Rosyidi Dkk: Penguatan Spirit Dakwah sebagai Upaya Muwujudkan Desa Pragaan DayaA. | 79 ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3. No. Juli Ae Desember 2024 ISSN: 2962-2646 . https://ejournal. id/index. php/abdina/index PENGUATAN SPIRIT DAKWAH SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN DESA PRAGAAN DAYA UNGGUL DAN BERKARAKTER ISLAMI Rosyidi1. Zulfiatul Ariyah2 1,2. Universitas Al-Amien Prenduan muhammadrosyidi01@gmail. com 1, zulviatulariyah@gmail. Abstract: This community service activity was motivated by the declining spirit of da'wah and internalization of Islamic values in the social life of Pragaan Daya Village. Rapid social and economic development is not always accompanied by moral and spiritual strengthening, resulting in various problems such as declining religious participation, weak social awareness, and a lack of role models in community life. Therefore, efforts to strengthen the spirit of da'wah are needed as a strategy to build a superior, religious, and Islamic The community service methods used include a participatory and educational approach with several stages of activities, namely: . socialization of the importance of contextual and moderate da'wah, . training of village da'wah cadres for religious leaders, mosque youth, and Quran teachers, . community development through thematic recitations and religious social activities, and . da'wah assistance based on economic empowerment of the people. This approach was carried out collaboratively between the community service team, the village government, religious leaders, and local educational The results of the community service showed an increase in the community's understanding of Islamic values in daily life, the formation of the Pragaan Daya Village Da'wah Cadres, and increased community participation in religious and social activities. addition, there is a growing collective awareness to make da'wah a social movement that promotes independence, brotherhood, and civilized village development. Thus, strengthening the spirit of da'wah has proven to be effective as a means of shaping Pragaan Daya Village to be superior and Islamic in character. Keywords: Strengthening. Spirit of Da'wah. Islamic Character. Pragaan Daya Village. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya semangat dakwah dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Pragaan Daya. Perkembangan sosial dan ekonomi yang pesat tidak selalu diimbangi dengan penguatan moral dan spiritual, sehingga muncul berbagai persoalan seperti menurunnya partisipasi keagamaan, lemahnya kepedulian sosial, serta berkurangnya keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan spirit dakwah sebagai strategi untuk membangun masyarakat yang unggul, religius, dan berkarakter Islami. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dan edukatif dengan beberapa tahapan kegiatan, yaitu: . sosialisasi pentingnya dakwah kontekstual dan moderat, . pelatihan kader dakwah desa bagi tokoh agama, remaja masjid, dan guru ngaji, . pembinaan masyarakat melalui pengajian tematik dan kegiatan sosial keagamaan, serta . pendampingan dakwah berbasis 80 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 pemberdayaan ekonomi umat. Pendekatan ini dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan setempat. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilainilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, terbentuknya Kader Dakwah Desa Pragaan Daya, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Selain itu, tumbuh kesadaran kolektif untuk menjadikan dakwah sebagai gerakan sosial yang mendorong kemandirian, persaudaraan, dan pembangunan desa yang berkeadaban. Dengan demikian, penguatan spirit dakwah terbukti efektif sebagai sarana membentuk Desa Pragaan Daya yang unggul dan berkarakter Islami. Kata Kunci: Penguatan. Spirit Dakwah. Karakter Islami. Desa Pragaan Daya. Pendahuluan Penguatan spirit dakwah sebagai upaya untuk mewujudkan desa Pragaan yang unggul dan berkarakter Islami menjadi suatu kebutuhan mendesak dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural. Dalam proses pembangunan desa, yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan material tetapi juga pada penguatan spiritual, diperlukan pendekatan yang efektif dan menyeluruh. Penelitian menunjukkan bahwa dakwah yang terintegrasi dengan kearifan lokal dapat memperkuat karakter masyarakat serta menciptakan harmoni sosial yang berkelanjutan. Masyarakat yang hidup dalam keragaman etnis dan agama, seperti di Indonesia, memerlukan strategi dakwah yang moderat dan inklusif. Hal ini penting untuk menghindari potensi konflik antar agama atau budaya. Penelitian oleh Estuningtiyas menekankan perlunya moderasi beragama dalam dakwah untuk membangun kehidupan sosial yang damai dan harmonis. 