Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar1. Wardiah2. Muhammad Arsyam3 Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhary Mamuju1, 2 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah wal-Irsyad Makassar3 Email: hasbarpikri@gmail. diahairah@gmail. arsyam@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan kepemimpinan guru dalam meningkatkan aktivitas belajar mengajar di sekolah melalui analisis literatur. Kepemimpinan guru merupakan elemen penting dalam pendidikan yang dapat mempengaruhi kualitas dan efektivitas proses belajar mengajar. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa kepemimpinan guru yang efektif memiliki dampak signifikan terhadap keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan hasil akademik. Karakteristik kepemimpinan guru yang efektif meliputi komunikasi yang baik, kemampuan memotivasi, dan komitmen terhadap pengembangan profesional Guru yang dapat berkomunikasi dengan jelas dan memberikan umpan balik konstruktif kepada siswa cenderung meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, guru yang mampu memberikan motivasi melalui penghargaan dan dukungan emosional dapat meningkatkan semangat dan partisipasi aktif Pengembangan profesional yang terus-menerus melalui pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan juga terbukti meningkatkan keterampilan mengajar guru, yang berdampak positif terhadap kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa. Studi ini menegaskan pentingnya program pelatihan guru yang fokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi untuk pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memperkuat program pelatihan dan dukungan untuk guru, guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana kepemimpinan guru dapat dioptimalkan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi. Kata Kunci: Kepemimpinan, guru, aktivitas, belajar, mengajar. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Guru disamping sebagai pendidik dan pembimbing, mempunyai peranan yang mengembangkan potensi anak didiknya melalui kegiatan sehari-hari. Tugas seorang guru bukan sekedar menyampaikan semua Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 52 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam ilmu pengetahuan tetapi juga harus bisa menjadi penggerak dan pemimpin, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Guru merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus betul-betul membawa siswanya ke arah yang lebih baik. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya, guru harus berpandangan luas, dan memiliki Peranan guru menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai baik dengan siswa, dengan staf yang lain. Namun yang lebih penting disadari bahwa sebagian dari waktu dan perhatian guru banyak dicurahkan pada proses belajar mengajar. Belajar itu merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Guru sebagai pendidik juga berperan sebagai pemimpin dalam aktivitas belajar siswa. Semakin baik kepemimpinan guru, diharapkan semakin baik pula aktivitas belajar siswanya. Dan sebaliknya ada kecenderungan bahwa semakin lemah kepemimpinan guru, semakin lemah aktivitas belajar siswanya. Kepemimpinan yang dimaksud yaitu pada diri guru diharapkan terbentuk kelompok siswa yang mandiri, dan mempuyai aktivitas belajar. Pada dipandang sebagai penyebab dari kegiatankegiatan, proses atau kesediaan untuk . ental/fisi. dari pada kelompok orangorang, baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal. 2 Sedangkan yang dimaksud aktivitas belajar siswa yaitu aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang terjadi di sekolah yang berkaitan dengan tugas-tugas Drs. Cece Wijaya, dkk. Upaya Pembaruan Dalam Pendidikan Dan Pengajaran. Cet. Remaja Rosdakarya. Bandung, 1992, hal. , 23. Drs. Ngalim Purwanto. MP. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung, 1998, hal. , 26 belajar siswa, perlu diketahui bahwa aktivitas belajar itu adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental, dalam kegiatan belajar kedua aktivitas itu harus selalu berkait. Kepemimpinan pendidikan memainkan peranan penting dalam mengarahkan dan menginspirasi Guru sebagai pemimpin di kelas memiliki tanggung jawab untuk menciptakan memotivasi siswa, dan mengoptimalkan hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan kepemimpinan guru dalam meningkatkan aktivitas belajar mengajar melalui kajian literatur. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kajian literatur. Kajian identifikasi, evaluasi, dan sintesis literatur yang relevan dengan topik penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: Identifikasi Literatur: Mencari literatur yang relevan melalui database akademik seperti Google Scholar. PubMed, dan ERIC dengan menggunakan kata kunci seperti "kepemimpinan guru," "aktivitas belajar mengajar," dan "pendidikan. Seleksi Literatur: Memilih studi yang relevan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Studi yang termasuk dalam kajian ini harus berfokus pada peranan kepemimpinan guru dalam konteks pendidikan. Evaluasi dan Sintesis: Mengevaluasi kualitas studi yang terpilih dan menyintesis temuan-temuan utama untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang topik HASIL DAN PEMBAHASAN Kepemimpinan Guru Sardiman A. Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar. Cet. Rosda Grafindo Persada. Jakarta, 2000, hal. , 98 Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 53 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam Faktor yang paling penting dalam kegiatan menggerakan orang lain untuk . Sebab kepemimpinanlah yang menentukan arah dan menciptakan iklim belajar secara baik. Untuk lebih jelasnya secara umum istilah kepemimpinan memiliki berbagai batasan menurut pendapat para ahli diantaranya menurut George R. Terry yang dikutip oleh Hj. Musrifah dalam buku PBM-PAI di sekolah pemimpin atau leadership adalah. Aothe relationship in which one person leader, influence other to work together willingly on related task to attain that which the leader desiresAo. Artinya: Auhubungan yang dilakukan oleh seorang pemimpin mempengaruhi orang lain untuk bekerja bersama-sama dengan suka rela dalam menjalankan tugas, untuk mencapai tujuan kepemimpinan itu. Ay Di dalam buku U. Husna Asmara yang Pengantar Kepemimpinan Pendidikan juga dijelaskan oleh para tokoh. Abdurrahman bahwa AuPemimpin adalah orang yang dapat menggerakan orang lain yang ada di sekelilingnya untuk mengikuti jejak pemimpin ituAy. Sarwono Prawiroharjo menjelaskan bahwa AuOrang baru dapat dinamakan pemimpin apabila berhasil menumbuhkan pada bawaan perasaan ikut serta, ikut bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang sedang diselenggarakan di bawah pimpinannyaAy. Sedangkan menurut Hendiyat Soetopo dkk, bahwa: AuKepemimpinan adalah suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai 4Drs. HM. Chabib Thaha, dkk. PBM-PAI Di Sekolah. Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam. Pustaka Pelajar. Yogyakarta, 1998, hlm. , 132 5 Drs. Husna Asmara. Pengantar Kepemimpinan Pendidikan. Ghalia Indonesia. Jakarta, 1982, hlm. tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersamaAy. Dari beberapa batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan atau kegiatan memimpin merupakan usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk: mempengaruhi, mendorong, mengarahkan dan menggerakan orang-orang yang dipimpin supaya mereka mau bekerja dengan penuh semangat dan kepercayaan dalam mencapai Jadi pada intinya selama manusia masih dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu menghendaki hidup bermasyarakat, baik masyarakat tradisional maupun modern. Sehingga masing-masing personal harap mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya baik sebagai pemimpin formal maupun pemimpin alami, seperti guru dan orang tua. Dengan demikian aktivitas manusia secara bersama-bersama selalu membutuhkan Demi sukses dan efesien suatu lembaga pasti didukung adanya Di dalam lembaga pendidikan tidak terlepas dari pemimpin, baik kepala sekolah, guru, karyawan, sehingga akan tercapai apa yang diinginkan. Di suatu sekolah misalnya, secara formal kepala sekolah dianggap sebagai pemimpin, sedangkan guru-guru dan Secara berurutan bahwa kepala sekolah memimpin karyawan dan guru, sedangkan guru mempimpin siswa-siswanya. Situasi yang demikian sudah menunjukkan adanya proses kepemimpinan dalam aktivitas Pengertian Kepemimpinan Guru Di atas telah dikemukakan tentang beberapa definisi kepemimpinan menurut para ahli, yang pada pokoknya bahwa kepemimpinan ialah Aukemampuan untuk 6 Drs. Hendiyat Soetopo. Drs. Wasty Soemanto. