Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENUMBUHKAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PELAJAR KELAS 7B DI SMPN 36 SURABAYA Hardiansyah Tri Laksono Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 21055@mhs. Denok Setiawati Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya denoksetiawati@unesa. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik pengajaran kelompok menggunakan strategi Problem Based Learning (PBL) dalam menumbuhkan efikasi diri akademik pada siswa SMPN 36 Surabaya kelas 7B. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya efikasi diri akademik yang berdampak pada prestasi belajar dan motivasi belajar siswa. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yang sama sebagai bagian dari teknik kuantitatif penelitian ini dan one group pretest-posttest Instrumen pengukuran efikasi diri akademik digunakan dalam proses pengumpulan data. Untuk mengidentifikasi perubahan yang signifikan setelah perlakuan, data diuji secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok berbasis PBL berhasil meningkatkan efikasi diri akademik Siswa diajarkan untuk berpikir kritis, aktif memecahkan masalah, dan mengembangkan kepercayaan diri melalui dinamika kelompok yang positif dengan metode ini. Hasilnya, konseling kelompok dengan menggunakan teknik PBL dapat menjadi strategi intervensi yang berguna bagi para guru yang ingin membantu siswa merasa lebih percaya diri dengan kemampuan akademis mereka. Kata Kunci : Bimbingan Kelompok. Problem Based Learning. Efikasi Diri Akademik. Siswa SMP. Abstract The purpose of this study is to ascertain how well group instruction using Problem Based Learning (PBL) strategies fosters academic self-efficacy in SMPN 36 Surabaya students in grade 7B. This studyAos background is low academic self-efficacy, which has an impact on learning achievement and student Measurements were taken before and after treatment in the same group as part of this studyAos quantitative technique and one group pretest-posttest design. An academic self-efficacy measure instrument was employed in the data collection process. To identify significant changes following treatment, data were subjected to statistical testing. The findings demonstrated that PBL-based group counseling services were successful in raising studentsAo academic self-efficacy. Students are taught to think critically, actively solve problems, and develop self-confidence through positive group dynamics with this method. As a result, group counseling using the PBL technique can be a useful intervention strategy for teachers seeking to help kids feel more confident about their academic abilities. Keywords: group guidance. Problem Based Learning, academic self-efficacy, junior high school students. mereka bertahan dalam menghadapi kesulitan, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap kegagalan. Karena orang dengan tingkat efikasi diri yang tinggi lebih siap untuk menetapkan tujuan, membuat rencana tindakan, dan mengatasi tantangan dalam proses pembelajaran, efikasi diri akademik memengaruhi pencapaian siswa dalam lingkungan pendidikan. Alwisol . menyatakan bahwa Auefikasi diri adalah penilaian, apakah dapat melakukan tindakan yang baik dan PENDAHULUAN Keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas akademik yang diberikan dikenal sebagai efikasi diri akademik. Albert Bandura . pertama kali mengajukan gagasan ini dalam konteks teori sosial-kognitifnya, yang menyatakan bahwa efikasi diri adalah faktor kunci dalam menentukan seberapa keras orang bekerja untuk mengatasi rintangan, seberapa lama Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya buruk, benar atau salah, dapat atau tidak dapat melakukan sesuai dengan yang dibutuhkan. Ay efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan kontrol terhadap lingkungannya dan mencapai hasil yang positif. Menurut