BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 1 Nomor 2. Maret 2022 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Penerapan Kegiatan Finger Painting pada Kemampuan Motorik Halus Robingatin1. Siti Nor Asiah2 Rizky Febriani3* 1,2,3 UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Received: March 3rd, 2022. Revised: March 5th, 2022 Accepted: March 8th, 2022. Published: March 10th, 2022 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan finger painting pada kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Labbaika samarinda seberang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melukis dengan jari yaitu finger painting telah dilakukan guru dengan sangat baik. Finger panting ini mampu mengasah otot jari tangan anak sehingga gerakan jarinya mampu menghasilkan karya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sistem offline dengan metode belajar sambil bermain dan berskala kelompok dalam kelompok. Pada tahapan kegiatan anak sudah mampu bermain finger painting dengan sangat baik. Guru harus memiliki kemampuan berkreativitas dan berwawasan luas untuk menstimulus aspek perkembangan motorik halusnya baik pada kegiatan finger Tindak lanjut yang dilakukan guru diantaranya menanyakan perasaan anak, memberi kesempatan kepada anak mengekspresikan dirinya serta mengevaluasi kekurangan dan kendala yang dihadapi guru dilapangan. Kata Kunci: finger painting, motorik halus Abstract The purpose of this study was to determine the application of finger painting activities on the fine motor skills of children aged 4-5 years in TK Labbaika samarinda opposite. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews and The results showed that finger painting was done by the teacher very well. This finger panting is able to hone the muscles of the child's fingers so that his finger movements are able to produce works. The implementation of the activities is carried out by an offline system with the learning-by-play method and on a group scale in groups. At the activity stage the child is able to play finger painting very well. Teachers must have the ability to be creative and broadminded to stimulate aspects of fine motor development both in finger painting activities. Followup actions taken by the teacher included asking the child's feelings, giving the child the opportunity to express himself and evaluating the shortcomings and obstacles faced by the teacher in the field. Keywords: finger painting, fine motor Copyright . 2022 Robingatin. Siti Nor Asiah. Rizky Febriani * Correspondence Address: Email Address: rizkyfebriani10299@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 2. Maret 2022 Robingatin. Siti Nor Asiah. Rizky Febriani Pendahuluan Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya ialah pendidikan yang diselenggarakan bertujuan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Oleh sebab itu. Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kepribadiaan dan potensi yang dimiliki secara maksimal. Kosekuensinya pada forum lembaga PAUD menyediakan berbagai macam kegiatan sehingga dapat mengembangkan enam aspek perkembangan anak. Berdasarkan observasi pertama penulis melihat saat pembelajaran dilangsungkan di TK Labbaika samarinda seberang, pendidik melatih kemampuan motorik halus anak dengan menerapkan metode pembelajaran finger painting dimana penerapannya masih ada ada anak yang kurang berkembang terutama dalam menggerakkan jari tangannya, maupun menggenggam, memegang benda dan ada beberapa anak menjadi lamban dalam mengerjakan tugas sehingga tertinggal, tidak mau mengikuti pelajaran dan tidak mengerjakan tugasnya, ada yang mengerjakan tetapi masih kaku menggerakan jarijemarinya dan ada yang mengerjakan membutuhkan guru saat mengerjakan tugasnya. Beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak adalah satunya adalah kegiatan finger