2 Selain itu, pendekatan dakwah yang bersifat keteladanan, di mana para pemimpin agama dapat menjadikan dirinya sebagai contoh positif di masyarakat, juga sangat relevan dalam konteks ini. Dakwah yang dilakukan harus berbasis pada pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat. Misalnya, penelitian tentang strategi dakwah LDK-PAB (Lembaga Dakwah Kampus Pemahaman Agama Bangs. menunjukkan pentingnya penguatan literasi agama dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dakwah. 3 Dalam hal ini, pemuda memegang peranan penting sebagai agent of change yang mampu menyebarluaskan nilai-nilai Islami melalui berbagai media, termasuk media sosial, yang saat ini menjadi tren komunikasi di kalangan masyarakat muda. Selain itu, media digital merupakan sarana efektif untuk menyampaikan dakwah. Penelitian tentang fenomena dakwah digital di kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa terdapat tantangan, sekaligus peluang, dalam penyampaian konten yang bernuansa 1 Yanti et al. AuPembelajaran Sosial Moderat . Integrasi Dakwah Keteladanan Dan Kerjasama Antar Umat Beragama Melalui Kearifan Lokal,Ay 108Ae10. 2 Estuningtiyas. AuContemporary Challenges in Islamic Scholarship in the Light of Intellectual Connections Between Central Asia and Southeast Asia,Ay 241Ae42. 3 Almasdan and Mailin. AuStrategi Dakwah LDK-PAB Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Masyarakat Kota Pematang Siantar,Ay 339. 4 Firdaus and Kolil. AuOptimalisasi Media Sosial Gerakan Pemuda (G. Ansor Sebagai Strategi Dakwah Pimpinan Cabang Kota Kediri,Ay 116. Rosyidi Dkk: Penguatan Spirit Dakwah sebagai Upaya Muwujudkan Desa Pragaan DayaA. | 81 Islami. 5 Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan keterampilan komunikasi, seperti public speaking di kalangan pemuda melalui kegiatan dakwah digital, juga sangat penting untuk mendukung penguatan spirit dakwah. Lebih jauh lagi, penguatan fondasi spiritual masyarakat tidak hanya akan menunjang karakter individu, tetapi juga membangun komunitas yang kokoh dalam berinteraksi dengan keberagaman. Hal ini sejalan dengan penelitian mengenai dakwah nafsiyah, yang menunjukkan bahwa pendekatan spiritual dapat meningkatkan keshalehan individu dan mengarah pada penguatan karakter komunitas. 7 Akhirnya, untuk mewujudkan desa Pragaan sebagai desa unggul dan berkarakter Islami, diperlukan kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, tokoh agama, dan pemerintah desa, dalam merumuskan strategi dakwah yang sesuai dengan kearifan lokal dan tantangan kontemporer yang dihadapi. Dengan demikian, penguatan spirit dakwah dalam konteks desa Pragaan tidak hanya diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang religius, tetapi juga mendorong pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, menjadikan desa tersebut contoh model bagi desa lainnya. Desa Pragaan Daya merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sosial, keagamaan, dan ekonomi yang cukup besar di wilayah Kecamatan Pragaan. Kabupaten Sumenep. Masyarakat Pragaan Daya dikenal religius dan memiliki tradisi keislaman yang Namun, dinamika sosial yang terus berkembang menuntut adanya penguatan kembali terhadap spirit dakwah agar nilai-nilai Islam tidak hanya berhenti pada tataran ritual, tetapi juga terimplementasi dalam perilaku sosial, ekonomi, dan budaya Fenomena seperti menurunnya semangat gotong royong, melemahnya kepedulian sosial, dan tantangan moral generasi muda menjadi indikator perlunya pemberdayaan dakwah yang transformatif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada penguatan spirit dakwah sebagai upaya strategis dalam membangun Desa Pragaan Daya yang unggul, berkarakter Islami, dan berdaya saing sosial-religius. Hasil dan Pembahasan Penguatan Kapasitas DaAoi dan Kader Dakwah di Desa Prgaan Daya Sumenep Pemberdayaan kapasitas para daAoi dan kader dakwah di Desa Prgaan Daya. Sumenep, menjadi krusial dalam konteks peningkatan kualitas pengajaran agama dan penyebaran dakwah yang moderat. Proses ini tidak hanya menekankan pemahaman keagamaan tetapi juga pengembangan keterampilan komunikasi yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan progresif terhadap pendidikan dan pelatihan daAoi sangat berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman agama di kalangan masyarakat. Salah satu metode yang diusulkan dalam penguatan kapasitas ini adalah melalui penyelenggaraan pelatihan dakwah digital. Di era modern ini, pemanfaatan teknologi Barri et al. AuFenomena Konsumsi Konten Dakwah Digital Pada Kalangan Mahasiswa: Systematic Literature Review,Ay 130. 