pengertian ini, efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan tugas-tugas yang ada, mengatasi rintangan, dan mendapatkan hasil yang Perpindahan dari sekolah dasar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi mungkin akan terasa sulit di tingkat sekolah menengah pertama. Murid harus menghadapi tugas-tugas pelajaran yang semakin menantang, dinamika sosial yang lebih luas, dan instruksi yang lebih canggih. Siswa dengan efikasi diri akademik yang rendah pada masa ini sering kali merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi Mereka sering kali bersikap menghindar, mudah menyerah, tidak memiliki dorongan, dan memiliki pendapat yang buruk tentang pekerjaan akademis dan diri mereka sendiri. Prestasi belajar menurun sebagai akibat dari penyakit ini, yang juga dapat menyebabkan masalah psikologis lainnya seperti kecemasan akademik. Dibandingkan dengan siswa yang tidak berada di bawah tekanan untuk mengejar dan mempertahankan kesuksesan akademik mereka, mereka yang berada di bawah tekanan akan lebih mungkin menderita stres Suldo dan rekan . Secara tidak langsung, anak-anak menghadapi lebih banyak kendala waktu dan lingkungan akademis yang lebih kompetitif. Adebusuyi. Mates & Allison . Kesejahteraan fisik dan mental remaja terkait dengan stres akademik, yang dapat membuat mereka berada di bawah tekanan yang tidak semestinya (Gonzylez et al. , 2. Stres akademik adalah istilah yang digunakan di Korea. Jepang, dan Cina untuk menggambarkan diagnosis yang mencakup sejumlah gejala medis dan psikologis, termasuk sakit kepala, alergi, insomnia, dan sakit perut. Bossy . Jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Amerika, mahasiswa Korea ditemukan memiliki tingkat yang lebih besar untuk masalah fisik dan depresi. Larson dan Lee . Ikbal . menemukan bahwa rendahnya hasil belajar siswa di Indonesia disebabkan oleh variabel internal seperti kurangnya aktivitas siswa, gaya belajar yang kacau, dan keengganan untuk beradaptasi. Layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu upaya yang diperhitungkan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah self-Efficacy yang rendah. Salah satu layanan dasar dalam program Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah adalah bimbingan kelompok, yang bertujuan untuk mendukung siswa dalam mengembangkan aspek akademik, profesional, sosial, dan pribadi mereka secara Melalui layanan ini, siswa dapat berbicara, berbagi pengalaman, dan menerima komentar yang membangun dari teman sekelas dan guru BK dalam lingkungan yang aman. Menurut Prayitno . , tujuan bimbingan kelompok adalah agar setiap peserta dapat: . memperoleh kepercayaan diri untuk berbicara di depan orang lain. memperoleh kepercayaan diri untuk mengungkapkan pikiran, ide, saran, tanggapan, dan perasaan kepada orang . belajar menghargai pendapat orang lain. menerima tanggung jawab atas pendapat yang . memperoleh kepercayaan diri untuk mengendalikan pikiran dan emosi sendiri. mengembangkan sikap toleran. saling mengenal satu sama lain. mendiskusikan topik-topik yang menjadi minat atau kepedulian bersama. Namun, untuk meningkatkan efektivitas layanan bimbingan kelompok, metode atau strategi baru yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini harus digunakan. Strategi Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu metode yang relevan dan telah berhasil didemonstrasikan dalam pengajaran dan pembelajaran. PBL adalah metodologi pengajaran yang memberikan penekanan kuat pada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam penyelesaian masalah-masalah yang aktual dan menantang melalui proyek kelompok, introspeksi, dan penelitian. Melalui pemecahan masalah secara individu dan kelompok. PBL dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam konteks layanan konseling. Menurut Ngalimun . , paradigma PBL memusatkan pembelajaran pada topik yang