https://journal. id/index. php/KESMAS https://journal. id/index. php/KESMAS P-ISSN: E-ISSN: P-ISSN: E-ISSN: June2022, 2024,Vol. Vol. December No. No. Systematic Review of Lean Management: Hospital Transformation for Increasing Operational Efficiency and Patient Care Author: Putri Ayu1. Muhammad Pandu2. Adinda Intan3. Monica Aprilla4. Elvara Angelita5. Asmaripa Ainy6 First Author E-mail: nz07@gmail. Indonesia1 Second Author E-mail: pandu8@gmail. Indonesia 2 Third Author E-mail: Intanadinda360@gmail. Indonesia3 Fourth Author E-mail: ocamonic32@gmail. Indonesia4 Fifth Author E-mail: elvaraangelita9@gmail. Indonesia5 Sixth Author E-mail: asmaripa_ainy@fkm. DOI :10. 24903/kujkm. Received : February 2024 Accepted : Mey 2024 Published : June 2024 P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Abstract Background: One of places that providing health services is a hospital which provides comprehensive health services. Therefore, one of the benchmarks that hospitals facing is to always maintain consumer trust by improving quality of services so that consumersAo satisfaction significantly increases. In this research. Lean Management has become a more popular approach in various industries including the health sector such as hospitals. Objectives: To learn about lean management in hospitals such as how to implement lean management and find out the efficiency of lean management in hospitals. Research Method: A systematic review that used a qualitative meta-synthesis approach based on the results of similar studies. Results: The impacts of lean management on the quality of hospitalAos health services were found. Conclusion: The context of transformation for the hospital. Implementing lean management has a significant impact on various aspects, from operational efficiency to service quality. Applying its management allows hospitals to proactively identify areas where improvement is needed, thereby ensuring that high standards of services are maintained. Keywords: Lean management, hospitals, efficiency, health care. Abstrak Latar Belakang: Salah satu tempat pemberian pelayanan kesehatan adalah rumah sakit yang memberikan layanan komprehensif. Oleh karena itu, salah satu tolak ukur sebuah rumah sakit adalah dengan dihadapkannya pada tuntutan untuk senantiasa menjaga kepercayaan penerima layanan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga kepuasan konsumen dapat selalu ditingkatkan. Dalam hal ini manajemen Lean telah menjadi pendekatan yang semakin populer dalam berbagai industri, termasuk sektor kesehatan, seperti rumah sakit. Tujuan: Untuk mempelajari manajemen lean di rumah sakit tentang bagaimana penerapan manajemen lean dan mengetahui efisiensi dari manajemen lean. Metode Penelitian: Systematic review menggunakan pendekatan kualitatif metasintesis yang berlandaskan hasil penelitian serupa. Hasil: Ditemukan pengaruh lean management terhadap kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit. Kesimpulan Dalam konteks perubahan rumah sakit, penerapan Lean Management dapat membawa dampak yang signifikan pada berbagai aspek, mulai dari efisiensi operasional hingga kualitas layanan. Penerapan prinsip Lean dalam manajemen kualitas juga memungkinkan rumah sakit untuk secara proaktif mengidentifikasi area-area di mana peningkatan diperlukan, sehingga memastikan bahwa standar pelayanan yang tinggi tetap dipertahankan. Kata kunci: Manajemen Lean, rumah sakit, efisiensi, pelayanan kesehatan. Copyright Notice This work is licensed under Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Pendahuluan Salah satu tempat pemberian pelayanan kesehatan adalah rumah sakit pelayanan kesehatan yang memberikan layanan komprehensif kepada individu dengan memberikan fasilitas untuk perawatan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Peraturan Menteri Kesehatan, 2. Dalam era pertumbuhan teknologi yang massif dan persaingan sesama sektor, rumah sakit harus mencapai sebuah standar pelayanan yang Keberhasilan satu rumah sakit tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disediakan memumpuni saja, tetapi juga pada sikap individu dan