JURNAL INOVATOR Jurnal Program Studi Teknik Mesin POLITEKNIK JAMBI Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 homepage: w. id/index/inovator Pengaruh Berat Roller Dan Kecepatan Putaran Primary Dan Secondary Roller Motor Scoopy Stylish 2019 Pada Kondisi Tanpa Beban Adjie Joranda a, *. Een Tonadi a. Antonius FA Silaena Teknik Mesin. Universitas Prof. Dr. Hazairin S. Jl. Jendral Ahmad Yani No1 Bengkulu, 38115, indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima 24 Juni 2025 Diterima setelah direvisi 16 Oktober 2025 Disetujui 17 Oktober 2025 Kata kunci: CVT Roller Honda scoopy Engine rotation Speed Abstract- This study aims to analyze the effect of varying roller weights . g, 13 g, and 15 . and vehicle speeds . , 40, and 60 km/. on the rotation of the primary and secondary pulleys in the Continuously Variable Transmission (CVT) system of a 2019 Honda Scoopy Stylish motorcycle under no-load conditions. The research employed a laboratory experiment using a 3y3 factorial Completely Randomized Design (CRD), resulting in 27 experimental units. The findings indicate that both roller weight and vehicle speed significantly influence pulley rotation. The 10 g roller produced the highest primary pulley rotation, indicating optimal acceleration at all speeds. However, at high speeds, the 15 g roller demonstrated better rotational efficiency on the secondary pulley. The study concludes that roller weight selection should align with riding needsAilighter rollers are suitable for quick acceleration, while heavier rollers provide better efficiency and stability at higher speeds. Intisari- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi berat roller . g, 13 g, dan 15 . serta kecepatan kendaraan . , 40, dan 60 km/ja. terhadap putaran pulley primer dan sekunder pada sistem transmisi otomatis (CVT) sepeda motor Honda Scoopy Stylish 2019 dalam kondisi tanpa beban. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3y3, menghasilkan 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat roller dan kecepatan kendaraan berpengaruh signifikan terhadap putaran pulley. Roller 10 g menghasilkan putaran primer tertinggi, mencerminkan akselerasi optimal pada semua kecepatan, namun pada kecepatan tinggi, roller 15 g menunjukkan efisiensi rotasi lebih tinggi pada pulley sekunder. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan berat roller harus disesuaikan dengan kebutuhan berkendara, di mana roller ringan cocok untuk akselerasi cepat dan roller berat lebih sesuai untuk efisiensi dan stabilitas pada kecepatan tinggi. Pendahuluan Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat karena kepraktisannya dalam mobilitas seharihari . , . Salah satu komponen penting dalam sistem penggerak sepeda motor jenis metik adalah sistem transmisi otomatis (Continuously Variable Transmissio. CVT berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang dengan efisiensi tinggi, dimana salah satu komponen yang berperan dalam kinerja CVT adalah roller . Roller ini berfungsi untuk mengatur perpindahan rasio CVT secara otomatis berdasarkan putaran mesin (RPM) dan gaya sentrifugal yang dihasilkan . , . Penelitian mengenai pengaruh berat roller terhadap RPM telah banyak Misalnya, studi oleh Raharjo dkk. , . dalam jurnal "Pengaruh Berat Roller terhadap Performa CVT pada Motor Matic" menunjukkan bahwa penggunaan roller dengan berat lebih ringan dapat meningkatkan akselerasi awal, namun menyebabkan kenaikan RPM yang lebih tinggi dibandingkan roller yang lebih berat . Studi lainnya oleh * Corresponding Author: E-mail:adjiejoranda123@gmail. com (Adjie Jorand. Suryanto dan Wijaya . dalam "Analisis Performa CVT dengan Variasi Berat Roller" mengindikasikan bahwa pemilihan roller yang tepat dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan akselerasi yang signifikan . Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi berat roller standar 13 Gram dan racing 10 Gram, 15 Gram terhadap putaran mesin (RPM) pada sepeda motor Honda Scoopy Stylish Dalam penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh berat roller standar . Gra. dan racing . Gram dan 15 Gra. terhadap putaran mesin (RPM) pada sepeda motor Honda Scoopy Stylish 2019. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana variasi berat roller mempengaruhi perubahan RPM dalam berbagai kondisi pengendaraan, seperti akselerasi awal, kecepatan menengah, dan kecepatan maksimum. Metode pengujian performa CVT biasanya melibatkan alat ukur seperti tachometer untuk mengukur RPM pada berbagai kondisi kecepatan . , . Pengujian dilakukan dengan membandingkan variasi berat roller dalam kondisi akselerasi awal, kecepatan menengah, dan kecepatan maksimum . , . Studi oleh Akhmadi dan Usman . menemukan Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 bahwa penggunaan roller standar . Gra. memberikan keseimbangan antara akselerasi dan efisiensi bahan bakar, sementara roller yang lebih ringan . Gra. memberikan keunggulan dalam akselerasi tetapi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi . Metodologi Penelitian Alat dan Bahan Alat Tachometer Tachometer digital, dengan sensor dan mikroprosesornya yang cerdas, mampu mengukur kecepatan putaran secara akurat dan menampilkannya dengan presisi digital. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat roller . Gram, 13 Gram , dan 15 Gram ) dan kecepatan kendaraan . , 40, dan 60 km/ja. terhadap putaran pulley primer dan sekunder pada sistem transmisi otomatis (CVT) sepeda motor Honda Scoopy Stylish 2019. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 y 3. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Prof. Dr. Hazairin. Bengkulu, pada bulan mei 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi berat roller dan kecepatan kendaraan terhadap putaran pulley primer dan sekunder pada sistem transmisi CVT sepeda motor Honda Scoopy Stylish 2019 dalam kondisi tanpa beban. Gambar 2. Tachometer Motor Scoopy Stylish 2019 Sebagai alat Utama dalam pengujian. Honda Scopy Stylish 2019 5cc eSP dengan PGM-FI, transmisi CVT, dan menghasilkan tenaga 8 hp dengan torsi 9. 2 Nm. Dimensi Scoopy 2019 adalah 1. 860 mm . , 680 mm . , dan 1. 074 mm . DiaGram Alir Gambar 3. Honda Scoopy Stylish 2019 Gambar 1. DiaGram Alir Penelitian Gambar 1 menunjukkan diaGram alir penelitian yang menjelaskan tahapan dari penelitian mulai dari persiapan alat dan bahan hingga kesimpulan dan saran. Berikut spesifikasi sepeda motor yang digunakan: Merek: Honda Kapasitas: 109. 5 cc Tipe: 4-Langkah. SOHC, eSP . nhanced Smart Powe. Sistem Injeksi: PGM-FI Tenaga Maksimum: 8. 8 hp Torsi Maksimum: 9. 2 Nm Pendingin: Udara Transmisi: CVT (Continuous Variable Transmissio. Bahan Roller Dalam penelitian ini, roller racing yang akan diuji memiliki rentang berat 10 Gram dan 15 Gram. Sebagai perbandingan, berat roller standar adalah 13 Gram. Untuk mendapatkan data yang lebih lengkap, kami akan ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 menguji roller racing dengan berat 2 Gram di bawah standar . Gra. dan 2 Gram di atas standar . Gra. Gambar 4. Roller Keterangan spesifikasi roller: 2212A- K44-VOO Roller Standar 13 Gram Yamagata Roller Racing 15 Gram Kitaco Racing 10 Gram Variabel Penelitian Variabel Bebas Berat roller 10 Gram, 13 Gram, dan 15 Gram. Kecepatan kendaraan 20, 40, dan 60 km/jam. Variabel Terikat Putaran pully Primer (RPM). Putaran pully Sekunder (RPM). Variabel Kontrol Kondisi mesin . ervis ringan, standar pabrika. Sistem pelumasan. Lingkungan pengujian dan alat ukur yang sama. untuk menguji pengaruh perlakuan terhadap variabel dependen. Berikut ini adalah tahap-tahap analisis yang digunakan: Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal merupakan salah satu syarat penting dalam analisis statistik parametrik, seperti ANOVA. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk melalui SPSS. Uji Homogenitas Varians Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data memiliki varians yang sama antar kelompok. Uji ini penting sebagai syarat lanjutan sebelum dilakukan analisis ANOVA. Dalam penelitian ini, uji homogenitas dilakukan menggunakan Levene's Test for Equality of Variances yang tersedia di SPSS. Uji One-Way ANOVA (Analisis Varian Satu Ara. Uji ANOVA satu arah digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara tiga atau lebih kelompok perlakuan terhadap satu variabel dependen. Uji ini dilakukan setelah data dinyatakan normal dan homogen. Uji Lanjutan (Post Hoc Tes. Jika hasil ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, maka perlu dilakukan uji lanjutan atau post hoc test untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda secara signifikan. Dalam penelitian ini digunakan Uji lanjutan karena data diasumsikan homogen. Hasil dan Pembahasan Titik Pengukuran Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3. Pengukuran RPM dilakukan dengan tachometer digital non-kontak yang diarahkan ke titik reflektif pada pulley primer dan sekunder, saat kendaraan mencapai kecepatan tertentu . , 40, 60 km/ja. berdasarkan speedometer. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh berat roller . g, 13 g, 15 . dan kecepatan kendaraan, . , 40, 60 km/ja. terhadap putaran pulley primer dan sekunder pada motor Honda Scoopy Stylish 2019 dalam kondisi tanpa beban. Rata-rata hasil pengujian ditampilkan dalam Tabel. Gambar 6. Adalah Tampilan berturut-turut dari kiri ke kanan menunjukkan speedometer pada kecepatan 20 km/jam, 40 km/jam, dan 60 km/jam. Setiap gambar diambil saat pengujian putaran pulley dilakukan, guna memastikan keakuratan pencatatan data RPM pada masing-masing Gambar 5. Titik pengukuran Gambar 6. Tampilan Berturut Turut kecepatan 20 km/jam, 40 km/jam, dan 60 km/jam Analisis Data Dalam penelitian ini, teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS (Statistical Package for the Social Science. versi terbaru. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 Tabel Hasil Pengujian Tabel 1. Hasil Pengujian kecepatan 20 Km/Jam Kecepatan Berat Roller Primary Secondary (RPM) (RPM) Rata-rata Rata-rata Rata-rata Pengujian 13 Gram Standar 15 Gram Racing 10 Gram Racing Putaran 20 Km/Jam Tabel 4. Rata-rata Putaran Pulley Primer dan Sekunder Kecepatan Berat Roller Pulley Primer (Km/Jam (Gra. (RPM) Data dikumpulkan dari hasil pengukuran RPM pulley primer dan sekunder pada setiap kombinasi perlakuan berat roller dan kecepatan kendaraan Pada setiap tingkat kecepatan . , 40, dan 60 km/ja. , data dikumpulkan berdasarkan putaran (RPM) pulley primer dan sekunder untuk tiga variasi berat roller . Gram, 13 Gram, 15 Gra. Setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil rata-rata dan mengurangi bias pengukuran. Grafik Hasil Penelitian Tabel 2. Hasil Pengujian kecepatan 40 Km/Jam Kecepatan Berat Roller Primary Secondary (RPM) (RPM) Rata-rata Rata-rata Rata-rata Pengujian 13 Gram Standar 15 Gram Racing 10 Gram Racing Putaran 20 Km/Jam Tabel 3. Hasil Pengujian kecepatan 60 Km/Jam Berat Roller 13 Gram Standar 15 Gram Racing 10 Gram Racing Putaran 20 Km/Jam Pengujian Kecepatan 20 km/jam Pulley Primary: RPM tertinggi tercatat pada roller 10 Gram . 6 RPM). RPM terendah pada roller 13 Gram . 5 RPM). Pulley Secondary: RPM tertinggi pada roller 15 Gram . 9 RPM). RPM terendah pada roller 10 Gram . 6 RPM). Analisis: Semakin ringan roller, semakin tinggi RPM primary. Untuk secondary, peningkatan berat cenderung meningkatkan RPM. Gambar 7. Grafik Kecepatan 20 Km/jam Kecepatan Pulley Sekunder (RPM) Primary Secondary (RPM) (RPM) Rata-rata Rata-rata Rata-rata Kecepatan 40 km/jam Pulley Primary: RPM tertinggi pada roller 10 Gram . 1 RPM). RPM terendah pada roller 13 Gram . 