dipilih, memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tetapi juga proses ilmiah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebagai hasilnya, selain memahami ide-ide yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi, siswa juga perlu memperoleh pengetahuan tentang bagaimana memecahkan masalah menggunakan pendekatan ilmiah dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Ngalimun . menegaskan bahwa kualitas-kualitas berikut ini sangat penting dalam paradigma Pembelajaran Berbasis Masalah : - Pembelajaran dimulai dengan sebuah masalah. - Pastikan bahwa masalah tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. - Masalah, bukan disiplin ilmu, yang harus menjadi titik fokus pelajaran. Berikan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk merencanakan dan melaksanakan pendidikan mereka sendiri. - Manfaatkan kelompok-kelompok kecil. - Tuntutlah siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka melalui pertunjukan atau produk. Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya Guru harus memilih mata pelajaran dengan masalah yang dapat dipecahkan untuk menggunakan PBL. Masalah-masalah tersebut dapat diambil dari buku pelajaran atau dari sumber-sumber lain, seperti lingkungan sekitar, keluarga, atau kejadian-kejadian di masyarakat. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penggunaan PBL dalam layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan efikasi diri, motivasi belajar, dan keterampilan sosial siswa. Namun, hanya sedikit penelitian yang secara eksplisit melihat seberapa baik strategi PBL bekerja dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa sekolah menengah pertama di Indonesia, khususnya di kota Surabaya. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini dilakukan dengan fokus pada siswa SMPN 36 Surabaya di kelas 7B yang diketahui mengalami kesulitan dalam efikasi diri akademik. Beberapa siswa di kelas memiliki pertanyaan tentang kapasitas mereka untuk belajar, berpartisipasi secara pasif dalam kegiatan belajar mengajar, dan berjuang untuk menetapkan tujuan dan strategi belajar yang efektif, menurut data guru BK dan observasi awal. Hal ini menunjukkan kurangnya efikasi diri akademik, yang dapat mempengaruhi perkembangan akademik dan psikososial siswa dalam jangka panjang jika tidak ditangani. Dengan pemikiran tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik Problem Based Learning dalam rangka meningkatkan efikasi akademik siswa. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis, khususnya bagi guru BK dalam mengembangkan program layanan yang inovatif berdasarkan kebutuhan siswa dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang pendidikan dan konseling. Sesi METODE Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, yaitu penelitian pada populasi atau sampel tertentu yang menggunakan teknik-teknik kuantitatif yang berlandaskan pada positivisme (Sugiyono, 2. Penelitian praeksperimen adalah jenis penelitian ini. Penelitian praeksperimen didefinisikan oleh Sugiyono . sebagai penelitian yang variabel-variabelnya belum dikontrol secara ketat. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest untuk Satu Kelompok. Rancangan perlakuan dalam penelitian ini dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 2. 1 Rencana perlakuan Tahapan Sesi Keterangan Kegiatan Perlakuan Sesi Pretest Menyebarkan mengukur tingkat efikasi diri akademik siswa, dan siswa yang Tahapan Perlakuan Sesi Tahap Sesi Tahap Sesi Tahap Sesi Tahap Sesi Tahap Sesi Tahap Sesi Posttest Keterangan Kegiatan hasil skor menunjukkan kategori rendah akan diberikan perlakuan. Menjalin hubungan dengan anggota kelompok . Mencairkan suasana . Menyampaikan hasil pretest . Menjelaskan kegiatan bimbingan kelompok menggunakan problem based . Mengembangkan keyakinan siswa terhadap kemampuan yang dimilikinya. Mengembangkan keyakinan siswa dalam menyikapi suatu . Mengembangkan keyakinan siswa dalam merencanakan . Mengembangkan usaha siswa dalam mencapai tujuan akademiknya. Mengembangkan siswa dalam menghadapi tantangan atau kesulitan. Mengembangkan siswa untuk mencari informasi . Mengembangkan siswa dalam mewujudkan akademik atau studi lanjut yang diinginkan . Mengembangkan keputusan studi lanjut dalam perencanaan akademiknya . Konselor apresiasi kepada anggota atas partisipasi dan keaktifannya . Konselor memberikan refleksi dan kesimpulan terhadap bimbingan kelompok yang sudah dilakukan Menyebarkan posttest untuk melihat hasil efikasi diri akademik siswa dari perlakuan bimbingan kelompok problem based learning yang sudah diberikan. Populasi penelitian adalah 28 siswa yang berasal dari peserta didik kelas VII. Pemilihan populasi tersebut berdasarkan pada rekomendasi guru bk dan data hasil AKPD yang telah disebarkan. Sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Penentuan jumlah sampel minimal sesuai pernyataan Arikunto . adalah Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya 10% dari populasi atau 2,8, dan berdasarkan rumus samuel Taro Yamene . mendapatkan hail 3,5. Maka dari hasil di atas pengambilan sampel dan ketentuan POP BK tahun 2023 sudah memenuhi. Peneliti menetapkan jumlah sampel sebanyak 9 siswa yang diambil berdasarkan kriteria siswa kelas VII yang memiliki kategori hasil pre-test rendah, cukup, dan tinggi. Kuesioner skala penelitian tertutup tentang efikasi diri akademik siswa didistribusikan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Survei ini menggunakan skala Likert dengan empat kemungkinan jawaban: . sangat setuju. tidak setuju. sangat tidak setuju. Para peneliti memodifikasi skala Likert untuk membuatnya lebih sederhana dan mencegah responden memilih jawaban netral yang mungkin bias. Sejalan dengan hal ini. Hadi . berpendapat bahwa kelemahan dalam skala lima tingkat dapat diperbaiki dengan mengubah skala Likert. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif karena data yang akan dianalisis berasal dari subjek yang relatif kecil. Jenisnya adalah Shapiro-wilk test karena data berbentuk ordinal dan saling berkaitan. Analisis data akan dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Tabel 3. 2 Hasil Uji Hipotesis HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMPN 36 Surabaya selama 6 kali pertemuan menggunakan teknik bimbingan kelompok problem based learning diperoleh hasil analisis perbandingan skor pre-test dan post-test dalam tabel sebagai berikut : Tabel 3. 1 Analisis Perbandingan Skor Pre-Test dan Post-Test Pre-Test Post-Test Selisih Nama Perbedaan Skor Kategori Skor Kategori Skor RHN 105 Tinggi 106 Tinggi MLN 90 Rendah 97 Sedang NPL 106 Tinggi 108 Tinggi DLO 97 Sedang 105 Tinggi EVYN 100 Sedang 104 Sedang ARL 103 Sedang 105 Tinggi SFR 96 Sedang 104 Sedang ZDN 98 Sedang 100 Sedang 90 Rendah 99 Sedang Rata- 98. Sedang Sedang 4,78 Berdasarkan output uji normalitas Shapiro-Wilk, berikut interpretasinya: Hipotesis nol, atau uji, adalah bahwa data terdistribusi secara normal. Data tidak terdistribusi secara teratur, sesuai dengan hipotesis alternatif, atau HCA. Kriteria Keputusan: Data dianggap berdistribusi normal . erima HCA) jika nilai Sig. -valu. > 0,05. Data tidak terdistribusi secara normal jika nilai Sig. -valu. kurang dari 0,05 . olak HCA). Analisis Temuan: Pretest: Data pretest terdistribusi normal, dengan nilai 0,832 . ebih tinggi dari 0,. Posttest: Data juga terdistribusi normal, dengan nilai sig 0,185 . ebih tinggi dari 0,. Kesimpulan: Mengingat nilai signifikansi pretest dan posttest keduanya lebih tinggi dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest terdistribusi secara teratur. Oleh karena itu, uji statistik parametrik seperti uji-t berpasangan dapat digunakan untuk analisis tambahan jika Anda ingin membandingkan pretest dan posttest. Hipotesis penelitian berikut ini dapat dikembangkan