pelayanan yang diberikan oleh stafnya. Maka, salah satu tolak ukur sebuah rumah sakit adalah dengan senantiasa menjaga kepercayaan penerima layanan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga kepuasan konsumen dapat selalu ditingkatkan (Ulfah et al. , 2. Dalam hal ini Lean management telah menjadi pendekatan yang semakin populer dalam berbagai industri, termasuk sektor kesehatan, seperti rumah sakit. Konsep ini menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk membantu peningkatan efisiensi operasional, pengoptimalan penggunaan sumber daya manusia dalam upaya memberikan pelayanan yang kompeten kepada pasien. Dalam konteks perubahan sebuah rumah sakit, penerapan Lean management akan dapat membawa dampak yang signifikan pada berbagai aspek, mulai dari efisiensi operasional hingga kualitas layanan (Asida et al. , 2. Rencana perubahan rumah sakit yang berbasis pada prinsip Lean management menekankan pada identifikasi dan eliminasi pemborosan dalam proses operasional. Dengan meminimalkan pemborosan, seperti waktu tunggu, kelebihan persediaan, atau aktivatas yang tidak diperlukan, rumah sakit dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi biaya operasional. Efisiensi operasional adalah salah satu pilar utama dari Lean management. Dengan memperbaiki alur kerja dan proses operasional, rumah sakit dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia, termasuk peralatan medis, tenaga kerja, dan waktu. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi waktu tunggu bagi pasien tetapi juga meningkatkan throughput dan kapasitas layanan rumah sakit (Prastiwi & Ayuningtias, 2. Selain efisiensi operasional. Lean management juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan. Dengan memprioritaskan standar kualitas yang tinggi dan fokus pada pencegahan kesalahan, rumah sakit dapat meningkatkan keamanan pasien, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan hasil Penerapan prinsip Lean dalam manajemen kualitas juga memungkinkan area-area peningkatan diperlukan, sehingga memastikan bahwa standar pelayanan yang tinggi tetap Sumber daya manusia (SDM) memegang peran kunci dalam keberhasilan penerapan Lean management di rumah sakit. Melalui pelatihan yang tepat dan partisipasi aktif dari staf rumah sakit, budaya organisasi yang berorientasi pada perbaikan terus menerus dapat ditanamkan. SDM yang terlatih dengan baik tidak hanya dapat mempraktikkan metodologi Lean dalam pekerjaan sehari-hari mereka tetapi juga berkontribusi pada identifikasi dan implementasi perbaikan Metode Penelitian Penelitian ini berorientasikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif metasintesis yang berlandaskan hasil penelitian P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Kriteria penelitian serupa meliputi Kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang masuk kedalam ruang lingkup penelitian ini adalah literature jurnal ilmiah dengan PubMed. ScienceDirect. Scopus, dan Google Scholar dengan bahasan Manajemen Lean dalam ruang lingkup rumah sakit. Gambar 1. Skema Alur Pemilihan Artikel Karakteristik Artikel Yang Terpilih Tabel Karakteristik Penelitian sebelumnya Tentang Lean management pada Rumah Sakit. Hasil Penelitian Pemilihan Artikel Dari 27 artikel yang telah didapatkan, dikategorikan menjadi 14 artikel dari jurnal yang ditemukan secara online oleh publisher internasional dan 13 artikel yang ditemukan secara online dari publisher jurnal nasional. Dari hasil analisis, diperoleh 15 artikel yang sesuai dengan topik dan kriteria inklusi untuk dijadikan sebagai bahan review. P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Artikel Ke- First Author. Tahun Terbit Tahun Penelitian Metode Penelitian Lokasi Penelitian Hasil Penelitian Waktu tunggu pasien yang lama dikarenakan ketidaktahuan pasien dan kurangnya daya tanggap dari petugas sehingga menyebabkan terjadinya wasting time pada pasien disebabkan oleh kesalahan pada sistem dan Penerapan Lean memberikan manfaat yang baik bagi pas (Muna et al. , 2. Deskriptif kuantitatif Poliklinik saraf Rumah Sakit Sosodoro Djatiekoesoemo Bojonegoro (Kuncorosidi et al. , 2. Deskriptif kuantitatif (Bossone et al. , 2. Kualitatif dan kuantitaif Unit Rawat jalan di Rumah Sakit Mutiara Hati Pagaden. Kabupaten Subang Rumah Sakit Antonio Cardarelli. Naples. Italy (Anggraini & Ilhamda, 2. 