Ibu yaitu melakukan pendekatan secara langsung kepada siswa yaitu dengan tanpa dieja atau tidak banyak penjelasan. Seorang Ibu mengajarkan sesuatu kepada anaknya secara langsung dan anak tidak dipersulit dengan teoriteori tertentu supaya anak bisa paham. Anak seusia itu belum bisa paham jika banyak penjelasan-penjelasan. Seorang ibu cukup memberikan contoh dan anak mengikuti apa yang dicontohkan ibunya. Kemudian untuk mengajarkan Al-QurAoan kepada anak-anak mutlak harus berulang-ulang. Semakin banyak pengulangan, maka semakin lancar membacanya. Dan juga kasih sayang yang tulus itu sangat memberikan pengaruh positif baik kepada ibunya maupun kepada anaknya. Kasih sayang yang tulus akan memurnikan hati dan memunculkan keikhlasan, sehingga semakin mudahlah cara mengajarnya dan anak mudah menerimanya. Dari beberapa pemaparan di atas bahwa data yang didapatkan peneliti sudah relavan. Berdasarkan penjelasan di atas maka penerapan Metode Ummi Dalam mengatasi kesulitan Membaca Al-QurAoan di SDIT Al-Wildan desa mendagi mengenai ciri-iri metode Ummi yang mengatakan di dalam pembelajaran, metode Ummi mengadopsi pendekatan seorang Ibu terhadap anaknya karena orang yang paling sukses mengajarkan bahasa di dunia ini adalah Ibu semua anak pada usia 5 tahun bisa berbicara bahasa Ibunya. Pada dasarnya pendekatan bahasa Ibu ada 3 Unsur, yaitu Direct Method . angsung tidak banyak penjelasa. Repeatition . , dan kasih sayang yang tulus. Fairus Shofi Supandi et al Kendala Metode Ummi Dalam Proses Pembelajaran Membaca Al-QurAoan di SDIT AlWildan Dari paparan dan temuan di atas, dapat dipahami bahwa yang menjadi kendala dalam penerapan metode Ummi dalam mengatasi kesulitan belajar membaca AlQurAoan di SDIT Al-Wildan mendagi yaitu: Siswa Datang Terlambat Perilaku terlambat adalah semua kegiatan atau aktivitas seseorang yang dilakukan secara perlahan-lahan sehingga tidak sesuai dengan waktunya atau lewat dari waktu yang telah ditentukan dan dapat diamati secara langsung oleh pihak Banyak usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk memelihara perilaku santri agar tidak menyimpang dan mendorong santri untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib di SDIT. Sehubungan dengan permasalahan keterlambatan siswa, pihak hendaknya mampu menumbuhkan disiplin pada diri siswa. Maman Racman mengemukakan bahwa tujuan dari disiplin adalah salah satunya Ialah mendapatkan prestasi belajar yang baik Di sebuah lembaga baik formal maupun non formal pasti memiliki aturanaturan yang disepakati antara siswa dan guru, dan tujuan dari peraturan itu sendiri adalah untuk menertibkan siswa dan menjadikan siswa menjadi manusia yang baik dan berbudi luhur. Tapi realita yang ada peraturan malah dianggap remeh oleh kebanyakan siswa hal ini justru menjadi masalah bagi siswa yang bersangkutan. Betapa tidak, jika hal itu dilanggar maka konsekuensinya adalah berhadapan dengan hukum-hukum yang ada di sebuah lembaga tersebut. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SDIT Al-Wildan, ketika terdapat banyak siswa yang datang terlambat di saat pertengahan pembelajaran sedangkan mereka sudah ketertinggalan jauh akan materi yang sudah disampaikan maka Ustadz/Ustadzah tidak bisa mengulang materi yang tertinggal karena setiap tahapan pembelajaran dengan metode Ummi sudah ditentukan waktunya masingmasing. Model pembelajaran yang digunakan adalah klasikal baca simak maka bagi siswa yang memiliki pemahaman yang kurang para Ustadz/Ustadzah harus melakukan bimbingan khusus kepada siswa tersebut dengan tujuan agar siswa tersebut tidak tertinggal jauh dengan teman-temannya. Dari pemaparan yang dijelaskan oleh peneliti di atas bahwa data yang didapatkan peneliti sudah relavan. Siswa masih suka bermain Siswa yang seusia SD masih suka bermain dan bergurau yang menyebabkan fokus