berdasarkan output Paired Samples Correlations: Hipotesis nol (HCA) menyatakan bahwa skor pada pretest dan posttest tidak berkorelasi secara signifikan. Hipotesis Alternatif (HCA): Hasil pretest dan posttest berkorelasi secara signifikan. Analisis Temuan: Hubungan positif yang sangat tinggi antara pretest dan posttest ditunjukkan oleh nilai korelasi . = 0,820. Selanjutnya menganalisis hasil menggunakan uji wilcoxon dengan bantuan SPSS. Berikut ini hasil perhitungan uji Shapiro Wilk menggunakan SPSS Statistics 25 For Windows: Karena Sig. = 0. urang dari 0. , maka HCA diterima dan HCA ditolak. Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dari pretest ke lima . dalam kategori sedang, dan dua . dalam kategori Pemilihan sembilan . subjek oleh peneliti didasarkan pada sudut pandang yang dikemukakan dalam pedoman operasional bimbingan dan konseling sekolah menengah pertama. Bimbingan kelompok adalah proses di mana konselor dan guru BK membantu siswa dalam kelompok kecil yang terdiri dari delapan hingga lima belas orang sebagai cara untuk mempertahankan nilai-nilai, menghindari masalah, dan membangun keterampilan Oleh karena itu, siswa akan menerima perlakuan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan efikasi diri akademik. RHN . kor pretest . MLN . kor pretest . NPL . kor pretest . DLO . kor pretest . EVYN . kor pretest . ARL . kor pretest . SFR . kor pretest . ZDN . kor pretest . , dan JN . kor pretest . merupakan siswa yang terpilih menjadi subjek Menurut (Susanti, 2. ,"Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik PBL terhadap Self-Efficacy Akademik Siswa di SMP Negeri 2 Surakarta. Tingkat efikasi diri meningkat secara signifikan setelah perlakuan PBL, menurut hasil penelitian. Siswa menerima perlakuan bimbingan kelompok pembelajaran berbasis masalah sebanyak delapan kali, dengan dua kali pertemuan pretest dan posttest. Untuk mencapai timbal balik di antara para siswa, bimbingan kelompok bertujuan untuk menciptakan lingkungan kelompok yang positif dan mendorong kerja sama. AuPenggunaan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa Sekolah Menengah PertamaAy (Fitriani, 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan pendekatan PBL secara signifikan meningkatkan self-efficacy siswa dalam menghadapi tugas-tugas Bimbingan dilaksanakan di salah satu ruangan yang ada di SMPN 36 Surabaya dengan persetujuan guru bimbingan dan konseling di SMPN 36 Surabaya ruangan ini biasa disebut ruangan Sumber. Pada pertemuan pertama topik bahasan yang merupakan materi pada bimbingan dan kelompok ialah mengenai pengenalan antara satu sama lain dengan peneliti dan peneliti mengumpulkan informasi mengenai peserta didik agar pada pertemuan selanjutnya dapat dilakukan tanpa adanya rasa canggung maupun ketidaknyamanan peserta didik. pada pertemuan kedua dan ketiga dimana peneliti memberikan materi yang dibentuk menggunakan media PPT agar menarik perhatian siswa/i dan diharapkan agar siswa/i dapat memahami secara mendasar mengenai self efficacy dan agar siswa/i dapat mendalami dari sumber-sumber yang tersedia dari informasi maupun media terbarukan pada pertemuan keempat hingga keenam peneliti memberikan LKPD dengan harapan siswa dapat memahami arti dari posttest berhubungan erat, yang mengindikasikan adanya hubungan yang cukup besar antara kedua tes tersebut. Singkatnya, ada korelasi yang substansial dan signifikan secara statistik antara hasil pretest dan posttest. Ukuran efek dihitung menggunakan Cohen's d. Glass's i, dan Hedges' g berdasarkan data yang ditunjukkan pada Berdasarkan temuan perhitungan: Glass's i = 1. 