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Bina Aksara. Jakarta, 1998, hlm. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 54 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam menggerakkan orang lain agar berpartisipasi aktif secara sukarela dalam mencapai tujuanAy. Sedangkan arti guru atau pendidik ialah AuSiapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan guru sebagai upaya menggerakkan manusia . nak didi. dalam mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya, baik potensi psikomotor, kognitif, maupun potensi afektif. Oleh karena itu kepemimpinan guru merupakan sesuatu yang penting dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa, sebab gurulah yang menjadi tokoh sentral bagi keberhasilan anak didiknya. Guru dengan kemuliaannya, dalam melaksanakan tugas seharusnya tidak mengenal lelah. Hujan dan panas bukanlah menjadi rintangan bagi seorang guru yang penuh loyalitas untuk mengabdi di sekolah agar dapat bersatu dengan siswa. Sehingga tidak ada manfaatnya kalau mendidik siswa hanya untuk menjadi orang yang pandai tentang ilmu pengetahuan saja, tetapi jiwa dan wataknya tidak dibina. Oleh karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang guru untuk selalu memperhatikan anak Guru di dalam kegiatannya mempunyai tugas yang berat, diantaranya tugas mendidik, yaitu tugas yang terhormat, tugas yang patut dijunjung tinggi, tugas guru Mahmud Yunus yang dikutip Zainuddin dkk. , ialah. AuMengembangkan masyarakat, sekolah adalah sumber untuk tiap-tiap perbaikan dan guru yang ikhlas dapat mengangkat derajat umat, sehingga setarap dengan bangsa-bangsa yang telah maju, sehingga gurulah yang menanamkan 7 DR. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Remaja Rosdakarya. Yogyakarta. Bandung, 1994, hlm. adat istiadat yang baik dalam jiwa muridmurid". Guru mempunyai pengetahuan luas disamping pengetahuan dasar yang terdapat dalam buku-buku teks. Pengetahuannya meliputi bermacam-macam disiplin ilmu sehingga guru akan mempunyai keuntungan yang tidak terduga. Dan disertai dengan suatu antusiasme yang murni untuk mata pelajaran tertentu sehingga akan menjadi contoh bagi murid-muridnya. Guru tanggapan dari murid-muridnya, karena siswa itu menjadi anggota kelompok belajar. Dengan demikian problem murid akan diketemukan manakala proses belajar mengajar sedang berlangsung. Apabila seorang guru menghendaki anak didiknya berhasil, maka tentu tidak terlepas dari perilaku yang baik. Oleh karena itu guru mempunyai dedikasi yang tinggi, yaitu berusaha membimbing dan membina anak didik agar dimasa mendatang menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kepemimpinan guru semacam inilah yang diharapkan untuk mengabdikan diri di lembaga pendidikan. Jadi, guru seharusnya bertanggung jawab atas segala sikap, dan perbuatannya dalam rangka membina jiwa dan anak didik. Untuk itu penampilan guru di depan kelas Sehingga ada tiga aspek yang perlu diperbaiki oleh para guru yaitu. Aspek peningkatan wawasan akademik, yang meliputi. Wawasan Wawasan objektif peserta didik, dan Wawasan masa depan. Drs. Zainuddin Seluk-Beluk Pendidikan dari Al-Ghazali. Bumi Aksara. Jakarta, 1991, hlm. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 55 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam Aspek metodik, meliputi: Strategi Disain mengajar, dan Evaluasi hasil belajar. Aspek religik, meliputi: Pendidikan wawasan nilai Ilmu, iman dan amal. Teori Timbulnya Kepemimpinan Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan gejala sosial karena berlangsung dalam interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial. Kepemimpinan itu tidak dapat dilepaskan dengan situasi yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungannya, baik lingkungan pendidikan maupun lingkungan masyarakat. Dari situasi yang demikian sesungguhnya Allah SWT, telah menjadikan manusia dan mendudukkan manusia ke dunia ini sebagai khalifah serta diberi tugas untuk mengelola, memanfaatkan. Ada beberapa teori yang menyebabkan seseorang itu menjadi pemimpin. Husna Asmara kepemimpinan yaitu: Teori Pembawaan. Teori ini berpendapat seseorang menjadi pemimpin karena telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin tersebut. Mereka bakat-bakat Teori Pembentukan. Teori ini berpendapat bahwa seseorang bisa menjadi pemimpin apabila setiap orang yang akan menjadi pemimpin itu diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup. Teori Pembinaan. Aliran seseorang hanya berhasil menjadi pemimpin 9 Drs. HM. Chabib Toha. MA. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Pustaka Pelajar. Yogyakarta, 1996, hlm. yang baik apabila pada waktu lahir telah bakat-bakat kemudian bakat-bakat itu dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan memungkinkan berkenbangnya bakat-bakat yang telah dimiliki. Teori Hubungan Kekuasaan dan Situasi Teori munculnya pemimpin karena situasi yang memungkinkan tampilnya seseorang untuk Terpilihnya ia sebagai pemimpin karena mampu bertindak cepat dalam mengatasi situasi, hingga ia dipercayakan oleh kelompoknya untuk tetap menjadi pemimpin agar situasi tidak kacau. Teori Beri Memberi. Munculnya atau tampilnya seseorang menjadi pemimpin karena diberi kesempatan oleh pihak atasannya . ihak ketig. Teori Kekuatan dan Harapan. Teori ini hampir sama dengan teori beri kelangsungan kekuasaan pihak Sedangkan Kartini Kartono sebab musabab munculnya pemimpin ada tiga teori Teori Genetis, menyatakan bahwa pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakat-bakat alami yang luar biasa sejak lahirnya. Dia tidak ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi kondisi bagaimanapun juga yang kusus. Teori Ekologis atau Sintesis, menyatakan sebagai berikut, seorang akan sukses menjadi pimpinan, bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat ini pengalaman dan usaha pendidikan, yang 10 Drs. Husna Asmara. Op. Cit. , hlm. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 56 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam sesuai dengan tuntutan lingkungan atau Secara sederhana konsep munculnya seorang pemimpin diungkapkan oleh Stephen Knezevich, dalam bukunya Burhanuddin Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan adalah sebagai berikut. Kepemimpinan simbolis, yaitu lebih menekankan pada sifat-sifat pribadi seseorang, karena menonjol, mempunyai kelebihan dan boleh dikatakan serba Yang dimaksud ialah seseorang yang mempunyai fisik yang serba prima, genius, berani, penuh energi dan lain-lain. Kepemimpinan Formal, yaitu seseorang yang dikatakan pemimpin muncul karena faktor AuofficialAy. Artinya secara resmi pada seseorang yang diangkat dalam jabatan struktural. Kepemimpinan Fungsional, bahwa pemimpin itu muncul karena kemampuannya berinteraksi dengan Sering kepemimpinan adalah hasil dari interaksi yang terjadi dalam kelompok. Melihat dari beberapa statement di atas pada intinya konsep atau teori munculnya kepemimpinan setidaknya mencakup tiga hal Kepemimpinan suatu kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. Jadi, seseorang dapat menjadi pemimpin karena memang dilahirkan sebagai pemimpin dan bukan karena dibuat atau dididik. Kepemimpinan itu muncul kemampuan atau sifat-sifat yang ada pada seseorang, tetapi justru yang lebih penting adalah dipengaruhi oleh sifat11 DR. Kartini Kartono. Pemimpin dan Kepemimpinan. Raja Grafindo. Jakarta, 1998, hlm. 12 Burhanuddin. Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta, 1994, hlm. sifat atau ciri-ciri kelompok yang Kepemimpinan terjadi hanya didasari atas pandangan yang bersifat psikologis dan sopsiologis. Maksudnya bahwa seorang pemimpin telah memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan dapat menjalankan fungsinya sebagai anggota kelompok. Sukses tidaknya kepemimpinan masih ditentukan oleh situasi yang selalu berubah, yang perkembangan kehidupan kelompok hanyalah yang dipimpinnya. Tipe-tipe Kepemimpinan Setiap orang yang menjadi pemimpin didasarkan atas kelebihan-kelebihan yang dimilikinya dari pada orang-orang yang Masing-masing orang memiliki Dalam keadaan tertentu dan pada waktu tertentu kelebihan-kelebihan itu dapat dipergunakan untuk bertindak sebagai Akan tetapi, tidak semua orang dapat menggunakan kelebihan itu untuk Secara tidak sadar bahwa seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya menurut caranya sendirisendiri. Dan cara-cara yang digunakannya merupakan pencerminan dari sifat-sifat dasar kepribadian seorang pemimpin walaupun pengertian ini tidak mutlak. Pendekatan sifatsifat perlu dipahami dalam kepemimpinan, terutama kepemimpinan pendidikan. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan tentang tipetipe atau gaya kepemimpinan. Menurut Hadari Nawawi kepemimpinan dibagi atas tiga macam yaitu: Kepemimpinan Otoriter. Bentuk kepemimpinan ini adalah yang paling banyak dikenal karena tergolong yang paling tua. Kekuasaan ini menempatkan sekelompok kecil orang yang disebut atasan sebagai penguasa. Pihak atasan memandang dirinya lebih mengetahui dalam segala hal dibandingkan dengan pihak bawahan yang Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 57 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam kualitas kemampuannya dipandang jauh dibawah kemampuan atasannya. Pihak atasan bertindak sebagai penguasa atau penentu yang tidak dapat dibantah dan orang lain harus tunduk pada kekuasaannya dengan mempergunakan ancaman dan hukuman Kepemimpinan otoriter seperti di atas pada dasarnya kurang tepat, apabila diterapkan dalam institusi pendidikan. Kepemimpinan otoriter ini akan membawa dampak negatif, sebab tidak mampu untuk mengikuti perkembangan dan kemajuan masyarakat, terutama masyarakat atau lingkungan pendidikan. Kepemimpinan Laissez Faire. Bentuk kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari bentuk kepemimpinan otoriter. Kepemimpinan ini pada dasarnya tidak melaksanakan kegiatan dengan cara apapun. Pemimpin berkedudukan sebagai simbol karena dalam realitas kepemimpinannya dilakukan dengan memberikan kebebasan sepenuhnya pada orang yang dipimpin untuk berbuat dan mengambil keputusan secara Kepemimpinan di atas setiap anggota kelompok bergerak sendiri-sendiri, sehingga semua aspek manajemen administratif belum bisa terwujud dengan baik. Kepemimpinan Demokratis. AuBentuk menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting. Hubungan antara pemimpin orang-orang relationship yang didasari prinsip saling menghargai dan saling menghormatiAy. Dari kenyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang hanya akan menjadi pemimpin yang efektif, jika memiliki sifat-sifat terpuji itu yang merupakan salah satu kelebihan yang perlu dimiliki pemimpin, dibandingkan dengan orang-orang yang dipimpinnya. Dan seorang pemimpin tentunya memiliki kelebihan kepribadian, akan tetapi seorang pemimpin bukan berarti harus memiliki kepribadian yang sempurna. Endingnya bahwa seorang pemimpin harus bersikap lemah lembut, dan musyawarah . erutama dalam menentukan keputusa. , dan bersikap fleksibel. Tipe-tipe kepemimpinan juga diungkapkan oleh Terry dalam bukunya. Pengklaykim AuManajemen Suatu PengantarAy berpendapat bahwa ada 6 macam tipe: Tipe Pribadi AuKepemimpinan Pribadi dibuktikan oleh adanya kontak pribadi yang langsung dari sipemimpin dengan orang-orangnyaAy. Kepemimpinan yang non pribadi Pimpinan tidak dirasakan langsung, melainkan lewat bawahannya, atau melalui cara-cara yang non personal, seperti, instruksi, sumpah dan janji. Kepemimpinan Kepemimpinan yang Kepemimpinan yang . erba bawahannya seperti datuk mengasuh Kepemimpinan yang terdapat di dalam rombonganrombangan yang setujuan dari suatu perkumpulan sepak bola yang sedang Lebih sederhana, tipe kepemimpinan diungkapkan oleh Hendiyat Soetopo, dkk. Dalam