Original Article Pengembangan dan validasi awal dari algoritma sederhana untuk menilai disabilitas paska stroke Rizaldy Taslim Pinzon1,2. Abraham Al Jody1* Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Duta Wacana. Yogyakarta. Indonesia Bagian Neurologi. Rumah Sakit Bethesda. Yogyakarta. Indonesia Sitasi: Jurnal Kesehatan e-ISSN: 2502-0439 Informasi artikel Diterima : 02 Juni 2025 Revisi : 28 Agustus 2025 Diterbitkan : 31 July 2025 Korespondensi nama penulis: Abraham Al Jody afiliasi: Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Duta Wacana. Yogyakarta. Indonesia email: abrahamaljody22@gmail. *diisi editor Pinzon. Jody. Pengembangan dan validasi awal dari algoritma sederhana untuk menilai disabilitas paska stroke. Jurnal Kesehatan. ABSTRAK Stroke menyebabkan kematian dan disabilitas jangka panjang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Alat ukur derajat disabilitas yang ada memiliki durasi pengerjaan yang lama dan belum disesuaikan dengan konteks budaya Penelitian ini mengembangkan algoritma cepat untuk menilai disabilitas penyintas stroke di Indonesia. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan di RS Bethesda. Yogyakarta. Indonesia. Kami mengumpulkan data demografi dan klinis subyek. Derajat disabilitas dinilai dengan algoritma baru dan modified Rankin Scale . RS). Validitas criterion dievaluasi melalui perhitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (PPV), dan nilai prediktif negatif (NPV). Kami merekrut 22 subjek. Sebanyak 64% subyek adalah laki-laki dan 73% berusia Ou60 Dyslipidemia dialami oleh 82% subyek dan fibrilasi atrial pada 9%. Algoritma yang baru memiliki sensitivitas 93,3%, spesifisitas 85,7%. PPV 93,3%, dan NPV 85,7% Algoritma ini memiliki akurasi setara dengan instrumeninstrumen standar. Validasi lanjutan dengan penelitian yang lebih besar, di lebih dari satu tempat penelitian, dan pada pasien dengan disabilitas berat diperlukan sebelum penerapan secara luas. Kata kunci: Disabilitas paska stroke. Modified Rankin scale. Sensitivitas. Spesifisitas ABSTRACT Stroke imposes heavy mortality and long term disability worldwide, including in Indonesia, and current disability assessment tools require substantial working time and lack cultural adaptation. This study aimed to develop a rapid algorithm to assess post-stroke disability that is tailored to Indonesian stroke survivors. We conducted a crosectional study at Bethesda Hospital. Yogyakarta. Indonesia. We recorded demographic and clinical data. applied our algorithm alongside the modified Rankin scale . RS) and calculated sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), and negative predictive value (NPV), to assess the validity of the algorithm. We enrolled a total of 22 subjects. Sixty four percent were men and seventy three percent were Ou60 years old. Dyslipidemia occurred in 82% of participants and atrial fibrillation in 9%. The new algorithm achieved sensitivity of 93. specificity of 85. PPV of 93. 3%, and NPV of 85. 7% This algorithm matches the accuracy of established Validation in larger multi site cohorts and evaluation among patients with severe disability are needed before broad implementation. Keywords: Modified Rankin scale. Post-stroke disability. Sensitivity. Specificity Pendahuluan Stroke (FIM), The Organization World Disability Health Assessment penyakit tidak menular (PTM) dengan Schedule (WHODAS 2. (Kwon et al. Potcovaru et al. , 2. Alat-alat adjusted life years (DALY. paling ukur tersebut memiliki rentang waktu banyak di seluruh dunia, termasuk di pengerjaan yang bervariasi dari 5 Indonesia hingga 120 menit (Teasell et al. , 2. Fadhilah & Permanasari, 2020. Feigin et