P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DAN BUDIDAYA MAGGOT BSF DESA CIMEKAR Sri Wahyuni1. Mutiara Nova Ayu2. Surya Ansori3 1, 2, 3 Universitas Sangga Buana korespondensi: mutiaranova27@gmail. ABSTRAK Salah satu dari negara-negara di dunia yang paling banyak memproduksi sampah adalah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2021 terdapat 21,88 juta ton sampah yang dihasilkan dengan 35,68% diantaranya adalah sampah tidak terkelola. Komposisi sampah yang dihasilkan berdasarkan laporan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional diantaranya 41% adalah sampah sisa makanan dan 40,9% bersumber dari rumah tangga. Besarnya jumlah sampah dihasilkan tidaklah sedikit merupakan permasalahan yang belum dapat diatasi hingga saat ini bahkan di tingkat pedesaan. Berdasarkan hasil observasi, diketahui, bahwa pengetahuan dan pemahaman warga desa seputar pengelolaan dan pemilahan sampah masih terbatas. Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya fasilitas pendukung. Oleh karena itu, perlu diadakan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah kepada warga Desa Cimekar. Salah satu pengolahannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan budidaya belatung . BSF (Black Soldier Fl. dengan kemampuannya untuk mendegradasi bahan organik. Maggot yang telah berkembang sempurna juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan sehingga dapat tercipta produk yang memiliki nilai ekonomis. Cara pengelolaan dan pemilahan sampah disampaikan melalui Program Pengabdian Masyarakat dengan diadakannya kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada warga RW 17 Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungan warga. Kata Kunci : Maggot. Desa Cimekar. Pengabdian Masyarakat ABSTRACT One of the countries in the world that produces waste is Indonesia. Based on data from the Ministry of Environment and Forestry, in 2021 there will be 21. 88 million tonnes of waste produced, 35. 68% of which is unmanaged waste. The composition of the waste produced based on the National Waste Management Information System report includes 41% food waste and 40. 9% are households waste. The large amount of waste produced is a problem which has not been resolved until now, even at the rural level. Based on the results of observations, it is known that the knowledge and understanding of village residents regarding waste management and sorting is still limited. This condition is worsened by the lack of supporting facilities. Therefore, it is necessary to provide education and outreach on waste management to Cimekar village One of the processes can be carried out by utilizing the cultivation of BSF (Black Soldier Fl. maggots with their ability to degrade organic materials. Maggots that have fully developed can also be used as animal feed so that products with economic value can be produce. How to manage and sort waste is conveyed through the Community Service Program by holding educational and outreach activities for residents of RW 17 Cimekar Village. Cileunyi District. Bandung Regency. It is hoped that this activity can help solve the waste problem in the community's environment. Keywords: Maggot. Cimekar village. Community Service PENDAHULUAN Berdasarkan Permasalahan sampah seakan telah menjadi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada momok bagi setiap negara. Indonesia sendiri tahun 2021 terdapat 21. 88 juta ton sampah merupakan salah satu negara di dunia yang yang dihasilkan dengan 35. 68% diantaranya menghasilkan sampah terbanyak di dunia. adalah sampah tidak terkelola. Komposisi Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. Kementerian P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 sampah yang dihasilkan berdasarkan laporan ekonomi dari pengelolaan sampah. Sehingga Sistem Sampah disimpulkan bahwa beberapa disiplin ilmu. Nasional diantaranya 41% adalah sampah sisa seperti manajemen usaha dan pemasaran makanan dan 40. 