P a g e | 29 Jurnal Info Kesehatan Vo 15. No. Juni 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Factors Affecting Dental Hygiene and Mouth Hygiene Behavior At Kupang District Public Health Center Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Ibu Hamil Di Puskesmas Kabupaten Kupang Aplonia Leu Obi Program Studi Keperawatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: applonia@poltekkeskupang. HIGHLIGTS A This study aims to determine the factors that influence the behavior of oral and dental hygiene care of pregnant women at Kupang Health Center. The analytic observational study with cross sectional design was done by taking the subjects of 97 pregnant women. Measuring tool of this study using questionnaires prepared by Likert method is to measure the variable attitude, facilities and infrastructure of dental health services and hygiene and oral hygiene care behavior of pregnant women. ARTICLE INFO: Artikel Histori: Received date: December 08th, 2016 Revised date: March 03th, 2017 Accepted date: May 12th, 2017 Keywords: Behavior Attitude Habit Pregnant Mother ABSTARCT/ABSTRAK During pregnancy, the mother's oral cavity is susceptible to inflammation due to hormonal changes, causing the gingiva to become sensitive when oral health is not maintained. This study aims to determine the factors - factors that influence the hygiene and oral hygiene care behavior of pregnant women in Puskesmas Kabupaten Kupang. The analytic observational study with cross sectional design is done by taking the subjects of 97 pregnant women. Measuring tool of this study using questionnaires prepared by Likert method is to measure the variable attitude, facilities and infrastructure of dental health services and hygiene and oral hygiene care behavior of pregnant women. Questionnaires with two choices . rue or fals. to measure the knowledge variables and services of the puskesmas officers and multiple choice questionnaires to measure the host habit variable. The questionnaire has been tested for validity . orrelation value Ou . and reliability with Cronbach clpha> 0. To measure the level of education and socioeconomic status by filling in the field. Inspection of dental and oral hygiene status is done to find out the hygiene and dental hygiene maintenance behavior of pregnant women. Analysis of data by using analysis: correlation and multiple regression at a significance level <0. The result of multiple regression analysis showed that the level of education, facilities and infrastructure of dental health services did not significantly affect the behavior P a g e | 30 of <0,05. The variables of socioeconomic status, knowledge, attitude, customs, dental and mouth hygiene status, service of puskesmas officers significantly correlated with dental and oral hygiene (F = 21,206, p = 0,000 *)) contributed 53,8%. Knowledge gives the biggest influence that is 20,0% to behavior of dental and oral hygiene. Conclusion: . The better the socioeconomic status, knowledge, attitude, dental and oral hygiene status, puskesmas service staff and the better the care of oral hygiene and mouth and the more often the habit of getting worse dental and oral hygiene maintenance behavior. The level of education, facilities and infrastructure of dental health services do not give a significant effect on the maintenance behavior of oral Kata Kunci: Perilaku Kebiasaan menginang Ibu hamil Pada masa kehamilan, rongga mulut ibu mudah mengalami peradangan karena adanya perubahan hormonal, sehingga menyebabkan gingiva menjadi sensitif bila kesehatan mulut tidak terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Ae faktor yang mempengaruhi perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Kabupaten Kupang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilakukan dengan mengambilsubyek penelitian 97 ibu hamil. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner yang disusun dengan metode Likert tersebut untuk mengukur variabel sikap, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi danperilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Kuesioner dengan dua pilihan . enar atau tidak bena. untuk mengukur variabel pengetahuan dan pelayanan petugas puskesmas serta kuesioner pilihan ganda untuk mengukur variabel kebiasaan menginang. Kuesioner tersebut telah diuji validitas . ilai korelasi Ou 0,. dan reliabilitas dengan clpha Cronbach> 0,60. Untuk mengukur tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan mengisi daftar isian. Pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut dilakukan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Analisis data dengan menggunakan analisis: korelasi dan regresi berganda pada tingkat signifikanOy<0,05. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan variabel tingkat pendidikan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Oy<0,05. Variabel status sosial ekonomi, pengetahuan, sikap, kebiasaan menginang, status kebersihan gigi dan mulut, pelayanan petugas puskesmas berkolerasi secara signifikan dengan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (F= 21,206, p=0,000*)) memberikan kontribusi sebesar 53,8%. Pengetahuan memberikan pengaruh paling besar yaitu 20,0% terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Kesimpulan: . Semakin baik status sosial ekonomi. P a g e | 31 pengetahuan, sikap, status kebersihan gigi dan mulut, baikperilakupemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dan semakin sering kebiasaan menginang semakin buruk perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Tingkat pendidikan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Aplonia Leu Obi Program Studi Keperawatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Kupang Jalan Farmasi. Kupang. Nusa Tenggara Timur - 85111 Email: applonia@poltekkeskupang. P a g e | 32 PENDAHULUAN Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang menimbulkan perubahan pada tubuh wanita baik fisik maupun psikis. Pada masa kehamilan perlu dipersiapkan dengan baik, kesehatan ibu harus baik dan tidak mengalami kelainansehingga pertumbuhan bayi dalam kandung sehat 17. Selain pola makan yang seimbang juga diperlukan pemeriksaan kesehatan ibu secara menyeluruh termasuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut,6 wanita hamil adalah kelompok rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Namun kebutuhan akan kesehatan gigi pada ibu hamil tidak didukung oleh kesadaran Berdasarkan Riskesdas . 3 23,4% penduduk Indonesia menderita penyakit gigi dan mulut, dan dengan prevalensi penyakit periodontal sebesar 70%. Secara nasional menunjukkan bahwa masyarakat menggosok gigi setiap hari pada waktu mandi pagi atau sore sebesar 90,7%, hanya 12,6% yang menggosok gigi sesudah makan pagi dan28,7% sebelum tidur malam. Perilaku menggosok gigi terendah74,7%, di Propinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini mungkin disebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan gigi dan mulut. Keadaan ini akan mempengaruhi kesehatan gigi wanita hamil di wilayah Kabupaten Kupang tersebut. Pada wanita hamil, secara klinis terdapat perubahan pada gingivanya, beberapa studi menyatakan bahwa efek perubahan hormon akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut wanita hamil, didapatkan 25-100% yang mengalami gingivitis, dan 10% mengalami granuloma pyogenik. Gingivitis kehamilan terlihat sejak trimester ke dua kehamilan dan mencapai puncaknya pada bulan ke delapan. Gingivitis kehamilan ini disebabkan oleh hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron di dalam darah. Adanya perubahan hormonal yang disertai dengan vaskuler menyebabkan gingiva menjadi sensitif khususnya terhadap toksin maupun iritan lainnya, seperti plak dan kalkulus yang mengakibatkan gingiva meradang. 4 Keadaan inflamasi ditandai dengan papilla interdental yang memerah, bengkak, mudah berdarah dan disertai rasa sakit sehingga mempengaruhi ibu hamil takut menggosok gigi dan dapat memperburuk keadaan rongga mulut. 6,8Pada masa kehamilan terjadi perubahan fisiologis yang sering disertai dengan perubahan sikap dan perilaku. Selain itu, perilaku kesehatan ibu hamil juga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi dirinya sendiri dan janin. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur,8 cakupan kunjungan ibu hamil belum mencapai target nasional, ada 11 . Kabupaten berada di bawah rata-rata . ,7%). Kematian bayi dan ibu masih tinggidi Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Puskesmas Baumata perbatasan Kota. Kabupaten Kupang. Wilayah kerja meliputi 8 . desa yaitu: Bokong. Kuaklalo. Oeletsala. Oeltua. Baumata. Manefu. Tulun dan RSS Baumata, dengan jangkauan pelayanan sangat luas dan transportasi yang Berdasarkan data kunjungan ibu hamil tahun 2011 sebesar 392. KI adalah pelayanan ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal sebesar 362 . ,35%) sedangkan K4 adalah ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan paling sedikit empat kali kunjungan sebesar 325 . ,91%). Kebiasaan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang diturunkan dari generasi ke generasi salah satunya adalah menginang. Menginang adalah budaya yang tidak dapat dihilangkan dalam kehidupan masyarakat. Kebiasaan menginang sudah lama dilakukan oleh wanita dan pria, baik tua maupun muda, hal ini juga menjadi sarana bersosialisai sehari - hari. 20 Efek negatif menginang dapat menyebabkan penyakit periodontal. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor Ae faktor yaitu tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, pengetahuan, sikap dan kebiasaan menginang, sarana prasarana dan P a g e | 33 kebersihan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui faktor yang paling dominan kebersihan gigi dan mulut pada ibu hamil di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang. sosial ekonomi, pengetahuan, sikap, kebiasaan menginang, sarana prasarana dan pelayanan petugas kesehatan. Variabel terikatnya adalah: perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan blangko isian untuk mengetahui karateristik umur responden, umur kehamilan, kehamilan anak ke, serta kuesioner untuk mengukur pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, sikap terhadap kesehatan gigi, kebiasaan menginang, sarana prasarana, pelayanan petugas puskesmas dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. METODE PENELITIAN Penelitian observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. 12 Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, berjumlah 97 ibu hamil yang berkunjung ke Poli KIA dan Posyandu di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang yang memenuhi kriteria inklusi ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas, usia 20 Ae 44 tahun, bisa membaca dan menulisdanbersedia menjadi responden dengan mengisi informed consent. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah :tingkat pendidikan. Kerangka Teori Uji validitas dilakukan pada 30 orang ibu hamil, koefisien korelasi masing Ae masing aitem adalah Ou 0,30, sedangkan uji reliabilitas dengan memperoleh alpha, > 0,60. 15Data penelitian dianalisis dengan menggunakan anylisis korelasi product momentdan regresi Perubahan fisiologis Hamil Perubahan Umur Frekwensi Hiperemesis Tingkat pendidikan Status sosial ekonomi Pengetahuan Sikap Kebiasaan menginang Sarana dan prasarana Pelayanan petugas puskesmas Perubahan di rongga mulut Perilaku Perilaku kesehatan Gingivitis Epulis Status kebersihan gigi dan mulut P a g e | 34 Gambar 3: Kerangka Teori Penelitian modifikasi dari Suresh dan Radfar, 2004. Green . 0, cit. Maulana, 2. WHO . 8, cit. Maulana, 2. Blum . 4, cit. Hawkins et al, 2000. Notoadmodjo, 2. Kerangka Konsep Variabel Bebas Faktor predisposisi: Tingkat pendidikan Status sosial ekonomi Pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi Sikap terhadap kesehatan gigi Kebiasaan menginang Variabel Terikat Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil Faktor pendorong: Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi Faktor penguat: Status kebersihan gigi dan mulut Pelayanan petugas puskesmas Gambar 4: Kerangka Konsep Penelitian modifikasi dari Green . 0, cit. Maulana, 2. WHO . 8, cit. Maulana, 2. P a g e | 35 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Responden pada penelitian ini berjumlah 97 ibu hamil yang berkunjung di Poli KIA dan Posyandu di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang. Mayoritas responden berumur 26-30 tahun sebesar 39,2%, dilihat dari umur kehamilan >6 bulan sebesar 47,4%, dilihat dari kehamilannya, mayoritas responden kehamilan anak yang kedua sebesar . ,1%). Distribusi responden berdasarkan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan Mulut ibu hamildisajikan pada tabel 1 Tabel 1. Distribusi Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut Ibu Hamil . = . Frekuensi 34 Ae 44 23 Ae 33 11 Ae 22 Jumlah Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa 71,1%perilakupemeliharaan kebersihan gigi dan mulut responden dengan kategori cukup dan 28,9% responden memiliki perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Kategor i Skor Baik Cukup Kurang Rentang Skor Tabel 2. Menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan respondenadalahSLTA sebesar 45,4% dan 34,0% diantaranya memiliki perilaku cukup terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel tingkat pendidikan dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Perilaku Tingkat pendidikan Pemeliharaan SMP SLTA Akademi sarjana Total kebersihan gigi dan mulut 0 0,0 33 34,0 (Y) Kurang . Cukup 69 71,1 P a g e | 36 Baik 11 11,3 28 28,9 14 13,4 44 45,4 97 100,0 . Total Tabel 3. Menunjukkan bahwa 59,8% status sosial ekonomi responden dlihat dari rata-rata pengeluaran per bulan Rp 500. 000 sampai dengan Rp 1 juta dan 22,7% rata-rata berada dalam kategori rendah, perbulannya sebesar Rp. 000, dan 45,4% diantaranya memiliki perilaku cukup terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel sosial ekonomi dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Perilaku Pemeliharaa n kebersihan gigi dan (Y) Status Sosial ekonomi Total Kurang Cukup Baik . Kurang 44 45,4 . Cukup . Baik . Total Distribusi responden berdasarkan pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut disajikan dalam tabulasi silang berikut ini: P a g e | 37 Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Pengetahuan Perilaku Pemeliharaan kebersihan gigi dan (Y) Total Kurang Cukup Baik . % n Kurang . Cukup . 0,0 44 69 71,1 Baik . 28 28,9 Total 0,0 50 97 100,0 Tabel 4. menunjukkan 51,5% responden memiliki pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut kategori cukup. Responden yang memiliki pengetahuan baik sekaligus dengan perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil sebesar 22,7%. Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Sikap dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Sikap Total Perilaku Pemeliharaan kebersihan gigi dan Kurang Sedang Baik . (Y) Kurang . Cukup . Baik . Total Tabel 5. menunjukkan bahwa 78,4% responden memiliki sikap terhadap kesehatan gigi pada kategori sedang dan 10,3% responden diantaranya memiliki sikap baik dan perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Tidak ada responden dengan sikap terhadap kesehatan gigi dengan kategori kurang. P a g e | 38 Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Kebiasaan Menginang dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Perilaku Kebiasaan Menginang Total Pemeliharaan Buruk Sedang Baik kebersihan gigi dan mulut (Y) Kurang . Cukup . Baik . Total Tabel 6 menunjukkan bahwa 61,9% responden memiliki kebiasaan menginang pada kategori sedang dan 4,1% responden diantaranya memiliki kebiasaan menginang baik dan perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu Tabel 7. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Sarana Prasarana dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Perilaku Pemeliharaan Sarana Prasarana kebersihan gigi Total Buruk Sedang Baik . dan mulut Kurang . Cukup . Baik . Total (Y) Tabel 7. menunjukkan bahwa 57,7% responden memiliki persepsi terhadap sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi kategori cukup dan 18,6% responden mempunyai persepsi baik dan perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu P a g e | 39 Tabel 8. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Pelayanan Petugas Kesehatan dan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut . Pelayanan Petugas Puskesmas Perilaku Pemeliharaan kebersihan gigi dan Total Buruk Sedang Baik . (Y) Kurang . Cukup . Baik . Total Tabel 8 menunjukkan bahwa 63,9% responden memiliki persepsi terhadap pelayanan petugas puskesmas kategori baik dan 20,6% responden mempunyai persepsi baik dan perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, pengetahuan, sikap dan kebiasaan menginang, sarana dan prasarana dan pelayanan petugas puskesmas mempunyai hubungan yang signifikan . < 0,. disajikan pada tabel Tabel 9. Hasil Analisis Korelasi antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat (Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut Ibu Hami. Koefisien Korelasi . p-Value Variabel Bebas Tingkat pendidikan 0,340 0,001*) Status sosial ekonomi 0,384 0,000*) Pengetahuan 0,522 0,000*) Sikap 0,348 0,000*) Kebiasaan menginang -0,441 0,000*) Sarana dan prasarana 0,280 0,005*) Pelayanan petugas 0,337 0,001*) Keterangan: *) signifikansi pada 5% Pada analisis regresi berganda, semua variabel bebas status sosial ekonomi pengetahuan, sikap, kebiasaan menginang dan pelayanan petugas puskesmas mempunyai pengaruh signifikan kecuali dua variabel bebas tingkat pendidikan dan sarana dan P a g e | 40 prasarana tidak mempunyai pengaruh secara signifikanterhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Hasil analisis disajikan pada tabel 10. Tabel 10. Hasil Analisis Regresi Berganda Standardized Variabel Bebas Koefisien Beta CoefficientsB Konstanta 14,293 . -Valu. Status Sosial Ekonomi 1,334 0,247 3,350 0,001*) Pengetahuan 0,788 0,369 4,765 0,000*) Sikap 0,199 0,250 3,454 0,001*) Kebiasaan menginang -0,469 -0,196 -2,512 0,014*) Pelayanan petugas 0,461 Puskesmas 0,230 3,134 0,002*) R = 0,734 R2 = 0,538 F = 21,206 Sig. = 0,00*) Hasil analisis regresi berganda diperoleh koefisien determinasi (R . sebesar 0,538, hal ini menunjukkan secara statistik variabel status sosial ekonomi, pengetahuan, sikap, kebiasaan menginang dan pelayanan petugas puskesmas mampu memprediksikan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil (Y) di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang sebesar 53,8% dan selebihnya 46,2% ditentukan oleh variabel di luar penelitian ini. Hasil analisis Partial Eta Squared menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (X. merupakan variabel yang paling dominan memberikan kontribusi efektif terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil, memberikan sumbangan sebesar 42,7%. Distribusi hasil analisis partial eta squared disajikan pada tabel 12. P a g e | 41 Tabel 12. Sumbangan Efektif Variabel Bebas Terhadap Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut Ibu Hamil Variabel Bebas 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Partial Eta Squared Status sosial 0,543 2,125 0,110 Pengetahuan 1,117 0,200 Sikap 0,084 0,313 0,116 Kebiasaan -0,840 -0,098 0,065 Pelayanan Petugas Puskesmas 0,169 0,754 0,097 P a g e | 42 PEMBAHASAN 6,44 berada pada kategori cukup cenderung kearah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 71,1% responden memiliki perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan kategori cukup dan selebihnya 28,9% responden kategori baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku responden cenderung