JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA Volume 24. No. Mei 2025, halaman 10-29 ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN PERSONALISASI IKLAN: MEMAHAMI POLA BELANJA GENERASI Z Dina Yosephine Valentine Simanjuntak1 1Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Bandung Bandung. Indonesia dinayosephine12@gmail. Harmon Chaniago2 2Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Bandung Bandung. Indonesia harmon@polban. ABSTRACT In this digital age. AI and personalized advertising have revolutionized the way businesses reach consumers. The world of e-commerce is undergoing rapid For this reason, this study examines the influence of artificial intelligence (AI) and personalized advertising on consumer purchasing behavior through quantitative explanatory methods. The quantitative method is explanatory. researchers used probability sampling with a simple random sampling technique to acquire representative sample data. The sample data that is feasible to test is collected from 399 respondents, where data was collected from Shopee Generation Z e-commerce consumers among students in Greater Bandung. SPSS version 26 software is used to process multiple regression model data. Obtained research results that revealed a description of each artificial intelligence (AI) variable (X. , personalized advertising (X. , and consumer buying behavior (Y). In addition, the results of the correlation relationship between the three variables were obtained. Variable artificial intelligence (AI) and personalized advertising have a two-way effect. Then, variables of personalized advertising and consumer buying behavior, as well as artificial intelligence (AI) variables and consumer buying behavior. It is also known that there is a simultaneous influence of independent variables, namely the variables of artificial intelligence (AI) and personalized advertising, on consumer buying behavior. Keywords: Artificial Intelligence (AI). Personalized Advertising. Consumer Buying Behavior PENDAHULUAN Penjualan e-commerce dengan mobile seluler atau disebut Aum-commerceAy memuncak penggunaanya di tahun 2021. Total angka penjualannya mencapai 73% Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON didorong dengan rata-rata penggunaan aktivitas online tiap orang menghabiskan waktu 6 jam 42 menit setiap hari (Faruk et al. , 2. Signifikansi penggunaan aktivitas online diprediksi semakin meningkat di masa depan. Perkiraan angka transaksi mobile commerce mencapai $52,21 miliar di tahun 2023 dan akan terus meningkat jumlah transaksinya ke angka $905,0 miliar di tahun 2028 (Konopliov. Mulai dari tahun 2017 ke 2022 perkembangan artificial intelligence untuk selanjutnya disingkat dengan AuAIAy di dunia telah signifikan meningkat. Informasi tersebut didapat melalui survei daring kepada 1. 492 perusahaan dari berbagai wilayah di dunia. Pada tahun 2022 survei oleh McKinsey menyatakan bahwa terdapat 50% perusahaan global telah mengadopsi AI untuk bisnis . ihat pada gambar . Gambar 1. Peningkatan AI dari tahun 2017-2022 (Sumber: McKinsey & Company, 2. Di daerah Asia dan Jepang (AJP), personalisasi dan pengalaman pengguna menjadi kunci untuk mempertahankan pengguna e-commerce di tengah persaingan yang kompetitif (Antaranews. com, 2. Riset Salesforce mengungkapkan tergolong rendahnya tingkat kesabaran konsumen di daerah AJP. Dengan persentase 73% pada daerah AJP kemungkinan besar konsumen akan berhenti memakai merek tertentu jika tidak mengalami interaksi pengalaman yang dipersonalisasi. Perubahan drastis perilaku konsumen memiliki dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya dan cara toko beroperasi di e-commerce (OrzoC & DepczyEska, 2. Teknologi terbaru saat ini memungkinkan organisasi ataupun Perusahaan memanfaatkan wawasan berbasis data, mengotomatiskan dan menciptakan pengalaman yang lebih personal (Omol, 2. Akilkhanov & Alan (Forbes, 2. menyarankan penting mengetahui interaksi antara AI dan personalisasi untuk mencapai kesuksesan masa kini bagi Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON para pemasar dan pengusaha. Pemasaran hiper-personalisasi yang didukung oleh AI merupakan satu aspek penting dalam mempengaruhi permintaan konsumen dalam e-commerce (Khrais, 2. Di Indonesia, dinamika pasar e-commerce mulai berubah operasi tokonya dengan perubahan cara belanja masyarakat, kehadiran pesaing baru hingga adaptasi kompleksitas isu serta regulasi baru (Anam,2. Hadirnya fenomena live streaming menjadi evolusi perilaku konsumen dan strategi penjualan online ungkap Executive Director IPSOS Indonesia Andi Sukma. Shopee juga mengkolaborasikan pengalaman belanja terintegrasi (CNN Indonesia, 2. Tidak heran. Shopee menyandang marketplace dengan pengunjung situs e-commerce paling banyak di Indonesia untuk periode September 2023 (Databoks, 2. Oleh karena itu, penting mengungkap bagaimana perilaku pembelian konsumen Gen Z atas pengaruhnya dari artificial intelligence (AI) dan personalisasi iklan. Pola belanja yang terbentuk dapat digunakan sebagai dasar penentu keputusan dari perusahaan, penjual e-commerce, pemerintah dalam membuat dan menyempurnakan UU elektronik serta pihak stakeholer lainnya. Penelitian ini juga bermanfaat bagi pengembangan implementasi e-commerce dan AI untuk dunia bisnis. TINJAUAN PUSTAKA Artificial Intelligence (AI) Artificial intelligence (AI) ialah teori dan pengembangan sistem computer dengan kemampuan tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia, diantaranya persepsi visual . isual perceptio. , pengenalan suara . oice recognitio. , pengambilan keputusan dan penerjemah antar bahasa (Knowles, 2006. Mikalef & Gupta, 2. Definisi lain menyebutkan bahwa AI adalah kemampuan sistem yang dapat mengidentifikasi, menafsirkan, membuat kesimpulan, dan mempelajari data untuk memenuhi penetapan tujuan dari organisasi dan masyarakat (Mikalef & Gupta, 2. Paschen et al . menjelaskan bahwa AI ialah bentuk kemampuan individu manusia untuk belajar dalam menghadapi situasi baru, menganalisis model abstrak dan menggunakan keilmuan untuk memanipulasi lingkungan seseorang. Penggunaan AI sudah melekat pada berbagai bidang kehidupan melalui kemampuannya melakukan pekerjaan layaknya manusia. Personalisasi Iklan Personalisasi iklan diartikan sebagai penyampaian dan/ atau saluran yang disesuaikan dengan individu konsumen berdasarkan preferensi dan perilaku masa lalu setelah penyampaian pesan massal dilakukan pada platform online (Dolnicar & Jordaan. Hayes, 2. Pendapat lain mengatakan personalisasi iklan adalah iklan yang disesuaikan dengan karakteristik dan/ atau minat atau selera seseorang, misalnya dari media sosial (Walrave et al. Keyzer et al. Personalisasi iklan juga didefinisikan sebagai penciptaan strategis, modifikasi dan adaptasi konten serta alokasi Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON konten untuk mengoptimalkan kesesuaian terhadap karakteristik pribadi, minat, preferensi, gaya komunikasi, dan perilaku (Bol et al. Segijn & Ooijen, 2. Perilaku Pembelian Konsumen Perilaku pembelian konsumen online adalah seberapa sering konsumen untuk melakukan pembelian melalui internet (Garcya et al. Menurut (Hu et 2. perilaku pembelian konsumen adalah tahapan proses pencarian informasi untuk pengambilan keputusan, dari tahap keinginan untuk membeli ke tahap keputusan pembelian. Konsumen umumnya