2016 - 2018 Kualitatif Poli Tulip Rumah Sakit x Pekanbaru (Yulianingsih et al. , 2. Action Research IGD Rumah Sakit Akademik UGM (Muthia et al. , 2. Kualitatif Unit Rawat Jalan di Rumah Sakit Tugu Ibu Kota Depok (Ratnaningrum et al. , 2. Kuantitatif IGD Rumah Sakit X Wasting time pelayanan pada pasien disebabkan oleh faktor individu petugas dan manajerial. Penerapan manajemen Lean memberikan peningkatan maupun perbaikan pada efisiensi dan waktu proses pasien. Terjadi wasting time pada pasien yang terlalu lama disebabkan oleh petugas dan sistem yang buruk saat melakukan proses pelayanan. Penerapan manajemen Lean pada pelayanan perawat maupun waktu tunggu teruji memberikan kepuasan P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Artikel Ke- First Author. Tahun Terbit Tahun Penelitian Metode Penelitian Lokasi Penelitian Hasil Penelitian Pendekatan Lean perbaikan pada sistem dan kualitas waste yang terjadi disebabkan oleh sistem pelayanan yang masih manual sehingga menimbulkan inefisiensi. Penerapan dari pendekatan Lean Hospital memberikan turunnya waktu tunggu pasien dan meningkatnya kualitas pelayanan. terjadinya waste disebabkan oleh jam datang pasien dan sistem yang buruk. (Ferdi et al. , 2. Kualitatif Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum M. Yunus Bengkulu (Rochimah & Mudayana, 2. Kualitatif Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUP Soeradji Tritionegoro Klaten (Wardani et al. , 2. 2021 - 2022 Kualitatif Laboratorium Rumah Sakit A Kota Cimahi dan B Kota Bandung (Everdine et al. , 2. Kualitatif Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Manado (Jailani Harahap et al. , 2. Kuantitatif Rumah Sakit Malahayati. Medan. Indonesia (Abdallah, 2. Kualitatif Rumah Sakit Pemerintah Swasta di Jordan (Tarannum et al. , 2. Kualitatif dan Kuantitatif Fasilitas Kesehatan Kecil (Ulfah et al. , 2. Kualitatif RSIA Permata Serdang Penerapan dari Pendekatan Lean kepuasan pasien. Penerapan Lean memberikan dampak yang luar biasa ke kualitas pelayanan, karena pemimpin dan petugasnya menerapkan dengan baik. Petugas yang tidak menjalankan dengan baik, memungkinkan untuk menerapkan manajemen Lean. waiting time yang dialami pada pasien ketidakpuasan pasien P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. tabel 1 dapat diketahui bahwa dari artikel yang terpilih terdapat 2 artikel yang melakukan penelitian di Unit Rawat Jalan, 2 artikel di IGD, dan 2 artikel di Instalasi Farmasi. Sebanyak 4 artikel yang menyebutkan bahwa wasting time terjadi disebabkan karena petugasnya dan 5 artikel menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh sistem yang buruk. Beberapa artikel juga mengatakan penerapan dari pendekatan Lean memberikan dampak yang baik terhadap kepuasan pasien dan kualitas Pengaruh Lean Terhadap Kualitas Pelayanan Dari artikel ke-3, 8, dan 10 rumah sakit yang sebelumnya melakukan penerapan pendekatan Lean, waste tersebut menjadi Dari tabel 2 pada artikel ke10, dapat terlihat dengan jelas waktu dilakukannya penerapan manajemen Lean. Akan tetapi, artikel ke-13 dan 14 mendapatkan hasil bahwa penerapan Lean tidak selalu berhasil dalam meningkatkan kepuasan pasien dan Dibutuhkan kerangka kerja untuk memiliki angka keberhasilan yang tinggi. Tabel 2. Efek Penerapan Manajemen Lean Terhadap Kualitas Pelayanan. Artikel Ke3 Jenis Kegiatan Sebelum Penerapan Setelah Penerapan Waktu tunggu untuk konsultasi keseluruhan Waktu layanan resep dengan racikan waktu layanan resep non racikan Pengambilan sampel pasien Penyerahan nota Waktu tunggu hasil pemeriksaan 5 - 39. 2 menit 65 - 80 menit 37 - 42 menit 900 detik 500 detik 800 detik 5 - 60. 7 menit 58 menit 29 menit 600 detik 100 detik 200 detik Pembahasan Terdapat 27 artikel yang telah di telaah, digabungkan menjadi 14 artikel dari jurnal yang ditemukan secara online oleh publisher internasional dan 13 artikel yang ditemukan secara online dari publisher jurnal Adapun hasil analisis, didapatkan 15 artikel yang bisa menjadi referensi dengan topik dan kriteria inklusi untuk dijadikan sebagai bahan review. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Waktu tunggu pasien yang lama dikarenakan pasien yang tidak mengetahui dan kurangnya daya tanggap dari petugas sehingga yang terjadi adalah inefisiensi. Wasting time pada pasien disebabkan oleh kesalahan pada sistem dan petugasnya. Diterapkannya Lean memberikan manfaat yang baik bagi pasien, dapat ditingkatkannya kualitas rumah sakit. Wasting time pelayanan pada pasien disebabkan oleh faktor individu petugas dan manajerial. P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Diterapkannya manajemen Lean ataupun perbaikan pada efisiensi dan waktu proses pasien. Terjadinya wasting time pada pasien yang terlalu lama disebabkan oleh petugas dan melakukan proses pelayanan. Diterapkannya manajemen Lean pada pelayanan perawat maupun waktu tunggu teruji memberikan kepuasan pada pasien. Pendekatan manajemen Lean memberikan peningkatan dan perbaikan pada sistem dan kualitas pelayanan. Waste yang terjadi disebabkan oleh sistem pelayanan yang menimbulkan inefisiensi. Penerapan dari pendekatan Lean Hospital memberikan turunnya waktu tunggu pasien dan . Terjadinya waste disebabkan oleh jam datang pasien dan sistem yang buruk. Penerapan dari Pendekatan Lean memberikan peningkatan pada kepuasan pasien. Penerapan Lean memberikan akibat yang luar biasa pada menerapkan dengan baik. Petugas yang tidak menjalankan dengan baik, memungkinkan untuk munculnya hambatan saat menerapkan manajemen Lean. Waiting time yang dialami pada Diketahui bahwa dari artikel yang dipilih terdapat 2 artikel yang melakukan penelitian di Unit Rawat Jalan, 2 artikel di IGD, dan 2 artikel di Instalasi Farmasi. Sebanyak 4 artikel yang menyebutkan bahwa wasting time terjadi disebabkan karena petugasnya dan 5 artikel menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh sistem yang buruk. Beberapa artikel juga mengatakan penerapan dari Lean dampak yang baik terhadap kepuasan pasien dan kualitas pelayanan. Efisiensi Operasional Kualitas Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan yang dirasakan. Jika layanan yang didapat atau dirasakan sepadan dengan harapan, kualitas layanan akan dipersepsikan memuaskan dan baik. Kualitas layanan merupakan proses yang meliputi pemasaran dan operasi yang mengamati keterlibatan orang, pelanggan eksternal dan internal melengkapi beragam persyaratan dalam penyajian Lean management yang diterapkan di rumah sakit bisa meningkatkan kualitas layanan rumah sakit melalui meningkatnya pemborosan serta pemberdayaan staff . Sumber Daya Manusia Salah satu penilaian pelayanan ialah sumber daya manusia yang dimiliki. Pemberi pelayanan tidak akan dapat memberikan pelayanan yang baik tanpa adanya sumber daya manusia. Pelayanan dapat terlaksana dengan baik jika mempunyai SDM yang berkualitas dikarenakan SDM termasuk dalam aspek yang paling penting. Proses perencanaan SDM mempunyai 3 proses yakni: P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. Proses rekapitulasi untuk simulasi dan deskripsi kekuatan Tenaga kerja yang tersedia saat ini. , dan juga dari segi kapasitas Sumber Daya Manusia tersebut. Proses melibatkan kriteria atau penilaian untuk seleksi. Proses administrasi, proses relokasi, kembali sumber daya manusia menganalisis informasi tentang Pelayanan Pasien Kehandalan Keahlian dalam memberikan layanan kesehatan di rumah sakit dalam menilai layanan kesehatan. Menurut hasil penelitian dengan teknik wawancara dengan memakai SPM (Standar Pelayanan Minimu. pada tiap pelayanannya memakai standar yang telah ditentukan. Agar dapat memahami mutu pelayanan, rumah sakit akan melakukan survei terkait Serta membagikan pelayanan pada pasien diharuskan tepat waktu dan mengatur berdasarkan apa yang pasien perlukan serta ketepatan waktu dokter spesialis ataupun umum dalam melaksanakan penindakan kesehatan pada pasiennya. Untuk SPM (Standar Pelayanan Minima. terkait kepuasan pelanggan di Rumah Sakit belum mencapai target dari Peraturan Menteri Kesehatan yang