kategori baik. Hubungan perilaku dengan pengetahuan, kepercayaan dan persepsi yang dijelaskan dalam Health Belief Model bahwa kepercayaan seseorang terhadap rentanan dirinya dari suatu penyakit dan potensi penyakit, akan menjadi dasar seseorang melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Hasil AlAttas1menunjukkanbahwa denganpemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan adalah faktor perilaku. Oleh karena itu, pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada masa kehamilan perlu diperhatikan. Hasil analisis multivariat variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan . = 0,. terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulutHasil analisis multivariat pengaruhsignifikan . = 0,. terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Gizywacz et al. , . 0, cit. Friedman et al. menyatakan bahwa sumber penghasilan dari keluarga miskin cenderung untuk mempunyai kesehatan ebih buruk dibandingkan dengan status sosial ekonomi yang lebih baik. Hasil studi yang dilakukan Koletsi- Kounari . 9, cit. Lendrawati, 2. dalam mengevaluasi perilaku kesehatan gigi pada orang dewasa dengan pendidikan lanjutan, menunjukan status kesehatan mulut yang lebih baik pada orang dewasa yang berpendidikan lanjutan dibandingkan orang dewasa yang tidak berpendidikan lanjutan pada usia yang Hasil pengetahuan berpengaruh secara signifikan . =0,. terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai pengetahuan Hasil analisis multivariat variabel sikap terhadap kesehatan gigi berpengaruh secara signifikan p=0,001 terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai sikap 35,62 berada pada kategori cukup. Tidak ada responden dengan sikap terhadap kesehatan gigi dengan kategori kurang. PenelitianHamissi et al. ,18 menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara sikap dengan kunjungan ibu hamil ke dokter gigi. Namun. AlAttas1 dalam penelitiannya mendapatkan sikap negatif terhadap kunjungan ibu hamil ke dokter gigiselama masa kehamilan, hanyasebagianyang mengunjungi dokter gigi ketika sakit dan menganggap kunjungan tidak perlu terutama ibu hamil dengan latarbelakang pendidikan rendah, jumlah kehamilan dan jumlah anak. Hasil analisis multivariat variabel kebiasaan signifikanp=0,002 terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil, sehingga semakin sering menginang semakin buruk perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Secara deskriptif menunjukkan bahwa 61,9% responden memiliki kebiasaan menginang pada kategori sedang dan 33,0% responden memiliki perilaku buruk kebiasaan menginang sedangkan nilai rerata skor menginang 3,75 berada pada kategori sedang, sehingga dapat disimpulkan bahwa 94,9% responden masih menginang. Kebiasaan menginang tidak berbeda dengan kenikmatan lain seperti tembakau, merokok, teh dan kopi, sehingga penginang yang sudah kecanduan sukar untuk menghilangkannya. Menginang dapat menghambat proses karies gigi, disamping itu sirihmenjaga kesehatan mulut, daun sirih mempunyai aktifitas antioksidan. 20 Efek negatif menginang dapat menyebabkan pewarnaan gigi dan kerusakan jaringan periodontal. P a g e | 43 Hasil analisis multivariat dengan koefisien beta (B) yaitu 0,134 dengan p= 0,073, hal ini membuktikan bahwa persepsi responden terhadap sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan Secara deskriptif menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap sarana dan prasarana pelayanan kesehatan gigi sebesar 57,7% pada kategori cukup, dan 18,6% responden memiliki persepsi baik serta perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Penelitian yang dilakukan Bhola et al. mengevaluasi pemanfaatan prasarana kesehatan dan infrakstruktur kesehatan yang luas dan nyaman, efektif dan efisien merupakan faktor untuk memotivasi pasien mengunjungi tempat pelayanan kesehatan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan . = 0,. persepsi terhadap pelayanan petugas puskesmas terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Secaradeskriptif menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap pelayanan petugas puskesmas sebesar 63,9% berada pada kategori baik, dan 20,6% responden diantaranya memiliki persepsi terhadap pelayanan petugas puskesmas yang baik dan perilaku baik terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulutsedangkan nilairerata pelayanan petugas puskesmas sebesar 9,07 termasuk kategori baik. Pelayanan petugas merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dalam jasa pelayanan. Sikap dan perilaku petugas dalam melayani dapat memanfaatkan kembali jasa pelayanan kesehatan (Supranto, 2. KESIMPULAN hamil sebesar 41,6% dan selebihnya 58,4% ditentukan oleh variabel di luar penelitian ini. Tingkat pendidikan dan Sarana dan prasarana kesehatan gigi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. Kebiasaan menginang berpengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil. DAFTAR PUSTAKA