Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung Farid Noufal. Email: noukrakatau@gmail. Fiqqi Desriyan Alfadri . Abstrak. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung. Penelitian ini termasuk pada penelitian kuantitatif sebab pendekatan yang digunakan untuk usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data, kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Subyek penelitian adalah pegawai PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung. Data dianalisa menggunakan rumus regresi linear sederhana dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung. Kata kunci: Kepemimpinan. Kepuasan Kerja PENDAHULUAN Era globalisasi ditandai dengan terbukanya persaingan yang ketat di segala bidang. Dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi, organisasi-organisasi harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki keahlian khusus, sehingga mampu meningkatkan keunggulan kompetitifnya. (Sari & Wahyono, 2. Edison, dkk . Manajemen sumber daya manusia adalah manajemen yang memfokuskan diri memaksimalkan kemampuan karyawan atau anggotanya melalui berbagai langkah strategis dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai/karyawan menuju pengoptimalan tujuan organisasi. Kepuasan kerja adalah hasil persepsi para karyawan tentang seberapa baik pekerjaan seseorang memberikan segala sesuatu yang dipandang sebagai suatu yang penting melalui hasil kerjanya. Kepuasan kerja merupakan fenomena yang sering diangkat dan dibicarakan dalam berbagai diskusi dan pertemuan-pertemuan ilmiah, kepuasan kerja memberikan efek terhadap output dari sebuah proses dalam organisasi. Kepuasan kerja yang tinggi akan tercapai apabila faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kepuasan kerja tersedia dengan Kepuasan kerja bukanlah satu variabel yang berdiri sendiri, melaikan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersumber dari dalam organisasi maupun yang bersumber pada diri pegawai itu sendiri. (Yakub, 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan kerja yaitu: jenis pekerjaan, rekan kerja, tunjangan, perlakuan yang adil, keamanan kerja, peluang menyumbang gagasan, gaji, dan kesempatan berkembang. (Lantara, 2. Sedangkan Robbins & Judge . menyatakan faktor-faktor yang mengukur kepuasan kerja adalah sifat pekerjaan, pengawasan, bayaran saat ini, peluang promosi dan rekan kerja. Kepuasan kerja dapat dicapai apabila karyawan produktif dalam bekerja dan harapan karyawan dapat dipenuhi oleh perusahaan. Jika pemimpin atau rekan kerja tidak saling mendukung atau saling tidak memperdulikan satu sama lain maka pekerjaan yang dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik dan akan menimbulkan masalah dan secara otomatis kepuasan kerja karyawan sudah pasti menurun. Hubungan kerja yang baik akan menciptakan kepuasan kerja bagi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung masih ada karyawan yang merasa bahwa promosi jabatan yang didapatkan tidak sesuai dengan prestasi kerja yang dilakukan dan karyawan juga tidak suka diawasi dalam bekerja sehingga kepuasan kerja yang dirasakan karyawan menurun, kemudian masih ada beberapa karyawan yang merasa tidak mendapatkan tunjangan-tunjangan kerja seperti insentif, tunjangan kesehatan dan lain-lain sehingga menyebabkan menurunnya kepuasan kerja pada diri karyawan. Organisasi adalah suatu perkumpulan sosial yang terdiri dari beberapa orang dengan sadar secara bersama-sama bekerja terus-menerus untuk mencapai maksud dan tujuan. Selain itu organisai sendiri, harus ada kepemipinan yang menjadi tolak ukur pusat dari perhatian beberapa orang, karena apabila tidak terdapat suatu pemimpin dalam sebuah organisasi maka tujuan dari organisasi akan susah untuk dapat diraihnya. Kepemimpinan ialah suatu sifat yang digunakan agar bisa mempengaruhi orang atau kelompok untuk mencapai maksud dan tujuan di dalam sebuah komunitas apapun juga, seperti organisasi juga membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu mewujudkan dari visi serta misi untuk tujuan yang lebih baik di masa depan. (Christanto. Febryan, 2. Seorang pemimpin harus dapat bersikap adil dan memahami apa yang diinginkan oleh Sebaiknya perusahaan menerapkan semua gaya kepemimpinan yang berbedabeda sesuai dengan kondisi yang ada pada perusahaan agar dapat menangani segala macam situasi yang berbeda-beda pula. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung terlihat masih ada karyawan yang merasabahwa pimpinan kurang tegas dalam mengambil keputusan dan kurang memberikan arahan, serta kurang harmonis dalam menjalin hubungan dengan karyawan LANDASAN TEORI Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan sesuatu yang bersisi banyak dimana dari sisi yang satu memuaskandan dari sisi yangs lain kurang memuaskan. Kepuasan kerja biasanya hanya meratakan hasil dari perbandingan dengan beberapa keadaan dan tidak ada yang mutlak dan tidak terbatas. Dengan kepuasan kerja seorang karyawan dapat merasakan pekerjaannya apakah menyenangkan atau tidak menyenangkan untuk dikerjakan. Bermacam-macam sikap seseorang terhadap pekerjaannya mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Adapun beberapa pengertian kepuasan kerja menurut para ahli sebagai berikut: Wibowo . Kepuasan kerja adalah merupakan tingkat perasaan senang seseorang sebagai penilaian positif terhadap pekerjaannya dan lingkungan tepat pekerjaannya. Sedangkan Davis dalam Mangkunegara . menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai dalam Kemudian Usman . menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah terpenuhinya seluruh kebutuhan pekerja dalam melaksanakan tugasnya waktu tertentu. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan emosional yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan yang dirasakan pegawai dalam pekekerjaanya yang dapat menghasilkan sesuatu yang memenuhi kebutuhan, keinginan, harapan, dan ambisi pribadinya sehingga ia merasa puas secara lahir batin. Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan jerja karyawan. Faktor-faktor itu sendiri dalam peranannya memberikan kepuasan kepada karyawan bergantung pada pribadi masingmasing karyawan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan menurut Sutrisno . adalah sebagai berikut: . Faktor psikologis . Faktor sosial . Faktor fisik . Faktor finansial. Sedangkan Mangkunegara . menyatakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu faktor yang ada pada diri pegawai dan faktor pekerjaannya. Dari faktor-faktor tersebut diatas maka diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi kepuasan kerja yang memiliki peran yang penting bagi perusahaan dalam memilih menempatkan karyawan dalam pekerjaannya. Tingkat kepuasan kerja karyawan dapat diketahui dengan cara mengukur kepuasan kerja karyawan tersebut. Pengukuran kepuasan kerja dapat berguna sebagai penentuan kebijakan organisasi. Zainal dkk . indikator kepuasan kerja yaitu sebagai berikut: . Isi pekerjaan, penampilan tugas pekerjaan yang actual dan sebagai control terhadap pekerjaan . Supervise . Organisasi dan manajemen . Kesempatan untuk maju. Gaji . Rekan kerja . Kondisi pekerjaan. Sedangkan Luthans . mengungkapkan 6 karakteristik kepuasan kerja yaitu sebagai berikut: . Pekerjaan itu sendiri . Penggajian . Mendapat kesempatan promosi. Pengawasan . Kelompok kerja . Kondisi kerja. Berdasarkan indikator yang menimbulkan kepuasan kerja tersebut diatas akan dapat dipahami sikap individu terhadap pekerjaan yang Karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Ini disebabkan adanya perbedaan persepsi pada masing-masing individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakannya. Kepemimpinan Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Jadi harus ada pemimpin demi sukses dan efisiensi kerja. Sebenarnya tidak mudah memberikan definisi kepemimpinan yang sifatnya universal dan diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam kehidupan organisasi. Namun untuk sekedar memahami kepemimpinan maka beberapa pengertian kepemimpinan menurut ahli yaitu sebagai berikut: Kartono . menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan, atau kelompok, mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Sedangkan Edison dkk . mengungkapkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan yang mempengaruhi orang lain atau bawahannya agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Demikian dengan Suwatno & Priansa . menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan suatu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Berdasarkan pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepimpinan adalah kemampuan