masih di bawah 90 persen. Dan dengan total SDM yang telah mencukupi diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan yang di landaskan dengan SPO atau dikenal dengan Standar Prosedur Operasional yang telah ditentukan. Daya tanggap Daya tanggap dalam pemberian dengan ketepatan dan kecepatan petugas dalam pemberian pelayanan pada Menurut hasil penelitian dengan teknik wywancara menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan pada pelanggan, petugas kesehatan selalu siap di ruangannya dan tidak memakan sebelum pasiennya bertanya terkait keluhannya dokter terlebih dahulu selalu menanyakan keluhan pasien. Menurut hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti, sehingga didapati bahwa perlunya peningkatan daya tanggap dalam pelayanannya. Sebab berdasarkan pada dokumentasi dan pengamatan peneliti petugas kesehatan tidak selalu stand by di dalam ruangannya dan sebaiknya ada petugas kesehatan yang berada di ruangan tersebut agar ruangannya tidak kosong dan jika ada pasien yang datang, pasien tersebut tidak menunggu terlalu lama serta perlunya penerapan 5S atau dikenal dengan Senyum. Sapa. Salam. Sopan, dan Santun. Jaminan Jaminan berarti petugas mampu membina kepercayaan serta dapat Menurut hasil penelitian dengan teknik wywancara bahwa dokter dan perawat harus bersungguh sungguh dalam pemberian tindakan terhadap P-ISSN: 2477-1880 E-ISSN: 2502-6623 Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas Uwigama : Jurnal Kesehatan Masyarakat P-ISSN 2460-0350. E-ISSN 2477-5819 June 2024. Vol. 10 No. pasien supaya hal yang tidak dinginkan tidak terjadi. Untuk mengatasi hal itu rumah sakit melaksanakan supervisi yang dilaksanakan setiap hari dan jika ditemukan petugas yang menyalahi aturan atau kurang berhati-hati maka petugas tersebut akan diberi nilai min dan memperoleh peringatan oleh supervisi tersebut serta untuk dokter dan perawat telah memiliki izin praktek. Dengan demikian rumah sakit perlu meningkatkan lagi terkait ketertiban dalam mematuhi aturan supaya Tidak terjadi konsekuensi yang merugikan bagi orang lain meskipun tidak berdampak fatal. Empati Dalam hal ini, empati berarti mengerti masalah yang dirasakan oleh pasien. Menurut hasil penelitian dengan teknik wywancara yakni dalam menangani penyakit yang dialami pasien, petugas kesehatan perlu melaksanakan accement terkait tindakan apa yang sebaiknya di laksanakan terhadap pasien. Selain hal tersebut pasien yang menyampaikan dirasakan oleh pasien akan diterima secara terbuka dan kemudian ditelaah karena umumnya sebagian besar keluhan terjadi karena adanya miskomunikasi antara petugas dan pelanggan contohnya terkait jadwal praktek dokternya yang tidak sesuai dengan jadwal. Dengan demikian apabila petugas mengerti apa yang dirasakan oleh pasien serta mampu menanggapi apa yang pasien perlukan dan melebihi harapan pasien maka dapat memicu kepuasan dan berdampak pada loyalitas dalam hal pemakaian jasa pelayanan kesehatan. Tampilan Fisik Tampilan fisik di dalam pelayanan kesehatan terdiri dari sarana prasarana yang terdapat pada penyedia jasa pelayanan kesehatan serta sumber daya Menurut hasil penelitian dengan teknik wawancara masih terdapat sarana prasarana pada rumah sakit yang belum dipunyai rumah sakit contohnya Rontgen. Hemodialisa. Scan, emergency, ambulans jenazah, dan lain Kesimpulan Dalam konteks perubahan rumah sakit, penerapan Lean management dapat membawa dampak yang signifikan pada berbagai aspek, mulai dari efisiensi operasional hingga kualitas layanan. Selain efisiensi operasional. Lean management juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan. Dengan memprioritaskan standar kualitas yang tinggi dan fokus pada pencegahan kesalahan, rumah sakit dapat meningkatkan Penerapan prinsip Lean dalam manajemen kualitas juga memungkinkan area-area peningkatan diperlukan, sehingga memastikan bahwa standar pelayanan yang tinggi tetap Lean management difokuskan kepada efisiensi operasional yang terdiri dari kualitas dan SDM serta pelayanan pasien yang bertitik tumpu pada kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, tampilan fisik. Referensi