Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Edukasi Pola Hidup Sehat Terhadap Pengetahuan Kesehatan Remaja SMA Swasta Generus Bangsa Nabiila Annaufa1. Hafizah Hafni Siregar2. Jelita Nazwa Utami3. Unaisah Annufaisah Nuh Siregar4. Della Septiana Syabania5. Rapotan Hasibuan6 1,2,3,4,5,6 Progran Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Kota Medan. Indonesia Korespondensi : nabiila0801232249@uinsu. id1, hafizah0801232238@uinsu. jelita0801232267@uinsu. id3, unaisah0801232309@uinsu. id4, della0801232242@uinsu. rapotanhasibuan@uinsu. Abstrak Remaja merupakan fase yang penting dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik emosional dan sosial yang cepat. Selama periode ini, pengembangan kebiasaan dan gaya hidup memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan seseorang. Namun, banyak remaja yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat, dan melakukan aktifitas fisik secara rutin. Kurangnya pemahaman ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, baik yang berhubungan dengan fisik maupun mental. Analisis data menggunakan uji paired ttest pada hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dari rata-rata nilai pre-test sebesar 82,3 menjadi 96,4 pada post-test. Pengabdian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025 di sekolah SMA Swasta Generus Bangsa Deli Serdang melibatkan 22 siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dengan PPT dan games. Hasil didapatkan adanya peningatan pemahaman mengenai pola hidup sehat pada remaja, yang menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa sehingga diharapkan setelah edukasi nantinya akan terealisasi pada perubahan perilaku. Kata kunci: Kesehatan. Pola Hidup Sehat. Remaja Abstract Adolescence is an important phase in human life characterized by rapid physical emotional and social During this period, the development of habits and lifestyles has a long-term impact on one's However, many adolescents do not fully realize the importance of maintaining a healthy lifestyle, such as getting enough sleep, consuming healthy food, and doing regular physical activities. This lack of understanding can lead to health problems, both physical and mental. Data analysis using paired t-test on pre-test and post-test results showed a significant increase from the average pre-test score of 82. 3 to 96. in the post-test. The service was conducted on May 28, 2025 at Generus Bangsa Private High School in Deli Serdang involving 22 students. The service activities were carried out using the lecture method with PPT and games. The results obtained an increase in understanding of healthy lifestyles in adolescents, which shows that the education provided can be understood and understood by students so that it is hoped that after education it will be realized in behavior change. Keywords: Health. Healthy Lifestyle. Teenagers Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 pondok pesantren menunjukkan bahwa edukasi tentang kebersihan diri dan lingkungan berhasil menurunkan angka kejadian penyakit kulit seperti skabies hingga 50% (Indraswari. Erwinda, & Zehira, 2. Selain itu, pendekatan peer education, di mana siswa menjadi agen perubahan bagi teman sebayanya, juga dinilai efektif dalam menanamkan (Aulia. Wijayantono, & Awaluddin, 2. Peran sekolah dan lingkungan sosial sangat penting dalam mendukung perubahan perilaku sehat. Menurut (Mufid & Ulinnuha 2. , aktivitas fisik terstruktur seperti olahraga tidak hanya meningkatkan kebugaran jasmani tetapi juga mengurangi gejala kecemasan dan depresi pada siswa SMA. Penelitian teknologi, seperti penggunaan aplikasi kesehatan, untuk memantau dan memotivasi remaja dalam menjalani gaya hidup sehat (Sibarani, 2. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMA Generus Bangsa mengenai pentingnya pola hidup sehat melalui edukasi yang interaktif, sehingga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku menuju arah yang lebih positif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Kesehatan fisik dan mental merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan dengan penunjang tumbuh kembang remaja. Keduanya saling berkaitan dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan remaja, (Shabrina, dkk 2. Namun, kenyataannya masi banyak pentingnya pola hidup sehat, dan justru terbiasa dengan kebiasaan buruk seperti begadang, pola makan tidak teratur, dan juga aktivitas fisik yang berdampak buruk terhadap proses belajar, kestabilan emosi hingga kesehatan tubuh. Remaja merupakan fase penting dalam perkembangan manusia, di mana kebiasaan hidup yang dibentuk pada masa ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan mental (Hemas. , & Silalahi, 2. Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan manajemen stres, berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup remaja (Adzkia. Carsiwan, & Tarigan. Namun, banyak remaja masih menghadapi tantangan seperti kurang tidur, konsumsi makanan tidak sehat, dan minimnya aktivitas fisik, yang dapat memicu masalah kesehatan seperti obesitas, gangguan mental, dan penurunan performa akademik (Adila. Rais. Hasana, & Usiono, 2. Edukasi pola hidup sehat yang komprehensif dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan ini. Program intervensi berbasis sekolah, seperti pelatihan manajemen stres, penyuluhan gizi, dan promosi aktivitas fisik, terbukti meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan (Sudayasa. Mujahid. Hajri. Alifariki. Sukurni, & Purnamasari. Misalnya, penelitian di beberapa METODE PELAKSANAAN Pengabdian tanggal 28 Mei 2025 di sekolah SMA Swasta Generus Bangsa Deli Serdang. Kegiatan dilaksanakan di ruangan kelas 10, melibatkan peserta siswa kelas 10 Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode edukasi menggunakan PPT, diskusi, tanya jawab, serta games edukatif. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi awal kondisi tempat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menentukan bentuk kegiatan yang akan penyusunan bahan materi edukasi sebagai tahapan persiapan pada hari kegiatan nantinya. jawab oleh siswa. Seperti disajikan pada Siswa diminta untuk mengisi pretest berupa pertanyaan benar atau salah untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum kegiatan edukasi dimulai. Kemudian edukasi, siswa melakukan post-test dengan menjawab pertanyaan yang sama dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan siswa setelah edukasi Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 2. Pemberian materi oleh tim pengabdi Kegiatan pemberian materi edukasi merupakan pengisian post-test oleh siswa untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka setelah dilakukannya penyuluhan. Sehingga dapat dilihat perbedaan hasil dilakukannya penyuluhan oleh tim Hasil dari perbedaan pengetahuan antara pre-test dan posttest yang diberikan dapat dilihat pada tabel berikut ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian diawali dengan pemberian kuesioner pre-test kepada siwa untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai pola hidup sehat sebelum dilakukannya edukasi, seperti yang disajikan pada gambar 1. Gambar 1. Pengisian pre-test oleh siswa SMA Generus Bangsa Kegiatan selanjutnya diberikan materi edukasi terkait pola hidup sehat dengan menggunakan media power point oleh tim pengabdi. Dilanjutkan dengan sesi games edukatif dan tanya Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 1. Nilai rata-rata pre-tes dan post-tes PERTANYA Apa yang dengan pola Salah satu akibat dari pola hidup tidak sehat Dibawah ini contoh gaya hidup tidak sehat adalah? Begadang maag karena? Apa Scabies? Salah satu gejala utama Apa dampak dari begadang Salah satu strategi untuk tidur cukup Berapa lama waktu tidur untuk remaja? Mengapa tidur cukup penting bagi Total Pretest Posttest Keterang Benar Salah Benar Mening Mening Mening Mening Mening Mening Mening Mening Mening Mening Mening Tabel 1 menunjukkan adanya Pada saat pre-test, nilai yang diperoleh siswa berkisar antara 30100, dengan sebagian besar siswa memperoleh nilai di atas 70. Setelah dilakukan penyuluhan, semua siswa Vol. 9 No. Mei 2025 mengalami peningkatan nilai, dengan rentang nilai antara 90 hingga 100. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi meningkat secara menyeluruh. Rata-rata nilai pre-test adalah 82,3, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 96,4. Peningkatan rata-rata sebesar 14,1 poin ini mencerminkan efektivitas kegiatan penyuluhan dalam menambah pengetahuan siswa tentang dampak begadang terhadap kesehatan fisik dan mental, termasuk kaitannya dengan penyakit scabies dan gangguan Terjadi signifikan dalam pengetahuan siswa. Sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan post-test dengan lebih baik setelah diberikan penyuluhan. Hal ini menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi meningkat. Pengabdian ini sejalan dengan pengabdian yang dilakukan oleh (Hasanah. Fauziah. Irsyad, & Yulianti, 2. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah interaktif yang didukung oleh media presentasi (PPT) dan permainan edukatif. Selain itu, pengetahuan siswa secara efektif, dilakukan pre-test dan post-test. Pre-test diberikan sebelum kegiatan edukasi untuk menilai pengetahuan awal siswa, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan edukasi untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan siswa. Rata-rata nilai pre-test siswa sebelum mengikuti kegiatan edukasi adalah 8. 