p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 1, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH MODAL SOSIAL. PENDIDIKAN. DAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN DI PEDESAAN Uun Kurnaesih1. Ruki Ambar Arum2. Mahmuddin3. Muhammad Faisal4 STIT Al-Khairiyah Cilegon Politeknik LP3I Makassar Universitas Negeri Makassar Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan Email: uunkurnaesih22@gmail. Article History Received: 30-01-2025 Revision: 03-03-2025 Accepted: 03-03-2025 Published: 18-03-2025 Abstractt. This study aims to analyze the influence of social capital, education, and entrepreneurship on women's economic empowerment in rural areas. The study was conducted quantitatively through a survey method involving 200 female respondents in several villages, the data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the three independent variables had a positive and significant influence on women's economic empowerment. Social capital, with a coefficient of 0. 35, serves as a bridge for access to information and resources, while education ( 0. increases skills and self-confidence. Entrepreneurship ( 0. also contributes to increasing women's income and social status. This study suggests the need for an integrated approach in empowerment programs involving education, strengthening social capital, and support for entrepreneurship in order to create an environment that supports women's economic growth in rural areas. Kunci: Social Capital. Education. Entrepreneurship. Economic Empowerment. Women. Rural. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui metode survei yang melibatkan 200 responden perempuan di beberapa desa, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Modal sosial, dengan koefisien 0. berfungsi sebagai jembatan untuk akses informasi dan sumber daya, sedangkan pendidikan ( 0. meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri. Kewirausahaan ( 0. juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan status sosial perempuan. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan terintegrasi dalam program pemberdayaan yang melibatkan pendidikan, penguatan modal sosial, dan dukungan untuk kewirausahaan guna menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi perempuan di pedesaan. Kunci: Modal Sosial. Pendidikan. Kewirausahaan. Pemberdayaan Ekonomi. Perempuan. Pedesaan. How to Cite: Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan. Dan Kewirausahaan Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Di Pedesaan. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 4174-4185. 54373/ifijeb. Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A PENDAHULUAN Pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan merupakan isu penting dalam pembangunan berkelanjutan. Perempuan di pedesaan seringkali menghadapi berbagai tantangan, seperti akses yang terbatas terhadap pendidikan, modal, dan jaringan sosial. Dalam konteks ini, modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan menjadi faktor krusial yang dapat mendorong peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan. Modal sosial merujuk pada jaringan hubungan sosial yang dapat digunakan individu untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya (Putnam, 1. Jaringan sosial yang kuat dapat membuka peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan yang berdampak pada kesejahteraan keluarga. Pendidikan memiliki peran sentral dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurut World Bank . pendidikan yang memadai tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perempuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka dalam berkontribusi terhadap ekonomi keluarga dan masyarakat. Di banyak negara, termasuk Indonesia, tingkat pendidikan perempuan di pedesaan masih jauh di bawah laki-laki. Hal ini menjadi penghalang bagi perempuan untuk mengakses peluang ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, meningkatkan pendidikan perempuan di pedesaan adalah langkah penting untuk mendorong pemberdayaan ekonomi. Kewirausahaan juga menjadi aspek penting dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. WomenAos Entrepreneurship Report . mencatat bahwa perempuan yang terlibat dalam kewirausahaan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan status sosial dan ekonomi mereka. Namun, perempuan sering kali menghadapi hambatan dalam memulai dan mengembangkan usaha, termasuk kurangnya akses terhadap modal dan dukungan sosial. Dengan memahami peran kewirausahaan dalam konteks ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih efektif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan. Dalam konteks pedesaan Indonesia, penggabungan modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan menjadi semakin relevan mengingat tantangan yang dihadapi perempuan dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki jaringan sosial yang kuat cenderung lebih berhasil dalam usaha mereka (Watts & Dodds, 2. Namun, masih ada kesenjangan yang signifikan dalam pemahaman tentang bagaimana ketiga faktor ini berinteraksi untuk mempengaruhi pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang seberapa besar pengaruh modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan terhadap Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Meskipun ketiga faktor ini dianggap penting, masih kurangnya pemahaman yang mendalam mengenai interaksi antar faktor tersebut dan bagaimana mereka saling mempengaruhi dalam konteks pemberdayaan perempuan. Penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai aspek yang terkait dengan modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perempuan di pedesaan dalam mengakses dan memanfaatkan ketiga faktor Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Dengan memahami hubungan antar variabel tersebut, diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembuat kebijakan dan program-program pemberdayaan perempuan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyumbangkan literatur yang ada mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan, serta memberikan wawasan bagi para peneliti dan praktisi dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk mendukung perempuan di komunitas pedesaan. Modal sosial merupakan konsep yang merujuk pada jaringan hubungan sosial yang dapat dimanfaatkan individu untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya (Putnam, 1. Dalam konteks pemberdayaan perempuan, modal sosial menjadi faktor penting yang memfasilitasi akses perempuan terhadap peluang ekonomi. Penelitian oleh (Liao et al. , 2. menunjukkan bahwa perempuan yang terhubung dengan jaringan sosial yang kuat lebih mampu memperoleh informasi, dukungan, dan sumber daya yang diperlukan untuk memulai dan mengembangkan Di pedesaan, di mana akses terhadap sumber daya seringkali terbatas, jaringan sosial dapat berfungsi sebagai saluran untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang berguna dalam berwirausaha. Namun, tidak semua jenis modal sosial memiliki dampak yang sama terhadap pemberdayaan ekonomi. Menurut (Bourdieu & Richardson, 1. , terdapat perbedaan antara modal sosial yang bersifat bonding . ubungan dalam kelompo. dan bridging . ubungan antar kelompo. Modal sosial bonding dapat memperkuat solidaritas dalam komunitas, tetapi mungkin tidak cukup untuk memperluas akses perempuan ke sumber daya di luar komunitas tersebut. Sebaliknya, modal sosial bridging memungkinkan perempuan untuk mengakses jaringan yang lebih luas, termasuk informasi tentang pasar dan peluang bisnis. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan jenis modal sosial yang dimiliki perempuan dalam konteks pemberdayaan ekonomi. Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A Hipotesis 1: Modal sosial berpengaruh positif terhadap pemberdayaan ekonomi Pendidikan adalah faktor kunci yang berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi Menurut (Kabeer, 2. , pendidikan meningkatkan kemampuan perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang berpendidikan lebih tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk terlibat dalam kewirausahaan dan memperoleh pendapatan yang lebih baik. Pendidikan juga meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial, yang sangat diperlukan dalam dunia usaha yang kompetitif. Namun, di banyak daerah pedesaan, perempuan masih mengalami kendala dalam mengakses pendidikan yang Tingkat putus sekolah yang tinggi dan keterbatasan fasilitas pendidikan menjadi tantangan utama yang dihadapi. Menurut Daffa et al. , faktor budaya dan sosial sering kali menjadi penghalang bagi perempuan untuk melanjutkan pendidikan mereka. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi perempuan di pedesaan sangat penting untuk mendukung pemberdayaan ekonomi mereka. Hipotesis 2: Pendidikan berpengaruh positif terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Kewirausahaan merupakan salah satu cara bagi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Menurut (Bosma et al. , 2. , kewirausahaan perempuan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Kewirausahaan tidak hanya memberikan peluang bagi perempuan untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga membantu mereka membangun kemandirian dan kepercayaan diri. Namun, perempuan sering menghadapi berbagai tantangan dalam memulai dan mengembangkan usaha, seperti akses terbatas terhadap modal, pelatihan, dan