Jurnal Teknik Kimia Chempro Vol. No. Bulan Juni Tahun | 2025 ISSN: 3063-8453 Homepage: https://ejurnal. unival-cilegon. id/index. php/chem/index PEMBUATAN SHEET MASK ANTI-AGING DARI CAMPURAN EKSTRAK DAUN KENIKIR DAN EKSTRAK DAUN KEMBANG SEPATU PREPARATION OF ANTI-AGING SHEET MASK FROM A MIXTURE OF KENIKIR LEAF EXTRACT AND HIBISCUS LEAF EXTRACT Alda Tiara Safitri*. Amelyda Rizky Pratiwi*. Siti Hajir. Imas Masruroh Prgram Studi Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Al-Khairiyah. Jl. Enggus Arja No. 1 Citangkil. Cilegon Ae Banten 42441. Indonesia. *Email: aldatiarasafitri1011@gmail. Abstrak Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunt. mengandung senyawa seperti saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak Kandungan flafonoid dalam daun kenikir merupakan zat antioksidan yang sangat efektif dalam melawan radikal bebas. Daun tanaman kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis Lin. diketahui mengandung biopolymer berupa polisakarida yang berlendir dalam jumlah yang tinggi, yang bisa digunakan sebagai bahan pengental. Formulasi sheet mask menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi ekstrak daun kembang Sepatu 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% serta diuji secara homogenitas, stabilitas, viskositas, pH, ketebalan, kadar air dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang optimum didapat pada variasi konsentrasi 5%, menunjukkan bahwa sheet mask memiliki viskositas optimal yang menunjukkan peningkatan nilainya pada tiap variasi konsentrasi, pH yang diperoleh pada sheet mask nilainya 5, mempunyai homogenitas yang baik, dan stabilitas warna selama 4 minggu. Kadar antioksidan sebesar 51,50% dan nilai IC 50 sebesar 3,23 ppm yang tergolong sangat aktif. Tipe yang digunakan untuk pembuatan sheet mask pada penelitian ini tipe jeli. Berdasarkan hasil yang diperoleh, sheet mask berbasis bahan alami ini berpotensi sebagai alternatif inovatif dalam perawatan anti-aging. Kata kunci: Anti-aging. Daun Kenikir. Daun Kembang Sepatu. Sheet Mask. Anti-aging Abstract Kenikir leaves (Cosmos caudatus Kunt. contain compounds such as saponins, flavonoids, plyphenols and essential oil. The flavonoid content in kenikir leaves is an antioxidant that is very effective in fighting free The leaves of the hibiscus plant (Hibiscus rosa-sinensi Lin. are known to contain high amounts of biopolymers in the form of slimy polysaccharides, which can be used as a thickening agent. The sheet mask formulation used experimental methods with varying concentrations of hibiscus leaf extract of 5%, 10%, 15%, 20% and 25% and was tested homogeneity, stability, viscosity, pH, thickness, water content and antioxidant activity using DPPH method. The optimal results of the study were obtained at a concentration variation of 5%, showing that the sheet mask had an optimal viscosity that showed an increase in itAos value at each concetration variation, the pH obtained on the sheet mask had a value of 5, had good homogeneity, and color stability for 4 weeks. The antioxidant level is 51. 505% and the IC 50 value is 3. 23 ppm which is classified as very active. The type used for making sheet masks in this study is the jelly type. Based on the results obtained, this natural ingredient-based sheet mask has the potential to be an innovative alternative in anti-aging skin Keywords: Cosmos caudatus Kunth. Hibiscus rosa-sinensis Linn. Sheet Mask. Anti-aging Pendahuluan Sebagai organ terbesar dan terluar pada manusia, kulit memiliki beragam fungsi, termasuk perlindungan dan interaksi langsung dengan lingkungan, sehingga menjadikannya alat yang berguna untuk mendeteksi penuaan . Tidak ada yang bisa menghentikan proses alami penuaan. Indikasi penuaan pada wajah mulai terlihat seiring bertambahnya usia. Variable ekstrinsik dan intrinsic, seperti paparan sinar matahari yang berlebihan, konsumsi makanan dan minuman yang buruk, dehidrasi, dan sejumlah factor lainnya dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit . Masker adalah salah satu komoditas yang dapat membantu orang-rang dengan masalah kulit. Masker adalah sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah yang menwarkan manfaat sebagai berikut: menghidrasi dan menutrisi kulit, meningkatkan tekstur wajah, mengecilkan dan membersihkan poripori yang tersebut, dan mengendurkan otot-otot wajah Jurnal Teknik Kimia UNIVAL. Vol. No. 01 (Juni, 2. | dan membantu proses penyembuhan jerawat . Salah satu jenis sheet mask yang berbentuk seperti wajah dan memiliki banyak bukaan di bagian mulut, hidung, dan mata. Sheet mask tidak perlu dicuci atau dibilas setelah digunakan, memiliki system pengemasan yang efektif dan higienis, serta memiliki proses penyerapan dan penetrasi yang baik . Daun tanaman obat kenikir (Cosmos caudatus Kunt. , yang banyak tumbuh di Indonesia diketahui memiliki sifat antioksidan yang kuat . Antioksidan ini membantu melindungi sel dari kerusakan yang Hal ini membuat wajah bebas dari garis-garis halus dan kerutan, yang merupakan indicator penuaan. Kadar radikal bebas yang berlebihan pada kulit dapat menyebabkan peradangan, menghambat proses perbaikan alami kulit, dan mengurangi pembentukan kolagen, yang semuanya berkontribusi pada penuaan dini. Di sinilah antioksidan membantu kulit memproduksi lebih banyak kolagen dengan menghentikan oksidasi sel dan mengisi kembali vitamin E . Kandungan antioksidan yang tinggi pada daun kenikir diyakini dapat mengoptimalkan kemampuan antioksidan dalam mencegah penuaan dini . nti-agin. Dampak penambahan ekstrak daun kembang Sepatu yang digunakan dalam sheet mask . asker lembara. sebagai agen pembentuk gel. Kandungan antioksidan ekstrak daun kembang Sepatu dan karakteristik fisik varian kembang Sepatu. Teori Dengan nama binomial Cosmos caudatus, daun kenikir (Cosmos caudatus Kunt. berasal dari Amerika tropis dan dapat ditemukan di seruluh daerah Karl Sigismund Kunth mengajukan nama ini pada tahun 1820, dan dianggap sebagai nama yang sah dan telah dipublikasikan. Genus Cosmos, yang mencakup 26 spesies dari keluarga Asteraceae atau komposita termasuk spesies kenikir . Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunt. memiliki kandungan zat-zat seperti flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Flavonoid yang terkandung dalam daun kenikir seperti myricetin, quercetin, kaempferol, luteolin, dan apigenin . Daun kenikir mengandung flavonoid, yang merupakan antioksidan yang efektif memerangi radikal bebas. Berbagai penyakit, seperti kanker dan penyakit jantung diduga disebabkan oleh radikal bebas. Empat turunan quercetin terbukti menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingan tokoferol (Vitamin E), senyawa antioksidan yang umum dalam sebuah penelitian yang berbeda yang meneliti senyawa antioksidan kenikir . Menurut penelitian . , daun kenikir (Cosmos caudatus Kunt. memiliki aktivitas antioksidan ekstrak pelarut methanol 96% daun kenikir menunjukkan aktivitas antioksidan sebesar 14,26 Tanaman ini dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami. Senyawa alami atau buatan yang dikenal sebagi antioksidan dapat mengentikan atau menunda beberapa bentuk kerusakan sel yang disebabkan oleh proses oksidasi. Oksidan adalah radikala ebas yang secara alami terdapat dalam tubuh dan terdapat di lingkungan . Antioksidan merupakan zat yang melindungi tubuh dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh radikal bebas. Antioksidan merupakan zat yang membantu memperlambat proses penuaan dan melindungi tubuh dari bahaya yang disebabkan oleh radikal bebas. Antioksidan berguna dalam kosmetik karena dapat melindungi kulit dari efek radikal bebas yang merusak . Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensi Lin. merupakan tanaman hias, tanaman pagar, bunga potong, dan obat herbal yang popular dan tumbuh dengan baik di beberapa negara beriklim tropis dan subtropic termasuk Indonesia. Glikosida, steroid, triterpene, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin adalah beberapa zat aktif yang ditemukan dalam daun kembang sepatu . Flavonoid sebesar 24,26 mg quercetin per gram berat kering dan komponen fenol 48,4 mg katekol per gram berat kering ditemukan dalam daun kembang sepatu . Biopolymer diketahui hadir dalam konsentrasi besar dalam daun kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis Lin. sebagai polisakarida berlendir. Selain itu, pengental dan zat pembentuk gel . elling agen. juga mengandung poliskarida . Dalam formulasi gel, bahan pembentuk gelgum alami atau sintetis, resin, atau hidrokoloid lainnya dapat digunakan untuk mempertahankan bentuk gel yang halus dari komponen cair dan padatan (Bahan pembentuk gel tersedia dalam tiga jenis: urunan selulos. olisakarida, natrium alginate, gelatin, kitosan, dan turnan selulos. , dan sintetis . arbopol, polietilen glikol, poloksamer, polilaktida, poliamida, dan polimer asam akrila. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini pembuatan sheet mask anti-aging. Anti-aging, juga dikenal sebagai anti penuaan, adalah sediaan yang berfungsi menghambat tahapan kerusakan pada kulit, dengan mampu mengurangi munculnya indikasi penuaan pada kulit, tujuan dari sheet mask adalah untuk mengencangkan, menghidrasi, dan melindungi kulit dari gejala penuaan. Kombinasi esktark daun kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis Lin. dan kenikir (Cosmos caudatus Kunt. diahrapkan dapat meningkatkan khasiat produk ini dalam melindungi kulit dari radikal bebas. Jurnal Teknik Kimia UNIVAL. Vol. No. 01 (Juni, 2. | Metodologi Penelitian Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah rangkaian alat sokletasi, rotary evaporator, spektrofotometri UV-VIS, viskometer Brookfield, jangka sorong, kertas whattman no 1, magnetic stirrer, dan alat-alat gelas. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kenikir segar (Cosmos caudatus Kunt. , daun kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis Lin. , methanol 96%, butilen glikol, gliserin, nipagin, larutan standar quercetin dan DPPH murni. %). F4 . %). F5 . %) yang diformulasikan pada sheet mask anti-aging. Variabel terikat yaitu konsentrasi ekstrak daun kenikir 10% yang diformulasikan pada sheet mask anti-aging. Formulasi Bahan Pembuatan Sheet Mask Bahan pembuat sheet mask dibuat dengan total volume 80 mL untuk setiap formula, yang kemudian direplikasi sesuai dengan yang tercantum pada Tabel Tabel 1. Formulasi Bahan Pembuatan Sheet Mask Ekstrak Bubuk Daun Kenikir Bahan (%) (%) (%) (%) (%) Kegunaan Daun kenikir yang segar dan bersih, dikeringkan pada oven suhu 50oC dan dihaluskan dengan blender, serta di ayak ukuran 30 mesh. Oven bersuhu 105oC digunakan untuk mengeringkan 5 gr serbuk daun kenikir hingga kadar airnya kurang dari Karean berdampak pada proses ekstraksi dan masa simpan, simplisia harus memiliki kadar air kurang dari 10% . Untuk melakukan ekstraksi sokletasi, 15 gr serbuk daun kenikir dilarutkan dalam 150 mL methanol 96% dengan perbandingan 1:10. Kertas whattman nomor 1 digunakan