8 RPM). Pulley Secondary: RPM tertinggi pada roller 15 Gram . 2 RPM). RPM terendah pada roller 13 Gram . 1 RPM). Analisis: Pola yang sama dengan kecepatan 20 km/jam: roller ringan menghasilkan RPM lebih tinggi di primary. Secondary mengalami peningkatan RPM seiring penambahan berat roller. ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 Uji Homogenitas (LeveneAos Tes. : Sig. = 0,714 (> 0,. Ie varian antar kelompok homogen. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas (LeveneAos Tes. dengan Kecepatan 20 Km/jam ANOVA: F = 368,988 | Sig. = 0,000 Ie terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Gambar 8. Grafik Kecepatan 40 Km/jam Kecepatan 60 km/jam Pulley Primary: RPM tertinggi tetap pada roller 10 Gram . 8 RPM). RPM terendah pada roller 13 Gram . 4 RPM). Pulley Secondary: RPM tertinggi pada roller 10 Gram . 2 RPM). RPM terendah pada roller 15 Gram . 4 RPM). Analisis: Tidak seperti pada kecepatan 20 dan 40 km/jam, di kecepatan 60 km/jam roller 10 Gram memberikan RPM tertinggi di kedua pulley. Hal ini menunjukkan bahwa pada kecepatan tinggi, roller ringan mendominasi pengaruh terhadap kinerja RPM keseluruhan. Tabel 7. Hasil ANOVA Kecepatan 20 Km/jam Post Hoc (Bonferron. : Kelompok 1 vs 2: beda signifikan . Sig. = 0. , kelompok 1 vs 3: beda signifikan . Sig. = 0. , kelompok 2 vs 3: tidak signifikan (Sig. = 0. Tabel 8. Hasil Post Hoc Kecepatan 20 Km/jam Kesimpulan Akhir: Pada kecepatan 20 km/jam, terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata kecepatan antar kelompok, terutama antara berat roller dengan pulley 1 dan pulley 2. Namun, pulley 1 dan pulley 2 tidak berbeda signifikan. Gambar 9. Grafik Kecepatan 60 Km/jam Uji Stastis Mengunakan SPSS Dalam Uji ANOVA ada yang Namanya Uji Lanjut (Post Hoc tes. , dimana uji lanjut bertujuan untuk mengetahui perbedaan tiap kelompok secara nyata, tapi penggunaan uji lanjut sendiri bias dilakukan jika uji ANOVA menghasilkan perbedaan secara signifikan antara kelompok. Uji SPSS Dengan Kecepatan 40 KM/jam Uji Normalitas (Shapiro-Wil. : Semua kelompok Ie Sig. 0,05 Ie data normal. Tabel 9. Hasil Uji Normalitas (Shapiro-Wil. dengan Kecepatan 40 Km/jam Uji SPSS Dengan Kecepatan 20 KM/jam Uji Normalitas (Shapiro-Wil. : Semua kelompok . erat roller, pulley 1, pulley . memiliki nilai Sig. > 0,05 Ie data terdistribusi normal. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas (Shapiro-Wil. dengan Kecepatan 20 Km/jam Uji Homogenitas (LeveneAos Tes. : Sig. = 0. 076 (> 0. Ie varian homogen. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas (LeveneAos Tes. dengan Kecepatan 40 Km/jam ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 ANOVA: F = 143. 098 | Sig. = 0. 000 Ie ada perbedaan Tabel 15. Hasil Post Hoc Kecepatan 60 Km/jam Tabel 11. Hasil ANOVA Kecepatan 40 Km/jam Post Hoc (Bonferron. : Berat roller vs pulley 1: beda signifikan (-3957. Sig. = 0. , berat roller vs pulley 2: beda signifikan (-4773. Sig. = 0. , pulley 1 vs pulley 2: tidak signifikan (Sig. = 0. Tabel 12. Hasil Post Hoc Kecepatan 40 Km/jam Kesimpulan: Pada kecepatan 40 km/jam, berat roller menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kecepatan, dibandingkan dengan pulley 1 dan pulley 2. Namun, perbedaan antara pulley 1 dan pulley 2 tidak signifikan. Uji SPSS Dengan Kecepatan 60 KM/jam Uji Normalitas (Shapiro-Wil. : Semua kelompok Ie Sig. 0,05 Ie data normal. Tabel 13. Hasil Uji Normalitas (Shapiro-Wil. dengan Kecepatan 60 Km/jam Uji Homogenitas (LeveneAos Tes. : Sig. = 0. 075 (> 0. Ie varian homogen. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas (LeveneAos Tes. dengan Kecepatan 60 Km/jam ANOVA: F = 218. 125 | Sig. = 0. 