dalam mengarahkan, mempengaruhi dan mengawasi para bawahannya agar mereka mau bertindak, berperilaku dan berkarya sedemikian rupa sehingga mampu memberikan pekerjaan yang baik demi mencapainya tujuan perusahaan. Melihat fakta riil yang terjadi, ada banyak faktor yang mempengaruhi alur proses kepemimpinan terlebih fakta atau dinamika keorganisasian yang terjadi. Artinya, pemimpin ketika mengaplikasikan gaya atau aktivitas kepemimpinannya sangat tergantung pada pola organisasi yang Dinamikan ini yang dalam melaksanakan aktivitas kepemimpinan memiliki pengaruh yang sangat beragam dikarenakan berbagai macam faktor yang melatar belakangi Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan menurut McGregor,dkk dalam Noor . adalah sebagai berikut: . Peningkatan kompetitif bisnis dan penggunaan sumber daya manusia tepat guna . Perubahan dalam sistem nilai masyarakat . Batas standar pendidikan dan pelatihan . Kemajuan dalam pengetahuan ilmiah dan teknikal . Perubahan dalam organisasi kerja . Pengaruh dari serikat dagang . Tekanan tanggung jawab sosial terbesar terhadap karyawan contohnya pola partisipasi dalam pengambilan keputusan dan kualitas hidup pekerjaan . Peraturan pemerintah. Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam suatu organisasi dan seorang pemimpin harus memiliki berbagai cara yang digunakan dalam mempengaruhi para pengikutnya. Kartono . indikator kepemimpinan adalah sebagai berikut: . Kemampuan Mengambil Keputusan . Kemampuan Memotivasi . Kemampuan Komunikasi . Kemampuan Mengendalikan Bawahan . Tanggung Jawab. Kemampuan Mengendalikan Emosional. Siagian . indikator-indikator yang dapat dilihat adalah sebagai berikut: . Iklim saling mempercayai . Penghargaan terhadap ide bawahan . Memperhitungkan perasaan para bawahan . Perhatian pada kenyamanan kerja bagi para bawahan . Perhatian pada kesejahteraan bawahan . Memperhitungkan faktor kepuasan kerja para bawahan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dipercayakan padanya . Pengakuan atas status para bawahan secara tepat dan professional. Davis dalam Reksohadiprodjo & Handoko . , ada 10 ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam pemerintahan antara lain sebagai berikut: . Kecerdasan (Intelligenc. Kedewasaan, sosial dan hubungan sosial yang luas (Social maturity and breadh. Motivasi diri dan dorongan berprestasi . Sikapsikap hubungan manusiawi . Memiliki pengaruh yang kuat . Memiliki pola hubungan yang baik . Memiliki sifat-sifat tertentu. Memiliki kedudukan atau jabatan . Mampu berinteraksi . Mampu memberdayakan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi daripada bawahannya dan mempunyai motivasi dan dorongan berprestasi yang tinggi pula. Dan dapat dipahami bahwa pengakuan atas status para bawahan secara tepat dan professional yang melekat pada seorang pemimpin menyangkut sejauh mana para bawahan dapat menerima dan mengakui kekuasaannya dalam menjalankan kepemimpinan. METODE PENELITIAN Adapun pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif dan asosiatif. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung yang berjumlah 75 orang. Sampel ini menggunakan sampel jenuh yaitu mengambil keseluruhan populasi yang dijadikan untuk sampel Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean 0E-7 Normal Parametersa,b Std. Deviation 2,25187729 Absolute ,074 Most Extreme Differences Positive ,054 Negative -,074 Kolmogorov-Smirnov Z ,872 Asymp. Sig. -taile. ,463 Test distribution is Normal. Calculated from data. Berdasarkan tabel uji normalitas diatas, besarnya nilai Kolmogorov Smirnov Test sebesar 0,872 dengan probabilitas 0,463. Nilai p-value yang diatas nilai konstanta = 0,05 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal Hasil Uji Linieritas ANOVA Table Sum of Squares (Combine. 221,548 Kinerja * Pegawai Between Groups Within Groups Total Mean Square 24,616 Linearity 133,202 133,202 Deviation Linearity 88,346 11,043 540,452 762,000 4,700 Sig. 5,238 28,34 ,000 2,350 ,022 ,000 Berdasarkan Nilai Signifikansi (Si. dari output di atas, diperoleh nilai Deviation from Linearity Sig. Adalah 0,00 kurang dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Kepemimpinan (X) dengan variabel Kepuasan Kerja (Y). Hasil Uji Heterokedastisitas Dari gambar diatas, grafik tersebut dapat terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dipola, angka 0 . pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedasitas Uji Hipotesis Hasil Uji t Secara Parsial Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. Kepemimpinan Dependent Variable: Kepuasan Kerja 15,169 ,425 Std. Error ,929 ,083 Standardized Coefficients Beta ,418 Sig. 16,321 5,104 ,000 ,000 Dari tabel diatas. Uji t dikatakan berpengaruh jika nilai thitung lebih besar dari ttabel > 1. sedangkan apabila nilai thitung lebih kecil dari ttabel < 1. 