Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 12 No. April 2021 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan Selection of Types of Tourism Activities in the Development of Coastal Ecotourism in Kutang Beach Lamongan Mukti Ali. Fuquh Rahmat Shaleh2 1Program Studi Agrobisnis Perikanan. Universitas Islam Lamongan 2Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Universitas Islam Lamongan *Penulis korespondensi : E-mail : muktiali. ipb@gmail. (Diterima Desember 2020/ Disetujui Maret 2. ABSTRACT Indonesia's environmental services and natural resources have great potential both on land and sea, especially for tourism purposes. One of the tourism sectors comes from coastal tourism. The development of coastal tourism areas must lead to a planned development in a comprehensive manner so that optimal benefits can be obtained for the community. The research was conducted in Labuhan village which is one of the coastal villages in Lamongan Regency. The method used was survey and observation methods coupled with closed interviews with questionnaires, while natural parameters were carried out by field observation. The research aims to analyze, choose the right type of tourism activity according to the suitability index of the type of tourism activity on Kutang beach. Labuhan village. Brondong District. Lamongan Regency. Data analysis was done by means of multi criteria analysis. This analysis is developed based on utility theory, with the assumption that a person's total . utility is formed as an aggregate of the many attributes . that make up the utility. The type of tourism activity which is categorized as very suitable or feasible to do in the Kutang beach area is in the form of tracking activities with a suitability value of 84% and Safari Photo of 83%. Alternative types of activities . ccording to conditio. are Canoeing with a suitability value of 80%, fishing and culinary 77% and swinging Keywords: Ecotourism. Kutang Beach,Multi Criteria Analysis. Lamongan ABSTRAK Jasa lingkungan dan sumber daya alam Indonesia sangat potensial baik di darat maupun laut terutama untuk tujuan wisata. Salah satu sektor wisata berasal dari wisata pesisir. Pengembangan kawasan wisata pesisir harus mengarah pada pengembangan yang terencana secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat. Penelitian dilaksanakan di desa Labuhan yang merupakan salah satu desa pesisir di Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan metode survey dan observasi yang dirangkaikan dengan wawancara tertutup dengan alat bantu kuesioner, sedangkan parameter alam dilakukan dengan pengamatan lapang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis, memilihjenis kegiatan wisata yang tepat sesuai dengan kelayakan pada indeks kesesuaian jenis kegiatan wisata di pantai Kutang desa Labuhan. Kecamatan Brondong. Kabupaten Lamongan. Analisis data dilakukan dengan cara multi criteria analysis. Analisis ini dikembangkan berdasarkan teori utilitas, dengan asumsi bahwa utilitas total . seseorang terbentuk merupakan agregat dari banyak atribut . yang menyusun utilitas Jenis kegiatan wisata dengan kategori sangat sesuai atau layak dilakukan di kawasan pantai Kutang berupa kegiatan tracking dengan nilai kesesuaian 84 % dan Foto Safari 83 %. Untuk To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI jenis kegiatan alternatif . esuai bersyara. adalah Berperahu Kano dengan Nilai kesesuaian 80 %, memancing dan kuliner 77 % dan Ayunan 74%. Kata kunci : Ekowisata. Pantai Kutang. Analisis Multikriteria,Lamongan PENDAHULUAN Wilayah Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan alam wilayah pesisir berupa bentangan garis pantai sepanjang kurang lebih 81. 