SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KOHESI GRAMATIKAL DAN KOHESI LEKSIKAL DALAM CERITA ANAK BERJUDUL AuBUKU MINI DEAAy KARYA WATIEK IDEO DAN YULI RAHMAWATI Devi Ardiyanti. Ririn Setyorini Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Peradaban Posel: ririnsetyorini91@gmail. Abstract This study uses descriptive research methods. The data in this study are qualitative data in the form of words, phrases, clauses, or sentences in the form of lexical and grammatical cohesion in the short stories of Mini Books Dea Karya Watiek Ideo and Yuli Rahmawati. The source of the data in this study is the discourse of the short stories Mini Book of Watiek Ideo and Yuli Rahmawati. The technique used to collect data in this research is documentation technique. Data processing techniques in this study use qualitative analysis. The results and discussion show that the short story entitled Mini Dea Books by Watiek Ideo and Yuli Rahmawati found grammatical cohesion and lexical cohesion. The grammatical cohesion found is substitution . , subordinate conjunctions of ways, subordinate conjunctions of causes, personal references, anaphorical references, demonstrative references, coordinative conjunctions, subordinate conjunctions, conjunctions between sentences. The lexical cohesion found was epistrofa repetition and antonyms. Keywords: children's story. grammatical cohesion. lexical cohesion. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Adapun data dalam penelitian ini adalah data-data kualitatif berupa kata, frase, klausa, atau kalimat dalam bentuk kohesi leksikal dan gramatikal dalam cerpen Buku Mini Dea Karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati. Sumber data dalam penelitian ini adalah wacana cerpen Buku Mini Dea Karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukan bahwa cerpen yang berjudul Buku Mini Dea karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati ditemukan adanya kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal yang ditemukan adalah substitusi . , konjungsi subordinatif cara, konjungsi subordinatif sebab, referensi personal, referensi anafora, referensi demonstratif, konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antar kalimat. Kohesi leksikal yang ditemukan adalah repetisi epistrofa dan antonim. Kata Kunci: cerita anak. kohesi gramatikal. kohesi leksikal. PENDAHULUAN Analisis wacana merupakan sebuah analisis bagaimana teks yang bekerja dalam praktik baik sosial maupun budaya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Fairclough bahwa analisis wacana itu berfungsi menjelaskan bagaimana teks berfungsi mengungkapkan realita sosial budaya . alam Sumarlam, 2003:. Analisis semacam ini ditekankan pada bentuk, struktur dan organisasi tekstual pada semua tataran fonologis, gramatikal, leksikal . osa kat. , dan tataran-tataran yang lebih tinggi dari organisasi tekstual yang berkenan dengan sistem perubahan . embagian giliran percakapa. , struktur organisasi, dan struktur umum . ipe Analisis wacana artinya menganalisis sebuah kalimat. Kalimat-kalimat yang dimaskud adalah kalimat-kalimat yang dijadikan bahan yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Kalimat memiliki hubungan antarbagian wacana yang dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu hubungan bentuk kohesi dan hubungan makna atau hubungan semantis yang disebut ISSN (Onlin. : 2621-0851 Volume 2. Nomor 1. Mei 2019 koherensi (Sumarlam, 2003:. Kohesi merupakan hubungan perkaitan antara proposisi yang dinyatakan secara eksplisit oleh unsur-unsur gramatikal dan semantik dalam kalimatkalimat yang membentuk wacana (Alwi, 2003: . Kohesi memiliki dua bagian yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal merupakan kohesi yang berkenaan dengan struktur kalimat, sedangkan kohesi leksikal merupakan sebuah kohesi yang berkenaan dengan segi makna. Hubungan kohesi dapat dilihat dengan menggunakan unsur-unsur kohesi. Unsur-unsur kohesi itu adalah pengacuan, penyulihan, pelesapan, perangkai, pengulangan dan kolokasi. Sehingga wacana yang baik harus mengandung unsur kohesi yang berarti mempunyai kalimat yang gramatikal dan koheren diantara kalimat-kalimatnya. Yuwono mengemukakan bahwa kohesi gramatikal adalah hubungan semantis antarunsur yang dimarkahi alat gramatikal- alat bahasa yang digunakan dalam kaitannya dengan tata bahasa . alam Kushartanti, 2005: . Bagian-bagian kohesi gramatikal sebagai aspek gramatikal. Kohesi gramatikal dapat berwujud referensi atau pengacuan, substitusi atau penyulihan, ellipsis atau pelepasan, dan konjungsi atau perhubungan Sumarlam . 