empat macam, yaitu: AuTipe Autoritarian Tipe Laizzes-faire Tipe Demokratis Dr. Hadari Nawawi. Administrasi Pendidikan. Gunung Agung. Jakarta, 1983, hlm. 14 Dr. Pangklaykim. Manajemen Suatu Pengantar. Ghalia Indonesia. Jakarta, 1981, hlm. ,5051 Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 58 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam Tipe Pseudo demokratis. Ay15 Dari keempat pengertian di atas yang perlu diketahui adalah tipe pseudo Tipe kepemimpinan yang dimaksud adalah AuDemokrasi yang semu . artinya seorang pemimpin yang mempunyai sifat pseudo demokratis hanya menampakkan sikapnya saja yang demokratis, dibalik katakatanya yang penuh tanggung jawab ada siasat yang sebenarnya merupakan tindakan yang absolut. Pimpinan yang pseudo demokratis penuh dengan manipulasi Ay Setelah diketahui beberapa tipe kepemimpinan, yang diungkapkan oleh para pakar, dapatlah disimpulkan bahwa tipe-tipe kepemimpinan, yang diungkapkan oleh para pakar dapatlah disimpulkan bahwa tipe kepemimpinan yang demokratis. Sebab pemimpin yang demokratis selalu menerima setiap perubahan dan pembaharuan dalam segala bidang. Selalu memiliki sikap terbuka, sehingga dalam berpikir bersifat rasional, logis terutama dalam menghadapi setiap perkembangan alam. Jadi, pemimpin yang demokratis pasti akan dihormati dan disegani, namun secara wajar, sehingga tercipta hubungan kerja yang positif dalam bentuk saling isi mengisi dan saling menunjang. Segala perintah hanya diterima sebagai ajakan untuk berbuat sesuatu demi kepentingan bersama atau kelompok yang selalu dapat ditinjau kembali bilamana tidak efektif. Dalam merupakan bentuk yang paling serasi karena memungkinkan setiap individu berpatisipasi secara aktif dalam mengembangkan dan memajukan lembaga pendidikan sebagai wadah yang mengemban misi pendewasaan anak-anak. Kepemimpinan demoktaris ini setiap saran dan pendapat sebagai pencerminan misi aktif dan kreativitas selalu 15 Drs. Hendiyat Soetopo. Drs. Wasty Soemanto, h. dipertimbangkan bersama untuk diwujudkan demi kepentingan bersama. Perlu kiranya diketahui bahwa kepemimpinan yang demokratis itu memiliki sifat-sifat yaitu : Dalam bawahan bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu makhluk hidup yang termulia di dunia. Selalu menyingkronkan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dari tujuan organisasi dengan kepentingan dari tujuan pribadi bawahan. Senang menerima pendapat dan kritik dari bawahan. Mengutamakan dalam mencapai tujuan. Memberikan seluas-luasnya kepada bawahan, dan Guru Sebagai Pemimpin atau Pendidik Sebagai guru atau pendidik mempunyai peran dan tanggungjawab yang sangat komplek, sehingga tugas guru bukan hanya di sekolah saja, tetapi bisa dikatakan dimana saja mereka berada. Di rumah, guru sebagai orangtua atau ayah-ibu bagi anak-anaknya. Di masyarakat tempat tinggalnya guru seringkali terpandang sebagai tokoh suri tauladan bagi orang-orang di sekitarnya, baik dalam sikap dan perbuatannya. misalnya cara dia berpakaian, berbicara, bergaul, maupun pendapat atau buah pikirannya seringkali menjadi ukuran atau pedoman kebenaran bagi orang-orang di sekitarnya, karena guru dianggap memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang berbagai hal. Di sekolah, sebenarnya tugas seorang guru bukanlah sebagai pemegang kekuasaan, tukang perintah melarang dan menghukum murid-muridnya, tetapi sebagai pembimbing dan pengabdi anak-anak. Dengan demikian 16 Drs. Ngalim Purwanto, h. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 59 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam di sini akan diuraikan tentang indikasi dari Kepemimpinan Guru. Aktivitas Belajar Siswa Pengertian Belajar Sebelum mengetahui apa yang dimaksud dengan belajar, maka di bawah ini akan disajikan beberapa pengertian tentang belajar yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan, misalnya Slamcto berpendapat bahwa belajar adalah: AuSuatu proses usaha yang dilakukan perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya lingkungannyaAy. Pengertian yang sederhana mengenai arti belajar disimpulkan