Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Pengaruh Citra Merek. Kualitas Produk Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Di Restaurant Jepang Sushi Hiro Mall Taman Anggrek Jakarta Andini Fauzia | Suronob | a,b. Program Studi Manajemen Universitas ASA. Indonesia Corresponding author:andinifauzi98@gmail. A B S T R AC T This study aims to analyze the influence of Brand Image. Product Quality, and Price Perception on Purchasing Decisions at Sushi Hiro Mall Taman Anggrek. West Jakarta. The data used are primary data, obtained through collecting questionnaires from respondents. The data processing process is carried out using the SPSS version 25 application. The study population includes all consumers who visit Sushi Hiro Mall Taman Anggrek. West Jakarta. The sample taken was 100 respondents, using the Accidental Sampling technique. In this study, the analysis used is multiple linear Several tests were also carried out, including the Classical Assumption Test. F Test, and t Test to test the hypothesis. The results of the study indicate that partially, the Brand Image variable does not have a significant effect on purchasing decisions. Meanwhile, the Product Quality and Price Perception variables have a positive and significant effect on purchasing decisions. Simultaneously. Brand Image. Product Quality, and Price Perception affect purchasing decisions. Keywords: Brand Image. Product Quality. Price Perception. Buying Citation: Fauzi. , & Surono. Pengaruh citra merek, kualitas produk, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian di Restaurant Jepang Sushi Hiro Mall Taman Anggrek Jakarta. Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen, 9. , 156Ae170. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Citra Merek. Kualitas Produk, dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian di Sushi Hiro Mall Taman Anggrek. Jakarta Barat. Data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui pengumpulan kuesioner dari Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Populasi penelitian mencakup seluruh konsumen yang berkunjung ke Sushi Hiro Mall Taman Anggrek. Jakarta Barat. Sampel yang diambil berjumlah 100 responden, dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Beberapa uji juga dilakukan, di antaranya Uji Asumsi Klasik. Uji F, dan Uji t untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Brand Image tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, variabel Kualitas Produk dan Persepsi Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan. Citra Merek. Kualitas Produk, dan Persepsi Harga berpengaruh terhadap keputusan Kata Kunci: Brand Image. Kualitas Produk. Persepsi Harga. Keputusan Pembelian. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. PENDAHULUAN Bisnis restoran Jepang mengalami pertumbuhan pesat dalam industri kuliner karena mampu menghadirkan cita rasa autentik, penyajian yang estetis, serta mengikuti tren pasar yang terus Restoran Jepang berperan penting sebagai simbol keaslian rasa, nilai estetika, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika kuliner modern (Khotimah & Soliha, 2. , serta dapat menciptakan keunggulan kompetitif melalui elemen kualitas, suasana, dan autentisitas (Calinao et al. Dalam persaingan yang semakin ketat, khususnya pada bisnis sushi, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya mengandalkan keunikan rasa, tetapi juga meningkatkan kualitas produk secara menyeluruh, menetapkan harga yang kompetitif, serta membangun dan menjaga citra merek yang Ketiga aspek tersebut Ai kualitas produk, persepsi harga, dan citra merek Ai merupakan faktor penting yang membentuk kepercayaan konsumen, sehingga mereka merasa yakin dan nyaman dalam mengambil keputusan pembelian serta berpotensi untuk menjadi pelanggan yang loyal. Keputusan pembelian merupakan aspek penting dalam bisnis restoran karena tidak hanya berperan dalam menarik minat konsumen, tetapi juga dalam membangun loyalitas yang mendukung keberlanjutan usaha. Rosa, . menyatakan keputusan pembelian merupakan bagian integral dari perilaku konsumen yang lebih luas, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan situasional. Yang & Yu, . menambahkan bahwa konsumen cenderung mengambil keputusan pembelian yang lebih tepat apabila mereka memiliki kepercayaan terhadap sumber informasi yang tersedia. Sementara itu. Xu et al. , . mengungkapkan bahwa meskipun definisinya dapat bervariasi, keputusan pembelian pada dasarnya melibatkan perilaku konsumen yang didasarkan pada informasi yang diperoleh dan dipertimbangkan secara matang. Dengan demikian, pemahaman terhadap faktorfaktor yang memengaruhi keputusan pembelian menjadi hal yang esensial dalam merancang strategi pemasaran yang efektif di industri restoran. Citra merek memegang peranan penting dalam bisnis restoran karena mampu