3:23-. Pengacuan adalah jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain satuan acuan yang mendahului atau mengikutinya. Pengacuan/ referensi dapat diklasifikasikan menjadi pengacuan persona . ersona referenc. , pengacuan demonstratif . emonstrative referenc. , pengacuan komparatif . omparative referenc. Penyulihan atau substitusi ialah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa penggantian satuan lingual tertentu . ang telah disebu. dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda. Dengan kata lain substitusi merupakan penyulihan suatu unsur wacana dengan unsur lain yang acuannya tetap sama, dalam hubungan antarbentuk kata atau bentuk lain yang lebih besar daipada kata, seperti frasa atau Fungsi substitusi untuk menggantikan nomina, verba, atau klausa. Elipsis atau pelesapan adalah kohesi gramatikal yang berupa penghilangan atau pelesapan satuan lingual tertentu yang telah disebutkan sebelumnya (Sumarlam, 2003:. Elipsis terjadi ketika satuan lingual di dalam struktur kalimat tidak perlu untuk ditampakkan atau penghilangan unsur tertentu dari satu kalimat atau teks. Tujuan dari elipsis adalah efisiensi kalimat. Dikenal ada tiga elipsis yaitu nominal ellipsis, verbal ellipsis dan clausal Konjungsi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana (Sumarlam, 2003:. Unsur yang dirangkai adalah kata, frasa, klausa, kalimat. Selain kohesi gramatikal ada pula kohesi leksikal. Kohesi leksikal ialah hubungan antar unsur dalam wacana secara semantis (Sumarlam, 2003:. Menurut Kushartanti kohesi leksikal adalah hubungan semantik antarunsur pembentuk wacana dengan memanfaatkan unsur leksikal atau kata. Secara umum kohesi leksikal berupa kata atau frasa bebas yang mampu mempertahankan hubungan kohesif dengan kalimat yang mendahului atau yang mengikutinya. Kohesi leksikal terdiri dari dua macam. Pertama, reiteration . adalah kohesi yang digunakan dengan mengulang suatu proposisi atau bagian SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari proposisi. Reiteration meliputi repetisi . , sinonimi, superordinat . , antonim, konjungsi. Kedua, kolokasi kata yang menunjukkan hubungan kedekatan tempat . 5: . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kohesi gramatial dan kohesi leksikal dalam cerpen Buku Mini Dea karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati. Penelitian sejenis telah dilakukan sebelumnya, seperti penelitian yang dilakukan oleh Edin Parwati dengan judul penelitiannya yaitu AuKohesi Leksikal Repetisi Pada Wacana AuWayang DurangpoAy dalam Surat Kabar Harian Jawa Pos Edisi Februari-April 2010Ay yang dipublikasikan dalam jurnal Jurnal Artikulasi Volume12 nomor 2 bulan Agustus 2011. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jenis kohesi leksikal repetisi yang terdapat dalam Wayang Durangpo pada surat kabar harian Jawa Pos edisi Februari- April 2010 meliputi lima jenis repetisi yaitu repetisi epizeuksis . engulangan kata secara langsun. , repetisi anafora . engulangan kata pada awal kalima. , repetisi epistrofa . engulangan kata padai akhir kalima. , repetisi mesodiplosis . engulangan kata di tengah kalima. , dan repetisi anadiplosis . engulangan kata di akhir kalimat yang menjadi kata pertama pada kalimat berikutny. Fungsi kohesi leksikal repetisi yang digunakan dalam AuWayang DurangpoAy pada surat kabar harian Jawa Pos edisi Februari-April 2010 yaitu untuk memberikan penekanan dan sebagai penegas dalam sebuah konteks yang sesuai untuk menggambarkan persamaan, perbedaan/pertentangan, peran, hasil, kedudukan, dan interaksi. Perbedaan dengan penelitian ini adalah pada objek kajiannya, jika penelitian Parwati