dukungan jaringan (Aterido et al. , 2. Hipotesis 3: Kewirausahaan berpengaruh positif terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Kewirausahaan dianggap sebagai salah satu jalur yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan. Penelitian oleh (Bosma et al. , 2. menunjukkan bahwa kewirausahaan perempuan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan Oleh karena itu, perempuan yang terlibat dalam kewirausahaan diharapkan akan mengalami peningkatan pemberdayaan ekonomi. Hipotesis 4: Modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan saling berinteraksi dan berpengaruh secara simultan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Hipotesis ini berangkat dari pemahaman bahwa ketiga faktor tersebut tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga saling berinteraksi. Misalnya, perempuan dengan pendidikan yang baik Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A cenderung membangun modal sosial yang lebih kuat, dan dengan adanya modal sosial, mereka lebih mungkin terlibat dalam kewirausahaan. Penelitian oleh (Aterido et al. , 2. menunjukkan bahwa interaksi antara modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan dapat meningkatkan efektivitas pemberdayaan ekonomi. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan data yang sistematis dan terstruktur untuk menganalisis hubungan antara modal sosial, pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Penelitian ini akan menggunakan teknik analisis regresi untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Populasi penelitian ini adalah perempuan yang tinggal di daerah pedesaan di Indonesia. Populasi ini dipilih karena perempuan di pedesaan seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam akses pendidikan, modal sosial, dan kewirausahaan. Sampel akan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, di mana kriteria pemilihan sampel adalah perempuan yang berusia 18 tahun ke atas dan terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai pekerja maupun wirausaha. Dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang diperlukan ditargetkan sekitar 200 responden untuk memastikan representativitas yang memadai dalam analisis data. Data akan dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden di lokasi yang telah Sebelum pengumpulan data, akan dilakukan uji coba kuesioner kepada 30 responden untuk memastikan kejelasan dan validitas instrumen. Uji coba ini juga akan membantu dalam memperbaiki kuesioner jika diperlukan. Setelah uji coba, kuesioner yang telah direvisi akan disebarkan kepada responden yang terpilih. Pengumpulan data diharapkan selesai dalam waktu dua minggu. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan software statistik, seperti SPSS (Statistical Package for the Social Science. HASIL PENELITIAN Deskripsi Responden Tabel 1 menyajikan informasi demografis mengenai responden yang terlibat dalam penelitian ini. Table 1. Demografis responden Demografi Frekuensi . Persentase (%) Usia 18-25 tahun Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun >55 tahun Total SMP SMA Perguruan Tinggi Total Pendidikan Sumber: Data Diolah, 2025 Sebagian besar responden berada di kelompok usia 26-35 tahun . %) dan memiliki pendidikan terakhir SMA . %). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas perempuan yang terlibat dalam penelitian ini adalah individu muda dengan latar belakang pendidikan menengah yang cukup baik. Analisis Modal Sosial Tabel 2 menunjukkan hasil analisis tentang modal sosial responden. Table 2. Analisis modal sosial Variabel Modal Sosial Frekuensi . Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil menunjukkan bahwa 45% responden memiliki tingkat modal sosial yang tinggi, yang dapat diartikan bahwa banyak perempuan di pedesaan memiliki jaringan sosial yang kuat dan dukungan dari komunitas. Modal sosial yang tinggi berpotensi mendukung pemberdayaan ekonomi mereka. Tingkat Pendidikan Tabel 3 memperlihatkan distribusi tingkat pendidikan responden. Table 3. Tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Frekuensi . Persentase (%) Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A Tidak Bersekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Total Sumber: Data Diolah, 2025 Sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir SMA . %) dan Perguruan Tinggi . %). Ini menunjukkan bahwa perempuan di pedesaan semakin banyak yang memiliki akses ke pendidikan, yang berpotensi meningkatkan peluang mereka untuk berwirausaha dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Analisis Kewirausahaan Tabel 4 menunjukkan distribusi responden berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan kewirausahaan. Table 4. Analisis Kewirausahaan Keterlibatan Kewirausahaan Frekuensi . Persentase (%) Aktif Tidak Aktif Total Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil menunjukkan bahwa 50% responden terlibat aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Ini mencerminkan semangat kewirausahaan yang tinggi di kalangan perempuan di pedesaan, yang penting untuk mendukung pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan Ekonomi Tabel 5 menyajikan hasil analisis mengenai pemberdayaan ekonomi responden. Table 5. Analisis pemberdayaan ekonomi Tingkat Pemberdayaan Ekonomi Frekuensi . Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total Sumber: Data Diolah, 2025 Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A Sekitar 45% responden mengalami tingkat pemberdayaan ekonomi yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa perempuan di pedesaan mampu mengambil keputusan ekonomi yang signifikan dan memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber daya. Analisis Regresi Tabel 6 menunjukkan hasil analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan terhadap pemberdayaan ekonomi. Table 6. Analisis regresi berganda Variabel Koefisien () T-statistic P-value Modal Sosial Pendidikan Kewirausahaan Intercept Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa semua variabel independen . odal sosial, pendidikan, dan kewirausahaa. berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dengan nilai P < 0. Modal sosial memiliki koefisien sebesar 0. 35, pendidikan 40, dan kewirausahaan sebesar 0. Ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam modal sosial dan pendidikan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dibandingkan dengan kewirausahaan. DISKUSI Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Dalam bagian ini, akan dibahas lebih dalam mengenai temuan-temuan utama, implikasi dari hasil analisis, dan hubungan antar variabel yang diteliti. Modal Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dengan koefisien sebesar 0. 35 dan nilai P-value Temuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa jaringan sosial yang kuat dapat menyediakan akses ke informasi, sumber daya, dan dukungan emosional yang penting bagi individu dalam mengembangkan usaha atau mengambil keputusan ekonomi yang lebih baik (Putnam, 1. Dalam konteks perempuan di pedesaan, modal sosial dapat membantu mereka untuk mendapatkan akses ke pasar, pinjaman, dan kesempatan kerja. Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A Perempuan yang memiliki jaringan sosial yang luas cenderung lebih mampu mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan ekonomi. Misalnya, mereka dapat berbagi informasi tentang peluang usaha, memberikan dukungan moral, atau bahkan berkolaborasi dalam kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan modal sosial melalui pengembangan kelompok perempuan atau koperasi di pedesaan bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi. Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Analisis menunjukkan bahwa pendidikan juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan koefisien sebesar 0. 40 dan nilai P-value Temuan ini konsisten dengan banyak penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat pemberdayaan perempuan (UNESCO, 2. Pendidikan memberikan perempuan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara aktif dalam ekonomi, baik sebagai pekerja maupun wirausaha. Perempuan dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak ekonomi mereka, serta kemampuan untuk mengelola usaha secara Selain itu, pendidikan juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri perempuan, yang sangat penting untuk pengambilan keputusan dalam konteks ekonomi. Dengan demikian, program pendidikan yang dirancang khusus untuk perempuan di pedesaan, seperti pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, dapat meningkatkan akses mereka terhadap peluang Kewirausahaan dan Pemberdayaan Ekonomi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan memiliki pengaruh positif terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan koefisien sebesar 0. 