membentuk persepsi positif, membangun kepercayaan konsumen, serta membedakan restoran dari para Tuan et al. , . menyatakan bahwa citra merek memainkan peran sentral dalam membentuk persepsi konsumen dan menciptakan diferensiasi di tengah persaingan industri restoran. Hal ini sejalan dengan Wasik et al. , . yang menekankan bahwa citra merek tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga memberikan keyakinan terhadap produk yang dipilih dan memperkuat posisi restoran dalam pasar yang kompetitif. Oscar & Keni, . menambahkan bahwa dalam konteks restoran, citra merek digunakan untuk membangun identitas unik melalui berbagai elemen seperti nilai-nilai perusahaan, pengalaman pelanggan, serta reputasi yang terbentuk dari interaksi konsumen dengan merek tersebut. Dengan demikian, citra merek menjadi salah satu aset strategis dalam membentuk loyalitas dan preferensi konsumen. Kualitas produk merupakan aspek penting dalam bisnis restoran karena berperan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun loyalitas, dan menciptakan reputasi yang positif. Chun & Ochir, . kualitas produk memiliki peran yang signifikan dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen serta mendorong loyalitas terhadap restoran. Khotimah & Soliha, . menegaskan bahwa konsumen cenderung membuat keputusan pembelian yang lebih tepat ketika mereka menilai kualitas produk dan citra merek secara positif, serta merasa bahwa harga yang id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. dibayarkan sebanding dengan kualitas yang diterima. Selanjutnya. Handayani, . menyatakan bahwa kualitas produk yang baik mampu membentuk kepercayaan konsumen, yang pada akhirnya memperkuat niat pembelian mereka. Kepercayaan tersebut, yang dibangun melalui pengalaman positif terhadap kualitas produk, berperan sebagai mediator penting dalam memengaruhi keputusan Oleh karena itu, kualitas produk tidak hanya menjadi faktor utama dalam memuaskan pelanggan, tetapi juga dalam mendorong pembelian ulang dan mempertahankan daya saing restoran. Persepsi harga merupakan aspek penting dalam bisnis restoran karena memengaruhi keputusan pembelian, menentukan persepsi terhadap nilai produk, serta menciptakan keseimbangan antara kualitas dan harga yang dirasakan. Moh & Nur, . menyatakan bahwa persepsi harga yang dianggap adil dan sesuai dengan nilai produk memiliki peran signifikan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen. Feng et al. , . menambahkan bahwa persepsi harga mencerminkan nilai uang dan pengorbanan yang diberikan konsumen untuk memperoleh suatu produk. Sementara itu. Yasri et al. , . mengungkapkan bahwa harga produk berkontribusi terhadap pengalaman konsumen, di mana konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi apabila produk tersebut berasal dari merek yang mereka nilai tinggi dan memiliki preferensi kuat terhadapnya. Oleh karena itu, persepsi harga yang positif dapat meningkatkan daya tarik produk, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mendorong keputusan pembelian yang lebih kuat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisi Citra Merek. Kualitas Produk dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian di Sushi Hiro Mall Taman Anggrek Jakarta Barat. KAJIAN PUSTAKA Citra Merek Citra merek merupakan hasil dari rangkaian aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh pemilik merek untuk membangun dan mengembangkan identitas merek di benak konsumen (Ade Sitorus et al. , 2. Keberadaan sebuah merek juga mempermudah konsumen dalam mengenali dan membedakan produk satu dengan yang lain Eka Putri et al. , 2. Herliza & Eka Saputri, . menyatakan citra merek terbentuk melalui informasi yang diperoleh konsumen dari interaksi sebelumnya dengan merek tersebut, termasuk persepsi, preferensi, dan keyakinan masyarakat. Merek berfungsi sebagai pembeda yang menciptakan identitas unik melalui atribut seperti nilai perusahaan dan reputasi. Keller, . menyatakan bahwa brand image terbentuk dari tiga indikator utama, yaitu favorability . ingkat kesukaa. , strength . , dan uniqueness . , yang secara keseluruhan menciptakan kesan kuat dalam pikiran konsumen. Citra merek yang positif dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian, di mana konsumen mempertimbangkan informasi yang mereka miliki secara matang sebelum memutuskan untuk membeli (Xu et al. , 2. Dalam konteks pemasaran, citra merek memiliki peran penting karena memengaruhi persepsi dan keputusan konsumen, sebagaimana dibuktikan oleh penelitian sebelumnya (Arianty & Andira. Tuan et al. , 2019. Wasik et al. , 2. yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan brand image terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, dapat diajukan hipotesis: id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. H1: Terdapat pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan faktor yang sangat penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Budi & Yasa, . menyatakan bahwa konsumen cenderung menilai produk pertama kali berdasarkan kualitasnya sebelum memutuskan untuk membeli. Hal ini sejalan dengan pendapat Kotler & Amstrong, . yang mendefinisikan kualitas produk sebagai serangkaian karakteristik yang bergantung pada kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan konsumen, baik yang disadari maupun tidak. Vaclavik & W. Christian, . menyebutkan bahwa indikator kualitas produk dapat dilihat dari aspek appearance, texture, dan flavour. Pahmi, . menyatakan kualitas produk merupakan aspek yang menjadi harapan konsumen dan harus mendapat perhatian serius dari perusahaan, karena kualitas yang baik tidak hanya menjadi kunci dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Dalam proses pembelian, konsumen akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan (Triono & Fourqoniah, 2. , dan kualitas produk menjadi salah satu pertimbangan utama. Hubungan antara kualitas produk dan keputusan pembelian telah menjadi fokus penting dalam strategi pemasaran, di mana persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk sangat dipengaruhi oleh pengalaman mereka. Secara keseluruhan, kualitas produk terbukti sebagai faktor dominan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen, sebagaimana didukung oleh penelitian sebelumnya (Desty Wulandari & Alananto Iskandar, 2018. Khotimah & Soliha, 2023. Nurbaniyah & Tuti, 2. Oleh karena itu, dapat diajukan hipotesis: H2: Terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Persepsi Harga Persepsi harga memiliki peranan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Aditya & Yasa, . menyatakan bahwa persepsi harga yang dirasakan konsumen tidak hanya berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan niat pembelian, tetapi juga meningkatkan nilai yang diharapkan serta mengurangi risiko yang dirasakan konsumen, yang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya pembelian ulang. Persepsi harga merujuk pada cara konsumen mengevaluasi nilai suatu produk berdasarkan harga yang ditawarkan, yang tidak selalu dinilai dari besaran nominal, melainkan juga dari manfaat yang diperoleh (Kotler et al. , 2. Selain itu, persepsi harga juga digunakan sebagai acuan dalam penetapan harga dasar suatu produk. Kotler et al. , . terdapat empat indikator yang memengaruhi persepsi harga, yaitu keterjangkauan harga, kesepadanan antara harga dan kualitas, daya saing harga di pasar, serta kelayakan harga berdasarkan manfaat yang Dalam konteks perilaku konsumen, keputusan pembelian merupakan tindakan individu dalam memilih antara beberapa alternatif produk berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk harga (Cindy & Putu Widhia Rahayu, 2. Hubungan antara persepsi harga dan keputusan pembelian menjadi aspek penting dalam proses pengambilan keputusan, di mana konsumen juga memperhatikan citra merek dan kualitas produk. Penelitian terdahulu turut mendukung adanya pengaruh signifikan antara persepsi harga dan id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. keputusan pembelian, sebagaimana dibuktikan dalam studi oleh (Caesar Putra & Talumantak, 2022. Dzulkharnain, 2019. Rosida & Haryanti, 2. Oleh karena itu, dapat diajukan hipotesis: H3: Terdapat pengaruh persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Keputusan Pembelian Keputusan pembelian merupakan hasil dari berbagai faktor yang memengaruhi konsumen dalam mempertimbangkan seluruh aspek sebelum akhirnya memilih dan membeli produk yang paling sesuai dengan preferensi mereka (Arfah, 2. Tonce & Darius Purnama Rangga, . menyatakan keputusan pembelian adalah proses di mana konsumen mengevaluasi berbagai alternatif yang tersedia dan memilih salah satu yang dianggap paling memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Kotler et al. menambahkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh dua komponen utama, yaitu niat membeli dan realisasi keputusan itu sendiri. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu recognize a problem, searching for information, looking at other options, making a purchase, and acting after the purchase dalam konteks ini, keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap citra merek, kualitas produk, dan persepsi harga. Hal tersebut didukung oleh sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya keterkaitan antara keputusan pembelian dengan ketiga variabel tersebut (Azahari & Hakim, 2021. Naina Maulidia & Anggraeni Sudiono Putri, 2023. Suwondo M & Noor Andriana, 2. Berdasarkan uraian tersebut, dapat diajukan hipotesis: H4: Terdapat pengaruh keputusan pembelian terhadap brand image, kualitas produk, dan persepsi harga. Citra Merek (X. Kualitas Produk (X. Keputusan Pembelian (Y) Persepsi Harga (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODELOGI PENELITIAN Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan secara langsung di lapangan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian. Proses id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. pengumpulan data dilaksanakan selama periode Desember 2024 hingga Maret 2025. Populasi dan Sempel Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berkunjung ke Sushi Hiro. Sampel yang digunakan berjumlah 100 responden, yaitu konsumen yang melakukan pembelian di Sushi Hiro Mall Taman Anggrek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling, yaitu metode pengambilan data atau kuesioner secara langsung kepada konsumen yang kebetulan datang dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Pemilihan sampel ini didasarkan pada standar kualifikasi tertentu agar sesuai dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Metode Analisis Data Uji validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan menggunakan analisis Product Moment. Suatu item pertanyaan dinyatakan valid apabila nilai r hitung Ou r tabel . Instrumen yang digunakan dianggap valid apabila item pertanyaan memiliki korelasi signifikan dengan total skor, berdasarkan hasil pengujian pada 30 responden pelanggan Sushi Hiro. Sementara itu, untuk menguji reliabilitas, penelitian ini menggunakan metode CronbachAos Alpha. Instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai alpha lebih besar dari 0,70, yang menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut konsisten dan dapat dipercaya sebagai alat ukur. Setelah data dinyatakan valid dan reliabel, peneliti melanjutkan ke tahap analisis inferensial dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Adapun langkah-langkah analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut: Uji Asumsi Klasik: Uji Normalitas Residual dilakukan dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov untuk memastikan bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas dilakukan dengan memeriksa nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance guna mengetahui adanya korelasi antar variabel independen. Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk memastikan bahwa varians residual adalah konstan dan tidak mengalami penyebaran yang tidak merata. Uji Hipotesis: Uji Simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji Parsial (Uji . digunakan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen secara individu terhadap variabel Pengujian Koefisien Determinasi dan Korelasi: Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan dan signifikansi pengaruh antar variabel. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah = 5% . Seluruh proses pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Deskripsi Responden (N=. Persentase (%) Keterangan Kategori Jumlah Jenis Laki Ae Laki Perempuan Usia < 20 21 Ae 30 31 Ae 40 > 40 Pekerjaan PNS/ASN Karyawan Swasta Wiraswasta Pelajar/Mahasiswa TNI/POLRI Frekuensi Kunjungan 1 Kali Perbulan 2 Kali Perbulan 3 - 4 Kali Perbulan >4 Kali Perbulan Kelamin Sumber : SPSS Version 25 Olah Data Kuesioner Berdasarkan hasil dari 100 responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini, mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 74 orang . %), sedangkan laki-laki berjumlah 26 orang . %), sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas konsumen Sushi Hiro adalah perempuan. Dari segi usia, kelompok usia 21Ae30 tahun mendominasi dengan jumlah 79 orang . %), diikuti oleh usia 31Ae40 tahun sebanyak 1 orang . %), usia di bawah 20 tahun sebanyak 7 orang . %), dan usia di atas 40 tahun hanya 13 orang . %). Berdasarkan jenis pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 44 orang . %), disusul oleh pelajar/mahasiswa sebanyak 25 orang . %), wiraswasta sebanyak 18 orang . %). PNS/ASN 11 orang . %), dan TNI/POLRI sebanyak 2 orang . %). Sementara itu, frekuensi kunjungan terbanyak adalah dua kali per bulan sebanyak 38 orang . %), diikuti oleh kunjungan 3Ae4 kali per bulan sebanyak 33 orang . %), kunjungan pertama sebanyak 25 orang . %), dan kunjungan lebih dari empat kali per bulan sebanyak 4 orang . %). Uji Validitas Hasil dari tanggapan responden terhadap kuesioner penelitian menunjukan hasil sebagai berikut: id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Tabel 2. Uji Validitas Variabel Citra Merek Kualitas Produk Persepsi Harga Keputusan Pembelian Tidak Valid Valid Sumber: SPSS Version 25 Berdasarkan tabel uji validitas, seluruh dari 30 pernyataan yang disebarkan kepada 30 responden di Sushi Hiro Mall Taman Anggrek dinyatakan valid, karena masing-masing pernyataan menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap item dalam kuesioner mampu mengukur variabel yang dimaksud secara tepat dan layak digunakan dalam analisis lebih Uji Realibilitas