9% bersumber dari rumah produk . ulu ke hili. , perlu diintegrasikan tangga . dalam pengelolaan Bank Sampah. Untuk Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengatasi permasalahan ini. Bank Sampah dilaksanakan, berawal dari pendirian Bank KAPPSA RW 17 akan memulai dengan Sampah "KAPPSA" di RW 17 Desa Cimekar, mengutamakan kerjasama kemitraan lembaga Kecamatan Cileunyi. Kabupaten Bandung penunjang pendanaan, guna meningkatkan pada tahun 2018, warga setempat bersama- aspek sosial melalui program edukasi tentang sama menciptakan wadah penampungan pemilahan sampah . dan perbaikan sarana serta prasarana di Bank Sampah KAPPSA. mendapat dukungan swasembada baik secara Selanjutnya, diharapkan dapat menciptakan moril maupun materil, masyarakat masih produk turunan dengan nilai ekonomis tinggi menghadapi kendala dalam memilah-milah bagi masyarakat setempat. Meskipun Bank sampah ke dalam tempat terpisah. Hal ini KAPPSA RW 17 masih menggunakan menyulitkan petugas sampah dalam proses mekanisme konvensional dalam pengelolaan sampah, mekanisme ini belum tertata dengan penampungan sampah. Di samping itu, baik karena keterbatasan sarana dan prasarana tantangan utama bagi petugas Bank Sampah Misalnya, belum tersedia tempat atau wadah untuk sampah yang sudah dipilah, pengelolaan Bank Sampah. sebagian besar dan sisa sampah yang tidak dapat dijual langsung dibakar di tempat pembakaran. peningkatan nilai ekonomis belum terlaksana Program pengabdian masyarakat ini akan dengan baik. Pengelolaan sampah di Bank fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat Sampah baru mencapai tahap pengumpulan dari warga, dengan pemilahan antara sampah anorganik, serta pengelolaan sampah organik organik dan anorganik dilakukan seadanya. untuk diubah menjadi produk yang memiliki Pengelolaan ini mencakup pembakaran dan nilai ekonomis bagi warga. Pengelolaan penjualan sisa sampah organik kepada pihak sampah organik ini akan mencakup budidaya Namun, proses pengelolaan yang maggot, diharapkan menjadi produk unggulan belum tertata dengan baik dari hulu ke hilir, di Bank Sampah RW 17 Desa Cimekar, termasuk bagaimana meningkatkan nilai Kecamatan Cileunyi. Kabupaten Bandung. Informasi Pengelolaan Meskipun Sasaran dari kegiatan ini adalah warga RW 17 Desa METODE Cimekar Kecamatan Cileunyi. Kabupaten Bandung. Peningkatan kesadaran Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 warga sekitar tentang cara mengubah sampah relatif pendek . Sebagai alternatif pakan organik menjadi produk turunan bernilai hewan ternak, kandungan protein dari maggot ekonomi adalah salah satu tujuan dari Black Soldier Fly (BSF) lebih unggul dilaksanakannya kegiatan ini. ketimbang sejenisnya. Maggot BSF dengan Metode Pelaksanaan 40-44% dibandingkan maggot lalat hijau sebesar 33Metode pelaksanaan pada kegiatan ini berupa Dengan kata lain budidaya maggot lalat sosialisasi serta edukasi di balai desa dengan BSF dapat digunakan sebagai alternatif untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah sebagai instrumen pendidikan yang lingkungan tanpa mengganggu warga sekitar efektif dalam membantu warga memahami . Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan Metode Pengumpulan dan Analisis Data menggunakan larva lalat atau maggot untuk penguraian, namun hasilnya seringkali tidak Metode yang digunakan untuk pengumpulan diterima oleh masyarakat. Hal ini karena dan analisis data kualitatif meliputi observasi maggot yang digunakan berasal dari Lalat dan dokumentasi. Data dikumpulkan dan Hijau (Lucilia Sericat. , serangga yang hidup di bahan organik yang membusuk, termasuk terhadap objek. Pengelolaan sampah organik . Lalat hijau banyak ditemukan dan oleh warga RW 17 Desa Cimekar dilakukan organik menjadi ransum ternak alternatif. Namun karena Lalat ini menimbulkan bau pengabdian kepada masyarakat. Dokumentasi setiap kegiatan yang dikumpulkan berupa Salah satu inovasi dari adalah gambar, teks, dan karya luaran. Kemudian memanfaatkan larva . Black Soldier Fly (BSF). Lalat Black Soldier Fly atau menggunakan metode reduksi data, penyajian diperlukan alternatif BSF lain dalam diantaranya adalah tidak menimbulkan aroma Reduksi data dengan pemilihan yang tidak sedap, dan membawa penyakit karena bukan golongan serangga pembusuk mengorganisasi data sehingga kesimpulan melainkan golongan detrivora yakni pemakan dapat diambil. Penyajian data berupa teks tumbuhan dan bangkai . , dengan siklus naratif yang disusun secara sistematis dan hidup setelah mencapai fase dewasa hanya Kemudian tahap verifikasi dengan untuk bereproduksi karena usianya yang Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 menarik kesimpulan berdasarkan data yang Adapun alat yang diperlukan dalam pembuatan kandang budidaya maggot BSF Metode Penerapan Inovasi fiberglass, bak kecil, balok dan papan kayu. Program terjalinnya kerjasama antara instasi peduli batako, kawat besi, serta alat pertukangan lainnya seperti