Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Tinjauan Pustaka MANAJEMEN NUTRISI PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY DI UNIT PERAWATAN INTENSIF NUTRITIONAL MANAGEMENT OF PATIENTS WITH ACUTE KIDNEY INJURY IN THE CRITICAL CARE Zayadha Hazrinia. Egidia Tiffanyb. Yeti Masliandac. Dewi Novitad. Agustiawane Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Musi Rawas Utara. Musi Rawas Utara. Sumatera Selatan. Indonesia Magister Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Aceh Besar. Aceh. Indonesia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah. Bireun. Aceh. Indonesiae Fakultas Kedokteran. Institut Kesehatan Helvetia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia ABSTRAK Histori Artikel Diterima: 20 Juli 2025 Acute Kidney Injury (AKI) ditandai penurunan fungsi ginjal cepat dalam 48 jam dan terjadi pada A15% pasien rawat inap. Sebanyak 18Ae75% pasien gagal ginjal mengalami Protein-Energy Wasting (PEW), yaitu pemborosan energi-protein pada pasien penyakit ginjal. Kehilangan nafsu makan menurunkan asupan protein dan energi, memperburuk kualitas hidup, dan berkorelasi dengan akumulasi racun Kekurangan energi mengurangi sekresi insulin, merangsang glukoneogenesis, meningkatkan mobilisasi asam lemak, dan menurunkan laju metabolisme basal. Komplikasi PEW meliputi hipertensi, anemia, malnutrisi, gangguan tulang-mineral, infeksi, penyakit kardiovaskular, dan penurunan kualitas Rekomendasi asupan meliputi protein/asam amino 1,0Ae1,5 g/kg/hari, glukosa O5 g/kg/hari, lipid 0,5Ae1,0 g/kg/hari, serta suplementasi vitamin larut air terutama pada pasien terapi pengganti ginjal. Enteral nutrition (EN) menjadi pilihan utama, namun tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan. Dalam kondisi tersebut, parenteral nutrition (PN) diperlukan sebagai pelengkap. Belum ada penelitian yang secara spesifik membandingkan dampak EN dan PN pada pasien rawat inap dengan gagal ginjal, namun kombinasi keduanya dapat membantu mencapai target nutrisi optimal. Revisi: 25 Agustus 2025 Terbit: 1 Desember 2025 Kata Kunci Perawatan Kritis. Nutrisi. Penyakit Ginjal Keywords ABSTRACT Critical Care. Nutrition. Kidney Disease. Acute Kidney Injury (AKI) is characterized by a rapid decline in kidney function within 48 hours and occurs in approximately 15% of hospitalized patients. Between 18Ae75% of patients with kidney failure experience Protein-Energy Wasting (PEW), which refers to protein-energy depletion in kidney disease patients. Loss of appetite reduces protein and energy intake, worsens quality of life, and is associated with the accumulation of nitrogen-derived uremic toxins. Energy deficiency decreases insulin secretion, stimulates gluconeogenesis, increases fatty acid mobilization, and lowers basal metabolic rate. Complications of PEW include hypertension, anemia, malnutrition, bone-mineral disorders, infections, cardiovascular disease, and reduced quality of life. Recommended intake includes protein/amino acids of 1. 0Ae1. g/kg/day, glucose O5 g/kg/day, lipids 0. 5Ae1. 0 g/kg/day, and water-soluble vitamin supplementation, especially for patients undergoing renal replacement therapy. Enteral nutrition (EN) is the preferred route, but it may not always meet nutritional In such cases, parenteral nutrition (PN) is required as a supplement. To date, no specific studies have compared the impact of EN and PN in hospitalized patients with kidney failure. however, a combination of both may help achieve optimal nutritional targets. *Korespondensi Email: hzayadha@gmail. DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 