Untuk memastikan kuesioner penelitian reliabel diperoleh hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 3. Uji Reabilitas Varibel CronbachAos Alpha Citra Merek (X. 0,843 Kualitas Produk (X. 0,938 Persepsi Harga (X. 0,901 Keputusan Pembelian 0,838 Hasil Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel (Y) Sumber: SPSS Version 25 Menurut Sugiyono . uji reliabilitas bertujuan untuk mengukur sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan hasil yang konsisten ketika digunakan untuk mengukur gejala yang sama dalam kondisi yang serupa. Berdasarkan hasil olah data uji reliabilitas terhadap 30 responden dengan variabel citra merek (X. , kualitas produk (X. , persepsi harga (X. , dan keputusan pembelian (Y), diperoleh nilai CronbachAos Alpha untuk masing-masing variabel, yaitu 0,843 untuk citra merek, 0,938 untuk kualitas produk, 0,900 untuk persepsi harga, dan 0,838 untuk keputusan pembelian. Seluruh nilai tersebut berada di atas ambang batas 0,6, yang menunjukkan bahwa keempat variabel dinyatakan reliabel dan layak digunakan dalam penelitian ini. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Uji kenormalan residual pada model regresi linier berganda dilakukan dengan menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Uji ini diterapkan terhadap variabel bebas dan variabel terikat untuk mengetahui apakah data residual terdistribusi secara normal, yang merupakan salah satu syarat penting dalam pemenuhan asumsi klasik pada analisis regresi. Tabel 4. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unsta Residual Normal Parametersa,b Most Differences Mean Extreme Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Std. Deviation Absol Positi Negati Dengan tingkat signifikansi sebesar = 0,05 dan menggunakan uji dua arah, hasil uji kenormalan residual menunjukkan nilai signifikansi . ) sebesar 0,200. Karena nilai tersebut lebih besar dari = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi secara normal. Oleh karena itu, model regresi linier berganda dalam penelitian ini dinyatakan telah memenuhi asumsi normalitas. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Gambar 1 Uji Heterokedastisitas Hasil pada gambar di atas menunjukkan bahwa sebaran titik residual tersebar secara acak di atas dan di bawah sumbu X, serta di sisi kanan dan kiri sumbu Y, tanpa membentuk pola tertentu. Pola sebaran tersebut mengindikasikan bahwa varians residual bersifat konstan . sepanjang rentang nilai prediksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi. Uji Multikolineritas Model Citra Merek Kualitas Produk Persepsi Harga Tabel 5 Uji Multikolineritas Tolerance VIF Kesimpulan Non Multikolineritas Non Multikolineritas Non Multikolineritas Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas yang ditampilkan pada Tabel 4, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas dalam model regresi tidak mengalami gejala Hal ini ditunjukkan oleh nilai tolerance yang seluruhnya lebih dari 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang berada di bawah angka 10, yang merupakan batas toleransi umum dalam mendeteksi multikolinearitas. Uji linieritas Tabel 6 Uji Linearitas ANOVA Table Keputusan PembelianoCitra Merek Keputusan PembelianoKualitas Produk Keputusan PembelianoPersepsi Linearity Sig. Linearity Linearity Pengujian linearitas menunjukkan bahwa setiap variabel independen memiliki hubungan linear dengan variabel dependen. Hal ini dibuktikan melalui nilai signifikansi pada uji linearitas yang seluruhnya berada di bawah 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan linear yang signifikan antara variabel-variabel tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asumsi linearitas dalam model regresi telah terpenuhi. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 8. Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Citra_Merek Kualitas_Prod Persepsi_harg Standardize d Coefficients Beta Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh model persamaan sebagai berikut: Y = 5,883 0,021XCA (Citra Mere. 0,125XCC (Kualitas Produ. 0,424XCE (Persepsi Harg. Persamaan ini menunjukkan bahwa setiap variabel independenAicitra merek, kualitas produk, dan persepsi hargaAimemiliki kontribusi terhadap keputusan pembelian (Y), dengan koefisien masing-masing yang merepresentasikan arah dan besar pengaruh dari tiap Uji Goodness of Fit Tabel 10. Uji Koefisien Determinasi ANOVAa Model Regressi Squares Mea n Square Residual Total Dependent Variable: keputusan Predictors: (Constan. , persepsi, citra. merek, kualitas Dengan tingkat signifikansi sebesar = 5% . , hasil pada Tabel 7 menunjukkan bahwa nilai signifikansi . ) berada di bawah 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis 4 dapat diterima. Dengan demikian, model regresi yang digunakan dinyatakan signifikan dan