gergaji, paku, dan palu . lingkungan PT PLN Enjiniring melalui CSR (Corporate Social Responsibilit. dengan dosen dan mahasiswa Universitas Sangga Buana YPKP beserta warga RW 17 Desa Cimekar. Kecamatan Cileunyi. Kabupaten Bandung. Dengan bantuan serta kerja sama para pihak yang terlibat, beberapa tahapan atau langkah dalam kegiatan diantaranya: HASIL PEMBAHASAN Sosialisasi dan edukasi peningkatan kesadaran Sampah dilakukan langsung kepada warga RW 17. Fokus dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyampaikan dan mengedukasi cara memilah dan mengelola sampah rumah tangga Sebagai . Pengenalan dan sosialisasi awal terkait permulaan sosialisasi kepada warga desa, lokasi serta pendekatan kepada warga dimulai dari dasar jenis pemilahan sampah. Secara umum pemilahan sampah dibagi . Pelaksanaan sosialisasi dan edukasi untuk menjadi dua jenis, yaitu sampah organik . udah terura. berasal dari pembusukan sisa memilah dan pengelolaan sampah. hayati dan sampah anorganik . ulit terura. Pembuatan wadah sampah sederhana. berasal dari sisa bahan non-hayati. Fokus dari . Turut serta turun ke lapang, bekerja sama pengabdian melalui sosialisasi dan pendidikan adalah memberikan pemahaman dasar kepada terkait pengelolaan sampah. Pembuatan warga pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih melalui pengelolaan sampah serta maggot BSF. produk turunannya yang memiliki nilai Lokasi. Alat dan Bahan . Kegiatan Program pengolahan limbah sampah untuk dilaksanakan dalam beberapa pertemuan budidaya maggot BSF ini dilaksanakan di terpisah yaitu dengan pihak karang taruna. Desa warga dari RW 17 dan petugas Bank sampah. Cimekar. Kecamatan Cileunyi. Kabupaten Bandung, khususnya di sekitar RW 17, dari bulan Mei hingga Agustus 2023. Alat dan bahan-bahan yang diperlukan termasuk sampah/limbah organik sebagai pakan maggot . , dedak, dan rak kandang Hal yang ditekankan pada kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat melalui skema pemilihan dan pengelolaan sampah serta produk turunannya. Hal tersebut perlu ditekankan karena kondisi lingkungan Desa Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Cimekar baik di jalan, pemukiman warga lain untuk mengolah sampah organik, selain bahkan di lokasi Bank sampah masih terdapat dengan pengomposan adalah dengan budidaya sampah yang belum diolah dengan baik BSF (Black Soldier Fl. atau lalat tentara khususnya sampah organik. Sampah organik Dengan nama latin Hermetia Illucens lebih besar dibandingkan sampah anorganik yang berasal dari sampah rumah tangga. menyerupai tawon yang larvanya . Pengumpulan sampah secara rutin dilakukan mampu mengurai sampah organik serta sangat oleh petugas sampah RW 17. Para petugas aktif memakai sampah organik . Proses mengumpulkan sampah rumah tangga di Bank biokonversi yang dilakukan oleh maggot ini sampah dan dilanjutkan memilah sampah dapat menghasilkan kompos organik hasil dari organik untuk segera diolah menjadi media pendegradasian sampah lebih cepat, tidak budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). berbau, serta maggotnya sendiri dapat menjadi Kendala dari kegiatan ini berasal dari alternatif pakan karena mengandung protein banyaknya warga yang belum menerapkan dan nutrisi yang baik untuk unggas dan ikan. kebiasaan memilah dan mengelola sampah Dari segi proses biokonversi dinilai cukup rumah tangga karena kurangnya motivasi aman bagi kesehatan manusia karena lalat BSF tidak termasuk binatang vektor penyakit. pengelolaan sampah. Serta mengenali potensi Kemampuan BSF dalam mengurai sampah sampah rumah tangga menjadi sebuah produk turunan yang mempunyai nilai ekonomis berkembang dalam sampah organik selama sekitar 10-15 hari hingga siap dipanen. pengabdian masyarakat ini, lebih difokuskan Maggot memiliki kemampuan mengurai pada menghasilkan produk turunan dari sampah organik hingga sekitar 5 kali berat sampah organik melalui budidaya maggot, tubuhnya dalam 24 jam. Satu kilogram perbaikan atau renovasi sarana penunjang maggot dapat menghabiskan 2 hingga 5 dilakukan terlebih dahulu agar pengelolaan kilogram sampah organik per hari. Selain itu bangkai lalat BSF maupun prepupa maggot pencapaian target dalam menghasilkan produk kaya akan protein sehingga keduanya dapat turunan berkualitas yang memiliki nilai dimanfaatkan sebagai pakan ternak bagi ekonomis tinggi serta unggul dan memiliki unggas atau ikan sehingga mengurangi daya saing. Berdasarkan data Kementerian ketergantungan