mengevaluasi produk atau jasa dengan tujuan untuk melihat apakah nilai beli sesuai kebutuhan dan harga konsumen sebelum melakukan pertimbangan membeli. Perilaku pembelian konsumen juga adalah tindakan memilih, membeli dan menggunakan barang dan jasa agar memuaskan kebutuhannya (Ramya & Ali, 2016. Rayi, 2. Proses pasca pembelian melibatkan beberapa pembelian ulang dari platform yang sama dan platform lain yang memberikan ulasan dan rekomendasi untuk platform tersebut, sampai pada proses menghentikan penggunaan platform belanja online, dll (Petcharat & Leelasantitham, 2. Kerangka Penelitian Pada bidang periklanan ketika rekomendasi yang dipersonalisasi didukung oleh AI, iklan dapat menyesuaikan konten sesuai dengan masing-masing individu begitupun sebaliknya (Huang et al. AI juga mendukung faktor perilaku pembelian konsumen dapat dianalisis dan dievaluasi melalui AI. Berbagai informasi yang dievaluasi dapat ditelaah untuk memastikan layanan berkualitas atau tidak (Khrais, 2. Davenport et al . pun menekankan terdapat adanya hubungan pemasaran AI dan perilaku pembelian konsumen dan pelanggan. Personalisasi iklan berperan dalam mempengaruhi perilaku pembelian, konsumen menerima tawaran pribadi dari iklan personalisasi. Iklan personalisasi meningkatkan pengalaman dimana konten iklan personalisasi secara khusus berpengaruh positif dengan perilaku pembelian konsumen (Tyrvyinen et al. Lebih lagi ketika rekomendasi yang dipersonalisasi dukungan AI dapat menyesuaikan sesuai dengan masing-masing individu (Huang et al. Dari penjelasan hubungan antar variabel diformulasikan hipotesis penelitian ini. Berikut masing-masing formulasi hipotesis antar Artificial Intelligence (AI) pada Ecommerce (X. Perilaku Pembelian Konsumen (Y) Personalisasi Iklan (X. Diagram 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON : Artificial intelligence (AI) pada e-commerce memiliki pengaruh terhadap consumer buying behavior. : Personalized advertising memiliki pengaruh terhadap consumer buying behavior. : Artificial intelligence (AI) pada e-commerce memiliki kolerasi terhadap personalized advertising. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang digunakan bersifat Pengambilan metode dari sampel penelitian ini menggunakan metode probability sampling, dengan prinsipnya keseluruhan anggota populasi memiliki tingkat kemungkinan yang sama untuk menjadi sampel (Chaniago, 2. Dari segi jenis nya metode yang dipakai ialah jenis metode probability sampling- random sampling. Responden penelitian ini ialah kalangan mahasiswa PTN Gen Z pengguna e-commerce Shopee dengan minimal 3 kali melakukan pembelian pada platform Shopee. Untuk mendapatkan peluang sampel yang setara, dari populasi yang diketahui peneliti mengalikan rasio dengan pembagian jumlah mahasiswa di setiap PTN Bandung Raya dengan total populasi mahasiswanya. Berikut sebaran populasi penelitian ini: Tabel 1. Sebaran Sampel dan Populasi Penelitian No. Perguruan Tinggi Jumlah Mahasiswa Rasio Sampel ITB 27,352 UNPAD 43,677 50,471 UPI UIN Sunan Gunung Djati 41,176 POLBAN 7,617 POLMAN 2,133 1,376 NHI 2,292 ISBI 3,306 POLTEKKES 4,948 Total POLTEKESOS 2,106 (Wikipedia, 2022. PDDikti, 2. Total responden terkumpul berjumlah 429 dari setiap PTN di Bandung Raya namun hanya 399 responden data yang digunakan untuk pengolahan data karena 30 data outliers. Data responden ialah data primer langsung dari seluruh responden yang mengisi melalui g-form dengan mencari responden secara online dan offline. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON Tabel 2. Profil Responden Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Umur 17 Tahun 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 24 Tahun 25 Tahun 27 Tahun Total Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Politeknik Kesehatan Kemenkkes Bandung (POLTEKKES) Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung (POLTEKESOS) Politeknik Negeri Manufaktur Bandung (POLMAN) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) Politeknik Pariwisata NHI Bandung (Politeknik NHI) Politeknik Sekolah Tinggi Tekstil Bandung UIN Sunan Gunung Djati Bandung Universitas Padjajaran (UNPAD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Total Penghasilan/ Bulan Rp 0 - Rp 5,000,000 Rp 5,000,000 - Rp 10,000,000 Rp > 10,000,000 Variatif Total 23,3% 76,7% 0,3% 4,0% 16,8% 17,3% 24,8% 25,3% 7,8% 0,8% 1,8% 14,8% 2,5% 1,3% 1,3% 1,3% 22,1% 23,3% 27,1% 2,3% 0,3% 1,5% Frekuensi Pembelian di E-commerce Shopee dalam 1 Thn Terakhir 3 - 20 kali 67,7% 20-40 kali 40-60 kali 7,5% 60-80 kali 1,8% 80-100 kali 2,3% >100 kali 4,5% Total Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON Dari tabel 2, sebagian besar responden ialah bergender perempuan, dominasi usia responden ialah 21 tahun, representatif paling besar responden berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia. Dominasi penghasilan mereka pada rentang Rp 0 - Rp 5,000,000 dan frekuensi pembelian di e-commerce Shopee dalam kurun 1 tahun didominasi oleh frekuensi 3-20 kali. Teknik pengolahan hasil kuesioner menggunakan skala likert dimana terdapat alternatif jawaban dari nilai 1 - 5 yaitu sangat tidak setuju . , tidak setuju . , netral . , setuju . , dan sangat setuju . Dan bobot dari setiap pertanyaan berbeda sehingga jawaban dari skor responden berbeda pula Pertanyaan yang diberikan sebanyak 26 pertanyaan, dimana terdapat 13 indikator. Hasilnya dikumpulkan dan akan dihitung dengan menggunakan SPSS 26 untuk menganalisis data dengan uji deskripsi, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan uji regresi linear berganda. Tabel 3. Variabel Operasionalisasi Variabel Artificial Intelligence e-commerce (X. Indikator AI1: Halaman utama aplikasi Shopee memiliki kemampuan AI untuk menampilkan produk sesuai AI2: Halaman utama aplikasi Shopee memiliki kemampuan AI untuk menawarkan produk sesuai AI3: Saya merasa aplikasi Shopee dengan kemampuan AI memberikan saran dalam berbelanja AI4: Halaman utama aplikasi Shopee menawarkan produk diskon/ produk viral/ produk terbaru. AI5: Aplikasi Shopee meminta penilaian produk dengan kata "puas/ tidak memuaskan/ netral. AI6: Aplikasi Shopee lebih dari 1 kali meminta penilaian tentang kepuasan layanan kepada saya. AI7: Saya mudah mengakses setiap halaman/fitur . AI8: Aplikasi Shopee menawarkan berbagai mancam AI9: Data pembayaran belanja online saya diproses AI10: AI mengamankan data pribadi saya sesuai kebijakan Shopee Sumber (Bawack et Kashyap et Necula PEvEloaia. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON Personalisasi Iklan (X. Perilaku pembelian konsumen (Y) PI1: Saya merasa konten iklan Shopee sesuai (Chen Hsieh. PI2: Saya merasa iklan Shopee sesuai dengan 2012. Segijn PI3: Saya merasa konten iklan Shopee sesuai dengan & Ooijen. PI4: Saya merasa iklan Shopee sesuai dengan Kozyreva et PI5: Saya merasa iklan Shopee sesuai dengan hal Keyzer et PI6: Saya merasa produk yang saya klik AusukaAy pada aplikasi Shopee sering muncul di halaman beranda PI7: Saya merasa iklan Shopee sesuai dengan peristiwa hidup saya . isal: hari raya keagamaan, hari PI8: Saya merasa iklan Shopee sesuai dengan kejadian kehidupan saya . isal: kisah keluarga, kisah pasangan, kisah teman, dl. CBB1: Saya merekomendasikan platform Shopee (Wang & Herrando. CBB2:Saya sangat menyarankan orang membeli 2019. produk secara online dari aplikasi Shopee. Zhu et al. CBB3: Saya seringkali mengamati pembelian orang 2. lain di aplikasi Shopee sebelum membeli produk. CBB4: Saya seringkali membaca komentar produk sebelum membeli merek pada platform Shopee. CBB5: Saya merasa ketika membaca ulasan seseorang seperti diajak ngobrol dengan orang di Shopee. CBB6: Saya menanggapi/ mengklik "suka" pada ulasan positif pengguna e-commerce Shopee lainnya. CBB7: Saya akan mempertimbangkan untuk membeli e-commerce Shopee. CBB8: Saya mempunyai kemauan yang tinggi untuk berbelanja online di e-commerce Shopee. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Validitas dan Realibilitas Pada penelitian ini dilakukan analisis uji validitas dan realibitas untuk setiap 30 orang dengan level signifikansinya ialah 0,05 . %) dalam penentuan validitas. Langkah nya ialah melihat apakah nilai kolerasi tiap item pertanyaan dengan total jawaban responden >0,3 atau tidak. Berikut hasil uji validitas dalam penelitian ini: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel R Hitung Artificial Intelligence (AI) (XI) R Tabel Keterangan Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON X1. 0,365 X1. 0,599 X1. 0,398 X1. 0,609 X1. 0,641 X1. 0,347 X1. 0,440 X1. 0,668 X1. 0,636 X1. 0,803 Personalisasi Iklan (X. X2. 0,796 X2. 0,783 X2. 0,651 X2. 0,431 X2. 0,673 X2. 0,615 X2. 0,196 X2. 0,405 Perilaku Pembelian Konsumen (Y) 0,531 0,667 0,220 0,574 0,515 0,255 0,523 0,678 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Hasil uji reliabilitas pada penelitian menunjukkan data yang reliabel, dimana hasil reabilitas variabel artificial intelligence (AI) sebesar 0,735 > 0,60, kemudian pada variabel personalisasi iklan sebesar 0,734 > 0,60 dan variabel perilaku pembelian konsumen sebesar 0,736 > 0,60. Dengan demikian dapat dinyatakan variabel tersebut reliabel atau layak diaplikasikan untuk menjadi kuesioner. Akan tetapi mengingat 3 item pertanyaan tidak valid, tentunya yang dapat dipakai untuk kuesioner hanya 23 item pertanyaan terpilih dari uji validitas pada tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Reliabilitas CronbachAos Keterangan Coefficient Alpha Intelligence 10 item 0,821 Reliabel Artificial (X. Personalisasi Iklan 7 item (X. Perilaku Pembelian 6 item Konsumen (Y) 0,848 Reliabel 0,735 Reliabel Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON Uji Distribusi Normal Berdasarkan gambar 4. 5 didapatkan hasil uji normalitas one sample Kosmogorov-Smirnov sebesar 0,200c. d disimpulkan nilai tersebar secara normal. lain sisi, bentuk visualisasi data sebaran data normal p-plot sudah mengikuti arah diagonal maka secara visual pun mengatakan data sudah berdistribusi normal. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation 2. Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Uji Multikolinieritas Sesuai tabel 7, diketahui output nilai variabel artificial intelligence (AI) dan personalisasi iklan sebesar 0,692 dengan nilai VIF sebesar 1,445. Diterangkan tolerance Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON diatas 0,10 . olerance > 0,. lalu nilai VIF kurang dari 10 (VIF < . Artinya data yang diuji sudah memenuhi uji multikolinearitas antar variabel independennya. Tabel 7. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Personalized Adveritising . Artificial Intelligence (X. (X. Dependent Variable: Consumer Buying Behavior (Y) Uji Hipotesis Hasil Uji Signifikansi - Uji T Hasil thitung lebih besar dari ttabel . ,969> 1,. atau signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,000 < 0,. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, maka secara parsial variabel artificial intelligence (AI) (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian konsumen (Y). Hasil thitung lebih besar dari ttabel . ,305 > 1,. atau signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,000 < 0,. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, maka secara parsial variabel personalisasi iklan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian konsumen (Y). Hasil Pengujian Kelayakan - Uji F Diperoleh data hasil uji ANOVA (Analysis of Varian. nilai Fhitung sebesar lebih besar dari Ftabel . ,254 > 3,. dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat dinyatakan bahwa variabel artificial intelligence (AI) (X. dan personalisasi iklan (X. secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian konsumen kalangan Generasi Z mahasiswa PTN di Bandung Raya. Koefisien Determinasi Hasil perolehan koefisien determinasi sebesar 0,430 dimana diketahui dengan melihat angka pada adjusted R2 pada tabel 4. Hal ini berarti 43% perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh artificial intelligence (AI) dan personalisasi iklan dimana untuk sisanya sejumlah 57% perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh variabelvariabel lainnya yang tidak diteliti pada penelitian ini. Uji Kolerasi Diperoleh uji kolerasi sederhana atas pengaruh artificial intelligence (X. dan personalisasi iklan (X. , pengaruh variabel artificial intelligence (AI) (X. terhadap variabel perilaku pembelian konsumen (Y) serta pengaruh personalisasi iklan (X. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON terhadap perilaku pembelian konsumen (Y). Nilai signikansi hubungan kolerasi antar ketiga yaitu 0,000 . ,000 < 0,. dimana dinyatakan bahwa terdapat pengaruh sederhana variabel X1 terhadap variabel X2 sebesar 55,5%, variabel X1 terhadap Y sebesar 59,4% dan variabel X2 terhadap Y sebesar 56%. Analisis Regresi Berganda Tabel 8. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Artificial Intelligence (X. Personalized Adveritising (X. Beta Sig. Dependent Variable: Consumer Buying Behavior (Y) Untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dianalisislah dan didapatkan persamaan regresi pengaruh artificial intelligence (X. dan personalisasi iklan (X. terhadap perilaku pembelian konsumen (Y). Persamaan regresi berganda yang didapat ialah Y = 6,089 0,270 X1 0,263 X2 e. Diketahui dari persamaan bahwa nilai konstanta adalah 6,089 dan koefisien regresi untuk variabel X1 adalah 0,270 serta koefiesien regresi untuk variabel X2 adalah 0,263. Dari persamaan dapat dijelaskan bahwa jika tidak ada perubahan (X = . artificial intelligence (X. maka perilaku pembelian konsumen yang dicapai sebesar 6,089 dan jika setiap peningkatan 1 unit variabel X1 akan meningkatkan perilaku pembelian konsumen sebesar 0,270. Begitupun untuk koefisien regresi variabel X2, bahwa jika tidak ada perubahan (X = . personalisasi iklan (X. maka perilaku pembelian konsumen yang dicapai sebesar 6,089 dan jika setiap peningkatan 1 unit variabel X2 akan meningkatkan perilaku pembelian konsumen sebesar 0,263. Pembahasan Secara umum, pengaruh Gen Z memilih keterlibatan pengalaman belanja yang lebih banyak iklan, memilih layanan yang lebih dipersonalisasi, membeli produk di platform terbaru, membelanjakan lebih banyak sisa pendapatan bebas . iscretionary incom. dan pada akhirnya menginvestasikan uang sesuai kepribadian merek mereka (Baykal, 2. Hal ini selaras dengan temuan penelitian ini dimana personalisasi iklan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen. Mereka menerima penawaran yang dipersonalisasi, tidak ada rasa takut terhadap banyaknya perusahaan yang menyimpan data tentang kehidupannya namun juga tidak peduli bagaimana pengalaman Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON ritel mereka berdampak pada