untuk menyaring filtrat, dan rotary evaporator digunakan untuk memekatkannya. Spectrometer UV-Vis kemudian digunakan untuk mengukur kandungan antioksidan dari ekstrak pekat . Ekstrak Zat aktif Ekstrak Gelling Gliserin Pelembab Butilen Pelembab Nipagin Pengawet Akuades Add Add Add Add Add Pelarut Pemberiksaan Bebas Metanol pada Ekstrak Ekstrak pekat dilarutkan dengan H2SO4 dalam tabung reaksi, tambahkan CH3COOH dan tutup menggunakan kapas, selanjutnya dipanaskan hingga mendidih sampai mengidentfikasi bau ester pada kapas, jika ekstrak tidak mengandung metanol maka tidak ada bau ester. Ekstraksi Daun Kembang Sepatu Daun kembang sepatu yang telah bersih diremas dengan akuades dan disaring untuk memisahkan ampas dari ekstrak. Pembuatan Sheet Mask Anti-aging Tambahkan 5% butilen glikol dan 5% gliserin ke dalam ekstrak daun kembang Sepatu . ,10,15,20, dan 25%) dan aduk selama 30 menit untuk membuat Tambahkan 0,3% nipagin ke dalam campuran 1 dan panaskan hingga larut. Campurkan 10% ekstrak daun kenikir 10% dengan 80% akuades dan aduk hingga tercampur rata. Setelah semua tercampur rata, periksa sediaan masker untuk mengetahui stabilitas fisik, homogenitas, pH, viskositas, dan analisin antioksidan. Dan mencetak masker, periksa ketebalan dan kadar airnya. Variabel Penelitian Variabel bebas meliputi variasi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu F1 . %). F2 . %). F3 Metode Analisis Data Analisa Kadar Quercetin dalam Metanol Dengan menimbang quercetin 10 mg yang dilarutkan dalam labu uku 100 mL dengan methanol sebagai pelarut hingga tanda batas . adar quercetin 0,1 mg/mL atau 100 mg/L). Pembuatan Kurva Standar Pelarut methanol p. digunakan untuk mengencerkan larutan induk quercetin 100 mg/L menjadi konsnetrasi 0,5, 1, 2, 5, 10, 15, dan 20 mg/L. spektrofometri UV- Vis yang diatur pada 371 nm digunakan untuk mengukur penyerapan. Hubungan antara konsentrasi quercetin . g/L) dan absorbansi menghasilkan kurva standar. Pengujian Sediaan Sheet Mask Anti-aging Pengujiaan Aktifitas Antioksidan - Pembuatan Larutan DPPH 2 mg DPPH murni ditimbang, dikombinasikan dengan methanol untuk menghasilkan 100 mL . onsentrasi 20 pp. , dibungkus dengan aluminium foil, dan disimpan ditempat gelap dalam labu ukur. - Pengukuran Antioksidan Sediaan Sheet Mask Antiaging Jurnal Teknik Kimia UNIVAL. Vol. No. 01 (Juni, 2. | Spektrofotometri UV-Vis yang diatur untuk mendeteksi absorbansi pada 517 nm digunakan untuk mencampurkan 2 mL formulasi sheet mask anti-aging dengan 3 mL larutan DPPH 20 ppm dalam tabung reaksi. Selama 30 menit, pengukuran absorbansi dilakukan setiap 5 menit sampai tidak ada perubahan absorbansi yg terlihat. Proporsi penghambatan radikal DPPH digunakan menggunakan Persamaan . berikut ini: selama 2 jam pada suhu 105oC di dalam oven. menit pendinginan dalam desikator, samapai mendapatkan berat yang stabil atau konstan (Puspita. Dihitung berat air yang menguap dengan menggunakan Persamaan . berikut ini: Abs blangkoOeAbs sampel % Inhibisi = [ ] y 100% . Abs blangko Dengan menggunakan metode gravimetri, menghasilkan bubuk daun kenikir 5,5%. Hal ini memenuhi syarat bahwa formulasi obat tidak boleh mengandung kadar air lebih dari 10% (BPOM, 2. Selain itu, metode sokletasi juga digunakan untuk Penelitian . menunjukkan bahwa proses ekstraksi ini lebih efektif daripada metode ekstraksi lain dalam memperoleh konsentrasi quercetin yang lebih tinggi. Keterangan : Abs Blanko: Absorban pada saat 0 menit penambahan DPPH Abs Sampel: Absorban pada saat 30 menit penambahan DPPH Pengujian Homogenitas Sediaan harus memiliki susunan yang seragam dan tidak ada butiran kasar yang terlihat jika jumlah tertenntu ditempatkan pada