000 Ie ada perbedaan signifikan antar kelompok. Tabel 14. Hasil ANOVA Kecepatan 60 Km/jam Post Hoc (Bonferron. : Berat roller vs pulley 1: beda signifikan (-4773. Sig. = 0. , berat roller vs pulley 2: beda signifikan (-6167. Sig. = 0. , pulley 1 vs pulley 2: beda signifikan (-1393. Sig. = 0. Kesimpulan: Pada kecepatan 60 km/jam, seluruh kelompok . erat roller, pulley 1, dan pulley . berbeda signifikan satu sama lain. Artinya, komponen CVT berpengaruh besar terhadap kecepatan pada kondisi putaran tinggi. Pengaruh Berat Roller terhadap Putaran Pulley Primer Dari hasil pengujian, terlihat bahwa roller dengan berat 10 Gram menghasilkan putaran tertinggi pada pulley primer di semua tingkat Hal ini menunjukkan bahwa roller ringan meningkatkan akselerasi karena gaya sentrifugal bekerja lebih cepat dalam mendorong pulley primer untuk menutup. Sebaliknya, roller standar 13 Gram menunjukkan putaran paling rendah, menandakan bahwa putaran mesin lebih lambat dan transmisi cenderung stabil namun kurang responsif. Pada kecepatan tinggi . km/ja. , roller 15 Gram mulai menunjukkan performa lebih baik dibanding 13 Gram. Ini mengindikasikan bahwa roller berat memiliki respon yang lebih stabil dan efisien untuk kecepatan menengah hingga tinggi, walaupun akselerasi awal tidak secepat roller 10 Gram. Pengaruh Berat Roller terhadap Putaran Pulley secondary Untuk pulley sekunder, tren serupa terlihat. Roller 10 Gram memberikan RPM tertinggi di kecepatan rendah dan menengah. Namun, pada kecepatan tinggi . km/ja. , roller 15 Gram menghasilkan RPM tertinggi . 2 RPM) yang melebihi roller 10 Gram . 3 RPM). Hal ini menunjukkan bahwa pada kecepatan tinggi, roller lebih berat mampu menjaga rasio transmisi tetap optimal untuk mentransfer tenaga ke roda dengan lebih efisien. Ini mengindikasikan bahwa roller 15 g memiliki performa stabil pada kecepatan menengah hingga tinggi, meskipun akselerasinya lebih lambat. Perbandingan Performa antar Berat Roller Roller 10 Gram unggul dalam menghasilkan akselerasi awal yang responsif, cocok digunakan untuk kondisi lalu lintas padat atau berkendara di medan menanjak. Roller 13 Gram memberikan performa seimbang dan cenderung netral, cocok untuk penggunaan harian. Sedangkan roller 15 Gram menunjukkan keunggulan dalam efisiensi dan kestabilan pada kecepatan tinggi, cocok untuk perjalanan jauh di jalan bebas hambatan. Simpulan Berdasarkan hasil pengujian dan analisis terhadap pengaruh variasi berat roller . Gram, 13 Gram, dan 15 . serta kecepatan kendaraan . km/jam, 40 km/jam, dan 60 km/ja. terhadap putaran pulley primer dan sekunder pada sepeda motor Honda Scoopy Stylish 2019 dalam kondisi tanpa beban, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Berat roller berpengaruh signifikan terhadap putaran pulley primer dan sekunder . Roller ringan . Gra. cocok digunakan untuk kondisi jalan yang memerlukan akselerasi cepat seperti lalu lintas padat atau ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae15 jalan menanjak, karena mampu meningkatkan putaran mesin secara cepat. Roller standar . Gra. memberikan performa yang seimbang antara akselerasi dan efisiensi, namun tidak menjadi yang paling optimal dalam salah satu aspek tertentu. Roller berat . Gra. lebih cocok untuk perjalanan jauh atau berkendara pada kecepatan konstan tinggi, karena memberikan putaran yang lebih efisien dan stabil pada pulley sekunder. Saputra. Suwignyo. , & Fatra. PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI BERAT ROLLER DAN PEGAS CVT TERHADAP PERFORMA MESIN PADA MOTOR 4 TAK 110 CC. In Prosiding Seminar Nasional & Internasional EDUSTEM . Bramastyo. Analisis pengaruh sudut pulley dan berat roller terhadap daya dan torsi pada motor matic modifikasi 110cc. Jurnal Teknik Mesin, 1. , 41Ae https://doi. org/10. 33795/jmeeg. Ucapan terima kasih Kami juga menyampaikan terimaksi kepada Laboratorium Teknik Mesin. Universitas Prof. Dr. Hazairin. Bengkulu, yang telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh kepada penulis selama pelaksanaan kegiatan pengujian dalam penelitian ini. Referensi