industri (Orgel, 2. Adanya pengaruh AI mendorong perilaku pembelian konsumen yang cukup kuat . ,4%) tidak dipedulikan oleh Gen Z. Namun. UU diperlukan walaupun Gen Z abai akan privasi data mereka, untuk menghindari risiko di kemudian hari. Disarankan perusahaan e-commerce. menggunakan The European UnionAos General Data Protection Regulation (GDPR) and the California Consumer Privacy Act (CCPA) berisikan tawaran hukum dan terminologi bagi penelitian periklanan yang berisi pengidentifikasi data pribadi konsumen, geolokasi, data biometrik, riwayat penjelajahan internet dan data psikometrik (Li, 2. Generasi ini kurang royal terhadap retailers . engecer di e-commerc. , penelitian terbaru menunjukkan bahwa loyalitas Gen Z tidak dapat ditemukan dengan langkah/model/program tradisional (Dabija & Lung . Penggunaan AI dan personalisasi iklan cukup kuat untuk mendorong perilaku pembelian konsumen. Dari hasil koefisiensi determinasi, nilai pengaruh variabel independen sebesar 43% cukup kuat. Pola belanja Gen Z yang cenderung membandingkan produk merek tertentu melibatkan AI dan personalisasi iklan untuk meyakinkan dirinya sebelum memutuskan pembelian. Dari masukan s-commerce mengenai perilaku pembelian Gen Z, peneliti Huwaida et al . menegaskan perlu mengidentifikasi kualitas informasi sebagai faktor yang berpengaruh kuat. Informasi akan memperkuat loyalitas dan keyakinan Gen Z dalam berbelanja di e-commerce. Dari hasil penelitian pola belanja Gen Z mengungkap pengaruh positif atas AI dan personalisasi iklan, hal ini mengingat Gen Z memiliki perilaku pembelian konsumen yang Penelitian Bansal. R & Bansal. T . bahwa AI memiliki pengaruh negatif atas masalah privasi dan penelitian (Gaber et al. , 2. memperlihatkan konsumen jengkel akan personalisasi iklan. Tidak selamanya perilaku pembelian konsumen terkait privasi data pada penggunaan AI dan personalisi iklan berdampak negatif. Tidak semua konsumen menanggapi teknologi personalisasi dengan cara yang sama. Akan berbeda hasilnya bagi konsumen yang nyaman untuk membagikan informasi pribadi mereka (Song et al. , 2. Hubungan Artificial Intelligence (AI) dan Perilaku Pembelian Konsumen Artificial intelligence (AI) berperan dalam mentransformasi jumlah data yang besar mengenai perilaku pembelian konsumen. Dapat diutarakan AI membantu e-commerce memahami faktor yang memengaruhi perilaku pembelian konsumen maupun pelanggan (Khrais, 2. AI dapat membantu pemasar dalam memperoleh pengetahuan tentang konsumen dan berkomunikasi dengan konsumen dari segi pengalaman konsumen Esch & Cui . Dengan itu. AI dapat mempengaruhi setiap tahap perjalanan konsumen, untuk itu penting untuk mengetahui bagaimana AI memengaruhi kebiasaan perilaku konsumen Horner & John . Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON Hasil penelitian hubungan positif artificial intelligence (AI) dan perilaku pembelian konsumen memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu yang mendukung pernyataan tersebut adalah penilitian Li . dimana membuktikkan algoritma artificial intelligence (AI) lebih baik dari algoritma yang ada untuk menganalisis perilaku pembelian konsumen. Hubungan Personalisasi Iklan dan Perilaku Pembelian Konsumen Personalisasi iklan terbukti menjanjikan dan menargetkan segmen pelanggan tertentu berdasarkan perilaku penelusuran dan pembelian konsumen. Hal ini terbukti sangat meningkatkan penjualan dan keterlibatan pelanggan (Huang et al, 2021. Wu et al, 2. Terdapat hubungan dua arah dimana proses perilaku pembelian konsumen berasal dari analisis melalui data clickstream, yaitu visualisasi perilaku belanja online. Secara keseluruhan, analisis clickstream memberikan wawasan berharga tentang