Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) PENGARUH SYSTEMATIC STRATEGIC PLANNING DAN STRATEGIC BUSINESS INNOVATION TERHADAP SUSTAINABLE PERFORMANCE UMKM (Studi Kasus pada UMKM Makanan dan Minuman kota Makassar) Muhammad Ilman Ramli Natsir1), Abdul Rahman Kadir2), Asty Almaida3) 1,2,3) Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia Email korespondensi: ilmannatsir5@gmail.com Volume 6 Nomor 1 Desember 2024 2021 e-ISSN Juni 2715-7474 p-ISSN 2715-9892 Informasi Artikel Tanggal masuk 20 September 2024 Tanggal revisi 28 Oktober 2024 Tanggal diterima 30 Desember 2024 Kata Kunci: Systematic Strategic Planning, Strategic Business Innovation, Sustainable Performance, Triple Bottom Line, Resource-Based View Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh systematic strategic planning dan strategic business innovation terhadap sustainable performance Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman di Kota Makassar. Kerangka penelitian ini mengacu pada konsep Triple Bottom Line dan Resource-Based View. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial, yang melibatkan 100 responden dalam tahap kuantitatif dan 5 narasumber dalam tahap kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa systematic strategic planning tidak berpengaruh signifikan terhadap sustainable performance UMKM, sedangkan strategic business innovation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance UMKM di Kota Makassar. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengusaha UMKM dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan keberlanjutan usaha melalui inovasi bisnis yang strategis. Abstract: This study aims to analyze the influence of systematic strategic planning and strategic business innovation on the sustainable performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the food and beverage sector in Makassar City. The framework of this study refers to the concept of Triple Bottom Line and Resource-Based View. The research method used is a mixed method with a sequential explanatory design, involving 100 respondents in the quantitative stage and 5 sources in the qualitative stage. Quantitative data analysis was carried out using multiple linear regression, while qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that systematic strategic planning does not have a significant effect on the sustainable performance of MSMEs, while strategic business innovation has a positive and significant effect on the sustainable performance of MSMEs in Makassar City. The implications of this study are expected to provide insight for MSME entrepreneurs and policy makers in improving business sustainability through strategic business innovation. PENDAHULUAN UMKM memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di banyak negara, termasuk Indonesia (Halik et al., 2023; Halik & Halik, 2024). Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya perencanaan strategis dan inovasi bisnis dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM. (Dwikat et al., 2022) menemukan bahwa systematic strategic planning dan strategic business innovation berpengaruh positif terhadap sustainable performance UMKM manufaktur di Palestina. Penelitian (Alqershi et al., 2020) di Yaman juga menunjukkan bahwa inovasi strategis mampu mengatasi kendala rendahnya kinerja UMKM. Namun, kajian terkait masih terbatas pada sektor manufaktur dan wilayah dengan ketidakstabilan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengisi celah dengan menelaah sektor makanan 43 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) dan minuman di Indonesia yang memiliki karakteristik berbeda, khususnya dalam konteks Kota Makassar. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap sektor makanan dan minuman, yang merupakan bagian dari industri pengolahan dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksplanatori sekuensial, yang memungkinkan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak perencanaan strategis dan inovasi bisnis terhadap keberlanjutan UMKM. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih banyak menggunakan analisis kuantitatif, studi ini mengombinasikan metode regresi linear berganda dengan analisis kualitatif model Miles dan Huberman untuk memberikan perspektif yang lebih komprehensif. Dalam konteks Indonesia, berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mendukung keberlanjutan UMKM, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 (Pemerintah Indonesia, 2021) tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM. Namun, banyak UMKM masih menghadapi tantangan dalam implementasi strategi bisnis yang berkelanjutan. Fenomena ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana systematic strategic planning dan strategic business innovation dapat mempengaruhi sustainable performance UMKM di sektor makanan dan minuman, yang memiliki dinamika pasar yang unik dan persaingan yang ketat. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh systematic strategic planning dan strategic business innovation terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi literatur akademik serta menawarkan wawasan bagi para pelaku UMKM dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis mereka. KAJIAN LITERATUR Keberlanjutan UMKM telah menjadi isu penting dalam berbagai penelitian di bidang manajemen dan kewirausahaan. Sustainable performance dalam konteks bisnis tidak hanya berorientasi pada aspek keuangan tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan sosial, sebagaimana dikemukakan dalam konsep Triple Bottom Line (Felisia & Limijaya, 2014). Perspektif ini menekankan bahwa keberhasilan bisnis harus diukur berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu profit (keuangan), people (sosial), dan planet (lingkungan). Sementara itu, pendekatan Resource-Based View menyoroti bahwa keunggulan kompetitif suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang unik dan tidak mudah ditiru (Aslamiyah et al., 2024). Kedua teori ini menjadi dasar utama dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi sustainable performance UMKM, khususnya dari aspek perencanaan strategis dan inovasi bisnis. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap sustainable performance adalah systematic strategic planning. Menurut (Aisyah et al., 2024), systematic strategic planning adalah proses perencanaan yang terstruktur dan berbasis data yang membantu organisasi dalam merumuskan strategi yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Studi yang dilakukan oleh George et al. (2019) menunjukkan bahwa perencanaan strategis formal memiliki dampak positif terhadap efektivitas organisasi, baik di sektor publik maupun swasta. (Dwikat et al., 2022) dalam penelitiannya terhadap UMKM manufaktur di Palestina juga menemukan bahwa perencanaan strategis yang sistematis meningkatkan sustainable performance dengan memperkuat struktur manajerial dan memudahkan UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis. Namun, penelitian yang dilakukan di berbagai negara berkembang, termasuk studi oleh (AlQershi et al., 2018) di Yaman, menunjukkan bahwa banyak UMKM belum menerapkan perencanaan strategis secara sistematis karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran akan manfaatnya. Oleh karena itu, penelitian ini menguji hipotesis pertama: H1: Systematic strategic planning berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. 44 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) Selain perencanaan strategis, inovasi bisnis juga dianggap sebagai elemen penting dalam meningkatkan sustainable performance. Strategic business innovation merujuk pada penerapan inovasi secara strategis dalam berbagai aspek bisnis, seperti produk, proses, pemasaran, dan organisasi, untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis (Dwikat et al., 2022). Penelitian yang dilakukan oleh (Alqershi et al., 2020) menunjukkan bahwa inovasi strategis membantu UMKM dalam mengadaptasi diri terhadap perubahan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Dalam konteks industri makanan dan minuman, inovasi dapat berupa diversifikasi produk, pemanfaatan teknologi dalam proses produksi, serta penerapan strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar (Lambe & Halik, 2024). Hasil penelitian (Dwikat et al., 2022) menunjukkan bahwa strategic business innovation memiliki dampak positif terhadap sustainable performance UMKM di sektor manufaktur. Oleh karena itu, penelitian ini menguji hipotesis kedua: H2: Strategic business innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. Berdasarkan teori di atas, penulis mencoba menggambarkan kerangka konsep dalam penelitian ini sebagai berikut: Systematic Strategic Planning (X1) MSME Sustainable Performance (Y) Strategic Business Innovation (X2) Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian Sumber: Konsepsi Pribadi Penulis, 2024 Berdasarkan tinjauan literatur, penelitian ini berupaya memperdalam pemahaman mengenai keterkaitan antara systematic strategic planning dan strategic business innovation dengan sustainable performance UMKM dalam konteks sektor makanan dan minuman di Kota Makassar. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih luas mengenai strategi keberlanjutan bagi UMKM serta memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik manajemen UMKM di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksplanatori sekuensial (Sekaran & Bougie, 2017). Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan data kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai temuan kuantitatif. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi pengaruh systematic strategic planning dan strategic business innovation terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, terdapat 9.512 unit usaha di sektor ini. Sampel 45 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) dalam penelitian kuantitatif ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Teknik simple random sampling digunakan untuk memastikan bahwa setiap UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai responden (Susilana, 2015). Pada tahap penelitian kualitatif, teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 5 narasumber yang merupakan pemilik atau top manager UMKM yang telah beroperasi minimal 3 tahun dan memiliki minimal 2 karyawan. Kriteria ini ditetapkan untuk memastikan bahwa informan memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan bisnisnya dan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai implementasi perencanaan strategis dan inovasi bisnis dalam konteks UMKM makanan dan minuman (Sugiyono, 2020). Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner pada tahap kuantitatif dan wawancara tidak terstruktur pada tahap kualitatif. Kuesioner dirancang menggunakan skala Likert 5 poin, dengan kategori: Sangat Setuju (5), Setuju (4), Ragu-ragu (3), Tidak Setuju (2), dan Sangat Tidak Setuju (1). Sementara itu, wawancara dilakukan untuk menggali lebih dalam temuan kuantitatif terkait strategi dan inovasi yang diterapkan oleh UMKM dalam mendukung keberlanjutan bisnis mereka (Singarimbun, M & Effendi, 2008). Data sekunder diperoleh dari laporan resmi pemerintah, jurnal akademik, serta studi terdahulu yang relevan. Data ini digunakan untuk memperkaya analisis dan memberikan konteks yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sustainable performance UMKM. Variabel Penelitian dan Pengukuran Penelitian ini melibatkan tiga variabel utama: 1. Systematic Strategic Planning (X1) – Diukur melalui tujuh indikator, yaitu pengembangan strategi formal, pembaruan rencana strategis, analisis situasi bisnis, penetapan tujuan strategis, pemantauan kinerja, penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan, dan keberlanjutan implementasi strategi. 2. Strategic Business Innovation (X2) – Diukur melalui delapan indikator yang mencakup inovasi produk, desain baru, peningkatan kualitas bahan baku, metode distribusi baru, strategi pemasaran inovatif, pemanfaatan teknologi tinggi, efisiensi logistik, dan optimalisasi biaya operasional. 3. Sustainable Performance (Y) – Diukur dengan sembilan indikator berdasarkan konsep Triple Bottom Line, yaitu stabilitas keuangan, profitabilitas, pengembalian modal, efisiensi energi, pengurangan limbah berbahaya, kesejahteraan pekerja, kepuasan pelanggan, serta perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan dalam operasional usaha. Teknik Analisis Data 1. Analisis Kuantitatif Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan: • Uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk memastikan bahwa setiap pertanyaan dalam kuesioner benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur (Ghozali, 2021). • Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha untuk menguji konsistensi internal instrumen penelitian (Ghozali, 2021). • Uji regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel independen terhadap sustainable performance UMKM (Ghozali, 2021). • Uji hipotesis dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada uji t dan koefisien determinasi (R²) untuk mengukur seberapa besar variabel independen mempengaruhi variabel dependen. 46 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) 2. Analisis Kualitatif Data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (Miles et al., 2014), yang terdiri dari tiga tahap utama: • Reduksi data, yaitu memilah dan menyaring informasi penting dari wawancara. • Penyajian data, yaitu menyusun temuan dalam bentuk narasi agar lebih mudah dipahami. • Penarikan kesimpulan, yaitu mengidentifikasi pola dan tema yang muncul untuk memperkuat hasil analisis kuantitatif. Etika Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan prinsip etika akademik, termasuk menjaga kerahasiaan identitas responden dan narasumber, serta memastikan bahwa partisipasi mereka dalam penelitian ini bersifat sukarela. Sebelum pengumpulan data, responden diberikan informasi tentang tujuan penelitian dan diberikan kebebasan untuk menarik diri kapan saja tanpa konsekuensi. Dengan metode penelitian yang telah dirancang secara sistematis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang valid dan reliabel dalam menguji hubungan antara systematic strategic planning, strategic business innovation, dan sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Suatu pernyataan dianggap valid jika nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel (0,50) (Ghozali, 2021). Berikut hasil uji validitas untuk setiap variabel: Tabel 1. Uji Validitas Variabel Item Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan X1.1 0,873 0,50 Valid X1.2 0,819 0,50 Valid Systematic Strategic Planning (X1) X1.3 0,695 0,50 Valid X1.4 0,860 0,50 Valid X2.1 0,600 0,50 Valid Strategic Business Innovation (X2) X2.2 0,678 0,50 Valid X2.3 0,648 0,50 Valid Y1 0,502 0,50 Valid Sustainable Performance (Y) Y2 0,512 0,50 Valid Y3 0,596 0,50 Valid Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Seluruh item dalam kuesioner dinyatakan valid karena memiliki nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel (0,50) (Riadi, 2016). Uji reliabilitas dilakukan menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Kriteria pengambilan keputusan: jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,6, maka instrumen dinyatakan reliabel (Ghozali, 2021; Hair et al., 2019; Haryono, 2017). Berikut hasilnya: Tabel 2. Uji Reliabilitas 47 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan Systematic Strategic Planning (X1) 0,796 Reliabel Strategic Business Innovation (X2) 0,753 Reliabel Sustainable Performance (Y) 0,743 Reliabel Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan hasil uji reliabilitas, seluruh variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliabel karena memiliki nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,6 (Riadi, 2016). Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengukur hubungan antara systematic strategic planning (X1) dan strategic business innovation (X2) terhadap sustainable performance (Y). Model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: Y=19,111+0,077X1+0,541X2+e Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel B Std. Error t Sig. Konstanta (Intercept) 19,111 1,796 10,643 0,000 Systematic Strategic Planning (X1) 0,077 0,077 0,992 0,324 Strategic Business Innovation (X2) 0,541 0,083 6,481 0,000 Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan hasil regresi di atas: 1. Systematic Strategic Planning (X1) memiliki koefisien regresi sebesar 0,077 dengan nilai p-value (Sig.) sebesar 0,324 (> 0,05). Artinya, systematic strategic planning tidak berpengaruh signifikan terhadap sustainable performance. 2. Strategic Business Innovation (X2) memiliki koefisien regresi sebesar 0,541 dengan nilai p-value (Sig.) sebesar 0,000 (< 0,05). Artinya, strategic business innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi digunakan untuk melihat sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen (Hair et al., 2019). Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi R Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate 1 0,724 0,524 0,514 4,082 Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Nilai R Square sebesar 0,524 menunjukkan bahwa 52,4% variasi dalam sustainable performance dapat dijelaskan oleh systematic strategic planning dan strategic business innovation, sedangkan 47,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil Uji Parsial (Uji t) Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial (Ghozali, 2021; Riadi, 2016). Tabel 5. Hasil Uji Parsial (Uji t) 48 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) Variabel X1 (Systematic Strategic Planning) X2 (Strategic Business Innovation) tt-tabel (α = hitung 5%) Sig. Kesimpulan 0,992 1,984 0,324 Tidak berpengaruh signifikan 6,481 1,984 0,000 Berpengaruh signifikan Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan hasil uji t, hanya strategic business innovation yang memiliki pengaruh signifikan terhadap sustainable performance, sedangkan systematic strategic planning tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa systematic strategic planning tidak berpengaruh terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian (Dwikat et al., 2022) yang menemukan bahwa perencanaan strategis memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan bisnis di sektor manufaktur. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh karakteristik UMKM di sektor makanan dan minuman yang cenderung lebih fleksibel dan reaktif terhadap perubahan pasar dibandingkan dengan industri manufaktur yang lebih terstruktur dalam perencanaan strateginya. Sebaliknya, strategic business innovation terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Alqershi et al., 2020) yang menunjukkan bahwa inovasi strategis berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan kelangsungan bisnis UMKM. Dalam konteks UMKM makanan dan minuman, inovasi dalam diversifikasi produk, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa UMKM di sektor makanan dan minuman sebaiknya lebih menekankan pada inovasi strategis dibandingkan hanya mengandalkan perencanaan strategis formal (Halik & Halik, 2024). Peningkatan kemampuan inovasi, baik dalam produk maupun proses bisnis, dapat membantu UMKM beradaptasi dengan dinamika pasar yang cepat berubah serta meningkatkan daya saing jangka Panjang (Lambe & Halik, 2024). SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh systematic strategic planning dan strategic business innovation terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar. Hasil analisis menunjukkan bahwa systematic strategic planning tidak berpengaruh signifikan terhadap sustainable performance, sedangkan strategic business innovation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance UMKM. Temuan ini tidak sejalan dengan penelitian (Dwikat et al., 2022), yang menemukan bahwa systematic strategic planning berkontribusi terhadap keberlanjutan kinerja UMKM di sektor manufaktur. Perbedaan ini menunjukkan bahwa dalam sektor makanan dan minuman, perencanaan strategis yang formal belum menjadi faktor utama dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis. Sebaliknya, hasil penelitian ini mendukung temuan (Alqershi et al., 2020) yang menekankan bahwa inovasi bisnis strategis merupakan faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan kelangsungan UMKM, terutama di sektor dengan dinamika pasar yang cepat berubah seperti industri makanan dan minuman. Novelty dari penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menguji hubungan antara perencanaan strategis dan inovasi bisnis dalam konteks sektor makanan dan minuman di Indonesia, yang sebelumnya lebih banyak dikaji dalam sektor manufaktur atau pada wilayah dengan ketidakstabilan ekonomi. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain eksplanatori 49 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) sekuensial, yang memungkinkan analisis lebih mendalam dengan mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Kekuatan utama dari artikel ini adalah kemampuannya untuk memberikan wawasan kontekstual mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman. Dengan bukti empiris yang diperoleh melalui kombinasi teknik regresi linear berganda dan analisis model Miles dan Huberman, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pengembangan UMKM yang lebih efektif dan berkelanjutan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan wilayah dan jumlah sampel. Penelitian di masa depan disarankan untuk memperluas lingkup penelitian ke sektor lain dan menggunakan sampel yang lebih besar agar hasilnya lebih dapat digeneralisasikan. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan variabel moderasi atau mediasi, seperti dukungan pemerintah atau akses terhadap teknologi, yang mungkin dapat memperkuat hubungan antara perencanaan strategis, inovasi bisnis, dan keberlanjutan UMKM. Dengan demikian, temuan dalam penelitian ini menegaskan bahwa bagi UMKM makanan dan minuman di Kota Makassar, inovasi strategis lebih berperan dalam meningkatkan sustainable performance dibandingkan dengan perencanaan strategis formal. Oleh karena itu, pengusaha UMKM perlu lebih menekankan inovasi dalam berbagai aspek bisnis mereka untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA Aisyah, J. N., Aulia, M. A., A’yuni, Q., & Mu’alimin. (2024). Perencanaan Strategis Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 2(3), 147–155. https://doi.org/10.61132/jmpai.v2i4.392 AlQershi, N., Abas, Z., & Mohd Mokhtar, S. S. (2018). Strategic Innovationas Driver for SME Performance in Yemen. Journal of Technology and Operations Management, 13(Number 1), 30–41. https://doi.org/10.32890/jtom2018.13.1.4 Alqershi, N., Mokhtar, S. S. M., & Abas, Z. Bin. (2020). Innovative CRM and performance of SMEs: The moderating role of relational capital. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 6(4), 1–18. https://doi.org/10.3390/joitmc6040155 Aslamiyah, F., Windarti, R. A., Farleni, S., & Sanjaya, V. F. (2024). PENDEKATAN RESOURCEBASED VIEW ( RBV ) DALAM MANAJEMEN BISNIS : STRATEGI UNTUK KEUNGGULAN. Al-A’mal Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 1(2), 176–183. https://journal.staittd.ac.id/index.php/ai/article/download/240/200/727 Dwikat, S. Y., Arshad, D., & Mohd Shariff, M. N. (2022). The Influence of Systematic Strategic Planning and Strategic Business Innovation on the Sustainable Performance of Manufacturing SMEs: The Case of Palestine. Sustainability (Switzerland), 14(20). https://doi.org/10.3390/su142013388 Felisia, & Limijaya, A. (2014). Triple Bottom Line Dan Sustainability. Bina Ekonomi Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Unpar, 18(1), 14–27. https://journal.unpar.ac.id/index.php/BinaEkonomi/article/view/827 Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 26 Edisi 10 (Cetakan X). Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to report the results of PLS-SEM. European Business Review, 31(1), 2–24. https://doi.org/10.1108/EBR11-2018-0203 Halik, J. B., & Halik, M. Y. (2024). Open Innovation And Digital Marketing : A Catalyst For Culinary SMEs In Makassar. Jurnal Manajemen, 28(03), 588–612. https://doi.org/10.24912/jm.v28i3.2059 Halik, J. B., Parawansa, D. A. S., Sudirman, I., & Jusni, J. (2023). Implications of IT Awareness and 50 Vol. 6 No 2 (2025): Paulus Journal of Accounting (PJA) Digital Marketing to Product Distribution on the Performance of Makassar SMEs. 유통과학연구 Journal of Distribution Science, 21(7), 105–116. https://doi.org/10.15722/jds.21.07.202307.105 Haryono, S. (2017). Metode SEM untuk penelitian manajemen dengan AMOS LISREL PLS. Luxima Metro Media, 450. Lambe, K. H. P., & Halik, J. B. (2024). Inovasi Produk dan Proses sebagai Kunci Keunggulan Bersaing UKM Kuliner. Paulus Journal of Accounting (PJA), 6(1). https://ojs.ukipaulus.ac.id/index.php/pja/article/view/805 Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications Inc. Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. 086507, 1–121. Riadi, E. (2016). Statistika Penelitian (Analisis Manual dan IBM SPSS) (1st ed.). CV. Andi Offset. Sekaran, U., & Bougie, R. (2017). Research Method for Business (6th ed.). Salemba Empat. Singarimbun, M & Effendi, S. (2008). Metode Penelitian Survei. LP3ES. Sugiyono. (2020). Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Susilana, R. (2015). Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Journal of Visual Languages & Computing, 11(3), 287–301. 51