painting. Finger painting adalah sebuah metode melukis yang menggunakan jari-jemari khususnya bagi anak-anak, dimana anak mampu menggerakkan anggota tubuhnya serta mengendalikan otot-otot jarinya, peran tangan beserta jari-jarinya bahkan anggota tubuh lainnya sangat mendukung adanya gerakan motorik halus yang memiliki keterlibatan gerak pada saat anak berhadapan dengan kertas atau media lukisnya. Kegiatan finger painting ini sangat cocok dimainkan anak usia 4-5 Tahun, karena melalui kegiatan ini, anak dapat mengasah kemampuan motorik halus sesuai dengan standar kurikulum kompetensi dasar anak, sebab didalam kegiatan ini anak dapat dilatih kelenturan otot jari tangannya, melatih ketelitian, serta melatih mengkoordinasikan mata dan tangan, melakukan gerak manipulatif, mengekspresikan diri, serta mengontrol gerak tangan yang menggunakan otot halus. Anak-anak akan merasa senang ketika merasakan cat di jari-jari tangan mereka. Kegiatan finger painting ini juga memerlukan cat dan warna yang aman dan tidak berbahaya bagi anak. Peran tangan beserta jari-jarinya bahkan anggota tubuh yang lain seperti kaki sangat mendukung pada saat anak berhadapan dengan kertas atau media Melalui kegiatan finger painting dapat melatih kemampuan motorik halus anak karena jari-jari anak akan bergerak dan bergesekkan dengan cat dan media lukisnya, mengembangkan dan mengendalikan warna dan bentuk, meningkatkan daya imajinasi, mengontrol otot tangan dan mata, melatih ketelitian, melatih kelenturan jari-jemarinya. Berdasarkan penjelasan pada paragraf-paragraf sebelumnya, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan finger painting dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif. Zainal mengatakan bahwa penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan secara wajar dan natural sesuai dengan kondisi objektif di lapangan tanpa adanya manipulasi, serta jenis data yang dikumpulkan terutama data kualitatif. 2 Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu, suatu prosedur yang menghasilkan data berupa bentu kata, bahasa dan perilaku orang-orang yang diamati. Pelaksanaan dalam penelitian ini Suyadi dan Maulidya Ulfah. Konsep Dasar PAUD, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Zainal Arfin. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , h. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 2. Maret 2022 Penerapan Kegiatan Finger Painting pada Kemampuan Motorik Halus Anak didapat melaui catatan lapangan observasi, wawancara narasumber sehingga hasil data yang ditemukan dapat di deskripsikan secara jelas, dilaporan penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian di TK Labbaika Samarinda Seberang yang diperoleh dari hasil observasi, melalui wawancara kepala sekolah, guru kelas dan guru pendamping serta dengan dokumentasi. Maka pembahasan ini peneliti akan memaparkan mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan finger painting. Pada penerapan kegiatan finger painting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui pembelajaran offline. Perencanaan pertama guru menyiapkan RPPM yang isinya memuat, kompetensi dasar, indikator tujuan pembelajaran, materi pembelajaran sebagai pedoman guru dalam proses belajar mengajar. Menurut nurdin usman Penerapan merupakan kegiatan yang terencana dan sungguh- sungguh untuk mendapatkan tujuan dari kegiatan tersebut. Sebelum kegiatan dimulai guru terlebih dahulu menetapkan peralatan dan bahan atau alatdigunakan pada setiap kegiatan yang akan dilakukan. Penggunaan Alat dan bahan yang lengkap menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Masitoh dalam bukunya yang berjudul srategi pembelajaran diTK yang menjelaskan bahwa sebelum menentukan urutan langkah bermain, maka penting bagi guru untuk menentukan terlebih dahulu bahan dan peralatan main. Setelah itu guru mempersiapkan alat, bahan dan media dipilih