000 km2 yang mengitari ribuan pulau dan ekosistem pesisir seperti hutan mangrove,padang lamun, terumbu karang dan lain-lain yang meliputi sumber daya alam hayati, non hayati dan plasma nutfah yang terkandung didalamnya. Namun demikian, sebagaimana sumberdaya alam lainnya sumberdaya alammempunyai keterbatasan daya dukung, sehingga membutuhkan adanya pengelolaan agar dapat tetap Potensi dan pengelolaan pesisir dapat diambil sebagai jasa lingkungan, pemanfaatan jasa lingkungan diantaranya melalui ekowisata pesisir dengan berbagai tujuannya. Pada umumnya ekowisata memiliki tujuan untuk keberlanjutan ekologi, sosial dan ekonomi. Secara ekonomi, meskipun pariwisata telah dilihat sebagai jalur cepat untuk pembangunan di negara-negara berkembang, proses pengembangan pariwisata tidak selalu bekerja dengan baik. Sebuah dilema pengembangan pariwisata, seperti dicatat oleh Telfer & Sharpley . , sering tidak dapat dihindari. Di satu sisi, pariwisata memiliki potensi untuk mendorong pembangunan ekonomi dan sosial, tetapi di sisi lain, pariwisata hanya dapat menguntungkan elit lokal, warga istimewa atau perusahaan multinasional yang mungkin memiliki biaya sosial dan ekonomi yang sangat tinggi. Pariwisata di Indonesia berawal dari kenyataan bahwa pariwisata seringkali mengabaikan kesempatan masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di daerah mereka sendiri. Ekonomi positif dari pembangunan pariwisata sering dinikmati oleh orang dari luar daerah (Reindrawati, 2. Ancaman demikian bisa terjadi dalam setiap wilayah jika masih terjadi kesenjangan dan kurangnya pemberdayaan masyarakat yang partisipatif pada masyarakat pesisir. Begitu juga pada sisi keberlanjutan lingkungan, akan dapat membahayakan secara ekologi jika tidak dilakukan pengelolaan dengan prinsip ramah lingkungan. Pengembangan pariwisata di negara-negara berkembang kerap kontras dengan pendekatan perencanaanpariwisata partisipatif. Perencanaan pariwisata partisipatif mempromosikan goodwill melalui kerja sama dengan masyarakat lokal dan dipandang sebagai fokus utama dan pusat pengembangan pariwisata (Choi & Sirakaya 2. Pantai Kutang di Lamongan merupakan destinasi wisata yang masih baru beberapa tahun ini berjalan, sehingga masih memerlukan inovasi yang konstruktif dengan prinsip wisata yang berkelanjutan untuk pengembangan ekowisata pesisir yang terletak di perbatasan Lamongan dan Tuban ini. Supaya berkelanjutan, maka diperlukan pemilihan jenis wisata yang tepat yang dapat mendukung misi keberlanjutan ekonomi, ekologi dan sosial. Dengan kata lain, selain ekosistem laut dan pesisir lestari, misi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga dapat terwujud dengan adanya ekowisata yang digiatkan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis, memilih jenis kegiatan wisata yang tepat sesuai dengan kelayakan pada indeks kesesuaian jenis kegiatan wisatadan wisata alternativ di pantai Kutang desa Labuhan. Kecamatan Brondong. Kabupaten Lamongan. BAHAN DAN METODE Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian di lakukan desa Labuhan Kecamatan Brondong yang merupakan salah satu desa pesisir di Kabupaten Lamongan. Lokasi penelitian terletak pada -6. 883265A - -6. 888683A LS dan 190377A - 112. 200988A BT (Gambar . Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Oktober 2020. Pengambilan Responden Metode yang digunakan metode survey dan observasi yang dirangkaikan dengan wawancara tertutup dengan alat bantu kuesioner. Surveyor dilatih sebelum melakukan pendataan. Obyek data To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI sebagai responden adalah masyarakat desa Labuhan (Nelayan, rumah tangga perikanan, kelompok masyarakat, kelompok sadar wisata, pedagang sekitar lokasi wisata, pemerintah desa, dl. dan pengunjung wisata pantai Kutang. Responden dipilih secara sengaja . urposive samplin. masing Ae masing sebanyak 380 orang dengan kaidah Slovin. Pengambilan Data Parameter Pantai Pengambilan data untuk parameter pantai dan ekologi dilakukan dengan pengamatan lapang pada empat stasiun yang berada pada sekitar pantai Kutang, pada stasiun tersebut dilakukan pengukuran kedalaman, lebar pantai, kecerahan air dan untuk parameter pasang surut dengan data olahan dari Badan Informasi Geografis. Gambar 1. Lokasi penelitian Analisis Multi Kriteria Analisis multi atribut . ulti criteria analysi. dikembangkan berdasarkan teori utilitas. Utilitas adalah manfaat atau kepuasan atau kesejahteraan (Nicholson 1989 in Agus dan Taryono 2. , yang diperoleh seseorang karena mengambil sebuah pilihan atau melakukan sebuah tindakan. Teori ini mengasumsikan bahwa utilitas total . seseorang terbentuk merupakan agregat dari banyak atribut . yang menyusun utilitas tersebut. Analisis data dilakukan dengan cara multi criteria analysis, analisis ini secara garis besar mencakup 6 tahapan pokok, yaitu : . Pencakupan, . Penentuan jenis-jenis pilihan wisata yang akan dianalisis/diperbandingkan, . Pemilihan atribut-atribut yang relevan, . Penetapan bobot dari masing-masing atribut, . Pengukuran utilitas/skor dari masing-masing wisata yang sedang diperbandingkan, . Penentuan keputusan tentang wisata yang terbaik dan wisata alternatif berikutnya. To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Pengukuran Utilitas Masing-Masing Kebijakan Teori dasar pada analisis multi atribut adalah memerlukan dua variabel pokok yang terdiri dari : . Utilitas /skor dari masing-masing atribut untuk setiap wisata yang diperbandingkan, . Bobot preferensi yang diberikan untuk masing-masing atribut tersebut. Setelah tiap-tiap indikator atau kriteria memiliki bobot masing-masing, maka selanjutnya akan dilakukan pembuatan skor untuk setiap kriteria yang ada. Skor untuk masing-masing atribut dapat dilihat di tabel 1(Yulianda, 2007 . Indarjho, 2012 dimodifikas. Tabel1. Atribut dengan skor dan bobot masing-masing Atribut Sosial Ekonomi : Acceptance Atribut Aksesbilitas Peningkatan Pendapatan Akomodasi/ Peningkatan Sumberdaya Pantai : Kedalaman Perairan . Lebar Pantai . Kecerahan Keterangan Skor Bobot Jenis kegiatan sangat diterima oleh masyarakat setempat Jenis kegiatan diterima oleh masyarakat setempat Jenis kegiatan tidak diterima oleh masyarakat setempat Keterangan Sangat mudah untuk menuju ke lokasi ekowisata . alan memadai, transportasi memadai, adanya guid. Mudah untuk menuju ke lokasi ekowisata . alan memadai, transportasi memadai, adanya guid. Sulit menuju ke lokasi ekowisata kegiatan ekowisata mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat ( > Rp. 000/kegiata. kegiatan ekowisata sedikit meningkatkan pendapatan masyarakat setempat ( Rp. 000 - Rp. 000/kegiata. kegiatan ekowisata tidak mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. akomodasi/infrastruktur tersedia lengkap ( ada penginapan, ada pusat informasi, ada tempat sampah, ada WC umum, ada tempat ibadah, sarana wisata akomodasi/infrastruktur belum tersedia lengkap . idak ada salah satu infrastruktur pelengka. akomodasi/infrastruktur tidak tersedia kegiatan ekowisata banyak menambah pengetahuan bagi masyarakat yang bekerja di kegiatan ekowisata enambah pengetahuan masyarakat di ekowisata, lingkungan, atau konservas. kegiatan ekowisata sedikit menambah pengetahuan bagi masyarakat yang bekerja di kegiatan ekowisata enambah pengetahuan masyarakat hanya dalam ekowisata dan konservasi saj. kegiatan ekowisata tidak menambah pengetahuan bagi masyarakat yang bekerja di kegiatan ekowisata Skor 0Ae3 >3 Ae 5 >30 10 Ae 30 3 - <10 >3 Ae 10 Bobot To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI <3 0Ae1 >1 Ae 2 >2 Ae 5 Pasang surut . Biota Tidak ada Satu spesies Lebih dari satu spesies Nilai maksimal : 200 Setelah memiliki skor pada masing-masing atribut untuk setiap wisata dan bobot preferensi masing-masing atribut, maka tahap selanjutnya adalah dengan memasukkan ke persamaan (Edwards dan Newman, 1982 ) in Agus dan Taryono . Keterangan : Uj = Utilitas/skor total . dari wisata ke-j Uij = utilitas/skor dari atribut i untuk wisata ke-j Wi = bobot preferensi yang diberikan untuk atribut ke-i Oc = penjumlahan dari utilitas/skor yang telah dikoreksi dengan bobot preferensi, untuk semua atribut, dari yang pertama . hingga yang terakhir . Setelah nilai untuk masing-masing di dapat dan dijumlahkan untuk masing-masing kategori wisata, nilai tersebut dimasukkan ke dalam rumus(Noor, 2. IKW = Oc [ Ni/Nmak. x 100 % Keterangan : IKW = Indeks Kesesuaian Wisata = Nilai parameter ke-i (Bobot x Sko. Nmaks = Nilai maksimum dari suatu kategori Nilai dari indeks kesusuain wisata yang di dapat kemudian disesuaikan dengan kategori berikut : S1 = Sangat Sesuai, dengan IKW 83 - 100 % S2 = Sesuai bersyarat, dengan IKW 50 - < 83 % N= Tidak Sesuai , dengan IKW<50% HASIL DAN PEMBAHASAN Persepsi Masyarakat dan Wisatawan Acceptance Masyarakat dan wisatawan di lokasi sekitar wisata pantai Kutang memberikan respon melalui jawaban pada kuisioner yaitu dengan respon sangat setuju, setuju bersyarat dan tidak setuju pada jenis kegiatan yang ada di lokasi kegiatan wisata. Tingkat kediterimaan tinggi pada jenis kegiatan wisata Tracking, berperahu/ kano, ayunan dan foto safari/ selfi. Sedangkan jenis paket kegiatan memancing dan kuliner dengan tingkat kediterimaan yang rendah, gambaran tingkat kediterimaan . pada gambar 2. To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Setuju Setuju Bersyarat Tidak Setuju Tracking Berperahu / Memancing Kano & Kuliner Ayunan Photo Safari / Selfi Gambar 2. Acceptance masyarakat dan wisatawan Respon berupa jawaban setuju bersyarat relatif sedikit meskipun pada tiap Ae tiap jenis pilihan kegiatan wisata mendapatkan respon setuju bersyarat, itu artinya pada setiap pilihan kegiatan wisata memiliki sisi kelemahan untuk dilakukan perbaikan oleh pengelola. Respon berupa jawaban tidak setuju yang paling signifikan berada pada pilihan jenis kegiatan memancing dan Sedangkan respon tidak setuju pada pilihan jenis kegiatan wisata lainnya relative tidak begitu signifikan. Aksesbilitas Aksesabilitas adalah kemudahan suatu obyek wisata ataupun kegiatan wisata tersebut untuk dijangkau atau dinikmati oleh para wisatawan. Kemudahan ini dapat berupa transportasi yang tersedia untuk sampai di tempat wisata, ataupun bisa juga infrastuktur lainnya seperti kualitas jalan ataupun penunjuk jalan menuju lokasi wisata. Pada sisi aksesbilitas ini, jika pengelola ingin menggunakan proses menuju lokasi wisata dapat juga menggunakannya sebagai salah satu proses berwisata. Jalur transportasi menuju lokasi wisata Pantai Kutang dapat dilalui melaui transportasi darat, untuk kondisi jalan menuju lokasi wisata sudah merupakan jalan yang layak untuk dilalui kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan media kendaraan umum. Dengan banyaknya kemudahan akses menuju lokasi wisata menjadikan lokasi ini memiliki aksesbilitas yang tinggi untuk dilakukan kegiatan wisata. Peningkatan Pendapatan Pada umumnya kegiatan ekowisata adalah untuk melestarikan alam yang ada tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi wisata. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa perangkat desa, wisataPantai Kutang (WPK) sudah ada dan sudah dinikmati oleh para wisatawan mancanegara ataupun wisatawan lokal. Kegiatan ini juga menambah beberapa penghasilan masyarakat pesisir desa Labuhan yang terlibat langsung dalam kegiatan ekowisata ini, mulai dari penyewaan perahu sampai pada penjualan dagangan mereka. Hal ini belum dinikmati oleh seluruh warga pesisir desa Labuhan, hanya sebagian masyarakat yang telah mendapatkan keuntungan ini yaitu para nelayan yang memiliki perahudan beberapa pedagang diwilayah pesisir tersebut. To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI 10% <500. 000 - 1. 000 - 2. >2. Gambar 3. Tingkat pendapatan masyarakat dan wisatawan per bulan pantai kutang Tingkat pendapatan terlihat rendah dikarenakan mayoritas pengunjung dari kalangan pelajar yang belum memiliki penghasilan, wisata pantai Kutang merupakan salah satu destinasi wisata yang untuk berkunjung ke lokasi wisata tidak memerlukan biaya yang relatif besar, sehingga menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang memiliki penghasilan yang rendah. Tingkat pendapatan masyarakat sekitar lokasi wisata dan wisatawan yang berkunjung pada gambar 3. Hasil wawancara dengan warga, hasil tangkapan nelayan tangkap dan pembudidaya ikan setiap tahunnya mengalami penurunan yang sangat drastis, hal ini disebabkan semakin tingginya kerusakan mangrove yang merupakan tempat berkekumpulnya ikan-ikan. Berkembangnya kegiatan wisata di lokasi pantai Kutang meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat langsung dengan kegiatan tersebut. Tracking Berperahu / Kano Memancing & Kuliner Ayunan Photo Safari / Selfi Gambar 4. Peningkatan pendapatan per kegiatan wisata Pada masing kegiatan wisata memiliki nilai ekonomi yang berbeda. Terlihat jenis kegiatan wisata memancing dan kuliner serta jenis kegiatan berperahu/ kano memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan kegiatan wisata lainnya, akan tetapi belum bisa dinikmati oleh sebagian masyarakat karena memerlukan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh beberapa individu saja. Misalkan untuk memancing yang menikmati peningkatan pendapatan adalah pemilik perahu dan tambak budidaya ikan. Kegiatan berperahu hanya bagi pemilik kano saja. Akomodasi / Infrastruktur Berjalan dengan baik dan kelancarnya kegiatan ekowisata bila didukung oleh akomodasi/infrastruktur yang sangat baik. Hal ini mencakup sarana dan prasarana yang tersedia di lokasi ekowisata tersebut. Kawasan wisata Pantai Kutang merupakan jenis wisata bahari yang semua kegiatannya dihabiskan di alam, sehingga sarana dan prasarana yang ada tidak terlalu lengkap jika dibandingkan dengan wisata lainnya. Sarana dan prasarana yang lengkap sangat mendukung suatu kegiatan ekowisata, yang lebih utama adalah sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kegiatan ekowisata tersebut. Sarana dan prasarana tidak hanya berupa alat To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI ataupun perlengkapan, faktor kenyamanan juga dimasukkan ke dalam bagian sarana dan Beberapa sarana dan prasarana yang ada di setiap desa belum memuaskan para wisatawan. Fasilitas tempat sampah yang merupakan hal terpenting untuk menjaga kebersihan kawasan Ujungpangkah belum tersedian secara maksimal. Pada lokasi wisata tersedia sarana joging track berupa jembatan sepanjang kurang lebih 285 meter. Ketersediaan air bersih menurut hasil wawancara responden di lokasi wisata dominan mengatakan sudah baik. Persentase wisatawan yang mengatakan baik sangat tinggi, oleh karena itu diharapkan pihak pengelola mampu mempertahankan hal ini demi kenyamanan wisatawan. Tingginya ketersediaan air bersih di lokasi wisata ini dikarenakan dekatnya lokasi wisata dengan sumber air bersih yang ada. Ketersediaan tempat beribadat menurut hasil wawancara responden di lokasi wisata dominan