oleh A. Noerhadi Djamal, yaitu: AuBelajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman atau latihanAy. Dari beberapa definisi atau pendapat di atas, dapat ditarik simpulan bahwa belajar adalah: suatu proses tingkah laku pada diri seseorang sebagai akibat dari latihan dan pengalaman yang dilakukan secara sadar sehingga menimbulkan pengetahuan dan tingkah laku yang baru. Jadi dalam belajar itu pasti terkandung hal-hal sebagai berikut: Merupakan Adanya latihan dan Adanya usaha yang Adanya tingkah laku. Dengan demikian orang yang belajar tidaklah sama jika dibandingkan dengan saat sebelumnya, karena ia lebih sanggup 17 Drs. Slameto. Belajar. Rineka Cipta. Jakarta, 1995, hlm. 18 Drs. Noerhadi. Djamal. Ilmu Jiwa Pendidikan. Fakultas Tabriyah IAIN Walisongo Semarang, 1985, hlm. menghadapi masalah atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya, akan tetapi dapat pula menerapkan secara funsional dalam situasi kehidupannya. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar. Belajar sebagai suatu aktivitas, sudah Faktor-faktor itu banyak sekali macamnya, karena terlalu banyak maka tidak disebutkan satu persatu, tetapi pada prinsipnya semua ahli pendidikan sependapat bahwa faktor-faktor itu dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni faktor intern dan faktor ekstern. Kedua faktor tersebut tidak berdiri sendiri akan tetapi menyatu dan saling mempengaruhi. Menurut Sumadi Suryabrata menerangkan secara rinci bahwa faktorfaktor yang mempengaruhi belajar adalah sebagai berikut: Faktor yang berasal dari luar diri pelajar, yang dapat digolongkan lagi menjadi dua golongan, yaitu : . AuFaktorfaktor non social . Faktor-faktor sosialAy. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pelajar, dan ini masih dapat digolongkan menjadi dua yaitu : . AuFaktorfaktor . Faktor-faktor psikologisAy19 Untuk lebih jelasnya mengenai Faktor-faktor mempengaruhi belajar di atas, dapat diuraikan secukupnya yaitu : Faktor-faktor Non- sosial Dalam Belajar Faktor-faktor ini dapat dikata tak terbilang jumlahnya, seperti misalnya : keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu, tempat, alat-alat yang dipakai untuk belajar. Faktor-faktor Sosial Dalam Belajar 19 Drs. Sumadi Suryabrata. Psikologi Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta, cet. Ke-7 1995, hlm. , 249 Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 60 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam Yang dimaksud dengan faktor-faktor sosial di sini adalah faktor manusia, baik manusia itu hadir maupun tidak hadir. Faktor-faktor Fisiologis Dalam Belajar Faktor-faktor fisiologis dibedakan menjadi dua macam yaitu : . tonus jasmani pada umumnya, dan . keadaan fungsifungsi fisiologis tertentu. Keadaan jasmani pada umumnya dapat dikatakan yang melatarbelakangi aktivitas belajar, keadaan jasmani yang capek atau lelah akan lain pengaruhnya dengan yang tidak lelah. Dan keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan yang kurang Ada dua macam contoh yang perlu dikemukakan kaitannya dalam masalah keadaan jasmani, yaitu : Nutrisi Nutrisi mengakibatkan kelesuan, lekas mengantuk dan lekas lelah. Penyakit kronis Penyakit tersebut yang mengganggu proses belajar, seperti pilek, sakit gigi, batuk Kesemuanya menggangu aktivitas belajar. Keadaan fungsi-fungsi yang dimaksudkan merupakan fungsi-fungsi panca indra. Panca indra gerbang masuknya pengaruh ke dalam individu. Dengan panca indra orang dapat mengenal dunia luar. Jadi fungsi panca indra merupakan syarat belajar dapat berlangsung dengan baik. Kepemimpinan Guru Dan Aktivitas Belajar Siswa Dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan tentunya gurulah yang memegang peran yang cukup penting, sebab guru merupakan salah satu pelaksana dalam proses belajar mengajar, artinya guru yang bertanggungjawab untuk melaksanakan tugas dan memimpin kegiatan belajar siswa. Peran guru yang tidak kalah pentingnya di sini adalah sebagai pemimpin, teladan dan Peranan ini harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah diantaranya membimbing, memberi