6 Yusuf. AuPenggunaan Teknologi Augmented Reality Dalam Pembelajaran Tafsir Al-QurAoan Pada Lembaga Pendidikan Islam,Ay 6. 7 Nuraeni et al. AuDakwah Nafsiyah Dalam Peningkatan Keshalehan Individual Siswa Di Masa Pandemi Covid-19,Ay 97. 8 SaiAodah et al. AuPelatihan Dakwah Digital Bagi Para DaAoi Muda Di Komunitas Jamuspa Yogyakarta,Ay 39. 82 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 informasi menjadi sangat penting untuk memperluas jangkauan dakwah. Pelatihan yang diadakan tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada cara menyampaikan pesan melalui media sosial dan platform digital lainnya. 9 Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa penguasaan teknologi dapat meningkatkan efektivitas komunikatif daAoi dalam menyampaikan ajaran agama. Pentingnya penguatan kapasitas kader diakui dalam konteks pembangunan sosial dan kultural di desa. Kader dakwah diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam masyarakat, yang tidak hanya menyebarkan nilai spiritual tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat lokal. Program-program yang melibatkan pelatihan manajemen organisasi bagi kelompok dakwah serta pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi menjadi penting. 10 Pemberdayaan melalui pendekatan ini mendukung model pengembangan komunitas yang lebih berkelanjutan dan partisipatif. Rencana kerja dalam penguatan kapasitas ini juga mencakup penilaian kebutuhan di lapangan. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan survei untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan yang dihadapi oleh daAoi serta masyarakat Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa identifikasi masalah adalah kunci dalam merancang program pemberdayaan yang efektif. 11 Dengan memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, pelatihan dan program yang diselenggarakan bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang signifikan dalam penguatan kapasitas daAoi. Melalui pelatihan berkala yang melibatkan metode partisipatori, diharapkan para daAoi dan kader dakwah bisa lebih memahami konteks sosial dan budaya di mana mereka Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa dakwah harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan. Menurut Kholiq, penguatan kapasitas daAoi harus mempertimbangkan keberagaman pendapat dalam masyarakat untuk membangun sikap moderat dan toleran. Gambar 1: Pelatihan Para Calon DaAoiyyat Dari sudut pandang yang lebih luas, penguatan kapasitas daAoi dan kader dakwah di Desa Prgaan Daya tidak hanya mendukung peningkatan kualitas dakwah, tetapi juga berperan dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan sosial dan 9 SaiAodah et al. AuPelatihan Dakwah Digital Bagi Para DaAoi Muda Di Komunitas Jamuspa Yogyakarta,Ay 40. 10 Fadilah et al. AuDouble Movement Fazlur Rahman Terhadap Determinasi Mahar Sebagai Cerminan Hargadiri Dan Martabat Perempuan,Ay 28. 11 Ni Luh Putu Maitra Agastya et al. AuElemen-Elemen Pendukung Proses Asesmen Dalam Program Pengembangan Masyarakat Untuk Lingkungan Kondusif Bagi Anak,Ay 7. 12 Kholiq. AuKadersisasi DaAoi Moderat Era Milenial Di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal,Ay Rosyidi Dkk: Penguatan Spirit Dakwah sebagai Upaya Muwujudkan Desa Pragaan DayaA. | 83 Hal ini sejalan dengan pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya lokal. 13 Dalam konteks ini, pengembangan jaringan antar kader dan daAoi diharapkan dapat menguatkan sinergi dalam pemberdayaan masyarakat yang lebih berdampak. Pada akhirnya, hasil dari penguatan kapasitas ini akan terlihat dalam peningkatan kesejahteraan dan keharmonisan dalam masyarakat. Dengan mendidik para daAoi dan kader dakwah untuk menjadi pemimpin berbasis komunitas yang memahami tantangan dan peluang lokal, diharapkan dakwah di Desa Prgaan Daya dapat menjadi lebih relevan, efektif, dan bertanggung jawab. Internalisasi Nilai Islam dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Pragaan Daya Sumenep Dalam membahas internalisasi nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Pragaan Daya. Sumenep, penting untuk memerhatikan bagaimana nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam konteks pendidikan, tradisi lokal, dan interaksi sosial masyarakat. Internalization nilai-nilai Islam tidak hanya mendorong penguatan karakter individu, tetapi juga menciptakan harmoni sosial di tengah keragaman budaya. Salah satu