mengatakan baik. Persentase wisatawan yang mengatakan baik sangat tinggi di setiap desa, oleh karena itu pihak pengelola diharapkan mampu mempertahankan hal ini. Banyaknya tempat peribadatan di tempat ini dikarenakan mayoritas masyarakat di kawasan ini adalah muslim yang fanatik sehingga banyak musholla di sekitar lokasi wisata. Pelayanan merupakan hal yang sangat penting bagi kepuasan seorang wisatawan. Menurut hasil wawancara responden di setiap desa dominan mengatakan baik,persentase yang mengatakan baik sangat tinggi. Distribusi Pengetahuan Kegiatan ekowisata yang ada diharapkan mampu untuk memberikan pengetahuan yang baru terhadap masyarakat di sekitar kawasan ekowisata tersebut. Memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat sekitar bukan hanya dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi mayarakat dengan adanya ekowisata tetapi juga dilihat dari tingginya kesadaran para mayarakat terhadap kelestarian kawasannya, hal ini tentunya didapat dari pengetahuan para wisatawan yang datang ke kawasan ekowisata tersebut. Semakin tinggi pengetahuan yang di dapat maka kegiatan ekowisata tersebut juga akan semakin lama bertahan dan tentunya semakin menambah perekonomian mayarakat di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat di sekitar pesisir pantai Kutang diketahui bahwa para wisatawan yang datang ke kawasan wisata kurang memberikan pengetahuan terhadap masyarakat, hal ini dilihat dari kurang tahunya masyarakat tentang istilah konservasi dan juga Dengan tidak beragamnya tinggi dan rendahnya tingkat pendidikan di kawasan pinggiran pesisir ini maka pemahaman mereka tentang konservasi dan ekowisata hanya terbatas saja, tetapi hal ini sudah cukup baik untuk kedepannya menjaga kelestarian sumberdaya di pesisir pantai Kutang. Sumberdaya Pantai Kedalaman perairan sangat berpengaruh pada kelancaran dan menariknya wisata di pantai. Edward et al. menyatakan bahwa kedalaman 3,2 Ae 35,5 meter masih layak untuk dijadikan lokasi wisata bahari. Pada hasil observasi di pantai kutang didapatkan kesimpulan bahwa kedalaman pantai kutang berkisar antara 3 meter sampai dengan 5 meter. Sehingga kondisi ini menjadikan kegiatan wisata berperahu menjadi sesuai bersyarat, karena kedalamannya yang kurang dalam. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Tambunan . yang menyatakan bahwa kedalaman untuk berperahu S1 jika >8 meter. S2 jika >4 Ae 8 meter. S3 jika <4 meter. Keindahan suatu perairan yang merupakan daya tarik tersendiri menjadi hal yang sangat penting. Kecerahan perairan mempengaruhi indah dan tidaknya pantai. Nilai kecerahan dipengaruhi oleh keadaan cuaca, waktu pengukuran, kekeruhan dan padatan tersuspensi. Kecerahan perairan di pantai kutang berkisar pada rentang 1,8 Ae 3,8 meter. Begitu juga dengan panjang pantai yang dapat menentukan kapasitas jumlah pengunjung ke lokasi wisata. Panjang pantai juga menentukan banyak dan tidaknya kegiatan wisata. Menurut Armos . pengukuran panjang pantai hubungannya dengan kegiatan wisata dimaksudkan untuk mengetahui seberapa panjang wilayah pantai yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan wisata pantai. Hasil pengukuran panjang pantai sepanjang 93,5 meter dan jembatan tracking sepanjang 285 meter sehingga termasuk dalam kategori sesuai. To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke lokasi ekowisata diantaranya disebabkan kondisi kelimpahan biota / fauna yang mendiami atau berasosiasi dengan vegetasi pantai. Dengan kondisi kelimpahan biota dan fauna di lokasi ekowisata menjadikan daya tarik secara langsung maupun tidak langsung. Fauna berupa burung misalnya memiliki daya tarik untuk pemandangan yang dipadukan dengan kondisi hutan mangrove yang masih memerlukan kajian kondisi kesehatan mangrove (Farhaby et al. ,2. , biota dan fauna berupa ikan, kepiting dan cumi cumi dapat memberikan daya tarik berupa kuliner khas pesisir. Akan tetapi biota berbahaya dapat menjadikan terganggunya keamanan pengunjung, sehingga perlu diamati untuk dijadikan salah satu parameter kesesuaian wisata. Tabel 2. Hasil observasi sumberdaya pantai Parameter Kedalaman perairan . Hasil Pengamatan Panjang Pantai . Kecerahan . 