25 dan nilai P-value 0. Meskipun pengaruhnya tidak sebesar modal sosial dan pendidikan, kewirausahaan tetap berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan perempuan dalam mengelola usaha dan menciptakan lapangan kerja. Kewirausahaan tidak hanya memberikan peluang ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana bagi perempuan untuk membangun identitas dan status sosial di masyarakat. Dengan terlibat dalam kegiatan kewirausahaan, perempuan dapat meningkatkan pendapatan keluarga, yang berdampak positif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Namun, untuk mendorong kewirausahaan di kalangan perempuan, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat, dalam bentuk pelatihan, akses ke modal, dan pengembangan infrastruktur. Interaksi Antar Variabel Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A Menariknya, meskipun ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi, interaksi di antara ketiga variabel ini juga penting untuk dipahami. Modal sosial dan pendidikan saling berhubungan, di mana perempuan yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki jaringan sosial yang lebih luas. Hal ini dapat menciptakan sinergi yang menguntungkan bagi pemberdayaan ekonomi perempuan. Pendidikan meningkatkan kemampuan individu untuk membangun dan memanfaatkan jaringan sosial, sedangkan jaringan sosial dapat membantu individu untuk mengakses pendidikan dan peluang pelatihan yang lebih baik. Dengan demikian, intervensi yang mengintegrasikan pengembangan modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan bisa sangat efektif. Misalnya, program-program yang memfasilitasi pembentukan kelompok perempuan atau komunitas yang fokus pada kewirausahaan bisa menciptakan lingkungan yang mendukung di mana perempuan dapat belajar satu sama lain, berbagi pengalaman, dan membangun usaha bersama. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di pedesaan. Pertama, penting untuk mengembangkan program pendidikan yang ditujukan untuk perempuan, termasuk pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Program ini harus mempertimbangkan kondisi lokal dan budaya yang ada di masyarakat pedesaan. Kedua, perluasan akses terhadap modal sosial dan dukungan jaringan juga harus menjadi fokus utama. Pemerintah dan lembaga terkait dapat menginisiasi program-program yang mendukung pembentukan kelompok perempuan atau koperasi, yang dapat memperkuat jaringan sosial dan meningkatkan akses terhadap sumber daya ekonomi. Ketiga, dukungan untuk kewirausahaan perempuan juga harus ditingkatkan. Program yang menyediakan pelatihan kewirausahaan, akses terhadap modal, dan informasi pasar dapat membantu perempuan dalam memulai dan mengelola usaha mereka dengan lebih baik. Keterbatasan Penelitian Meskipun hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini hanya dilakukan di satu daerah pedesaan, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi ke daerah lain. Penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas diperlukan untuk menguji validitas temuan ini di konteks yang berbeda. Kedua, penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang membatasi kemampuan untuk menentukan hubungan kausal antara variabel. Penelitian longitudinal dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika yang terjadi dari waktu ke waktu. Kurnaesih. et al. Pengaruh Modal Sosial. Pendidikan A KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial, pendidikan, dan kewirausahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Modal sosial, yang mencakup jaringan dan dukungan sosial, terbukti memberikan akses kepada perempuan untuk sumber daya dan informasi penting yang mendukung pengembangan ekonomi mereka. Pendidikan juga berperan krusial dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perempuan, sehingga mereka dapat berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan ekonomi. Selain itu, kewirausahaan mendorong perempuan untuk menciptakan usaha sendiri, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan status sosial. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang terintegrasi yang melibatkan pengembangan pendidikan, penguatan modal sosial, dan dukungan kewirausahaan sebagai strategi untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Oleh karena itu, intervensi yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas setempat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi perempuan secara berkelanjutan. REKOMENDASI Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di pedesaan. Pertama, penting untuk mengembangkan program pendidikan yang ditujukan untuk perempuan, termasuk pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Program ini harus mempertimbangkan kondisi lokal dan budaya yang ada di masyarakat pedesaan. Kedua, perluasan akses terhadap modal sosial dan dukungan jaringan juga harus menjadi fokus utama. Pemerintah dan lembaga terkait dapat menginisiasi program-program yang mendukung pembentukan kelompok perempuan atau koperasi, yang dapat memperkuat jaringan sosial dan meningkatkan akses terhadap sumber daya ekonomi. Ketiga, dukungan untuk kewirausahaan perempuan juga harus ditingkatkan. Program yang menyediakan pelatihan kewirausahaan, akses terhadap modal, dan informasi pasar dapat membantu perempuan dalam memulai dan mengelola usaha mereka dengan lebih baik. REFERENCES