sering kali belum memadai untuk mengatasi PENDAHULUAN Cedera ginjal akut atau Acute Kidney kompleksitas kondisi ini. Injury (AKI) merupakan kondisi klinis yang Pasien dengan gangguan fungsi ditandai dengan penurunan fungsi ginjal ginjal kerap kali mengalami malnutrisi secara tiba-tiba dalam kurun waktu 48 jam. uremik yang dikenal sebagai wasting Diagnosis AKI ditegakkan berdasarkan protein-energi atau Protein-Energy Wasting peningkatan kadar kreatinin serum sebesar (PEW), yang merupakan faktor risiko paling Ou0,3 kuat terhadap buruknya luaran klinis dan peningkatan Ou50% dari nilai dasar, maupun peningkatan angka kematian. 4 Berdasarkan penurunan volume urin secara signifikan. data, prevalensi PEW pada pasien gagal Acute ginjal berkisar antara 18% hingga 75%. Ahli mg/dL (Ou26,4 AAmol/L). Kidney Injury dari International Society of Renal Nutrition berdasarkan produksi urin, yaitu: anurik, and Metabolism (ISRNM) menjelaskan Namun, bahwa fenomena kidney disease wasting pendekatan yang lebih praktis saat ini (KDW) mencakup terjadinya PEW pada menggunakan klasifikasi berdasarkan lokasi pasien dengan chronic kidney disease kelainan, yaitu prerenal, intrinsik . , (CKD) maupun AKI, tanpa bergantung pada dan pascarenal. penyebab dasarnya. non-oligurik. Studi epidemiologi menunjukkan Fakta bahwa sekitar 15% pasien yang dirawat di pentingnya perhatian khusus terhadap aspek rumah sakit (RS) mengalami penurunan nutrisi pada pasien dengan AKI, guna mencegah perburukan kondisi akut maupun mengarah pada AKI. Insidensi AKI meningkat secara signifikan pada pasien Berdasarkan latar belakang tersebut, kami yang dirawat di intensive care unit (ICU), menyusun artikel yang membahas secara dan kondisi ini secara konsisten dikaitkan mendalam tentang tata laksana nutrisi pada dengan prognosis yang buruk. Acute Kidney pasien AKI yang menjalani perawatan Injury telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko independen terhadap mortalitas PERMASALAHAN pada pasien yang menjalani perawatan PASIEN AKI 5 Prinsip utama dalam penatalaksanaan International PADA Society Renal Metabolism AKI adalah mencegah kerusakan lanjutan Nutrition pada organ tubuh lain. Namun, dalam menyatakan bahwa istilah Kidney Disease praktiknya, intervensi yang bersifat spesifik Wasting (KDW) mengacu pada kondisi Zayadha Hazrini NUTRISI (ISRNM) Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 wasting protein-energi atau Protein Energy mengakibatkan penurunan sekresi insulin. Wasting (PEW) yang terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal kronik maupun AKI, meningkatkan mobilisasi asam lemak bebas. Penurunan nafsu makan yang Kondisi ini secara fisiologis menyebabkan lazim terjadi pada pasien dengan gangguan penurunan laju metabolisme basal. Namun ginjal berperan penting dalam menurunnya asupan protein dan energi, yang pada dipertahankan karena adanya peningkatan sensitivitas terhadap insulin serta dukungan pola makan tinggi toleransi dengan asupan penurunan spontan dalam asupan makanan protein terbatas, yaitu sekitar 0,55 g/kg berat Secara badan per hari. Kadar prealbumin dan albumin serum dalam Kondisi ini sangat berkorelasi dengan akumulasi toksin uremik yang bersumber penurunan yang signifikan. Hal ini dikaitkan dari metabolisme nitrogen. alf-lif. pembatasan kalori dan/atau protein yang dilakukan secara moderat. Hal ini membuat strategi diet terbatas secara energi atau protein dalam batas yang terkontrol tidak menyebabkan perubahan mencolok pada parameter protein serum tersebut. Kondisi Gambar 1. Model konseptual penyebab PEW8 Pasien