1, sedangkan setelah mengikuti kegiatan edukasi, rata-rata nilai post-test meningkat Peningkatan mencerminkan efektivitas kegiatan pemahaman siswa tentang kesehatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) fisik dan mental, dengan total peningkatan sebesar 0. 8 poin. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara nilai pre-test dan post-test, yang menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan fisik dan mental serta pola hidup sehat. Berdasarkan National Sleep Foundation . , kebutuhan tidur yang normal pada remaja adalah 8-10 Bagi anak dan remaja, kecukupan tidur diharapkan bisa menunjang tumbuh kembang dan menjaga Dampak yang akan terjadi jika remaja mengalami gangguan tidur adalah mudah mengalami gangguan emosi, mudah marah, mudah tersinggung, menjadi agresif serta bisa mengalami stress (Keswara. Syuhada, & Wahyudi. Remaja lebih memilih tidur larut malam dan harus bangun pagi karena kewajiban sebagai pelajar sehingga mengalami gangguan saat tidur. Hal ini terjadi dikarenakan remaja lebih suka berada di depan layar seperti Handphone. Televisi, dan komputer (Kusumawardani & Yolanda, 2. Hubungan yang signifikan antara kecukupan asupan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat dengan status gizi remaja yang tinggal. Hasil studi menunjukkan bahwa remaja dengan pola makan yang kurang seimbang lebih rentan mengalami masalah gizi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan berat badan. Faktor-faktor seperti akses terhadap makanan bergizi, kebiasaan makan, serta pemahaman tentang gizi berperan dalam menentukan status kesehatan mereka. Oleh karena pentingnya intervensi berbasis edukasi gizi dan peningkatan kualitas makanan di lingkungan pesantren sebagai langkah Vol. 9 No. Mei 2025 preventif untuk menjaga keseimbangan gizi dan kesehatan santriwati (Parewasi. Peningkatan antara pre-test dan post-test pandangan siswa. Mereka menjadi lebih sadar bahwa begadang dapat membawa dampak buruk bagi tubuh, baik secara fisik maupun mental. Selain itu, siswa juga lebih memahami bahwa menjaga kebersihan dan pola tidur yang baik dapat membantu mencegah penyakit kecemasan dan stres. Dengan kata lain, setelah mendapatkan penjelasan dan informasi yang tepat, siswa lebih peduli dan mau menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap pentingnya tidur cukup, menjaga kebersihan diri, dan mencegah stres. Hal ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap cara pandang mereka. KESIMPULAN Berdasarkan pengabdian dan penyuluhan yang telah dilakukan, bisa disimpulkan bahwa gaya hidup yang tidak sehat seperti begadang, kurang menjaga kebersihan, dan ketidak teraturan dalam pola makan berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental remaja, khususnya siswa kelas 10 SMA Swasta Generus Bangsa. Penyuluhan yang diberikan berhasil pemahaman siswa tentang bahaya gaya hidup yang tidak sehat, termasuk risiko terkena penyakit seperti skabies dan masalah mental seperti stres serta Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata nilai pre-test sebesar 82,3 menjadi 96,4 pada post-test, disertai Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dengan perubahan sikap siswa yang menunjukkan respons lebih positif terhadap penerapan gaya hidup sehat. penyuluhan tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan niat siswa untuk mengubah kebiasaan hidup yang lebih baik, seperti tidur yang cukup, menjaga kebersihan diri, dan mengurangi konsumsi makanan cepat Dengan edukatif seperti sosialisasi terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku positif di kalangan remaja, yang pada akhirnya bisa berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan secara keseluruhan. Remaja. JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH, 3. , 96103. Aulia. Wijayantono. , & Awaluddin. Personal Hygiene Kejadian Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Thawalib Kota Padang. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 2. Hasanah. Fauziah. Irsyad. & Yulianti. Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Pada Pelajar SMP Islam Al-Jiihad. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 836841. Hemas. , & Silalahi, . Gambaran kualitas tidur pada remaja di asrama putri Emaus Surabaya. Jurnal Penelitian Kesehatan, 12. , 1-6. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah SMA Swasta Generus Bangsa yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para siswa kelas 10 yang telah berpartisipasi secara aktif dalam seluruh rangkaian Indraswari. Erwinda. , & Zehira. Analisis Faktor Risiko Skabies pada Anakanak di Panti Asuhan Wilayah Kerja Puskesmas Karuwisi Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24. , 365-375. REFERENSI