Walau demikian, belum banyak alat ukur disabilitas paska stroke yang Uwishema et al. , 2022. Wiyarta et al. hemat waktu dan ringkas. Beberapa Di Indonesia sendiri, prevalensi stroke yaitu 8,3% (Kemenkes, 2. Lebih dari dua pertiga penyintas stroke namun instrumen-instrumen tersebut, telah menerima layanan rehabilitasi pada penciptaannya, tidak disesuaikan secara langsung kepada masyarakat (Aguirre Pandian mengalami gejala-gejala sisa walau Indonesia. Indonesia. dengan adanya peningkatan kualitas Penelitian ini bertujuan untuk pelayanan paska stroke (Winstein et mengembangkan suatu alat ukur baru , 2. Terlepas dari hal tersebut, pelayanan rehabilitasi paska stroke Alat ukur tersebut berbentuk merupakan komponen penting dalam algoritma sederhana, dan disesuaikan proses kesembuhan pasien (Wei et al. terhadap masyarakat Indonesia. Winstein et al. , 2. Beberapa Metode Penelitian ini merupakan penelitian disabilitas pasien-pasien paska stroke, potong lintang . ross-sectiona. Kami seperti National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Barthel index (BI), modified Rankin scale . RS). Bethesda. Yogyakarta, instrumental activities of daily living Penelitian ini mendapat izin etik dari (IADL). Glasgow outcome scale (GOS). Komite The Functional Independence Measure (KEPK) RS Bethesda, dengan nomor Etik Penelitian Indonesia. Kesehatan etik 55/KEPK-RSB/VII/25. Kriteria- sebelum stroke tanpa gejala sama kriteria inklusi penelitian kami ialah . pasien merupakan penyintas stroke melakukan "semua" kegiatan Anda yang telah didiagnosa dan dirawat oleh seperti sebelum stroke, walau mungkin dokter spesialis neurologi dalam suatu lebih pelan atau lebih sedikit?. periode rawat inap. usia Ou18 tahun. Apakah Anda dapat hidup sendiri tanpa . berkenan bantuan . akan, mandi, mengurus Kriteria eksklusi penelitian kami adalah: keuangan, berbelanj. Apakah . pasien dengan gangguan kognitif Anda dapat berjalan dari satu ruangan . pasien tidak memahami bahasa Indonesia. Apakah Anda dapat bangun sendiri dari Kami mengumpulkan data-data . omorbiditas, subyek-subyek. Kami Anda . tempat tidur? [Gambar . Variabel-variabel univariat yang menampilkan prevalensi. Kami criterion, yang mencakup sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value sederhana yang kami kembangkan. (PPV), dan negative predictive value Algoritma tersebut terdiri dari lima (NPV) (Monaghan et al. , 2. Apakah dasar terkait demografi . enis kelamin, . masing-masing Sensitivitas pertanyaan memiliki jawaban AoyaAo atau kemampuan suatu instrumen dalam AotidakAo. Rentang skor algoritma tersebut menentukan seseorang yang benar- adalah 0 sampai 5, dengan semakin benar mengalami kondisi tertentu . rue Sebaliknya, keparahan disabilitas paska stroke yang mengacu pada berhenti setiap subyek menjawab AoyaAo pada pertanyaan manapun. Secara pertanyaan-pertanyaan PPV merupakan besaran tersebut terdiri dari: . Apakah Anda yang dapat memperkirakan probabilitas seseorang yang mendapat hasil tes Alur "persis" kemampuan suatu benar-benar . rue positif, benar-benar mengalami kondisi ,82%), NPV memperkirakan probabilitas seseorang yang paling sedikit adalah fibrilasi atrial yang mendapat hasil negatif, benar- . ,09%). benar tidak mengalami kondisi tertentu mengalami gangguan akibat stroke (Monaghan et al. , 2. pada sisi sebelah kanan . ,55%). Kebanyakan Algoritma disabilitas paska stroke Semua subyek mengkonsumsi statin, tersebut akan dibandingkan terhadap sedangkan hanya empat subyek yang mRS, yang merupakan gold standard mengkonsumsi anti-koagulan . ,18%) atau baku emas dalam menentukan [Tabel . (Potcovaru Berdasarkan criterion, algoritma sederhana yang Instrumen mRS merupakan