PEW. Resting Energy Expenditure (REE) pasien CKD maupun AKI dalam kondisi kritis umumnya berada metabolik dan sistem pencernaan yang turut mempengaruhi penurunan asupan nutrisi. Total pengeluaran energi secara Kombinasi berbagai faktor ini memperparah keseluruhan sering status gizi pasien dan menjadi tantangan meskipun terjadi peningkatan REE. Hal ini tersendiri dalam upaya optimalisasi terapi diakibatkan oleh penurunan aktivitas fisik 7 Penurunan asupan energi akan yang signifikan selama perawatan intensif. Zayadha Hazrini tetap rendah. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Tabel 1. ETIOLOGI PEW9 Kategori Penurunan Asupan Energi dan Protein Kondisi Hipermetabolik Asidosis Penurunan Aktivitas Fisik Penurunan Anabolisme Komorbiditas dan Gaya Hidup Dialisis Faktor Penyebab - Anoreksia - Pembatasan diet - Gangguan organ - Depresi - Ketidakmampuan menyiapkan makanan - Peningkatan kebutuhan energi akibat: A Inflamasi A Peningkatan sitokin proinflamasi A Resistensi insulin A Gangguan metabolik - Asidosis metabolik kronis - Imobilisasi atau penurunan mobilitas - Penurunan asupan makanan - Resistensi Growth Hormone (GH)/ Insulin-like Growth Hormone (IGF-. - Defisiensi testosteron - Penurunan kadar hormon tiroid - Penyakit penyerta kronik - Gaya hidup tidak sehat - Dialisis berlebihan . Proses inflamasi kronik berkontribusi terhadap resistensi insulin di jaringan otot, yang dimediasi melalui aktivasi enzim Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate (NADPH) oksidase intraseluler. Selain itu, inflamasi juga dikaitkan dengan peningkatan REE. Inflamasi yang berlangsung terus-menerus berdampak pada penurunan kadar albumin serum, penurunan laju sintesis albumin, serta pemendekan masa paruhnya. 9 Peningkatan stres oksidatif akibat inflamasi berperan dalam memperburuk resistensi insulin, mempercepat kehilangan massa otot, dan mempertinggi risiko penyakit aterosklerotik. Kriteria diagnostik untuk menegakkan PEW diklasifikasikan ke dalam empat kelompok utama, yaitu: . indikator biokimia, . penurunan berat badan, massa lemak tubuh, atau berat badan yang rendah, . kehilangan massa otot, dan . asupan protein atau energi yang tidak mencukupi. 1,10 DAMPAK MASALAH NUTRISI PADA PASIEN AKI berhubungan erat dengan meningkatnya Komplikasi yang terkait dengan PEW PEW mencakup hipertensi, anemia, malnutrisi, penurunan kualitas hidup secara signifikan. gangguan tulang dan mineral, infeksi. Data United States Renal Data System penurunan kualitas hidup, serta peningkatan (USRDS) mencatat bahwa sebanyak 5. risiko penyakit kardiovaskular. 8 Sejumlah pasien yang mengalami malnutrisi memiliki Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 skrining nutrisi yang paling sederhana dan kardiovaskular sebesar 27% lebih tinggi mudah dilakukan di praktik klinis. Jika dibandingkan dengan pasien yang tidak dibandingkan dengan faktor risiko lain, mengalami malnutrisi. Selain itu, setiap penurunan satu unit indeks massa tubuh diabetes melitus, dan obesitas. Kadar (IMT) berkontribusi pada peningkatan risiko albumin serum yang rendah terbukti sebagai kematian kardiovaskular sebesar 6%. penanda prediktif terkuat terhadap hasil Studi Dialysis Outcomes and Practice klinis yang buruk dan kematian. Data Patterns Study (DOPPS) mengonfirmasi USRDS bahwa pasien dialisis yang mengalami penurunan 1 g/dL kadar albumin berkaitan malnutrisi memiliki angka kematian yang dengan peningkatan risiko kematian akibat lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kardiovaskular sebesar 39%. status gizi yang lebih baik. Pasien End-Stage Status malnutrisi berdampak luas Renal Disease (ESRD) yang menjalani terhadap angka kematian, length of stay (LOS), kebutuhan ventilasi mekanik, serta penurunan parameter antropometrik gizi, kejadian infeksi pasien dalam kondisi kritis. seperti berat badan (BB), massa otot, dan Sebuah meta-analisis terhadap 20 studi yang cadangan lemak tubuh. 