id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. dapat dimanfaatkan untuk mengestimasi hubungan antara ketiga variabel bebas secara simultan terhadap keputusan pembelian. Uji Parsial dengan Uji t Model (Constan. Sig. Citra Merek Kualitas Produk Persepsi Harga Uji t dilakukan untuk mengetahui dampak masing-masing variabel independen . secara parsial terhadap variabel dependen . eputusan pembelia. Pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi sebesar = 5% . , di mana hipotesis diterima jika nilai signifikansi < 0,05. Berdasarkan hasil uji t, variabel Citra Merek memiliki nilai signifikansi sebesar 0,789 (> 0,. , sehingga Hipotesis 1 ditolak. Artinya, tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan dari citra merek terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, variabel Kualitas Produk menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,046 (< 0,. , sehingga Hipotesis 2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Selanjutnya, variabel Persepsi Harga memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. , sehingga Hipotesis 3 diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan dari persepsi harga terhadap keputusan pembelian. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Citra Merek memiliki nilai signifikansi sebesar 0,789. Nilai ini berada di atas ambang batas signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan antara citra merek dan keputusan pembelian. Dengan demikian. Hipotesis 1 tidak dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan konsumen terhadap citra merek tidak secara otomatis memengaruhi keputusan pembelian. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu oleh Putra & Abiyoga, 2. yang juga menunjukkan bahwa citra merek tidak memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil perhitungan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas produk memiliki peran penting dalam meningkatkan keputusan pembelian di Sushi Hiro. Produk dengan kualitas yang baik pada dasarnya berkontribusi besar dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya mendorong tingginya keputusan pembelian. Peningkatan ini tentunya sangat menguntungkan bagi perusahaan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh (Paludi & Juwita, 2021. Rifkifadillah & Talumantak, 2. yang juga menunjukkan adanya pengaruh positif antara kualitas produk dan keputusan pembelian. Persepsi harga memberikan dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian, karena keputusan pembelian terbentuk dari persepsi konsumen terhadap harga yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Semakin positif persepsi konsumen terhadap harga suatu produk, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian. Temuan ini juga didukung id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 1. April 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. oleh hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan (Budiono, 2020. Edriani, 2. yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara persepsi harga dan keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hipotesis keempat, yaitu variabel Citra Merek. Kualitas Produk, dan Persepsi Harga, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian secara Artinya, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Persepsi harga yang baik, khususnya dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan, membuat pelanggan merasa puas dan menjadi salah satu alasan untuk kembali berkunjung ke Sushi Hiro. Hal ini diperkuat dengan kualitas produk yang sesuai standar serta selaras dengan selera dan ekspektasi konsumen. Selain itu, manfaat yang dirasakan konsumen dianggap sepadan dengan harga yang dibayarkan, sehingga menambah nilai positif dalam pengambilan keputusan pembelian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dan tujuan dari studi yang dilakukan di Sushi Hiro, dapat disimpulkan bahwa variabel Citra Merek tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keputusan pembelian. Sebaliknya, variabel Kualitas Produk terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam mendorong keputusan pembelian. Hal yang sama juga berlaku pada variabel Persepsi Harga, yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, ketiga variabelAicitra merek, kualitas produk, dan persepsi hargaAimemiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Sushi Hiro. Hail penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga memiliki peran paling besar dalam meningkatkan keputusan pembelian di Sushi Hiro. Peneliti dapat mempertimbangkan untuk melakukan observasi langsung terhadap responden. Pendekatan ini akan memungkinkan pengumpulan data yang lebih akurat dan memberikan dimensi tambahan, yang tidak selalu dapat diungkap melalui kuesioner saja, serta meningkatkan kekayaan data yang diperoleh melalui pendekatan kualitatif. DAFTAR PUSTAKA