area yang relevan adalah pendidikan. Pendidikan Islam di Pragaan Daya memberikan peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur di kalangan generasi muda, yang merupakan harapan masa depan umat. Melalui pendekatan yang integratif, pendidikan Islam dapat mengadopsi kearifan lokal yang ada, sehingga tidak hanya fokus pada pembelajaran literasi agama, tetapi juga nilai-nilai sosial yang berlaku dalam Dalam hal ini, nilai-nilai akhlak bisa diterapkan dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik. 14 Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran dapat membentuk kesadaran sosial dan keterlibatan aktif siswa dalam komunitas mereka, menciptakan suasana yang lebih harmonis. Selain pendidikan, aspek tradisional masyarakat Pragaan Daya juga memainkan peran penting dalam internalisasi nilai Islam. Misalnya, tradisi dan ritual yang diadakan oleh masyarakat setempat dapat mencerminkan nilai-nilai Islam yang diasimilasikan dengan kebudayaan lokal. Dalam konteks ini, nilai gotong royong dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari sangat ditekankan sebagai cerminan dari ajaran Islam. 15 Tradisi gotong royong dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara warga, serta memperkuat nilai-nilai sosial yang penting dalam masyarakat, seperti kasih sayang, toleransi, dan kerja sama. Di samping itu, dalam kehidupan sosial, tuntutan akan layanan yang adil dan bermartabat menjadi refleksi dari nilai-nilai keadilan dalam Islam. Penerapan prinsipprinsip Islam dalam interaksi sehari-hari berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang saling menghormati dan toleran terhadap perbedaan. 16 Dalam hal ini, pendidikan karakter yang menekankan pada nilai-nilai keadilan sangat penting sebagai panduan untuk bertindak sesuai ajaran Islam. Dalam era globalisasi ini, tantangan yang dihadapi masyarakat Pragaan Daya juga semakin kompleks, termasuk pengaruh nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran 13 Martias et al. AuSinergitas Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat,Ay 14. 14 Amanah. AuImplementasi Local Wisdom Education Dalam Pendidikan Islam Sebagai Solusi Penguatan Karakter Patriotisme Generasi Millenial,Ay 9. 15 Wahyuni. AuPembinaan Toleransi Dan Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Karakter Islami Anak Usia Dini,Ay 8. 16 Saddhono et al. AuPenguatan Wawasan Kebangsaan Sebagai Upaya Mencegah Radikalisasi Dan Menumbuhkan Cinta Tanah Air Untuk Masyarakat Pedesaan Di Kabupaten Magelang,Ay 114. 84 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 Islam. Oleh karena itu, penting untuk terus memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam melalui program-program pengabdian masyarakat yang fokus pada penanaman karakter, meningkatkan rasa cinta tanah air dan pemahaman yang baik tentang nilai-nilai 17 Program-program yang melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial dan budaya berbasis nilai Islam harus terus didorong agar mereka sedari dini memahami pentingnya peran serta mereka dalam memelihara nilai-nilai luhur di masyarakat. Secara keseluruhan, internalisasi nilai Islam dalam masyarakat Pragaan Daya Sumenep tidak saja merupakan tanggung jawab individu, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kurikulum pendidikan, tradisi, dan interaksi sosial akan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan spiritual yang kuat, serta menjadikan masyarakat lebih toleran dan bersatu. Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat terhadap Pentingnya Dakwah Islami dalam membentuk Karakter Islami di Desa Pragaan Daya Sumenep Dalam konteks peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dakwah Islam dalam membentuk karakter Islami, khususnya di Desa Pragaan Daya Sumenep, berbagai program pengabdian masyarakat telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam upaya ini. Melalui pendekatan inklusif dan berbasis pada literasi, dakwah tidak hanya dilihat sebagai upaya penyampaian informasi agama, tetapi juga sebagai metode edukasi yang membangun karakter dan nilai-nilai moral. Pertama, dakwah Islam yang dilakukan dengan pendekatan personal dan dialogis sangat relevan dengan konteks sosial masyarakat saat ini, seperti yang dijelaskan oleh Ulfa dan Efrina. 