1 Bersamaan dengan itu, terjadi peningkatan biomarker inflamasi bahwa sekitar 38Ae78% pasien yang dirawat seperti C-reactive protein (CRP) dan sitokin di ICU mengalami malnutrisi. 11 Studi ini proinflamasi, terutama interleukin-6 (IL-. menegaskan pentingnya penerapan terapi Penurunan konsentrasi albumin serum yang merupakan prediktor paling kuat terhadap Therapy mortalitas secara progresif terjadi selama disesuaikan secara individual. Penilaian pasien menjalani terapi dialisis dalam jangka risiko nutrisi serta pemberian MNT yang panjang . ikenal sebagai dialysis vintag. , tepat harus dilakukan segera pada saat dan dipengaruhi oleh gangguan nutrisi serta masuk ICU, mengingat tingginya prevalensi respons inflamasi sistemik. malnutrisi di lingkungan perawatan intensif. (MNT) Medical Nutrition Berbagai bukti ilmiah menunjukkan Pasien ICU yang diperkirakan akan dirawat bahwa kadar albumin serum yang rendah lebih dari satu minggu membutuhkan dan asupan protein yang tidak memadai perhatian nutrisi khusus. Strategi pemberian makan yang terstruktur dapat memberikan berkorelasi dengan peningkatan angka kematian. Pemeriksaan kadar albumin serum tetap menjadi metode manfaat klinis yang nyata. Prosedur nutrisi Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 mengurangi jumlah pasien yang gagal terhadap proses lipolisis. Selain itu, terjadi meningkatkan pencapaian target membersihkan partikel 12,13 setelah pemberian lipid secara enteral TERAPI NUTRISI maupun parenteral. 16,17 Katabolisme protein merupakan salah Dukungan nutrisi menjadi esensial satu karakteristik metabolik utama pada bagi pasien yang mengalami malnutrisi atau pasien dengan AKI atau Acute Kidney berisiko tinggi terhadap kekurangan gizi. Disease (AKD), terutama pada pasien yang Pada kelompok ini, asupan protein atau asam dirawat di ICU. Gangguan metabolisme amino harian sebaiknya ditingkatkan dari 1 asam amino terjadi secara luas, di mana g/kg berat badan menjadi 1,2Ae1,5 g/kg berat beberapa jenis asam amino non-esensial 18,19 Asupan glukosa tidak boleh seperti tirosin menjadi bersifat esensial melebihi 5 g/kg/hari, sedangkan konsumsi dalam kondisi tertentu. Selain itu, terdapat lemak disarankan dalam rentang 0,5Ae1,0 perubahan dalam keseimbangan asam amino g/kg/hari. Suplemen nutrisi oral dengan di dalam dan di luar sel, serta modifikasi kandungan energi dan protein tinggi dapat dalam pemanfaatan asam amino eksogen membantu pencapaian target kalori, di mana yang diberikan secara nutrisi. 14,15 Pasien pemberian dua kali sehari setelah makan AKI mengalami resistensi insulin perifer dan utama dapat menambah 10Ae12 kkal/kg/hari aktivasi glukoneogenesis hepatik dapat pada pasien dengan berat badan sekitar 70 menyebabkan hiperglikemia. 16,17 10,20 Hal ini berbeda dengan pasien Chronic Vitamin yang larut dalam air perlu Kidney Disease (CKD) stabil atau individu diberikan sebagai suplemen tambahan, sehat, dimana asupan makanan dari luar terutama pada pasien yang menjalani terapi tidak mampu menghentikan peningkatan pengganti ginjal dalam bentuk apa pun. Manifestasi Resistensi yang terjadi pada pasien dengan kadar kompetensi sistem imun juga ditemukan. 