sepotong kacca atau bahan transparan lain yg sesuai . Pengukuran pH pH universal digunakan untuk menguji bahan Pergeseran warna yang terjadi dicatat setelah indicator tercelupkan ke dalam sediaan yang sudah Untuk menemukan pH, strip yang dicelupkan yang telah berubah warna dibandingkan dengan standar pH universal . Pengujian Viskositas Viskometer Brookfield yang dilengkapi dengan spindel digunakan untuk mengukur viskositas Setelah menempatkan sediaan dalam wadah 250 mL, spindel yang terpasang diturunnkan hingga batas terendam dalam sediaan. Pengujian viskositas dilakukan pada suhu kamar dan kecepatan 30 rpm. Skala dibaca dan dicatat setelah satu menit angka yang diberikan stabil . ial readin. Kadar Air = Berat awalOeBerat akhir Berat awal y 100% A . Hasil Analisa Kadar Air Bubuk Daun Kenikir Pengujian Kadar Quercetin Panjang gelombang maksimum quercetin dalam methanol 371 nm, digunakan untuk mengukur absorbansi quercetin. Menurut hasil penelitian, metpde ekstraksi sokletasi selama dua jam menghasilkan kandungan ekstrak sebesar 0,0514% dan kadar quercetin sebesar 5,14 ppm. Uji Aktifitas Antioksidan Metode DPPH Metode DPPH, radikal yang mengandung nitrogen yang stabil dengan absorbansi kuat max 517 nm dan berwarna ungu gelap. Digunakan untuk melakukan uji aktivitas antioksidan. Setelah bereaksi. DPPH akan mengalami reduksi dan berubah menjadi Gambar 1 menampilkan hasil uji aktifitas antioksidan DPPH. Pengamatan Stabilitas Setiap formula sediaan ditambahkan ke dalam wadah sebanyak 100 gr. Setelah selesai dan setelah 4 minggu penyimpanan, dilakukan pengamatan terhadap bentuk dan perubahan warna sediaan masker (Efriana N, 2. Pengujian Sheet Mask Anti-aging Pengukuran Ketebalan Menggunakan jangka sorong untuk mengukur ketebalan sheet mask anti-aging dan kemudian mencari tahu ketebalan yang didapat. Penentuan Kadar Air Gambar 1. Uji Aktifitas Antioksidan Metode DPPH Dari penelitian ini, hasil uji aktivitas antioksidan pada sediaan ditunjukkan pada Gambar 2, penghambatan yang dihasilkan menurun seiring dengan meningkatnya variasi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu. Karena quercetin . larut dalam pelarut organic, semakin banyak perubahan konsentrasi ekstrak daun kembang Sepatu dalam pelarut akuades, semakin sedikit quercetin yang larut dalam produk akhir. Dalam cawan petri yang telah diketahui beratnya, tambahkan sheet mask anti-aging 2 gr dikeringkan Jurnal Teknik Kimia UNIVAL. Vol. No. 01 (Juni, 2. | Uji Viskositas Antioksidan Metode DPPH % Inhibisi Viskositas Variasi Konsentrasi (%) Gambar 2. Kurva Hasil Uji Aktifitas Antioksidan Metode DPPH Uji Homogenitas Ada tidaknya gumpalan dari bahan yang disiapkan dapat digunakan untuk menentukkan Analisis terhadap kelima formulasi menghasilkan homogenitas yang baik, dengan sediaan yang tampak stabil dan homogen pada semua sediaan masker yang sudah di uji. Pembuatan sediaan sheet mask dengan variasi konsentrasi tidak terpengaruh. Gambar 3 menampilkan hasil uji homogenitas Viskositas . Nilai viskositas sediaan sheet mask yang baik berada pada rentang 230-1,150 cPs . Hasil uji viskositas pada Gambar 4, yang diperoleh dengan menggunakan viskometer Brookfield, menunjukkan bahwa viskositas meningkat seiring dengan variasi konsentrasi ekstrak daun kembang Sepatu. Variasi Konsentrasi (%) Gambar 4. Uji Viskositas Uji Stabilitas Uji stabilitas ini menguji bagaimana warna dan bentuk fisik sediaan selama 0-4 minggu. Selama empat minggu, parameter stabilitas sediaan seperti warna dan bentuk diukur saat disimpan pada suhu Menurut . menyatakan bahwa perubahan bentuk dan warna dapat mengindikasikan apakah suatu sediaan mengalami kerusakan. Pengawet