1,8 Ae 3,8 pasang surut . 0,6 Ae 0,8 (Diurna. (BIG, 2. Biota Berbahaya Tidak ditemukan Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap biota berbahaya di lokasi wisata, dengan indikator utama bulu babi pada penelitian ini menyatakan tidak ditemukan adanya biota tersebut. Berwisata membutuhkan keamanan, bulu babi dijadikan indikator utama karena memiliki duri yang beracun dan dapat membahayakan keselamatan wisatawan saat tracking ataupun kegiatan lainnya di sekitar pantai, jika mengenai kaki duri tajamnya dapat menyebabkan infeksi. Selain berbahaya, peranan penting bulu babi sangat penting untuk keseimbangan ekosistem pesisir, yaitu dalam jaringan makanan memiliki beerbagai kedudukan yang meliputi sebagai herbivora, karnivora, omnivora ataupun sebagai pemakan detritus (Hernandez, 2. Pasang surut air di kawasan pantai Kutang dipengaruhi oleh gaya pasang surut dari Laut Jawa. Tipe pasang surut di daerah ini adalah diurnal, artinya terjadi satu kali pasang pada saat malam dan satu kali surut pada saat siang selama 24 jam. Kisaran fluktuasi pasang surut adalah antara 0,6 Ae 0,8 meter. Hal ini menjadikan daya tarik tersendiri. Berdasarkan data dan hasil diatas maka kawasan pesisir pantai Kutang sangat memiliki potensi untuk kegaitan ekowisata, dikarenakan ketinggian air yang masuk ke kawasan pantai Kutang tidak terlalu tinggi sehingga tidak terlalu menghalangi wisatawan yang mau melakukan wisata pantai di lokasi tersebut. Selain itu dengan rendahnya ketinggian air pada saat pasang akan membuat biota pesisir seperti burung, kepiting dan lainnya dapat tinggal lebih lama di dalam kawasan pantai, hal ini juga dapat menambah daya tarik bagi para penikmat pantai. Kesesuaian Jenis Wisata Berdasarkan hasil analisis Multi Kriteria pemilihan jenis wisata di Pantai Kutang yang didasarkan pada kesesuaian sumberdaya pantai dan persepsi masyarakat setempat serta wisatawan maka diperoleh jenis kegiatan yang sangat sesuai (S. yaitu Tracking dan foto safari dan selfi. Jenis wisata yang sesuai bersyarat (S. yaitu berperahu kano, memancing dan kuliner serta spot pada Kegiatan wisata berperahu berdasarkan hasil analisis mendapatkan nilai sesuai bersyarat (S. dengan indeks kesesuaian sebesar 80%, berdasarkan hasil wawancara dengan wisatawan didapatkan alasan syarat kesesuaian bahwa untuk kenyamanan dan keselamatan dalam melakukan wisata perlu memperbaiki sarana berperahu yang digunakan, baik jumlah maupun Kegiatan wisata memancing dan kuliner juga mendapatkan nilai sesuai bersyarat (S. dengan indeks kesesuaian sebesar 77%, hal itu dikarenakan belum adanya sistem yang bagus dalam pengelolaan wisata memancingdi desa tersebut, baik memancing di laut maupun pada kolam pemancingan di tambak pembudidaya ikan. Kegiatan wisata bermain di ayunan masuk To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI dalam kategori sesuai bersyarat (S. dengan nilai indeks kesesuaian sebesar 74%, karena untuk kegiatan wisata ini memiliki keterbatasan jumlah fasilitas ayunan yang digunakan sebagai media permainan maupun media mengambil spot foto wisatawan, sehingga wisatawan perlu antri dengan wisatawan lainnya untuk melakukan kegiatan wisata tersebut. Meskipun kegiatan tracking dinilai sangat sesuai, hal itu sebatas tracking pada jembatan pantai kutang yang