10,20 insulin tinggi. Resistensi insulin berkaitan Konsentrasi vitamin larut air di dalam dengan peningkatan risiko komplikasi pada plasma menurun, sementara aktivasi vitamin pasien AKI/AKD yang sedang sakit kritis. Gangguan insulin merupakan kondisi hiperglikemia Selain itu, kadar vitamin E, vitamin A, dan selenium juga dapat menurun, yang secara Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 keseluruhan menyebabkan gangguan pada positif terhadap berat badan pasien. Meta- sistem antioksidan tubuh. 10,15,20 analisis dari 27 penelitian menunjukkan Rute adanya perbaikan status gizi pada pasien direkomendasikan adalah melalui enteral. yang menerima EN dibandingkan dengan Akan tetapi, dalam banyak kasus, rute ini kelompok kontrol. 14,22 tidak selalu mencukupi untuk memenuhi Terdapat pula bukti observasional yang membandingkan efek EN dan PN terhadap luaran klinis pada pasien non-kritis di ruang diperlukan sebagai terapi tambahan. Nutrisi rawat penyakit dalam. Dalam sebuah studi enteral diindikasikan ketika asupan oral observasional berskala besar . =1. , pasien tidak mampu memenuhi minimal ditemukan bahwa MNT secara signifikan 10,15,20 Pencapaian asupan nutrisi yang memadai infeksius maupun non-infeksius. Secara menjadi sangat penting untuk mencegah khusus, kelompok pasien yang menerima penurunan berat badan dan kehilangan EN mengalami komplikasi yang lebih massa otot. Namun dalam konteks rumah sakit, berbagai kondisi seperti hilangnya mendapatkan PN. Sebuah studi pada pasien nafsu makan, perlambatan pengosongan kritis yang tidak mengalami malnutrisi tetapi lambung, dan disfagia sering kali menjadi hambatan terhadap asupan oral spontan memberikan manfaat klinis bila EN tidak AKI harus mendapatkan intervensi berupa EN dengan baik. 20,21 maupun PN untuk mengoptimalkan asupan KESIMPULAN Pasien-pasien dengan kondisi tersebut Hingga saat ini, belum terdapat melalui EN dan PN pada pasien rawat inap non-kritis berperan yang sangat penting. Berbagai Pengaturan diet pada pasien AKI membandingkan efek dukungan nutrisi Pasien 14,21 Beberapa randomized controlled disarankan meningkatkan asupan protein trials (RCT) yang dilakukan pada pasien di atau asam amino harian dari 1 g/kg berat badan menjadi 1,2 hingga 1,5 g/kg berat bahwa dukungan nutrisi dapat meningkatkan Konsumsi glukosa per hari sebaiknya asupan energi dan protein, serta berdampak dibatasi agar tidak melebihi 5 g/kg. Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 sementara asupan lemak ideal berada pada kisaran 0,5 hingga 1,0 g/kg/hari. Pemberian 8236/2/1/8 Levey AS. Eckardt KU. Dorman NM, vitamin yang larut dalam air juga menjadi et al. Nomenclature for kidney hal yang krusial, terutama bagi pasien yang function and disease: report of a menjalani terapi pengganti ginjal. Secara Kidney Disease: Improving Global umum, nutrisi melalui rute enteral lebih Outcomes Conference. Namun demikian, dalam praktik klinis, asupan nutrisi secara enteral tidak selalu (KDIGO) Consensus Kidney Int. 97:111Ae7. Bienholz A. Wilde B. Kribben A. mampu mencukupi kebutuhan metabolik From the nephrologistAos point of Oleh karena itu, pemberian nutrisi view: diversity of causes and clinical features of acute kidney injury. Clin pelengkap untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi secara menyeluruh. Kidney J. :405Ae15. Koppe L. Mak RH. Is there a need to DAFTAR REFERENSI AumodernizeAy Gaudry S. Hajage D. Martin-Lefevre diagnostic criteria of protein-energy L. Lebbah S. Louis G. Moschietto S, wasting? In: Seminars in Nephrology. et al. Comparison of two delayed Elsevier. AusimplifyAy Yan D. Wang Y. Hu J. Lu R. Ye C, therapy initiation for severe acute Liu N, et al. External validation of a novel nomogram for diagnosis of multicentre, open-label, randomised. Protein Energy Wasting in adult hemodialysis patients. Frontiers in (AKIKI The Lancet. :1293Ae300. Lameire N. Nutrition. 