sesuai dengan kemampuan anak-anak, disesuaikan dengan tema dan materi pembelajaran agar lebih efektif dengan prinsip adanya media dan sumber belajar dapat digunakan untuk pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. Kegiatan finger painting dilakukan secara offline pada kegiatan finger painting dimulai dengan penyambutan anak, dilanjutkan dengan senam bersama-sama anak PAUD dan TK labbaika dalam kegiatan ini melatih aspek motorik kasar anak. Setelah senam selesai anak mulai memasuki kelas masing-masing, anak PAUD berjumlah 11 orang dengan 4 orang laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Awal pelaksanaan guru memberikan salam dan mengajak anak untuk duduk rapi, mengajak anak benyanyi dilanjutkan dengan berdoa mengawali kegiatan dipagi hari. Guru menanyakan kabar, apakah anak sehat dan bahagia saat memulai pembelajaran, guru memberikan materi pembelajaran sesuai tema yang digunakan. Setelah memberikan materi guru memberikan kegiatan finger painting dengan memulai dari aturan- aturan serta langkah-langkah dalam bermain finger painting. Aturan-aturan bermain kegiatan finger painting yaitu. menggulung lengan baju, menggunakan satu jari saat kegiatan, jika mencoba warna lain, cucilah tangan terlebih dahulu agar warna tidak tercampur, memakai warna . secukupnya, memakai celemek melindungi baju, dan mengikuti perintah ibu guru. Langkah-langkah pelaksanaan finger painting yaitu: Guru mempersiapkan segala keperluan pembelajaran media berupa adonan warna. Setelah media siap, pembelajaran finger painting diawali dengan penyiapan segala keperluan pembelajaran, menata meja, melapisi menggunakan taplak plastik atau koran bekas serta memasangkan kain celemek pada setiap baju anak yang mengikuti kegiatan lukis jari atau finger painting. Selanjutnya guru menunjukkan contoh karya jadi, serta mengenalkan dan mendemostrasikan cara penggunaan media warna dan cara guru contohkan menggunakan seluruh bagian jari tangannya untuk mewarnai media kertas. Setelah guru mencontohkan cara kerjanya. Wiratna Sejarweni. Metodelogi Penelitian, (Yogyakarta: PT Pustaka Baru, 2. , h. Anik Lestariningrum. Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini, (Nganjuk: Adjie Media Nusantara, 2. , h. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 2. Maret 2022 Robingatin. Siti Nor Asiah. Rizky Febriani kemudian guru menyuruh anak untuk melakukan kegiatan finger painting pada kelompok pertama, kegiatan ini dibimbing dan didampingi guru. Setelah melakukan kegiatan melukis anak-anak kelompok pertama disuruh mencuci tangan, kemudian berganti giliran dengan kelompok lain, karya yang sudah dibuat anak dikumpulkan guru untuk diberi identitas serta Langkah-langkah membuat pos kamling yaitu. Lukis pondasi, tiang pos kamling menggunakan satu jari saja dan satu warna saja. Lukis dengan teknik satu jari dimodifikasi dengan bentuk segitiga untuk membuat atap dari pos kamling. Lakukan dengan 1 jari garis lurus lengkung untuk membuat pohon, kemudian 1 jari memberikan titik sebagai daun. Lakukan lukis lengkung untuk bulan sabit dengan teknik melukis 1 jari, dan anak mengumpulkan karyanya kepada guru. Setelah guru menjelaskan aturan main dan langkah-langkah bermain finger painting guru selanjutnya berperan mengamati dan mengawasi anak pada saat proses kegiatan berlangsung sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun sudah dapat melakukan beberapa kegiatan otot kecilnya dengan menggerakan tangan tangan atau jari-jari. Pada standar tingkat pencapaian perkembangan anak motorik halus usia 4-5 tahun menurut (PERMENDIKBUD NO 137 Tahun 2. anak mampu membuat garis vertikal, menjiplak huruf, mengkoordinasikan mata dan tangan, melakukan gerakan manipulatif, mengekspresikan diri dengan berkarya seni, serta mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus. Pada waktu pelaksanaan kegiatan finger painting