alat ukur tingkat keparahan pasien paska stroke, yang terdiri dari enam kategori, serta urut, sebesar 93,3% dan 85,7%. Nilai memiliki rentang nilai 0 sampai 6 PPV dan NPV, secara urut, ditemukan (Potcovaru et al. , 2. Nilai mRS 0-1 sebesar 93,3% dan 85,7% [Gambar . menunjukkan tingkat disabilitas yang Kami berhasil merekrut 22 pasien tidak signifikan, sedangkan nilai Ou2 penyintas stroke. Mayoritas subyek spesifisitas, secara laki-laki . ,64%) disabilitas paska stroke, nilai ambang Komorbiditas . ,82%), disabilitas signifikan adalah Ou3. Terkait dengan algoritma Ou60 . ,73%). yang paling sedikit adalah fibrilasi atrial Hasil . ,09%). pada sisi sebelah kanan . ,55%). penyintas stroke. Mayoritas subyek laki-laki Ou60 Komorbiditas . ,64%) Semua subyek mengkonsumsi statin, sedangkan hanya empat subyek yang . ,73%). mengalami gangguan akibat stroke Kami berhasil merekrut 22 pasien Kebanyakan mengkonsumsi anti-koagulan . ,18%) [Tabel . Berdasarkan urut, sebesar 93,3% dan 85,7%. Nilai criterion, algoritma sederhana yang PPV dan NPV, secara urut, ditemukan sebesar 93,3% dan 85,7% [Gambar . spesifisitas, secara Tabel 1. Karakteristik subjek penelitian Variabel Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Usia <60 tahun Ou60 tahun Komorbiditas Hipertensi Diabetes mellitus tipe Dyslipidemia Fibrilasi atrial Lateralisasi Sisi kanan Sisi kiri Riwayat pengobatan Anti-platelet Anti-koagulan Statin Vitamin Prevalensi, n (%) 14 . Gambar 1. Algoritma sederhana untuk menilai keparahan disabilitas paska stroke Gold standard Gambar 2. Hasil analisa validitas criterion Test results Pembahasan rentang sensitivitas sebesar 70,24% Berdasarkan analisa validitas criterion, spesifisitas sebesar 72,72% hingga kembangkan memiliki akurasi sebesar 98,29%. 93,3% dalam mengidentifikasi pasien 96,8%, Algoritma sederhana yang kami benar-benar kembangkan memiliki potensi untuk mengalami disabilitas, serta akurasi dapat digunakan sebagai sarana dalam sebesar 85,7% dalam mengidentifikasi menentukan disabilitas pada pasien pasien paska stroke yang tidak memiliki paska stroke, serta dalam menentukan Beberapa studi terdahulu paska stroke. Kelebihan penelitian kami dengan membandingkan kepada mRS. Instrumen masyarakat Indonesia, serta dapat 85,6% sebesar 88,1% hingga 100% (Liu et al. Keterbatasan Uyttenboogaart et al. , 2. sampel yang relatif kecil dan desain Sebagai tambahan, versi BI yang lebih penelitian yang hanya ada di satu lokasi hort for. memiliki rentang 98,1% mewakili populasi stroke Indonesia sebesar 78,9% hingga 91,6% (Liu et secara luas. Selain itu, belum adanya , 2. Zhou et al. juga validasi eksternal untuk memastikan menemukan bahwa instrumen berbasis pengaturan klinis, dan sebagian besar Longshi, partisipan memiliki tingkat disabilitas Brown. Gendreau. , & ringanAesedang. Shahrestani, . Stroke management and outcomes in low- disabilitas berat masih belum teruji. lower-middle-income Oleh karena itu, penelitian lanjutan countries: A meta-analysis of 8535 dengan sampel lebih besar, lebih dari Journal of Neurosurgery, satu lokasi, dan validasi eksternal 139. , sangat diperlukan. https://doi. org/10. 3171/2023. JNS 1042Ae1051. Kesimpulan Algoritma Fadhilah. , & Permanasari. Economic burden bore by patients and families because of yang cukup valid dalam menilai tingkat instrumen-instrumen stroke: Policy assessment. Journal of Indonesian Health Policy Administration, 5. https://doi. org/10. 7454/ihpa. Algoritma tersebut mudah digunakan serta tidak memakan waktu lama, serta Feigin. Brainin. Norrving. telah disesuaikan dengan masyarakat Martins. Pandian. Lindsay. Indonesia. Fredin Grupper. , & Rautalin, . World Stroke Organization Saran