contoh anak didik agar menjadi manusia dewasa bersusila dan cakap. Tanpa adanya bimbingan, maka anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan Kekurangmampuan anak didik menyebabkan lebih tergantung pada bantuan Tetapi Jadi bagaimana juga bimbingan guru sangat diperlukan pada saat anak didik belum mampu berdiri sendiri . Salah satu indikasi dari kepemimpinan guru yaitu sebagai pengelola kelas, guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas merupakan tempat berhimpun semua anak didik dan guru, dalam rangka menerima pelajaran dari guru. Maksud dari pengelolaan kelas adalah agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi yang tinggi untuk senantiasa menjalankan aktivitas belajar di dalamnya. Guru yang memberi motivasi yang baik agar anak didik bergairah dan aktif belajar. Dalam rangka memberikan motivasi, guru dapat menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi anak didik malas belajar dan menurun prestasinya di sekolah peran guru sebagai motivator sangat penting dalam interaktis edukatif, karena menyangkut esensi pekerjaan pendidik yang membutuhkan kemahiran dalam bidangnya. Dalam mempunyai peran yang sangat penting yaitu mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, dapat mempengaruhi, menumbuhkan, dan dapat menggerakkan siswanya dengan Karena guru dan anak merupakan dua figur manusia yang selalu dibicarakan dan tidak pernah absen dari agenda pembicaraan Guru tidak hanya disanjung dengan keteladanannya, tetapi ia juga dicaci maki dengan sinis hanya karena kealpaan berbuat baik, meski kejahiliyahan tidak Oleh karena itu guru tidak hanya menduduki fungsi sebagai pengajar yang Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 52-62, 2024 | 61 Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Peranan Kepemimpinan Guru dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Mengajar Hasbar. Wardiah. Muhammad Arsyam transfer of knowledge saja, tetapi juga sebagai pendidik yang mentransfer of value. Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa kepemimpinan guru sangat hakikatnya adalah melakukan kegiatan belajar, sehingga apabila kepemimpinan guru baik, tentu saja aktivitas belajar siswa menjadi baik pula. Belajar sendiri bisa diartikan sebagai proses aktif dan proses dasar dari perkembangan manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahanperubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar. KESIMPULAN Kepemimpinan guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Guru yang efektif dalam berkomunikasi, memberikan motivasi, lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Kajian pengembangan program pelatihan guru yang kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas Adapun saran dari hasil pembahasan di atas kiranya perlu penguatan program pelatihan guru dan kiranya pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengembangkan dan memperkuat program pelatihan guru keterampilan kepemimpinan. Program ini komunikasi efektif, strategi motivasi siswa. Pendidikan, 7. , 115-128. Suhertian. Manajemen Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Usman. Kepemimpinan Pendidikan. Bumi Aksara. Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah. PT Raja Grafindo Persada. Zainal. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 10. , 45-58. Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Nawawi. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif. Gadjah Mada University Press. Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algesindo. Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Rineka Cipta. Suparno. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Kanisius. Sagala. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Alfabeta. Komariah. , & Triatna. Visionary Leadership Menuju Sekolah Efektif. Bumi Aksara. Mukhtar. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi dalam Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Riyanto. Paradigma Baru Pembelajaran. Kencana Prenada Media Group. Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Remaja Rosdakarya DAFTAR PUSTAKA