peneliti mengamati dan melihat guru menilai anak dengan menilai sesuai tahapan usianya, yang seusuai dengan standar tingkat pencapaian motorik halus usia 4-5 tahun, diantaranya anak-anak melakukan kegiatan finger painting bahwa ananda FY mampu menggerakkan jari-jemarinya hingga memudahkannya dalam pelaksanaan kegiatan finger painting akan tetapi FY tidak dapat mengontrol jari-jemarinta sehingga ibu guru selalu mengingatkan FY untuk melukis dengan satu jari. ZL terlihat mampu menggerakkan jari-jemarinya akan tetapi tidak mendengar perintah guru, padahal perintah guru membuat bulan sabit bukan matahari. terlihat belum mampu mengontrol gerakan tangannya dan belum mampu melakukan gerakan manipulatif yang menghasilkan suatu bentuk sama dengan ZL, ia hanya membuat matahari bukan bulan sabit. Ananda AS terlihat belum mampu mengontrol otot-otot jarinya karena kaku, belum mampu mengkoordinasi otot tangan dan matanya agar fokus pada lukisanya, sehingga kegiatan AS dibantu oleh ibu guru. QS terlihat belum mampu dalam menggerakkan jari-jemarinya dengan sempurna, sehingga pekerjaanya dibantu oleh ibu ND terlihat belum mampu mengontrol jari-jemarinya dikarenakan ND tidak mau mendengar aturan yang diperintahkan oleh ibu guru. GV terlihat belum menggerakan otototot halus jarinya dan kelenturan jarinya, ia mampu menghasilkan karya lukis yang sesuai dicontohkan ibu guru, ia mampu menggerakkan otot jarinya gerakan yang rumit yaitu membuat batang pohon dimana anak yang lain meminta tolong pada ibu guru sedangkan GV tidak. GV juga membantu mengerjakan tugasnya AK. AK terlihat belum mampu menggerakan jari-jemarinya dikarenakan anada AK merasa jijik, kotor dan takut memegang pewarna sehingga pekerjaannya dibantu oleh GV. ZI terlihat mampu menggerakkan jarinya, secara lentur dan aktif, mampu mengontrol jarinya untuk melukis, akan tetapi ibu guru meminta membuat pohon ia malah melukis bunga. RH telihat mampu menggunakan otot-otot jaro meskipun garis yang RH buat tidak sempurna. DV terlihat mampu menggerakkan jari- jemarinya dengan sangat baik akan tetapi ia tidak bisa mengontrol gerakan tanganya. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repbulik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 2. Maret 2022 Penerapan Kegiatan Finger Painting pada Kemampuan Motorik Halus Anak Berdasarkan pemamparan diatas peneliti menyimpulkan bahwa motorik halus beberapa anak mampu berkembang dan ada beberapa belum berkembang dikarenakan terlalu aktif, kaku, merasa jijik dan merasa takut kotor, dari ke-11 anak diatas ada 6 anak yang bisa mengontrol jari-jemarinya, dan 5 anak mulai berkembang dengan bantuan ibu Kemampuan motorik halus anak karena menggerakan jari-jarinya untuk melukis diatas kertas finger painting merupakan metode belajar sambil bermain atau teknik melukis yang dilakukan menggunakan jari tangan secara langsung, dengan kegiatan Finger painting juga anak mengembangkan kemampuan dalam melatih kelenturan jari dan melatih otot-otot jari anak. Pada akhir pembelajaran yaitu penutup, guru mengajak duduk siap, lalu membaca surah-surah pendek, menyanyi aturan setelah tiba dirumah, kemudian dilanjutkan dengan Peneliti mengamati upaya guru dalam kegiatan finger painting yang bertujuan untuk mengembangkan aspek motorik halus anak. Menurut Sujiono motorik halus ialah gerakan yang melibatkan bagian-bagian tertentu saja yang dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti jari-jemari tangan dan pergelangan tangan yang tepat. Penerapkan metode belajar bermain finger painting mampu menstimulus kemampuan motorik halus anak. Finger painting adalah sebuah metode melukis yang khususnya diperuntukkan bagi anak-anak, dimana kebebasan mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaanya menjadi poin utama, peran tangan beserta jari-jarinya bahkan anggota tubuh lainnya seperti kaki sangat mendukung keterlibatan