65714 maka uji t dikatakan tidak berpengaruh. Berdasarkan tabel diatas. Pengaruh variabel Kepemimpinan (X) secara individu/parsial terhadap Kepuasan Kerja (Y). Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dilihat bahwa thitung untuk variabel Kepemimpinan dan Komunikasi (X) sebesar = 5,104 terhadap Kepuasan Kerja (Y) hal ini berarti thitung 5,104 > ttabel 1. 65714 maka ada berpengaruh positif dan signifikan Kepemimpinan (X) terhadap Kepuasan Kerja (Y). Hasil Uji Koefisien Determinasi R2 Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,418a ,175 ,168 2,26101 Predictors: (Constan. Kepemimpinan Dependent Variable: Kepuasan Kerja Hasil perhitungan regresi dapat diketahui bawa koefisien determinasi . djusted R squar. yang diperoleh sebesar 0,164 hal ini berati 10,64% variasi variabel Variabel Kepemimpinan beserta Kepuasan Kerja 0,836 hal ini berarti 83,6% diterangkan variabel lain yang tidak diajukan atau tidak diteliti didalam penelitian ini. Hasil Analisis Linier Sederhana Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. Kepemimpinan Dependent Variable: Kepuasan Kerja 15,169 ,425 Std. Error ,929 ,083 Standardized Coefficients Beta ,418 Sig. 16,321 5,104 ,000 ,000 Dari tabel diatas. Hasil penelitian menunjukan bahwa koefisien regresi untuk variabel Kepemimpinan sebesar 0,425 dan juga menghasilkan constanta sebesar 15,169 sehingga persamaan regresi sederhana pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 1X1 A Y= 15,169 0,425 X1 A Persamaan regresi diatas memiliki makna bahwa: Variabel Kepemimpinan mempunyai arah koefisien yang bertanda positif terhadap Kepuasan Kerja dengan nilai konstanta sebesar 0,425. PEMBAHASAN Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepemimpinan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung, hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t yang diperoleh, dengan hasil thitung sebesar 5,104 lebih besar dari ttabel sebesar 1. 65714 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut jika dilihat dari uji hipotesis yang diperoleh nilai koefisien kepemimpinan sebesar 0,418, hal ini berarti jika Kepemimpinan ditingkatkan maka peningkatan Kepuasan Kerja pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung meningkat sebesar 0,418. Jadi dapat disimpulkan bahwa besar pengaruh Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja adalah 0,418 atau 4,18%. Hal ini dapat diartikan bahwa Kepemimpinan dalam hal ini bisa meningkatkan Kepuasan Kerja karena semakin tinggi Kepemimpinan yang digunakan seseorang maka Kepuasan Kerja juga meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya pemimpin belum mampu memberikan arahan yang jelas dan belum mampu mengajak karyawan bekerja dalam tim yang solid dan harmonis sehingga karyawan merasa kurang puas yang terlihat dari prestasi kerja yang menurun dan promosi jabatan belum sesuai dengan apa yang diharapkan karyawan. Robbins & Judge . menyatakan bahwas salah satu pendekatan kepemimpinan yang paling banyak diteliti adalah teori jalur sasaran (Path-goal theor. Dasar dari teori ini adalah bahwa tugas seorang pemimpin adalah membantu anggotanya dalam memberi informasi, dukungan, dan sumber daya lain yang penting dalam mencapai tujuan mereka. Menurut teori ini, suatu perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh mereka sebagai sumber kepuasan saat itu atau masa datang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Christanto. Febryan, 2017 . Sari & Wahyono, 2014 . Sukarja & Machasin, 2015 . Komarudin, 2017 . Palupi. Cahjono, & Satyawati, 2. menunjukkan bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. KESIMPULAN Berdasarkan data yang diperoleh maupun hasil analisis data yang telah dilakukan serta pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada PT PLN (Perser. Sektor Bandar Lampung REFERENSI