perilaku konsumen dan preferensinya. Dimana memungkinkan perusahaan e-commerce menawarkan penawaran yang lebih personal dan kampanye periklanan yang efektif (Sakalauskas & Kriksciuniene, 2. Dapat dikatakan perilaku pembelian konsumen juga mendorong penawaran personalisasi iklan di e-commerce lebih tertarget kepada calon konsumen potensial. Hasil penelitian hubungan positif artificial intelligence (AI) dan perilaku pembelian konsumen memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu yang mendukung pernyataan tersebut adalah penilitian Sakalauskas & Kriksciuniene . Penelitian tersebut lebih spesifik meneliti lebih mendalam terkait perilaku belanja online, pola minat konsumen dan efektivitas kampanye periklanan dengan memanfaatkan data Periklanan personalisasi dapat menjadi kunci dalam meningkatkan penjualan e-commerce dan mengurangi biaya iklan. Hubungan Artificial Intelligence (AI) dan Personalisasi Iklan Tingkat personalisasi yang tinggi dalam AI dianggap sebagai faktor utama dibalik optimal dan populernya AI. AI cenderung tidak menggangu sehingga sebagian besar pengguna tidak menyadari bahwa mereka telah berinteraksi dengan teknologi (Kumar et , 2. AI dapat menata ulang berbagai langkah proses periklanan, mulai dari perencanaan, penelitian, pembuatan, pembelian media, evaluasi kinerja, copywriting dan hal lainnya meningkatkan tujuan iklan terkait (Rodgers & Nguyen, 2. Li . mengatakakan bahwa sistem AI untuk membuat penawaran iklan cerdas terdiri atas empat komponen utama diantaranya data pengguna sesuai klasifikasi kebutuhan sistem, analisis sentimen untuk kata-kata iklan, pembuatan template salinan iklan dan pencocokan iklan. Atas penjelasan Wang tersebut tergambarkan bahwa terdapat hubungan dua arah antara AI dan personalisasi iklan. AI berpengaruh untuk menyesuaikan penawaran iklan cerdas terpersonalisasi secara real-time. Deng et al . juga mendukung pernyataan bahwa terdapat pengaruh artificial intelligence (AI) dan personalisasi iklan. Pada penelitiannya beliau dan peneliti lain Jurnal Sains Pemasaran Indonesia SIMANJUNTAK. DINA & CHANIAGO. HARMON melihat hubungan tersebut sebagai lahan yang subur dan luar biasa bagi komunikasi Namun tidak secara eksplisit mengatakan terdapat hubungan antara Penelitian nya diungkapkan melalui system pembuatan iklan yang dipersonalisasi (Smart Generation System Ae Personalized Advertising Cop. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Gen Z kalangan mahasiswa PTN di Bandung Raya pada dasarnya memiliki perilaku pembelian konsumen yang tinggi pada e-commerce, mereka akan cenderung membandingkan produk sebelum melakukan pembelian. Adanya AI, personalisasi iklan dan kombinasi keduanya lebih memudahkan mereka untuk berbelanja dan mempertimbangkan produk-produk di e-commerce. AI dan personalisasi iklan menciptakan pengalaman berbelanja yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Gen Z. Saran Diperlukan kebijakan yang terarah dan mesti dimengerti oleh konsumen terkait keamanan data dan privasi konsumen. Pedoman The European UnionAos General Data Protection Regulation (GDPR) and the California Consumer Privacy Act (CCPA) dapat menjadi acuan kerangka pembuatan UU. E-commerce Shopee perlu lebih memaksimalkan keberlanjutan kualitas artitificial intelligence (AI) terkhusus aspek optimisasi di e-commerce. Penelitian lebih lanjut mengenai pola belanja Generasi Z diperlukan mengingat jenis Gen Z yang belum dieksplorasi sepenuhnya. Penjual . eller/retailer/dropshippe. perlu memperhatikan mengenai informasi produk secara lengkap. Tujuannya untuk meningkatkan loyalitas dan kepercayaan Gen Z terhadap merek produk di pasar e-commerce yang kompetitif. REFERENSI