18 Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat melalui penciptaan ruang diskusi yang interaktif, di mana peserta dapat bertanya dan berpartisipasi aktif. Contohnya, dalam program pendampingan literasi digital di Kota Batu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan melakukan dakwah menggunakan media sosial, yang menumbuhkan semangat generasi muda dalam menyebarkan nilai-nilai Islam secara efektif. Selanjutnya, metode mendongeng dalam dakwah edukatif juga sangat Menurut Anwar et al. ,20 metode ini membantu anak-anak memahami ajaran Islam dan menginternalisasi nilai-nilai karakter Islami yang esensial. Teknik ini memberikan cara yang menarik untuk menyampaikan ajaran Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Lebih lanjut. Sari et al. menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai komponen kunci dalam pembangunan bangsa, sejalan dengan strategi dakwah yang bersifat membangun dan mendidik. 21 Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dalam pengajaran dan dakwah, masyarakat dapat lebih mudah mengadopsi nilai-nilai positif dari ajaran Islam. Di Desa Pragaan Daya Sumenep, penggunaan metode yang adaptif adalah kunci. Contohnya, pemanfaatan media sosial oleh penyuluh agama untuk menyebarkan informasi dan ajaran Islam terbukti efektif selama pandemi COVID-19. Penelitian oleh Wicaksana et al. menunjukkan bahwa seni sebagai media dakwah memiliki peran penting 17 Rosyadi. AuPendidikan Kesadaran Nilai Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay 5. 18 Ulfa and Efrina. AuRelevansi Metode Dakwah Hamka Dan Implementasinya Di Indonesia,Ay 47. 19 Mukhlis et al. AuPendampingan Literasi Digital Dan Dakwah Media Sosial Pada LKSA Aisyiyah Kota Batu,Ay 20 Anwar et al. AuMendongeng Sebagai Metode Dakwah Edukatif Pembentuk Karakter Islami Anak,Ay 135. 21 Sari. AuAnalisis Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan,Ay 5. Rosyidi Dkk: Penguatan Spirit Dakwah sebagai Upaya Muwujudkan Desa Pragaan DayaA. | 85 dalam menyampaikan nilai-nilai spiritual dan moral kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah diterima. Peningkatan keaktifan masyarakat dalam kegiatan dakwah juga menunjukkan hasil yang positif. Dalam kajian Asmar et al. , penglibatan pesantren dalam kegiatan dakwah melalui media jurnalistik menjadi salah satu cara menjangkau masyarakat yang lebih luas, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai Islami dan memperkuat identitas budaya lokal. Secara keseluruhan, semua upaya yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dakwah dalam membentuk karakter Islami di Desa Pragaan Daya Sumenep menunjukkan bahwa pendidikan dan penyuluhan yang bersifat partisipatif, serta penggunaan teknologi yang tepat, dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat. Hal ini selaras dengan ide bahwa dakwah yang berbasis konteks lokal dan relevansi sosial akan lebih efektif dalam membangun karakter yang diharapkan. Kesimpulan Dan Saran Penguatan spirit dakwah merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Desa Pragaan Daya yang unggul dan berkarakter Islami. Dakwah bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi proses pembinaan moral, sosial, dan spiritual masyarakat agar mampu menghadapi dinamika kehidupan modern dengan berpegang pada nilai-nilai Islam. Melalui penguatan dakwah, masyarakat diajak untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menegakkan kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, serta kepedulian sosial yang menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat Kegiatan pengabdian yang berfokus pada peningkatan kapasitas daAoi, kader muda, serta penguatan dakwah sosial dan ekonomi memberikan ruang partisipatif bagi masyarakat dalam memaknai ajaran Islam secara kontekstual. Pendekatan kolaboratif antara tokoh agama, lembaga pendidikan, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam membangun sinergi dakwah yang produktif dan berkelanjutan. Melalui proses tersebut, dakwah mampu bertransformasi menjadi gerakan sosial yang membangun akhlak, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Dengan demikian, penguatan spirit dakwah tidak hanya berdampak pada peningkatan religiusitas individu, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pembangunan sosial yang Desa Pragaan Daya diharapkan mampu menjadi model desa Islami yang harmonis, produktif, dan berkarakter kuat, di mana nilai-nilai keislaman menjadi dasar dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Spirit dakwah yang kokoh akan menuntun masyarakat menuju kemajuan yang seimbang antara spiritualitas, intelektualitas, dan kesejahteraan sosial. 22 Wicaksana et al. AuImplementasi Nilai Dakwah Islamiyah Dalam Seni Wayang Golek Untuk Peningkatan Karakter Masyarakat,Ay 80. 23 Asmar et al. AuIslamic Boarding School and Journalistic DaAowah (DaAowah Writing Campaign Stud. ,Ay 61. 86 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 Daftar Pustaka