11:1351503. Reflections on the Nitta K. Tsuchiya K. Recent advances {KDIGO} {Definitio. of {Acut. {Kidne. {Injur. {It. protein-energy {Integratio. in the {Concep. of wasting in chronic kidney disease. {Acut. {Disease. and {Disorder. Renal and {Chroni. {Kidne. {Disease. 4:1Ae23. Kidney Dialysis [Interne. Replacement Therapy. Obi Y. Qader H. Csaba PK. et al. Februari 2022 . ikutip 5 November Latest Consensus and Update on 2. :68Ae79. Protein Energy-Wasting in Chronic Tersedia https://w. com/2673- Kidney Disease. Curr Opin Clin Nutr Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Metab Care. :254Ae62. dialysis patients. Journal of Renal Sumida K. Kovesdy CP. Causes and Nutrition. :679Ae86. treatment of protein-energy wasting R. Carrero JJ. Cupisti A. De Waele E. Management et al. ESPEN guideline on clinical Renal Disease. Elsevier. 191Ae206. nutrition in hospitalized patients with Hill A. Heyland DK. Elke G. Schaller acute or chronic kidney disease. SJ. Stocker R. Haberthyr C, et al. Clinical Nutrition [Interne. 1 April Meeting 40. :1644Ae68. Tersedia pada: critically ill patients by combined https://doi. org/10. 1016/j. Doig GS. Simpson F. Bellomo R. Heighes PT. Sweetman EA. Chesher Research Reviews. :312Ae D, et al. Intravenous amino acid therapy for van Schrojenstein Lantman M, van de critically ill patients: a randomized Logt A-E. Thelen M. Wetzels JF, van Berkel 41:1197Ae208. Serum Intensive Hill A. Elke G. Weimann A. Nutrition Nephrology Dialysis in the intensive care unitAia narrative Transplantation. :1792Ae Nutrients. :1Ae26. St-Jules DE. Fouque D. A novel Lew CCH. Yandell R. Fraser RJL. Chua AP. Chong MFF. Miller M. energy wasting in people with kidney Association between malnutrition and clinical outcomes in the intensive care hemodialysis: rationale and call for unit: a systematic review. Journal of American Journal of Kidney Parenteral and Enteral Nutrition. Diseases. :277Ae84. :744Ae58. Nutrition measurement in nephrology: room for Fiaccadori E. Sabatino A. Barazzoni in kidney disease. In: Nutritional EFFORTcombo Reignier Boisrame-Helms Kittiskulnam P. Chuengsaman P. Brisard L. Lascarrou J-B. Ait Hssain Kanjanabuch T. Katesomboon S. Anguel N, et al. Enteral versus Tungsanga S. Tiskajornsiri K, et al. parenteral early nutrition in ventilated Protein-energy wasting and mortality adults with shock: a randomised, risk prediction among peritoneal controlled, multicentre, open-label. Zayadha Hazrini Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 parallel-group study (NUTRIREA-. Combination of enteral and parenteral The Lancet. :133Ae nutrition in the acute phase of critical illness: an updated systematic review Calder PC. A Matter of Fat. JPEN Journal of parenteral and enteral Parenteral and Enteral Nutrition. :395Ae410. September 39. :756Ae8. Journal Chapple LS. Summers MJ. Bellomo Ertuglu L. Ikizler TA. ProteinAe R. Chapman MJ. Davies AR. Ferrie S. Energy Wasting and Nutritional et al. Use of a highAaprotein enteral Interventions in Chronic Kidney nutrition formula to increase protein Disease. In: Management of Chronic delivery to critically ill patients: a Kidney Disease: A ClinicianAos Guide. randomized, blinded, parallelAagroup. Springer. 257Ae72. feasibility trial. Journal of Parenteral Hill A. Heyland DK. Ortiz Reyes LA. Laaf E. Wendt S. Elke G, et al. :699Ae709. Zayadha Hazrini Enteral Nutrition.