seperti nipagin, dapat digunakan untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau mikroba. Gambar 5 menampilkan hasil uji stabilitas 0 minggu, sedangkan Gambar 6 menampilkan hasil uji stabilitas 4 minggu. Gambar 3. Uji Homogenitas Uji pH Ketika dilakukan uji pH dengan variasi konsentrasi daun kembang Sepatu 5, 10, 15, 20, dan 25% pada formulasi sheet mask, nilai pH yang diperoleh adalah Rentang pH yang dibutuhkan kulit adalah 4,5 Ae 6,5, sesuai dengan nilai pH sediaan (SNI 16-4380-1. Table 2 menampilkan hasil uji pH. Gambar 5. Uji Stabilitas 0 Minggu Tabel 2. Uji pH Variasi Konsentrasi (%) Gambar 6. Uji Stabilitas 4 Minggu Jurnal Teknik Kimia UNIVAL. Vol. No. 01 (Juni, 2. | Tabel 3 Uji Stabilitas Variasi Konsentrasi (%) Warna Bentuk Warna Bentuk Hijau . Kental Hijau . Tidak kental Hijau . Kental Coklat . Tidak kental Hijau . Kental Coklat . Tidak kental Hijau . Kental Coklat . Tidak kental Hijau . Kental Coklat . Tidak kental 0 Minggu 4 Minggu Uji stabilitas sediaan sheet mask anti-aging dengan karakteristik fisik seperti warna dan bentuk didasarkan pada penelitian pada Tabel 3. Pada penelitian ini, pada konsnetrasi 5% yang optimum karena tidak terjadi perubahan warna yang berarti hanya terjadi perubahan bentuk dari cairan kental menjadi tidak kental. Pada konsentrasi lainnya, bentuk berubah dari kental menjadi tidak kental dan warna berubah dari hijau menjadi coklat. Menurut . menyatakan bahwa penyimpanan pada suhu ruang . dan suhu hangat mengakibatkan penurunan viskositas karena rantai polimer terputus saat suhu naik, membuat molekul lebih lentur. Warna hijau serta bau ekstrak pada sediaan dikarenakan ekstrak daun kenikir dan ekstrak daun kembang sepatu dan memiliki bau ektrak yang kuat. Uji Ketebalan Untuk memastikan bahwa setiap sheet mask memiliki Tingkat kenyamanan, fleksibilitas dan kemampuan menmpel di wajah. Uji ketebalan mengukur ketebalan sheet mask yang seragam, secara teoritis ketebalan sheet mask biasanya berkisar antara 0,1 Ae 0,3 mm. uji ketebalan dalam penelitian ini, menggunakan jangka sorong menghasilkan 2,7 mm dalam lima variasi konsentrasi yang lebih tebal daripada normal industry. Dan penelitian ini menggunakan alat pencetak sheet mask. Uji Kadar Air Sheet Mask Pengeringan dilakukan sebanyak tiga kali untuk menentukan kadar air sheet mask dan mendapatkan berat yang konsisten. Kadar air yang didapat setiap variasi konsentrasi berbeda dan ratarata yang diperoleh dari hasil pengujian sheet mask adalah 6,374 % kurang dari 10% dan memenuhi persyaratan standar SNI 16-6070-1999. Kesimpulan Ekstrak daun kenikir dapat digunakan sebagai pengganti gelling agent pada pembuatan sheet mask, sesuai dengan hasil hasil pembahasan penelitian. Penambahan ekstrak daun kenikir 10% terhdap kadar antioksidan memberikan hasil yang optimum pada variasi konsentrasi 5% yang memiliki viskositas optimal yang meningkat pada tiap variasi, pH 5, homogenitas yang baik dan kestabilan warna selama empat minggu. Kandungan antioksidan dan jenis pelarut berpengaruh terhdap kadar antioksidan yang didapat ekstrak daun kenikir dan ekstrak daun kembang Sepatu pada konsentrasi 51,50 pada metode DPPH. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Al Khairiyah khususnya Fakultas Teknik dan Program Studi Teknik Kimia, atas dukungan akademik dan fasilitas yang diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada ibu Siti Hajir. Ibu Imas Masruroh S. Pd. Si. Ibu Fadlinatin Naumi. Si. Si. , dan Ibu Yulis Sutianingsih. atas bimbingan serta arahan dalam penlitian ini. Tak Lembaga/instansi pendukung yang telah memberikan Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian penelitian ini. Daftar Pustaka