emosi pada saat anak berhadapan dengan kertas atau media lukisnya tersebut. Teknik melukis secara langsung ini tanpa menggunakan bantuan alat melukis, anak dapat mengganti kuas dengan jari-jari tangannya secara langsung. Perbedaan kegiatan finger painting online dan offlline, pada saat ini TK Labbaika melakukan secara offline tatap muka dimana dilaksanakan kegiatan bersama-sama guru dan anak disekolah. Kegiatan finger painting yang dilaksanakan mampu berkembang baik, biasanya disekolah media, alat dan bahan sudah jelas dipersiapkan oleh guru dan proses pembelajaran lebih mudah bagi guru, karena guru dapat melihat dan mengamati secara langsung pada saat anak melakukan kegiatan finger painting, lebih mudah mengetahui seberapa antusias dan seberapa jauh perkembangan motorik halus anak berkembang. Hal ini dilihat dari aspek perkembangan motorik halus menurut Sujiono yaitu, keterampilan mengunakan jari jemari tangan gerakan pergelangan tangnan yang tepat, tidak memerlukan tenaga melaikan koodordinasi mata dan tangan yang cermat. 8 Pada perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun TK Labbaika Samarinda Seberang telah sesuai dengan indikator perkembangan fisik motorik halus anak. Pembelajaran online, dilakukan dengan mengirimkan surat cinta kepada anak dan orang tua yang berisi kegiatan-kegiatan selama dirumah, peran orang tua dibutuhkan saat membimbing anaknya belajar dirumah, tetapi bukan untuk membantu mengerjakan melainkan mengamati dan melihat proses kegiatan anak apakah perkembangan motorik halusnya sudah tercapai atau belum. Lembar tugas anak yang dikerjakan difoto dan dikirimkan kepada guru, dan juga lembar tugas dikumpul dihari sabtu pada saat pengambilan tugas untuk kegiatan satu minggu kedepan. Pelaksanaan kegiatan finger painting tentu adanya tindak lanjut atau adanya evaluasi dalam kegiatan tersebut. Evaluasi merupakan suatu kegiatan pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang ingin dicapai melalui kegiatan Richard Decaprio. Panduan Mengembangkan Kecerdasan Motorik Siswa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , h. Pamadhi and Hajar, 200 Ruang Lingkup Seni Rupa Anak, (Jakarta: Universitas Terbuk. , h. Richard Decaprico. PanduanA, h. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 2. Maret 2022 Robingatin. Siti Nor Asiah. Rizky Febriani pembelajaran, tujuannya untuk mengetahui dan menindak lanjuti tumbuh kembang anak selama pembelajaran berlangsung. Evaluasi yang dilakukan oleh guru yaitu guru menanyakan perasaan anak dan evaluasi kedua yaitu guru menilai siswa menggunakan lembar penilaian dengan beberapa aspek perkembangan anak. Pertama yaitu guru melakukan evaluasi setelah melakukan kegiatan finger painting dimana guru menanyakan perasaan anak saat mengikuti pembelajaran, guru mengajak anak untuk berkomunikasi tentang kegiatan apa saja yang sudah dilakukan hari ini. Kedua yaitu guru menilai siswa menggunakan lembar penilaian dengan beberapa aspek perkembangan anak. Penilaian merupakan proses pengumpulan berbagai informasi secara menyeluruh dan berkinasimbungan tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai oleh setiap anak melalui proses pembelajaran. 10 Pada saat melakukan penilaian dengan menggunakan RPPM (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Minggua. , catatan anekdot dan lembar ceklist penilaian seperti ini berfungsi untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil belajar anak. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan finger painting di PAUD labbaika samarinda seberang telah dilakukan guru dengan sangat baik dan upaya guru dalam mengembangkan finger panting ini mampu mengasah otot jari tangan anak sehingga bisa digerakan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sistem offline berskala kelompok dalam kelompok dengan menerapkan metode belajar sambil bermain. Referensi