676428 dan Cohen's d = 1. g untuk Hedges = 1. Pengaruh yang sangat besar . kuran efek yang tingg. ditunjukkan dengan nilai 1,91. Interpretasi Ukuran Efek: Hedges' g dan Cohen's d: Menurut pembacaan Cohen's d: D < 0,2 Ie Pengaruh minimal Pengaruh sedang: 0,2 O d < 0,5. pengaruh besar: 0,5 O d < 0,8 d Ou 0,8 Ie Pengaruh yang sangat signifikan Pengaruh yang sangat signifikan juga ditunjukkan oleh i Glass: Nilai sebesar 1,67. Jika ada perbedaan yang cukup besar dalam varians antar kelompok. Glass's i adalah pilihan yang lebih baik. Kesimpulan: Karena nilai CohenAos d. HedgesAo g, dan GlassAos i semuanya menunjukkan angka di atas 1. 5, maka dapat disimpulkan bahwa efek dari perlakuan atau intervensi terhadap perubahan antara pretest dan posttest sangat Ini berarti bahwa ada pengaruh yang kuat dari intervensi terhadap hasil posttest. Pembahasan Peneliti mendasarkan kesimpulannya pada temuan penelitian sebelumnya tentang efikasi diri akademik. Berkenaan dengan efikasi diri akademik, terdapat sembilan . subjek, dengan dua . siswa dalam kelompok tinggi. Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya pembelajaran problem based learning. Menurut (Mulyani, & Hartati, 2. , "Efektivitas Problem Based Learning dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa SMP. Penelitian ini menemukan bahwa siswa yang mengikuti bimbingan kelompok PBL lebih percaya diri dan mandiri dalam menyelesaikan tugas sekolah dibandingkan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Berdasarkan pada hasil penelitian, terlihat bahwa kesembilan subjek mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam hal self efficacy akademik setelah dilakukan treatment. Peserta didik yang akademik setelah diberikan treatment memiliki peningkatan dalam self efficacy akademiknya. Terdapat empat . subjek penelitian yang mengalami peningkatan paling signifikan adapun keempat subjek tersebut adalah MLN. DLO. SFR, dan JN. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan setelah mengikuti bimbingan kelompok. Perolehan skor itu sendiri pada subjek RHN sebesar 106. MLN sebesar 97. NPL sebesar 108. DLO sebesar 105. EVYN sebesar 104. ARL sebesar 105. SFR sebesar 104. ZDN sebesar 100, dan JN sebesar 99. Selain itu. RHN. NPL. ARL, dan ZDN merupakan subjek yang mengalami peningkatan paling sedikit dari kesembilan subjek. Skor rata-rata pretest untuk subjek penelitian adalah 99. 00, yang termasuk dalam rentang sedang hingga rendah berdasarkan hasil pretest dan Karena nilai rata-rata posttest 103,111 mendekati nilai kategori atas yaitu 104,3 ke atas, maka nilai ini dimasukkan ke dalam kategori rata-rata yang lebih tinggi. Uji Shapiro-Wilk SPSS digunakan untuk menguji data pretest dan posttest. Ditemukan bahwa nilai sig untuk pretest dan posttest masing-masing adalah 0,832 dan 0,185, yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Dengan demikian, dapat diketahui adanya perbedaan efikasi diri akademik siswa sebelum dan sesudah perlakuan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik pembelajaran berbasis masalah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik pembelajaran berbasis masalah efektif untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa kelas VII di SMPN 36 Surabaya. PENUTUP Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat Terdapat hubungan antara Bimbingan kelompok dengan teknik Problem-Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan efikasi diri akademik siswa kelas 7b di SMPN 36 Surabaya. Teknik Problem-Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan efikasi diri akademik siswa di SMPN 36 Surabaya. Pendekatan ini membantu siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta membangun sikap positif terhadap proses Dengan bimbingan kelompok berbasis PBL, siswa dapat lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat menjadi strategi yang efektif bagi guru dan konselor dalam mendukung perkembangan akademik siswa, terutama dalam membangun keyakinan diri mereka terhadap kemampuan belajar. Saran Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa masukan untuk siswa, guru, sekolah, dan peneliti sebagai Bagi Guru Bimbingan dan Konseling Penelitian