menggunakan wacana dalam surat kabar, sedangkan penelitian ini menggunakan cerpen Buku Mini Dea karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Adapun data dalam penelitian ini adalah data-data kualitatif berupa kata, frase, klausa, atau kalimat dalam bentuk kohesi leksikal dan gramatikal dalam cerpen Buku Mini Dea Karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati. Sumber data dalam penelitian ini adalah wacana cerpen Buku Mini Dea Karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. HASIL DAN PEMABAHASAN Cerpen dengan judul Buku Mini Dea karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati merupakan salah satu cerpen yang diambil dari buku kumpulan cerpen yang berjudul Cerita Anak Hebat. Buku cerita ini disusun oleh tim penulis buku anak Jatim pada tahun 2017 dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama Jakarta. Wacana dalam cerpen Buku Milik Dea memiliki beberapa unsur kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Berikut ini penjabaran beserta kutipan-kutipan dalam cerita anak yang menunjukan adanya kohesi leksikal dan kohesi gramatikal tersebut. Aku ingin sekali berkenalan dengan mereka. ISSN (Onlin. : 2621-0851 Volume 2. Nomor 1. Mei 2019 AuBagaimana jika mereka tahu tentang penyakitku,Ay katanya. Apakah mereka masih mau berteman?Ay Mereka tak akan tahu. Mereka jadi bergidik ketakutan. Mereka menyambutnya dengan ramah. Mereka jadi tahu virus itu bisa menular melalui kontak darah atau luka. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni substitusi . Substitusi . adalah proses atau hasil penggantian unsur bahasa oleh unsur lain dalam satuan yang lebih besar untuk memperoleh unsur-unsur pembeda atau untuk menjelaskan suatu struktur tertentu. Pada kalimat di atas kata mereka menunjukkan dua anak perempuan yaitu Rena dan Tia. Aku ingin sekali bermain dengan mereka. Mau berteman denganku? . Dengan riang. Dea pun keluar rumah. Menyambut dengan ramah Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni konjungsi subordinatif Artinya, konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan menunjukkan cara yang harus dilakukan. Pada kalimat . memiliki arti bagaimana caranya bisa bermain dengan mereka, adanya keinginan yang menggebu. Pada kalimat . memiliki arti bagiamana menawarkan diri untuk berteman. Pada kalimat . memiliki arti bagaimana mengekpresikan kegembiraan, dan pada kalimat . memiliki arti bagaimana menyambut Dea senang bukan main karena mereka menyambut dengan ramah. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni konjungsi subordinatif Artinya, konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan menunjukkan hal yang menjadikan timbulnya sesuatu. Makna dari kalimat tersebut adalah Dea yang mendapatkan teman baru yang ramah sehingga hatinya menjadi senang. AuOh, hai. Dea! Aku Tia, dan ini Rena,Ay Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni referensi personal. Referensi personal meliputi ketiga kelas kata ganti, yaitu kata ganti orang I , kata ganti orang II, dan kata ganti orang i. Dalam kalimat tersebut terdapat kata aku yakni Dea, kemudian menyebutkan Tia. Rena. Dea mengusap keringat di keningnya. Ia melihat dua anak perempuan seusianya. (De. Segala kekhawatirannya lenyap sudah (De. AuIya sih. Tapi, mamanya kan meninggal karena penyakit mengerikan!Ay sahut Rena. Penasaran mendengarnya. AuAku pernah lihat di TV kalau virusnya menular. (AIDS) Dada Dea berdegup mendengarnya . SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia . Mulutnya tak sanggup berkata-kata (Rena terenya. Dea segera beranjak meski Rena belum menimpalinya. Dea datang membawa buku mininya. Dea juga sangat sibuk meminjamkan buku mini itu keada teman-teman sekolahnya. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni referensi anafora. Referensi anafora adalah hal atau fungsi yang menunjuk kembali kepada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya dalam kalimat atau wacana. Pada kalimat . kata keningnya menunjukkan itu adalah kening Dea, kalimat . kata seusianya menunjukkan usia Dea, kalimat . kata kekhawatirannya menunjukkan kekhawatiran Dea, kalimat . kata mamanya menunjukkan mama Dea, kalimat . kata mendengarnya menunjukkan sebuah berita, kalimat . kata virusnya menunjukkan virus AIDS, kalimat . kata mulutnya menunjukkan mulut Rena, kalimat . kata menimpalinya menjukkan belum menimpali pembicaraan Dea, kalimat . kata mininya menunjukkan buku mini Dea, dan kalimat . kata sekolahnya menunjukkan sekolah Dea. Kardus masih tergeletak di sana-sini. Tiba-tiba ia mendengar suara di luar sana. AuAh, aku kan baru pindah ke sini,Ay AuSemoga dengan buku mini ini, mereka jadi mengerti. Ay Dea juga sibuk meminjamkan buku mini itu. Buku mini itulah salah satu bukti. Tapi ini takkan membuatku berhenti menggapai cita-cita. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni referensi demonstratif. Menurut Lubis 1991: . , ini, itu, di sana, dan di situ adalah penanda referensi demonstratif. Tapi, tiba-tiba ia ragu. Tapi, mamanya kan meninggal karena penyakit mengerikan. Tapi ini takkan membuatku berhenti menggapai cita-cita. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni konjungsi koordinatif. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya, atau memiliki sintaksis yang sama. Suatu hari, langit terlihat cerah. Aku mendengar pembicaraan kamu dan Tia di ruang ganti kemarin. Hari-hari berikutnya, semua berubah. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni konjungsi koordinatif Konjungsi koordinatif waktu adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan menunjukkan seluruh rangkaian saat proses dilakukan. Pada kalimat . suatu hari menunjukkan hari yang entah kapan, kalimat . kata kemarin menunjukkan waktu yang sudah berlalu, dan kalimat . kata hari-hari berikutnya menunjukkan hari setelah saat Bagaimana jika mereka tahu penyakitku? ISSN (Onlin. : 2621-0851 Volume 2. Nomor 1. Mei 2019 Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni subordinatif syarat. Subordinatif syarat adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan menunjukkan ketentuan. Pada kalimat tersebut memiliki arti jika teman-temannya tahu tentang suatu penyakit yang diderita, apa yang akan dilakukan oleh mereka. Semua jadi penasaran mendengarnya. Mereka jadi bergidik. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni subordinatif hasil. Subordinatif hasil adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan menunjukkan perolehan. Pada kalimat . menunjukkan perolehan yaitu rasa ingin tahu yang lebih jauh, dan pada kalimat . menunjukkan perolehan yaitu ngeri. Namun kemudian, ditepisnya pikiran itu. Namun. Dea tak pernah berkecil hati. Namun, tiba-tiba A. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni konjungsi antar kalimat. Konjungsi antar kalimat yakni menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Ibuku meninggal karena AIDS sebulan yang lalu. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi gramatikal yakni subordinatif atributif. Subordinatif atributif adalah subordinatif yang menjadi sebuah pelengkap. Seperti biasa. Rena bersepeda di depan rumah Dea. Oh! Rena tak melihat lubang di Ia terjatuh tepat di depan rumah Dea. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi leksikal yakni repetisi epistrofa. Repetisi epistrofa adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir baris atau kalimat berurutan. Pada kalimat tersebut mengulang kata di akhir yakni depan rumah. Kardus-kardus masih tergeletak di sana-sini. Kutipan di atas termasuk ke dalam kohesi leksikal yakni antonim. Antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Misalnya buruk adalah lawan kata dari baik SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cerpen yang berjudul Buku Mini Dea Karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati ditemukan adanya kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal yang ditemukan adalah substitusi . , konjungsi subordinatif cara, konjungsi subordinatif sebab, referensi personal, referensi anafora, referensi demonstratif, konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antar kalimat. Kohesi leksikal yang ditemukan adalah repetisi epistrofa dan antonim. SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia DAFTAR PUSTAKA