membentang dari area parker menuju lokasi pantai dengan tracking menyusuri pantai. Kedepan hal itu dapat dikembangkan dengan tracking di mangrove dengan catatan dikaji terlebih dahulu kondisi ekosistem mangrovenya dan dilakukan kajian baik mengenai kerapatan maupun dampak wisata pada keberlanjutan ekosistem mangrove (Farhaby et al. ,2020. Randa et al. ,2. Dengan adanya variasi pemandangan pada jenis kegiatan tracking akan menambah minat dan mengurangi kejenuhan pengunjung. Melihat kegiatan wisata berperahu berdasarkan hasil analisis mendapatkan nilai sesuai bersyarat, hal ini dapat dikarenakan modal dan pembiayaan untuk berperahu dan diintegrasikan dengan kegiatan memancing di laut membutuh biaya yang relative besar. Seperti hasil studi yang menyatakan berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh nilai investasi kapal, harga, peralatan, dan mesin kapal adalah Rp 70 juta (Ahmad, 2. Untuk keamanan dan kenyamanan dalam melakukan kegiatan wisata memerlukan infrastruktur yang memadai. Sehingga syarat tersebut perlu untuk dipenuhi untuk menjadikan kegiatan berperahu ini menjadi kegiatan wisata yang sesuai untuk dilaksanakan. Beberapa lahan budidaya vaname secara intensif mengalami degradasi lingkungan (Muqsith et al. mengakibatkan beberapa diantara pembudidaya disekitar wisata merubah komoditas budidaya perikanannya menjadi budidaya ikan kerapu. Hal ini seharusnya dapat dijadikan solusi untuk menambah kegiatan wisata berupa kegiatan memancing pada tambak tanpa perahu sekaligus diintegrasikan dengan kegiatan wisata kuliner produk lokal berupa kuliner makan ikan. Akan tetapi kegiatan ini masih sesuai bersyarat karena belum adanya kerjasama dengan para pelaku usaha budidaya perikanan disekitar lokasi wisata. Tabel 3. Skoring kesesuaian jenis wisata Jenis Kegiatan Atribut Bobot SKOR BOBOT x SKOR Sosial dan Ekonomi : 1 Acceptence Aksesbilitas peningkatan pendapatan akomodasi/ infrastruktur distribusi pengetahuan Sumberdaya Pantai : 1 Kedalaman perairan Lebar Pantai Kecerahan pasang surut Biota Berbahaya BOBOT x SKOR Indeks Kesesuaian Jenis Kegiatan WIsata To Cite this Paper: Ali,M. Shaleh,F,R. Pemilihan Jenis Kegiatan Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Kutang Lamongan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 . : 59-71. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI Keterangan : A = Tracking B = Berperahu / Kano C = Memancing & Kuliner D = Ayunan E = Photo Safari & Selfi S1 = Sangat sesuai S2 = Sesuai bersyarat S3 = Tidak sesuai Dari hasil analisis diatas beberapa penyebab kurang diterimanya kegiatan wisata adalah karena kurang lengkapnya fasilitas dan infrastruktur pendukung ekowisata, untuk pelestarian vegetasi mangrove disekitar pantai Kutang telah ada upaya dari pemerintah desa setempat untuk melakukan penanaman mangrove yang kedepannya dapat menjadi destinasi tambahan saat mangrove ini tumbuh dan berkembang. Adanya dukungan dari pemerintah desa setempat menjadi pendukung wisata ini akan berkembang kedepannya, pengelolaan wisata pantai Kutang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Untuk itu perlu pengelola meningkatkan pembangunan infrastruktur pendukung terlaksananya kegiatan wisata sehingga wisatawan menjadi lebih tertarik untuk melakukan kunjungan dan kegiatan wisata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh jenis kegiatan wisata pada ekowisata pantai Kutang dengan kategori sangat sesuai atau layak dilakukandi kawasan pantai Kutang berupa kegiatan tracking pada jembatan pantai dengan nilai kesesuaian 84 % dan Foto Safari 83 Untuk jenis kegiatan alternatif . esuai bersyara. adalah Berperahu Kano dengan Nilai kesesuaian 80 %, memancing dan kuliner 77 % dan Ayunan 74%. UCAPAN TERIMAKASIH