ini ditujukan untuk guru bimbingan dan konseling sebagai dasar pertimbangan dalam meningkatkan self efficacy akademik siswa kelas 7b di SMPN 36 Surabaya dapat meningkat secara signifikan. Dan juga penelitian ini bisa sebagai dasar pertimbangan dalam memberikan layanan agar siswa dapat meningkatkan self efficacy akademiknya dalam menghadapi tantangan akademik, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta membangun sikap positif terhadap proses belajar. Bagi Sekolah Penelitian ini ditujukan untuk sekolah guna untuk memberikan sarana dan wadah untuk menggali ilmu pengetahuan yang diharapkan mampu memfasilitasi siswa dalam mencapai self efficacy akademik siswa yang baik. Hal tersebut selain diberikan layanan bimbingan dan konseling perlu diadakan training atau sosialisasi untuk meningkatkan self eficacy dan motivasi belajar. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini ditujukan untuk peneliti selanjutnya yang diharapkan memberikan hasil dan melihat aspek variabel ini secara luas dengan keaslian dan keunikan. Peneliti ini dilakukan dengan populasi terbatas yaitu peserta didik SMPN 36 Surabaya yang diharapkan untuk melakukan penelitian dengan memperhatikan pelaksanaan penelitian agar data populasi lebih Implikasi Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Efikasi Diri Akademik Pelajar Kelas 7b Di Smpn 36 Surabaya Ang. and Huan. AuAcademic expectations stress inventory: Development, factor analysis. Ay Educational Psychological Measurement, 66. , 522Ae https://doi. org/10. 1177/0013164405282461 Ada beberapa implikasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut sehubungan dengan temuan penelitian tentang efisiensi konseling kelompok menggunakan strategi Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan efikasi diri akademik pada siswa kelas 7B di SMPN 36 Surabaya: Bagi Guru BK: Efikasi diri akademik siswa terbukti meningkat dengan penggunaan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Bagi siswa yang kurang memiliki efikasi diri akademik, khususnya, guru BK dapat menggunakannya sebagai pengganti dalam layanan bimbingan kelompok. Bagi Siswa/I: Melalui PBL, siswa dilatih berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan sikap positif terhadap kemampuan belajar mereka. Bagi Sekolah: Penerapan layanan bimbingan berbasis PBL dapat menjadi strategi mendukung prestasi akadmeik siswa secara Bagi Peneliti Selanjutnya: Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan studi lebih lanjut, terutama yang mengkaji pengaruh PBL terhadap variabel psikologis lain seperti motivasi atau kecemasan belajar. Arikunto. AuProsedur Penelitian Suatu Pendekata n Praktik (Ed. Revis. Ay Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. AuProsedur Penelitian: Suatu Pendekata n Praktik (Edisi Revisi VI). Ay Jakarta: Rineka Cipta. Ariska Srinikasari & Syukur. , 2023. AuEfektivitas layan informasi menggunakan teknik problembased learning untuk meningkatkan self regulated learning siswa. Ay JRTI (Ju rnal Riset Tindakan Indonesi. , 8. , pp. 43Ae Available at: https://jurnal. org/index. php/jrti Arsanti. , 2009. AuHubungan antara penetapan tujuan, self-efficacy dan kinerja. Ay Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), pp. 97Ae 110. Atikah. & Asni, 2023. AuEfektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk selfefficacy siswa SMPN 33 Bekasi. Ay Research and D Journal ofEducation, 9. , pp. 674Ae Available at: https://journal. id/in php/RDJE Ayu Noviatus SaAoadah. Retnaningdyastuti. Primaningrum,D. , 2020. AuEfektivitas layanan bimb ingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan regulasi diri dalam belajar siswa kelas IPS-1 SMA Kartika i-1 Banyubiru. Ay Jurnal Bimbingan danKonseling, 5. , p 11Ae19. Availableat: http://journal. id/index. php/suluh Bandura. AuSelfefficacy: The exercise of control. Ay New York: W. Freeman and Company. DAFTAR PUSTAKA