teman lainnya terganggu dan ikut bermain juga, jadi hal ini lah yang menjadi kendala dalam penerapan metode ummi dalam mengatasi kesulitan belajar, karena dimana siswa ini masih suka bermain, satu bermain akan berdampak bagi temannya yang lain sehingga tidak dapat fookus menerima pembelajaran yang diberikan Ustazah dan Ustad nya. Siswa yang sering tidak masuk Siswa yang tidak hadir saat pembelajaran juga dapat menghambat proses Siswa yang sering tidak masuk akan menjadi kendala karena dimana, siswa yang sering tidak masuk akan banyak ketinggalan pembelajaran metode ummi, dan Fairus Shofi Supandi et al akan berdampak besar di dalam penerapan metode ummi ini, temannya yang lain sudah naik jilid, yang jarang masuk tidak akan mudah naik jilid, dan membacanya pun tidak sama dengan temannya yang lain banyak kurangnya. Beda halnya dengan siswa yang rajin masuk. Anak-anak susah dalam penyebutan Huruf-huruf Siswa yang susah dalam penyebutan huruf-huruf ijaiyah, dapat menghambat proses pembelajaran yang berlangsung. Ini menjadi kendala utamanya, jadi kendala dari anak-anak yang susah dalam penyebutan huruf-huruf ijaiyah ini membuat pembelajaran keteteran. Karena harus mendapatkan kelas khusus agar banyak mendapat ajaran agar diajarkan pelan-pelan dari awal dulu. Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dijelaskan pada bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa: Penerapan metode ummi dalam mengatasi kesulitan membaca Al-QurAoan di SDIT AL-Wildan Maka dalam penerapan metode Ummi SDIT AL-Wildan. Terutama dalam proses pembelajaran dapat dilihat dari beberapa aspek seperti: Target Pembelajaran Target dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan sangat penting. Dengan adanya sebuah target maka akan lebih mudah melihat ketercapaian indikator keberhasilan siswa dalam belajar membaca Al-QurAoan. Alokasi Waktu Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, pembelajaran membaca AlQurAoan metode Ummi di SDIT Al-Wildan dalam satu kali pertemuan berlangsung 60 menit. Menerapkan tujuh tahapan Dalam menerapkan metode ummi mengatasi kesulitan belajar AL-Quran maka harus menerapkan tujuh tahapan yaitu pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, keterampilan, evaluasi dan penutup. Dengan menjalankan tujuh tahapan ini maka siswa di SDIT AL-wildan mudah untuk memahami pembelajaran AL-Quran sehingga mampu mengatasi kesulitan belajar AL-Quran. Keunggulan Metode Ummi Dalam mengatasi kesulitan belajar Membaca Al-QurAoan Pertama. Metode Ummi memiliki materi yang terstruktur. Kedua, metode Ummi melaksanakan pembelajaran dengan 3 buah pendekatan yaitu direct method . etode langsun. , repetition . iulang-ulan. , dan kasih sayang yang tulus, dengan metode yang terstruktur akan memudahkan guru dan siswa dalam menerapkan pembelajaran metode ummi dan menggunakan tiga pendekatan mampu mengatasi kesulitan belajar Al-Quran. Kendala Metode Ummi Pertama, adanya siswa yang sering terlambat masuk dikarenakan orang tua siswa terlalu sibuk sehingga mereka tidak bisa tepat waktu untuk pergi mengantar anaknya ke sekolah. Kedua, siswa masih suka bermain dikarenakan memang Fairus Shofi Supandi et al jenjang SD ini anak masih suka bermain-main. Ketiga. Siswa yang sering tidak masuk akan banyak ketinggalan pembelajaran dan siswa yang tidak membawa buku jilid ummi akan berdampak bagi temannya yang lain. Keempat siswa yang banyak kesulitan dalam pembacaan huruf-huruf ijaiyah. Saran Untuk SDIT dan guru: diharapkan agar bisa membimbing anak didik secara maksimal, dan Memberikan perhatian khusus kepada anak didik yang kurang dari segi prestasi. Bagi siswa: diharapkan mengikuti pelajaran dengan baik, disiplin waktu dan fokus Ketika proses belajar. Bagi peneliti agar hasil penelitian bisa dijadikan sebagai bahan literatur penelitian Daftar Pustaka