pakan pabrikan . Tidak Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hanya sebagai bahan bagi pakan hewan ternak sebagian besar sampah di Indonesia terdiri dari sampah organik, yang mencapai sekitar sebagai pupuk . , sehingga dalam proses 57% dari total timbunan sampah. budidayanya tidak menghasilkan sampah baru Berdasarkan data tersebut salah satu upaya . Cara budidaya maggot BSF terbilang Dalam larva/maggot Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. Maggot BSF P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 cukup mudah, hanya perlu menyediakan memiliki celah, tempatkan telur lalat BSF di kandang yang ditutupi kain kasa atau kawat media penetasan yang berupa box atau wadah dan letakkan di tempat yang terkena sinar Telur akan menetas dalam kurun waktu matahari, kandang tersebut berfungi sebagai 3-4 hari. Terakhir, siapkan rak atau biopond untuk membesarkan larva atau maggot . BSF memproduksi telur hingga menetas. Sediakan pula tempat bertelur bagi lalat BSF betina, dapat berupa kardus, kayu, atau papan yang Berdasarkan hasil observasi. RW 17 mulai Bank Sampah mengikuti tahapan pada Gambar 1. Gambar 1: Proses kerja budidaya maggot Sumber: Maggot Indonesia Lestari Gambar 1 merupakan proses acuan kerja menjadi sebuah peningkatan hasil nilai pengelolaan maggot yang diharapkan menjadi ekonomis bagi masyarakat khususnya warga solusi melalui pemanfaatan sampah organik Desa Cimekar. Gambar 2: Rumah budidaya maggot bank sampah RW 17 Desa Cimekar Sumber: Data primer PKM Universitas Sangga Buana YPKP Bandung Selain pemilihan sampah dan budidaya cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh maggot BSF, disampaikan pula edukasi semua warga desa, hanya saja pemahaman mengenai kompos sebagai salah satu bentuk metode pengolahan warga terlebih dahulu pengolahan sampah organik . Pengolahan kompos yang dijelaskan pada kegiatan ini kebutuhan yang mempunyai nilai ekonomi Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 bagi keluarga. Hasil evaluasi kegiatan ini bisa Penyuluhan dan sosialisasi kepada warga diteruskan ke rumah dan dikelola oleh rumah dilakukan secara bertahap melalui tatap muka tangga yang menghasilkan sampah organik dengan warga di balai desa maupun langsung dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini ke lokasi Bank sampah sehingga edukasi sangat membantu meningkatkan pengetahuan peningkatan kesadaran dalam hal memilah dan mengelola sampah dipahami warga Desa Cimekar dengan baik. masyarakat yang budidaya maggot bagi warga Desa Cimekar. Gambar 3: Kegiatan Edukasi pengelolaan sampah warga RW 17 pada Program Pengabdian masyarakat di Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Sumber: PKM Universitas Sangga Buana YPKP PENUTUP lingkungan yang sehat merupakan landasan Program pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi wilayah ke dalam hal peduli lingkungan dan menjaga arah yang lebih baik. Selain itu dengan adanya kebersihan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dalam menjadikan RW 17 Desa Cimekar sebagai menghasilkan produk turunan sampah organik destinasi ekowisata pada tahun 2023 menjadi melalui pengembangan budidaya maggot tujuan strategis. Keterlibatan pemerintah Black daerah dalam merumuskan kebijakan terkait pengangkutan dan tempat pembuangan akhir Soldier Fly (Hermetia Penciptaan karakter masyarakat yang sadar (TPA) akan pentingnya pemilahan sampah dan kelancaran setiap aspek yang telah diterapkan. Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 5 No 1 bulan Mei tahun 2024 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 sehingga hasil yang diperoleh dapat mencapai tingkat optimal. Output dari kerjasama antara Dosen Direktorat Vokasi Universitas Sangga Buana YPKP dan PT PLN Enjiniring kepada Desa Cimekar. Kecamatan Cileunyi. Kabupaten Bandung, perlu dijaga dikembangkan lebih baik lagi. Hal ini bertujuan untuk terus mendukung ekosistem daerah serta meningkatkan potensi sumber Rumah Tangga dan Pasar melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly. Pengabdi Pada Masy [Interne. 25 Mei 2021 . ikutip 16 Juli 2. Tersedia https://ppm. id/index. php/pengabd ian/article/view/546 Africano F. Handayani N. Putra BA. Marambang AY. Maulani WQS. Arifah VN, dkk. Meningkatkan Taraf Hidup Dan Kebersihan Lingkungan Masyarakat Kenten Dengan Pemanfaatan Maggot Sebagai Pengurai Sampah Organik. Pengabdi Masy Akad. :31Ae8. daya manusia untuk menjadi lebih mandiri. DAFTAR PUSTAKA